• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Ikan di dalam pool zona intertidal Pantai Watu Kodok

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Identifikasi Ikan di dalam pool zona intertidal Pantai Watu Kodok

Pengamatan yang dilakukan pada saat bulan muda, bulan purnama, dan bulan mati di zona intertidal Pantai Watu Kodok didapatkan sebanyak 15 spesies ikan yang termasuk 9 suku ikan meliputi Acanthuridae, Blenidae, Chaetodon, Clinidae, Gobiidae, Labridae, Muranidae, Pomacentridae, Tetraodontida.

a. Suku Acanthuridae, pada fase juvenile suku ikan ini sering ditemukan

bergerombol atau schooling dengan jumlah yang lumayan banyak.. Suku ini selalu berasosiasi dengan habitat terumbu karang karena berperan dalam mengontrol alga yaitu dengan cara memakan alga yang menempel pada terumbu karang, namun beberapa spesies juga memakan zooplankton dan detritus atau sisa makhluk hidup (Carpenter and Niem,2001). Ada dua spesies yang termasuk ke dalam suku ini yaitu:

1. Acanthurus dussumieri atau yang biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama bayeman, memiliki bentuk tubuh pipih dan berwarna hitam dengan mulut tipe terminal. Sirip dorsal kontinu tunggal serta sirip pectoral dan sirip kaudal tipe tegak berwarna cream. Ciri khas spesies ini memiliki garis biru di bagian tepi pada sirip analnya, seperti yang terlihat di Gambar 4.1.

Habitat ikan ini saat fase juvenile berada di zona intertidal karena menyediakan banyak makanan berupa alga yang menempel di karang serta menyediakan tempat persembunyian di celah-celah karang. Pada saat fase remaja dan dewasa ikan ini akan berubah warna serta corak tubuhnya dan akan berpindah ke daerah yang lebih dalam. Ikan ini tersebar luas di Indo-Pasifik, Afrika Timur, Hawai, Utara hingga Selatan Jepang yang bisa dilihat pada Tabel 4.2 karena daerah tersebut kaya akan terumbu karang.

2. Acanthurus triostegus atau sering disebut bayeman oleh masyarakat, memiliki bentuk tubuh oval berwarna putih ke abu-abuan atau kekuningan dengan garis vertical berwarna hitam berjumlah 5-6. Pada bagian kepala terdapat 1 garis vertikal di bagian kepala yang melewati mata dengan letak mata yang sedikit keatas. Mulut kecil tipe terminal dan sedikit menonjol serta sirip dorsal kontinu tunggal lalu sirip kaudal tipe tegak yang dapat dilihat pada Gambar 4.3., termasuk ikan herbivora memakan alga.

Habitat ikan ini dapat banyak ditemukan di terumbu karang atau pool-pool yang terdapat di zona intertidal, ikan ini termasuk ikan tropis dengan suhu 24-26OC dan kedalaman 0-90m. Persebaran ikan ini

Gambar 4.2 Peta persebaran ikan Acanthurus dussumieri Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

sumber: https://www.aquamaps.org/receive.php?type_of_map=regular

terdapat di seluruh lautan Indo-Pasifik kecuali di sekitar semenanjung Arab, Pasifik Timur, Teluk California hingga Panama dan termasuk pulau Revilagidedo, Cocos, Clipperton dan kepulauan Galapagos yang bisa dilihat pada Gambar 4.4.

b. Suku Blennidae memiliki tubuh yang ramping memanjang dengan corak yang sama dengan lingkungan tempat tinggalnya, suku ini dapat ditemukan di dasar perairan pantai atau zona intertidal yang landai (Carpenter and Niem 2011). Suku ini memiliki peran di dalam ekosistem dengan mengontrol pertumbuhan alga dengan cara memakannya, namun beberapa spesies suku ini juga memakan invertebrata kecil. Spesies yang termasuk ke dalam suku ini yaitu:

1. Istiblennius lineatus atau sering disebut atal-atal oleh masyarakat sekitar, spesies ini memiliki ciri khas yaitu terdapat 2 antena kecil di kepalanya, hal ini sesuai dengan teori Froese and Pauly (2014) yang menyatakan ikan ini memiliki tentakel kecil diatas masing-masing matanya. Terdapat garis hitam horizontal berwarna hitam disepanjang tubuhnya dengan dua sirip dorsal dengan bentuk yang hampir sama

Gambar 4.4 Peta persebaran ikan Acanthurus triostegus Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

serta sirip pectoral dan sirip kaudal yang memiliki tipe membundar yang ditunjukkan pada Gambar 4.5, dan ditemukan di daerah pantai yang berbatu karena spesies ini memakan alga yang ada di bebatuan tersebut sehingga lebih sering dujumpai di pool sebelah Timur pantai Watu Kodok.

Habitat ikan ini sering ditemukan di dalam celah-celah karang maupun dasar bebatuan, karena ikan ini tidak banyak berenang dan lebih memilih diam di dasar pasir,batuan ataupun terumbu karang. Persebaran ikan ini terdapat di perairan Indo-Pasifik termasuk kepulauan Laccadive dan Maladewa, Kepulauan Gambia dan Pasifik Tengah yang dapat di dalam Gambar 4.6..

Gambar 4.6 Peta persebaran ikan Istiblennius lineatus Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

sumber: https://www.aquamaps.org/receive.php?type_of_map=regular Gambar 4.5 Istiblennius lineatus (Dokumentasi pribadi)

c. Suku Chaetodontidae. Suku yang mempunyai bentuk tubuh pipih dan lebar serta gaya berenangnya yang menyerupai karpet. Suku ini memliki corak yang indah dan menarik seperti kupu-kupu, sehingga masyarakat sekitar Pantai Watu Kodok menyebutnya dengan nama ikan kupu-kupu. Pada umunya spesies dalam suku ini dijadikan sebagai penanda bahwa kondisi terumbu karang masih terjaga, karena sifatnya yang memakan polip dan tentakel karang. Polip dan tentakel terumbu karang menempel pada karang dan membutuhkan kondisi yang bersih dari polusi (Maharbakti, 2009), oleh karena itu suku ini disebut sebagai indikator masih terjaganya terumbu karang di suatu lingkungan. Spesies yang termasuk ke dalam suku ini yaitu:

1. Chaetodon vagabundus yang ditunjukkan pada Gambar 4.7 dengan tubuh pipihnya memiliki perpaduan warna putih dan kuning dengan garis vertical yang melewati mata. Sirip dorsal dan sirip anal yang berdempetan dengan sirip kaudal bertipe membulat sehingga terlihat menyatu. Bentuk mulut sedikit maju kedepan dengan tipe mulut terminal dengan ciri khas yaitu pada sirip dorsalnya terdapat titik hitam dibagian pojok yang berfungsi untuk membingungkan predatornya karena bentuknya yang seperti mata. Spesies ini hidup secara soliter atau kawanan yang berjumlah 2-. Ikan ini tidak hanya memakan polip karang dan tentakel karang namun juga memakan invertebrata kecil dan alga

Habitat ikan ini saat juvenile mendiami terumbu karang yang menyediakan makanan utamanya dan juga sebagai tempat berlindung dari predaornya, ikan ini juga termasuk ikan tropis dan memiliki tingkat toleransi berbagai kondisi lingkungan yang ada terutama di daerah zona intertidal (Allen et al.2003). Persebaran ikan ini ada di Indo-Pasifik termasuk Afrika Timur ke kepulauan Line dan Tuamoto, Utara hingga Selatan Jepang, Australia Barat dan laut Timor seperti yang terlihat pada Gambar 4.8.

d. Suku Clinidae memiliki bentuk tubuh pipih memanjang dengan ciri khas yaitu terdapat jambul di atas mata dengan berwarna hijau yang mirip

Gambar 4.7 Chaetodon vagabundus (Dokumentasi pribadi)

Gambar 4.8 Peta persebaran ikan Chaetodon vagabundus Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

dengan alga dan lamun untuk berklamuflase. Suku ini tidak banyak berenang dan menghabiskan banyak waktunya untuk diam di dasar pasir maupun batuan, karena suku ini termasuk kedalam ikan karnivora dengan mengontrol populasi ikan kecil dan invertebrata cacing dengan cara memangsa ikan kecil yang berada di daerah rumput laut atau alga, Spesies yang termasuk dalam suku ini yaitu:

1. Springeratus xanthosoma atau sering disebut ipoh oleh masyarakat sekitar, dengan corak tubuh yang menyerupai dengan substratnya sehingga spesies ini mudah berkamuflase di antara batu dan alga, dengan tipe mulut sub-terminal. Dengan ciri khas ikan ini adalah terdapat 3-4 duri sirip yang memanjang seperti jambul dengan garis vertical berwarna hitam di kepala yang melewati mata yang dapat dilihat pada Gambar 4.9..

Habitat ikan ini selalu berasosiasi dengan rumput laut dan alga sehingga memiliki corak yang sama dengan lingkungannya ikan ini sering berdiam di hamparan rumput laut atau alga dan menunggu mangsanya yaitu ikan kecil, invertebrata hingga krustasea. Ikan ini dapat ditemukan di perairan Australia, Indo-Pasifik bagian Barat

termasuk Indonesia, Filipina, Taiwan dan kepulauan Ryukyu Jepang seperti yang bisa dilihat di Gambar 4.10.

e. Suku Muraenidae, merupakan suku yang aktif pada malam hari atau nokturnal. Suku ini mempunyai ciri karakter morfologi yang mudah dikenali karena bentuk tubuhnya memanjang seperti belut atau ular dengan tubuh dilapisi oleh kulit yang berlendir, ikan ini dapat ditemukan di sela-sela atau lubang bebatuan ataupun karang mati. Suku ini termasuk ke dalam predator karena memakan ikan, krustasea dan juga gurita. Spesies dalam suku ini adalah:

1.. Echidna nebulosa atau sering disebut pelus oleh masyarakat sekitar. Memiliki bentuk tubuh yang panjang seperti ular atau belut dengan tubuh dilapisi oleh kulit yang berlendir. Ikan ini saat dewasa bisa mencapai panjang 3,5meter dan memiliki gigi yang sangat tajam. Ciri yang khas yaitu pada corak di seluruh tubuhnya yang berbentuk lingkarang-lingkaran hitam dengan warna kuning di dalam lingkaran tersebut, saat fase juvenile spesies ini sulit dikenali dikarenaka Gambar 4.10 Peta persebaran ikan Springeratus xanthosoma

Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

coraknya yang berbeda dengan pada saat fase dewasanya seperti yang terlihat pada Gambar 4.11.

Habitat ikan ini berada di celah atau lubang di dalam karang, ikan ini cenderung diam di dalam lubang dengan kepala diluar serta mulut yang mengangga menunggu mangsanya berupa ikan kecil, krustasea, atau gurita kecil yang lewat. Ikan ini dapat ditemukan di perairan Indo-Pasifik termasuk Laut Merah dan Teluk Persia, Utara hingga selatan perairan Jepang dan Kepulauan Hawaii. Di Perairan Laut Pasifik Tengah bagian Timur termasuk Meksiko, Kosta Rika hingga Kolombia Utara, dan juga dapat ditemukan di Atlantik Tenggara seperti yang terlihat pada Gambar 4.12.

Gambar 4.11 Echidna nebulosa (Dokumentasi pribadi)

Gambar 4.12 Peta persebaran ikan Echidna nebulosi Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

f. Suku Labridae merupakan suku yang aktif mencari makan pada siang hari beberapa spesies suku ini termasuk hewan predator dengan memakan ikan kecil atau invertebrata kecil seperti kepiting, udang, dan gastropoda berukuran kecilx Ikan ini banyak ditemukan dalam zona intertidal berada di bawah batu, celah-celah karang dan terumbu karang yang berpasir. Spesies yang termasuk dalam suku ini adalah:

1. Halichoeres argus atau yang biasa disebut masyarakat Pantai Watu Kodok dengan nama wader, memiliki warna hijau pucat atau abu-abu, memiliki bentuk tubuh torpedo memiliki sirip dorsal kontinu tunggal Memiliki bentuk tubuh yang ramping mulut yang menonjol dengan tipe sub-terminal hai ini sesuai dengan teori Carpenter and Niem, 2001. Memiliki sirip kaudal berbentuk tegak dan bentuk mulut terminal, terdapat ciri khas yaitu spot di sirip dorsal yang dapat dilihat pada Gambar 4.13.

Ikan ini sering ditemukan dalam bergerombol di pantai yang dangkal, dataran lamun, terumbu berbatu atau laguna, ikan ini tersebar luas di perairan tropis maupun subtropics. Ikan ini dapat ditemukan di

Indo-Spasifik Barat termasuk Sri Langka dan Tonga yang berada di Utara Taiwan dan Australia bagian selatan hingga Utara yang dapat dilihat pada Gambar 4.14.

2. Halichoeres chloropterus atau yang biasa disebut masyarakat Pantai Watu Kodok dengan nama wader, memiliki warna yang khas yaitu hijau cerah dengan bentuk tubuh torpedo, sirip dorsal kontinu tunggal, mulut tipe terminal dengan ujung mulut berwarna kuning dan sirip tegak yang memungkinkan untuk bermanuver saat berenang yang bisa dilihat di Gambar 4.15.

Gambar 4.15 Halichoeres chloropterus (Dokumentasi pribadi) Gambar 4.14 Peta persebaran ikan Halichoeres argus Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

Habutat ikan ini berada di terumbu karang yang dangkal seperti di zona intertidal. Ikan ini tersebar di Laut Pasifik bagian Barat, Fillipina, Indonesia dan Malaysia seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.16

3. Halichoeres hortulanus, memiliki bentuk tubuh torpedo, tipe mulut terminal, dengan sirip dorsal kontinu tunggal dan sirip kaudal tegak memiliki corak yang khas pada saat fase juvenile yaitu berwarna hitam dan putih dan terdapat titik hitam bergaris kuning di sirip dorsal yang bisa dilihat pada Gambar 4.17, namun semakin dewasa ikan ini berubah warna Ikan ini termasuk ikan karnivora memakan moluska dan krustasea kecil.

Gambar 4.17 Halichoeres hortulanus (Dokumentasi pribadi) Gambar 4.16 Peta persebaran ikan Halichoeres chloropterus

Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

Ikan ini dapat ditemukan di dalam laguna yang berpasir dan terumbu karang dangkal. Ikan ini dapat ditemukan di daerah perairan Indo-Pasifik termasuk Laut Merah Selatan, Afrika Selatan, Utara hingga Selatan Jepang yang dapat dilihat pada Gambar 4.18.

4. Halichoeres marginatus atau yang biasa disebut masyarakat Pantai Watu Kodok dengan nama areng-areng karena warnanya yang hitam yang ditunjukkan pada Gambar 4.19 memiliki bentuk tubuh pipih berwarna hitam dengan sedikit corak putih. Sirip dorsal kontinu tunggal terdapat spot di sirip bagian dorsal yang berwarna biru sirip kaudal membulat. Ikan ini cenderung berenang secara lambat.

Gambar 4.18 Peta persebaran ikan Halichoeres hortulanus Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

Sumber:https://www.aquamaps.org/receive.php?type_of_map=regular

Ikan ini sering ditemukan hidup soliter dan ditemukan di dalam laguna yang kata akan terumbu karang. Persebaran ikan ini berada di perairan Indo-Pasifik termasuk Laut Merah Selatan, Afrika Selatan,Utara hingga Selatan Jepang yang dapat dilihat pada Gambar 4.20

g. Suku Gobiidae merupakan suku ikan yang banyak dan sering dijumpai pada setiap pool dengan tubuh tubuh pipih memanjang dengan corak yang hampir mirip dengan lingkungannya baik di karang, batu maupun pasir sehingga sangat baik dalam berkamuflase. Ikan ini bekerjasama dengan organisme lain dengan masuk ke dalam celah karang dan bebatuan ataupun di atas permukaan pasir (Froese & Pauly, 2014). Spesies ikan dalam suku ini adalah:

1. Bathygobius fuscus atau yang biasa disebut masyarakat Pantai Watu Kodok dengan nama atal-atal yang ditunjukkan pada Gambar 4.21, memiliki tubuh kecil yang sama dengan substratnya sehingga butuh kejelian untuk melihat ikan spesies ini, memiliki 2 sirip dorsal yang pertama dengan 8 duri yang fleksibel dan yang kedua terdiri dari sirip

Gambar 4.20 Peta persebaran ikan Halichoeres marginatus Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

lunak. Kepala yang tumpul dengan mata yang besar dan sedikit keluar. Ikan ini termasuk ikan predator yang memangsa organisme kecil seperti kepiting, udang dan krustasea.

Habitat ikan ini banyak ditemukan di celah karang atau batuan, ikan ini cenderung diam di dasar perairan. Persebaran ikan ini ada di Indo-Pasifik termasuk Laut Merah dan Timur Kepulauan Line dan Tuamoto, bagian Utara Korea Selatan dan Selatan Jepang dan tidak ditemukan di Hawaii seperti yang dapat dilihat pada Gambar 4.22.

h. Suku Pomacentridae merupakan salah satu ikan yang sering ditemukan bergerombol atau disebut schooling memiliki corak warna yang beragam dan

Gambar 4.21 Bathygobius fuscus (Dokumentasi pribadi)

Gambar 4.22 Peta persebaran ikan Bathygobius fuscus Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

menarik sehingga banyak dijadikan ikan hias, merupakan jenis ikan karang yang sering sekali dijumpai di zona intertidal dengan menempati celah-celah bebatuan dan karang. Makanan suku ini adalah algae, sponge, avertebrata bentik dan zooplankton (Koojman, 2005) sehingga ikan ini juga dapat mengontrol pertumbuhan alga yang sangat cepat di terumbu karang, dan karang menyediakan tempat yang aman untuk suku ini bersembunyi dari predatornya. Spesies yang termasuk dalam suku ini adalah:

1. Abudefduf vaigiensis atau yang biasa disebut masyarakat Pantai

Watu Kodok dengan nama bayeman yang ditunjukkan pada Gambar 4.23, mempunyai bentuk tubuh pipih dengan ciri yang khas yaitu warna abu-abu serta sedikit warna kuning di bagian dorsal atau punggung ikan ini dengan garis vertical berwarna hitam dan bentuk sirip kaudal forked.. Ikan ini memakan alga, krustasea and bentik invertebrate.

Habitar ikan ini di daerah tropis dengan menghuni terumbu karang. Ikan ini terdapat di perairan Indo-Pasifik termasuk Laut Merah dan Afrika Timur ke Kepulauan Line, Utara kepulauan Tuamoto, bagian

Utara hingga Selatan Jepang, Selatan Australia dan Selandia Baru yang dapat dilihat pada Gambar 4.24.

2. Abudefduf sordidus, atau yang biasa disebut masyarakat Pantai Watu Kodok dengan nama, memiliki bentuk tubuh pipih dengan warna tubuh abu-abu dengan sirip dorsal kontinu tunggal berwarna sedikit hitam dan kuning dan dengan sirip kaudal forked. Ciri khas dari ikan ini terdapat bintik hitam di dekat ekornya yang dekat dengan sirip ujung sirip dorsal seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.25

Gambar 4.25 Abudefduf sordidus (Dokumentasi pribadi) Gambar 4.24 Peta persebaran ikan Abudefduf Vaigiensis

Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

Habitat ikan ini berada di daerah sub-tropis di dekat garis pantai yang berbatu, laguna dan zona intertidal. Persebaran ikan ini di daerah perairan Indo-Pasifik termasuk Laut Merah dan Afrika Timur dari kepulauan Hawai dan Pitcaim, daerah perairan Utara Jepang dan Selatan Australia yang dapat dilihat pada Gambar 4.26

3. Chrysiptera biocellata, memiliki bentuk tubuh pipih berwarna

hitam, Ciri khas ikan ini memiliki satu garis vertical berwarna putih dan adanya titik spot berwarna hitam yang terletak di akhir dari sirip dorsal dengan sirip dorsal tipe datar dan sirip kaudal berwarna kuning dengan tipe Emarginated yang bisa dilihat. pada Gambar 4.27,

Gambar 4.26 Peta persebaran ikan Abudefduf sordidus Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

Sumber:https://www.aquamaps.org/receive.php?type_of_map=regular

Ikan ini bisa ditemukan di dalam laguna ataupun terumbu karang yang dangkal dan berbatu, makanan ikan ini berupa alga. Persebaran ikan ini ada di perairan Indo-Pasifik termasuk Afrika Timur ke pulau-pulau Marshall dan Gilbert, sebelah Utara kepulau-pulauan Ryukyu dan Selatan Australia seperti yang ditampilkan pada Gambar 4.28

i. Suku Tetraodontidae atau biasa yang disebut sebagai pufferfish. Suku ikan ini dapat mengembungkan bagian perut dengan cara menghisap udara dari mulutnya sebagai alat untuk perlindungan diri yang merupakan ciri khas dari suku ini. Suku ini hidup di lereng-lereng terumbu karang karena makanannya berupa invertebrata kecil, terumbu karang, spons, ganggang dan krustasea.

1. Arothron sp., memiliki ciri yang khas yaitu tubuhnya yang berbentuk kubus dan dilapisi kulit dengan duri-duri kecil. Selain itu ikan ini memiliki mata yang besar dengan mulut berdaging tipe subterminal. Sirip kaudal bertipe membulat dan memiliki sirip dada yang kecil sebagai alat navigasi seperti yang terlihat pada Gambar 4.29.

Gambar 4.28 Peta persebaran ikan Chrysiptera biocellata Keterangan : warna merah menunjukan persebaran ikan

Habitat ini berada di terumbu karang dengan air yang dangkal di dekat pasir maupun rumput laut, dapat hidup juga di muara atau teluk. Ikan ini dapat ditemukan di perairan Indo-Pasifik Barat mulai dari India Timur melalui Indonesia ke Papua, Utara hingga Selatan Jepang dan dari Selatan ke Australia yang bisa dilihat pada Gambar 4.30.

Dokumen terkait