• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TOPIK PENELITIAN

G. Hubungan Anggaran dengan Pengendalian

Untuk melaksanakan fungsi pengendalian, manajer berusaha untuk mendapatkan keyakinan bahwa perencanaan telah ditidak lanjuti. Dalam aktivitas pengendalian ini, manajer membutuhkan umpan balik , yang merupakan sinyal apakah operasi organisasi berada dalam jalur yang telah direncanakan. Umpan balik merupakan alat yang sangat efektif untuk melakukan pengendalian. Umpan balik biasanya disajikan dalam berbagai versi laporan, salah satu tipe laporan adalah perbandingan antara anggaran dengan hasil yang sesungguhnya.

Menurut Darsono dalam bukunya, Pengendalian ialah : kegiatan yang bertujuan agar strategi, kebijakan , program kerja dan anggaran dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Artinya semua kegiatan harus diusahakan terjadinya penyimpangan sekecil mungkin.. Menurut P.Strong ( 2001: 241 )

Pengendalian adalah prosess pengaturan berbagai factor dalam suatu perusahaan, agar pelaksanaan sesuai dengan ketetapan dalam rencana.

Proses pengendalian meliputi :

1. mengukur kinerja dengan program kerja dan anggaran , yang melahirkan penyimpangan,

2. menganalisis penyimpangan dan menemukan sebab – sebab terjadinya penyimpangan.

3. mengambil tindakan untuk menghapus sebab- sebab penyimpangan atau mengambil tindakan perbaikan.

Pengendalian harus dilaksanakan sepanjang proses bisnis agar setiap penyimpangan yang terjadi dapat di atasi. Perusahaan besar atau kecil seyogyanya membuat anggaran, karena penganggaran itu penting untuk membuat perencanaan dan pengendalian kegiatan.

Pengendalian melihat ke masa depan yaitu menentukan tindakan – tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran dan tujuan suatu organisasi. Sedangkan pengendalian melihat ke belakang yaitu menilai hasil kerja dan membandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Dengan adanya pengawasan dan pengendalian yang dilakukan,maka dapat dilihat seberapa jauh perencanaan yang telah dicapai dan seberapa banyak penyimpangan yang terjadi. Penyimpangan yang terjadi akan dianalisis guna mengetahui tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk memperbaikinya.

a. Tujuan Pengendalian

1. Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan dari rencana. 2. Melakukan tindakan perbaikan , jika terdapat penyimpangan – penyimpangan. 3. Supaya tujuan yang dihasilkan sesuai dengan rencananya.

Pengendalian bukan hanya untuk mencari kesalahan – kesalahn, tetapi berusaha untuk menghindari terjadinya kesalahan – kesalahn , serta memperbaikinya jika terjadi kesalahan – kesalahan.

b. Macam – macam pengendalian

1. internal control ( pengendalian internal ) ialah pengendalian yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya,

2. eksternal control ( pengendalian eksternal ) pengendalian yang dilakukan oleh pihak luar,

3. formal control adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh instansi atau pejabat resmi dan dapat dilakukan secara intern maupun ekstern,

4. informal control adalah penilaian yang dilakukan oleh masyarakat atau konsumen, baik langsug maupun tidak langsung.

Salah satu alat atau teknik pengendalian adalah budget ( anggaran ), yaitu suatu ikhtisar hasil yang akan diharapkan dari pengeluaran yang disediakan untuk mencapai hasil tersebut. Pengendalian budget dapat diketahui ( di awasi ), apakah hasil yang diharapkan dari penerimaanatau pengeluaran itu sesuai dengan yang diinginkan atau tidak. Anggaran dipergunakan secara luas sebagai saran untuk melaksanakan pengendalian manajerial.

Ikhtisar anggaran dipergunakan secara luas sebagai suatu bentuk pengendalian menyeluruh. Ikhtisar anggaran yang merupakan penyimpulan dari semua anggaran individual, mencerminkan rencana perusahaan, sehingga volume , biaya, laba, penggunaan modal dan hasil pengembangan atas investasi dapat dilihat dalam hubungannya yang layak. Dalam bentuk ini , ikhtisar anggaran tersebut menunjukkan kepada manajemen puncak bagaiman perusahaan secar keseluruhan mencapai keberhasilan dalam mengejar tujuannya.

Adapun pengawasan dan pengendalian yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dalam menjalankan kegiatan operasinya adalah dengan cara :

a. mengontrol pendapatan melalui pendapatan yang diterima dan belanja- belanja yang dikeluarkan secara bulanan atau tahunan

b. disesuaikan dengan keadaan, baik dengan memperhatikan situasi keamanan, politik, dan ekonomi agar tidak melebihi anggaran yang telah disusun,

c. melakukan perbaikan jika terjadi penyimpangan – penyimpangan.

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara melaksanakan pengawasan dan pengendalian dengan cara :

1. membandingkan realisasi dengan anggaran. Melalui hasil perbandingan ini perusahaan dapat mengetahui apakah telah terjadi penyimpangan atau tidak. Selanjutnya dicari faktor-faktor penyebab timbulnya perbedaan tersebut dan untuk penyimpangan yang merugikan akan dilakukan

2. membentuk suatu bagian yang bertugas mengawasi seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan sebelum menganalisis perbandingan antara realisasi dengan anggaran.

Adapun peranan anggaran sebagai alat pengawasan dan pengendalian pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, yaitu sebagai berikut :

a. mencegah terjadinya pemborosan,

b. memberikan stándar yang memadai untuk mengukur prestasi,

c. sebagai alat pembanding seberapa jauh pelaksanaan rencana kerja yang telah dicapai perusahaan,

d. mengendalikan operasi dan belanja serta pengeluaran pada Frkultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Untuk mengawasi kegiatan operasionalnya, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara setiap periode anggarannya melakukan perbandingan antara anggaran dengan realisasi yang terjadi untuk melihat keberhasilan anggaran yang telah disusun. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut kepala pimpinan dapat mengetahui apakah seluruh bagian di dalam perusahaan telah melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien.

C ontoh Anggaran Pendapatan dan Belanja

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Anggaran Pendapatan dan Belanja

Tahun Anggaran 2009

No Keterangan Jumlah

1 Luncuran dana tahun 2008 Rp 524.901.124

2 Jumlah Penerimaan Rp 1.966.717.459

Total Rp 2.491.618.583

Penggunaan Anggaran Tahun 2009

No Mata Anggaran Penerimaan Dana ( 1 ) Dana yang Dianggarkan ( 2 ) Penggunaan dana (realisasi) ( 3 ) Surplus / Defisit ( 2-3 ) 1 Belanja Honorarium a.Belanja uang honor tetap 337.679.896 263.000.000 337.679.896 - 74.679.896 b.Belanja uang honor tidak tetap 128.976.201 125.688.000 128.976.201 -3.288.201 c.Belanja Vakasi 763.698.562 624.342.800 763.698.562 -139.355.762 2. Belanja Barang a.Belanja keperluan perkantoran 169.027.900 80.000.000 163.898.400 -83.898.400 b.Belanja pengiriman surat dinas 1.689.000 10.000.000 1.521.000 8.479.000

c.Belanja barang operasional lainnya -- 35.000.000 -- 35.000.000 d.Belanja bahan 17.759.900 5.000.000 17.365.900 -12.365.900 e.Belanja sewa -- 72.500.000 -- 72.500.000 f.Belanja jasa profesi -- 50.000.000 -- 50.000.000 g.Belanja biaya pem gedung &bangunan 2.568.000 119.183.316 308.580.000 -189.396.684 h.Belanja biaya pem peralatan & meja 41.375.000 25.000.000 41.375.000 -16.375.000 i.Belanja perjalanan biasa (dlm negeri) -- 97.500.000 -- 97.500.000 3. Belanja Modal a.Belanja Modal peralatan & mesin 197.931.000 66.000.000 197.931.000 -131.931.000 Jumlah 1.966.717.459 1.573.214.116 1.961.025.959 +263.479.000 -651.290.843

Sumber : Bagian Keuangan Fakultas Ekonomi USU

Perbedaan antara anggaran dan realisasi merupakan penyimpangan atau variance. Penyimpangan terjadi dalam dua kemungkinan, yaitu :

a. penyimpangan yang menguntungkan ( favourable variance ),

Untuk mellihat bagaimana fungsi pengawasan dan pengendalian yang terjadi pada anggaran Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara berlangsung efektif dan efesien dapat dilihat dari hasil yang dicapai, yaitu laporan anggaran aktual tahun anggaran 2009 yang belum mencapai target yang diharapkan. Berikut ini adalah salah satu contoh penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara berdasarkan anggaran pendapatan daan belanja pada tahun anggaran 2009.

1. Belanja Honorarium

 Belanja uang honor tetap

Untuk belanja uang honor tetap, anggaran yang di anggarkan sebesar Rp 263.000.000,00 dan realisasinya sebesar Rp 337.679.000,00. Terjadi selisih Rp 74.679.896,00, hal ini berarti telah terjadi penyimpangan yang merugikan,karena realisasi lebih besar dari dana yang dianggarkan.

 Belanja uang honor tidak tetap

Anggaran Belanja uang honor tidak tetap sebesar Rp 125.688.000,00 dan realisasinya sebesar Rp 128.976.201, terjadi penyimpangan yang tidak menguntungkan sebesar Rp 3.288.210 dari dana yang dianggarkan.

 Belanja Vakasi

Untuk belanja vakasi, dana yang dianggarkan sebesar Rp 624.342.800, sedangkan realisasi dana sebesar Rp 763.698.562,00. Telah terjadi penyimpangan yang merugikan sebesar Rp 139.355.762,00, karena dana yang direalisasikan lebih besar dari dana yang dianggarkan.

2. Belanja Barang

 Belanja Keperluan perkantoran

Dana yang dianggarkan untuk keperluan ini sebesar Rp 624.342.800,00 dan realisasi dana sebesar Rp 763.698.562,00 Telah terjadi penyimpangan yang merugikan sebesar Rp 83.898.400,00.

Selain terjadi penyimpangan yang merugikan, terjadi juga penyimpangan yang menguntungkan, misalnya yang terjadi pada :

 Belanja pengiriman surat dinas pos pusat

Dana yang dianggarkan sebesar Rp 10.000.000,00 sedangkan realisasi dana sebesar Rp 1.521.000,00. Telah terjadi penyimpangan yang menguntungkan sebesar Rp 8.479.000,00.

Masih banyak penyimpangan – penyimpangan yang terjadi, baik yang menguntungkan maupun tidak menguntungkan, hal itu dapat kita lihat dari anggaran diatas.Penyimpangan-penyimpangan tersebut baik yang menguntungkan maupun yang tidak menguntungkan akan dievaluasi, dan hasil evaluasinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun anggaran periode berikutnya.

BAB IV

Dokumen terkait