IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5. Hubungan Karakteristik Responden dengan Loyalitas
Hasil dari nilai tabulasi silang dan Chi-Square digunakan untuk melihat hubungan antara karakteristik responden dengan loyalitas karyawan. Berikut ini hasil penelitian mengenai hubungan antara karakteristik responden dengan loyalitas karyawan.
4.5.1. Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin terhadap Loyalitas Karyawan
Identifikasi hubungan antara karakteristik usia responden dengan persepsi terhadap loyalitas karyawan menggunakan analisis tabulasi silang dan uji Chi-Square. Hubungan ini dilihat dari perbandingan antara Chi-Square hitung dengan Chi-Square tabel. Hipotesis yang digunakan pada karakteristik jenis kelamin adalah: H0 : Tidak ada hubungan antara karakteristik responden berdasarkan
jenis kelamin terhadap loyalitas karyawan
H1 : Terdapat hubungan antara karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin terhadap loyalitas karyawan
Tabel 7. Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dengan loyalitas karyawan
Jenis Kelamin Nilai Chi-Square
Hitung 0,004
Tabel (df=1) 3,840
P-value = 0,948 α = 5%
Berdasarkan analisis terhadap karakteristik tersebut, jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan loyalitas karyawan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan (Tabel 7) nilai Chi-Square hitung (0,004) lebih kecil dari nilai Chi-Square tabel (3,840) dan nilai P-value
(0,948) lebih besar dari α=5%, maka hipotesisnya menjadi terima H0, artinya tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin responden terhadap loyalitas karyawan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat loyalitas karyawan tidak memiliki hubungan dengan karakteristik berdasarkan jenis kelamin, sehingga mungkin ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas karyawan selain jenis kelamin. Berdasarkan hasil tabulasi silang antara karakteristik usia responden dengan loyalitas karyawan (Lampiran 5), maka dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebesar 68 persen berada pada kategori loyal.
4.5.2. Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Usia terhadap Loyalitas Karyawan
Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan usia dengan loyalitas karyawan menggunakan analisis tabulasi silang dan Chi-Square. Hubungan ini dapat dilihat dari perbandingan antara nilai Chi-Square hitung dengan Chi-Square tabel.
Hipotesis yang digunakan pada karakteristik usia adalah:
H0 : Tidak ada hubungan antara karakteristik responden berdasarkan usia terhadap loyalitas karyawan
H1 : Terdapat hubungan antara karakteristik responden berdasarkan usia terhadap loyalitas karyawan
Tabel 8. Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan usia dengan loyalitas karyawan
Usia Nilai Chi-Square
Hitung 17,688
Tabel (df=3) 7,810
P-value = 0,001 α = 5%
Berdasarkan analisis tabulasi silang antara karakteristik responden berdasarkan usia dengan loyalitas karyawan (Lampiran 5), dapat dilihat bahwa karyawan yang dijadikan responden yang berada pada kelompok usia 40 – 49 tahun memiliki jumlah sebanyak 46 responden yang loyal terhadap perusahaan. Hasil perhitungan Chi- Square menyatakan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia memiliki hubungan dengan loyalitas karyawan. Hal ini terlihat dari (Tabel 8) nilai Chi-Square hitung (17,688) lebih besar dari nilai Chi- Square tabel (7,810), maka hipotesisnya menjadi tolak H0, yang artinya terdapat hubungan antara karakteristik usia dengan loyalitas karyawan sebesar 9,878 (17,688–7,810). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat usia, maka karyawan akan semakin loyal terhadap perusahaan, dengan asumsi karyawan yang berusia tua lebih cepat menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan pekerjaannya. Hal ini disebabkan karena karyawan yang berusia tua, lebih memilih untuk tetap loyal/setia dan bekerja di perusahaan tempat bekerjanya sekarang dibandingkan dengan mengambil keputusan untuk pindah ke perusahaan lain. Salah satu alasannya adalah faktor usia, dimana perusahaan lebih cenderung memilih karyawan yang masih berusia muda dibandingkan dengan karyawan yang berusia tua. Dimana, yang menjadi pertimbangannya adalah pada usia tua, karyawan bukan merupakan pekerja produktif lagi dan sudah memasuki masa pensiun. Jika perusahaan lebih memilih untuk merekrut karyawan yang berusia tua, maka perusahaan harus menyediakan dana untuk pensiun karyawan. Selain itu akan menyebabkan kinerja perusahaan menjadi rendah yang diakibatkan oleh memiliki karyawan yang tidak produktif lagi.
4.5.3. Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan terhadap Loyalitas Karyawan
Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dengan loyalitas karyawan dianalisis dengan menggunakan analisis tabulasi silang dan Chi-Square. Hubungan ini dapat dilihat dari perbandingan antara nilai Chi-Square hitung dengan Chi-Square tabel.
Hipotesis yang digunakan pada karakteristik pendidikan adalah: H0 : Tidak ada hubungan antara karakteristik responden berdasarkan
pendidikan terhadap loyalitas karyawan
H1 : Terdapat hubungan antara karakteristik responden berdasarkan pendidikan terhadap loyalitas karyawan
Tabel 9. Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan pendidikan dengan loyalitas karyawan
Pendidikan Nilai Chi-Square
Hitung 2,867
Tabel (df=3) 7,810
P-value = 0,413 α = 5%
Berdasarkan analisis tabulasi silang terhadap karakteristik responden berdasarkan pendidikan (Lampiran 5) diperoleh jumlah karyawan yang dijadikan responden terbesar berada pada kelompok SLTA yaitu sebanyak 26 responden berada pada kategori loyal. Dari hasil perhitungan (Tabel 9) Chi-Square diperoleh nilai Chi-Square hitung (2,867) lebih kecil dari pada nilai Chi-Square tabel (7,810), maka hipotesisnya menjadi terima H0, yang artinya bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dengan loyalitas karyawan. Hal ini disebabkan karena karyawan yang memiliki tingkat pendidikan tinggi cenderung untuk berpindah-pindah pekerjaan. Mengingat bahwa pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki tinggi, sehingga membuat mereka lebih percaya diri berusaha untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Pada
akhirnya mereka akan cenderung berpindah-pindah tempat pekerjaan dan tidak loyal terhadap perusahaan.
4.5.4. Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja terhadap Loyalitas Karyawan
Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan lama bekerja dengan loyalitas karyawan dianalisis dengan menggunakan analisis tabulasi silang dan Chi-Square. Hubungan ini dapat dilihat dari perbandingan antara nilai Chi-Square hitung dengan Chi-Square tabel.
Hipotesis yang digunakan pada karakteristik lama bekerja adalah: H0 : Tidak ada hubungan antara karakteristik responden berdasarkan
lama bekerja terhadap loyalitas karyawan
H1 : Terdapat hubungan antara karakteristik responden berdasarkan lama bekerja terhadap loyalitas karyawan
Tabel 10. Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan lama bekerja dengan loyalitas karyawan
Lama Bekerja Nilai Chi-Square
Hitung 10,941
Tabel (df=3) 7,810
P-value = 0,012 α = 5%
Berdasarkan analisis tabulasi silang terhadap karakteristik responden berdasarkan lama bekerja (Lampiran 5) diperoleh jumlah terbesar sebanyak 55 responden pada kelompok lama bekerja lebih besar 15 tahun yang berada pada kategori loyal. Dari hasil perhitungan Chi-Square (Tabel 10) diperoleh nilai Chi-Square hitung sebesar 10,941 lebih besar dibandingkan dengan nilai Chi-Square tabel yang hanya sebesar 7,810. Maka hipotesisnya menjadi tolak H0, yang artinya terdapat hubungan antara lama bekerja dengan loyalitas karyawan yaitu sebesar 3,131 (10,941 – 7,810). Lama bekerja memiliki hubungan dengan loyalitas karyawan karena lama bekerja merupakan salah satu indikator loyalitas karyawan. Dimana, semakin lama masa kerja karyawan di perusahaan, maka semakin setia/loyal karyawan tersebut terhadap perusahaan tersebut. Karyawan yang loyal
lebih memilih untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut dibanding untuk pindah ke perusahaan lain.
4.5.5. Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan terhadap Loyalitas Karyawan
Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan pendapatan dengan loyalitas karyawan dianalisis dengan menggunakan analisis tabulasi silang dan Chi-Square. Hubungan ini dapat dilihat dari perbandingan antara nilai Chi-Square hitung dengan Chi-Square tabel.
Hipotesis yang digunakan pada karakteristik pendapatan adalah: H0 : Tidak ada hubungan antara karakteristik responden berdasarkan
pendapatan terhadap loyalitas karyawan
H1 : Terdapat hubungan antara karakteristik responden berdasarkan pendapatan terhadap loyalitas karyawan
Tabel 11. Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan pendapatan dengan loyalitas karyawan
Pendapatan Nilai Chi-Square
Hitung 5,257
Tabel (df=3) 7,810
P-value = 0,154 α = 5%
Berdasarkan analisis tabulasi silang terhadap karakteristik responden berdasarkan pendapatan (Lampiran 5), diperoleh bahwa karyawan yang dijadikan responden terbanyak berada pada kelompok yang memiliki pendapatan antara Rp 5.000.000–Rp 7.000.000 sebesar 26 responden yang berada pada kategori loyal. Dari hasil perhitungan Chi-Square (Tabel 11) diperoleh nilai Chi-Square hitung sebesar 5,257 lebih kecil dibandingkan dengan nilai Chi-Square tabel sebesar 7,810. Maka hipotesisnya menjadi terima H0 yang artinya tidak terdapat hubungan antara lama bekerja dengan loyalitas. Hal ini disebabkan karena mungkin ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas karyawan selain pendapatan, seperti kepuasan kerja, motivasi yang diberikan oleh perusahaan, serta pelatihan dan pendidikan karyawan.
4.5.6. Analisis Karakteristik Responden Berdasarkan Posisi terhadap Loyalitas Karyawan
Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan posisi dengan loyalitas karyawan dianalisis dengan menggunakan analisis tabulasi silang dan Chi-Square. Hubungan ini dapat dilihat dari perbandingan antara nilai Chi-Square hitung dengan Chi-Square tabel. Hipotesis yang digunakan pada karakteristik posisi adalah:
H0 : Tidak ada hubungan antara karakteristik responden berdasarkan posisi terhadap loyalitas karyawan
H1 : Terdapat hubungan antara karakteristik responden berdasarkan posisi terhadap loyalitas karyawan
Tabel 12. Hubungan antara karakteristik responden berdasarkan posisi dengan loyalitas karyawan
Posisi Nilai Chi-Square
Hitung 13,448
Tabel (df=4) 9,490
P-value = 0,009 α = 5%
Berdasarkan analisis tabulasi silang terhadap karakteristik responden berdasarkan posisi (Lampiran 5) diperoleh jumlah karyawan terbesar sebanyak 33 responden berada pada kelompok posisi officer 3 yang berada pada kategori loyal, diikuti dengan kelompok posisi officer 2 sebanyak 19 responden yang berada pada kategori loyal. Dari hasil perhitungan Chi-Square (Tabel 12) diperoleh nilai Chi-Square hitung sebesar 13,448 lebih besar dibanding nilai Chi-Square tabel sebesar 9,490. Maka hipotesisnya menjadi tolak H0 yang artinya terdapat hubungan antara posisi dengan loyalitas karyawan sebesar 3,958 (13,448 – 9,490). Pada umumnya karyawan yang memiliki posisi/jabatan yang tinggi lebih cenderung loyal dibandingkan dengan karyawan pada posisi/jabatan rendah. Hal ini disebabkan karena posisi/jabatan tinggi memperoleh fasilitas, pelayanan dan pendapatan yang lebih baik dibandingkan dengan jabatan rendah, sehingga mereka yang berada pada posisi tersebut
cenderung untuk lebih loyal/setia terhadap perusahaan dan pekerjaanya.
4.6. Analisis Persepsi Karyawan tentang Program Pemeliharaan Karyawan