Hutang sewa guna usaha pembiayaan – pembayaran sewa guna usaha minimum sebagai berikut:
Tidak lebih dari 1 tahun 8.653.034.536 56.709.822.924
Antara lebih dari 1 tahun sampai 5 tahun 13.787.508.850 22.440.543.387
Jumlah 22.440.543.386 79.150.366.311
Biaya sewa guna usaha pembiayaan
di masa datang (701.424.425) (3.902.129.347)
Nilai kini hutang
Sewa guna usaha pembiayaan 21.739.118.961 75.248.236.964
Nilai kini hutang sewa guna usaha pembiayaan sebagai berikut:
Tidak lebih dari 1 tahun 8.070.699.994 53.509.118.003
Antara lebih dari 1 tahun sampai 5 tahun 13.668.418.967 21.739.118.961
Jumlah 21.739.118.961 75.248.236.964
(Lihat Catatan 2i, dan 2s)
Pembayaran hutang pokok dan beban bunga sewa guna usaha yang akan jatuh tempo pada tahun-tahun berikut adalah:
Tahun Hutang pokok Beban bunga
2010 3.320.921.058 395.820.632
20. HUTANG SEWA GUNA USAHA (Lanjutan) PT Saseka Gelora Finance
Berdasarkan perjanjian No.JKT/2008/017/00 tanggal 16 Mei 2008 dan No.JKT/2008/025/00 tanggal 03 Juli 2008, Induk Perusahaan telah melakukan transaksi sewa-guna usaha pembiayaan (sale
and lease back) dengan PT Saseka Gelora Finance untuk mesin-mesin produksi masing-masing
dengan persyaratan sebagai berikut :
Barang Modal : Mesin Produksi Harga Perolehan : Rp 55.719.530.486 Simpanan Jaminan : Rp 5.719.530.486 Nilai Pokok Pembiayaan : Rp 50.000.000.000 Tingkat suku bunga : 11,50% p.a
Jangka waktu : 3 tahun
Jaminan : Additional Collateral sebesar 100% dari Nilai Outstanding Account Receivable (dan/atau
dalam bentuk Sertipikat deposito) yang ditempatkan pada Bank yang terkemuka
Barang Modal : Mesin Produksi Harga Perolehan : Rp 54.755.719.126 Simpanan Jaminan : Rp 5.475.571.913 Nilai Pokok Pembiayaan : Rp 49.280.147.213 Tingkat suku bunga : 11,50% p.a
Jangka waktu : 3 tahun
Jaminan : Additional Collateral sebesar 100% dari Nilai Outstanding Account Receivable (dan/atau
dalam bentuk Sertipikat deposito) yang ditempatkan pada Bank yang terkemuka
Tidak ada jaminan dalam bentuk apapun dan ikatan-ikatan penting lainnya dalam yang diberikan oleh Perusahaan sehubungan dengan transaksi sewa guna usaha tersebut.
(Lihat Catatan 2i, 11 dan 21)
2009 2008
21. KEUNTUNGAN DITANGGUHKAN ATAS TRANSAKSI SEWA GUNA USAHA
Harga Jual 110.475.249.612 -
Nilai Buku 104.181.217.365 -
Laba Penjualan Aktiva Tetap 6.294.032.247 -
Akumulasi Amortisasi (2.638.390.218) -
Saldo akhir periode 3.655.642.029 -
Merupakan keuntungan ditangguhkan atas transaksi sewa guna usaha pembiayaan (sale and
lease back) dan diamortisasi selama masa sewa. Sedangkan amortisasi keuntungan ditangguhkan
atas transaksi sewa guna usaha untuk masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 adalah sebesar Rp. 1.570.389.089
22. MODAL SAHAM
Pada tahun 2000, sesuai dengan akta risalah RUPS No. 31 tanggal 30 Agustus 2000 dari Lien Tanudirdja, S.H., Notaris di Bandung, Induk Perusahaan meningkatkan modal dasar dan melakukan pemecahan nilai saham (stock split). Modal dasar sebesar Rp 425.000.000.000 ditingkatkan menjadi Rp 1.500.000.000.000 yang terbagi atas 7.500.000.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 200 per saham. (Lihat Catatan 1c).
Komposisi pemilikan saham Induk Perusahaan pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 berdasarkan catatan yang dibuat oleh Biro Administrasi Efek PT Sirca Datapro Perdana, adalah sebagai berikut:
2009
Pemegang saham Saham Nilai Nominal
(Rp)
Persentase (%)
Tuan Sabana Prawirawidjaja 699.653.961 139.930.792.200 24,22 PT Prawirawidjaja Prakarsa 618.076.065 123.615.213.000 21,40
PT Indolife Pensiontama 238.095.034 47.619.006.800 8,24 PT AJ Central Asia Raya 221.701.500 44.340.300.000 7,68
Masyarakat 1.110.855.440 222.171.088.000 38,46
Jumlah 2.888.382.000 577.676.400.000 100,00
2008
Pemegang saham Saham Nilai Nominal
(Rp)
Persentase (%)
UBS Equities 774.348.461 154.869.692.200 26,81
PT Prawirawidjaja Prakarsa 618.076.065 123.615.213.000 21,40 Tuan Sabana Prawirawidjaja 165.305.500 33.061.100.000 5,72
Masyarakat 1.330.651.974 266.130.394.800 46,07
Jumlah 2.888.382.000 577.676.400.000 100,00
Direksi Perusahaan yang memiliki saham Induk Perusahaan pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009
Pemegang saham Saham Nilai Nominal
(Rp)
Persentase (%)
Direksi :
- Tuan Sabana Prawirawidjaja 699.653.961 139.930.792.200 24,22 - Tuan Samudera Prawirawidjaja 93.750.000 18.750.000.000 3,25
2008
Pemegang saham Saham Nilai Nominal
(Rp)
Persentase (%)
Direksi :
- Tuan Sabana Prawirawidjaja 165.305.500 33.061.100.000 5,72 - Tuan Samudera Prawirawidjaja 93.750.000 18.750.000.000 3,25
2009 2008
23. TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH
Rincian akun ini pada tanggal neraca adalah:
Agio Saham 63.757.560.000 63.757.560.000
Biaya Emisi Efek Ekuitas ( 12.627.118.273) ( 12.627.118.273)
Jumlah Bersih 51.130.441.727 51.130.441.727
Agio saham, merupakan jumlah selisih antara harga jual saham dengan nilai nominal saham pada
saat dilakukan penjualan saham kepada masyarakat, baik pada saat penawaran umum perdana (IPO) maupun pada saat penawaran umum terbatas (rights issue).
Biaya Emisi Efek Ekuitas, merupakan biaya-biaya emisi saham atas penawaran umum terbatas
pertama, kedua dan ketiga (Lihat Catatan 1c).
24. CADANGAN NILAI WAJAR DAN CADANGAN LAINNYA
• Selisih kurs yang berasal dari penjabaran mata uang asing ke dalam mata uang rupiah
pada tanggal neraca. - 5.204.100.000
• Keuntungan/(Kerugian) nilai wajar beban
bunga pada periode yang bersangkutan. - 220.258.878
Jumlah selisih penjabaran mata uang asing
yang belum direalisasi - 5.424.358.878
Akun ini merupakan cadangan nilai wajar lindung nilai/hedging atas selisih keuntungan/(kerugian) yang berasal dari penjabaran mata uang asing kedalam mata uang rupiah pada tanggal neraca, dan keuntungan/(kerugian) nilai wajar pada periode yang bersangkutan yang belum direalisasi. Saldo cadangan keuntungan/(kerugian) nilai wajar yang diakui pada bagian ekuitas di atas telah dipindahkan seluruh ke laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadi pelunasan Hutang Bank Sindikasi dalam mata uang asing (US$ Syndicated Loan) tersebut pada tanggal 16 April 2009. (Lihat Catatan 2s, 16 dan 19).
25. SALDO LABA Pembagian Dividen
Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 4 tanggal 26 Juni 2009 dari Ny. Fani Andayani, S.H., Notaris di Bandung, telah disetujui pembagian dividen atas laba bersih tahunbuku 2008 sebesar Rp. 14.441.910.000,- atau Rp. 5,- per Saham.
Pembentukan Cadangan Umum
Cadangan di bawah ini dibuat untuk memenuhi Undang Undang No. 1/1995 mengenai Perseroan Terbatas yang mengharuskan perusahaan Indonesia untuk membuat penyisihan cadangan sebesar 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor. Undang Undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk mencapai cadangan wajib minimum tersebut.
25. SALDO LABA (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 4 tanggal 26 Juni 2009 dari Ny. Fani Andayani, S.H., Notaris di Bandung, ditetapkan dan disetujui sebesar Rp. 3.000.000.000 dari laba bersih tahun buku 2008 digunakan untuk cadangan kerugian sehingga cadangan kerugian seluruhnya menjadi Rp.11.900.000.000, sedangkan sisanya ditanamkan sebagai laba yang ditahan.
Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap
Selisih penilaian kembali aktiva tetap ini timbul sebagai akibat dilakukannya penilaian kembali aktiva tetap berupa tanah pada tanggal 22 Desember 2003. Jumlah selisih penilaian kembali aktiva tetap pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebesar Rp 37.113.595.344.
Sesuai dengan PSAK 16 (Revisi 2007) mengenai Aset Tetap, maka seluruh saldo selisih penilaian kembali aktiva tetap tersebut di atas telah dipindahkan kedalam akun laba ditahan.
2009 2008
26. PENJUALAN
Penjualan untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
Penjualan termasuk PPN: Lokal 1.267.529.555.839 1.092.009.663.292 Ekspor 28.639.241.537 24.375.168.138 Jumlah penjualan 1.296.168.797.376 1.116.384.831.430 P P N (115.229.959.622) (99.273.605.754) Penjualan Bersih 1.180.938.837.754 1.017.111.225.676
Sedangkan untuk penjualan merk dagang “Buavita” dan Go-Go” kepada PT Unilever Indonesia Tbk. yang dilakukan pada tanggal 11 Januari 2008 sebesar Rp. 400.000.000.000 diklasifikasikan sebagai pendapatan lain-lain.
Untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 dalam penjualan tersebut di atas, tidak ada transaksi penjualan produk-produk Perseroan kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa.
(Lihat Catatan 2l, 31, 33, dan 34).
Penjualan yang melebihi 10% dari pendapatan adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase dari
Jumlah Pendapatan Pembeli
2009 2008 2009 2008
2009 2008
27. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
Beban Langsung:
Pemakaian bahan langsung 765.942.940.896 639.037.448.463
Upah langsung 13.178.602.829 11.659.557.623
Jumlah 779.121.543.725 650.697.006.086
Beban Produksi Tidak Langsung:
Penyusutan aktiva tetap 46.982.607.350 49.962.614.687
Listrik dan enerji 29.835.735.493 42.355.989.323
Pemeliharaan dan perbaikan 23.062.205.948 11.466.949.711 Pemakaian bahan pembantu 10.443.855.335 8.096.247.839
Keperluan pabrik 8.544.972.765 2.588.807.718
Pemakaian suku cadang 8.580.519.422 8.160.868.969
Gaji dan upah 9.356.191.321 7.525.348.062
Amortisasi Aktiva Leasing 5.523.762.481 2.460.360.055
Asuransi 1.144.254.951 796.184.311
Lain-lain 4.221.765.600 3.084.791.480
Jumlah 147.695.870.666 136.498.162.155
Beban Pokok Produksi 926.817.414.391 787.195.168.241
Persediaan Barang Jadi:
Persediaan awal 64.819.178.474 80.621.316.642
Persediaan akhir (96.444.984.765) (75.601.594.703)
JUMLAH BEBAN POKOK PENJUALAN 895.191.608.100 792.214.890.180
Pembelian bahan baku yang melebihi 10% dari pendapatan adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase dari
Jumlah Pendapatan Pemasok
2009 2008 2009 2008
PT Tetra Pak Indonesia 160.876.964.263 131.164.955.982 13,62% 12,90% (Lihat Catatan 2l, 6, 11 dan 34).
2009 2008
28. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
Beban Penjualan:
Angkutan 45.460.925.512 40.571.989.177
Iklan dan promosi 57.588.350.739 79.849.546.428
Gaji 20.091.575.282 18.713.811.961
Sewa 10.417.603.792 8.634.300.178
Penelitian dan Pengembangan 1.508.089.436 7.610.535.596
Bahan bakar 3.136.544.378 3.615.837.662
Perjalanan dinas 2.954.872.666 2.668.609.562
Komunikasi 1.850.739.549 1.476.924.500
Asuransi 1.223.504.961 1.222.930.709
Penyusutan aktiva tetap 1.006.708.422 1.005.909.308
Lain-lain 6.600.073.686 5.905.993.728
Jumlah 151.838.988.423 171.276.388.809
Beban Administrasi dan Umum:
Gaji 30.139.781.876 26.855.872.883
Sewa 2.108.636.325 1.873.015.977
Penyusutan aktiva tetap 1.670.714.331 1.710.320.756
Listrik dan enerji 625.126.817 1.098.778.931
Lain-lain 9.818.480.426 8.318.511.760
Jumlah 44.362.739.775 39.856.500.307
JUMLAH BEBAN USAHA 196.201.728.198 211.132.889.116
(Lihat Catatan 2l, 11 dan 34).
29. BEBAN BUNGA
Rincian beban bunga untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah:
Bunga bank 23.790.669.547 27.866.629.340
Bunga sewa guna usaha 1.711.547.751
-JUMLAH BEBAN BUNGA 25.502.217.298 27.866.629.340
2009 2008
30. PAJAK PENGHASILAN
Perhitungan Pajak Penghasilan Terhutang Induk Perusahaan
Rekonsiliasi laba akuntansi konsolidasi sebelum taksiran pajak penghasilan ke laba fiskal perusahaan induk untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
Laba Bersih Konsolidasian Sebelum Pajak 70.195.832.549 399.713.856.372
Bagian laba/rugi anak perusahaan (26.071.562.956) (8.045.917.602)
Laba Bersih Induk Perusahaan Sebelum Pajak 44.124.269.593 391.667.938.770
Ditambah/(Dikurangi): Beda Tetap
- Tunjangan Bentuk Natura 3.037.040.027 3.209.461.051
- Pertemuan dan Sumbangan 513.723.614 2.083.726.977
- Beban Bunga Sewa Guna Usaha 1.711.547.751 2.487.049.576
- Laba Penjualan Aktiva Tetap - 15.115.496.901
- Pembagian Dividen Anak Perusahaan 15.000.000.000 -
- Koreksi Pajak 10.172.675.219 1.052.702.951
- Penghasilan Bunga (PPh final) (19.879.232.226) (13.054.389.639) - Biaya Sewa Guna Usaha (18.451.575.353) (37.714.062.225)
- Penghasilan Sewa (2.138.038.395) (2.429.164.944)
- Amortisasi Keuntungan Ditangguhkan Atas
Transaksi Sewa Guna Usaha (1.570.389.089) -
Jumlah Perbedaan Tetap (11.604.248.452) (29.249.179.352)
Beda Temporer
- Penyusutan Aktiva Tetap 11.153.840.332 (3.148.620.191)
- Amortisasi Aktiva Sewa Guna Usaha 5.523.762.481 2.460.360.055
Jumlah Perbedaan Temporer 16.677.602.813 (688.260.136)
Taksiran Penghasilan Kena Pajak
Laba/(Rugi) Fiskal 49.197.623.954 361.730.499.281
Kompensasi Rugi Fiskal
- SKP PPh Badan Tahun 2003 - (43.529.071.687)
- SKP PPh Badan Tahun 2004 - (55.965.513.426)
- SKP PPh Badan Tahun 2005 - (15.471.181.017)
- SKP PPh Badan Tahun 2006 - (5.085.765.331)
Jumlah Kompensasi Rugi Fiskal - (120.051.531.461)
Sisa Rugi Fiskal yang dapat
dikompensasikan/diperhitungkan -
Pajak Kini 13.775.334.720 72.486.190.400
Saldo aktiva/(kewajiban) dan beban pajak tangguhan pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 serta untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut adalah:
Aktiva/(Kewajiban) Pajak tangguhan:
- Induk Perusahaan 33.975.487.278 (4.487.506.204)
- Anak Perusahaan 14.948.732 14.503.507
2009 2008
30. PAJAK PENGHASILAN (Lanjutan) Pendapatan/(Beban) Pajak tangguhan:
- Induk Perusahaan (9.105.605.919) 11.325.903.636
- Anak Perusahaan - -
Pendapatan/(Beban) Pajak tangguhan (9.105.605.919) 11.325.903.636
Rekonsiliasi Fiskal dan Perhitungan Beban Pajak Periode Berjalan Induk Perusahaan:
a. Perhitungan taksiran pajak penghasilan untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 dengan menggunakan tarif pajak maksimum masing-masing sebesar 28% dan 30% adalah sebagai berikut:
Laba/(Rugi) Fiskal Pajak Tangguhan (13.775.334.707) (108.519.149.784)
Pengaruh Beda Waktu Pada Tarif Pajak Maksimum 30%
- Penyusutan Aktiva Tetap 3.123.075.293 (944.586.057)
- Hutang Imbalan Kerja - -
- Amortisasi Beban Ditangguhkan - -
- Amortisasi Aktiva Sewa Guna Usaha 1.546.653.495 738.108.016
Jumlah Pengaruh Beda Waktu 4.669.728.788 (206.478.041)
Beban Pajak Tangguhan (9.105.605.919) (108.725.627.825) Penyesuaian Pajak Tangguhan (SKP) - 120.051.531.461 Aktiva Pajak Tangguhan Awal Tahun 43.081.093.197 (15.813.409.840)
Aktiva/(Kewajiban) Pajak Tangguhan 33.975.487.278 (4.487.506.204)
b. Rekonsiliasi antara taksiran pajak penghasilan untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 yang dihitung dengan tarif pajak yang berlaku masing-masing sebesar 28% dan 30% dari laba (rugi) akuntansi sebelum taksiran Pajak Penghasilan, dengan taksiran Pajak Penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut:
Laba Akuntansi Sebelum Taksiran Pajak
Penghasilan 12.354.795.486 117.500.381.631
Ditambah/(Dikurangi) Beda Tetap:
- Tunjangan Bentuk Natura 850.371.208 962.838.315 - Pertemuan dan Sumbangan 143.842.612 625.118.093
- Laba Penjualan Aktiva Tetap - 4.534.649.070
- Pembagian Dividen Anak Perusahaan 4.200.000.000 - - Beban Bunga Sewa Guna Usaha 479.233.370 746.114.873
- Koreksi Pajak 2.848.349.061 315.810.885
- Penghasilan Bunga (PPh final) (5.566.185.023) (3.916.316.892) - Biaya Sewa Guna Usaha (5.166.441.099) (11.314.218.668)
- Penghasilan Sewa (598.650.751) (728.749.483)
- Amortisasi Keuntungan Ditangguhkan
Atas Transaksi Sewa Guna Usaha (439.708.945) -
2009 2008
30. PAJAK PENGHASILAN (Lanjutan)
Jumlah Beban(Penghasilan) Pajak
Tangguhan Sebelum Pajak Periode Berjalan 9.105.605.919 108.725.627.825 Penyesuaian Pajak Tangguhan (SKP) - (120.051.531.461)
Jumlah (Penghasilan)/Beban Pajak
Tangguhan 9.105.605.919 (11.325.903.637)
(Lihat Catatan 2m, 15, 17 dan 20).
Surat Ketetapan Pajak
• Pada tanggal 17 Maret 2008 Direktorat Jenderal Pajak telah menerbitkan SKPLB PPh Badan tahun 2006 dalam surat keputusannya No. 00061/406/06/054/08 bahwa Induk Perusahaan berhak atas restitusi PPh Badan tahun 2006 sebesar Rp 7.242.145.674, serta SKPKB tahun 2006 atas Pajak Prtambahan Nilai (PPN) tertanggal 17 Maret 2008 sebesar Rp. 540.079.069. dan Pajak Penghasilan Pasal 21, 23, dan 26 tertanggal 24 Maret 2008 sebesar Rp. 1.278.281.340.
• Pada tanggal 21 Maret 2007 Direktorat Jenderal Pajak telah menerbitkan SKPLB PPh Badan tahun 2005 dalam surat keputusannya No. 00062/406/05/054/07 bahwa Induk Perusahaan berhak atas restitusi PPh Badan tahun 2005 sebesar Rp 7.084.618.985, serta SKPKB tahun 2005 atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM) tertanggal 21 Maret 2007 sebesar Rp. 549.312.188. dan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan 23 tertanggal 28 Maret 2007 sebesar Rp. 956.393.950.
31. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Saldo dan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, dan untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:
Persentase terhadap total Aktiva/Pendapatan
2009 2008 % %
Piutang Usaha (Lihat catatan 4)
PT Campina Ice Cream Industry 935.198.244 1.422.091.154 0,08 0,08 PT Kraft Ultrajaya Indonesia 316.962.002 711.386.625 0,03 0,04
Penyertaan Saham (Lihat catatan 10)
PT Kraft Ultrajaya Indonesia 54.988.302.000 47.062.039.800 4,66 2,71 PT Toll Indonesia 2.613.774.800 3.220.370.765 0,22 0,19
Hutang Usaha (Lihat catatan 14)
PT Toll Indonesia 28.020.464 105.061.562 0,04 0,01
Biaya Logistik (Lihat catatan 28)
31. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (LANJUTAN)
Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang material dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa:
No. Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa
Sifat Hubungan Istimewa
Perusahaan Transaksi
1. PT Kraft Ultrajaya Indonesia Pengurus Induk Perusahaan yang sama
Penggunaan fasilitas produksi
2. PT Campina Ice Cream Industry Pengurus Induk Perusahaan yang sama
Penggunaan fasilitas kantor Perwakilan 3. PT Toll Indonesia Perusahaan Asosiasi Distribusi Produk Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilakukan berdasarkan persyaratan normal seperti yang dilakukan kepada pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi penjualan produk-produk Perseroan, sehingga tidak dicatat pada akun penjualan melainkan dicatat sebagai kreditan pada pada akun biaya operasional.
32. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING
Ikhtisar aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing per 30 September 2009 dan 2008, sebagai berikut:
2009
Ekuivalen Mata Uang Asing Rupiah
Aktiva
Bank USD 2.607.162 25.239.931.450
Piutang Usaha USD 1.075.164 10.408.666.021
Uang Muka Pembelian USD 890.484 8.620.774.926
EUR 9.442 133.679.743
DKK 181.040 344.368.857
Uang Muka Investasi USD 226.743 2.195.094.143
EUR 123.466 1.748.095.320
Jumlah Aktiva 48.690.610.460
Kewajiban
Hutang Usaha USD 12.947.542 125.345.154.005
EUR 333.304 4.719.068.455
GBP 11.742 182.066.499
SGD 37.706 257.958.035
Jumlah Kewajiban 130.504.246.994
32. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING (LANJUTAN) 2008
Ekuivalen Mata Uang Asing Rupiah
Aktiva
Bank USD 617.108 5.787.238.261
Piutang Usaha USD 918.797 8.616.479.051
Uang Muka Pembelian USD 2.515.899 23.594.100.916
AUD 199.500 1.564.923.885
EUR 59.419 817.094.063
NZD 10.079 64.956.583
SGD 8.700 57.363.972
Uang Muka Investasi USD 197.400 1.851.217.200
EUR 42.126 579.293.161
SGD 45.880 302.514.181
Jumlah Aktiva 43.235.181.273
Kewajiban
Hutang Usaha USD 12.912.182 121.090.446.547
EUR 44.267 608.735.270
GBP 16.532 285.662.831
SGD 43.735 288.367.764
Biaya Yang Masih Harus Dibayar USD 132.122 1.239.040.116 Hutang Bank Jangka Panjang
Yang Jatuh Tempo Dalam Setahun USD 8.850.000 82.995.300.000 Hutang Bank Jangka Panjang USD 13.975.000 131.057.550.000
Jumlah Kewajiban 337.565.102.528
Posisi Kewajiban - Bersih 294.329.921.255
33. PERIKATAN
Induk Perusahaan mengadakan beberapa kerjasama antara lain dengan:
a. PT Sanghiang Perkasa
Berdasarkan perjanjian No. 001/SHP/LGL/XI/00 tanggal 13 Nopember 2000 yang telah diperpanjang terakhir dengan amandemen tahun 2002 dan amandemen tanggal 12 Maret 2003, Induk Perusahaan melakukan kerjasama Produksi (tol packing) dengan PT Sanghiang Perkasa untuk memproduksi produk-produk Morinaga Milk Industry Co. Ltd.
b. PT Bina San Prima
Pada tanggal 4 Maret 2002 Induk Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Bina San Prima yang ditunjuk sebagai penyalur eksklusif pada sektor agen pasar, warung, apotek, toko obat, dan institusi di seluruh Indonesia.
2009 2008
34. INFORMASI SEGMEN USAHA
Informasi mengenai segmen usaha untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
PENJUALAN BERSIH: