• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

6. Faktor Alam

5.4 Identifikasi Faktor Internal

Identifikasi faktor-faktor internal merupakan proses dimana perencana strategi mengkaji mengenai pemasaran, produksi, dan sumber daya yang ada dalam perusahaan. Dengan analisis lingkungan internal perusahaan dapat meningkatkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan untuk dapat memanfaatkan peluang dan dapat menangani ancaman dalam suatu lingkungan

Tabel 4. Identifikasi Faktor Internal

Tenaga kerja dekat dengan lokasi usaha.

Hubungan baik antar pihak intenal.

Kelemahan/Weaknesses (W)

Sarana dan prasarana kurang memadai.

Promosi yang belum efektif.

Pengarsipan data yang belum tertata baik.

Jumlah tenaga kerja masih kurang dan kapasitas SDM masih rendah.

Sumber permodalan usaha masih kurang.

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

Adapun faktor-faktor internal dalam pengembangan usaha kapur pertanian di PT. Farliningsih yaitu:

I. Kekuatan

1. Mempunyai Lahan yang Luas.

Luas lahan yang dimiliki oleh PT. Farliningsih adalah 1,6 Ha. Dimana batuan kapur diperoleh dari penggalian secara langsung dari lahan yang dimiliki, sehingga dalam perusahaan ini tidak memiliki pemasok untuk memperoleh bahan baku. Batuan kapur yang akan diolah tersedia dalam jumlah besar sehingga mampu menjamin kelangsungan perusahaan.

2. Kandungan Hara Telah Teruji.

Kapur pertanian yang dimiliki oleh PT. Farliningsih memiliki kandungan kimia alam total setara CaCO3 96,55 %. Penggunaan kapur pertanian telah diuji penggunaannya oleh Dinas-dinas dalam lingkup Departemen Pertanian Propinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan Surat Rekomendasi No. 581.A/KB.150/V/1990 menerangkan bahwa berdasarkan hasil uji coba penggunaan kapur pertanian (Kaptan) produksi PT. Farliningsih pada pertanaman cengkeh dan kakao di Kabupaten Sinjai dan Luwu Sulawesi Selatan ternyata dapat meningkatkan produktifitas dan perbaikan sifat tanah pada tanah pH masam.

Serta berdasarkan hasil uji laboratorium Superintending Company Of Indonesia menunjukkan kandungan kimia pada kapur pertanian PT. Farliningsih yaitu, dapat ditunjukkan pada Tabel 5.

Tabel 5. Kandungan Kimia Kapur Pertanian PT. Farliningsih

Unsur Jumlah (%)

Total setara CaCO3 96,59 %

Total setara Cao 54,04 %

Kadar CaCO3 94,32 %

Kadar MgCO3 1,92 %

Kadar CaO 52,77 %

Kadar MgO 0,92 %

Kadar Al2O3 0,20 %

Kadar Fe2O3 1,36 %

Kadar Al2O3 +Fe2O3 1,56 %

Kadar H2O 0,20 %

Sedangkan kandungan fisik dari kapur pertanian PT. Farliningsih dapat ditunjukkan pada Tabel 6.

Tabel. 6 Kandungan Fisik Kapur Pertanian PT. Farliningsih

Lolos ayakan 40 mesh 79,59 %

Lolos ayakan 100 mesh 59,04 %

Sumber : Data Sekunder, 2015 3. Lokasi Perusahaan Strategis

Lokasi perusahaan mudah ditemukan, karena letaknya tidak cukup jauh dari jalan raya dan dekat dengan bahan baku, serta transportasi mudah.

Berdasarkan surat persetujuan pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi PT. Farliningsih.

Koordinat wilayah Izin Usaha Pertambangan PT. Farliningsih Lokasi:

- Provinsi : Sulawesi Selatan - Kabupaten : Bulukumba - Komoditas : Tambang Kapur - Luas Wilayah : 1,6 Ha.

- Kode Wilayah : B.7

Titik GARIS BUJUR

(BUJUR TIMUR (BT) GARIS LINTANG

0 ‘ “ BT 0 ‘ “ LS

P1 120 21 53,2 BT -05 29 39,9 LS

P2 120 25 55 BT -05 29 39 LS

P3 120 21 54,2 BT -05 29 39,9 LS

P4 120 25 55 BT -05 29 39 LS

Sumber : Data Sekunder, 2015

4. Tenaga Kerja Dekat dengan Lokasi Usaha.

Tenaga kerja yang ada dalam PT. Farliningsih, berasal dari lokasi perusahaan, yakni di Lingkungan Pattompongan, Kelurahan Benjala. Pemilik sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada manajer dalam merekrut anggotanya, manajer dalam perusahaan sudah mengetahui karakteristik dari masing-masing tenaga kerja. Pada umumnya produsen lebih menyukai tenaga kerja yang berasal dari sekitar daerah lokasi industri, karena biaya transportasi yang dikeluarkan oleh tenaga kerja lebih sedikit, sehingga para pekerja tidak menuntut upah yang terlalu tinggi.

5. Hubungan Baik antar Pihak Intenal.

Prinsip kerja yang terjalin antar tenaga kerja, manajer dan pimpinan perusahaan lebih mengarah pada hubungan kekeluargaan dan saling membantu dalam kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan.

II. Kelemahan

1. Sarana dan Prasarana Kurang Memadai.

Peralatan yang dimiliki perusahaan PT. Farliningsih, untuk proses produksi hanya memiliki 1 unit mesin penggiling bermerk Jiang Dong, output: 24 HP/ 2200 RPM, Net.Mass: 180 kg, untuk melakukan aktifitas penambangan dilakukan secara tradisional dan dengan menggunakan peralatan tambang seadanya seperti linggis, skop, keranjang rotan dan gerobak.

Selain itu tidak tersedianya gudang khusus untuk penyimpanan produk

2. Promosi yang Belum Efektif.

Kegiatan promosi produk kapur pertanian oleh PT. Farliningsih belum dapat dikatakan efektif, walaupun telah memasang brosur melalui website.

Promosi lewat online ini memiliki kelemahan dikarenakan sulit untuk membangun kepercayaan konsumen untuk membeli produk. Untuk memperkenalkan produk kapur pertanian tersebut, pimpinan perusahaan mempromosikan secara langsung kepada konsumen di daerah yang menjadi jalur pemasarannya.

3. Pengarsipan Data yang Belum Tertata Baik.

Belum adanya tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan berpengalaman dalam bidang keuangan. Pembukuan keuangan berupa pengarsipan data yang belum tertata rapi. Pengarsipan data keuangan dibuat sangat sederhana, belum menerapkan pencatatan keuangan berupa keuntungan dan kerugian, hanya pencatatan sederhana berupa penjualan dan penerimaan.

4. Jumlah Tenaga Kerja Masih Kurang dan Kapasitas SDM Masih Rendah Tenaga kerja yang ada pada perusahaan PT. Farliningsih, umumnya melakukan teknik pengolahan masih secara tradisional, pengetahuan tentang usaha masih minim. Kurangnya tenaga pemasaran yang dapat melakukan promosi kapur pertanian secara langsung kepada konsumen, dikarenakan perusahaan belum memiliki tenaga kerja berwawasan yang luas dalam bidang pemasaran produk yang dihasilkan. Secara keseluruhan, perusahaan kekurangan tenaga kerja dalam bidang pemasaran, keuangan, pertanian, dan teknik pertambangan.

5. Sumber Permodalan Usaha Masih Kurang.

Menjalankan suatu usaha (bisnis), pemilikan dana (modal) oleh sesuatu unit usaha merupakan hal yang mutlak, sebab semua aktivitas usaha memerlukan pembiayaan. Sumber pendanaan atau pembiayaan bagi perusahaan dapat diperoleh dari dua sumber utama, yaitu dana yang diperoleh dari sumber intern dan dana yang diperoleh dari sumber ekstern. Sumber dana internal adalah dana yang berasal dari modal sendiri, dan sumber dana ekternal adalah dana-dana yang dapat diperoleh dari pihak ke tiga, seperti pemberi kredit.

Modal yang dipergunakan dalam perusahaan hanya berasal dari pimpinan perusahaan sendiri. Pemilik menjalankan usahanya dengan modal seadanya, tidak melakukan pengambilan pinjaman dari koperasi atau bank, dan tidak adanya bantuan modal khusus dari pemerintah. Permodalan yang belum kuat sehingga mengakibatkan usaha kapur pertanian ini sulit berkembang.

Berdasarkan identifikasi faktor-faktor strategis internal, selanjutnya disusun matriks IFAS dan dilakukan pembobotan kemudian peratingan pada masing-masing variabel kekuatan dan kelemahan. Setelah pemberian nilai bobot dan rating dari tiap variabel berdasarkan tingkat pengaruhnya, dapat diperoleh skor dari perkalian bobot dan rating untuk tiap variabel.

Nilai skor dari tiap variabel tersebut dapat diketahui kekuatan dan kelemahan utama pada PT. Farliningsih. Begitu pun pada identifikasi faktor eksternal, yang disusun dengan matriks EFAS dilakukan pembobotan kemudian peratingan pada masing-masing variabel peluang dan ancaman, untuk mengetahui

Tabel 7. Matrik Faktor Strategi Internal

1. Mempunyai lahan yang cukup luas.

2. Kandungan hara telah teruji.

3. Lokasi perusahaan strategis.

4. Tenaga kerja dekat dengan lokasi usaha.

5. Hubungan baik antar pihak intenal

Sub total 0,55 19 2,15

Kelemahan/Weaknesses (W) 1. Sarana dan prasarana kurang

memadai.

2. Promosi yang belum efektif.

3. Pengarsipan data yang belum tertata baik.

4. Jumlah tenaga kerja masih kurang dan kapasitas SDM

Sub total 0,45 9 0,75

Total 1, 00 28 2,9

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan dan analisis lingkungan internal pada PT. Farliningsih, diperoleh faktor yang berupa kekuatan dan kelemahan. Dari hasil rekapitulasi dalam matriks faktor strategi internal pada Tabel 5, kekuatan utama bagi PT. Farliningsih, adalah kandungan hara telah teruji yaitu 0,72. Mempunyai lahan yang cukup luas dengan skor 0,52, lokasi perusahaan strategis dengan skor 0,48, tenaga kerja dekat dengan lokasi usaha dengan skor 0,28 dan hubungan baik antar pihak intenal dengan skor 0,15.

Sedangkan kelemahan utama bagi PT. Farliningsih, adalah sarana dan prasarana kurang memadai yaitu 0,2. Jumlah tenaga kerja masih kurang dan kapasitas SDM masih rendah dengan skor 0,16, sumber permodalan usaha masih kurang dengan skor 0,15, promosi yang belum efektif dengan skor 0,14, dan pengarsipan data yang belum tertata baik dengan skor 0,1. Secara keseluruhan berdasarkan hasil akhir matriks IFAS, jumlah total skor faktor kekuatan dan kelemahan sebesar 2,9 yang terdiri dari nilai sub total skor kekuatan sebesar 2,15 dan kelemahan sebesar 0,75. Hal ini menunjukkan posisi internal usaha kapur pertanian PT. Farliningsih berada di atas rata-rata dalam kekuatan internal secara keseluruhan, yaitu di atas 2,5. Dapat disimpulkan bahwa dalam pengembangan usaha kapur pertanian PT. Farliningsih mampu memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan mampu mengatasi kelemahan yang ada.

Dokumen terkait