• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Antara Dukungan Emosional Terhadap Kepatuhan Ibu Melaksanakan Imunisasi Dasar Pada Anak di Desa Tigabolon Tahun 2014

Menurut Safarino (1994) dukungan emosional adalah bentuk bantuan yang dapat menumbuhkan perasaan nyaman, percaya diri, dan semangat. Sumber dukungan emosional yang sangat berperan penting dari orang yang memiliki kedekatan emosional, misalnya pasangan, sahabat, rekan kerja. Dukungan emosional berupa ekspresi empati dan perhatian. Dukungan emosional membuat sesorang merasa dimiliki dan dicintai pada saat stress. Dukungan sosial emosional dapat menurunkan tekanan psikologis yang dirasakan seperti kecemasan, gangguan umum dan depresi. Semakin banyak tekanan psikologis yang dirasakan semakin dibutuhkannya dukungan sosial emosional.

Kepatuhan dalam penelitian ini adalah tingkat perilaku ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar pada anak yang telah ditetapkan. Patuh, jika ibu selalu membawa anaknya imunisasi serta semua jenis imunisasi dasar sudah diberikan pada anaknya sesuai dengan jadwal imunisasi yang dibutuhkan.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui dari 19 orang yang menyatakan dukungan emosional baik 11 orang (57,9%). Sedangkan dari 33 orang yang menyatakan dukungan emosional kurang hanya 7 orang (21,2%)

Hasil uji Chi-square menunjukkan hasil uji yang signifikans (p<0,05) p=0,009. Hal ini berarti ada hubungan dukungan emosional terhadap kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak.

Menurut Sarafino (1994), dukungan emosional merupakan ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap individu sehingga individu merasa nyaman, dicintai dan diperhatikan saat menghadapi bebagai tekanan dalam hidup.

Hasil penelitian ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Emnina (2010) yang menyebutkan bahwa keluarga memberikan dukungan yang adekuat dan terus-menerus agar ibu patuh dalam melaksanakan iunisasi pada anaknya baik dukungan penilaian, instrumental, informasi dan dukungan emosional.

Hasil penelitian ini diperkuat oleh teori yang yang dikemukakan oleh Rock & Dooley (1985 dalam Kuntjoro, 2002), bahwa keluarga memainkan suatu peranan bersifat mendukung selama ibu melaksanakan imunisasi pada anaknya sehingga mereka dapat mencapai tingkat kesejahteraan optimal. Dukungan keluarga yang natural diterima seseorang melalui interaksi sosial dalam kehidupan secara spontan dengan orang-orang yang berada disekitarnya dalam hal ini anggota keluarganya.

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan penelitian ini sebagai berikut:

1. Berdasarkan umur responden <30 tahun sebanyak 27 orang (51,9%). Berdasarkan pendidikan responden terbanyak adalah SMA sebanyak 23 orang (44,2%). Berdasarkan Jumlah Anak responden terbanyak adalah >3 orang sebanyak 16 orang (30,8%). Berdasarkan pekerjaan responden terbanyak adalah Wiraswasta sebanyak 19 orang atau sekitar (36,5%). pendapatan responden terbanyak adalah Rp.1.000.000-Rp.1.500.000 sebanyak 18 orang (34,6%). Berdasarkan umur bayi responden terbanyak adalah <15 bulan sebanyak 27 orang atau sekitar (51,9%). Berdasarkan jenis kelamin bayi responden terbanyak adalah perempuan sebanyak 32 orang atau sekitar (61,5%).

2. Berdasarkan tingkat kepatuhan responden mayoritas responden patuh melaksanakan imunisasi dasar pada anak sebanyak 34 orang (65,4%). Berdasarkan hasil uji chi squareterdapat hubungan yang bermakna antara variable dukungan keluarga informasional, penilaian, instrumental, dan emosional terhadap kepauhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak didesa Tigabolon Tahun 2014.

6.2 Saran

Adapun saran dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Kepada Kepala Desa atau Tokoh Masyarakat agar dapat menghimbau para kepala keluarga agar selalu menyediakan waktu untuk mendampingi ibu membawa anaknya untuk melakukan imunisasi demi tercapainya target pencapaian imunisasi yang diharapkan.

2. Agar petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanannya dalam bentuk pelayanan di posyandu memberikan informasi tentang kesehatan bayi dan balita setiap kunjungan posyandu, khususnya pemberian ulangan imunisasi seperti: Hepatitis B, Polio, DPT sehingga ibu mengerti bahwa imunisasi sangat penting untuk kesehatan anaknya demi meningkatkan kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak di Desa Tigabolon Tahun 2014.

3 .1 Jenis penelitian

Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak di desa Tigabolon Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Tahun 2014.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi

Penelitian ini dilakukan di desa Tigabolon Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun.

3.2.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Desember 2013 sampai bulan Februari Tahun 2014.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 9-24 bulan yang berada di desa Tigabolon tahun 2013 sebanyak 105 orang sejak bulan Desember 2013 sampai bulan Februari 2014 .

3.3.2 Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 9-24 bulan di desa Tigabolon. Besar sampel dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus Lameshow (1997) sebagai berikut:

Keterangan :

N : Besar populasi n : Besar sampel

d : Tingkat kepercayaan / ketepatan yang diinginkan (0.1) z : Tingkat kepercayaan (95% = 1,96)

p : Proporsi (ditentukan = 0,5 maka besar sampel:

Berdasarkan hasil perhitungan diatas dari 105 ibu yang memiliki anak usia 9-24 bulan maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 52 orang.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling yaitu teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur anggota sampel dan teknik sampling yang digunakan bila anggota sampling mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata proporsional (Sugiono, 1999)

Untuk mempermudah penelitian maka besar sampel yang diperoleh dari setiap lingkungan di desa Tigabolon yaitu:

1. Tigabolon Pane 2. Tigabolon Pekan 3. Simodong

3.4 Metode Pengumpulan Data 3.4.1 Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari responden dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner penelitian yang telah dipersiapkan yaitu dukungan keluarga dan kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak 9-24 bulan.

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang mendukung dalam penelitian berupa data umum dokumentasi/literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti di desa Tigabolon Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun.

3.5 Instrumen Penelitian

Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung pada ibu yang mempunyai anak umur 9-24 bulan dengan menggunakan kuesioner kepada ibu di desa Tigabolon Kecamatan Sidamanik.

3.6 Definisi Operasional

1. Dukungan informasional adalah anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) dapat memberikan berbagai informasi kepada ibu tentang

pentingnya imunisasi dasar bagi kesehatan anaknya sehingga ibu dapat patuh melaksanakan imunisasi dasar pada anaknya.

2. Dukungan penilaian adalah anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) menyediakan waktu untuk mendampingi ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar pada anaknya

3. Dukungan instrumental adalah anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) menyediakan persediaan obat dirumah untuk mengantisipasi apabila anak demam setelah mendapatkan imunisasi.

4. Dukungan emosional adalah anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu mengingatkan ibu untuk membawa anaknya imunisasi sesuai jadwal imunisasi yang dibutuhkan.

5. Kepatuhan ibu adalah perilaku positif ibu dalam mencapai tujuan imunisasi dasar pada anaknya, yaitu ibu selalu membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi dasar sesuai jadwal imunisasi yang dibutuhkan oleh anaknya.

6. Imunisasi dasar adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu kedalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. 3.7 Aspek Pengukuran

Metode pengukuran menggunakan kuesioner sebagai instrument untuk memperoleh data-data mengenai hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak di desa Tigabolon Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun. Dalam penilaian pernyataan jawaban

soal dilakukan dengan skala Guttman yaitu skala yang menginginkan tipe jawaban tegas, seperti jawaban benar - salah, ya - tidak, yang diberi bobot :

1. Ya = Skor 1 2. Tidak = Skor 0

Pertanyaan dalam penelitian ini terdiri dari 30 pernyataan yaitu 20 pernyataan untuk dukungan keluarga, berdasarkan dukungan keluarga informasional terdiri dari 5 pertanyaan, dukungan penilaian terdiri dari 5 pertanyaan, dukungan instrumental terdiri dari 5 pertanyaan, dan dukungan emosional terdiri dari 5 pertanyaan dan 10 pertanyaan untuk mengetahui kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar.

a. Kategori baik adalah apabila responden menjawab pertanyaan dengan Ya.

Jumlah skor nilai yang diperoleh ≥ 76%- 100% dari total skor.

b. Kategori cukup adalah apabila responden menjawab pertanyaan dengan Ya. Jumlah skor nilai yang diperoleh 56% - 75% dari total skor.

c. Kategori kurang adalah apabila responden menjawab pertanyaan dengan Ya. Jumlah skor nilai yang diperoleh < 56% dari total skor. (Arikunto, 2010). Cara pengukuran pada penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Memberi skor pada tiap butir pernyataan b. Menjumlahkan skor dari pernyataan c. Memberi penilaian pada tiap kategori

A. Dukungan Informasional

Jumlah pernyataan sebanyak 5 dimana jawaban memiliki nilai total tertinggi adalah 5 dan terendah adalah 0. Dukungan informasional dapat diukur dengan skoring terhadap kuesioner yang telah diberi bobot dimana nilai tertingginya adalah 2 dengan kriteria jawaban :

Jawaban ya, skornya : 1 Jawaban tidak skornya : 0 B. Dukungan Penilaian

Jumlah pernyataan sebanyak 5 dimana jawaban memiliki nilai total tertinggi adalah 5 dan terendah adalah 0. Dukungan penilaian dapat diukur dengan skoring terhadap kuesioner yang telah diberi bobot dimana nilai tertingginya adalah 2 dengan kriteria jawaban :

Jawaban ya, skornya : 1 Jawaban tidak skornya : 0 C. Dukungan Instrumental

Jumlah pernyataan sebanyak 5 dimana jawaban memiliki nilai total tertinggi adalah 5 dan terendah adalah 0. Dukungan instrumental dapat diukur dengan skoring terhadap kuesioner yang telah diberi bobot dimana nilai tertingginya adalah 2 dengan kriteria jawaban :

Jawaban ya, skornya : 1 Jawaban tidak skornya : 0

D. Dukungan Emosional

Jumlah pernyataan sebanyak 5 dimana jawaban memiliki nilai total tertinggi adalah 5 dan terendah adalah 0. Sikap positi petugas dapat diukur dengan skoring terhadap kuesioner yang telah diberi bobot dimana nilai tertingginya adalah 2 dengan kriteria jawaban :

Jawaban ya, skornya : 1 Jawaban tidak skornya : 0 E. Kepatuhan Ibu

Jumlah pernyataan sebanyak 10 dimana nilai total tertinggi adalah 10 dan terendah adalah 0. Kepatuhan ibu dapat diukur dengan menggunakan skala Guttman karena peneliti menginginkan tipe jawaban tegas, seperti jawaban benar - salah, ya - tidak, yang diberi bobot :

Ya : Skor 1

Tidak : Skor 0

Selanjutnya dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu :

a. Patuh jika kesepuluh pernyataan dijawab “Ya”

b. Tidak patuh jika salah satu dari pernyataan dijawab “Tidak” 3.8 Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data

3.8.1 Teknik Pengolahan Data

Menurut Setiadi (2007), pengolahan data dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut:

a. Editing

Editing dilakukan untuk menilai kesesuaian hasil penelitian yang direncanakan dan kelengkapan pengisian, kesalahan pengisian, kejelasan pengisian dan observasi yang ditelah dilakukan.

b. Coding

Hasil penelitian yang telah diisi oleh peneliti diberi kode, membuat konversi jawaban ke dalam angka-angka sehingga memungkinkan dapat diolah dengan komputer

c. Entry data

Suatu proses memasukkan data ke dalam komputer untuk selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan program komputer.

d. Cleaning data

Data-data yang telah dimasukkan ke program komputer dibersihkan agar seluruh data yang sudah diperoleh terbebas dari kesalahan sebelum dilakukan analisis data.

3.8.2. Analisa data

Analisis keeratan hubungan antara dua variabel menggunakan uji chi square

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1. Letak Geografis

Desa Tigabolon merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Sidamanik yang memiliki luas wilayah 60 Ha. Secara geografis, Desa Tigabolon berbatasan dengan:

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bahal Gajah b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sarimatondang c. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Panei Tongah d. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Siborna 4.1.2. Demografis

Jumlah penduduk Desa Tigabolon pada Tahun 2013 tercatat mencapai 3.147 jiwa (608 Kepala Keluarga). Berdasarkan jenis kelamin, penduduk yang berjenis kelamin laki-laki yaitu 1.503 jiwa dan penduduk yang berjenis kelamin perempuan yaitu 1.644 jiwa serta jumlah bayi dan balita yaitu 248 jiwa.

4.2 Karakteristik Responden

4.2.1. Distribusi Karakteristik Responden

Responden pada penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak usia 9 – 24 bulan di desa Tigabolon Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun yang berjumlah 52 orang. Karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Karakteristik Responden di Desa Tigabolon

No Karakteristik Responden Jumlah (n) Persentase (%) 1 Umur Responden <30 tahun 27 51,9 >30 tahun 25 48,1 Jumlah 52 100,0 2 Pendidikan Responden SD 6 11,5 SMP 11 21,2 SMA 23 44,2 Perguruan Tinggi 12 23,1 Jumlah 52 100,0

3 Jumlah Anak Responden

1 orang 7 13,5 2 orang 15 28,8 3 orang 14 26,9 >3 orang 16 30,8 Jumlah 52 100,0 4 Pekerjaan Responden PNS 10 19,2 Wiraswasta 19 36,5 Buruh 4 7,7 Petani 18 34,6 Tidak tetap 1 1,0 Jumlah 52 100,0 5 Pendapatan Responden <Rp.1.000.000 17 32,7 Rp.1.000.000-1.500.000 18 34,6 >Rp.1.500.000 17 1,9 Jumlah 52 100,0

6 Umur Bayi Responden

<15 bulan 27 51,9

>15 bulan 25 48,1

Jumlah 52 100,0

7 Jenis Kelamin Bayi Responden

Laki-laki 20 38,5

Perempuan 32 61,5

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa umur responden terbanyak adalah umur <30 tahun sebanyak 27 orang (51,9%). Berdasarkan pendidikan responden terbanyak adalah SMA sebanyak 23 orang (44,2%). Berdasarkan Jumlah Anak responden terbanyak adalah >3 orang sebanyak 16 orang (30,8%). Berdasarkan pekerjaan responden terbanyak adalah Wiraswasta sebanyak 19 orang atau sekitar (36,5%). Berdasarkan pendapatan responden terbanyak adalah Rp.1.000.000-Rp.1.500.000 sebanyak 18 orang (34,6%). Berdasarkan umur bayi responden terbanyak adalah <15 bulan sebanyak 27 orang atau sekitar (51,9%). Berdasarkan jenis kelamin bayi responden terbanyak adalah perempuan sebanyak 32 orang atau sekitar (61,5%).

Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Dukungan Informasional Terhadap Kepatuhan Ibu Melaksanakan Imunisasi di Desa Tigabolon Tahun 2014

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

F % F % F %

1 Anggota keluarga (suami, mertua dan saudara) sudah memberikan informasi kepada ibu tentang jenis imunisasi dasar yang dibutuhkan oleh anaknya

45 86,5 7 13,5 52 100,0

2 Anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) memberikan informasi kepada ibu tentang tujuan imunisasi dasar pada anaknya

40 76,9 12 23,1 52 100,0

3 Ibu mendapat informasi dari anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) tentang manfaat imunisasi dasar pada anaknya untuk peningkatan kesehatan

32 61,5 20 38,5 52 100,0

4 Ibu mendapatkan informasi dari anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) tentang masalah kesehatan yang terjadi jika bayi tidak mendapatkan imunisasi dasar

31 59,6 21 40,4 52 100,0

5 Ibu memperoleh informasi dari anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) tentang reaksi yang biasa terjadi setelah anak mendapat imunisasi

32 61,5 20 38,5 52 100,0

Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu 45 orang responden atau sekitar (86,5%) mengatakan anggota keluarga memberikan informasi kepada ibu tentang jenis-jenis imunisasi dasar yang dibutuhkan oleh anaknya. Sebanyak 40 orang responden (76,9%) anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) memberikan informasi kepada ibu tentang tujuan imunisasi dasar pada anaknya. Sebanyak 32 orang responden (61,5%) mengatakan ibu mendapat informasi dari anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) tentang manfaat imunisasi dasar pada anaknya untuk peningkatan kesehatan. Sebanyak 31 orang responden (59,6%) mengatakan Ibu mendapatkan informasi dari anggota keluarga (suami, mertua, dan

saudara) tentang masalah kesehatan yang terjadi jika bayi tidak mendapatkan imunisasi dasar. Sebanyak 32 orang responden (61,5%) mengatakan Ibu memperoleh informasi dari anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) tentang reaksi yang biasa terjadi setelah anak mendapat imunisasi.

Tabel 4.3. Distribusi Kategori Berdasarkan Variabel Dukungan Informasional di Desa Tigabolon Tahun 2014

No Informasional Jumlah Persentase (%)

1 Baik 28 53,8

2 Cukup 11 21,2

3 Kurang 13 25,0

Jumlah 52 100,0

Berdasarkan tabel 4.3 diatas diketahui distribusi kategori berdasarkan variabel dukungan informasional terhadap kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak di desa Tigabolon kategori baik sebanyak 28 orang (53,8%), kategori cukup sebanyak 11 orang (21,2%), dan kategori kurang sebanyak 13 orang (25,0%).

Tabel 4.4 Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Dukungan Penilaian Terhadap Kepatuhan Ibu Melaksanakan Imunisasi di Desa Tigabolon Tahun 2014

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

F % F % F %

1 Anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) menganjurkan ibu untuk melakukan imunisasi dasar pada anaknya secara teratur

35 67,3 17 32,7 52 100,0 2 Anggota keluarga (suami, mertua, dan

saudara) selalu mendampingi ibu dalam merawat anaknya

37 71,2 15 28,8 52 100,0 3 Anggota keluarga (suami, mertua, dan

saudara) menyediakan waktu untuk mendampingi ibu membawa anaknya melaksanakan imunisasi di setiap bulan

28 53,8 24 46,2 52 100,0 4 Ibu selalu mendapatkan waktu dari anggota

keluarga (suami, mertua, dan saudara) agar ibu dapat membawa anaknya imunisasi ke posyandu

26 50,0 26 50,0 52 100,0 5 Anggota keluarga selalu memberikan pujian

dan perhatian kepada ibu saat anaknya sudah mendapatkan imunisasi dasar

32 61,5 20 38,5 52 100,0 Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu 35 orang responden atau sekitar (67,3%) mengatakan anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) menganjurkan ibu untuk melakukan imunisasi dasar pada anaknya secara. Sebanyak 37 orang responden (71,2%) anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu mendampingi ibu dalam merawat anaknya. Sebanyak 28 orang responden (53,8%) mengatakan anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) menyediakan waktu untuk mendampingi ibu membawa anaknya melaksanakan imunisasi di setiap bulan. Sebanyak 26 orang responden (50,0%) mengatakan Ibu selalu mendapatkan waktu dari anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) agar ibu dapat membawa anaknya imunisasi ke posyandu. Sebanyak 32 orang responden

(61,5%) mengatakan anggota keluarga selalu memberikan pujian dan perhatian kepada ibu saat anaknya sudah mendapatkan imunisasi dasar.

Tabel 4.5 Distribusi Kategori Berdasarkan variabel Dukungan Penilaian di desa Tigabolon Tahun 2014

No Penilaian Jumlah Persentase (%)

1 Baik 18 34,6

2 Cukup 16 30,8

3 Kurang 18 34,6

Jumlah 52 100,0

Berdasarkan tabel 4.5 diatas diketahui distribusi kategori berdasarkan variabel dukungan penilaian terhadap kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak di desa Tigabolon kategori baik sebanyak 18 orang (34,6%), kategori cukup sebanyak 16 orang (30,8%), dan kategori kurang sebanyak 18 orang (34,6%).

Tabel 4.6 Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Dukungan Instrumental Terhadap Kepatuhan Ibu Melaksanakan Imunisasi di Desa Tigabolon Tahun 2014

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

F % F % F %

1 Anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu mengingatkan ibu ibu jadwal untuk melakukan imunisasi dasar pada anaknya setiap bulan

33 63,5 19 36,5 52 100,0

2 Anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu penuh perhatian dengan kesehatan anaknya untuk mencegah berbagai penyakit dengan cara imunisasi

37 71,2 15 28,8 52 100,0

3 Anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu menyediakan obat penurun demam apabila anak mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi.

33 63,5 19 36,5 52 100,0

4 Anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu menganjurkan ibu untuk membawa anaknya kefasilitas kesehatan (Puskesmas/ posyandu) agar mendapatkan imunisasi dasar

29 55,8 23 44,2 52 100,0

5 Anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu menyediakan uang yang cukup untuk keperluan imunisasi anaknya setiap bulan

29 55,8 23 44,2 52 100,0

Berdasarkan Tabel 4.6 diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu 33 orang responden atau sekitar (63,5%) mengatakan anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu mengingatkan ibu ibu jadwal untuk melakukan imunisasi dasar pada anaknya setiap bulan. Sebanyak 37 orang responden (71,2%) anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu penuh perhatian dengan kesehatan anaknya untuk mencegah berbagai penyakit dengan cara imunisasi. Sebanyak 33 orang responden (63,5%) mengatakan anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu menyediakan obat penurun demam apabila anak mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi. Sebanyak 29 orang responden (55,8%) mengatakan anggota

keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu menganjurkan ibu untuk membawa anaknya kefasilitas kesehatan (Puskesmas/ posyandu) agar mendapatkan imunisasi dasar. Sebanyak 29 orang responden (55,8%) mengatakan anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu menyediakan uang yang cukup untuk keperluan imunisasi anaknya setiap bulan.

Tabel 4.7 Distribusi Kategori Berdasarkan variabel Dukungan Instrumental di Desa Tigabolon Tahun 2014

No Instrumental Jumlah Persentase (%)

1 Baik 23 44,2

2 Cukup 10 19,2

3 Kurang 19 36,5

Jumlah 52 100,0

Berdasarkan tabel 4.7 diatas diketahui distribusi kategori berdasarkan variabel dukungan instrumental terhadap kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak di desa Tigabolon kategori baik sebanyak 23 orang (44,2%), kategori cukup sebanyak 10 orang (19,2%), dan kategori kurang sebanyak 19 orang (36,5%).

Tabel 4.8. Distribusi Responden Berdasarkan variabel Dukungan Emosional Terhadap Kepatuhan Ibu Melaksanakan Imunisasi di Desa Tigabolon Tahun 2014

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

F % F % F %

1 Anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu mengingatkan ibu untuk membawa anaknya imunisasi sesuai jadwal imunisasi yang dibutuhkan

34 65,4 18 34,6 52 100,0 2 Anggota keluarga (suami, mertua, dan

saudara) mengajak ibu ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi agar anaknya tidak mudah terkena penyakit menular

33 63,5 19 36,5 52 100,0 3 Anggota keluarga melibatkan ibu dalam

mengambil keputusan untuk melaksanakan imunisasi dasar pada anaknya

29 55,8 23 44,2 52 100,0 4 Anggota keluarga (suami, mertua, dan

saudara) meyakinkan ibu bahwa demam yang dialami oleh anaknya setelah mendapatkan imunisasi adalah hal yang biasa

32 61,5 20 38,5 52 100,0 5 Anggota keluarga (suami, mertua, dan

saudara) selalu memberikan perhatian kepada ibu ketika anaknya sakit setelah mendapatkan imunisasi

35 67,3 17 32,7 52 100,0

Berdasarkan Tabel 4.8 diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu 34 orang responden atau sekitar (65,4%) mengatakan anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu mengingatkan ibu untuk membawa anaknya imunisasi sesuai jadwal imunisasi yang dibutuhkan. Sebanyak 33 orang responden (63,5%) anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) mengajak ibu ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi agar anaknya tidak mudah terkena penyakit menular. Sebanyak 29 orang responden (55,8%) mengatakan anggota keluarga melibatkan ibu dalam mengambil keputusan untuk melaksanakan imunisasi dasar pada anaknya. Sebanyak 32 orang responden (61,5%) mengatakan anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara)

meyakinkan ibu bahwa demam yang dialami oleh anaknya setelah mendapatkan imunisasi adalah hal yang biasa. Sebanyak 35 orang responden (67,3%) mengatakan anggota keluarga (suami, mertua, dan saudara) selalu memberikan perhatian kepada ibu ketika anaknya sakit setelah mendapatkan imunisasi.

Tabel 4.9. Distribusi Kategori Berdasarkan Variabel Dukungan Emosional di Desa Tigabolon Tahun 2014

No Emosional Jumlah Persentase (%)

1 Baik 19 36,5

2 Cukup 18 34,6

3 Kurang 15 28,8

Jumlah 52 100,0

Berdasarkan tabel 4.9 diatas diketahui distribusi kategori berdasarkan variabel dukungan emosional terhadap kepatuhan ibu melaksanakan imunisasi dasar pada anak di desa Tigabolon kategori baik sebanyak 19 orang (36,5%), kategori cukup sebanyak 18 orang (34,6%), dan kategori kurang sebanyak 15 orang (28,8%).

Tabel 4.10. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pernyataan Kepatuhan Ibu Melaksanakan Imunisasi Dasar Pada Anak Tahun 2014

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

F % F % F %

1 Ibu memberi anak imunisasi BCG segera setelah lahir

44 84,6 8 15,4 52 100,0 2 Ketika bayi ibu berusia 1 bulan, ibu

membawa bayi ke

posyandu untuk mendapatkan imunisasi Hepatitis B

49 94,2 3 5,8 52 100,0

3 Ibu memberi bayinya imunisasi DPT pada saat berumur > 6 minggu

46 88,5 6 11,5 52 100,0 4 Ibu memberi bayi imunisasi Polio ketika

bayi ibu berumur 2 bulan

41 78,8 11 21,2 52 100,0 5 Ketika bayi ibu berusia 3-6 bulan ibu

membawa bayi ibu untuk lanjutan imunisasi Hepatitis B

39 75,0 13 25,0 52 100,0 6 Ibu membawa anak imunisasi Polio

selanjutnya ketika bayi ibu berumur 4 bulan dan 6 bulan

41 78,8 11 21,2 52 100,0 7 Ibu memberikan imunisasi campak pada

bayi ibu saat berumur 9 bulan

36 69,2 16 30,8 52 100,0 8 Ibu membawa anaknya ibu untuk ulangan

imunisasi DPT pada umur 18 bulan dan 5 tahun

30 65,4 22 42,3 52 100,0 9 Ketika anak ibu mengalami demam setelah

mendapatkan imunisasi apakah ibu masih tetap melanjutkan imunisasi berikutnya

36 65,4 18 34,6 52 100,0 10 Apakah ibu melaksanakan semua jenis

imunisasi dasar pada anaknya

36 65,4 18 34,6 52 100,0 Berdasarkan tabel 4.10 diketahui sebanyak 44 orang (84,6%) menyatakan Ibu memberi anak imunisasi BCG segera setelah lahir. Sebanyak 49 orang (94,2%) menyatakan ketika bayi ibu berusia 1 bulan, ibu membawa bayi ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi Hepatitis B. Sebanyak 46 orang (88,5%) menyatakan ibu memberi bayinya imunisasi DPT pada saat berumur > 6 minggu. Sebanyak 41 orang (78,8%) menyatakan ibu memberi bayi imunisasi polio ketika bayi ibu berumur 2 bulan. Sebanyak 39 orang (75,0%) menyatakan ketika bayi ibu berusia 3-6 bulan ibu

membawa bayi ibu untuk lanjutan imunisasi hepatitis B. Sebanyak 41 orang (78,8%) menyatakan ibu membawa anak imunisasi polio selanjutnya ketika bayi ibu berumur 4 bulan dan 6 bulan. Sebanyak 36 orang (69,2%) menyatakan ibu memberikan

Dokumen terkait