4.1 Survey dan Pengumpulan Data
4.1.2 Identifikasi Fasilitas
Identifikasi fasilitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah fasilitas dan sifat dari fasilitas tersebut. Dari identifikasi pada proyek The Alimar Surabaya diperoleh data bahwa fasilitas yang dipakai selama proses pembangunan struktur gedung mencapai 11 fasilitas, fasilitas tersebut dipergunakan dalam dua tahap pembangunan, yang pertama adalah pembangunan dalam tahap sub structure dan tahap upper structure. Fasilitas-fasilitas yang digunakan pada fase pekerjaan sub structure dan upper structure di buat sama karena survey lapangan dilakukan dalam sekali waktu, sehingga frekuensi perpindahan pekerja yang didapat adalah pada satu fokus fase pekerjaan pada waktu tersebut, jadi fasilitas yang dipakai pada fase pekerjaan sub structure maupun upper structure adalah sama. Semua fasilitas yang ada diidentifikasi untuk mengetahui luas masing-masing fasilitas. Berikut ini adalah deskripsi kemungkinan bahaya pada tiap fasilitas.
1. Gedung Utama = Area pekerjaan instalasi, area tersebut
mempunyai ketinggian, kedalaman , dan mempunyai jangkauan area yang paling luas daripada fasilitas-fasilitas yang lain.
2. Direksi Keet = Pada penelitian ini letak direksi keet
berada satu tingkat di atas gudang, akses
menggunakan tangga besi, bisa dikatakan
bahwa fasilitas tersebut mempunya
ketinggian.
3. Gudang = Pada area gudang terdapat debu akibat
tumpukan semen, tumpahan solar,
maupun paku yang berjatuhan di sekitar gudang.
4. Stock Yard = Pada area stock yard terdapat
potongan-potongan besi yang ujung
penampangannya runcing sisa fabrikasi.
5. Toilet Pekerja = Pada area sekitar toilet pekerja terdapat
titik-titik genangan air yang
memungkinkan tergelincirnya pekerja.
6. Parkir = Area parkir merupakan area yang
dikunjungi oleh semua pekerja.
7. Fabrikasi Besi = Pada area fabrikasi besi terdapat alat bar
cutter dan bar bender, bar cutter menimbulkan pecahan serpihan besi
ketika di operasikan, bar bender
menimbulkan pergerakan besi ke arah samping.
8. Fabrikasi
Kayu
= Pada area fabrikasi kayu terdapat alat
potong kayu (circular saw). yang
mempunyai pisau pemotong yang tajam dan akibat dari pekerjaan fabrikasi kayu tersebut terdapat sepihan-serpihan kayu yang terbang di udara yang dapat mengganggu pernafasan dan iritasi pada mata.
Fasilitas yang ada dikategorikan kedalam 3 tipe yaitu fasilitas tetap (fixed), yang tidak dapat bergerak (stationary) dan yang dapat bergerak (moveable).
Pada proyek ini terdapat fasilitas gedung utama, fasilitas ini dapat dikategorikan dalam fasilitas fixed karena posisinya tetap sesuai yang telah ditentukan pada gambar konstruksi. Selanjutnya terdapat fasilitas Direksi Keet, fasilitas ini berupa sebuah container berukuran 1 TEU yang kedudukannya dapat dipindahkan sesuai dengan kondisi di lapangan meskipun membutuhkan biaya pemindahan tambahan. Kemudian terdapat fasilitas Gudang material, material yang disimpan dalam gudang adalah material yang bersifat tidak dapat dipengaruhi oleh cuaca secara langsung dan material yang perlu di simpan di tempat yang aman dan tertutup. Bentuk gudang material ini berupa container berukuran 1 TEU sama seperti direksi keet. Kedudukan gudang material ini berada tepat di bawah direksi keet. Direksi keet berada tepat di atas gudang material, kenampakannya seperti container yang di tumpuk menjadi dua. Gudang material ini termasuk dalam kategori fasilitas Moveable, karena letaknya yang dapat dipindahkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Fasilitas yang lain adalah Stock yard, perbedaan kegunaan stock yard dan gudang adalah pada penempatan dengan pengaruh cuaca. Material yang ditempatkan pada stock yard dapat berkenaan langsung dengan cuaca di tempat terbuka. Stock yard termasuk fasilitas moveable karena dapat dipindah sesuai kebutuhan penempatan di lapangan. Selanjutnya adalah toilet pekerja. Fasilitas tersebut merupakan bangunan sementara yang di bangun menggunakan triplek dan dinding batako. Karena sifatnya yang sementara maka fasilitas ini termasuk dalam kategori fasilitas Moveable yang letaknya dapt di pindahkan. Kemudian fasilitas yang lain adalah parkir. Tempat parkir ini terletak di depan proyek. Kedudukannya berada di atas trotoar jalan. Tempat parkir ini diletakkan di luar area pagar proyek agar tidak mengganggu aktivitas pembangunan pada proyek tersebut. Selain itu tidak ada tempat yang lapang untuk penempatan tempat parkir di dalam
lingkup area proyek. Maka dari itu fasilitas ini termasuk dalam kategori stationary karena memerlukan upaya yang signifikan dalam memindahkan posisinya.
Pada proyek ini juga terdapat fasilitas Fabrikasi besi. Terdapat alat bar bender dan bar cutter pada fasilitas tersebut. Fasilitas ini termasuk dalam kategori fasilitas moveable karena dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Selanjutnya adalah fasilitas fabrikasi kayu. Fasilitas fabrikasi kayu ini sifatnya tidak jauh beda dengan fasilitas fabrikasi besi. Terdapat alat circular saw untuk memotong kayu maupun triplek. Fasilitas ini masuk dalam kategori moveable karena letaknya dapat dipindahkan. Kemudian terdapat ruangan untuk Konsultan pengawas atau biasa disebut ruang.MK. bangunan ruang MK ini bersifat permanen karena dinding nya menggunakan bata merah dan mempunyai atap dari asbes. Fasilitas ini tidak dapat dipindahkan karena membutuhkan biaya dan upaya yang signifikan untuk memindahkannya. Maka dari itu fasilitas ini termasuk dalam kategori stationary.
Kemudian terdapat fasilitas pos satpam. Fasilitas ini harus berada di sisi pintu masuk pagar proyek. Fasilitas ini bertujuan untuk memantau keamanan proyek dan memantau keluar masuknya pekerja maupun kendaraan proyek. Maka dari itu fasilitas termasuk dalam kategori stationary karena letaknya yang hanya diperbolehkan di area pintu masuk proyek. Fasilitas yang ada selanjutnya adalah Lift Material. Lift material ini hanya ada ketika pembangunan proyek sudah mencapai tahap pekerjaan upper structure. Posisi fasilitas ini hanya ditentukan sekali dan fasilitas ini tidak diperkenankan untuk di rubah posisinya karena membutuhkan biaya tambahan untuk memindahkan posisinya. Rekap Identifikasi fasilitas sesuai dengan 3 kategori pemindahan dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4. 1 Identifikasi Fasilitas