• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN

5.2 Hubungan Pendidikan Dengan Pemakaian MKJP Di wilayah

Tingkat pendidikan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang untuk bertindak dan mencari penyebab serta solusi dalam hidupnya. Oleh karena itu orang yang berpendidikan akan lebih muda menerima gagasan baru. Demikian pula halnya dengan menentukan pola perencanaan keluarga dan pola dasar penggunaan kontrasepsi serta peningkatan kesejahteraan keluarga (Manuaba, 2009).

Hasil analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan pendidikan ibu dengan pemakaian MKJP dengan nilai p = 0,038. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden MKJP memiliki tingkat pendidikan lanjutan (diploma, sarjana) yaitu 31 orang (66,0%) dan mayoritas responden Non-MKJP memiliki tingkat pendidikan dasar (tidak tamat SD, SD, SMP, SMU) yaitu 26 orang (55,3%). Ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan ibu maka semakin tinggi pula kemungkinan ibu menggunakan MKJP. Hal ini dapat dilihat dari nilai OR sebesar 2,399 yang berarti bahwa ibu yang memiliki tingkat pendidikan lanjutan (diploma, sarjana) akan mempunyai kemungkinan sebesar 2,399 kali menggunakan MKJP dibandingkan dengan ibu yang memiliki tingkat pendidikan dasar.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yusuf (2009) yang menyatakan bahwa ada hubungan antara proporsi pemakaian MKJP oleh responden yang berpendidikan rendah dan berpendidikan tinggi. Ibu yang

berpendidikan mempunyai kemungkinan 3 kali lebih besar untuk memakai kontrasepsi MKJP dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan rendah.

Pendidikan menunjukan hubungan yang positif dengan pemakaian jenis kontrasepsi artinya semakin tinggi pendidikan cenderung memakai kontrasepsi efektif. Hal ini dikarenakan pendidikan dapat memperluas pengetahuan mengenai alat kontrasepsi, mengetahui keuntungan yang diperoleh dengan memakai kontrasepsi, meningkatkan kecermatan dalam memilih/memakai alat kontrasepsi yang dibutuhkan dan juga kemampuan untuk mengetahui efek samping dari masing-masing alat kontrasepsi (Rifai, 2009).

5.3 Hubungan Pekerjaan dengan Pemakaian MKJP di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2015

Penelitian yang dilakukan oleh BKkbN dan LDFEUI (2009) status pekerjaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pemakaian kontrasepsi. Jadi besar kemungkinan wanita yang bekerja akan lebih menyadarin kegunaan dan manfaat kontrasepsi dari wanita yang tidak bekerja.

Hasil analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan pekerjaan ibu dengan pemakaian MKJP dengan nilai p = 0,019. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden baik Non-MKJP maupun MKJP bekerja yaitu MKJP 35 orang (74,5%) dan Non-MKJP 24 orang (51,1%). Berarti bahwa ibu yang bekerja memiliki kemungkinan menggunakan MKJP dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Sesuai dengan hasil OR sebesar 2,795 sehingga disimpulkan bahwa ibu yang bekerja akan mempunyai kemungkinan sebesar 2,795 kali menggunakan MKJP dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja.

Sesuai dengan hasil penelitian Amiranty (2009) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan bermakna antara status pekerjaan dengan pemakaian MKJP. Ibu yang bekerja memiliki peluang sebesar 2 kali untuk memakai MKJP dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja.

5.4 Hubungan Pengetahuan dengan Pemakaian MKJP di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2015

Pengetahuan (knowledge) adalah hasil “tahu” dan ini terjadi setelah

melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia yaitu indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2007).

Berdasarkan hasil analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemakaian MKJP dengan nilai p = 0,023. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebesar 61,7% responden Non-MKJP dan 70,2% responden Non-MKJP tidak tahu bahwa pemakaian kontrasepsi AKBK (implan) adalah 3-5 tahun, sebesar 68,1% responden Non-MKJP dan 57,4% responden MKJP tidak tahu bahwa alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim (berbentuk spiral), sebesar 51,1% responden Non-MKJP dan 53,2% MKJP tidak tahu bahwa pemasangan IUD dilakukan saat setelah melahirkan, sebesar 59,6% responden Non-MKJP dan 51,1% responden MKJP tidak tahu bahwa IUD tidak dapat dipasang saat hamil dan sebesar 68,1% responden Non-MKJP dan 51,1% responden MKJP tidak tahu bahwa keuntungan kontrasepsi IUD adalah tidak memengaruhi hubungan seksual.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa mayoritas responden Non-MKJP memiliki pengetahuan kurang baik yaitu 28 orang (59,6%) dan mayoritas responden MKJP memiliki pengetahuan baik tentang MKJP yaitu 30 orang (63,8%) yang berarti bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu tentang MKJP maka semakin tinggi pula kemungkinan ibu menggunakan MKJP. Nilai OR sebesar 2,601 maka disimpulkan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang MKJP akan mempunyai kemungkinan sebesar 2,601 kali menggunakan MKJP dibandingkan dengan ibu yang pengetahuannya buruk tentang MKJP.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rainy (2011) dimana jumlah populasi 195 wanita dan jumlah sampel sebanyak 98 orang memperoleh hasil hubungan pengetahuan dengan kontrasepsi jangaka panjang ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden tentang kontrasepsi jangka panjang dengan pernah tidaknya responden di kontrasepsi jangka panjang pada tingkatan kepercayaan 95% (p=0,001).

5.5 Hubungan Dukungan Suami dengan Pemakaian MKJP di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2015

Dukungan suami salah satu faktor penguat (reinforcing factor) yang dapat mempengaruhi seseorang dalam berperilaku. Sedangkan dukungan keluarga dalam KB merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan tanggung jawab keluarga. Dalam hal ini adalah suami dalam mendukung dan memberikan kebebasan pada istri untuk menggunakan kontrasepssi jangka panjang (Darmawan, 2009).

Berdasarkan hasil analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemakaian MKJP dengan nilai p = 0,023.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebesar 39,4% suami tidak pernah menyarankan ibu untuk ikut MKJP, sebesar 70,2% suami tidak mendampingi ibu dalam pemakaian MKJP, sebesar 70,2% suami tidak mengetahui efek pemakaian MKJP, sebesar 61,7% suami tidak memberikan dukungan moral dalam pemakaian MKJP dan sebesar 59,6% suami tidak bersedia membiayai dalam pemakaian MKJP.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden Non-MKJP tidak mendapatkan dukungan suami yaitu 46 orang (97,9%) dan mayoritas responden MKJP mendapatkan dukungan suami yaitu 35 orang (74,5%) yang berarti bahwa ibu yang mendapatkan dukungan suami dalam memilih kontrasepsi jangka panjang kemungkinannya lebih tinggi menggunakan MKJP dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapat dukungan suami. Hal ini didukung dengan nilai OR sebesar 134,167 yang berarti bahwa ibu yang mendapatkan dukungan suami akan mempunyai kemungkinan sebesar 134,167 kali menggunakan MKJP dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapatkan dukungan suami.

Hartanto (2004) dalam Purba (2009) mengatakan bahwa seorang wanita apabila menggunakan kontrasepsi tidak akan dapat dipakai apabila tidak ada kerja sama dengan suami. Hal tersebut merupakan metode kesadaran akan fertilitas yang sangat membutuhkan kerja sama dan saling kontrasepsi percaya antara suami istri. Seorang istri dalam menggunakan kontrasepsi idealnya apabila memilihi/memakai metode kontrasepsi yang terbaik, saling bekerja sama dalam pemakaian kontrasepsi, membiayai biaya untuk kontrasepsi serta sama-sama memperhatikan tanda bahaya dari pemakaian kontrasepsi tersebut.

Alasan penggunaan MKJP oleh responden kasus adalah sebesar 55,3% menyatakan bahwa MKJP murah dan dapat dijangkau, sebesar 31,9% menyatakan bahwa pemakaiannya jangka panjang dan tingkat kegagalannya rendah, sebesar 4,3% menyatakan bahwa MKJP tidak mengganggu siklus haid dan sebesar 8,5% menyatakan bahwa MKJP dapat diterima oleh pasangan.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian mengenai hubungan karakteristik, pengetahuan dan dukungan suami terhadap pemakaian kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita pasangan usia subur di wilayah kerja puskesmas medan sunggal kecamatan medan sunggal tahun 2015, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Proporsi wanita PUS yang memakai kontrasepsi MKJP sebesar 50%.

2. Proporsi wanita PUS mayoritas berumur 20-35 tahun yaitu kasus 85,1% dan kontrol 74,5%, mayoritas kasus memiliki tingkat pendidikan lanjutan (diploma, sarjana) yaitu 66,0% dan kontrol memiliki tingkat pendidikan dasar (tidak tamat SD, SD, SMP, SMU) yaitu 55,3%, mayoritas kasus dan kontrol bekerja yaitu 74,5% pada kasus dan 51,1% pada kontrol, mayoritas kasus memiliki pengetahuan baik 63,8% dan kontrol memiliki pengetahuan kurang baik yaitu 59,6%, mayoritas kasus mendapatkan dukungan suami yaitu 74,5% dan kontrol tidak mendapatkan dukungan suami 97,9%.

3. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,038), pekerjaan (p=0,019), pengetahuan (p=0,023), dan dukungan suami (p<0,001) dengan pemakaian alat kontrasepsi MKJP di wilayah kerja Puskesmas Medan Sunggal Tahun 2015.

6.2Saran

1. Diharapkan kepada wanita pasangan usia subur agar lebih mau membuka diri dan menerima informasi dan penyuluhan-penyuluhan tentang KB khususnya MKJP yang dilaksanakan pihak penyelenggara.

2. Disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan agar memberikan penyuluhan dan promosi kepada masyarakat terutama pasangan usia subur (PUS) tentang kontrasepsi MKJP agar pengetahuan masyarakat khususnya pasangan usia subur terhadap MKJP menjadi lebih baik dan bersedia memilih/memakai MKJP sebagai kontrasepsi jangka panjang yang efisien dan efektif. Diharapkan kepada petugas kesehatan maupun petugas lapangan KB (PLKB), dalam memberikan konseling dan informasi kepada klien agar turut menyertakan suami guna meningkatkan partisipasi suami terhadap keikutsertaan istri dalam ber-KB, agara dapat menyetujui istri dalam memilih/memakai MKJP sebagai alat kontrasepsinya, dan dilakukannya safari KB secara gratis.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, 2006. Pengaruh Faktor Perilaku terhadap Persepsi Rasa Aman dengan

Lamanya Masyarakat Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD,

Universitas Diponegoro. Semarang

Ambar Kusumawati. 2012. Tingkat Pengetahuan Tentang MetodeKontrasepsi Vasektomi di Desa Babadan Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada Surakarta: KTI Amiranty, 2002. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Kon

trasepsi IUD di Puskesmas Jailolo Surakarta. Jurnal Karmila Volume: II No.02 Surakarta.

Annisa. 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemilihan

Kontrasepsi Non IUD Pada Akseptor KB Wanita Usia 20 39

Tahun.Skripsi, Universitas Diponegoro.

Arikunto. 2006. Prosedur Suatu Pendekatan Praktik. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Atikah Proverawati,dkk. 2010. Panduan Memilih Kontrasepsi.Penerbit Nuha Medika, Yogyakarta.

Bappenas. 2010. Kependudukan dan Keluarga Berencana.Jakarta. Medan diakses tanggal 28 Maret 2014.

BkkbN. 2012. Laporan Pencapaian KB Aktif Sumatera Utara.BkkbN. Sumatera Utara.

Darmawan. 2009. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Suami Dalam Menentukan Jenis Alat Kontrasepsi di Desa Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Politeknik Kesehatan Surakata: KTI.

Hidayat AAA. 2010. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data.Penerbit Salemba Medika, Jakarta..

Intan. 2009. Hubungan Tngkat Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kontrasepsi Pemakaian Kontrasepsi Hormonal di RW III Desa Karangasri, Ngawi . Universitas Sebelah Maret Surakarta: Skripsi

Lemeshow, S. (1997). Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan.Yogyakarta; University Press.

Manuaba, dkk. 2006. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Untuk Mahasiswa Bidan. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Manuaba, dkk. 2006. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Manuaba I.B.G. 2006. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Penerbit EGC, Jakarta.

Meilani N,dkk. 2010. Pelayanan Keluarga Berencana.Penerbit Fitramaya, Yogyakarta.

Nani Anggraini. 2013. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur Dengan Pemilihan Kontrasepsi Modern di Desa Suka Karya

Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Stikes Ubudiyah

Banda Aceh: Skripsi

Nia Subekti. 2012. Tingkat Pengetahuan Akseptor KB AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) Tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di BPS Yayuk Desy Desa Jeblogan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada Surakarta: KTI

Nikmah. 2010. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pasangan Usia Subur (PUS) Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi di Dusun II Desa Tanjung Anom Kec. Pancur Batu Kab.Deli Serdang.Skripsi, Universitas Sumatera Utara. Medan.

Nurfaika. 2012. Hubungan Karakteristik dan pengetahuan Wanita Usia Subur Dengan Pemilihan Kontrasepsi KB di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai cermin Kecamatan Tanjung Puran Kabupaten Langkat. Akademi Kebidanan Helvetia Medan: KTI

Nur Faika. 2013. Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Alat Kontrasepsi Kondom di Desa Kepuhsari Jeruk Sawit Gondangrejo

Karanganyart. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada

Surakarta: Skripsi

Notoatmodjo, S. 2005. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.Rineka Cipta, Jakarta.

Pinem, S. 2009. Kesehatan Reproduksi Dan Kontrasepsi. Cv. Tans Info Media: Jakarta.

Rahmi Fitri. 2012. Hubungan Faktor Predisposisi, Faktor Pemungkin Dan Faktor Penguat Dengan Pemilihan Kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau. Universitas Indonesia: Skripsi.

Raini Alus Fienalia. 2012. Faktor - faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok. Universitas Indonesia: Skripsi. Renny Astuti. 2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pasangan Usia

Subur (PUS) Tidak Memilih Metode Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Desa Pucangan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Universitas Muhammadiyah Surakarta: Skripsi

Saifuddin A.B. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Sarwono P. 2005.Ilmu Kandungan.Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

SDKI.2012. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. http://www.bkkbn.go.id/litbang/pusdu/Hasil%20Penelitian/SDKI%2012/ Laporan%20Pendahuluan%20SDKI%202012.pdf. Diakses 8 April 2014.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif. Penerbit Pustaka LP3ES, Jakarta. Sujiyatini. 2009. Paduan Lengkap KB Terkini.Penerbit Mitra Cendikia,

Yogyakarta.

Suryono. 2008. Pelayanan Keluarga Berencana dan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta Trans dan Info Media.

KUESIONER PENELITIAN

HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMAKAIAN METODE KONTRASEPSI

JANGKA PANJANG (MKJP) PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

MEDAN SUNGGAL KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2015 A.Karakteristik Responden Nama Ibu : Umur : Pendidikan : Pekerjaan : B.Pemakaian Kontrasepsi/Non MKJP

Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda (x). 1. Alat kontrasepsi apa yang sedang ibu gunakan ?

a..MJKP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang)

b. Non MKJP (Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) 2. Apa alasan ibu menggunakan alat kontrasepsi tersebut

a. Murah dan dapat dijangkau

b. Pemakaiannya jangka panjang dan tingkat kegagalannya rendah c. Tidak mengganggu siklus haid

d. Dapat diterima oleh pasangan

C.Pengetahuan tentang MKJP

3. Apakah yang dimaksud dengan kontrasepsi implant (AKBK) ?

a. Alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit (berbentuk susuk).

b. Spiral

c. Kontrasepsi mantap d. Senggama Terputus

4. Bagaimana Cara kerja implan (AKBK) ? a. Menekan ovulasi.

b. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke dalam tuba falopi c. Endometrium siap untuk nidasi

d. Menghambat transportasi gamet oleh tuba 5. Dimanakah tempat pemasangan implant ?

a. Lengan kanan b. Lengan kiri. c. Paha

d. Perut

6. Apa saja efek samping kontrasepsi AKBK (Implan) ? a. Perdarahan bercak (Spooting) ringan.

b. Mencegah sperma dan ovum bertemu c. Menstruasi

d. Tidak mengganggu ASI

7. Apa saja kontraindikasi dari AKBK (Implan) ? a. Hamil atau diduga hamil.

b. Sedang menyusui

c. Dapat dicabut setiap saat sesuai Kebutuhan d. Berat badan naik

8. Berapa lama pemakaian kontrasepsi AKBK ? a. < 3 tahun

b. 5 tahun c. 3 – 5 tahun. d. 10 tahun

9. Apakah yang dimaksud dengan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) ? a. Kontrasepsi berbentuk susuk

b. Kontrasepsi mantap

c. Alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam Rahim (berbentuk spiral). d. Kontrasepsi yang berbentuk tablet

10. Bagaimana Cara kerja IUD ?

a. mencegah sperma dan ovum bertemu. b. Endometrium siap untuk nidasi

c. Mempertebal selaput lender (endometrium) d. Terjadinya implantasi telur dalam uterus 11. Menurut Ibu,kapan IUD (AKDR) dapat di lepas?

a. Ketidak harmonisan rumah tangga b. Berat badan yang tidak bertambah c. Mengalami perdarahan.

d. Menekan ovulasi

12.Menurut Ibu dimana dipasang IUD ? a. Dalam rahim.

b. Bokong

c. Alat kemaluan d. Lengan

13. Kapan dilakukan pemasangan IUD ? a. Setelah melahirkan.

b. Pada masa hamil

c. Perdarahan yang tidak jelas d. Segera setelah bersih menstruasi 14. Kapan IUD tidak dapat di pasang ?

a. Hamil. b. Menstruasi c. Abortus d. Seksio secarea

15. Berapa lama pemakaian kontrasepsi IUD ? a. ≤ 5 tahun

b. 5-10 tahun. c. ≥ 10 tahun

d. Tidak tahu

16. Jadwal pemeriksaan ulang IUD adalah kecuali apa ? a.Dua minggu setelah pemasangan

b.Satu bulan setelah pemeriksaan pertama c.Satu minggu setelah pemasangan. d. Setiap enam bulan sampai satu tahun 17. Apa saja efek samping kontrasepsi IUD ?

a. Perdarahan yang bukan perdarahan haid b. Merusak dinding uterus

c. Berpengaruh terhadap hubungan seksual. d. Berat badan yang tidak bertambah 18. Apa saja kontraindikasi dari IUD ?

a. Kehamilan. b. Melahirkan c. Menstruasi

d. Bersamaan dengan seksio sesarea 19. Apa keuntungan dari kontrasepsi IUD ?

a. Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi b. Telah memiliki anak atau belum

c. Tidak mempengaruhi hubungan seksual. d. Nyeri haid

20. Kapan IUD dibuka ?:

a. Ingin hamil kembali.

b. Segera setelah menstruasi

c. Pada masa akhir nifas

d. Bersamaan dengan seksio sesarea

D. Dukungan Suami

1. Apakah suami ibu menganjurkan ibu untuk menggunakan alat kontrasepsi ? a. Ya

b. Tidak

2. Apakah suami setuju apabila ibu ikut menjadi akseptor KB ? a. Ya

b. Tidak

3. Apakah suami pernah menyarankan ibu untuk ikut memakai MKJP (Implan dan IUD)?

a. Ya b. Tidak

4.Apakah suami mendamping ibu dalam pemakaian MKJP (Implan dan IUD)? a. Ya

b. Tidak

5.Apakah suami ibu mengetahui tentang efek samping dari MKJP (Implan dan IUD) ?

a. Ya b. Tidak

6.Apakah suami menghormati keputusan ibu dalam memilih/memakai alat kontrasepsi yang akan digunakan?

a. Ya b. Tidak

7. Apakah suami ibu memberikan dukungan moral dalam pemakaian MKJP ?

a. Ya b. Tidak

8. Apakah suami bersedia membiayai dalam pemakaian MKJP (Implan dan IUD)? a. Ya

b. Tidak

Uji Validitas dan Reabilitas

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P1 10.53 24.257 .403 .862 P2 10.33 24.368 .492 .868 P3 10.37 24.654 .407 .871 P4 10.43 24.254 .468 .869 P5 10.33 24.299 .508 .867 P6 10.47 24.326 .443 .870 P7 10.33 24.368 .492 .868 P8 10.67 24.023 .508 .867 P9 10.60 24.248 .450 .870 P10 10.57 23.357 .638 .862 P11 10.53 24.257 .448 .870 P12 10.47 24.671 .371 .872 P13 10.57 24.461 .404 .871 P14 10.60 24.386 .421 .871 P15 10.57 23.702 .564 .865 P16 10.47 24.395 .429 .870 P17 10.47 23.844 .547 .866 P18 10.43 24.185 .483 .868 P19 10.57 23.289 .653 .862 P20 10.43 24.323 .453 .869 Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Dk1 3.27 6.064 .371 .863 Dk2 3.30 5.941 .418 .858 Dk3 3.33 5.678 .532 .844 Dk4 3.63 5.551 .734 .821 Dk5 3.63 5.551 .734 .821 Dk6 3.10 6.024 .480 .849 Dk7 3.43 5.151 .795 .810 Dk8 3.37 5.206 .758 .815

Output hasil penelitian

Umur * MKJP

Crosstab MKJP Total Non-MKJP MKJP

Umur 20-35 tahun Count 35 40 75

% within Umur 46.7% 53.3% 100.0% % within MKJP 74.5% 85.1% 79.8% % of Total 37.2% 42.6% 79.8% >35 tahun Count 12 7 19 % within Umur 63.2% 36.8% 100.0% % within MKJP 25.5% 14.9% 20.2% % of Total 12.8% 7.4% 20.2% Total Count 47 47 94 % within Umur 50.0% 50.0% 100.0% % within MKJP 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0%

Pendidikan * MKJP

Crosstab MKJP Total Non-MKJP MKJP

Pendidikan Tingkat pendidikan Dasar Count 26 16 42

% within Pendidikan 61.9% 38.1% 100.0%

% within MKJP 55.3% 34.0% 44.7%

% of Total 27.7% 17.0% 44.7%

Tingkat Pendidikan Lanjutan Count 21 31 52

% within Pendidikan 40.4% 59.6% 100.0% % within MKJP 44.7% 66.0% 55.3% % of Total 22.3% 33.0% 55.3% Total Count 47 47 94 % within Pendidikan 50.0% 50.0% 100.0% % within MKJP 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0%

Pekerjaan * MKJP

Crosstab

MKJP

Total

Non-MKJP MKJP

Pekerjaan Tidak bekerja Count 23 12 35

% within Pekerjaan 65.7% 34.3% 100.0% % within MKJP 48.9% 25.5% 37.2% % of Total 24.5% 12.8% 37.2% Bekerja Count 24 35 59 % within Pekerjaan 40.7% 59.3% 100.0% % within MKJP 51.1% 74.5% 62.8% % of Total 25.5% 37.2% 62.8% Total Count 47 47 94 % within Pekerjaan 50.0% 50.0% 100.0% % within MKJP 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0%

Pengetahuan * MKJP

Crosstab MKJP Total Non-MKJP MKJP

Pengetahuan Kurang baik Count 28 17 45

% within Pengetahuan 62.2% 37.8% 100.0% % within MKJP 59.6% 36.2% 47.9% % of Total 29.8% 18.1% 47.9% Baik Count 19 30 49 % within Pengetahuan 38.8% 61.2% 100.0% % within MKJP 40.4% 63.8% 52.1% % of Total 20.2% 31.9% 52.1% Total Count 47 47 94 % within Pengetahuan 50.0% 50.0% 100.0% % within MKJP 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0%

Dukungan Suami * MKJP

Crosstab

MKJP

Total

Non-MKJP MKJP

Dukungan Suami Tidak Count 46 12 58

% within Dukungan Suami 79.3% 20.7% 100.0%

% within MKJP 97.9% 25.5% 61.7%

% of Total 48.9% 12.8% 61.7%

Ya Count 1 35 36

% within Dukungan Suami 2.8% 97.2% 100.0%

% within MKJP 2.1% 74.5% 38.3%

% of Total 1.1% 37.2% 38.3%

Total Count 47 47 94

% within Dukungan Suami 50.0% 50.0% 100.0%

% within MKJP 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 50.0% 50.0% 100.0%

*Pengetahuan

P1

MKJP

Total

Non-MKJP MKJP

Menggunakan alat kontrasepsi MKJP.

Salah Count 47 0 47

% within Menggunakan alat kontrasepsi MKJP.

100.0% .0% 100.0%

% within MKJP 100.0% .0% 50.0%

% of Total 50.0% .0% 50.0%

Benar Count 0 47 47

% within Menggunakan alat kontrasepsi MKJP.

.0% 100.0% 100.0%

% within MKJP .0% 100.0% 50.0%

% of Total .0% 50.0% 50.0%

Total Count 47 47 94

% within Menggunakan alat kontrasepsi MKJP. 50.0% 50.0% 100.0% % within MKJP 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0% P2 MKJP Total Non-MKJP MKJP

Alasan menggunakan alat kontrasepsi tersebut adalah karena murah dan mudah dijangkau, pemakaiannya jangka panjang dan tingkat

kegagalannya rendah, tidak mengganggu siklus haid dan dapat diterima oleh pasangan.

Benar Count 47 47 94

% within Alasan menggunakan alat kontrasepsi tersebut adalah karena murah dan mudah dijangkau, pemakaiannya jangka panjang dan tingkat

kegagalannya rendah, tidak mengganggu siklus haid dan dapat diterima oleh pasangan.

50.0% 50.0% 100.0%

% within MKJP 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 50.0% 50.0% 100.0%

Total Count 47 47 94

% within Alasan menggunakan alat kontrasepsi tersebut adalah karena murah dan mudah dijangkau, pemakaiannya jangka panjang dan tingkat

kegagalannya rendah, tidak mengganggu siklus haid dan dapat diterima oleh pasangan.

50.0% 50.0% 100.0%

% within MKJP 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 50.0% 50.0% 100.0%

P3

MKJP

Total

Non-MKJP MKJP

Kontrasepsi implan (AKBK) adalah alat kontrasepsi yang disusupkan di bawah kulit (berbentuk susuk)

Salah Count 16 14 30

% within Kontrasepsi implan (AKBK) adalah alat kontrasepsi yang disusupkan di bawah kulit (berbentuk susuk)

53.3% 46.7% 100.0%

% within MKJP 34.0% 29.8% 31.9%

% of Total 17.0% 14.9% 31.9%

Benar Count 31 33 64

% within Kontrasepsi implan (AKBK) adalah alat kontrasepsi yang disusupkan di bawah kulit (berbentuk susuk)

48.4% 51.6% 100.0%

% within MKJP 66.0% 70.2% 68.1%

% of Total 33.0% 35.1% 68.1%

Total Count 47 47 94

% within Kontrasepsi implan (AKBK) adalah alat kontrasepsi yang disusupkan di bawah kulit (berbentuk susuk) 50.0% 50.0% 100.0% % within MKJP 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0% P4 MKJP Total Non-MKJP MKJP

Cara kerja implan (AKBK) adalah menekan ovulasi.

Salah Count 25 20 45

% within Cara kerja implan (AKBK) adalah menekan ovulasi.

55.6% 44.4% 100.0%

% within MKJP 53.2% 42.6% 47.9%

% of Total 26.6% 21.3% 47.9%

Benar Count 22 27 49

% within Cara kerja implan (AKBK) adalah menekan ovulasi.

44.9% 55.1% 100.0%

% within MKJP 46.8% 57.4% 52.1%

% of Total 23.4% 28.7% 52.1%

Total Count 47 47 94

% within Cara kerja implan (AKBK) adalah menekan ovulasi.

50.0% 50.0% 100.0%

% within MKJP 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 50.0% 50.0% 100.0%

P5

MKJP

Total

Non-MKJP MKJP

Tempat pemasangan implan adalah di lengan kiri.

Salah Count 14 13 27

% within Tempat pemasangan implan adalah di lengan kiri.

51.9% 48.1% 100.0%

% within MKJP 29.8% 27.7% 28.7%

% of Total 14.9% 13.8% 28.7%

Benar Count 33 34 67

% within Tempat pemasangan implan adalah di lengan kiri.

49.3% 50.7% 100.0%

% within MKJP 70.2% 72.3% 71.3%

% of Total 35.1% 36.2% 71.3%

Total Count 47 47 94

% within Tempat pemasangan implan adalah di lengan kiri.

50.0% 50.0% 100.0% % within MKJP 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0% P6 MKJP Total Non-MKJP MKJP

Efek samping kontrasepsi AKBK (implan) adalah perdarahan bercak (spooting) ringan.

Salah Count 26 15 41

% within Efek samping kontrasepsi AKBK (implan) adalah perdarahan bercak (spooting) ringan.

63.4% 36.6% 100.0%

% within MKJP 55.3% 31.9% 43.6%

% of Total 27.7% 16.0% 43.6%

Benar Count 21 32 53

% within Efek samping kontrasepsi AKBK (implan) adalah perdarahan bercak (spooting) ringan.

39.6% 60.4% 100.0%

% within MKJP 44.7% 68.1% 56.4%

% of Total 22.3% 34.0% 56.4%

Total Count 47 47 94

% within Efek samping kontrasepsi AKBK (implan) adalah perdarahan bercak (spooting) ringan.

50.0% 50.0% 100.0%

% within MKJP 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 50.0% 50.0% 100.0%

P7

MKJP

Total

Non-MKJP MKJP

Kontraindikasi AKBK (implan) adalah hamil atau diduga hamil.

Salah Count 10 9 19

Dokumen terkait