• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS DINAS

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas

Penyusunan Renstra 2021–2026 ini, disamping berdasarkan pada tugas dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, juga berlandaskan pada pemetaan kondisi lingkungan serta isu-isu strategis yang terus berkembang. Isu-isu yang memiliki nilai strategis pembangunan patut dijadikan acuan dan perhatian terutama dalam menyusun rencana program dan kegiatan pembangunan. Capain kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesawaran pada 5 (lima) tahun terakhir yaitu pada periode tahun 2016-2021 telah menghasilkan berbagai kemajuan yang cukup berarti pada sektor pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Akan tetapi disamping kemajuan yang ada masih ada beberapa permasalah pembangunan daerah yang perlu untuk di selesaikan, antara lain permasalahan kesenjangan antara kinerja pembangunan yang di capai saat ini dengan rencana pembangunan yang telah di susun sebelumnya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesawaran.

Permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum di dayagunakan secara optimal, kelemahan yang belum diatasi, peluang yang kurang di manfaatkan serta ancaman yang tidak di antisipasi. Untuk mendapatkan gambaran awal bagaimana permasalahan infrastruktur dapat di pecahkan dan diselesaikan dengan baik, maka tiap-tiap permasalahan pembangunan infrastruktur yang ada akan di identifikasikan.

Permasalahan akan diuraikan untuk mengetahui faktor-faktor, baik secara internal maupun eksternal, yang menjadi pendorong munculnya permasalahan tersebut.

Identifikasi permasalahan pada tiap urusan dilakukan dengan memperhatikan capaian indikator kinerja pembangunan dan hasil evaluasi pembangunan lima tahun terakhir, dapat dilihat pada Tabel 3.1 dibawah ini.

Tabel 3.1

Pemetaan Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Rendahnya Pencapaian Target tiap bidang

Pagu Indikatif tidak sesuai dengan kebutuhan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Kuota CPNS terbatas

3

Jumlah Alat berat yang di miliki Dinas PUPR Kabupaten Pesawaran masih kurang.

PAD alat berat yang masuk tidak memenuhi target printer dll masih kurang.

Terhambatnya penyelesaian pekerjaan.

Banyak Peralatan dan Mesin yang ada memiliki spek rendah dan tidak berfungsi (rusak)

Adapun permasalahan – permasalahan serta faktor – faktor yang mempengaruhi pelayanan terkait dengan tugas dan fungsi pokok pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran adalah sebagai berikut:

A. Bidang Sumber Daya Air

Identifikasi permasalahan pada Bidang Sumber Daya Air, diantaranya sebagai berikut:

a. Kerusakan jaringan irigasi.

b. Kurangnya ketersediaan sistem informasi aset dan penilaian kondisi jaringan irigasi yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas jaringan irigasi yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki terhadap tata Kelola keirigasian.

c. Sarana dan prasarana kapasitas jaringan sumber daya air belum optimal.

d. Infrastruktur terhadap ketahanan bencana di daerah rawan bencana belum optimal.

e. Pembangunan dan pemeliharaan embung yang menjangkau daerah-daerah pertanian terutama pada daerah pertanian yang rawan banjir belum optimal.

f. Penataan dan pemeliharaan jaringan irigasi masih kurang tertata.

g. Penanganan daerah aliran sungai dan rawa belum optimal.

B. Bidang Bina Marga

Identifikasi permasalahan pada Bidang Bina Marga, diantaranya sebagai berikut:

a. Kurangnya kualitas infrastruktur jalan terutama didaerah tertinggal yang belum mantap.

b. Masih ada jalan alternatif dan akses penghubung antar kabupaten yang masih perlu perbaikan.

c. Kurangnya Ketersedian jembatan yang belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

d. Kurangnya dukungan sarana peralatan kebinamargaan/alat berat dan kondisi peralatan yang ada sudah berumur tua dan sering mengalami kerusakan, sehingga pelaksanaan tugas-tugas pemeliharaan jalan dan jembatan belum optimal untuk di laksanakan.

e. Belum optimalnya pengawasan dan pengendalian teknis pekerjaan yang mempengaruhi mutu dan layanan infrastruktur yang dibangun dikarenakan kurang nya staf teknis dan pelatihan teknis yang diselenggarakan.

C. Bidang Cipta Karya

Identifikasi permasalahan pada Bidang Cipta Karya, diantaranya sebagai berikut:

a. Masih banyaknya bangunan perumahan dan tempat usaha yang tidak memenuhi syarat teknis tata bangunan dan lingkungan.

b. Kurangnya tenaga ahli yang memiliki kemampuan teknis dibidang Cipta Karya.

c. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

d. Masih lambatnya penetapan Peraturan RDTR dalam mendukung perizinan yang inkusif, murah, dan akuntabel.

D. Bidang Bina Konstruksi

Identifikasi permasalahan pada Bidang Bina Konstruksi, diantaranya sebagai berikut:

a. Kurangnya tenaga kerja konstruksi terlatih yang tersertifikasi.

b. Kurang terlaksananya pembinaan jasa konstruksi.

E. Bidang Tata Ruang

Identifikasi permasalahan pada Tata Ruang, diantaranya sebagai berikut:

a. Perencanaan tata ruang belum sepenuhnya menjadi acuan dalam penyusunan program-program pembangunan dan panduan masyarakat untuk memanfaatkan ruang.

b. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi dan mematuhi perijinan pemanfaatan ruang.

c. Keterbatasan tenaga ahli yang kompeten dalam penataan ruang.

d. Masih kurangnya koordinasi dengan antar instansi dan stake holders yang ada dalam penataan pembangunan ruang dan wilayah di Kabupaten Pesawaran.

e. Belum optimalnya penataan bangunan dan tata ruang yang terencana.

F. Bidang Penyehatan Lingkungan

Identifikasi permasalahan pada Penyehatan Lingkungan, diantaranya sebagai berikut:

a. Belum terpenuhinya pengelolaan limbah dan sampah, serta akses sanitasi aman di masyarakat.

b. Belum maksimalnya pelayanan SPAM.

c. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang budaya hemat air.

d. Belum meratanya daerah layanan air bersih khususnya di daerah pedesaan.

e. Sumber daya aparatur yang belum memadai dan belum sesuai dengan kompetensi yang diinginkan.

3.2. TELAAHAN VISI, MISI KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH

Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran terpilih. Selain itu, telaah yang dilakukan adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran. Hasil identifikasi ini juga akan menjadi input bagi perumusan isu-isu strategis pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran. Dengan demikian, isu-isu yang dirumuskan tidak saja berdasarkan tinjauan terhadap kesenjangan pelayanan tetapi juga berdasarkan kebutuhan pengelolaan faktor-faktor agar dapat berkontribusi dalam pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.

Visi Pemerintahan Kabupaten Pesawaran dalam kurun waktu sampai 2021 adalah:

“PESAWARAN LEBIH MAJU DAN SEJAHTERA DENGAN MASYARAKAT YANG PRODUKTIF”

Dari visi diatas, maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran sebagai Perangkat Daerah (PD) berusaha mencapai visi tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi nya agar hasil pembangunan sesuai dengan mutu, waktu dan kualitas yang disyaratkan, yaitu:

1. Untuk mewujudkan Kabupaten Pesawaran Lebih Maju, maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran melalui program pembangunan infrastruktur di bidang kebinamargaan memfasilitasi melalui tugas pokoknya sebagai pelaksana pembangunan infrastruktur.

Melaksanakan program pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan yang ada di wilayah Kabupaten Pesawaran agar kondisi jalan dan jembatan yang ada dan telah terbangun memiliki kondisi kemantapan dengan persentase tinggi sebagaimana target pembangunan jalan nasional. Melalui program tersebut juga di rencanakan akan semakin terbuka nya daerah-daerah potensial ekonomi, pariwisata dan budaya di Kabupaten Pesawaran dan lancar nya arus pergerakan orang, barang atau jasa yang ada di Kabupaten Pesawaran. Dengan terbuka dan lancarnya arus transportasi diharapkan

terjadinya perkembangan yang baik bagi daerah-daerah di Kabupaten Pesawaran yang berdampak bagi kemajuan masyarakat di daerah tersebut.

Jika hal ini dapat dilaksanakan maka kualitas sumberdaya manusia, pendapatan rata-rata masyarakat, ketersediaan infrastruktur, kehidupan demokrasi, serta keamanan dan ketertiban akan bisa diwujudkan.

2. Untuk mewujudkan Kabupaten Pesawaran lebih Sejahtera, maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran melalui program di bidang Sumber Daya Air, Bidang Tata Ruang, dan Bidang Penyehatan Lingkungan melaksanakan pembangunan pengembangan dan penataan infrastruktur publik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta bebas banjir/genangan, melalui kegiatan rehabilitasi irigasi dan normalisasi sungai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran melakukan penataan dan pemanfaatan ruang dengan program pemeliharaan dan rehabilitasi bangunan dan Gedung serta penataan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau. Selain itu juga juga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran melakukan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana penyehatan lingkungan.

3. Untuk mewujudkan Kabupaten Pesawaran Dengan Masyarakat Yang Produktif, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran tidak hanya menyediakan kebutuhan fisik infrastruktur saja, tetapi juga mengambil peran untuk melakukan bimbingan, pendampingan dan sosialisasi ke masyarakat melalui program-program yang ada di Bidang Bina Konstruksi dan Bidang Cipta Karya. Bidang Bina Konstruksi mengambil peran melalui program pelatihan tukang, diharapkan terciptanya tenaga tukang yang handal dan tersertifikasi. Selain itu, Bina konstruksi juga melalui program bimbingan dan pelatihan tenaga pengawas konstruksi dengan harapan terciptanya tenaga pengawas yang professional.

Misi Kabupaten Pesawaran dalam rangka mewujudkan Visi pembangunan tersebut antara lain:

1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan layanan publik yang berkualitas akuntabel dan berkinerja tinggi.

2. Menyediakan sarana dan infrastruktur secara berkelanjutan dan berkualitas yang berkeadilan dan merata.

3. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Sehat Jasmani dan Rohani, Cerdas, Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing.

4. Meningkatkan Pembangunan Ekonomi dan Memperkuat Perekonomian Daerah.

5. Mewujudkan Desa Mandiri Sebagai Titik Berat Pembangunan Berbasis Kemasyarakatan dan Potensi Lokal yang Berlandaskan Pemberdayaan Masyarakat, Kemitraan, Gotong Royong dan Bhineka Tunggal Ika.

Dari 5 (lima) Misi Daerah Kabupaten Pesawaran tersebut diatas, Misi ke 2 (dua) adalah misi yang terkait langsung dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, sedangkan yang lainnya tidak terkait langsung dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, namun Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesawaran akan turut mengambil peran guna terwujudnya misi-misi tersebut.

Dalam usaha pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Pesawaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tak lepas dari hambatan-hambatan, antara lain terbatasnya dana dari anggaran yang ada, sehingga pelaksanaannya didasarkan pada skala prioritas, masih kurangnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian yang dapat diandalkan pada masing-masing bidang khusunya tenaga teknis lapangan yang belum memadai, baik dari kuantitas maupun dari kualitasnya, masih kurangnya rekanan yang profesional dibidang konstruksi, terbatasnya sarana dan prasarana yang mendukung dalam pelaksanaan tugas pembangunan infrastruktur, selain hal-hal tersebut keadaan geografis dapat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan. Tabel 3.2 dibawah ini menjelaskan telaah visi, misi dan program KDH/ WKDH.

Tabel 3.2

Telaah Visi, Misi, dan Program KDH/ WKDH

No

Visi/Misi/

Program Kerja KDH/WKDH

Tupoksi PD Permasalahan Faktor Penghambat dan Pendorong

- Merumuskan, melaksanakan, mengembangkan dan

mensosialisasikan penghimpunan, pengoordinasian dan perumusan kebijakan teknis serta melaksanakan kegiatan Kebinamarga

- Sarana peralatan kebinamargaan/alat

- Keterbatasan dana untuk pengadaan alat berat - Pagu Indikatif tidak sesuai

dengan kebutuhan PENDORONG

- Tersedianya pendanaan lain dari Pemerintah pusat yang dapat di alokasikan untuk mendukung pelaksanaan

- Merumuskan, melaksanakan, mengembangkan dan

mensosialisasikan penghimpunan, pengoordinasian dan perumusan kebijakan teknis serta melaksanakan kegiatan sumber daya air

- Merumuskan, melaksanakan, mengembangkan dan

mensosialisasikan penghimpunan, pengoordinasian dan perumusan kebijakan teknis serta melaksanakan kegiatan Tata Ruang

- Merumuskan, melaksanakan, mengembangkan dan

mensosialisasikan penghimpunan, pengoordinasian dan perumusan kebijakan teknis serta melaksanakan kegiatan penyehatan lingkungan

- Kurangnya Sumber informasi yang berkaitan dengan Sumber Daya Air - Belum optimalnya

pembangunan - Kurangnya tenaga

pengawas teknis

- Keterbatasan sistem informasi - Pagu Indikatif tidak sesuai

dengan kebutuhan PENDORONG

- Tersedianya Satuan Pelaksana (SATLAK) yang dibentuk oleh Dinas PUPR sebagai pengganti UPT yang ditugaskan di masing-masing Kecamatan

- Tersedianya pendanaan lain dari Pemerintah pusat yang dapat di alokasikan untuk mendukung pelaksanaan

- Merumuskan, melaksanakan, mengembangkan dan

mensosialisasikan penghimpunan, pengoordinasian dan perumusan kebijakan teknis serta melaksanakan kegiatan Bina Konstruksi

- Merumuskan, melaksanakan, mengembangkan dan

mensosialisasikan penghimpunan, pengoordinasian dan perumusan kebijakan teknis serta melaksanakan kegiatan cipta karya

- Keterbatasan sistem informasi - Keterbatasan anggaran untuk

kebutuhan bimbingan teknis dan sosialisasi

3.3. TELAAHAN RENSTRA K/L DAN RENSTRA PD KABUPATEN

Telaah terhadap Renstra Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Bina Marga Provinsi Lampung dan Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung di tujukan untuk menilai keserasian, keterpaduan, sinkronisasi dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesawran. Telaah ini dilakukan untuk menidentifikasi tentang faktor pendukung dan penghambat untuk capaian sasaran pelaksanaan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesawaran yang berkonstribusi dan mendukung terhadap pencapaian sasaran Dinas Pekerjaan Bina Marga Provinsi Lampung, Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Visi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah Terwujudnya infastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang handal dalam mendukung Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong, dengan misi:

1. Mempercepat pembangunan infrastruktur sumberdaya air termasuk sumber daya maritim untuk mendukung kedaulatan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi, guna menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dalam rangka kemandirian ekonomi.

2. Mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sistem logistik nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup global yang berfokus pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritime.

3. Mempercepat pembangunan infrastruktur permukiman dan perumahan rakyat untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak dalam rangka mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia sejalan dengan prinsip

‘infrastruktur untuk semua’.

4. Mempercepat pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara terpadu dari pinggiran untuk mendukung keseimbangan pembangunan antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan perbatasan, dan kawasan perdesaan, dalam kerangka NKRI.

5. Meningkatkan tata kelola sumber daya organisasi untuk mendukung fungsi manajemen meliputi perencanaan yang terpadu, pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan yang tepat, dan pengawasan yang ketat.

Visi Dinas Bina Marga Provinsi Lampung adalah Terwujudnya Jaringan Jalan Provinsi yang Mantap, Nyaman, Aman dan Efisien untuk Mendukung Lampung

Menjadi Provinsi Unggulan dan Berdaya Saing. Dimana untuk mewujudkan visinya tersebut Dinas Bina Marga Provinsi Lampung memiliki misi sebagai berikut:

1. Memelihara, meningkatkan dan membangun prasarana jalan dan jembatan untuk melayani kebutuhan masyarakat dibidang prasarana wilayah yang efektif dan efisien.

2. Meningkatkan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) di jajaran Dinas Bina Marga dalam pengelolaan jalan.

Visi Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung adalah Terwujudnya infrastruktur Bidang Pengairan dan Pemukiman yang aman, mantap, indah, nyaman dan efesien (AMINEE) untuk mendukung Lampung menjadi Provinsi unggulan dan berdaya saing di Indonesia. Misi yang di emban untuk mencapai visi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan pelestarian lingkungan sumber daya air secara menyeluruh, konsisten dan berkelanjutan.

2. Meningkatkan pengelolaan jaringan irigasi dan rawa untuk menunjang sektor pertanian.

3. Meningkatkan pengelolaan sumber daya air untuk menunjang sektor strategis lainnya, meliputi air baku pemukiman, industri, tenaga listrik dan pariwisata.

4. Meningkatkan pengendallian badan sungai terhadap bencana alam banjir dan tanah longsor.

5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat pengguna sumber daya air.

6. Mewujudkan penataan ruang yang sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.

7. Mewujudkan lingkungan pemukiman yang sehat, layak huni dan terjangkau.

8. Membangun dan memelihara bangunan gedung pemerintah dan pelayanan publik.

9. Membina konstruksi bangunan dan mengembangkan arsitektur daerah.

Telaah dari visi dan misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta visi dan misi Dinas Bina Marga Provinsi Lampung dan Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung dalam mewujudkan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesawaran dan RPJMD Kabupaten Pesawaran Tahun 2021-2026, terdapat faktor yang dapat mendukung dan berpotensi menghambat yang

merupakan tantangan bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran.

Permasalahan, faktor penghambat dan pendukung berdasarkan hasil telaah dari Renstra K/L dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran dirinci pada tabel 3.3 berikut ini.

Tabel 3.3

Telaahan Renstra K/L dan Renstra PD Kabupaten

NO

Renstra K/L dan Renstra PD Kabupaten

Tupoksi PD Permasalahan Faktor Penghambat dan Pendorong

- Sarana peralatan kebinamargaan/alat - Kurangnya Sumber

informasi yang

- Belum optimalnya pembangunan

- Terbatasnya sarana dan prasarana

Secara rinci faktor-faktor penghambat yang dihadapi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran terkait dengan tabel 3.3 diatas, antara lain:

1. Terbatasnya sarana dan prasarana yang mendukung dalam pelaksanaan tugas pembangunan infrastruktur.

2. Kemampuan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran, khusunya tenaga teknis lapangan yang belum memadai, baik dari kuantitas maupun dari kualitasnya.

3. Terbatasnya anggaran yang sesuai dengan kebutuhan perencanaan pembangunan infrastruktur yang ingin di capai.

Adapun faktor-faktor yang mendukung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran, antara lain sebagai berikut:

1. Adanya tugas pokok dan fungsi serta struktur organisasi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang tersusun berdasarkan bidang pembangunan infrastruktur, seperti Bidang Sumber Daya Air yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air. Bidang Bina Marga yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, pembangunan, dan preservasi teknis jalan dan jembatan. Bidang Cipta Karya yang berperan dalam perencanaan dan pengendalian, serta penataan bangunan. Bidang Bina Konstruksi yang berperan dalam pemberian pelayanan yang berkaitan dengan pengaturan, pemberdayaan, dan pengawasan bina konstruksi pada lingkup Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Bidang Tata Ruang yang bertanggung jawab terhadap pengaturan dan pembinaan, pengendalian, dan penertiban tata ruang. Bidang Penyehatan Lingkungan yang ikut turut berperan dalam perencanaan dan pengendalian penyehatan lingkungan, pengembangan sistem pengelolaan persampahan, pengelolaan limbah domestik, dan pengembangan SPAM di wilayah Kabupaten Pesawaran.

2. Komitmen Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran untuk mengembangkan kompetensi dalam meningkatkan kemampuan dan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang pekerjaan umum dan Penataan Ruang.

3. Tersedianya Standar Operating Prosedure (SOP), tersedianya Juklak dan Juknis untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

3.4. TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KLHS PADA RPJMD

3.4.1. Telahaan Rencana Tata Ruang Wilayah

Telaah rencana tata ruang wilayah ditujukan untuk mengidentifikasi implikasi rencana struktur dan pola ruang terhadap kebutuhan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran. Dibandingkan dengan struktur dan pola ruang eksisting maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dapat mengidentifikasi arah (geografis) pengembangan pelayanan, perkiraan kebutuhan pelayanan, dan prioritas wilayah pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dalam lima tahun mendatang. Dikaitkan dengan indikasi program pemanfaatan ruang jangka menengah dalam RTRW, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dapat menyusun rancangan program beserta targetnya yang sesuai dengan dokumen RTRW tersebut. Untuk mendapatkan program dan kegiatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk periode 2021-2026, agar sesuai dengan arahan RTRW, perlu dilakukan telaahan terhadap Rencana Struktur Ruang Kabupaten, dan telaahan terhadap Rencana Pola Ruang Kabupaten yang ingin di capai.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pesawaran Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pesawaran Tahun 2019-2039, wilayah administrasi Kabupaten yang mencakup wilayah daratan, laut, ruang dalam bumi serta ruang udara dengan luas 224.351 (dua ratus dua puluh empat ribu tiga ratus lima puluh satu) hektar. Kabupaten Pesawaran terdiri dari 11 Kecamatan dengan batas wilayah Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Lampung Tengah, Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Lampung Kabupaten Tanggamus, Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tanggamus, dan Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung.

Kebijakan penataan ruang Kabupaten Pesawaran, meliputi:

a. Pengembangan kawasan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

b. Peningkatan peran dan fungsi wilayah dalam mewujudkan kemandirian wilayah, kesejahteraan masyarakat dan keseimbangan pembangunan.

c. Pengembangan ekonomi wilayah berbasis sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

d. Peningkatan peran dan fungsi wilayah dalam mewujudkan kemandirian wilayah, kesejahteraan masyarakat dan keseimbangan pembangunan.

e. Pemulihan dan peningkatan fungsi kawasan lindung.

f. Peningkatan fungsi kawasan untukpertahanan dan keamanan Negara.

Strategi penataan ruang Kabupaten Pesawaran, meliputi:

a. Pengembangan kawasan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, melalui:

1. Menetapkan kegiatan industri yang bersifat polutif pada kawasan industri.

2. Meningkatkan sarana pengolahan limbah industri.

b. Peningkatan peran dan fungsi wilayah dalam mewujudkan kemandirian wilayah, kesejahteraan masyarakat dan keseimbangan pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b meliputi:

1. Mengembangkan kegiatan ekonomi unggulan baik di sektor industri, pariwisata, pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan.

2. Mengoptimalkan sumber daya alam dan lahan untuk mewujudkan ketahanan pangan.

3. Mendorong percepatan pembangunan pusat-pusat kegiatan.

c. Pengembangan ekonomi wilayah berbasis sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan melalui:

1. Mengembangkan sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan hasil kegiatan agro.

2. Mengembangkan penelitian dan pengolahan sumber daya kelautan dan perikanan.

3. Mendorong pengembangan destinasi wisata dengan konsep eko-eduwisata.

4. Meningkatkan prasarana dan sarana pendukung pariwisata.

5. Mengembangkan kegiatan minapolitan berbasis perikanan budidaya yang mengintegrasikan sentra produksi, sentra pengolahan dan sentra

5. Mengembangkan kegiatan minapolitan berbasis perikanan budidaya yang mengintegrasikan sentra produksi, sentra pengolahan dan sentra

Dokumen terkait