• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN

42

Jurnal Ilmiah Kesmastra, ISSN: 2252-4452 Vol. 9 No.4 Edisi Desember 2020-Februari 2021

====================================================================

Received: 12 Desember 2020 :: Accepted: 28 Januari 2021 :: Published: 29 Februari 2021

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN

43 kesehatan merupakan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap asuhan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan norma/etika sehingga pasien merasa puas dan aman (Bustami, 2011).

Kepuasan pasien

merupakan kunci berhasilnya suatu pelayanan kesehatan. Menurut Nursalam (2014) mengemukakan bahwa konsep mutu layanan yang berkaitan dengan kepuasan pasien ditentukan oleh lima unsur yang biasa dikenal dengan istilah mutu

layanan “SERVQUAL”

(responsiveness, assurance, tangible, empathy dan reliability).

Jika pelayanan kesehatan sempurna maka pasien akan puas dan mutu pelayanan kesehatan baik. Rumah sakit yang memberikan pelayanan yang baik terbukti memliki mutu yang baik.

Pasien akan puas jika kinerja layanan kesehatan sesuai dengan harapannya dan sebaliknya jika tidak sesuai pasien akan tidak puas (Pohan, 2007).

Rumah Sakit Umum dr. G.

L. Tobing PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa sebagai salah satu penyedia pelayanan kesehatan yang menerima pasien rawat jalan khususnya poliklinik. Fasilitas dan bangunan dari Rumah Sakit ini bertambah seperti peralatan, tenaga kerja dan poliklinik (dalam, anak, penyakit kulit dan IGD) dengan melayani pasien 6 hari jam kerja sedangkan untuk IGD, loket dan apotek buka 24 jam setiap hari (Profil Kesehatan RS GL Tobing, 2016).

Menurut hasil penelitian Anna (2009) menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara

kepuasan pasien dengan mutu pelayanan. Pasien menyatakan keluhan bahwa tidak menerima informasi yang kurang jelas mengenai penyakitnya, fasilitas yang ada dirumah sakit kurang memadai dan pelayanan yang diberikan petugas lambat.

Berdasarkan survei awal yang di lakukan di Poliklinik Rumah Sakit GL Tobing Tanjung Morawa, jumlah pasien rawat jalan sebanyak 18,815. Walaupun jumlah pasien semakin meningkat namun berdasarkan hasil survei diketahui ada pasien yang menunjukkan rasa kecewa dan komplein dengan pelayanan di poliklinik, jadi diasumsikan bahwasannya pasien merasa kecewa dengan pelayanan yang dilakukan. Selain itu terlihat juga petugas kesehatan di bagian poliklinik tidak peduli dan tidak ada respon pada saat pasien dan keluarga kebingungan. Sehingga diasumsikan pasien kurang puas terhadap pelayanan di Poliklinik Rumah Sakit. Laporan bulanan kunjungan pasien di Rumah Sakit dr GL Tobing menunjukkan bahwa selama dua bulan terakhir, bulan oktober tahun 2016 sampai dengan bulan november tahun 2016 mengalami penurunan kunjungan pasien, data pasien pengguna pelayanan kesehatan pada bulan oktober tahun 2016, yaitu jumlah kunjungan pasien di poliklinik rawat jalan sebanyak 1,680 pasien (32%), namun pada bulan november tahun 2016 mengalami penurunan sebanyak 1,590 pasien (30%). Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah kunjungan selama dua bulan terakhir telah mengalami

penurunan. Hal ini

mengindikasikan bahwa

44

Jurnal Ilmiah Kesmastra, ISSN: 2252-4452 Vol. 9 No.4 Edisi Desember 2020-Februari 2021

====================================================================

Received: 12 Desember 2020 :: Accepted: 28 Januari 2021 :: Published: 29 Februari 2021

kemungkinan adanya

ketidakpuasan pasien terhadap kualitas pelayanan yang diberikan, sehingga memengaruhi tingkat pemanfaatan pelayanan Rumah Sakit dr GL Tobing. Rumah Sakit dr GL Tobing adalah salah satu rumah sakit umum di kota Tanjung Morawa yang memiliki tujuan memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Berdasarkan data kunjungan rawat jalan diketahui bahwa jumlah pasien rawat jalan mengalami penurunan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius bagi pihak pimpinan dan seluruh karyawan rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan terutama yang terkait dengan beberapa keluhan tersebut (Profil Kesehatan PT. Perkebunan Nusantara II Dinas RS GL Tobing, 2016).

2. METODE

Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit dr G.L Tobing Tanjung Morawa.

Pengambilan sampel dilakukan

dengan menggunakan

accidental sampling. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder di Rumah Sakit GL Tobing Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dan data dari berbagai sumber yang telah ada. Variabel independen dalam penelitian ini

adalah mutu pelayanan kesehatan dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien.

3. HASIL

Hasil penelitian dijelaskan pada tabel berikut ini:

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden

Variabel F %

Umur

< 20 tahun 15 17,9

20-35 tahun 24 28,6

> 35 tahun 45 53,6

Total 84 100,0

Jenis Kelamin

Laki-laki 38 45,2

Perempuan 46 54,8

Total 84 100,0

Pendidikan Terakhir

SD 3 3,6

SMP SMA D3/S1 S2

12 43 20 6

14,3 51,2 23,8 7,1

Total 84 100,0

Pekerjaan

Wiraswasta 12 14,3

IRT Petani PNS

Tidak Bekerja

33 11 3 25

39,3 13,1 3,6 29,8

Total 84 100,0

Tabel 1 menunjukkan jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 84 orang. Mayoritas umur > 35 tahun sebanyak 45 orang (53,6%), jenis kelamin perempuan sebanyak 46 orang (54,8%), pendidikan terakhir SMA sebanyak 43 orang (51,2%), pekerjaan IRT sebanyak 33 orang (39,3%)

45 Tabel 2. Distribusi Frekuensi

Mutu Layanan Kesehatan

Mutu Layanan F %

Tidak Baik 36 42,9

Baik 48 57,1

Total 84 100,0

Tabel 2 menunjukkan bahwa mutu layanan kategori baik sebanyak 49 orang (57,1%).

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pasien

Kepuasan Pasien F %

Tidak Puas 49 58,3

Puas 35 41,7

Total 84 100,0

Tabel 3 menunjukkan bahwa kepuasan pasien kategori tidak puas sebanyak 49 orang (58,3%).

Tabel 4. Hubungan Variabel Independen dengan Variabel

Dependen

Variabel

Tidak

Puas Puas f % f % Bukti Fisik

Tidak Baik 40 80,0 10 20,0 Baik 7 20,0 27 80,0 Kehandalan

Tidak Baik 27 51,0 19 49,5 Baik 20 49,0 18 50,5 Ketanggapan

Tidak Baik 34 63,7 12 29,9 Baik 13 36,3 25 70,1 Jaminan

Tidak Baik 29 61,7 18 48,6 Baik 18 38,3 19 51,4 Empati

Tidak Baik 40 80,0 7 20,6

Baik 10 20,0 27 79,4 Tabel 4 menunjukkan bahwa mayoritas kepuasan pasien kategori tidak puas dengan bukti fisik kategori tidak baik sebanyak 40 orang (80%), kehandalan kategori tidak baik sebanyak 27 orang (51%), ketanggapan kategori tidak baik sebanyak 34 orang (63,7%), jaminan dengan kategori tidak baik sebanyak 29 orang (61,7%) dan empati kategori tidak baik sebanyak 40 orang (80%).

4. PEMBAHASAN

Hubungan bukti fisik dengan kepuasan pasien mayoritas kategori tidak baik sebanyak 40 orangHubungan bukti fisik yang tidak menghasilkan responden yang tidak puas sebanyak 40 responden. Bukti fisik yang baik menghasilkan responden tidak puas sebanyak 7 responden dan puas 27 responden.

Menurut Nurachmah (2004) menyatakan bahwa tampilan sarana dan prasarana suatu rumah sakit harus bisa diandalkan sehingga menjadi bukti nyata dalam pelayanan kesehatan yang diberikan

kepada pasien dan

keberadaannya bisa dikenal oleh pihak luar.

Hubungan kehandalan dengan kepuasan pasien mayoritas kategori tidak baik

46

Jurnal Ilmiah Kesmastra, ISSN: 2252-4452 Vol. 9 No.4 Edisi Desember 2020-Februari 2021

====================================================================

Received: 12 Desember 2020 :: Accepted: 28 Januari 2021 :: Published: 29 Februari 2021

sebanyak 46 orang Hubungan Kehandalan yang baik mayoritas menghasilkan responden tidak puas sebanyak 20 orang.

Hal ini sesuai dengan teori Triwibowo (2013) yaitu tenaga kesehatan dalam melakukan kemampuan rumah sakit memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.

Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pasien tanpa kesalahan, sikap yang simpatik dan dengan akurasi yang tinggi, pemberian informasi yang baik sehingga tidak terjadi keluhan pasien.

Dalam pelayanan kesehatan yang bermutu sangat mempengaruhi kepuasan pasien di poliklinik. Disisi lain,

penyebab sumber

ketidakpuasan pasien sering sering disebabkan karena pasien misalnya terlalu lama,

“Provider” kurang ramah, keterampilan juga kurang, akan membuat pasien kecewa. Faktor kepuasan pasien juga dapat menciptakan presepsi masyarakat tentang citra rumah sakit.

Hubungan ketanggapan dengan kepuasan pasien mayoritas kategori tidak baik sebanyak 34 orang dan pasien puas sejumlah 34 orang.

Menurut Anna (2009) kebijakan untuk membantu dan

memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pasien dengan penyampaian informasi yang jelas. Pasien akan merasa tidak puas dan timbul sikap negatif jika menunggu tidak dengan alasan yang jelas.

Untuk mengatasinya tenaga kesehatan harus memberikan informasi yang jelas sehingga terjalin hubungan yang harmonis.

Hubungan jaminan dengan kepuasan pasien mayoritas tidak baik sebanyak 47 orang dan tidak puas sejumlah 29 orang.

Menurut Anna (2009) menunjukkan pengetahuan, kesopan satunan dan kemampuan para pegawai rumah sakit menumbuhkan rasa percaya para pasien. Hal ini meliputi beberapa komponen antara lain komunikasi (communication), kredibilitas (credibility), keamanan (security), kompetensi (competence), dan sopan santun (courtesy). Membiarkan konsumen menunggu tanpa ada alasan yang jelas menyebabkan persepsi negatif dalam kualitas pelayanan yang menyatakan bahwa tenaga kesehatan dalam melakukan kebijakan atau memberikan informasi harus efektif sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan terhindar dari compain atau ketidak puasan pasien.

Hubungan empati dengan kepuasan pasien mayoritas

47 kategori tidak baik sebanyak 40 orang.

Menurut Anna (2009) menunjukkan memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan pasien.

Dimana suatu perusahaan maupun rumah sakit diharapkan memiliki pengetahuan dan pengertian tentang pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi pasien.

5. KESIMPULAN

Kesimpulan pada penelitian ini yaitu:

a. Ada hubungan bukti fisik dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit GL Tobing Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang b. Ada hubungan ketanggapan

dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit GL Tobing Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang c. Ada hubungan empati

dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit GL Tobing Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang

DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah, Dedi dan Ratna Muliawati. 2013. Pilar Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta : Nuha Medika.

Arikunto, Suharsimi. 2006.

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta : Rineka Cipta.

Asmuji. 2013.Buku Panduan

Manajemen Mutu

Pelayanan Kesehatan.

Magelang : Jakarta.

Bustami. 2011. Penjamin Mutu Pelayanan Kesehatan dan Akseptabilitasnya.

Jakarta:Erlangga.

Kepmenkes RI Nomor 66/Menkes/SK/II/1987.

Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit. 1987.

Jakarta : Menkes RI : 1987.

Lupiyoadi, Rambat dan A.

Hamdani. 2010. Jaminan Kepuasan Pelanggan.

Jakarta : Salemba Empat.

Mubarak, Wahit Iqbal dan Nurul Chayatin. 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat : Teori dan Aplikasi. Jakarta : Salemba Medika.

Mukti, Ali Ghufron. 2007.

Strategi Terkini Peningkatan Mutu PelayananKesehatan : Konsep Implementasi.

Yogyakarta : PT. Karya Husada Mukti.

48

Jurnal Ilmiah Kesmastra, ISSN: 2252-4452 Vol. 9 No.4 Edisi Desember 2020-Februari 2021

====================================================================

Received: 12 Desember 2020 :: Accepted: 28 Januari 2021 :: Published: 29 Februari 2021

Notoatmodjo, Soekidjo. 2011.

Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Revisi.Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam. 2014. Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional Edisi 4. Jakarta : Salemba Medika.

Pohan, Imbalo S. 2007.

Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan, Dasar-dasar Pengertian. Jakarta : Kesaint Blanc.

Sabarguna, Boy S. 2008.

Quality Assurance Pelayanan Rumah Sakit Edisi Revisi. Jakarta : CV Sagung Seto.

Saryono dan Mekar Dwi Anggraeni. 2013.

Metodologi Penelitian Kuantitatif danKualitatif dalam Bidang Kesehatan.

Yogyakarta : Nuha Medika.

Supriyanto, S dan Ernawaty.

2010. Pemasaran Industri Jasa Kesehatan.Yogyakarta : Andi.

Tjiptono, F. 2012. Prinsip – Prinsip Service Quality and Satisfaction. Andi Offset : Yogyakarta.

Dokumen terkait