BAB V ANALISA HASIL
LANDASAN TEORI 2.1.Konsep Dasar Sistem Informasi
2.4. Hyper Text Markup Language ( HTML )
Informasi yang disediakan oleh web adalah dalam bentuk dokumen yang disebut dengan web page. Dokumen web page tersebut bisa mengandung referensi dan link ( hubungan ) ke bagian lain di dokumen tersebut atau ke mesin lain di Internet.
Link antar dokumen istilahnya adalah internal link, sedangkan link ke dokumen lain di salah satu mesin atau server dalam Internet disebut external link. Suatu dokumen teks bukan hanya bisa di-link dengan teks lainnya, tetapi juga dengan gambar, suara, ataupun dengan video.Link yang berada dalam dokumen biasanya ditandai dengan warna atau garis bawah.
Konsep referensi dan link di antara dokumen atau web page dalam Internet ini yang mendasari keseluruhan teknologi web dan konsep inilah yang dikenal dengan namahypertext. Dokumen yang mendukung hypertext itu adalah dokumen Hypertext Markup Language ( HTML ). File jenis ini biasanya disimpan dengan ekstensi atau akhiran HTM atau HTML.
Dokumen HTML memuat instruksi yang diawali dengan kode atau tag tertentu. Format tag yang ada pada dokumen HTML mengandung 2 tag, yaitu tag pembuka dan tag penutup. Setiap tag ditandai dengan simbol “ < “ dan “ > “. Pasangan dari sebuah tag ditandai dengan tanda “ / ”. Misalnya pasangan dari tag <nama_tag> adalah </nama_tag>. Penulisan tag HTML tidak case sensitive, artinya penggunaan huruf kecil ataupun besar tidaklah menjadi masalah. Dalam hal penggunaan tag, ada tag-tag tertentu yang tidak memerlukan tag penutup.
Sebuah dokumen HTML harus diberi tag <HTML> di bagian awal dokumen dan ditutup dengan tag </HTML> di bagian akhir dokumen.Hal ini dilakukan supaya dokumen yang dibuat tersebut dapat dikenali dengan baik oleh program browser yang digunakan.
8 Dokumen HTML secara umum terbagi menjadi 2 bagian utama yaitu head dan body.Tag <HEAD> digunakan untuk memberi judul dari dokumen yang akan dibuat. Judul yang diberikan ini akan tampil di bagian atas layar browser pada saat dokumen tersebut dieksekusi. Penulisan tag <HEAD> harus dikombinasikan dengan tag <TITLE> karena jika tag <HEAD> berdiri sendiri tidak akan berdampak apa-apa pada dokumen yang dibuat walaupun mengandung tag <HEAD>. Tag <BODY> digunakan untuk menampilkan data-data yang diinginkan dalam sebuah dokumen HTML. Penggunaan tag <BODY> ini tidak diwajibkan, tetapi sebaiknya disertakan agar dokumen HTML yang dibuat menjadi lebih jelas.
2.5. PHP ( Personal Home Page).
PHP merupakan bahasa pemrograman server-side.PHP bersifat tidak case sensitive, artinya penggunaan huruf kecil ataupun besar tidaklah menjadi masalah.Tetapi dalam hal penulisan variabel, PHP membedakan huruf besar dan kecil. PHP telah menjadi bahasa pemrograman umum berbasis web di dunia.
Pemograman PHP sangat cocok dikembangkan dalam lingkungan web, karena PHP bisa diletakan pada script HTML atau sebaliknya.PHP biasanya digunakan untuk pengembangan web dinamis. Maksudnya, PHP mampu menghasilkan website secara terus menerus hasilnya bisa berubah-ubah sesuai dengan pola yang diberikan. Hal tersebut tergantung pada permintaan client browser-nya (misalnya menggunakan mozilla firefox, internet explorer, opera, google chrome, dan lain-lain). Pada umumnya pembuatan web dinamis berhubungan erat dengan database sebagai sumber data yang akan ditampilkan. PHP juga digolongkan sebagai bahasa pemograman yang berbasis server (server side scripting).Ini berarti bahwa semua script PHP terlebih dahulu diletakkan di server dan diterjemahkan oleh web server terlebih dahulu, kemudian hasil terjemahan itu dikirim ke browser client.
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (Script Query Language) atau DBMS (Database Management Sistem)
9 yang multithread, multi-user.MySQL tersedia sebai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL).
2.6. MySQL
MySQL adalah multiuser database yang menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language) yang mampu menangani data yang cukup besar. SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses database server. Dengan menggunakan SQL, proses akses database menjadi lebih user-friendly.MySQL juga menyediakan dukungan open source.
Dalam konteks bahasa SQL pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logika merupakan dua dimensi yang terdiri atas baris-baris data yang berada dalam satu atau lebih kolom. Baris pada tabel sering disebut sebagai instance dari data, sedangkan kolom sering disebut sebagai atribut atau field. Keseluruhan tabel dihimpun dalam satu kesatuan yang disebut basisdata.
Sebagai software basisdata dengan konsep basisdata modern, MySQL memiliki banyak kelabihan (Betha,2003) ;
1. Protability
MySQL dapat digunakan dengan stabil tanpa kendala berarti pada berbagai sistem operasi.
2. Open source
MySQL didistribusikan secara open source dibawah lisensi GPL sehingga dapat dipergunakan secara cuma-Cuma.
3. Multiuser
MySQL dapat digunakan untuk menangani beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik. Hal ini akan memungkinkan sebuah server basisdata MySQL dapat diakses klien specara bersamaan dalam waktu yang bersamaan pula.
10 4. Perfomance Tunning
MySQL memiliki kecepatan yang cukup menakjubkan dalam menangani query sederhana, serta mampu memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
5. Command and Function
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE alam query. 46
6. Scalability
MySQL terbukti mampu menangani basisdata dalam skala besar dengan jumlah record lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada setiap tabelnya.
11
2.7. FAST
Metodologi pengembangan sistem (system development methodology) adalah proses pengembangan sistem yang sangat formal dan akurat yang mendefinisikan sekumpulan aktivitas, metode, praktek-praktek terbaik, penyampaian, dan alat terotomasi yang digunakan oleh pengembang sistem dan manajer proyek untuk mengembangkan dan memelihara sistem dan software informasi. Salah satu metodologi pengembangan sistem yang umum dipakai adalah metodologi FAST (Framework for the Application of Systems Technique).
Metodologi FAST (Framework for the Application of System Thinking) merupakan kerangka yang fleksibel untuk menyediakan tipe-tipe berbeda proyek dan strategi (Whitten, dkk. 2004). Metode ini merupakan suatu proses standar atau metodologi yang digunakan untuk mengembangkan dan memelihara seluruh bagian sistem informasi. Metodologi FAST mendukung bagian pengembangan sistem dan operasi serta langkah-langkah pendukungnya., yang fasenya meliputi :
1. Definisi lingkup masalah.
Fase untuk mendefiunisikan masalah yang ada, dengan melakukan pengamatan dan wawancara.
2. Analisis masalah.
Fase untuk mempelajari sistem yang ada dan menganalisa masalah untuk kemudian bisa mendefinisikan sebuah tujuan perbaikan. Masalah dianalisis untuk mencari penyebab dan akibatnya dan seterusnya sampai penyebab dan akibat tersebut tidak menghasilkan gejala-gejala masalah-masalah lain.
3. Analisa kebutuhan.
Fase untuk mendefinisikan dan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan para pengguna, untuk mencari tahu apa yang mereka perlukan atau inginkan dari sistem baru. Informasi ini dapat diperoleh dengan melakukan wawancara, kuisioner, ataupun pertemuan-pertemuan.Bisa juga kemudian digambarkan dalam bentuk use-case.
12 4. Desain logikal.
Fase untuk membuat model sistem, desain logikal dari sistem informasi ini, meliputi desain basis data menggunakan Entity Relation diagram, diagram konteks, diagram dekomposisi dan diagram arus data.
5. Desain fisikal.
Fase untuk merincikan teknologi yang akan digunakan dalam sistem baru, desain arsitektur sistem informasi ini, merancang prototype, antarmuka pengguna (user interface).
6. Konstruksi dan pengujian.
Fase untuk membangun dan menguji sistem informasi administrasi ini sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat sebelumnya, mengimplementasikan antarmuka-antarmuka antara sistem baru dengan sistem yang telah ada.
2.8. DFD (Data Flow Diagram)
DFD digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon, surat, dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfiche, hard disk, tape, diskette, dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. DFD dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik. Beberapa simbol digunakan di DFD untuk maksud mewakili kesatuan luar atau batas sistem, arus data, proses, dan simpanan data. (Jogiyanto HM, 1990).
Pedoman menggambar DFD :
1. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entities) yang terlibat dalam sistem. Kesatuan luar ini merupakan kesatuan di luar sistem, karena di luar bagian pengolahan data (sistem informasi). Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data ke sistem informasi serta
13 tujuan penerima arus data hasil dari proses sistem infrormasi, sehingga merupakan kesatuan di luar sistem informasi.
2. Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dalam kesatuan luar.
3. Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks. DFD merupakan alat untuk structured analysis. DFD yang pertama kali digambar adalah yang level teratas dan disebut dengan diagram konteks. Dari diagram konteks ini kemudian akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram. Tiap-tiap proses di overview diagram (level 0) akan digambar kembali dengan lebih terinci lagi dan disebut dengan level 1. Tiap-tiap proses di level 1 akan digambar kembali dengan lebih terinci lagi dan disebut dengan level 2, dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi. (Jogiyanto HM, 1990).
Notasi yang digunakan dalam DFD (Teknik Gane/Sarson):
No Notasi Keterangan
1 Entity luar dapat digambarkan dengan
simbol bujursangkar. Seringkali entity luar diberi huruf sebagai identitas. Entity luar merupakan sumber atau tujuan dari aliran data dari atau ke sistem.
2 Menggambarkan aliran data dari satu proses ke proses lainnya.
3 Proses atau fungsi mentransformasikan data secara umum digambarkan dengan segi empat tumpul. Bagian atas biasanya berisi nomor untuk identitas proses. Bagian badan berisi penjelasan fungsi dari proses, diawali dengan kata kerja
14 dan diikuti objek.
4 Menggambarkan sebuah berkas,
merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan data atau file.
Tabel 2.1 Notasi DFD 2.9. Use Case
Pembuatan use case diagram yang sesungguhnya merupakan deskripsi peringkat tinggi bagaimana perangkat lunak (aplikasi) akan digunakan oleh penggunanya. Selanjutnya use case diagram tidak hanya sangat penting pada tahap analisis, tetapi juga sangat penting untuk perancangan (design), untuk mencari (mencoba menemukan) kelas-kelas yang terlibat dalam aplikasi, dan untuk melakukan pengujian (testing).
Membuat use case diagram yang komprehensif merupakan hal yang sangat penting dilakukan pada tahap analisis. Dengan menggunakan use case diagram, akan didapatkan banyak informasi yang sangat penting yang berkaitan dengan aturan-aturan bisnis yang coba kita tangkap. Dalam hal ini, setiap objek yang berinteraksi dengan sistem/perangkat lunak (misalnya orang, suatu perangkat keras, sistem lain, dan sebagainya) merupakan actor untuk sistem/perangkat lunak, sementarause case merupakan deskripsi lengkap tentang bagaimana sistem/perangkat lunak berperilaku untuk para actornya. Dengan demikian, use case diagram merupakan deskripsi lengkap tentang interaksi yang terjadi antara para actor dengan sistem/perangkat lunak yang sedang dikembangkan.
Saat akan mengembangkan use case diagram, hal yang pertama kali dilakukan adalah mengenali actor untuk sistem/aplikasi yang sedang dikembangkan. Dalam hal ini, ada beberapa karakteristik untuk para actor, yaitu actor ada di luar sistem yang sedang dikembangkan, dan actor berinteraksi dengan sistem yang sedang dikembangkan. (Adi Nugroho, 2009).
15 Notasi yang digunakan dalam Use Case :
No Notasi Keterangan
1 Gambar di samping adalah notasi untuk aktor. Aktor menggambarkan segala pengguna software aplikasi (user). 2 Gambar di samping adalah notasi untuk
use case. Use case menjelaskan urutan kegiatan yang dilakukan aktor dan sistem untuk mencapai tujuan tertentu.
3 Gambar di samping adalah notasi
untukinteraction. Interaction digunakan untuk menunjukkan baik aliran pesan atau informasi antar obyek maupun hubungan antar obyek.
4 Gambar di samping adalah notasi untuk paket. Paket adalah mekanisme pengelompokan yang digunakan untuk menandakan pengelompokan elemen-elemen model.
16