HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil
1. Hubungan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar
Gaya belajar tidak terlepas dari proses belajar dan mengajar di dalam kelas, oleh karena itu dalam proses tersebut diperlukan peran guru untuk memperhatikan gaya belajar masing-masing siswanya. Tidak hanya guru saja, siswa pun juga harus mengetahui dan memahami gaya belajarnya masing-masing demi tercapainya pembelajaran yang efektif.
Gaya belajar merupakan salah satu cara dalam kegiatan pembelajaran, dimana siswa merasa nyaman dalam proses mencari dan mendapatkan pengetahuannya. Untuk masing-masing siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, sehingga hal tersebut menjadi keunikan tersendiri bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran (Suyono, 2018, p. 2).
Gaya belajar tersebut terdiri dari gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Gaya belajar untuk setiap individu tidaklah mutlak, meskipun sifatnya dominan, biasanya individu akan berada pada keadaan yang seimbang dalam belajarnya, maka dari itu individu jangan terfokus pada satu
72
gaya belajar saja melainkan harus bisa membuka diri untuk memiliki dan mencoba gaya belajar yang lain. Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, diperoleh bahwa gaya belajar yang paling dominan pada siswa kelas VII di SMPN 2 Kecamatan Payakumbuh ialah gaya belajar visual yaitu belajar dengan cara melihat yang terdiri dari kegiatan melihat dan membaca buku, memperhatikan guru dan teman pada saat diskusi dan demonstrasi di kelas, serta belajar dengan cara mengamati objek ketika praktikum di laboratium. Sehubungan dengan penelitian oleh Ramlah, Firmansyah & Zubair (2014, pp 189-190) bahwa gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, gaya belajar auditorial adalah gaya belajar dengan cara mendengar, sedangkan gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang memanfaatkan proses menyentuh, bergerak dan bekerja.
Siswa dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik dipengaruhi oleh beberapa faktor, siswa dengan gaya belajar visual akan mudah terpengaruh apabila kondisi ruangan belajar tidak tertutup sepenuhnya sehingga memungkinkan untuk melihat kondisi di luar ruangan belajar menyebabkan perhatian siswa terbagi dan tidak fokus. Siswa yang memiliki gaya belajar auditorial mereka akan merasa kesulitan apabila mengolah informasi dalam bentuk tulisan, selain itu juga dipengaruhi oleh faktor ruangan yang terbuka sehingga suara-suara dari luar ruangan terdengar jelas sampai ke dalam ruangan yang mengakibatkan mereka yang memiliki gaya belajar auditorial tidak dapat berkonsentrasi dengan maksimal disaat pembelajaran. Kemudian siswa yang bertipe gaya belajar kinestetik mereka cenderung merasa bosan dengan kondisi duduk yang terlalu lama di dalam ruangan (Suyono, 2018, pp. 7-8). Selanjutnya penelitian oleh Chania, dkk (2016, p.79) menyatakan bahwa individu dengan gaya belajar tipe kinestetik akan belajar secara baik apabila terlibat secara fisik dalam pembelajaran, Individu seperti ini akan sulit untuk diam dalam jangka waktu yang lama karena didoromg oleh keinginan untuk selalu beraktifitas yang kuat.
Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Rijal (2015, p.
18-19) bahwa gaya belajar siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi siswa
memiliki hubungan yang positif. Gaya belajar siswa yang dominan ialah gaya belajar visual karena pada pembelajaran Biologi biasanya menitik beratkan ketajaman penglihatan. Hal ini dikarenakan materi Biologi berupa gambar seperti struktur sel, jaringan tumbuhan dan hewan. Disamping itu kecepatan indera penglihatan jauh lebih cepat menerima informasi dibandingkan indera pendengaran dan gerak. Ditegaskan pula oleh Suwi (2018, p. 56-57) bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara gaya belajar model Kolb dengan hasil belajar siswa. Hal ini disebabakan oleh kondisi siswa yang belum mampu mengetahui gaya belajarnya masing – masing sehingga pemahaman yang diperoleh belum berasal dari gaya belajar tersebut akhirnya hasil belajar yang baik belum diperoleh secara optimal.
Dilihat dari data siswa pada pembelajaran IPA di SMPN 2 Kecamatan Payakumbuh, masih banyak yang memperoleh hasil belajar yang rendah yang disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal, salah satunya ialah gaya belajar, sebab gaya belajar menjadi modalitas yang sangat penting agar tercapai hasil belajar yang memuaskan. Secara umum gaya belajar dapat dimaknai sebagai cara yang paling kita sukai dan menimbulkan rasa nyaman dalam belajar, sehingga dapat menghimpun, mengolah dan memproses informasi yang diperoleh dari lingkungan belajar.
Berdasarkan hasil analisa product moment, diperoleh hasil bahwa antara gaya belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA yang dilihat oleh peneliti memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan, maknanya antara gaya belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA memiliki hubungan yang sangat rendah. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suyono (2018, pp. 7-9) menyatakan bahwa semakin orang mengetahui gaya belajarnya maka hasil belajar akan semakin meningkat pula, dimana siswa yang mampu memanfaatkan gaya belajarnya secara optimal akan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tingginya hasil belajar. Siswa yang memiliki hasil belajar kategori baik didominasi oleh siswa yang mampu mengenali gaya belajarnya secara baik, dan begitu pula sebaliknya.
74
Sejalan pula dengan hasil penelitian Saleh, dkk (2017, p. 86) menyatakan bahwa gaya belajar siswa memiliki hubungan dengan hasil belajar siswa, kemudian terdapat faktor internal dan eksternal yaag dapat mempengaruhi hasil belajar tersebut. Faktor internal yaitu minat dan motivasi, sedangkan faktor eksternal yaitu keluarga, sekolah maupun sosial.
Gaya belajar tersebut memberikan sumbangan sebesar 0,01 % terhadap hasil belajar, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri seperti, minat dan motivasi, lingkungan keluarga, sekolah dan sosial.
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa gaya belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar, oleh karena itu setiap individu yang belajar harus mengetahui dan memahami gaya belajar mereka masing-masing yang disesuaikan dengan karakteristik pribadi. Dengan mengenali gaya belajar tersebut individu itu dapat belajar dengan nyaman dan menghimpun informasi secara sempurna sehingga dapat mencapai hasil belajar yang diharapkan. Kemudian individu yang belajar juga harus mengetahui faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi dalam tahap belajar.