• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUAN PEMBELAJARAN

A. HUBUNGAN INTERNASIONAL

Ada dua kata : hubungan ( relasi ) dan internasional

Secara sederhana,hubungan internasional berarti sebuah hubungan antarbangsa baik antara warga negara, warga negara dengan negara ataupun negara dengan negara. Kalau kita mempelajari hubungan internasional sebenarnya kita mempelajari beberapa hal diantaranya negara, birokrasi, politik internasional, politik luar negeri, organisasi internasional.

1. Pengertian Hubungan Internasional

Trevor Taylor (1979) mengatakan bahwa hubungan internasional merupakan sebuah disiplin ilmu yang mencoba menjelaskan tentang aktivitas politik lintas batas negara.

Seymon Brown (1988) berpendapat bahwa hubungan internasional sebagai studi tentang pola tindakan dan reaksi antara negara-negara berdaulat sebagaimana direpresentasikan oleh elit pemerintahnya.

Joseph Ola (1999) mendefinisikan hubungan internasional sebagai studi tentang segala bentuk interaksi antarbangsa dalam sebuah sistem internasional.

2. Pentingnya Hubungan Internasional / Latar belakang :

a. Faktor internal : Kekhawatiran terancam kelangsungan hidup sebuah negara.

Kelangsungan hidup sebuah negara bisa karena kudeta, intervensi dari negara lain, hingga penguasaan dari negara lain.

b. Faktor eksternal : Suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Bantuan itu untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh bangsa tersebut.

Tidak ada satu negarapun yang bisa hidup sendiri, oleh karena itu hubungan internasional merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan hidup bangsa.

3. Dasar Hukum Hubungan Internasional

a. Pembukaan UUD NRI 1945 alinea 1 : Kemerdekaan adalah hak segala bangsa ...

Pembukaan UUD NRI 1945 alinea 4 : dalam rumusan tujuan nasional ... ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan ....

b. Pasal 11 dan 13 UUD NRI 1945 inti pasal dikembangkan dalam LK Siswa c. Undang Undang No. 24 Tahun 2000 : Perjanjian Internasional

d. Pasal 1 Piagam PBB : Tujuan PBB

e. Berbagai Perjanjian internasional yang dibuat oleh Indonesia 4.Asas Hukum Internasional (Umum )

Menurut Hugo de Groot, menyatakan bahwa hubungan negara akan mewujudkan kesederajatan

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 76 antar negara-negara yang terlibat di dalamnya, dan mewujudkan suatu kepentingan bersama untuk kemajuan. Dalam hubungan Internasional, dikenal dengan beberapa asas yang didasarkan atas daerah dan sebuah ruang lingkup berlakunya ketentuan hukum bagi daerah dan warga negara masing-masing.

Ada tiga asas dalam hubungan internasional yang saling mempengaruhi, yaitu sebagai berikut : 1. Asas Teritorial

Asas teritorial didasarkan pada sebuah kekuasaan negara atas daerahnya. Dalam asas yang satu ini, semua warga dan semua barang yang ada di wilayahnya diatur oleh sebuah hukum negara.

Jadi, bagi sesuatu di luar wilayahnya maka akan berlaku sebuah hukum internasional.

2. Asas Kebangsaan

Asas kebangsaan ini didasarkan pada sebuah wewenang negara untuk melindungi warga negaranya. Dalam asas ini, sebuah hukum dari negaranya akan berlaku terhadap setiap warga negara nya dimanapun ia berada. Jadi asas ini akan berlaku meskipun warga negaranya berada di wilayah asing (bukan wilayah negaranya).

3. Asas Kepentingan Umum

Asas yang satu ini didasarkan pada sebuah wewenang negara untuk melindungi dan menganut suatu kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam asas ini, Negara bisa menyesuaikan diri dengan semua keadaan dan sebuah peristiwa yang bersangkut paut dengan kepentingan umum. Jadi asas ini hukumnya tidak terikat pada batas – batas wilayah suatu negara.

Ketiga asas ini sangat diperhitungkan dalam menjalin sebuah hubungan internasional. Karena tanpa adanya tiga asas ini akan timbul berbagai kekacauan internasional, oleh sebab itu

hubungan suatu negara dan negara lainnya harus memiliki sebuah aturan dalam bentuk hukum internasional.

Menurut Hugo de Groot, menyatakan bahwa hubungan negara akan mewujudkan kesederajatan antar negara-negara yang terlibat di dalamnya, dan mewujudkan suatu kepentingan bersama untuk kemajuan. Dalam hubungan Internasional, dikenal dengan beberapa asas yang didasarkan atas daerah dan sebuah ruang lingkup berlakunya ketentuan hukum bagi daerah dan warga negara masing-masing.

5. Pola Hubungan antarbangsa Pola pertama :

Berdasarkan kerjasama yang dijalin :

Pola hubungan internasional yang dilakukan oleh negara Indonesia adalah kerja sama bilateral, kerjasama regional, dan kerjasama multilateral.

Pola hubungan antar bangsa memiliki 3 macam yaitu :

Penjajahan sebuah bangsa atas bangsa yang lain, ketergantungan suatu bangsa arah bangsa lain dan hubungan sama derajat.

1. Pola Penjajahan

Penjajahan pada hakekatnya ialah sebuah penghisapan oleh suatu bangsa atas bangsa lain yang ditimbulkan oleh sebuah perkembangan paham kapitalis, yang di mana pelosok penjajah akan membutuhkan bahan mentah bagi industrinya dan ataupun pasar bagi hasil industrinya. Inti dari suatu penjajahan di sini. yaitu suatu penguasaan wilayah bangsa lain.

2. Pola Ketergantungan

Pola yang satu ini biasanya terjadi pada suatu negara-negara berkembang yang kekurangan modal dan tekhnologi untuk membangun sebuah negaranya, terpaksa akan mengandalkan sebuah bantuan negara-negara maju yang hasilnya akan mengakibatkan ketergantungan pada negara-negara maju tersebut. Pola hubungan yang satu ini dikenal juga sebagai neo-kolonialisme (penjajahan dalam bentuk baru).

3. Pola Hubungan Sama Derajat

Pola hubungan yang satu ini yang paling sulit diwujudkan, tapi pola hubungan yang amat ideal dikarenakan berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, sesuai dengan bunyi sila kedua Pancasila, yang menuntut sebuah penghormatan arah kodrat manusia sebagai makhluk yang sederajat tanpa memandang suatu ideologi, bentuk negara maupun sistem pemerintahannya.

4. Sarana Hubungan Internasional

Sarana Formal hubungan internasional dapat dilakukan melalui : a. Kementerian Luar Negeri

Sebagai bagian dari pemerintahan negara, kementerian luar negeri (Kemenlu) berkewajiban membawa aspirasi nasional ke tengah pergaulan antar bangsa. Tugas utama Kemenlu adalah mengamankan dan mewujudkan tuntutan kepentingan nasional, khususnya kepentingan yang menyangkut bidang politik dan hubungan luar negeri.

Tugas pokok dan fungsi kementerian luar negeri diatur dalam UU No. 37 tahun 1999 dan Perpres No. 9 tahun 2005. Dalam menjalankan tugasnya, Kemenlu dibantu oleh badan-badan yang ada dibawahnya, antara lain perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Perwakilan ini merupakan satu-satunya aparatur negara yang mewakili kepentingan negara Indonesia di negara penerima dan pada organisasi internasional penerima. Perwakilan dapat berupa : Perwakilan Diplomatik dan Perwakilan Konsuler b. Perwakilan Diplomatik ( akan dibahas tersendiri )

c. Perwakilan Konsuler ( akan dibahas tersendiri ) SARANA HUBUNGAN INTERNASIONAL yang lain : 1.Diplomasi

Diplomasi yaitu segala bentuk suatu kegiatan yang dipakai untuk menentukan sebuah tujuan, dan menggunakan kemampuan supaya mencapai tujuan itu, menyesuaikan dengan kepentingan nasional dengan negara lain, membuat tujuan nasional yang berjalan untuk suatu kepentingan bangsa dan negara, serta menggunakan sarana dan kesempatan sebaik-baiknya.

2. Propaganda

Propaganda yaitu sebuah usaha yang sudah diatur dengan secara sistematis dan digunakan untuk mempengaruhi sebuah pikiran, emosi, dan tindakan suatu kelompok demi

kepentingan masyarakat umum, tetapi bukan untuk kepentingan pemerintahannya.

Informasinya dalam bentuk apapun bisa dijadikan propaganda tanpa adanya batasan media.

3. Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Memanfaatkan sebuah sarana Ekonomi, sosial, dan budaya dapat membantu menambah pemasukkan negara dan merupakan sebuah sarana yang sangat efektif.

4. Kekuatan Militer

Pada sarana yang satu ini dapat meningkatkan sebuah kepercayaan suatu negara dalam menghadapi berbagai sebuah ancaman dari negara lain. Juga diperlukan dalam membentuk suatu kesiapan bersama untuk menghadapi suatu kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+diplomasi

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 78 B. POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA

Setelah Indonesia merdeka, Indonesia dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan yaitu adanya dua negara adi daya dunia setelah Perang Dunia II yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Moh.Hatta

Sumber :https://www.zenius.net/blog/biografi-mohammad-hatta

Politik luar negeri Indonesia dicetuskan oleh Mohammad Hatta wakil presiden R I pada 2 September 1948 di depan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP ). Pidatonya berjudul “Mendayung di antara Dua Karang”. Mendayung sama artinya dengan aktif, sementara di antara dua karang berarti tidak terikat pada dua kekuatan negara adi daya saat itu Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan ideologi masing-masing.

Sumber : https://masyono.staff.ugm.ac.id/2020/02/07/mendajung-antara-dua

Garis besar politik Indonesia tentang ketidakberpihakkan berdasarkan beberapa dokumen adalah sebagai berikut ( Poesponegoro, 2008 ) :

a. Tanpa mengikatkan diri pada pakta-pakta militer yang ada.

b. Menjauhkan diri dan meninggalkan pola penyelesaian sengketa dengan cara kekerasan dan tekanan, sebaliknya mengutamakan saluran perundingan-perundingan.

c. Menghapuskan penjajahan, sehingga pergaulan antara bangsa dan antara negara didasarkan pada prinsip-prinsip hidup berdampingan.

Secara umum, politik luar negeri Indonesia merupakan kumpulan kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungan luar negerinya. Hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional yang biasanya digunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam waktu tertentu. Tujuan tersebut biasanya berkaitan dengan kepentingan nasional masing-masing negara. Dalam rumusan Tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD NRI 1945, dapat disimpulkan bahwa politik luar negeri Indonesia :

a. mempertahankan kemerdekaan dan menghapus segala bentuk penjajahan b. memperjuangkan perdamaian dunia yang abadi

c. memperjuangkan susunan ekonomi dunia yang berkeadilan sosial

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+mochtar+kusumaatmadja

Menteri Luar Negeri masa pemerintahan Jokowi ( 2 periode ) Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+menteri+retno

Selain itu politik luar negeri Indonesia harus bersifat bebas aktif. Bebas mengandung arti bahwa negara mempunyai hak yang penuh atau kemandirian untuk menentukan sikap dan kehendak sendiri sebagai bangsa yang berdaulat.Artinya negara Indonesia bebas menentukan sikap serta tida memihak dalam menghadapi pertentangan antara dua blok yaitu blok barat (kapitalis )dan blok timur (komunis)

Aktif mengandung arti bahwa dalam pergaulan internasional negara tidak boleh pasif, tetapi harus berperan aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dalam lingkup internasional.

Dengan demikian politik bebas aktif tidak sama dengan netral karena kalau netral berarti tidak

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 80 peduli dan cenderung tidak mendorong untuk mengambil sikap apapun atas kejadian-kejadian internasional.Melalui politik bebas aktif, Indonesia menempatkan dirinya sebagai subjek (pelaku) dan aktif dalam pergaulan internasional sehingga tidak dapat dikendalikan oleh haluan politik negara lain yang didasarkan oleh kepentingan nasionalnya. Oleh karena itu, dalam menjalankan politik luar negeri, Indonesia sedapat mungkin akan memilih jalan dama. Bagi bangsa Indonesia, perang merupakan jalan terakhir dalam mempertahankan kemerdekaan begitu juga dalam menyelesaikan konflik internasional.

Hakikat politik luar negeri Indonesia :

a. Menghormati kedaulatan negara dan tidak mencampuri urusan negara lain b. Lepas dari ikatan blok ideologi, militer dan bebas menentukan masalah sendiri c. Menentang segala bentuk penjajahan dan aktif mewujudkan perdamaian dunia d. kerjasama internasional di segala bidang yang salain menguntungkan

e. hidup berdampingan secara damai

Dasar hukum politik luar negeri Indonesia:

a. Landasan idiel : Pancasila

b. Landasan Konstitusional : Pasal 11 dan 13 UUD NRI 1945

c. Landasan Operasional : Ketetapan MPR tentang GBHN terutama bidang luar negeri, Keppres yang menyangkut politik luar negeri, Kebijakan atau peraturan yang dibuat oleh menteri luar negeri.

C. PERJANJIAN INTERNASIONAL 1. Pengertian

Perjanjian internasional sangatlah penting bagi setiap negara karena setiap hubungan internasional diresmikan melalui sebuah perjanjian. Perjanjian internasional adalah suatu ikatan hukum yang terjadi berdasarkan kata sepakat antara negara-negara sebagai anggota organisasi bangsa-bangsa dengan tujuan melaksanakan hukum tertentu yang mempunyai hukum tertentu pula.

Carilah difinisi perjanjian internasional :

No Tokoh Pengertian

Sumber :

https://www.google.com/search?q=gambar+swarzenberger+tokoh+perjanjian+internasional 2. Istilah dalam Perjanjian Internasional

Carilah pengertian dari masing-masing istilah perjanjian internasional di bawah ini :

No Istilah Pengertian

1 Traktat

2 Konvensi

3 Piagam

4 Deklarasi

5 Charter

6 Pakta

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 82 Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+traktat

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+deklarasi+bangkok

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+deklarasi+djuanda

3. Klasifikasi Perjanjian Internasional

Sumber : https://www.google.com/search?q=klasifikasi+perjanjian+internasional 4. Tahapan Pembuatan Perjanjian Internasional

Perjanjian internasional dibuat melalui beberapa tahap. Berikut tahapan pembuatan secara umum dan berdasarkan hukum positif ( UU PI ) di Indonesia :

a. Secara umum

Tahapan pembuatan perjanjian internasional sama dengan pendapat Prof.Dr.Mochtar

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 84 Kusumaatmadja yaitu meliputi 3 tahapan :

a) perundingan ( negotiation ) b) penandatangan ( signature ) c) pengesahan ( ratification )

Sumber : https://www.google.com/search?q=tahapan+pembuatan+perjanjian+internasional

Contoh Pembuatan Deklarasi Bangkok ( Pendirian ASEAN )

Penandatangan Deklarasi Bangkok 8 Agustus 1967

Pembuatan perjanjian internasional di Indonesia diatur dalam pasal 11 UUD NRI 1945 dan UU No. 24 tahun 2000 ( UU tentang perjanjian internasional ).

Prinsip-prinsip dalam pembuatan perjanjian internasional meliputi : Persamaan kedudukan,

Saling menguntungkan,

Memperhatikan baik hukum nasional maupun internasional.

Tahap pembuatan meliputi :

Sumber : google.com/search?q=tahapan+pembuatan+perjanjian+internasional

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 86 5. Batalnya Perjanjian Internasional ( Berdasarkan Konvensi Wina 1969 )

a. Terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan hukum nasional salah satu peserta

b. Terdapat unsur kesalahan (error ) berkenaan dengan suatu fakta atau keadaan pada waktu perjanjian dibuat.

c. Terdapat unsur penipuan oleh suatu negara peserta terhadap negara peserta lain pada waktu pembentukan perjanjian

d. Terdapat kelicikan atau akal bulus, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap mereka yang menjadi kuasa penuh dari negara peserta tertentu.

e. Terdapat unsur paksaan dalam arti penggunaan kekerasan dan ancaman kepada seorang kuasa penuh atau negara peserta tertentu

f. Terdapat hal yang bertentangan dengan kaidah hukum internasional atau sesuatu yang sudah diterima dan diakui oleh masyarakat internasional.

6. Berakhirnya Perjanjian Internasional ( menurut UU No. 24 tahun 2000 ) a. Terdapat kesepakatan para pihak melalui prosedur yang telah ditetapkan dalam

perjanjian

b. Tujuan perjanjian tersebut sudah tercapai

c. Terdapat perubahan mendasar yang memengaruhi pelaksanaan perjanjian

d. Salah satu pihak tidak melaksanakan atau melanggar ketentuan dalam perjanjian e. Dibuat suatu perjanjian baru yang menggantikan perjanjian lama

f. Muncul norma-norma baru dalam hukum internasional g. Objek perjanjian hilang

h. Terdapat hal-hal yang merugikan kepentingan nasional D. PERWAKILAN DIPLOMATIK

Kata diplomatik berasal dari bahasa Latin dan Yunani, yaitu diploma yang berarti piagam,surat perjanjian, atau dokumen yang mengukuhkan suatu kehormatan atau kewenangan hak-hak tertentu.Dalam perkembangannya kata diploma digunakan secara luas,khususnya dalam hubungan diplomasi di dunia politik. Diplomasi secara umum diartikan sebagai seni untuk berunding. Setiap perundingan menuntut kemahiran merumuskan kalimat demi kalimat dengan tepat. Kaitan antara politik luar negeri dengan diplomasi sangat erat. Diplomat dalam arti umum adalah semua anggota kementerian luar negeri dan secara khusus adalah mereka yang betindak sebagai kepala-kepala perwakilan. Perwakilan diplomatik adalah wakil resmi dari negaranya di negara lain.

Pelantikan Duta Besar Indonesia Sumber : Liputan 6.Com

Pelantikan Perwakilan Negara Sumber : Liputan 6.Com

Bentuk perwakilan negara ada 2

a. Perwakilan Diplomatik ( bidang politik ) b. Perwakilan Konsuler ( bidang non politik )

Gedung KBRI di Washington DC

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+gedung+kedutaan

Gedung Konsulat AS di Jedah

https://www.google.com/search?q=gambar+gedung+konsuler

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 88 1). Kepangkatan :

Perwakilan Diplomatik : a. Duta besar berkuasa penuh b. Duta

c. Menteri Residen d. Kuasa Usaha

e. Atase : 1) Pertahanan 2) Teknis

Dubes Indonesia untuk Selandia Baru

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+duta+besar+new+zealand Perwakilan Konsuler :

a. Konsul Jenderal b. Konsul

c. Konsul Muda

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+Konsul Indonesi 2). Fungsi Perwakilan Diplomatik ( Kongres Wina 1961 )

a. Mewakili negara pegirim di dalam negara penerima

b. Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima di dalam batas-batas yang diijinkan oleh hukum internasional

c. Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima

d. Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima, sesuai dengan Undang Undang dan melaporkan pada pemerintah negara pengirim.

e. Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara Fungsi Perwakilan Konsuler ( Konvensi Wina 1963 )

a. Di dalam negara penerima, melindungi kepentingan-kepentingan negara pengirim dan warga negaranya, individu-individu, dan badan-badan hukum, di dalam batas-batas yang diizinkan oleh hukum internasional

b Memajukan pembangunan hubungan dagang, ekonomi, kebudayaan, dan ilmiah di antara kedua negara

c. Mengeluarkan paspor dan dokumen perjalanan kepada warga negara pengirim, dan visa atau dokumen-dokumen yang pantas untuk orang yang ingin pergi ke negara pengirim.

d. Bertindak sebagai notaris dan panitera sipil serta melakukan fungsi tertentu yang bersifat administratif dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan dari negara penerima

3). Kekebalan

Menurut Konvensi Wina 1961, pemberian kekebalan dan keistimewaan diplomatik bukanlah untuk kepentingan individual semata-mata, melainkan guna menjamin pelaksanaan fungsi perwakilan diplomatik secara efisien. Pada pokoknya, kekebalan diplomatik antara lain meliputi :

a. Kekebalan pribadi pejabat diplomatik

b. Negara penerima harus melindungi perwakilan diplomatik dari serangan atau ancaman kekerasan

c. Kekebalan dan perlindungan gedung kedutaan dan tempat tinggal

d. Kekebalan dan perlindungan terhadap harta benda yang ada hubungannya dengan negara pengirim

e. Perwakilan diplomatik bebas dari paksaan yuridis, bebas dari peradilan setempat dan bebas dari keharusan menjadi saksi

f. Kekebalan korespondensi, surat-surat yang dialamatkan ke dan dikirim oleh kedutaan tidak boleh disensor.

4). Berakhirnya

Misi suatu diplomatik dapat berakhir melalui beberapa cara sebagai berikut :

a. Berhenti karena dipanggil pulang (recall) oleh pemerintah sendiri, Hal ini terjadi karena diberhentikan dari jabatannya, dipanggil pulang untuk berkonsultasi (situasi bilateral tegang),dipindah atau dialihkan tugas, tindakan pendahuluan untuk peberhentian.

b. Berhenti berdasarkan permintaan pemerintah negara dimana diplomat itu ditempatkan,Hal ini dapat terjadi karena di persona non gratakan, di recall karena situasi yang tegang antara kedua negara yang merupakan awal dari permusuhan.

Pengakhiran misi diplomatik pada umumnya disebabkan oleh adanya ketegangan di antara kedua negara. Walaupun demikian,jarang sekali terjadi pengusiran para diplomat tanpa melalui pemanggilan dari pemerintahnya. Jika pemerintahnya menolak, pemerintah asing tersebut akan menyerahkan paspor diplomat tersebut.

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 90 Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+duta besar indonesia E. ORGANISASI INTERNASIONAL ( PBB, ASEAN dan GNB ) 1. PERSERIKATAN BANGSA BANGSA

Sumber : Liputan 6.Com ( Gambar lambang PBB ) Materi :

a. Sejarah singkat terbentuknya PBB b. Latar belakang pendirian

c. Organisasi pokok / Struktur pokok

d. Peran PBB bagi Indonesia ( dibahas tersendiri ) e. Peran Indonesia bagi PBB ( dibahas tersendiri ) Keterangan :

a. Sejarah singkat terbentuknya PBB

7 Oktober 1944, diadakan Konferensi di Dumbarton Oaks, Washington Amerika Serikat dihadiri oleh 4 negara ( AS, Rusia, Inggris dan Tiongkok ). Hal penting yang dibahas adalah Pembentukan PBB dan disepakati pula pembuatan Piagam PBB dan struktur pokok organisasi.

25 Mei – 26 Juni diselenggarakan Konferensi San Fransisco yag dihadiri oleh 50 negara.

Peserta menyetujui Piagam Atlantik menjadi piagam PBB ( UN Charter ). Berdasarkan piagam tersebut PBB berdiri dan bermarkas di New York, AS

b. Latar belakang pendirian :

PBB lahir melalui gagasan yang dimunculkan oleh beberapa pemimpin negara untuk menyelamatkan generasi mendatang dari bencana perang dan mewujudkan perdamaian dunia yang abadi. PBB mula-mula bernama Liga Bangsa Bangsa (LBB ) tetapi gagal dalam mempertahankan tujuannya dengan bukti pecah Perang Dunia II

c. Struktur Organisasi

No Nama Organisasi Tugas Pokok 1

2 3 4 5 6

d.Ilustrasi peran Indonesia pada PBB

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 92 Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+peran+indonesia+dalam+pbb

2.ASEAN

Gambar lambang ASEAN dan anggota ASEAN

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+10+bendera+anggota+asean

Materi :

a. Latar belakang pendirian

b. Keanggotaan awal dan sekarang c. Peran Indonesia dalam ASEAN Keterangan :

a. Latar belakang pendirian :

Latar belakang terbentuknya Asean adalah persamaan nasib sebagai negara yang pernah dijajah oleh bangsa asing kecuali Thailand. Persamaan inilah yang menimbulkan perasaan setia kawan di antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara. Pengalaman ini mendorong bangsa-bangsa tersebut untuk menghindari segala bentuk upaya dominasi bangsa lain, mengingat wilayah Asia Tenggara sangat strategis.

Sumber : https://www.google.com/search?q=latar+belakang+asean b. Keanggotaan

No Negara No Negara

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 94 c. Peran Indonesia dalam Asean

Sumber : https://www.google.com/search?q=peran+indonesia+di+asean

Sumber : https://www.google.com/search?q=peran+indonesia+di+asean 3. Gerakan Non Blok ( G N B )

Materi :

a. Latar belakang pendirian b. Negara-negara pelopor c. Perbedaan KAA dan GNB d. Peran Indonesia dalam GNB Keterangan :

a. Latar belakang pendirian

Dari penyelenggaraan KAA di Bandung tahun 1955 lahirlah kesepakatan untuk membentuk Gerakan Non Blok ( Non Alignment Movement ). GNB merupakan kelompok negara-negara yang tidak igin terlibat dalam perang dingin. Keanggotaan GNB pada umumnya didominasi oleh negara-negara berkembang. KTT I GNB diadakan di Beograd, Yugoslavia tahun 1961 b. Negara pelopor

No Tokoh Negara

c.Perbedaan GNB dan KAA

Perbedaan mendasar antara KAA dengan GNB adalah, KAA mengkhususkan diri untuk negara-negara yang ada di Asia Afrika saja, sedangkan GNB mencakup seluruh negara di dunia.

d. Peran Indonesia dalam GNB

SMA MARSUDIRINI BEKASI | E-Modul PPKN| XI IPA & IPS 96 Sumber : google.com/search?q=peran+indonesia+di+gnb

F. PERAN INDONESIA DALAM ORGANISASI INTERNASIONAL