• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Pakaian Pelindung dan Peralatan yang Dibutuhkan untuk Bekerja

BAB II MENGIKUTI PROSEDUR DI TEMPAT KERJA UNTUK KESEHATAN DAN

MENGIKUTI PROSEDUR DI TEMPAT KERJA UNTUK KESEHATAN DAN KESELAMATAN DI TEMPAT KERJA

3. Identifikasi Pakaian Pelindung dan Peralatan yang Dibutuhkan untuk Bekerja

Beberapa kelengkapan atau peralatan yang "Wajib" digunakan saat melakukan

untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja baik pada pekerja itu sendiri maupun orang disekitarnya disebut juga dengan Alat Pelindung Diri (APD). Sehingga pekerja lebih nyaman dan aman selama menjalankan tugasnya.

Alat Pelindung Diri (APD) harus memiliki kemampuan untuk melindungi seorang pemakainya dalam melaksanakan pekerjaannya, yang berfungsi mengisolasi tubuh dari bahaya serta dapat memperkecil akibat/resiko.

Alat Pelindung Diri atau APD merupakan seperangkat peralatan yang dikenakan sebagai perlindungan sebagian atau keseluruhan tubuh dari resiko kecelakaan kerja. Penggunaan APD tersebut telah diatur oleh pemerintah melalui peraturan menteri Tenaga Kerja. Pemerintah dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja telah mewajibkan kepada para pengelola pekerjaan untuk menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) dan mewajibkan para pekerja untuk memakainya. Undang-undang ini diperkuat dengan peraturan-peraturan dari menteri yang terkait seperti peraturan-peraturan menteri tenaga kerja dan menteri pekejaan umum dengan terbitnya pedoman keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kegiatan konstruksi.

Memilih dan menggunakan peralatan K3 (alat pelindung diri) sesuai dengan sifat bahaya yang akan dihadapi. Alat pelindung diri yang disediakan harus memenuhi syarat :

a. Harus memberikan perlindungan yang cukup terhadap bahaya yang dihadapi tenaga kerja sesuai sumber bahaya yang ada.

b. Tidak mudah rusak

c. Tidak mengganggu aktifitas sipemakai d. Beratnya seringan mungkin

e. Mudah diperoleh dipasaran

f. Memenuhi syarat spesifik lain

Selain dari pada itu alat pelindung diri mempunyai keterbatasan. Keterbatasan dimaksud adalah :

a. Tidak menghilangkan bahaya

b. APD akan mengganggu sipemakai/menambah bahaya jika saja APD yang dipakai mengganggu indranya.

c. Bila APD rusak atau tidak efektif lagi, akan terpapar pada bahaya yang ada. d. APD hanya melindungi sipemakai saja, berbeda dengan alat pengaman

e. Kemungkinan dengan APD itu sendiri dapat memindahkan bahaya ketempat lain. Misalnya bahan kmia beracun yang terserap pada sepatu atau pakaian yang dipakainya dapat berpindah ke tempat lain.

f. APD tertentu khususnya alat pernapasan/masker, tidak dipakai terus menerus g. APD tidak selalu dapat digunakan dengan tepat/cocok.

Dalam program pengadaan untuk melengkapi tenaga kerja serta penyimpanan, pemeliharaan APD sebaiknya dipilih yang sangat sensitif terhadap perubahan tertentu, waktu kadaluarsanya dan tidak akan menimbulkan alergi terhadap sipemakai serta tidak menularkan penyakit.

Penggunaan APD yang standar sangat diperlukan, karena banyak kasus dimana pekerja yang sudah menggunakan APD masih bisa terkena kecelakaan akibat alat yang dipakainya tidak memenuhi standar. Seiring dengan kemajuan teknologi, alat pelindung diri (APD) semakin beragam bentuk dan fungsinya dan ini sangat membantu menurunkan jumlah pekerja yang cidera atau meninggal akibat kecelakaan kerja.

a. Sabuk Keselamatan (safety belt)

Gambar 2.3. Safety belt dan safety harness

Sumber: www.1stseniorcare.com/

Alat pelindung sabuk keselamatan digunakan untuk menghindari terjadinya benturan pada saat berkendaraan, misalnya mobil, pesawat terbang, alat berat dan lain-lain. Pada pekerjaan yang berada di ketinggian, sangat memerlukan alat pelindung diri berupa tali pengaman (safety harness). Alat pelindung diri ini digunakan jika bekerja pada ketinggian lebih dari 1.8 meter. Hal ini akan melindungi pekerja agar terhindar dari potensi jatuh dari ketinggian. Safety belt

berfungsi sebagai pelindung diri ketika pekerja bekerja/berada di atas

ketinggian.

b. Sepatu Karet (sepatu boot)

Alat pelindung kaki untuk melindungi kaki dan jari kaki agar tidak tertimpa benda-benda berat, keras, tersengat listrik, terjepit, tersandung, terpeleset, terinjak benda/cairan panas, bahan kimia, terantuk dan tertusuk benda tajam, tergelincir/slep. Pemakaian sepatu selalu disesuaikan dengan lingkungan kerja, sesuai dengan resiko yang mungkin terjadi, seperti :

1) Untuk tempat kerja ringan atau tempat kerja biasa cukup dipakai sepatu biasa. Namun wanita sebaiknya tidak memakai sepatu dengan tumit tinggi. 2) Safety shoes atau sepatu boot. Untuk melindungi kaki jangan sampai bila terbentur benda keras terasa sakit karena pada bagian penutup jari dilengkapi dengan baja atau campuran baja karbon. Bahan pembuatan dari kulit, plastik, karet sintetis.

3) Untuk tempat kerja yang licin kemungkinan tergelincir sepatu dibuat bagian solnya anti slep/tergelincir dengan permukaan kasar.

4) Untuk tempat kerja yang kemungkinan bahaya tertusuk maka sol sepatu dilapisi dengan logam.

5) Untuk mencegah bahaya tersentuh listrik, sepatu seluruhnya terjahit, tidak boleh dipaku, atau dipress dengan lem

6) Untuk tempat kerja yang lembab, lantai yang panas, baik dipakai sepatu atau sandal beralaskan kayu.

7) Sepatu boot dari bahan karet dipakai untuk pencegahan dilantai yang mengandung bahan kimia.

8) Kadang kala sepatu pengaman dilengkapi dengan bantalan lutut, pelindung tungkai atas yang terbuat dari bahan karet, asbes/semacamnya, lapisan logam dll, disesuaikandengan resiko yang ada.

9) Untuk pekerjaan dengan benda panas atau pengocoran logam, ujung celana tidak boleh dimasukkan kedalam sepatu karena percikan logam panas dapat masuk kedalam sepatu. Untuk lingkungan kerja dengan bahaya kebakaran, lebih baik memakai sepatu anti panas.

Safety shoes berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia dan sebagainya. Sepatu karet (sepatu boot) adalah sepatu yang didesain khusus untuk pekerja yang berada di area basah (becek atau berlumpur). Kebanyakan sepatu karet di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

Gambar 2.4. Sepatu boot

Sumber: www.lazada.co.id/

Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang licin ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

c. APD tangan termasuk jari-jari

APD tangan umumnya disebut sarung tangan atau kaos tangan (Gloves).

Fungsi APD tangan/sarung tangan adalah untuk melindungi tangan dan jari-jari dari bahaya tajam, panas, kasar/berduri, dingin, radiasi, arus listrik, bahan kimia, elektromagnetik.

Macam-macam APD tangan, yaitu : 1) Sarung tangan (Gloves)

2) Mitten : sarung tangan dengan ibu jari terpisah dengan keempat jari lainnya.

3) Hand pad : hanya melindungi telapak tangan

4) Sleeve : melindungi pergelangan tangan sampai lengan dan biasanya jadi satu dengan sarung tangan.

Bahan sarung tangan yang disesuaikan dengan fungsinya : 1) Asbes, katun, wool umumnya untuk tahan api dan panas 2) Kulit : untuk panas, listrik, mencegah lecet/luka

3) Karet alam atau karet sintetik : untuk kelembaban air, atau basah, bahn kimia, listrik

4) Poly vinil klorida : untuk zat-zat kimia, asam kuat, oxidan dll.

Gambar 2.5. Sarung tangan

Sumber http://www.ksc-kw.com/

d. Masker (Respirator)/APD mulut dan hidung Terdapat 2 (dua) jenis APD mulut dan hidung, yaitu :

1) Respirator pemurni udara

Respirator ini terbagi atas 4 (empat) macam :

a) Respirator yang mengandung bahan kimia tetentu atau disebut topeng gas dengan kanister yang sesuai untuk bahan kimia tertentu pula. Pemakaian kanister harus sesuai dengan zat pencemar. Misalnya

memilih kanister untuk gas asam kuat : HCl, H2SO4 dan lain-lain

sebaiknya menggunakan kanister yang mengandung soda. Dalam pemakaian kanister harus mendapat perhatian adalah masa kadaluarsanya, yaitu isi kanister, konsentrasi zat pencemar, aktifitas pemakainya. Suatu kanister bila dipakai lebih aktif/lama, maka

pemakaiannya (misal O2) akan meningkat dan akan menyebabkan

kanister akan lebih cepat kadaluarsa.

Jenis ini memakai filter atau kanister yang dapat menyerap kontaminan dalam udara. Jenis filter berbeda-beda bergantung jenis gasnya dan diberi warna yang berbeda sesuai dengan kemampuan penyerapan gas.

Gas asam : putih

Gas asam sianida : putih dengan strip hijau

Gas klor : putih dengan strip kuning

Uap organic : hitam

Gas ammonia : hijau

Gas karbon monoksida : biru

Gas asam dan uap organik dan ammonia

: cokelat

b) Respirator dengan patrum (cartridge) kimia. Respirator jenis ini biasanya dipakai menutup bagian muka secara keseluruhan dengan satu atau dua cartridge tertentu (sesuai dengan kandungan bahan kimia tertentu). Namun kekurangan respirator ini tidak dapat digunakan dalam keadaan darurat (emergensi)

c) Respirator dengan filter mekanik, bentuknya sama dengan respirator patrum kimia tetapi pemurni udara berupa filter. Respirator ini banyak digunakan untuk pencegahan terhadap debu.

Gambar 2.6. Respirator

d) Respirator yang dilengkapi filter mekanik dan bahan kimia. Jenis ini dipakai untuk bekerja dalam ruang yang berkadar oksigen rendah seperti ruang tertutup atau berpolusi berat, seperti adanya gas apiksian

(N2, CO2) atau apiksian kimia (NH3, CO, HCN) pada konsentrasi tinggi.

2) Respirator yang dihubungkan dengan supply udara bersih.

Respirator ini disupply udara dari kompresor dan udara bersih dari tabung gas yang berisi udara bertekanan. Namun yang perlu diperhatikan dalam pemilihan respirator tersebut adalah :

a) Pilih yang tepat sesuai jenis bahaya/gas yang akan dihadapi pemakai b) Cara pemakaian harus tepat

c) Perhatikan kemungkinan adanya penyakit menular.

Dalam memilih APD pernapasan harus diperhatikan beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, yaitu :

a) Sifat dan tingkat bahayanya (gas, uap, partikel dll) b) Tersedianya tanda-tanda tentang zat – zat pencemar c) Tingkat kadar zat pencemar.

d) Tingkat resikonya (apabila APD pernafasan tidak berfungsi) e) Waktu/lamanya yang bersangkutan berada dalam lingkungan f) Kemampuan fisik pemakai

g) Ketepatan pemakiannya pada muka

h) Sarana untuk menyelamatkan diri mencari udara segar.

Masker dapat berfungsi sebagai pelindung hidung dan penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat yang memiliki kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).

Gambar 2.7. Masker

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/

e. Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff)

Alat pelindung telinga mutlak harus dipakai bila bekerja/berada didaerah atau berada didekat peralatan yang memiliki tingkat kebisingan diatas normal. Guna melindungi telinga dari sumber suara yang cukup tinggi diperlukan penutup telinga. Hal ini dimaksudkan karena telinga tidak mampu menahan suara dalam intensitas yang tinggi dan memekakkan telinga.

Adapun adapun alat pelindung ini terdiri dari 2 (dua) jenis : 1) Sumbat telinga (Ear plug)

2) Tutup telinga (Ear muff)

Gambar 2.8. Sumbat/tutup telinga

f. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)

Gambar 2.9. Kaca mata pengaman

Sumber: http://www.allaboutvision.com/

Bahasa umumnya disebut kaca mata. Berfungsi untuk melindungi mata. APD ini umumnya digabung dengan APD untuk muka dengan demikian maka fungsinya selain melindungi mata sekalian melindungi muka/wajah. APD ini terdiri dari berbagai bentuk/jenis disesuaikan dengan sumber bahaya yang dihadapi. APD mata berfungsi seperti disebutkan diatas dari bahaya :

1) Lemparan benda - benda kecil 2) Lemparan benda – benda panas 3) Pengaruh cahaya

4) Pengaruh dari radiasi tertentu

APD untuk muka dan mata harus memenuhi syarat :

a) Mempunyai daya tahan terhadap api sama dengan syarat helm. b) Mempunyai daya tahan lemparan benda – benda.

c) Lensa tidak boleh menimbulkan efek distorsi atau efek prisma lebih dari 1/16 prisma dioptri. Artinya perbedaan refraksi lebih kecil dari 1/16 dioptri. d) Untuk kaca mata anti radiasi yang paling utama dilihat adalah kaca mata

Pada pekerjaan pengelasan maupun pekerjaan permesinan perlu menggunakan pelindung mata. Hal ini untuk melindungi mata dari percikan api ataupun serpihan dari besi yang mengalami proses pengerjaan permesinan. g. Alat Pelindung Kepala

Berdasarkan fungsinya dapat dibagi atas :

1) Topi pengaman (Safety Helmet) untuk melindungi kepala dari

kemungkinan benturan atau pukulan/kejatuhan benda.

Gambar 2.10. Topi Pengaman

Sumber: http://www.lelong.com.my/

Untuk topi pengaman ini di Indonesia belum ada standar/kwalifikasi, namun untuk negara lain misalnya Amerika, topi pengaman dibagi atas 4 (empat) jenis :

a) Untuk regu pemadam kebakaran b) Untuk listrik tegangan tinggi c) Untuk keperluan umum d) Untuk listrik terbatas

Topi pengaman harus memenuhi syarat sebagai berikut :

a) Bagian luar harus kuat dan tahan terhadap benturan atau tusukan benda tajam/runcing

b) Jarak antara lapisan luar dengan bagian dalam pada puncaknya sekitar 5 cm.

c) Tidak menyerap air.

d) Tahan tehadap api, tidak mudah terbakar. e) Tahan terhadap listrik tegangan tinggi f) Tidak ada cacad atau lubang

g) Khusus untuk topi bagian listrik bukan dari bahan logam dan tahan terhadap listrik tegangan rendah.

2) Tutup kepala untuk menjaga kebersihan kepala/rambut atau mencegah rambut terlilit bagian mesin yang berputar.

3) Tudung/topi, untuk melindungi kepala dari api, uap, korosif, debu kondisi iklim yang buruk.

h. Pelindung wajah (Face Shield)

Gambar 2.11. Pelindung Wajah

Sumber: http://www.k-r-b.com/

Pelindung wajah berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda) Alat pelindung diri ini sudah seharusnya digunakan oleh seluruh pekerja dalam kaitannya sebagai tindakan preventif dari potensi terjadinya kecelakaan kerja. Alat pelindung diri ini juga harus memenuhi standard teknis yang ditentukan oleh pemerintah. Secara garis besar, penggunaan APD ini tidak dapat melindungi tubuh secara sempurna, akan tetapi penggunaan APD ini lebih ditujukan kepada tindakan

preventif terjadinya kecelakaan kerja dan dapat meminimalisasi keluhan atau penyakit yang berpotensi terjadi. Alat Pelindung Diri ini memiliki beberapa kelemahan seperti:

1) Kemampuan perlindungan yang tidak sempurn

2) Tenaga kerja tidak merasa aman karena ukuran yang terkadang tidak sesuai

3) Komunikasi terganggu i. APD bagian tubuh

Alat pelindung tubuh yaitu pakaian kerja yang khusus untuk bekerja dan berfungsi untuk melindungi badan.

Pakaian kerja untuk bahaya radiasi dilapisi dengan timbal. Pakaian ini yang sederhana biasanya berbentuk apron.

1) Jas Hujan (Rain Coat)

Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada

waktu hujan atau sedang mencuci alat).

Gambar 2.12. Jas Hujan

Sumber: https://surabaya.proxsisgroup.com/

2) Pelampung

Pelampung berfungsi melindungi pengguna yang bekerja di atas air atau dipermukaan air agar terhindar dari bahaya tenggelam dan atau mengatur keterapungan (buoyancy) pengguna agar dapat berada pada posisi tenggelam (negative buoyant) atau melayang (neutral buoyant) di dalam air.

Gambar 2.13 : Pelampung

Sumber: https://tokoonline88.com/

3) Baju bengkel

Gambar 2.14. Baju bengkel

4. Penilaian Resiko Pekerjaan sebelum melakukan penanganan secara

Dokumen terkait