• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.7 Hubungan Penelitian Bata Beton Keramik Dengan Dunia

Perkembangan dan perubahan selalu terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara khususnya dunia pendidikan. Salah satu persoalan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan, khususnya pendidikan menengah dan kejuruan. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tersebut telah dan terus dilakukan, mulai dari berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan sampai dengan peningkatan mutu manajemen sekolah. Pendidikan diharapkan mampu mempengaruhi seseorang untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan baru, manusia dituntut untuk lebih maju dan berkembang dengan mampu menciptakan pengetahuan baru melalui penelitian-penelitian yang dapat menambah pengetahuan dalam dunia pendidikan.

Penelitian dalam dunia pendidikan khususnya bidang teknologi beton menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikembangkan. Para peneliti tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi-inovasi baru, contoh yang banyak dilakukan adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan limbah yang ada dilingkungan sekitar. Dalam penelitian ini peneliti memanfaatkan limbah pecahan keramik sebagai agregat kasar dalam pembuatan bata beton berlubang.

Dalam bidang pendidikan, penelitian ini merupakan pengetahuan baru bagi siswa yang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan khususnya jurusan Teknik Bangunan. Salah satu standar kompetensi yang diajarkan di SMK adalah

Menghitung Campuran Beton yang didalamnya berisi beberapa kompetensi dasar mengenai konstruksi beton, diantaranya definisi dan pengertian beton, bahan- bahan dan alat konstruksi beton, susunan beton dan memahami sifat-sifat dan kekuatan beton.

Penelitian bata beton berlubang dengan menggunakan pecahan keramik sebagai agregat kasar merupakan pengetahuan baru untuk standar kompetensi Menghitung Campuran Beton. Adapun tinjauan dalam penelitian ini yaitu menghitung rancangan adukan bata beton, memahami sifat-sifat bata beton keramik yaitu kuat tekan dan serapan airnya, menghitung anggaran biaya untuk per-m3 adukan bata beton. Tinjauan dalam penelitian ini berkaitan dengan kompetensi dasar yang diajarkan di bangku Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Teknik Bangunan. Siswa dapat mengetahui seberapa besar kuat tekan dan serapan air bata beton keramik dibandingkan dengan bata beton biasa, selain itu siswa dapat mengetahui sifat-sifat bahan susun bata beton keramik, dari berat jenis dan gradasi agregat halus (pasir), berat jenis, gradasi dan serapan air keramik sebagai agregat kasarnya.

Peneliti melakukan pengujian bahan terlebih dahulu untuk mengetahui sifat- sifat bahan susun bata beton keramik, dari berat jenis pasir dan keramik, peneliti dapat menghitung rancangan adukan yang dibutuhkan untuk membuat 1m3 adukan bata beton keramik. Setelah pengujian bahan peneliti melakukan pembuatan benda uji, dari pengecoran sampai dengan perawatan benda uji. Pengujian kuat tekan dan serapan air dilakukan pada benda uji setelah berumur 28 hari. Berdasarkan rancangan adukan beton kita dapat menghitung anggaran biaya

untuk tiap m3 adukan bata beton keramik, dari sini kita dapat mengetahui nilai ekonomis bata beton keramik dibanding bata beton biasa.

Dari uraian tersebut siswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru tentang bata beton keramik. Pengetahuan baru mengenai pembuatan bata beton berlubang dengan pecahan keramik sebagai agregat kasar dapat dimasukkan dalam kompetensi dasar konstruksi beton, karena dalam penelitian ini menyangkut beberapa aspek yang terkandung dalam materi pembelajaran konstruksi beton. Untuk lebih lengkapnya mengetahui kompetensi dasar konstruksi beton di SMK Bangunan dapat dilihat dalam silabus pada lampiran 9.

69

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari penelitian yang dilakukan, mulai dari uji bahan sampai uji kuat tekan bata beton berlubang serta dari hasil pengolahan data, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pecahan keramik dapat digolongkan kedalam jenis agregat ringan, karena mempunyai berat jenis 1,84 dan mempunyai kadar air 11% sehingga memenuhi syarat untuk pengganti agregat kasar dalam pembuatan bata beton berlubang.

2. Semakin banyak jumlah semen dan makin sedikit pecahan keramik dalam proporsi campuran bata beton berlubang diperoleh kuat tekan yang semakin tinggi. Kuat tekan tertinggi terdapat pada jumlah semen 400 Kg/m³ yaitu sebesar 18.766 MPa, namun demikian pada perbandingan jumlah semen 450 Kg/m³ mengalami penurunan kuat tekan yaitu sebesar 17.87 Mpa.

3. Semakin banyak jumlah pasta semen dan makin sedikit pecahan keramik dalam proporsi campuran bata beton berlubang diperoleh serap air yang semakin tinggi. Serap air terendah terdapat pada jumlah pasta semen 450 Kg/m³ yaitu sebesar 8,09 % dan serap air tertinggi pada jumlah pasta 675 Kg/m³ sebesar 9,39%.

4. Ditinjau dari kuat tekan dan nilai serap airnya, Bata Beton Berlubang menggunakan pecahan keramik masuk dalam kategori Bata Beton Berlubang mutu I, sehingga bisa digunakan sebagi bahan bangunan non struktur.

5. Ditinjau dari analisis ekonomi penggunaan pecahan keramik dalam pembuatan Bata Beton Berlubang mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan Batako pada umumnya yaitu sebesar Rp 354.416,70 per m³, sedangkan batako biasa Rp 464.380,-

5.2

Saran

Dari kesimpulan diatas penulis mempunyai saran sebagai berikut:

1. Ditinjau dari sifat-sifat agregat pecahan keramik dan hasil pengujian kuat tekan Bata Beton Berlubang maka pecahan keramik dapat digunakan sebagai pengganti agregat kasar dalam pembuatan Bata Beton Berlubang, oleh karena itu peneliti mengharapkan kepada masyarakat yang memiliki limbah pecahan keramik untuk dimanfaatkan dalam pembuatan beton non struktur.

2. Peneliti menyadari adanya keterbatasan pada penelitian ini, maka peneliti mengharapakan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terutama pengaruh kandungan kimia pada pecahan keramik terhadap sifat-sifat beton non struktur.

71

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.1989. Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A ( Bahan Bangunan Bukan

Logam) (SK SNI S-04-1989-F). Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. Bandung

Dian,M.2007. Pengaruh Penambahan Trus Muria Terhadap Kuat Tekan Dan

Serapan Air Pada Bata Beton Berlubang. Skripsi. Semarang : Universitas

Negeri Semarang

Frik,H dan Ch. Koesmartadi.1999.Ilmu Bahan Bangunan.Jakarta.

Kusumarhani.2008.Pemanfaatan Limbah tempurung kelapa sawit sebagai bahan

pembuatan batako. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang

Mukomoko,JA.1985.Dasar Penyusunan Anggaran Biaya Bangunan. Jakarta. Mustain.2006.Uji Kuat Tekan Dan Serapan Air Pada Bata Beton Berlubang

Dengan Bahan Ikat Kapur Dan Abu Layang. Skripsi. Semarang :

Universitas Negeri Semarang

Nanang.2004 Bata Beton Pejal Aplikasi Beton Non Pasir Ditinjau Dari Kuat

Tekan Dan Biaya Pembuatan. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri

Semarang

Prakoso,Joko.2006.Pengaruh Penambahan Abu Terbang Terhadap Kuat Tekan

Dan Serapan Air Pada Bata Beton Berlubang. Skripsi. Semarang :

Universitas Negeri Semarang

Sugiharti (2003) Pengaruh Pemakaian Pecahan Genteng Terhadap Sifat-Sifat

Bata Beton Pejal. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang

Suprapto, Hengky.2003. Kuat Tekan Bata Beton Non-Pasir Dengan Agregat

Kasar Pecahan Batu Padas. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri

Semarang

Sutiyono.2003.Bata Beton Pejal Dengan Variasi Perbandingan Agregat Dan

Semen Ditinjau Dari Kuat Tekan Dan Biaya Pembuatannya. Skripsi.

Semarang: Universitas Negeri Semarang

Wulan,D.2007. Pengaruh Penambahan Trus Muria Terhadap Kuat Tekan Dan

Serapan Air Pada Bata Beton Pejal. Skripsi. Semarang : Universitas

73

LABORATORIUM BAHAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Gd.E4 Lt.1 Kampus Sekaran, Gunung Pati, Semarang 50229

Hasil Pengujian Gradasi Pasir

Lubang Berat Persentase berat Berat kom Berat komulatif

ayakan tertahaan tertahan tertahan lolos

(mm) (gram) (%) (%) (%) 10 0 0 0 100 4.8 21.3 2.13 2.13 97.87 2.4 151.4 15.14 17.27 82.73 1.2 225.1 22.51 39.78 60.22 0.6 182.8 18.28 58.06 41.94 0.3 191.7 19.17 77.23 22.77 0.15 172.2 17.22 94.45 5.55 sisa 55.5 5.55 Jumlah 1000 100 288.92

Modulus Halus Butir ( MHB) = 288,92 / 100 = 2.89

Gambar 4.1 Grafik Gradasi Pasir Muntilan

Hasil Pemeriksaan Berat Jenis Pasir

No Uraian Sat Hasil

1 No cawan 1 2

2 Berat sampel jenuh permukaan (SSD) gram 500 500

3 Berat sampel kering oven gram 492 493

4 Berat labu ukur + air gram 1185 1185

5 Berat labu ukur + berat (SSD) + Air gram 1496 1495

6 Berat jenis ( bulk) 2.60 2.59

7 Berat jenis (SSD) 2.65 2.63

8 Berat jenis semu 2.72 2.69

9 Penyerapan 1.63 1.42

Berat jenis rata-rata 2.60

Bulk Spesific Grafity =

Bt B

Bk

+500 Bulk Sesific Gravity (SSD) =

Bt B+500−

500

Apparent spesific Gravity =

Bt Bk B Bk − + Absorption (penyerapan) = Bk Bk ) 500 ( − x 100 % Dimana :

Bt = Berat piknometer berisi pasir dan air Bk = Berat pasir setelah kering oven B = Berat piknometer berisi air

LABORATORIUM BAHAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Gd. E4 Lt. 1 Kampus Sekaran, Gunung Pati, Semarang 50229

Hasil Pemeriksaan Berat Jenis Keramik

Pengertian Berat Sampel (gr) Rata-rata Sampel 1 Sampel 2 Bk 4989 4984 Bj 5543 5539 Ba 2832 2820 BJ 1,840 1,833 1,837 Bj = Ba Bj Bk − Dimana :

Bk = Berat keramik kering oven

Bj = Berat keramik dalam keadaan permukaan jenuh Ba = Berat keramik dalam keranjang air

Tabel Analisis Gradasi Keramik

Lubang Berat Berat Berat Berat

Ayakan (mm) Tertahan (gr) Tertahan (%) Tertahan Lolos Kom (%) Kom (%) 40 0 0 0 100,00 20 2435,50 48,71 48,71 51,29 10 1561,00 31,22 79,93 20,07 4,8 780,00 15,60 95,53 4,47 2,4 223,50 4,47 100,00 0,00 1,2 0,00 0,00 100,00 0,00 0,6 0,00 0,00 100,00 0,00 0,3 0,00 0,00 100,00 0,00 0,15 0,00 0,00 100,00 0,00 Jumlah 5000,00 100,00 724,17 0,00

Modulus Halus Butir (MHB) = 724, 17 / 100 = 7,24

Tabel 2.4 Syarat Batas Gradasi Keramik

Lubang Berat Berat Tembus Komulatif (%) ayakan lolos Kom Ukuran butir maksimal 40 mm

(mm) (%) Batas Bawah Batas Atas

40 100,00 95 100

20 51,29 30 70

10 20,07 10 35

4,8 4,47 0 5

Gambar 4.2 Grafik Gradasi Keramik Hasil Uji Serap Air Keramik

Keterangan Berat (gr) Bk Bj Ba 4989 5543 2832 Serapa air (%) 11.1 Serapan air = x100% Bk Bk Bj

LABORATORIUM BAHAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Gd. E4 Lt. 1 Kampus Sekaran, Gunung Pati, Semarang 50229

Rancangan Adukan Bata Beton Berlubang

1. Ketentuan yang sudah ditentukan :

a. Berat Semen : 300 kg / m³ 350 kg / m³ 400 kg / m³ 450 kg / m³

b. F.a.s 0.5

2. Berdasarkan hasil pengujian di peroleh : a. BJ Pasir 2.6

b. BJ Keramik 1.84

c. Perbandingan berat pasir dan keramik 35% : 65% 3. Menentukan Berat Beton:

a. BJ agregat Campuran = ( 2,6 x 35 % ) + ( 1,84 x 65% )= 2.106 b. Kebutuhan Air = 300 x 0,5 = 150 liter

350 x 0,5 = 175 liter 400 x 0,5 = 200 liter 450 x 0,5 = 225 liter

4. Perkiraan berat Beton :

W btn : W semen ( 1+ fas ) + BJ agr.Camp [ V - W semen (fas+0,3175)] a. 300 ( 1 + 0,5 ) + 2,106 [ 980 - 300 (0,5+03175) ]

: 1997.38 kg / m³

: 1986.30 kg / m³

c. 400 ( 1 + 0,5 ) + 2,106 [ 980 - 400 (0,5+03175) ] : 1975.22 kg / m³

d. 450 ( 1 + 0,5 ) + 2,106 [ 980 - 450 (0,5+03175) ] : 1964.14 kg / m³

5. Berat Agregat Campuran :

W agr. Camp = W beton - W air - Wsemen

a. 1997,38 - 150 - 300 = 1547.38 kg / m³ b. 1986,30 - 175 - 350 = 1472.38 kg / m³ c. 1975,22 - 200 - 400 = 1375.22 kg / m³ d. 1964,14 - 225 - 450 = 1289.14 kg / m³ 6. Berat Agregat halus :

W agr. Halus = % agregar halus X berat agregar campuran a. 35% X 1547,38 = 541.58 kg / m³

b. 35% X 1472,38 = 515.33 kg / m³ c. 35% X 1375,22 = 481.33 kg / m³ d. 35% X 1289,14 = 451.20 kg / m³ 7. Berat Agregat Kasar :

W agr. Kasar = % agregat kasar x berat agregat campuran 1. 65% X 1547,38 = 1005.80 kg / m³

2. 65% X 1472,38 = 957.05 kg / m³ 3. 65% X 1375,22 = 893.89 kg / m³ 4. 65% X 1289,14 = 837.94 kg / m³

Rencana adukan bata beton berlubang ( 73% x Vol. beton pejal )

Volume Berat Air Semen

Agr. Halus Agr. Kasar ( kg/m³ ) ( lt ) ( kg ) ( kg ) ( kg ) 1997.38 150 300 541.58 1005.8 1 m³ Pejal 1986.30 175 350 515.33 957.05 1975.22 200 400 481.33 893.89 1964.14 225 450 451.2 837.94 1458.09 109.50 219.00 395.35 734.23 1 m³ Berlubang 1450.00 127.75 255.50 376.19 698.65 ( 73% x Pejal) 1441.91 146.00 292.00 351.37 652.54 1433.82 164.25 328.50 329.38 611.70 1 batako 15.98 1.2 2.4 4.33 8.05 ( 0,008 m³ ) 15.89 1.4 2.8 4.12 7.66 15.80 1.6 3.2 3.85 7.15 15.71 1.8 3.6 3.61 6.70 1 batako 11.66 0.876 1.752 3.16 5.87 berlubang 11.60 1.022 2.044 3.01 5.59 (73% x Pejal) 11.54 1.168 2.336 2.81 5.22 11.47 1.314 2.628 2.64 4.89 8 benda 93.32 7.008 14.016 25.30 46.99 uji 92.80 8.18 16.35 24.08 44.71 92.28 9.34 18.69 22.49 41.76 91.76 10.512 21.024 21.08 39.15 Total 35.04 70.08 92.95 172.62 Dalam Pelaksanaan 36.792 73.584 97.59 181.25 di tambah 5%

HASIL UJI SERAP AIR BATA BETON BERLUBANG

Pasta Kode Nilai Serap Air Sebelum dan Sesudah perendaman Semen

(kg/m³) Sampel

Berat Kering Oven (W1)

Berat Kering Udara (W2) Serapan Air (kg) Setelah Direndam 24 jam (kg) (%) 450 A1 9.358 10.06 7.50 A2 8.566 9.310 8.69 A3 8.174 8.928 9.22 525 B1 9.926 10.782 8.62 B2 8.815 9.642 9.38 B3 8.980 9.848 9.67 600 C1 10.83 11.725 8.26 C2 9.86 10.71 8.62 C3 8.53 9.29 8.91 675 D1 8.572 9.339 8.95 D2 9.423 10.297 9.28 D3 9.367 10.298 9.94

Gambar 4.4 Grafik Hubungan Serap Air Dengan Jumlah Pasta

Variasi Kode Berat Ukuran sisi

(cm) Luas Luas Luas Beban Kuat rata-rata

rata- rata Semen Sampel (kg) P L T Tamapang Lubang Tampang Tekan Tekan (kg/cm²) (Mpa)

(kg/m³) (cm²) (cm²) Bersih (kg) (kg/cm²) 300 A1 8.39 39 10 19.5 390 108 282 42158.03 149.50 156.64 15.66 A2 9.03 39.5 10 19.3 395 108 287 44158.03 153.86 A3 8.75 38 10 19.5 380 108 272 44158.03 162.35 A4 8.76 39 10 19.8 390 108 282 45158.03 160.13 A5 9.18 39.5 10 20 395 108 287 45158.03 157.35 350 B1 8.51 38 10 19.8 380 108 272 43158.03 158.67 165.98 16.60 B2 8.56 38 10 19.5 380 108 272 45158.03 166.02 B3 9.21 38.5 10 19.5 385 108 277 46158.03 166.64 B4 9.79 39 9.8 19 382.2 108 274.2 46158.03 168.34 B5 10.27 38.5 10 19.3 385 108 277 47158.03 170.25 400 C1 8.74 39 10 19 390 108 282 49158.03 174.32 187.76 18.78 C2 9.67 39 10 19 390 108 282 52158.03 184.96 C3 10.81 39 10 20 390 108 282 53158.03 188.50 C4 10.07 38.5 10 19.5 385 108 277 53158.03 191.91 C5 9.93 38 10 20 380 108 272 54158.03 199.11 450 D1 10.22 40 10 19.5 400 108 292 49158.03 168.35 178.72 17.87 D2 9.88 38.5 10 19.5 385 108 277 49158.03 177.47 D3 10.51 39.5 10 19.5 395 108 287 50158.03 174.77 D4 10.02 40 9.5 19 380 108 272 51158.03 188.08 D5 11.28 39 10 19.5 390 108 282 52158.03 184.96

Gambar 4.3 Grafik Hubungan Kuat Tekan dengan Jumlah Semen

Ayakan (mm) Kurva 1 Kurva 2 Kurva 3 Kurva 4 Pasir Keramik Campuran 0,35 : 0,65 40 100 100 100 100 100 100 100 20 50 59 67 75 100 51.290 68.34 10 36 44 52 60 100 20.070 48.05 4.8 24 32 40 47 97.87 4.470 37.16 2.4 18 25 31 38 82.73 0.000 28.96 1.2 12 17 24 30 60.22 0.000 21.08 0.6 7 12 17 23 41.94 0.000 14.68 0.3 3 7 11 15 22.77 0.000 7.97 0.15 0 0 2 5 5.55 0.000 1.94

Pencarian Limbah keramik Pembuatan Cetakan

Pemecahan Keramik Secara Manual Penimbangan Bahan

Foto-foto Proses Penelitian

Proses Pengecoran dan Pemadatan Bata Beton Sebelum di Uji

Dokumen terkait