Menempati region dengan garis lintang rendah sekitar garis ekuator atau kha-tulistiwa. Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Hutan basah terdapat di daerah tropika meli-puti semenanjung Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Madagaskar, Australia Bagian Utara, Indonesia dan Malaysia. Meliputi daerah aliran sungai Amazon-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lem-bah Kongo di Afrika.
Curah hujan tahunan melebihi 2000 mm, yang jatuh sepanjang tahun, dengan satu bulan atau lebih dengan perioda relatif kering. Suhu dan laju penyinaran tinggi, kelembaban udara relatif sepanjang waktu tinggi, dengan variasi musim sangat kecil.
Di hutan ini terdapat beraneka jenis tumbuhan yang dapat hidup karena mendapat sinar matahari dan curah hujan yang cukup.
Gambar 44. Bioma Hutan Hujan Tropika
Sumber : Campbell, N.A., J.B. Reece, L.G. Mitcheel, 2004, dan http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/01/hutan-tropis-01.jpg
Karakteristik fisik bioma hutan hujan tropis
Potensi pertumbuhan yang menerus di daerah beriklim tropika yang lembab membuat hutan hujan tropika adalah satu-satunya ekosistem yang paling produktif di dunia ini. Produktivitas primer sekitar 20.000 kcal/m2/th dan mampu menunjang se-jumlah besar biomasa hewan. Rantai makanan panjang dan sangat kompleks. Orga-nisme terspesialisasi adalah pradominan karena tingginya laju aliran energi dan ada-nya kompetisi diantara jenis yang kuat. Siklus nutrisi berjalan cepat dan meliputi se-jumlah besar nutrisi. Penguraian terjadi cepat oleh kegiatan bakteria sehingga sangat
MATERI KULIAH EKOLOGI TUMBUHAN – BIOLOGI – FMIPA - UNHAS MUHAMMAD RUSLAN UMAR, DKK
sedikit yang tersimpan dalam bentuk sampah dalam system. Pephonan hijau berdaun lebar memberikan pengembalian nutrisi secara menerus ke tanah. Tanah adalah subur pada hutan yang tidak terganggu. Hujan yang lebih dapat mengakibatkan pencucian, tetapi ini dapat diimbangi dengan tingginya evaporasi. Sekali kanopi hutan hilang ma-ka materi organik dioksidasi dengan cepat sehingga kesuburan tanah hilang.
Curah hujan sangat tinggi, lebih dari 2.000 mm/tahun, variasi perubahan suhu relative kecil dan kelembapan relative tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Spe-cies tumbuhan banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya, Mendapat sinar matahari yang cukup sepanjang tahun, tetapi sinar mata-hari tersebut tidak mampu menembus dasar hutan
Pohon-pohon utama memiliki stratifikasi ketinggian antara 20 – 40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Cabang pohon berdaun lebat dan lebar serta selalu hijau sepanjang tahun. Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme) di sekitar permukaan tanah/di bawah kanopi (daun pada pohon-pohon besar yang mem-bentuk tudung), daerah kanopi teratas akan cukup mendapat sinar matahari.
Flora bioma hutan tropis
Daerah utama hutan hujan tropis secara fisik yang terisolasi mengandung be-ragam genera yang berlainan. Pada umumnya didominasi oleh pepohonan yang sela-lu hijau dan berdaun lebar, serta secara ekstrim terdiri dari bermacam-macam jenis terspesialisasi. Dalam hutan basah tropis banyak terdapat tumbuhan khas yang me-manjat di pohon lain (liana) contohnya rotan, dan tumbuhan yang menempel pada ba-tang-batang pohon lainnya (epifit), namun tidak merugikan pohon tersebut, contoh anggrek, paku sarang burung. Hutan hujan tropika memiliki pelapisan tajuk yang ba-nyak, dan adanya tiga pelapisan pohon merupakan karakteristikanya. Pepohonan sa-ngat tinggi, terpencar, yang tumbuh melebihi lapisan kanopi umumnya, lapisan kanopi yang menerus tumbuh sekitar 30 meter tingginya. Lapisan dasar yang tumbuh tidak menerus. Gabungan ketebalan pelapisan ini menahan cahaya, sehingga hanya sedikit energi yang sampai ke lapisan dasar. Epifit dan liana melimpah karena strateginya yang memungkinkan tumbuhan mencapai cahaya pada lapisan kanopi.
Hutan hujan tropis selalu hijau memungkinkan terjadinya produktivitas primer yang maksimum pertahun. Dedaunan berkecenderungan berwarna hijau tua, sehing-ga mampu menangkap sejumlah cahaya secara maksimum. Pohon berkulit kayu tebal yang mampu melindunginya dari suhu tinggi dan juga penyinaran yang berlebihan.
Daun-daun berujung runcing untuk memudahkan terjadinya kehilangan air dari per-mukaan. Banyak jenis pohon yang mempunyai penunjang berbentuk papan di antara tanah dan batang. Bunga dan buah berkencenderungan tumbuh langsung dari cabang dan ranting. Anakan pohon atau teradaptasi untuk tumbuh lambat sebagai siofita sam-pai terjadi celah pada kanopi hingga sinar terang masuk, maka anakan pohon berfung-si sebagai heliofita dan tumbuh dengan cepat.
MATERI KULIAH EKOLOGI TUMBUHAN – BIOLOGI – FMIPA - UNHAS MUHAMMAD RUSLAN UMAR, DKK
Vegetasinya tumbuh sangat rapat, dengan jenis tumbuhan sangat beraneka ragam, mulai dari tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan hingga tumbuhan yang berukuran tinggi. Pohon-pohon pada kanopi (bagian dedaunan paling atas yang saling bersambungan) membentuk lapisan yang paling atas. Kanopi itu sering kali rapat, se-hingga hanya sedikit sekali cahaya yang dapat mencapai tanah di bawahnya. Ketika suatu pembukaan terjadi pada kanopi, barangkali karena pohon tumbang, pohon lain dan tanaman merambat yang berkayu akan tumbuh secara cepat untuk bersaing mendapatkan cahaya dan ruang ketika mengisis celah ter-sebut.
Pada daerah dataran rendah yang memiliki musim kering yang lama atau curah hujannya jarang, hutan kering tropis akan dominan. Tumbuhan yang ditemukan disini merupakan campuran pohon dan semak berduri banyak serta tumbuhan berair ba-nyak (sukulen). Pada wilayah dengan musim kemarau dan musim hujan yang luas, pohon gugur tropis menjadi dominan.
Gambar 45. Beberapa jenis tumbuhan khas daerah hutan tropis
Sumber. http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/01/pencekik-pohon-dan-jelutung.jpg dan /ramin-rengas-rotan-manau.jpg
Fauna bioma hutan tropis
Di daerah kanopi yang cukup sinar matahari pada siang hari hidup dijumpai he-wan yang bersifat diurnal yaitu hehe-wan yang aktif pada siang hari, di daerah bawah ka-nopi dan daerah dasar hidup hewan-hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari, contohnya burung hantu, babi hutan, kucing hutan, macan tutul.
Hewan-hewan yang hidup pada hutan ini antara lain monyet, kera, harimau, macan kumbang, tapir, gajah, badak, babi hutan, beragam jenis burung dan serangga.
Karena pohon-pohon yang terdapat di hutan tropis rarata tinggi dan permukaan
ta-MATERI KULIAH EKOLOGI TUMBUHAN – BIOLOGI – FMIPA - UNHAS MUHAMMAD RUSLAN UMAR, DKK
nahnya relatif sering tergenang oleh air, maka hewan yang banyak hidup di daerah hutan basah ini adalah hewan-hewan pemanjat sejenis primata, seperti :
Gambar 46. Beberapa jenis kelompok primate hutan hujan tropis
Sumber. http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/01/gorilla-monyet-dan-simpanse.jpg, dan //orang-utan-gibbon-siamang.jpg
SOAL - SOAL