Gambar 2.44 Broadfield House Glass Museum
METODE PERANCANGAN
3.5 Pengolahan Data
3.5.1 Identifikasi Permasalahan
Identifikasi permasalahan dalam perancangan ini merupakan tahap selanjutnya, yaitu tahap setelah pengumpulan data. Tahap ini bertujuan untuk memperoleh masalah-masalah dan kendala-kendala yang ada pada data-data yang diperoleh sehingga sebelum menginjak pada tahap analisis, permasalahan-permasalahan yang ada sudah diketahui terlebih dahulu.
3.5.2 Analisis
Proses analisis menjadi kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan dalam sebuah perancangan. Pada tahapan ini, dilakukan peninjauan kembali data yang telah diperoleh melalui tahapan-tahapan yang telah dijelaskan sebelumnya, kemudian dilakukan analisis dan komparasi dengan pendekatan perancangan agar proses analisis mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Proses analisis menjadi tahapan dasar sebelum memasuki tahapan penyusunan konsep rancangan atau ide rancangan, yang kemudian nantinya digunakan dalam proses perancangan bangunan.
Pada proses analisis akan dilakukan komparasi antara solusi yang akan diberikan dengan pendekatan perancangan yakni Structure As Architecture, yang nantinya diharapkan mendapatkan sebuah hasil analisis yang idel dan optimal pada perancangan Perancangan Stasiun Kereta Api kelas I.
Selanjutnya, teknik analisis yang akan digunakan dalam proses analisis pada perarancangan, yaitu teknik analisis linear yang dikenal dengan proses analisis “B-A-S-I-C” atau “Briefing-Analysis-Synthesis-Implementation-Communication” (Reekie, 1972). Pada teknik analisis linear ini, pertama yang dilakukan adalah melakukan penelusuran dan pengumpulan data (data primer dan data sekunder seperti yang telah dijelaskan sebelumnya) yang disebut dengan proses “briefing data”.
Gambar 3.1 Diagram proses analisis teknik analisis linear (briefing) (Sumber: Reekie R. Fraser, 1972)
Hal ini dilakukan agar lebih mudah dalam melakukan proses analisis dan mendapatkan hasil yang lebih konkrit. Setelah melakukan “briefing data” hal selanjutnya, yaitu proses “analysis data”.
106
Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik
Gambar 3.2 Diagram proses analisis teknik analisis linear (Analysis) (Sumber: Reekie R. Fraser, 1972)
Di dalam proses ini, data yang telah ditelusuri dan dikumpulkan akan dianalisis untuk mengetahui bagaimana cara menanggapi isu atau permasalahan yang terjadi sesuai data atau fakta yang ada. Setelah data telah dianalisis tahap selanjutnya, yaitu proses “synthesis data”.
Gambar 3.3 Diagram proses analisis teknik analisis linear (Synthesis) (Sumber: Reekie R. Fraser, 1972)
Pada tahap ini, data yang telah dianalisis akan ditanggapi untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam menjawab permasalahan sesuai dengan data atau fakta yang ada. di dalam tahap ini, solusi yang akan diberikan akan dikaitkan dengan prinsip pendekatan integrasi keislaman dan jika dibutuhkan juga dikaitkan dengan prinsip atau kebutuhan objek perancangan. Setelah data disintesis tahap selanjutnya, yaitu “implementation data”.
Gambar 3.4 Diagram proses analisis teknik analisis linear (Implementation) (Sumber: Reekie R. Fraser, 1972)
Pada tahap ini, hasil dari sintesis data akan diimplementasikan ke dalam sketsa gambar 2 dimensi atau 3 dimensi agar hasil sintesis lebih mudah dimengerti. Pada tahap ini, hasil sintesis juga akan dijelaskan lebih detail mulai dari bentuk solusi yang diberikan, perletakkan solusi tersebut pada rancangan agar nantinya lebih mudah dalam mengimplementasikan hasil sintesis data di dalam rancangan.
Setelah data telah diimplementasikan di dalam sketsa 2 dimensi atau 3 dimensi tahap selanjutnya, yaitu “communication data”.
Gambar 3.5 Diagram proses analisis teknik analisis linear (Communication) (Sumber: Reekie R. Fraser, 1972)
Pada tahap ini, akan dijabarkan setiap keunggulan dan kekurangan dari solusi yang diberikan saat proses sintesis dan implementasi data. Setelah itu solusi akan digunakan pada tahap konsep perancangan hingga proses perancangan.
Dalam Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik ini terdapat beberapa analisi, meliputi:
3.5.2.1 Analisis Tapak
Analisis tapak merupakan analisis yang dilakukan pada eksisting tapak yang digunakan sebagai lahan Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik. Analisis ini meliputi analisis mengenai pencapaian, sirkulasi, orientasi bangunan, vegetasi, kebisingan, topografi, dan lain-lain dengan memberikan alternatif-alternatif solusi di setiap analisisnya.
3.5.2.2 Analisis Iklim
Analisis iklim merupakan analisis mengenai kondisi iklim yang ada pada tapak perancangan seperti angin, hujan dan matahari. Kemudian akan ditanggapi dengan berbagai alternatif desain, baik desain bangunan maupun desain di sekitar bangunan (lingkungan).
3.5.2.3 Analisis Bentuk
Analisis bentuk merupakan analisi mengenai bentuk objek perancangan. Analisis ini dipengaruhi oleh analisis-analisis lainnya seperti analisi tapak, iklim, struktur dan lain-lain karena semua alternatif-alternatif yang ada cenderung mengarah ke bentuk objek rancangan sebagai tanggapan dari setiap alternatif. Jadi, ada yang berpendapat bahwa analisis bentuk tidak perlu dilakukan karena analisis lainnya akan memberikan bentuk secara tidak langsung pada objek rancangan.
3.5.2.4 Analisis Struktur
Analisi struktur merupakan analisis mengenai jenis struktur yang sesuai dengan objek rancangan. Kemudian akan memunculkan beberapa alternatif jenis struktur yang sesuai dengan Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik. Analisis ini diharapkan dapat menghasilkan struktur yang efisien, kokoh dan tidak merugikan user.
108
Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik 3.5.2.5 Analisis Utilitas
Analisi utilitas merupakan analisis mengenai gambaran jenis utilitas yang sesuai dengan objek rancangan. Kemudian akan memunculkan beberapa alternatif jenis utilitas yang sesuai dengan Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik.
3.5.2.6 Analisis Fungsi
Analisis fungsi merupakan analisis mengenai fungsi objek rancangan. Analisis ini meliputi analisis fungsi primer, fungsi sekunder dan fungsi penunjang dalam Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik. Pada akhirnya akan memunculkan fungsi yang sesuai terhadap objek rancangan tersebut.
3.5.2.7 Analisis Ruang
Analisis ruang merupakan analisis mengenai pengidentifikasian ruang-ruang yang dibutuhkan pada objek rancangan. Analisis ini meliputi analisis hubungan antar ruang dan besaran ruang dalam Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik.
3.5.2.8 Analisis Aktivitas dan Pengguna
Analisis aktivitas dan pengguna merupakan analisis mengenai pengidentifikasian aktivitas yang ada di dalam Perancangan Stasiun Kereta Api Kelas I di Kabupaten Gresik dan pelaku aktivitas tersebut, meliputi pengelola dan penumpang.