IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5. Hasil dan Interpretasi Data
4.5.2 Hubungan Variabel Indikator dengan Variabel Laten
Hubungan variabel indikator dengan variabel latennya dapat diketahui dari nilailoading factor (λ)dan nilai t-valueyang ada pada model. Semakin besar nilai loading factor (λ) maka semakin besar pula pengaruh atau
kontribusi suatu variabel indikator dalam membentuk variabel latennya. Berdasarkan nilai yang dimiliki setiap variabel indikator dapat dinyatakan bahwa indikator rasa yang enak (X13) merupa kan indikator yang paling berpengaruh terhadap variabel laten produk (1) dengan nilai loading
factor (λ) sebesar 0,84. Mayoritas konsumen menilai suatu produk makanan
atau minuman memiliki kualitas yang baik jika produk tersebut memiliki rasa yang enak. Begitu juga pada produk Cimory Yoghurt Drink, konsumen menilai produk tersebut bagus karena memang rasanya yang enak. Penjelasan mengenai masing -masing indikator dari variabel laten atribut produk diantaranya adalah:
1. Kandungan nutrisi
Cimory Yoghurt Drink merupakan produk yoghurt yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap bahkan ada beberapa nutrisi yang nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan susu sebagai bahan baku utamanya. Berdasarkan hasil analisis SEM ternyata kandungan nutrisi
memiliki nilai loading factor sebesar 0.60 atau urutan keempat sebagai indikator yang dapat merefleksikan kualitas yoghurt. Konsumen yang mayoritas berpendidikan tinggi menilai Cimory Yoghurt Drink
merupakan produk yang memiliki kandungan nutrisi lengkap dan hal tersebut dapat menjadi alasan bagi mereka untuk melakukan pembelian ulang di masa yang akan datang.
2. Manfaat untuk pencernaan
Setiap produk pasti memiliki manfaat dan salah satu manfaat dari Cimory Yoghurt Drink adalah untuk menjaga kesehatan pencernaan. Ketika konsumen menilai bahwa produk tersebut benar -benar telah membuat pencernaan mereka menjadi sehat berarti secara tidak langsung mereka menilai bahwa produk yoghurt tersebut telah berhasil berdasarkan manfaatnya. Hal ini menjadikan indikator ini sebagai salah satu indikator yang bisa merefleksikan kualitas suatu produk yoghurt dengan nilai
loading factor sebesar 0.55. Oleh karena itu, Cimory Yoghurt Drink
merupakan produk dengan menfaat yang nyata sehingga bisa dikatakan atribut manfaat memang sesuai dalam mer efleksikan variabel atribut produk.
3. Rasa
Rasa merupakan indikator yang paling berperan penting dalam membentuk kualitas Cimory Yoghurt Drink dengan nilai loading factor
0,82. Mayoritas konsumen menilai bahwa alasan mereka membeli dan mengkonsumsi Cimory Yoghurt Drink karena rasanya yang enak. Oleh sebab itu PT Cimory perlu menjaga kualitas rasa dari Cimory Yoghurt Drink karena terbukti rasa merupakan alasan utama konsumen dalam membeliCimory Yoghurt Drink.
4. Varian rasa
Varian rasa menjadi indikator kedua se telah rasa yang mampu merepresentasikan kualitas dari Cimory Yoghurt Drink dengan loading factor sebesar 0,77. Cimory Yoghurt Drink sendiri merupakan salah satu produk yoghurt yang memiliki varian rasa yang banyak yakni sembilan rasa. Hal ini menjadi kekua tan dibandingkan dengan produk sejenis yang
dikeluarkan oleh pesaingnya. Oleh sebab itu, PT Cimory perlu mempertahankan jumlah varian rasa yang ada sekarang dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menambah jumlah varian rasa tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
5. Tingkat keasaman
Salah satu ciri khas dari produk yoghurt adalah rasanya yang asam. Hal ini dikarenakan adanya aktivitas bakteri fermentasi selama proses pembuatan yoghurt tersebut. Cimory Yoghurt Drink memiliki tingkat keasaman yang pas menurut selera konsumen dan hal tersebut menjadikan indikator tingkat keasaman sebagai salah satu indikator yang bisa merefleksikan kualitas suatu produk yoghurt dengan nilai loading factor sebesar 0.62. Oleh sebab itu, tingkat keasaman tersebut perl u dipertahankan oleh PT Cimory karena jika produk yoghurt terlalu asam atau malah kurang tingkat keasamannya maka dikhawatirkan konsumen akan menilai bahwa kualitas Cimory Yoghurt Drink tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal itu akan berdampak pada minat konsumen dalam melakukan pembelian ulang di masa yang akan datang.
6. Aroma
Aroma merupakan indikator terbesar kelima yang mampu merefleksikan kualitas produk yoghurt. Hal ini berdasarkan nilai loading factor sebesar 0,57. Cimory Yoghurt Drink memiliki aroma sesuai dengan rasanya dan konsumen pun menganggap aroma dari Cimory Yoghurt Drink harum. Oleh sebab itu PT Cimory perlu mempertahankan aroma dari produk tersebut.
7. Masa kadaluarsa yang tepat
Semua produk makanan dan minuman pasti ada masa kadaluarsanya, begitu juga dengan Cimory Yoghurt Drink yang memiliki masa kadaluarsa sekitar tiga bulan dalam kondisi penyimpanan yang baik. Masa kadaluarsa tersebut juga harus dicantumkan dalam kemasan produk agar konsumen dapat mengetahuinya. Menurut konsumen, masa kadaluarsa Cimory Yoghurt Drink ternyata belum begitu mempengaruhi
persepsi mereka tentang kualitas produk tersebut sehingga indikator ini hanya memiliki nilailoading factorsebesar 0,43.
8. Desain kemasan dan variasi gambar
Kedua indikator ini ternyata belum mam pu untuk merefleksikan Cimory Yoghurt Drink sebagai produk yang memiliki kualitas bagus dimata konsumen. Hal ini dikarenakan desain kemasan dan variasi gambar
Cimory Yoghurt Drink masih belum bisa dikatakan menarik menurut konsumen. Nilailoading factor dari kedua indikator pun merupakan yang terndah diantara indikator yang lain yakni hanya sebesar 0,32 dan 0,25.
Variabel laten selanjutnya adalah harga (2), indikator yang memiliki pengaruh paling besar adalah harga terjangkau (X23) dengan nilai loading factorsebesar 0,99. Berdasarkan karakteristik konsumen terlihat bahwa rata - rata konsumen Cimory Yoghurt Drink berasal dari kalangan menengah ke atas, sehingga harga yang dipatok oleh Cimory masih terjangkau dimata konsumennya. Indikator keinginan untuk mengg unakan produk (Y11) merupakan indikator yang paling berpengaruh terhadap variabel laten minat beli ulang dengan nilai loading factor sebesar 0,89. Variabel laten terakhir yang diamati adalah loyalitas konsumen, indikator yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap loyalitas konsumen adalah immunity (Y25) dengan nilailoading factor sebesar 0,75.
Konsumen Cimory Yoghurt Drink termasuk konsumen yang loyal namun masih dalam kategori loyalitas tersembunyi karena tingkat pembelian ulang mereka masih belum tin ggi. Bentuk loyalitas mereka hanya sebatas merekomendasikan produk kepada orang lain dan immunity yakni sikap dimana konsumen akan tetap setia pada produk tersebut meskipun ada yang menawarkan produk lain kepadanya. Oleh sebab itu PT Cimory perlu melakukan suatu strategi dimana strategi tersebut bisa meningkatkan minat beli ulang konsumen agar bisa mencapai tingkat loyalitas premium. Hasil analisis t-valuememperlihatkan bahwa semua variabel indikator memiliki t -
value lebih besar dari 1,96 yang berarti sem ua variabel tersebut signifikan secara nyata. Nilai loading factor (λ)dan nilai t-valueuntuk semua indikator dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Nilai Loading Factor (λ) dan t-value untuk Semua Variabel Indikator
Variabel
Laten Variabel indikator
Loading
factor(λ) t-value
Atribut Produk
Rasa enak X13 0.82 10.87
Varian rasa banyak X14 0.77 10.18
Tingkat keasaman X15 0.62 8.04
Kandungan nutrisi X11 0.60 7.51
Aroma X16 0.57 7.25
Manfaat untuk pencernaan X12 0.55 6.69
Masa Kadaluarsa X17 0.43 5.21
Desain kemasan X18 0.32 3.87
Variasi Gambar X19 0.25 2.97
Harga
Harga terjangkau X23 0.99 17.09
Harga masih masuk akal X23 0.80 12.09 Harga sesuai kualitas X21 0.70 10.16
Minat Beli Ulang
Keinginan untuk
menggunakan produk Y11 0.88 -
Rencana menggunakan produk
di masa datang Y12 0.78 11.02
Kebutuhan menggunakan
produk Y13 0.78 11.11
Loyalitas Konsumen
Immunity Y24 0.76 5.29
Rekomendasi kepada orang
lain Y23 0.69 4.88
Memberitahu hal positif Y22 0.55 4.46
Repeat purchase Y21 0.47 -
Sumber: Data Primer Diolah (2011)