• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manusia harus memahami hubungannya dengan

Tian dan Alam Bagaimana supaya

manusia tidak punah, Guru?

Melissa : “Hubungan yang bagaimana Guru”?

Guru Guo : “Nabi Kongzi bersabda bahwa ajaran Zhong Shu 忠恕

atau satya dan tepasarira sebagai ‘Jalan Suci Yang Satu Yang Menembusi Semuanya’, ajaran ini secara vertikal menjalin hubungan kepada Tian, Khalik Pencipta alam semesta dan secara horisontal menjalin hubungan antar manusia dan lingkungan hidupnya. Hubungan ketiga inilah yang disebut Sancai. Perhatikan gambar ini”.

Guru Guo : “Apakah kalian mengerti maksud gambar ini? Bagaimana kita menjalin hubungan dengan Tian”?

Zhenhui : “Dengan berdoa dan bersembahyang serta mematuhi Firman Tian”.

Guru Guo : “Benar sekali Melissa. Sebagai umat Khonghucu kita wajib mematuhi dan melaksanakan Firman Tian yang terpancar melalui ajaran Nabi Kongzi. Dalam kitab Yijing dijelaskan sifat-sifat Tian sebagai berikut”.

Guru Guo : “Dalam kitab Zhongyong Bab Utama tertulis, Firman Tian

itulah dinamai Watak Sejati. Benih-benih kebajikan yang terkandung dalam Watak Sejati berasal dari sifat-sifat Tian, perhatikan penjelasan berikut ini”.

Guru Guo : “Kewajiban manusia untuk merawat dan mengembangkan Watak Sejati tersebut sehingga manusia dapat memiliki sifat Xin atau dapat dipercaya. Kelimanya telah kita

pelajari dalam Wu Chang atau Lima Kebajikan”.

Rongxin : “Maaf Guru, apakah lingkungan hidup maksudnya alam semesta? termasuk binatang dan tumbuhan”?

Guru Guo : “Ya Rongxin. Alam semesta harus dijaga supaya alam lestari dan semua mahluk terpelihara. Mahluk hidup meliputi manusia, binatang, dan tumbuhan. Dalam kitab

Zhongyong bab Utama pasal 5 disebutkan, ”Bila dapat terselenggara Tengah dan Harmonis, maka kesejahteraan akan meliputi langit dan bumi, segenap mahluk dan benda akan terpelihara”.

Guru Guo : “Perhatikan gambar di bawah ini. Apa yang terjadi ketika pohon di hutan ditebang sembarangan“?

Guru Guo : “Ya, banjir akan menimbulkan banyak masalah baru, kerusakan alam dan kesehatan manusia akan terganggu. Demikian pula gambar di atas, pabrik- pabrik membuang limbah di sungai, akibatnya akan memperburuk kualitas air yang merupakan kebutuhan hidup yang vital. Dengan demikian akan mengganggu ekosistem atau sistem kehidupan di suatu lingkungan. Apakah kalian tahu”? Melissa : “Ikan-ikan akan keracunan dan mati”.

Guru Guo : ”Benar sekali, apakah kalian pernah melihat ikan yang mabuk di sungai”?

Zhenhui : “Pernah, orang-orang malah berebut mengambilnya. Kata Ibu, ikan tersebut tidak layak dimakan karena keracunan”. Guru Guo : ”Oleh karena itu orang perlu berpengetahuan supaya

benar dalam mengambil keputusan. Dalam hal ini kita wajib mengerti mana pokok dan mana yang ujung, mana yang wajib didahulukan dan mana yang wajib dilakukan kemudian. Mari kita buka kitab Sishu pada bagian Zhongyong bab Utama pasal 3. Tolong Melissa membacanya”.

Melissa : “Tiap benda itu mempunyai pangkal dan ujung; dan tiap perkara itu mempunyai awal dan akhir. Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian, ia sudah dekat dengan Jalan Suci”.

Guru Guo : “Terima kasih Melissa. Apakah kalian mengerti arti ujung pangkal kaitannya dengan manusia supaya tidak punah”? Yongki : Ya Guru, Yongki mengerti. Manusia harus menjaga dan

merawat alam semesta supaya tidak terganggu sehingga manusia tetap dapat hidup”.

Zhenhui : “Ujungnya manusia tetap hidup atau tidak punah, pangkalnya manusia harus berjuang menjaga ke-seimbangan alam”.

Guru Guo : “Benar, nah inilah yang disebut hukum sebab akibat. Jika manusia lalai akan kewajibannya mempertahankan lingkungan hidupnya dengan baik sebagai sebab maka

akibatnya kehidupan manusia akan terganggu, misalnya timbulnya berbagai macam penyakit yang menyebabkan manusia rentan. Kita telah mempelajari 2 hal, pertama hubungan manusia dengan Tian dan manusia dengan alam, masih ada satu lagi yaitu hubungan antar manusia. Mari kita baca ayat pada kitab Lunyu bab XV pasal 24, tolong Yongki membacanya”.

Yongki : Zigong bertanya, ”Adakah satu kata yang boleh menjadi pedoman sepanjang hidup?” Nabi bersabda, “Itulah Tepasarira! Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain”.

Guru Guo : “Apakah kalian dapat memberi contohnya”?

Melissa : “Kata Ibu, kalau tidak mau diejek, tidak boleh mengejek orang lain”.

Guru Guo : “Ya benar, tepasarira atau shu kelihatannya sederhana tetapi mengandung makna yang dalam, apabila kita dapat memperlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri, alangkah indahnya hubungan manusia. Tidak ada yang saling bertengkar, saling mengejek, dan saling menang sendiri. Maka dalam agama Khonghucu dikenal Lima Hubungan Kemasyarakatan atau Wu Lun. Perhatikan gambar di bawah ini. Apa artinya”?

Rongxin : “Keluarga, laki-laki dan perempuan, teman ..”. Yongki : “Dokter dan perawat, kakak dan adik ..”.

Guru Guo : “Gambar dokter dan suster menunjukkan hubungan pemimpin dan pembantu. Gambar keluarga menunjukkan hubungan orang tua dan anak. Gambar laki-laki dan perempuan menunjukkan hubungan suami dan istri, seperti ayah dan ibu kalian. Gambar berikutnya menunjukkan hubungan kakak dan adik. Gambar terakhir menunjukkan hubungan antara kawan dan sahabat. Perhatikan keterangan ini”.

Zhenhui : “Apa maksudnya hubungan tersebut Guru”?

Guru Guo : “Tadi sudah dijelaskan bahwa tepasarira sebagai pedoman sepanjang hidup, lima hubungan ini mempertegas bagaimana sikap masing-masing peran dalam berinteraksi. Mari kita buka kitab Mengzi bab XIIA pasal 4 ayat 8. Tolong Zhenhui baca”.

Zhenhui : “...Antara orangtua dan anak ada Kasih, antara pemimpin dan pembantu ada Kebenaran/Keadilan/Kewajiban, antara suami dan istri ada pembagian tugas, antara yang tua dan yang muda ada pengertian tentang kedudukan masing-masing dan antara kawan dan sahabat ada sifat Dapat Dipercaya.”.

Guru Guo : “Terima kasih Zhenhui. Apakah sekarang sudah mengerti maksud hubungan tersebut”?

Zhenhui : “ Ya, artinya setiap hubungan ada dasar utamanya sehingga menjadikan hubungan tersebut baik”.

Guru Guo : “Baik, demikianlah penjelasan tentang Sancai, semoga dapat kalian praktikkan. Wei De Dong Tian”.

Anak-anak : “Xian You Yi De”. Guru Guo : “Shanzai”.