Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media massa dengan gaya hidup masyarakat Naga. Keterbukaan terhadap teknologi yang terdiri dari kepemilikan HP dan penggunaan internet berhubungan dengan gaya hidup masyarakat Naga yang terdiri dari penggunaan barang, penggunaan tempat, dan penggunaan waktu. Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan keterbukaan terhadap teknologi dengan gaya hidup masyarakat Naga. Berdasarkan tabel 8, dapat dilihat bahwa terdapat empat hasil pengujian hipotesis yang berhubungan nyata, yaitu penggunaan telepon genggam dengan penggunaan barang oleh masyarakat Naga, penggunaan telepon genggam dengan penggunaan tempat oleh masyarakat Naga, penggunaan internet dengan penggunaan barang oleh masyarakat Naga, dan penggunaan internet dengan penggunaan tempat oleh masyarakat Naga.
Tabel 8 Nilai korelasi Chi-Square antara keterbukaan teknologi dengan gaya hidup masyarakat Naga menurut penggunaan barang, penggunaan tempat, dan penggunaan waktu
Keterbukaan teknologi
Gaya hidup masyarakat Naga Penggunaan barang Penggunaan
tempat Penggunaan waktu Penggunaan telepon genggam 0.000* 0.013* 0.220 Penggunaan internet 0.005* 0.020* 0.651
Keterangan: *berhubungan nyata pada α < 0.05
Tabel 8 menunjukkan hasil uji hubungan antara keterbukaan teknologi dengan gaya hidup masyarakat Naga. Dapat dilihat dari hasil uji tersebut, sebagian besar terdapat hubungan nyata antara keterbukaan teknologi dengan gaya hidup masyarakat Naga. Hubungan nyata dapat ditunjukkan pada variabel penggunaan telepon genggamdan penggunaan internet terhadap gaya hidup masyarakat Naga. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Soekanto (2012) yang mengatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan kebudayaan adalah penemuan baru, seperti telepon genggamdan internet. Pembahasan lebih lengkap mengenai hubungan antara keterbukaan teknologi dengan gaya hidup masyarakat Naga dapat dijelaskan pada masing-masing subbab.
Hubungan antara Penggunaan Telepon genggam dengan Penggunaan Barang
Hasil pengujian hipotesis hubungan antara penggunaan telepon genggam dengan penggunaan barang menunjukkan adanya hubungan nyata. Tabel 8 menunjukkan nilai korelasi yang didapat dengan menggunakan analisis data Chi- Square yang menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig (2 sided) yang diperoleh adalah 0.000. Nilai ini menunjukkan besaran yang lebih rendah dari nilai α yaitu 0.05. Berdasarkan nilai 0.000 yang lebih rendah dari nilai 0.05 tersebut, dapat
50
dinyatakan bahwa sebagian besar individu remaja di Kampung Naga sudah memiliki barang-barang modern, seperti telepon genggam. Sebagian besar anggota masyarakat Naga termasuk dalam kategori dewasa tua, sedangkan perubahan penggunaan barang-barang menjadi modern cenderung terjadi pada individu kategori usia remaja. Perubahan ini dilihat dari cara berpakaian perempuan remaja yang lebih sering menggunakan celana daripada kain/samping. Perubahan juga terjadi pada sebagian besar remaja karena rata-rata dari mereka sudah memiliki telepon genggam. Semakin banyak individu yang memiliki telepon genggam, maka semakin tinggi penggunaan barang modern mereka. Fasilitas telepon genggam yang dimiliki pun bervariasi, mulai dari telepon genggamyang berfungsi untuk berkomunikasi saja, hingga telepon genggamyang memiliki kamera, pemutar musik, dan dapat mengakses internet. Berikut penuturan salah satu responden:
“…untuk saya mah, yang penting HP-nya bisa untuk SMS dan telepon. Kalau yang ada kameranya mah mahal, neng.” (DDE,28 tahun)
Hubungan antara Penggunaan Telepon genggam dengan Penggunaan Tempat
Hasil pengujian hipotesis hubungan antara penggunaan telepon genggam dengan penggunaan tempat menunjukkan adanya hubungan nyata. Hal ini dapat dilihat dari nilai korelasi yang didapat dengan menggunakan analisis data Chi- Square yaitu nilai Asymp. Sig (2 sided) yang diperoleh adalah 0.013. Nilai ini menunjukkan besaran yang lebih rendah dari nilai α yaitu 0.05. Berdasarkan nilai 0.013 yang lebih rendah dari nilai 0.05 tersebut, dapat dinyatakan bahwa penggunaan telepon genggam oleh masyarakat Naga dapat mempengaruhi penggunaan tempat-tempat di Kampung Naga untuk kepentingan komersialisasi, seperti rumah yang dimanfaatkan untuk berjualan hasil kerajinan tangan maupun berjualan makanan dan minuman, serta saung lisung yang dimanfaatkan untuk mengobrol dengan wisatawan, berfoto, hingga mengajarkan cara menumbuk padi kepada wisatawan. Sebagian besar individu yang bekerja sebagai pemandu wisata telah memiliki telepon genggam. Telepon genggam yang mereka miliki pun bervariasi, mulai dari telepon genggamyang hanya untuk komunikasi saja hingga telepon genggam yang menyediakan fasilitas internet. Adanya fasilitas internet dapat memudahkan para pemandu wisata untuk mempromosikan Kampung Naga, sehingga berbagai tempat yang ada di Kampung Naga dimanfaatkan untuk komersialisasi industri pariwisata.
Hubungan antara Penggunaan Telepon genggam dengan Penggunaan Waktu
Hasil pengujian hipotesis hubungan antara penggunaan telepon genggam dengan penggunaan waktu menunjukkan tidak adanya hubungan nyata. Tabel 8 menunjukkan nilai korelasi yang didapat dengan menggunakan analisis data Chi- Square yang menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig (2 sided) yang diperoleh adalah 0.220. Nilai ini menunjukkan besaran yang lebih tinggi dari nilai α yaitu 0.05. Berdasarkan nilai 0.220 yang lebih tinggi dari nilai 0.05 tersebut, dapat
51 dinyatakan bahwa penggunaan telepon genggam oleh masyarakat Naga tidak berhubungan dengan penggunaan waktu individu di Kampung Naga. Meskipun beberapa individu di Kampung Naga telah memiliki telepon genggam, namun hal tersebut tidak mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Telepon genggam cenderung dimiliki oleh anggota masyarakat kategori remaja. Sedangkan sebagian besar anggota masyarakat Naga adalah kategori dewasa tua yang bekerja sebagai petani. Hanya sebagian kecil anggota masyarakat kategori dewasa dan petani yang memiliki telepon genggam. Hal ini karena telepon genggam kurang menunjang pekerjaan mereka sebagai petani, sedangkan mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan waktu luang yang mereka miliki juga cenderung dimanfaatkan untuk mencari nafkah melalui pekerjaan lain. Hal ini karena sebagian besar masyarakat Naga masih tergolong miskin. Mereka pun tidak tertarik untuk mengisi waktu luang dengan berlibur ke tempat pariwisata karena biaya yang dibutuhkan cukup tinggi.
Hubungan antara Penggunaan Internet dengan Penggunaan Barang
Hasil pengujian hipotesis hubungan antara penggunaan internet dengan penggunaan barang menunjukkan adanya hubungan nyata. Hal ini dapat dilihat dari nilai korelasi yang didapat dengan menggunakan analisis data Chi-Square yang menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig (2 sided) yang diperoleh adalah 0.005. Nilai ini menunjukkan besaran yang lebih rendah dari nilai α yaitu 0.05. Berdasarkan nilai 0.005 yang lebih rendah dari nilai 0.05 tersebut, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar individu di Kampung Naga sudah memiliki barang-barang modern, seperti telepon genggam dan internet. Sebagian besar masyarakat Naga yang telah menggunakan internet adalah individu yang termasuk dalam kategori remaja. Saat ini internet sudah dapat dijangkau melalui telepon genggam, sehingga individu di Kampung Naga yang tidak memiliki perangkat komputer untuk mengakses internet dapat mengaksesnya melalui telepon genggam. Sedangkan individu yang termasuk dalam kategori usia dewasa cenderung masih menggunakan barang-barang tradisional. Semakin banyak individu yang memiliki telepon genggam dengan fasilitas internet di dalamnya, maka semakin tinggi penggunaan barang modern mereka. Berikut penuturan salah satu responden:
“…sekarang mah semuanya bisa didapat melalui internet, teh. Mulai dari informasi sepak bola, materi pelajaran, hiburan, dan lain-lain. Saya juga gak perlu jauh-jauh ke warnet untuk bisa internetan, dari HP juga udah bisa.” (IVN, 17 tahun)
Hubungan antara Penggunaan Internet dengan Penggunaan Tempat
Hasil pengujian hipotesis hubungan antara penggunaan internet dengan penggunaan tempat menunjukkan adanya hubungan nyata. Tabel 8 menunjukkan nilai korelasi yang didapat dengan menggunakan analisis data Chi-Square yang menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig (2 sided) yang diperoleh adalah 0.020. Nilai ini menunjukkan besaran yang lebih rendah dari nilai α yaitu 0.05.
52
Berdasarkan nilai 0.020 yang lebih rendah dari nilai 0.05 tersebut, dapat dinyatakan bahwa penggunaan internet oleh masyarakat Naga dapat mempengaruhi penggunaan tempat-tempat di Kampung Naga untuk kepentingan komersialisasi, seperti rumah yang dimanfaatkan untuk berjualan hasil kerajinan tangan maupun berjualan makanan dan minuman, serta saung lisung yang dimanfaatkan untuk mengobrol dengan wisatawan, berfoto, hingga mengajarkan cara menumbuk padi kepada wisatawan. Perubahan perilaku terjadi pada sebagian besar remaja di Kampung Naga. Mereka menjadi lebih terbuka terhadap teknologi, salah satunya adalah internet. Sebagian besar remaja di Kampung Naga pernah mengakses internet. Internet ini dapat dimanfaatkan sebagai media aktualisasi diri mereka karena sebagai bagian dari anggota masyarakat adat, mereka pun ingin diakui dan dikenal oleh orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa mereka bangga menjadi anggota masyarakat Naga yang masih mempertahankan adat istiadat mereka.
Hubungan antara Penggunaan Internet dengan Penggunaan Waktu
Hasil pengujian hipotesis hubungan antara penggunaan internet dengan penggunaan waktu menunjukkan tidak adanya hubungan nyata. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai korelasi yang didapat dengan menggunakan analisis data Chi- Square yang menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig (2 sided) yang diperoleh adalah 0.651. Nilai ini menunjukkan besaran yang lebih tinggi dari nilai α yaitu 0.05. Berdasarkan nilai 0.651 yang lebih tinggi dari nilai 0.05 tersebut, dapat dinyatakan bahwa penggunaan internet oleh masyarakat Naga tidak dapat mempengaruhi penggunaan waktu individu di Kampung Naga. Meskipun beberapa individu remaja di Kampung Naga ada yang sering mengakses internet, namun hal tersebut tidak mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Para remaja tetap dapat bekerja atau beraktivitas seperti biasanya. Sedangkan individu yang tergolong dewasa awal dan dewasa tua cenderung belum pernah menggunakan internet. Hal ini karena pengetahuan mereka yang terbatas mengenai internat, dan waktu mereka yang terbatas hanya untuk mencari nafkah. Sebagian besar masyarakat Naga masih tergolong ekonomi rendah karena hasil pekerjaan mereka belum dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga mereka perlu mengeluarkan waktu dan tenaga yang lebih untuk mencari nafkah melalui pekerjaan lain. Selain itu, ekonomi yang terbatas juga mengakibatkan mereka kurang tertarik untuk berlibur ke tempat pariwisata di luar Kampung Naga. Dengan demikian, penggunaan internet tidak berhubungan dengan penggunaan waktu luang masyarakat Naga.