• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel

3.6.1.1.Identifikasi variabel hipotesis pertama

Variabel-variabel yang akan diuji dalam hipotesis pertama penelitian ini adalah: a. Variabel terikat (Y)

Variabel terikat dalam hipotesis pertama penelitian ini adalah harga obligasi. b. Variabel bebas (X)

Variabel bebas dalam hipotesis pertama penelitian ini adalah faktor fundamental ekonomi yang terdiri dari: Tingkat suku bunga dan Nilai tukar.

3.6.1.2.Identifikasi variabel hipotesis kedua

Variabel-variabel yang akan diuji dalam hipotesis kedua penelitian ini adalah: a. Variabel terikat (Y)

Variabel terikat dalam hipotesis kedua penelitian ini adalah harga obligasi. b. Variabel bebas (X)

Variabel bebas dalam hipotesis kedua penelitian ini adalah faktor fundamental perusahaan yang terdiri dari: Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return

on Equity (ROE), dan Return on Investment (ROI).

3.6.2. Definisi Operasional Variabel

3.6.2.1.Definisi operasional variabel hipotesis pertama

Untuk menjelaskan variabel-variabel yang sudah diidentifikasi, maka definisi operasional variabel hipotesis pertama sebagai berikut:

1. Harga obligasi (Y1), merupakan harga obligasi perusahaan yang dinyatakan dalam

persen yang dilaporkan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia. 2. Faktor fundamental ekonomi (X) yang terdiri dari:

a. Tingkat suku bunga (X1), yaitu tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

dengan jangka waktu 1 bulan. Dalam penelitian ini, tingkat suku bunga adalah sama bagi semua perusahaan. Untuk dapat menilai faktor tingkat suku bunga dalam proses komputasi statistik, maka tingkat suku bunga dinilai dengan mengalikan terhadap total hutang. Hal ini dilakukan mengingat apabila suku bunga mengalami kenaikan, maka akan mengakibatkan biaya utang yang meningkat. Hal ini akan membuat kewajiban emiten dalam membayar kewajibannya (pokok dan bunga) menjadi semakin besar, dan menyulitkan emiten. Mengingat setiap pengukuran hasil tersebut

sangat besar dengan hasil rasio lain yang diperoleh, maka dilakukan penarikan logaritma 10.

b. Nilai tukar (X2), yaitu nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing yaitu

Dollar Amerika Serikat. Dalam penelitian ini, nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar adalah sama bagi semua perusahaan. Untuk dapat menilai faktor nilai tukar dalam proses komputasi statisik, maka nilai tukar dinilai dengan mengalikan terhadap total aktiva. Hal ini dilakukan mengingat apabila nilai tukar menguat maka mengakibatkan daya beli meningkat, sebaliknya apabila nilai tukar melemah maka daya beli akan semakin berkurang. Akibat pengaruh nilai tukar terhadap daya beli akan berpengaruh kepada nilai aset perusahaan, termasuk ekspor barang hasil produksi, arus kas, nilai mesin-mesin dan peralatan untuk keperluan produksi. Mengingat setiap pengukuran hasil tersebut sangat besar dengan hasil rasio lain yang diperoleh, maka dilakukan penarikan logaritma 10.

3.6.2.2.Definisi operasional variabel hipotesis kedua

Untuk menjelaskan varibel-variabel yang sudah diidentifikasi, maka definisi operasional variabel hipotesis kedua sebagai berikut:

1. Harga obligasi (Y2), merupakan harga obligasi perusahaan yang dinyatakan dalam

persen yang dilaporkan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia. 2. Faktor fundamental perusahaan (X) yang terdiri dari:

a. Current Ratio, (X3) adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam

memenuhi kewajiban jangka pendek, atau untuk menganalisis posisi keuangan jangka pendek dan modal kerja untuk membayar utang-utang jangka pendek yang telah jatuh tempo.

Current Ratio =

b. Debt to Equity Ratio, (X4) adalah untuk mengukur tingkat penggunaan utang sebagai

sumber pembiayaan perusahaan. Pertimbangan memasukkan variabel Debt to Equity

Ratio dalam analisis ini adalah mengingat obligasi merupakan hutang jangka panjang

yang tujuannya lebih fleksibel daripada hutang kredit bank. Obligasi selain ditujukan untuk pembiayaan proyek, dapat juga digunakan untuk tujuan penambahan modal dan pembayaran hutang yang jatuh tempo, atau kombinasi dari tujuan investasi peningkatan modal atau pelunasan hutang kredit bank. Dengan pertimbangan, apabila emisi obligasi dengan tujuan untuk melunasi hutang kredit bank, maka rasio utang terhadap modal dapat dikurangi. Demikian juga apabila emisi obligasi adalah untuk tujuan penambahan modal, maka rasio hutang terhadap modal dapat dikurangi. Namun apabila emisi obligasi adalah untuk tujuan investasi, meskipun rasio hutang terhadap modal meningkat, hal ini tidak mengurangi investor untuk membeli obligasi karena rasio ini dapat diukur apakah masih wajar atau tidak.

Debt to Equity Ratio =

c. Return on Equity, (X5) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat

keuntungan dari investasi yang telah dilakukan yang bersumber dari modal sendiri. Semakin tinggi Return on Equity berarti menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan modal sendiri dengan efisien.

ROE =

d. Return on Investment, (X6) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan

kemampuan perusahan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan seluruh total Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Hutang Total Ekuitas Laba Bersih Total Ekuitas

aset yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi Return on Investment berarti menunjukkan bahwa perusahaan semakin optimal menggunakan seluruh aset perusahaan.

ROI =

Tabel 3.2. Definisi Operasional Variabel

No Variabel Definisi Operasional Indikator Pengukuran

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Harga obligasi, (Y) Suku bunga, (X1) Nilai tukar, (X2) Current Ratio, (X3) Debt to Equity Ratio, (X4) Return on Equity, (X5) Return on Investment, (X6)

Harga obligasi perusahaan yang dinyatakan dalam persen yang dilaporkan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia.

Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan jangka waktu 1 bulan.

Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing yaitu Dollar Amerika.

Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

Rasio yang mengukur tingkat penggunaan utang sebagai sumber pembiayaan perusahaan.

Rasio yang mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang bersumber dari modal sendiri.

Rasio yang mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang bersumber dari seluruh aktiva.

Ptahunan =

12 Pbulanan Sbtahunan =

12 Sbbulanan Nttahunan =

12 Ntbulanan CR = ancar KewajibanL ar AktivaLanc DER = as TotalEkuit g TotalHu tan ROE = as TotalEkuit LabaBersih ROI = a TotalAktiv LabaBersih Skala Rasio Skala Rasio Skala Rasio Skala Rasio Skala Rasio Skala Rasio Skala Rasio Laba Bersih Total Aktiva

Dokumen terkait