• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : LANDASAN TEORI

2.3 Hubungan Kompensasi dengan Kepuasan Kerja

Menurut Umar (2005) menjelaskan bahwa salah satu cara manajemen untuk meningkatkan kepuasan kerja adalah melalui kompensasi. Kepuasan kerja pada karyawan bisa dianggap sesuatu yang penting, baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi perusahaan. Dengan kepuasan kerja yang telah dicapai oleh

karyawan kemungkinan tercapainya tujuan pribadi karyawan itu sendiri maupun tujuan perusahaan secara keseluruhan menjadi lebih besar.

Kepuasan kerja pada karyawan akan tercapai apabila karyawan tersebut diberikan kompensasi yang sesuai. Apabila kompensasi diberikan secara benar, karyawan akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi. Program kompensasi tersebut dapat membuat karyawan merasa puas dan segan kehilangan ataupun meninggalkan pekerjaannya serta berusaha sekeras-kerasnya untuk mempertahankannya. Apabila upah dan gaji tidak dikelola dengan baik, maka perusahaan akan mungkin kehilangan karyawan-karyawan serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menarik, memilih, melatih, dan mengembangkan mereka.

Ada beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kepuasan kerja.

Penelitian yang dilakukan oleh Ruddy (2007) yang berjudul Pengaruh Kompensasi Finansial dan Non Finansial terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada Bagian Produksi pada PT Pakarti Riken Indonesia. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Regresi Linear Berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompensasi finansial dan non finansial pada PT Pakarti Riken Indonesia dinilai sudah sesuai. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel kompensasi finansial (X1) sebesar 162, yang berada pada rentang skala 150 – 194 atau bisa dikatakan nilai kompensasi non finansial sudah sesuai dan rata-rata skor variabel kompensasi finansial (X2) sebesar 166,5 yang berada pada rentang skala 150 – 194 atau bisa dikatakan nilai kompensasi finansial dan non finansial sudah sesuai. Kepuasan kerja karyawan pada PT Pakarti Riken Indonesia dalam kategori tinggi yang ditunjukkan oleh rata-rata total variabel

kepuasan kerja sebesar 154 yang berada pada skala penilaian tinggi. Hasil dari regresi linier berganda dengan variabel kompensasi finansial dan variabel kompensasi non finansial sebagai variabel bebas (X1 dan X2) dan variabel kepuasan kerja sebagai variabel terikat (Y) sehingga diperoleh Y = -0,827 + 0,545 X1 + 0,472 X2 + e dengan nilai R2 sebesar 0,520. dari hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 20, 666 > nilai Ftabel 3,15 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti variabel kompensasi finansial dan kompensasi non finansial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Dari hasil analisis uji t diperoleh nilai t-hitung X1 sebesar 3,869 > t-tabel sebesar 2,000. untuk t-hitung X2 sebesar 3,388 > t-tabel sebesar 2,000. Dari Hasil ini peneliti memberikan saran agar perusahaan lebih memperbaiki proses administrasi pemberian kompensasi, terutama pada kompensasi finansial. Untuk kompensasi non finansial, perusahaan dapat untuk lebih meningkatkan serta menjaga fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada karyawan seperti tempat ibadah, pakaian dinas serta promosi jabatan.

Penelitian yang dilakukan oleh K u l y a n a (2010) tentang pengaruh insentif terhadap kepuasan kerja pada PT Tri Bakti Sarimas Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh insentif terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Tri Bakti Sarimas Pekanbaru. Dari hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Insentif terhadap kepuasan kerja karywan pada PT Tribakti Sari Mas Pekanbaru adalah benar karena dapat dibuktikan dengan analisa secara statistik. Nilai konstanta diketahui = 2,500 dan nilai b = 0,303 artinya jika insentif adalah nol (0) maka kepuasan kerja karyawan sebesar 0,303. Setiap perubahan insentif satu satuan maka kepuasan kerja akan meningkat sebesar 0,303 satuan. Sebaliknya jika insentif

turun satu satuan maka kepuasan kerja akan turun juga sebesar 0,303 satuan.

Diperoleh nilai R sebesar 0.202 yang menunjukkan adanya hubungan linear positif antara variabel insentif dengan variabel kepuasan kerja dan R2

sebesar 0.410 artinya 41%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh insentif terhadap kepuasan kerja 41% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Jika Perubahan insentif sebesar 1% akan mempengaruhi tingkat kepuasan kerja sebesar 41%

Penelitian yang dilakukan oleh Pebriyanti (2012) dengan judul: Pengaruh Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Colombus Megah Sarana Cabang Denpasar Tahun 2012. Dalam penelitian ini analisis deskriptif dengan pendekatan kausal digunakan sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kompensasi yang diberikan oleh PT Colombus Megah Sarana Cabang Denpasar sebesar 2,31 yang termasuk dalam kategori cukup memuaskan namun perlu ditingkatkan , (2) kepuasan kerja pada PT Colombus Megah Sarana Cabang Denpasar sebesar 2,32 termasuk dalam kategori kurang sesuai sehingga masih perlu ditingkatkan, (3) kompensasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan 0,000 < 0,05 atau nilai t-hitung > t-tabel yaitu 5,0736 > 1,6634 dengan persentase pengaruhnya sebesar 23,7%.

BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan alur dari gambaran permasalahan hingga harapan yang diinginkan pada penelitian.. Mengacu pada permasalahan yang akan diteliti dan berdasarkan kerangka teoritis sebagaimana telah diuraikan pada Bab II, kerangka konseptual penelitian yang dibangun secara diagramatis dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Berdasarkan teori yang ada, variabel-variabel yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung dan kompensasi finansial.

Variabel Independen Variabel Dependen

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual

3.2 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan uraian kerangka teori/pemikiran di atas, maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

Kompensasi Tidak Langsung (X2)

Kompensasi Non Finansial (X3)

Kepuasan Kerja Karyawan

(Y) Kompensasi Langsung

(X1)

1. H01 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi langsung terhadap kepuasan kerja karyawan.

H11 : Ada pengaruh yang signifikan dari kompensasi langsung terhadap kepuasan kerja karyawan.

2. H02 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi tidak langsung terhadap kepuasan kerja karyawan.

H12 : Ada pengaruh yang signifikan dari kompensasi tidak langsung terhadap kepuasan karyawan.

3. H03 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi non finansial terhadap kepuasan kerja karyawan.

H13 : Ada pengaruh yang signifikan dari kompensasi non finansial terhadap kepuasan kerja karyawan.

4. H0C : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, dan kompensasi non finansial secara bersamaan terhadap kepuasan kerja karyawan.

H1C : Ada pengaruh yang signifikan dari kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, dan kompensasi non finansial secara bersamaan terhadap kepuasan kerja karyawan.

3.3 Definisi Operasional

Untuk mendefinisikan suatu variabel yang terkait dengan objek penelitian, maka dibuat beberapa pengertian batasan operasional, yaitu:

a. Kompensasi Langsung (X1), adalah balas jasa atau imbalan yang diberikan

bentuk gaji, upah, insentif, bonus dan pembagian laba (gain sharing) .

b. Kompensasi Tidak Langsung (X2) disebut juga tunjangan, adalah balas jasa atau imbalan finansial yang diberikan kepada karyawan sebagai bagian dari keanggotaan organisasi seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pembayaran waktu tidak bekerja, pensiun, dan fasilitas kerja.

c. Kompensasi Non Finansial (X3) merupakan bentuk kompensasi yang diberikan kepada karyawan dari pekerjaan itu sendiri dan lingkungan psikologis dan/atau fisik dimana orang itu bekerja.

d. Kepuasan kerja karyawan (Y) adalah kondisi dimana karyawan dalam menjalankan tugas dan pencapaian standar keberhasilan yang telah ditentukan oleh instansi kepada karyawan sesuai dengan pekerjaan yang diberikan kepada masing-masing karyawannya.

BAB IV

METODE PENELITIAN 4.1 Tipe Penelitian

Tipe penelitian ini adalah penelitian sebab-akibat (causal research) yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat dengan cara mengamati akibat yang terjadi dan kemungkinan faktor (sebab) yang menimbulkan akibat tersebut (Sinulingga, 2014). Maka dari itu, tipe penelitian yang dipilih adalah penelitian sebab-akibat (causal research) untuk mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi menurunnya kepuasan karyawan PT Asuransi Jiwasraya dengan pendekatan metode statistik dan merumuskan strategi apa saja yang dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya.

4.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Branch Office Medan di Jl. Gatot Subroto Km. 6,3 No. 171 Medan.

4.3 Populasi dan Sampel 4.3.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2007) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua karyawan dinas luar (karyawan operasional) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Medan Branch Office yang berjumlah 50 orang.

4.3.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini teknik penentuan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana anggota populasi dijadikan sampel (Sugiyono, 2007).

Sampel dalam penelitian ini adalah semua karyawan dinas luar (karyawan operasional) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Medan Branch Office yang berjumlah 50 orang.

4.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data/keterangan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh kebijakan kompensasi terhadap kepuasan karyawan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Branch Office Medan akan digali oleh peneliti sebagai instrumen, melalui:

a. Teknik Pengumpulan Data Primer melalui :

Teknik pengumpulan data primer ialah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada lokasi penelitian. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Metode angket (kuesioner), yaitu pemberian daftar pertanyaan secara tertutup kepada responden yang dilengkapi dengan beberapa alternatif jawaban yang tersedia

2. Metode observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena-fenomena yang berkaitan dengan fokus penelitian.

3. Studi dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi dari PT Asuransi Jiwasraya berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian.

4. Wawancara kepada pihak manajemen PT Asuransi Jiwasraya mengenai prosedur dan pelaksanaan pekerjaan tersebut.

b. Teknik Pengumpulan Data Sekunder, melalui :

Teknik pengumpulan data sekunder yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara menelaah sejumlah buku, karya ilmiah, dan dokumen/arsip yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

4.5 Instrumen Pengumpulan Data

Indikator-indikator pengukur persepsi karyawan terhadap setiap variabel yang ditunjukkan dalam kerangka teoretis diidentifikasi. Untuk setiap indikator seperti terlihat pada Tabel 4.1 ini dibentuk pernyataan untuk dijawab oleh responden sebagai bagian dari proses pengukuran persepsi karyawan berkenaan dengan variabel terkait.

Tabel 4.1 Instrumen Pengumpulan Data

1. Gaji yang diberikan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan

2. Bonus yang diberikan perusahaan tempat bekerja selama ini dapat meningkatkan semangat kerja dalam bekerja.

3. Tunjangan kinerja yang diberikan kepada Saya sesuai dengan besarnya prestasi

4. Komisi yang diterima dapat memenuhi kebutuhan keluarga

5. Tunjangan manajerial yang diterima sudah sesuai dengan pencapaian prestasi

6. Program tabungan yang diberikan perusahaan kepada dapat menambah penghasilan

7. Perusahaan memberikan pembagian laba (gain sharing)

1. Adanya rasa aman dengan adanya asuransi medis yang diberikan

2. Pekerjaan ini dilindungi oleh asuransi jiwa yang memberikan rasa aman bagi karyawan dalam bekerja

3. Perusahaan memiliki rencana pemberian pesangon kepada karyawan yang pensiun

4. Perusahaan memberikan beasiswa pendidikan bagi karyawan yang berprestasi

5. Perusahaan memberikan kompensasi diluar jam kerja seperti: lembur, cuti/sakit, dan cuti lainnya.

6. Perusahaan memberikan fasilitas kerja seperti:

ruang kantor,rumah, kendaraan, tempat parkir.

Skala Likert

3 Kompensasi Non Finansial (X3)

1. Perusahaan memberikan tugas-tugas yang menarik untuk meningkatkan minat karyawan dalam bekerja

2. Perusahaan memberikan tantangan bagi karyawan untuk meningkatkan kemampuannya 3. Perusahaan memberikan peluang yang sama

dalam pengakuan atas prestasi karyawan

4. Perusahaan tempat saya bekerja memberikan

kepercayaan kepada

karyawan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugasnya

5. Adanya kebijakan kompensasi yang sehat mendorong saya dalam mencapai target yang ditetapkan perusahaan

6. Suasana dan lingkungan kerja saya saat ini sangat nyaman dan membuat karyawan bergairah dalam bekerja

7. Adanya toleransi waktu untuk beribadah merupakan pencerminan penghargaan pihak perusahaan terhadap karyawan yang ingin

Skala Likert

Tabel 4.1 Instrumen Pengumpulan Data

No. Variabel Penelitian

Indikator Penelitian Skala

8. Perusahaan senantiasa membentuk tim kerja untuk meningkatkan kerjasama karyawan.

9. Pimpinan perusahaan selalu bersikap ramah dan santun pada semua karyawan

10. Sesama karyawan menjalin komunikasi yang terbuka dalam menjalankankan tugasnya.

2. Keinginan untuk tetap bertahan pada perusahaan dan tidak berusaha mencari pekerjaan lain 3. Saya selalu menyarankan kepada teman Saya

untuk bekerja di perusahaan ini.

4. Pekerjaan adalah hal yang utama bagi Saya

Skala Likert

4.6 Uji Validitas dan Reliabilitas

Sebelum kuesioner yang digunakan sebagai alat pengumpul data dari penelitian ini digunakan pada penelitian yang sesungguhnya, dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas butir pertanyaan. Hal ini dilakukan supaya alat pengumpul data tersebut menjadi alat ukur yang akurat dan dipercaya. Pada penelitian ini akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas pada karyawan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Branch Office Sibolga dengan jumlah sampel sebanyak 30 karyawan.

Dalam penelitian ini, nilai-nilai yang dipersyaratkan untuk menentukan validitas butir pernyataan didapat dengan mengoperasikan Software SPSS 19.0 for Windows (Statistic Product and Services Solution).

Validitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauh manakah instrumen pengukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. Dalam mengukur validitas, metode yang digunakan adalah analisis corrected item total correlation. Syarat

…lanjutan

minimum untuk dianggap memenuhi syarat adalah nilai r=0,361, jika nilai r<0,361 maka dinyatakan tidak valid.

Uji reliabilitas dilakukan untuk menguji penafsiran responden mengenai butir-butir pernyataan yang terdapat dalam instrumen penelitian yang ditunjukkan oleh konsistensi jawaban yang diberikan. Uji realibilitas ini merupakan bentuk uji kualitas data yang menunjukkan stabilitas dan konsistensi dari instrumen untuk mengukur konstruk (variabel) (Sugiyono, 2007). Nilai batas yang umum yang dipergunakan untuk menilai variabel dapat dinyatakan reliable apabila Koefisien Alpha Cronbach ≥0,6 artinya tingkat reliabilitas sebesar 0,6 merupakan indikasi reliabelnya sebuah konstruk.

4. 7 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan suatu metode dimana data-data yang dikumpulkan dan dikelompokkan kemudian dianalisis dan diinterpretasikan secara objektif.

b. Analisis Regresi Linear Berganda

Model analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen baik secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap variabel dependen.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bantuan program Software SPSS 19.0 for Windows (Statistic Product and Services Solution).

Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah sebagai berikut: X2 = Kompensasi Tidak Langsung X3 = Kompensasi Non Finansial

b1,2,3 = Koefisien regresi variabel X1,2,3

e = error of term (variabel yang tidak diteliti)

Model regresi linear berganda harus memenuhi syarat uji asumsi klasik, yang meliputi :

1. Uji Normalitas

Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2005). Model yang paling baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Uji ini dilakukan melalui analisis grafik dan Kolmogorov Smirnov.

2. Uji Multikolinearitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent) (Ghozali, 2005). Hubungan linier antar variabel independent inilah yang disebut dengan multikolinearitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Uji Multikolinearitas dalam penelitian

ini menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) dengan ketentuan bila VIF > 10 terdapat masalah multikolinearitas yang serius, sebaliknya bila VIF < 10 tidak terdapat masalah multikolinearitas yang serius.

3. Uji Autokorelasi

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (periode sebelumnya) (Ghozali, 2005).

Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Uji Autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan Durbin Watson (DW) Test dengan ketentuan:

Tabel 4.2

Kriteria Pengambilan Keputusan Uji Autokorelasi

Hipotesis nol Keputusan Jika

Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0ddl Tidak ada autokorelasi positif No decision dlddu Tidak ada korelasi negatif Tolak 4dld4 Tidak ada korelasi negatif No decision 4dud 4dl Tidak ada autokorelasi, positif

atau negatif

Tidak ditolak

du d

du 4

Sumber : Ghozali (2005) Keterangan:

dl = Batas bawah du = Batas atas

4. Uji Heteroskedastisitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2005). Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Jika varians tidak konstan atau berubah-ubah disebut dengan heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Heterokedastisitas dalam penelitian ini menggunakan grafik dan Glejser Test.

c. Pengujian Hipotesis

Model regresi yang sudah memenuhi syarat asumsi klasik tersebut akan digunakan untuk menganalisis, melalui pengujian hipotesis sebagai berikut:

1. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji - F)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

Bentuk pengujian :

H0C : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, dan kompensasi non finansial secara bersamaan terhadap kepuasan kerja karyawan.

H1C : Ada pengaruh yang signifikan dari kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, dan kompensasi non finansial secara bersamaan terhadap kepuasan kerja karyawan.

Pada penelitian ini nilai Fhitung akan dibandingkan dengan Ftabel pada tingkat signifikan () = 5%.

Kriteria penilaian hipotesis pada uji-F ini adalah : Terima H0c bila F hitung F tabel

Tolak H0c (terima H1c) bila F hitung > F tabel

2. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji - t)

Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah setiap variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

Bentuk pengujian :

1. H01 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi langsung terhadap kepuasan kerja karyawan.

H11 : Ada pengaruh yang signifikan dari kompensasi langsung terhadap kepuasan kerja karyawan.

2. H02 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi tidak langsung terhadap kepuasan kerja karyawan.

H12 : Ada pengaruh yang signifikan dari kompensasi tidak langsung terhadap kepuasan karyawan.

3. H03 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi non finansial terhadap kepuasan kerja karyawan.

H13 : Ada pengaruh yang signifikan dari kompensasi non finansial terhadap kepuasan kerja karyawan.

Pada penelitian ini nilai t hitung akan dibandingkan dengan t tabel pada tingkat signifikan () = 5%.

Kriteria pengambilan keputusan pada uji-t ini adalah : H0 diterima jika : -t tabel t hitung t tabel

H1 diterima jika : t hitung > t tabel t hitung - t tabel

3. Pengujian R2 (Koefisien Determinasi)

Pengujian ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen yang digunakan dalam penelitian mampu menjelaskan variasi total variabel dependen. Pengukuran besarnya persentase kebenaran dari uji regresi tersebut dapat dilihat melalui koefisien determinasi multiple R2 (koefisien determinan mengukur proporsi dari variasi yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas). Nilai R2 (koefisien determinasi) ini nilainya terletak antara 0 dan 1 (0 < R2

<1).

4.8 Jadwal Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 12 (dua belas) minggu efektif dengan jadwal pelaksanaan sebagaimana disajikan pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian

No Uraian Kegiatan Minggu

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Penyusunan proposal

penelitian

2 Penyusunan instrumen

pengumpulan data 3 Kolokium proposal dan

penyempurnaan instrumen 4 Pengumpulan data 5 Analisis data dan evaluasi 6 Penulisan draft laporan

penelitian

7 Seminar hasil penelitian dan

perbaikan laporan 8 Ujian gladikarya 9 Perbaikan dan penggandaan

laporan akhir

BAB V

GAMBARAN PERUSAHAAN

5. 1 SEJARAH PT ASURANSI JIWASRAYA

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Nama besar Asuransi Jiwasraya sebagai asuransi terbesar dan tertua di Indonesia, tidak lepas dari sejarah perjalanan panjang yang dilaluinya. Ibarat buah kelapa, semakin tua semakin banyak santannya. Demikian pula Asuransi Jiwasraya yang telah berdiri sejak 156 tahun yang lalu, kini masih tetap tegar berdiri, bahkan menjadi asuransi terbesar di Indonesia. Perjalanan panjang Asuransi Jiwasraya berasal dari kemunculan kaum politikeis, baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang mengubah pandangan politik mereka terhadap praktek kolonialisme.

Pada awal paruh kedua abad ke-19 atau sekitar tahun 1850, susunan pemerintah kolonialisme Belanda di Indonesia belum lengkap dengan segala urusan yang masih terpusat di kantor Gubernur Jenderal, sedang urusan di daerah-daerah ditangani oleh pejabat "controleur", semacam pengawas yang bertanggung jawab atas pelaksanaan keputusan-keputusan gubernur. Dari pandangan tersebut, maka berdirilah perusahaan yang bernama NILLMIJ pada tahun 1859.

Perusahaan ini berdiri dengan tujuan mulia yaitu mendidik masyarakat untuk merencanakan masa depan. Tanggal 31 Desember 1859 menjadi awal kiprah Jiwasraya di Indonesia yang lahir dengan nama NILLMIJ (Nederlansche Indische Leverzekering en Lifferente Maatscheppij) yang secara bebas dapat diterjemahkan menjadi "Perusahaan Asuransi Jiwa Hari Tua Hindia Belanda".

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1960 yang masa

berlakunya surat sejak tanggal 3 Desember 1957, maka di dalam pasal yang bersangkutan dengan asuransi jiwa perusahaan-perusahaan asuransi yang tadinya milik pemerintah Belanda maka terhitung mulai berlakunya peraturan pemerintah tersebut dinasionalisasikan menjadi perusahaan milik Pemerintah Republik Indonesia yang kemudian dijadikan Perusahaan Milik Negara. Perusahaan yang dinasionalisasikan tersebut adalah:

a. NILLMIJ Van 1859, kantor pusat Jakarta.

b. De Nederlanden Van 1845, Cabang Jakarta, pusat di Gravenhage (Belanda).

c. De Olveh Van 1879, Cabang Jakarta, pusat di Gravenhage (Belanda).

d. Easte Nederlandsh Verzerkering Op Het Leven Entegen Invailiqiteria NV, Cabang Surabaya, pusat di Gravenhage (Belanda).

e. Amstelveen, Cabang Surabaya, pusat Belnda.

f. Nasional Levenverzekerings Bank Cabang Jakarta, pusat di Rotterdam.

g. Holandshe Societeit Van Levenzekering Cabang Jakarta, pusat di Amsterdam.

h. Levenverzekering Maatshappy HAV - BANK Cabang Jakarta, pusat di Schieden (Belanda).

i. PT Pertanggungan Dharma Nasional.

Perusahaan-perusahaan yang sudah dinasionalisasi oleh pemerintah RI sesuai dengan keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA/5/126/10 pada tanggal 17 Desember 1960 yang seyogyanya penggabungannya diberi nama "Nillmi Van 1859" menjadi "PT Pertanggungan Eka Sejahtera". Mulanya beralamat di jalan

Hindu No. 8 dan selanjutnya di jalan Perdana No. 42 Medan.

Dalam perkembangan "Pertanggungan Eka Sejahtera" terdapat hambatan- hambatan, sehingga perusahaan meninjau status perusahaan tersebut dengan PP No. 214 tahun 1961, PT. Pertanggungan Jiwa Eka Sejahtera menjadi perusahaan

Dalam perkembangan "Pertanggungan Eka Sejahtera" terdapat hambatan- hambatan, sehingga perusahaan meninjau status perusahaan tersebut dengan PP No. 214 tahun 1961, PT. Pertanggungan Jiwa Eka Sejahtera menjadi perusahaan