HASIL PENELITIAN
5.14 Hubungan Gingivitis Kehamilan dengan Status Trimester Kehamilan
Tumor Kehamilan p (ANOVA) P (Post Hoc) Rata-Rata (x) Standar Deviasi (SD) Jumlah Sampel Trimester I 1.00 0.00 13 0,038∞ 1,00α Trimester II 1.00 0.00 14 0,01β Trimester III 1.28 0.46 18 0,01¥
∞ p=0,038 menunjukkan signifikansi perbandingan antara trimester I, II dan III α p=1,00 menunjukkan signifikansi perbandingan antara trimester I dengan II
β p=0,01 menunjukkan signifikansi perbandingan antara trimester II dan III ¥ p=0,01 menunjukkan signifikansi perbandingan antara trimester I dengan III
Dari tabel 14 di atas, rata-rata tumor kehamilan paling tinggi adalah pada trimester III yaitu 1,28 dibandingkan dengan trimester II dan III yaitu sebesar 1,00 dan secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05). Perbandingan rata-rata tumor kehamilan antara trimester I dengan trimester II juga tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05), namun pada trimester II dengan trimester III dan trimester III dengan trimester I terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik.
5.14 Hubungan Gingivitis Kehamilan dengan Status Trimester Kehamilan
Perbandingan rata-rata gingivitis kehamilan pada trimester I, II dan III dapat dilihat pada tabel 15.
Status Kehamilan Gingivitis Kehamilan p (ANOVA) P (Post Hoc) Rata-Rata (x) Standar Deviasi (SD) Jumlah Sampel Trimester I 1.15 0.38 13 0,013∞ 0,13α Trimester II 1.43 0.51 14 0,28β Trimester III 1.61 0.50 18 0,01¥
∞ p=0,038 menunjukkan signifikansi perbandingan antara trimester I, II dan III α p=1,00 menunjukkan signifikansi perbandingan antara trimester I dengan II
β p=0,01 menunjukkan signifikansi perbandingan antara trimester II dan III ¥ p=0,01 menunjukkan signifikansi perbandingan antara trimester I dengan III
Dari tabel 15 di atas, terlihat bahwa rata-rata gingivitis kehamilan semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya trimester kehamilan dan secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05). Perbandingan rata-rata gingivitis kehamilan antara trimester I dengan trimester II dan trimester II dengan trimester III tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik (p>0,05), namun pada trimester III dengan trimester I terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05).
BAB 6 PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kehamilan terhadap kesehatan periodontal dan perbandingan kondisi periodontal pada trimester I, II dan III kehamilan. Sampel pada penelitian ini diperoleh dari Desa Ujung Rambung, Desa Kuala Lama dan Desa Arapayung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Mayoritas masyarakat dari ketiga desa tersebut bermata pencarian sebagai petani dengan tingkat pendidikan rata-rata adalah sekolah dasar.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata indeks debris, kalkulus dan OHIS wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita tidak hamil, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik. Indeks debris, indeks kalkulus dan OHIS pada setiap trimester kehamilan juga tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Hal ini mungkin disebabkan karena rendahnya rata-rata tingkat pendidikan masyarakat sehingga kurang kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut, akibatnya hampir semua masyarakat di desa tersebut mempunyai kebersihan mulut yang buruk, baik itu wanita hamil maupun wanita tidak hamil. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yalcin F dkk yang menunjukkan bahwa sampel yang berpendidikan hanya sampai sekolah dasar atau tidak bersekolah mempunyai tingkat kebersihan mulut yang lebih rendah dibanding dengan sampel yang berpendidikan sampai universitas.23
Rata-rata indeks periodontal, indeks IPPD, tumor kehamilan dan gingivitis kehamilan pada wanita hamil lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan wanita tidak hamil. Sekitar 50% wanita hamil pada penelitian ini mengalami gingivitis kehamilan. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Miyazaki H dkk, dimana pada penelitiannya didapat bahwa gingivitis kehamilan terjadi sekitar 35% sampai 100% wanita hamil. Perubahan-perubahan yang terjadi pada jaringan periodontal wanita hamil dalam penelitian tersebut kemungkinan disebabkan karena terdapat kenaikan hormon seks estrogen dan progesteron selama kehamilan. Reseptor hormon seks estrogen dan progesteron yang terdapat pada jaringan periodontal menyebabkan beberapa perubahan kondisi periodontal ketika konsentrasi hormon seks meningkat pada wanita hamil. Perubahan kondisi periodontal akibat meningkatnya konsentrasi hormon seks diantaranya adalah dilatasi pembuluh darah gingiva dan meningkatnya perdarahan gingiva.
Perbandingan antar trimester kehamilan dalam hal rata-rata indeks periodontal mengalami peningkatan pada setiap kenaikan trimester kehamilan, namun peningkatan tersebut tidak bermakna secara statistik. Tetapi pada perbandingan trimester I dengan III dimana trimester III lebih tinggi rata-rata indeks periodontalnya dibandingkan dengan trimester I, terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik. Perbedaan yang bermakna tersebut kemungkinan disebabkan oleh adanya peningkatan konsentrasi hormon seks selama kehamilan yang mencapai puncaknya pada akhir trimester III,
9
14
sehingga kondisi periodontal pada trimester III jauh lebih buruk dibanding trimester I.
Peningkatan yang tidak bermakna juga terjadi pada perbandingan antar trimester kehamilan dalam hal rata-rata indeks IPPD. Rata-rata IPPD mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya trimester kehamilan, namun perbandingannya pada setiap trimester kehamilan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Kemungkinan penyebab perbedaan indeks IPPD yang tidak bermakna tersebut adalah karena buruknya kebersihan mulut pada hampir semua sampel wanita hamil yang mengakibatkan gingiva terinflamasi dan mudah berdarah akibat penumpukan plak dan kalkulus, sehingga terjadi perdarahan yang hampir sama pada seluruh sampel wanita hamil di setiap tingkat trimester kehamilan.
Selanjutnya pada penelitian ini diperoleh bahwa tumor kehamilan paling tinggi terjadi pada trimester III kehamilan. Hasil ini tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Paradowska A dkk dan Pirie M dkk yang mengatakan bahwa tumor kehamilan terjadi paling sering pada awal trimester kehamilan yaitu trimester I dan II.5,9 Ketidaksesuaian hasil ini kemungkinan disebabkan oleh sampel wanita hamil trimester I dan II pada penelitian ini jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan sampel trimester III. Akibatnya persentasi tumor kehamilan pada trimester I dan II secara otomatis akan lebih rendah dibandingkan dengan persentasi tumor kehamilan trimester III. Sedangkan untuk gingivitis kehamilan, sesuai dengan teori yang dikemukakan Carranza dan Pirie M dkk yaitu gingivitis kehamilan paling sering terjadi pada trimester II dan III kehamilan,5,7 pada penelitian ini juga di dapatkan hasil bahwa persentasi gingivitis kehamilan terbesar adalah pada trimester III.
BAB 7