• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan

Bab III Isu~Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan

Dompu

Permasalahan~permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsinya adalah sebagai berikut :

a) Permasalahan terkait Kesekretariatan ;

1) Kualitas Dokumen Perencanaan dan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu yang belum memadai

2) Kurang memadainya Sarana dan Prasarana untuk menunjang Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu

3) Keterbatasan Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) baik secara kuantitas maupun kualitas

b) Permasalahan terkait Kesetaraan dan Keadilan Gender ; 1) Masih banyaknya OPD yang belum melaksanakan PUG

2) Masih rendahnya keterwakilan Perempuan di Lembaga Legislatif

3) Masih rendahnya kedudukan Perempuan sebagai Manager, Profesional, Administrasi, Tekhnisi

4) Masih rendahnya Sumbangan Pendapatan Perempuan dalam Keluarga

5) Belum efektifnya pelaksanaan Tugas~Tugas Pokja PUG

c) Permasalahan terkait Perlindungan Hak Perempuan;

1) Masih tingginya Kasus Kekerasan terhadap Perempuan 2) Masih terjadinya Kasus Perdagangan Perempuan

3) Belum maksimalnya Penanganan dan Perlindungan terhadap Perempuan Korban Tindak Kekerasan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Rencana Strategis (Renstra) 44

1) Belum maksimalnya Pemenuhan Hak Anak (PHA) dan Implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak

2) Belum terbentuknya Forum Anak Tingkat Kecamatan dan Kelurahan/Desa

3) Masih terdapatnya Anak yang belum memiliki Akta Kelahiran & Kartu Identitas Anak (KIA)

4) Belum optimalnya Penanganan Kasus Tindak Kekerasan terhadap Anak

5) Adanya Kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH)

6) Masih kurangnya partisipasi Lembaga Masyarakat dalam Perlindungan Khusus terhadap Anak

7) Belum optimalnya pelaksanaan kegiatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

8) Munculnya berbagai Tindak Kekerasan di Media Online, seperti Pornografi, Pelecehan Seksual dan Penipuan, terlihat dari Kasus Pornografi dan Cyber Crime

e) Permasalahan terkait Tumbuh Kembang Anak

1) Masih tingginya Anak yang tidak memiliki Akta Kelahiran, terlihat dari Persentase Anak yang tidak memiliki Akta Kelahiran dan Anak~Anak belum memiliki Kartu Identtas Anak (KIA)

2) Masih tingginya Anak yang tidak mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

3) Tingginya Kematian pada Bayi dan Balita 4) Tingginya Prevelansi Gizi Buruk pada Balita

5) Masih ditemukannya Perkawinan pada Usia Anak

6) Belum semua Puskesmas termasuk Kategori Puskesmas Ramah Anak 7) Belum semua Sekolah termasuk Kategori Sekolah Ramah Anak

f) Permasalahan terkait Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

1) Masih kurangnya partisipasi Lembaga Masyarakat dalam Perlindungan terhadap Perempuan

2) Belum optimalnya Lembaga Layanan Peningkatan Kualitas Keluarga 3) Belum tersedianya Pusat Pemberdayaan Keluarga (PUSPAGA) yang

sesuai dengan standar

4) Belum maksimalnya ketersediaan Data Gender dan Anak

5) Masih belum meratanya pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

6) Perhatian dan partisipasi dari kalangan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak masih belum optimal

45 3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Daerah Terpilih

Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih dalam RPJMD adalah

“Terwujudnya Masyarakat Dompu yang Mandiri dan Religius”. Unsur Visi yang terkait dengan Tugas dan Fungsi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah Mandiri yang berarti Masyarakat Dompu mampu melayani kebutuhan hajat hidup diri dan keluarganya dengan bekerja keras melalui pemanfaatan Sumber Daya Alam yang dimiliki, keterampilan dan ilmu pengetahuan masyarakat itu sendiri, sesuai Falsafah Islam tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah.

Dalam rangka pencapaian Visi di atas, Misi Pembangunan Jangka Menengah dalam RPJMD adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan Pertumbuhan dan Memperkuat Struktur Ekonomi Daerah Berbasis Potensi Lokal

2. Mengembangkan Masyarakat yang Religius, Berakhlak Mulia, Berbudaya dan Menghormati Sesama

3. Meningkatkan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan, Terjangkau dan Berkualitas

4. Meningkatkan dan Mengembangkan Pembangunan Infrastruktur Daerah dan Strategis

5. Menegakkan Supermasi Hukum, Pemerintahan yang Bebas KKN dan Memantapkan Pelayanan Publik

6. Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Menciptakan Kota Dompu yang Asri, Bersih dan Nyaman

Sesuai dengan Tugas dan Fungsinya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendukung pencapaian Misi ke~3 yaitu Meningkatkan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan Terjangkau dan Berkualitas. Adapun Tujuan yang terkait dengan Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah Meningkatnya Kesejahteraan Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, dengan Sasaran Meningkatnya Indeks Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Analisis Permasalahan, Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat dalam pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih tercantum pada Tabel 3.1 berikut ini.

Rencana Strategis (Renstra) 46

Tabel 3.1

Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat dalam Pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

No. Misi, Tujuan dan

Sasaran RPJMD Permasalahan Pelayanan

Perangkat Daerah Faktor

Penghambat Pendorong

1 dibandingkan kondisi ideal sebesar 100.

IDG relatif rendah dibanding kondisi ideal & Kabupaten/

Kota lain.

Tingginya Kasus Ke-kerasan Terhadap Perempuan, terlihat dari Jumlah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Jum-lah Kasus KDRT.

Perempuan banyak menjadi Obyek Porno-grafi, menjadikan Pe-rempuan sangat ren-tan terhadap kekeras-an

Belum optimalnya peran Kelembagaan Perlindungan Hak Perempuan

Terjadinya berbagai Praktik buruk yang mengancam Hak~Hak Anak, seperti Pekerja Anak, Perkawinan Anak dan Anak Ber-hadapan dengan Hu-kum (ABH) se-perti Akta Kelahiran, KIA, PAUD, Hidup Anak bagi Semua

Anak, termasuk

47 3.3 Telaahan Renstra Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak Republik Indonesia dan Renstra DP3AP2KB Provinsi Nusa Tenggara Barat

3.3.1 Telaahan Renstra Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia

Analisis Permasalahan, Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat dalam Pencapaian Sasaran Renstra Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tercantum pada Tabel 3.2 berikut ini.

Tabel 3.2

Permasalahan Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu berdasarkan Sasaran Renstra Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia beserta

Faktor Penghambat dan Faktor Pendorong Keberhasilan Penanganannya

No

Penghambat Pendorong

1

a. Meningkatnya ca-paian indeks pem-bangunan gender

· IPG meningkat namun relatif rendah dibanding-kan kondisi ideal sebesar 100.

· Pelaksanaan Pe-rencanaan dan penganggaran responsif gender belum optimal.

· Terbatasnya ang-garan program untuk mendu-kung PUG dan Perencanaan dan penganggaran b. Meningkatnya

ca-paian indeks pem-berdayaan gender

· IDG relatif rendah diba-ndingkan kondisi ideal dan daerah lain.

2

a. Berkurangnya ka-sus kekerasan ter-hadap perempuan termasuk TPPO

· Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan, ter-lihat dari jumlah kasus kekerasan terhadap perem-puan dan jumlah kasus KDRT.

· Perempuan banyak jadi obyek pornografi, men-jadikan perempuan sangat rentan terhadap kekeras-an.

· Terbatasnya per-sonil yang mela-yani penanganan kasus kekerasan terhadap

b. Meningkatnya kua litas penanganan kasus kekerasan terhadap perem-puan termasuk TPPO

· Belum optimalnya peran kelembagaan perlindungan hak perempuan.

Rencana Strategis (Renstra) 48

No Menengah Renstra K/L

Permasalahan Pelayanan

Perangkat Daerah Penghambat Pendorong

3

a. Meningkatnya im-plementasi kabu-paten/kota layak anak di Indonesia.

· Munculnya berbagai tindak

kekerasan terhadap anak · Terbatasnya per-sonil yang mela-yani penanganan kasus kekerasan terhadap mengembang-kan Kota Layak Anak

b. Meningkatnya kua litas implementasi kebijakan terkait perlindungan khu-sus kepada anak c. Meningkatnya kua

litas sistem layan-an perlindungan khusus kepada anak

· Belum terpenuhinya hak-hak anak seperti akte kelahiran, KIA, PAUD, hidup sehat, sekolah ramah anak, Puskesmas ramah anak, dan pengasuhan yang aman.

4

Meningkatnya parti-sipasi dan sinergitas lembaga profesi dan dunia usaha, media, dan organisasi aga-ma dan keaga-masyara- kemasyara-katan serta akade-misi dan lembaga riset dalam pember-dayaan perempuan dan perlindungan anak

· Kurangnya partisipasi mas-yarakat dalam Pemberdaya-an perempuPemberdaya-an dPemberdaya-an Pemberda-yaan perempuan dan perlindung-an perlindung-anak masih kurang

· Adanya bebe-rapa organisasi masyarakat &

LSM yang ber-gerak di bidang Pemberdayaan perempuan &

perlindungan anak

3.3.2 Telaahan Renstra DP3AP2KB Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sesuai dengan Tugas dan Fungsinya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu mendukung pencapaian Tujuan dan Sasaran Renstra DP3AP2KB Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terkait dengan Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu adalah sebagai berikut ;

1. Meningkatnya Indeks Pembangunan dan Pemberdayaan Gender.

2. Menurunnya Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

3. Meningkatnya Pemenuhan Hak-Hak Anak 4. Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)

5. Meningkatnya Perencanaan yang Berbasis Kinerja

Analisis Permasalahan, Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat dalam Pencapaian Sasaran Renstra DP3AP2KB Provinsi Nusa Tenggara Barat tercantum pada Tabel 3.2 berikut ini.

49 Tabel 3.3

Permasalahan Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu berdasarkan Sasaran Renstra DP3AP2KB Provinsi Nusa

Tenggara Barat beserta Faktor Penghambat dan Faktor Pendorong Keberhasilan Penanganannya

Penghambat Pendorong

1 relatif rendah diba-ndingkan kondisi ideal sebesar 100.

· Angka Harapan Hidup perempuan relatif re-ndah dibandingkan dae-rah lain.

· Rata-rata lama sekolah relatif rendah diba-ndingkan daerah lain.

· IDG relatif rendah dibandingkan kondisi ideal dan daerah lain.

· Keterlibatan perempuan di lembaga legislatif relatif rendah, terlihat dari rasio Keterwakilan perempuan dalam parle-men.

· Kesenjangan pendapat-an pendapat-antara laki-laki dpendapat-an perempuan tergolong tinggi, terlihat dari pen-dapatan yang diperoleh penduduk laki-laki dan penduduk perempuan.

· Mekanisme pe-ngumpulan,pen golahan dan analisa data terpilah belum optimal

· Belum Sinkron-nya Program Kegiatan antar Provinsi dan Kabupaten / Kota

· BP3AP2KB sebagai Pusat Pelayanan &

Informasi keke-rasan terhadap perem-puan, terlihat dari jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan jumlah kasus KDRT.

· Perempuan banyak men jadi obyek pornografi, menjadikan perempuan sangat rentan terhadap kekerasan.

· Mekanisme ngumpulan, Pe-ngolahan dan Analisa Data terpilah belum optimal

· Lemahnya Ko-mitmen para Stakeholder

· Kurangnya Par-tisipasi Masya-rakat

· BP3AP2KB sebagai Pusat Pelayanan &

Informasi

Rencana Strategis (Renstra)

Penghambat Pendorong

· Rendahnya perlindung-an terhadap tenaga kerja dan buruh migran perempuan, ditunjuk-kan dengan terjadinya kasus-kasus perlakuan buruk terhadap buruh migran.

· Belum optimalnya peran kelembagaan perli-ndungan hak perem-puan.

· Belum Sinkron-nya Program Kegiatan antar Provinsi dan tindak kekerasan ter-hadap anak

· Belum terpenuhinya hak-hak anak seperti akte kelahiran, PAUD, hidup sehat, sekolah ramah anak, Puskesmas ramah anak, dan pengasuhan yang aman.

· Lemahnya Ko-mitmen para Stakeholder

· Kurangnya Par-tisipasi Masya-rakat

· Belum Sinkron-nya Program Kegiatan antar Provinsi dan

· Terjadinya berbagai praktik buruk yang mengancam hak-hak anak, seperti pekerja anak perkawinan anak, dan anak berhadapan dengan hukum (ABH).

· Lemahnya Ko-mitmen para Stakeholder

· Kurangnya Par-tisipasi Masya-rakat

· Belum Sinkron-nya Program Kegiatan antar Provinsi dan Kabupaten / Kota

· BP3AP2KB sebagai Pusat Pelayanan &

Informasi

Pe-51

Penghambat Pendorong rempuan dan Pe-rencanaan dan Evalua-si Pelaksanaan Program dan Kegiatan Perangkat Daerah yang belum memadai

· Kurang memadainya Sa-rana dan PrasaSa-rana un-tuk menunjang Pelayan-an PerPelayan-angkat Daerah

· Keterbatasan Jumlah ASN baik secara kuanti-tas maupun kualikuanti-tas

· Belum optimalnya Im-plementasi Aplikasi SIMDA

· Belum Sinkron-nya Program Kegiatan antar Provinsi dan

3.4.1 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah

Dalam RTRW tidak diatur mengenai Rencana Struktur Tata Ruang, Struktur Tata Ruang saat ini, Rencana Pola Ruang, Pola Ruang saat ini, dan Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah yang berkaitan dengan Tugas dan Fungsi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu. Dalam kurun waktu 5 (Lima) Tahun ke depan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu tidak melaksanakan Kegiatan Pembangunan Fisik dalam skala besar yang dapat berpengaruh terhadap Pola dan Fungsi Ruang.

3.4.2 Telaahan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Rencana Program dan Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu tidak berimplikasi terhadap lingkungan

Rencana Strategis (Renstra) 52

3.5. Penentuan Isu~Isu Strategis

Isu~Isu Strategis merupakan kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan karena dampaknya yang signifikan bagi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu di masa mendatang. Penentuan Isu~ Isu Strategis Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu dilakukan dengan menggunakan Metode Focussed Group Discussion (FGD).

Berdasarkan Hasil FGD ditetapkan Isu Strategis Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu adalah sebagai berikut ;

1) Belum optimalnya Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Pembangunan ditandai dengan Capaian IPG, IDG, Persentase Perempuan di Lembaga Legislatif, Persentase Perempuan sebagai Tenaga Manager, Profesional, Administrasi, Tekhnisi, Persentase Sumbangan Pendapatan Perempuan dalam Keluarga

2) Tingginya Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan belum optimalnya Perlindungan terhadap Kasus Kekerasan terhadap Perempuan, Tindak Pidana Perdagangan Orang 3) Belum optimalnya Pemenuhan Hak Anak terlihat dari Pencapaian

Kabupaten/Kota Kayak Anak

4) Tingginya Kasus~Kasus terhadap Anak seperti Kasus Kekerasan terhadap Anak, Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), Pekerja Anak, Korban Perlakuan Salah dan Penelantaran

5) Belum optimalnya Implementasi Aplikasi pelaporan evaluasi KLA 6) Kurangnya Ketersediaan Data Gender dan Anak

7) Kualitas Dokumen Perencanaan dan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Perangkat Daerah yang belum memadai

8) Kurang memadainya Sarana dan Prasarana untuk menunjang Pelayanan Perangkat Daerah

9) Keterbatasan Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) baik secara kuantitas maupun kualitas

10) Belum optimalnya Implementasi Aplikasi SIMDA

53

BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1 Visi dan Misi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu

Visi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu yang merupakan jabaran dari keterkaitan dengan Tahapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016~2021 maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) “Memperkuat Daya Bayar Masyarakat Dompu”, sejalan dengan Misi Kabupaten Dompu yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu, yaitu “TERWUJUDNYA KESETARAAN GENDER, TERPENUHINYA HAK PEREMPUAN dan ANAK serta TERLINDUNGI DARI TINDAK KEKERASAN UNTUK TERCIPTANYA MASYARAKAT DOMPU YANG MANDIRI dan RELIGIUS”

Visi ini adalah merupakan Rumusan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu yang bersifat umum an dijabarkan dalam Misi yang akan dilaksanakan pada Tahun 2016~2021 yaitu

“Meningkatkan Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, Kualitas Hidup Perempuan, Tumbuh Kembang Anak, Peran Serta Anak, Perlindungan dan Pemenuhan Hak~Hak Anak serta Terwujudnya Kabupaten Dompu yang Layak Anak (KLA)”

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah yang akan dicapai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu diuraikan sebagai berikut ;

“Meningkatnya Indeks Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak”

dengan Sasaran yang akan dicapai dari tujuan tersebut meliputi sebagai berikut ;

1. Meningkatnya Kesetaraan Gender dalam Pembangunan;

2. Meningkatkan Kualitas Perlindungan Hak Perempuan dan Anak;

3. Meningkatnya Pemenuhan Hak Anak bagi Semua Anak, Termasuk Anak yang Berkebutuhan Khusus; dan

4. Meningkatnya Layanan Administrasi Perkantoran.

Rencana Strategis (Renstra) 54

Tabel 4.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Kabupaten Dompu Tahun 2016~2021

No Tujuan Sasaran Indikator

Sasaran Satuan

Capaian

Kinerja Target Kinerja Tujuan/Sasaran pada

55 4.3 Strategi dan Kebijakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak Kabupaten Dompu

4.3.1 Strategi

Strategi yang digunakan dalam rangka pencapaian Sasaran adalah sebagai berikut :

1) Meningkatkan Pemahaman dan Komitmen Pemerintah Daerah;

2) Menyusun, Mereview, Mengharmonisasikan dan Mengkoordinasikan berbagai Kebijakan Perlindungan Perempuan dari berbagai Tindak Kekerasan;

3) Pemenuhan Hak Anak dengan Fokus pada Percepatan Pencapaian Kabupaten/Kota Layak Anak; dan

4) Meningkatkan Layanan Administrasi Perkantoran

4.3.2 Kebijakan

Kebijakan yang diambil dalam rangka pelaksanaan Strategi adalah sebagai berikut :

1) Meningkatkan Pemahaman dan Komitmen Pemerintah Daerah melalui Harmonisasi berbagai Regulasi dan Kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG);

2) Menyusun, Mereview, Mengharmonisasikan dan Mengkoordinasikan berbagai Kebijakan Perlindungan Perempuan dari berbagai Tindak Kekerasan melalui Peningkatan Pencegahan terjadinya Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang;

3) Pemenuhan Hak Anak dengan Fokus pada Percepatan Pencapaian Kabupaten/Kota Layak Anak dengan Penyediaan berbagai Regulasi, Kebijakan Pembentukan dan Pembinaan Kelembangaan dan Pemenuhan Sarana dan Prasarana Penunjang Kabupaten/Kota Layak Anak; dan

4) Meningkatkan Layanan Administrasi Perkantoran melalui Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendukung Administrasi Perkantoran yang memadai

Keterkaitan antara Strategi dan Kebijakan dengan Tujuan, Sasaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini :

Rencana Strategis (Renstra) 56

Tabel 4.2

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu Tahun 2016~2021

No Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1

Meningkatkan Pemahaman dan Komitmen Pemerintah Daerah

Meningkatkan Kebijakan Perlindungan Perempuan

dari berbagai Tindak Kekerasan

Menyusun, Mereview,

Pemenuhan Hak Anak dengan Fokus pada Percepatan Pencapaian

Kabupaten/Kota Layak Anak

Pemenuhan Hak Anak dengan Fokus pada Percepatan Pencapaian

Kabupaten/Kota Layak Anak dengan Penyediaan berbagai

Regulasi, Kebijakan Pembentukan dan Pembinaan Kelem-bagaan dan Peme-nuhan Sarana dan Prasarana Penunjang

Meningkatkan Layanan Administrasi Perkantoran

Meningkatkan Layanan Administrasi

Perkantoran melalui Pengadaan Sarana dan

Prasarana Pendukung Administrasi Perkantoran yang

memadai

57

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN

DAN PENDANAAN INDIKATIF

Rencana Program dan Kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu yang akan dilaksanakan selama 5 (Lima) Tahun diuraikan sebagai berikut :

A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1. Peningkatan Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran, yang meliputi ;

a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat

b. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik c. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor

d. Penyediaan Alat Tulis Kantor (ATK)

e. Penyediaan Barang cetakan dan Penggandaan

f. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor g. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

h. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga i. Penyediaan Makanan dan Minuman

j. Rapat~Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

B. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

2. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 3. Pengadaan Meubellair

4. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

5. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional

C. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

1. Pengadaan Pakaian Dinas beserta Perlengkapannya

2. Pengadaan Pakaian Khusus Hari~Hari Tertentu, yang meliputi ; a. Pakaian Olahraga Aparatur

b. Pakaian Olahraga Dharma Wanita

D. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 1. Sosialisasi Peraturan Perundang~Undangan

(Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang~Undangan)

Rencana Strategis (Renstra) 58

E. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

1. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja OPD 2. Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran (termasuk Triwulan)

3. Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran 4. Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

5. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) OPD

6. Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) OPD 7. Penyusunan dan Revisi Rencana Strategis (Renstra) OPD

8. Evaluasi Rencana Strategis (Renstra) OPD 9. Penyusunan Rencana Kerja (Renja) OPD

F. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 1. Perumusan Kebijakan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan di Bidang

Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi

2. Perumusan Kebijakan Peningkatan Peran dan Posisi Perempuan di Bidang Politik dan Jabatan Publik

3. Pelaksanaan Sosialisasi yang Terkait dengan Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

4. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

5. Pelaksanaan Temu Forum Anak Tingkat Kabupaten

6. Pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten

7. Pelaksanaan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Indikator Kabupaten Layak Anak (KLA)

8. Penyusunan Profil Anak

9. Pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (GT~KLA)

10. Pelaksanaan Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan/Desa Ramah Anak

11. Pelaksanaan Pembentukan Forum Anak Tingkat Kecamatan dan Kelurahan/Desa

12. Pelaksanaan Fasilitasi Pembentukan Sekolah Ramah Anak (SRA)

13. Pelaksanaan Fasilitasi Pembentukan Rumah Sakit dan Puskesmas Ramah Anak

G. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak 1. Advokasi dan Fasilitasi Pengarusutamaan Gender (PUG) bagi Perempuan 2. Fasilitasi Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak

(P2TP2A)

3. Pengembangan Materi dan Pelaksanaan KIE tentang Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG)

59 4. Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak

5. Peningkatan Kapasitas dan Jaringan Kelembagaan Pemberdayaan Perempuan dan Anak

6. Evaluasi Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) 7. Pengembangan Sistem Informasi Gender dan Anak 8. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

H. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Anak 1. Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Perempuan di Daerah

2. Pelatihan bagi Pelatih (TOT) SDM Pelayanan dan Pendampingan Korban Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

3. Penyusunan Sistem Perlindungan bagi Perempuan

4. Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Penghapusan Buta Aksara Perempuan (PBAP)

5. Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan

6. Sosialisasi Sistem Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

7. Fasilitasi Upaya Perlindungan Perempuan terhadap Tindak Kekerasan 8. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

I. Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan

1. Pembinaan Organisasi Perempuan

2. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender

3. Penyuluhan bagi Ibu Rumah Tangga dalam Membangun Keluarga Sejahtera

4. Bimbingan Manajemen Usaha bagi Perempuan dalam Mengelola Usaha 5. Pameran Hasil Karya Perempuan di Bidang Pembangunan

6. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

J. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Anak

1. Pendampingan bagi Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan 2. Pengembangan Desa Perlindungan Anak Terpadu Berbasis

Masyarakat/PATBM (Bimbingan Tekhnis/Bimtek PATBM) 3. Komisi Perlindungan Anak (KPA)

4. Temu Pengurus Komisi Perlindungan Anak Desa/Kelurahan (KPAD) 5. Pembinaan Organisasi Perempuan

6. Workshop Peningkatan Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan 7. Pemberdayaan Lembaga yang Berbasis Gender

Rencana Strategis (Renstra) 60

K. Program Pengembangan Data dan Informasi 1. Penyusunan Profil Gender

2. Koordinasi Penyelenggaraan Sistem Data Gender dan Anak

2. Koordinasi Penyelenggaraan Sistem Data Gender dan Anak

Dokumen terkait