• Tidak ada hasil yang ditemukan

Atribut curvature mengukur seberapa lengkung struktur mengalami deformasi baik patahan, lipatan atau bentuk deformasi lainnya yang mengalami kelengkungan tertentu, berdasarkan turunan kemiringan sturktur. Most positive dan most negative curvature berasal dari semua curvature normal untuk melakukan kalkulasi nilai positive curvature dan negative curvature. Dikarenakan positive curvature cenderung mendefinisikan antiklin dan negative curvature mendefiniskan siklin, blok patahan yang naik dan turun dapat dibedakan dengan melihat struktur simetris dari struktur yang asimetris.

Atribut curvature mengukur kelengkungan dengan input data seismik, di mana gelombang seismik yang menyentuh bidang batas akan terpantulkan.

Penerapan atribut dapat ditampilkan dalam bentuk sayatan waktu di mana pada tampilan seismik 3D Gambar 17, Sayatan waktu Z= 400 ms ini dilewati oleh patahan berwarna hijau sehingga penerapan atribut curvature dilakukan pada sayatan waktu Z= 400 ms untuk mendeteksi kelengkungan pada struktur untuk mempermudah interpretasi kemenerusan patahan.

Gambar 17. Tampilan 3D Seismik Sayatan Z = 400 ms

Gambar 18. Peta Sayatan Waktu Most Positive Curvature Z= 400 ms

38

Penerapan sayatan waktu similarity pada Gambar 18 memperlihatkan positive curvature yang ditampilkan pada sayatan waktu Z = 400ms di mana tanda panah berwarna hitam menunjukkan maksimum most positive curvature bernilai 0,00067. Sebaran nilai kelengkungan yang tinggi menunjukkan adanya perbedaan kuat kerimingan struktur dengan lapisan di sekitarnya yang mengindikasikan terjadinya deformasi penyebab berubahnya sudut kemiringan.

Pada sayatan waktu Z= 400 ms terdapat sebaran kelengkungan tinggi yang ditunjukkan oleh panah-panah berwarna hitam di mana nilai most positive curvature ini mengindentifikasikan adanya blok yang mengalami patahan.

Pada Gambar 19 memperlihatkan tampilan seismik 3D yang memperlihatkan sayatan waktu Z= 1700ms secara lateral yang ditandai dengan tanda panah berwarna merah. Sayatan waktu Z= 1700 ms ini dilewati oleh patahan-patahan yang ditunjukkan oleh hasil picking berwarna. Penerapan atribut curvature dilakukan pada sayatan waktu Z=1700 ms untuk mendeteksi kemenerusan patahan yang berada pada Top Zechstein hingga Base Lower Createceous di mana patahan-patahan ini merupakan hasil kompresi dan intrusi kubah garam.

Gambar 19. Tampilan 3D Seismik Sayatan Z = 1700 ms

Struktur geologi sering menunjukkan kelengkungan dengan panjang gelombang berbeda, dan kelengkungan yang memiliki panjang gelombang berbeda dapat memberikan perspektif yang berbeda dari geologi yang sebenarnya sama. Terlihat pada Gambar 20 peta sayatan waktu most positive curvature Z=

1700 ms. Nilai most positive curvature tinggi memperlihatkan panjang gelombang pendek yang kemudian dapat dilihat bahwa kelengkungan maksimum dengan nilai 0,00 dengan gelombang pendek ini memiliki deliniasi dengan nilai

kelengkungan berbeda. Perbedaan nilai kelengkungan ini akan memberikan perspektif bahwa deformasi yang ditunjukkan oleh panah berwarna hitam merupakan struktur yang mengalami deformasi berbeda karena memiliki nilai kelengkungan berbeda. Namun pada analisisnya deformasi tersebut dapat diindentifikasi sebagai struktur geologi yang sama yakni patahan, namun memiliki kelengkungan berbeda akibat dari perbedaan sudut kemiringan.

Gambar 20. Peta Sayatan Waktu Most Positive Curvature Z= 17000 ms

Gambar 21. Tampilan 3D Seismik Sayatan Z = 1800 ms

40

Tampilan 3D seismik sayatan Z= 1800ms pada Gambar 21 merupakan tampilan sayatan waktu yang akan menjadi input untuk penerapan atribut curvature. Sayatan waktu Z= 1800ms ini dilewati oleh patahan-patahan yang ditunjukkan oleh beberapa warna yang merupakan hasil picking. Penerapan atribut curvature dilakukan pada sayatan waktu Z=1800ms untuk mendeteksi kemenerusan patahan yang berada pada Top Zechstein hingga Base Lower Createceous untuk melihat kemenerusan lebih panjang dari hasil sayatan Z=

1700ms.

Gambar 22. Peta Sayatan Waktu Most Positif Curvature Z= 1800 ms

Peta sayatan waktu Z= 1800 ms pada Gambar 22 memperlihatkan bertambahnya trend most positive curvature tinggi mengindikasikan adanya blok patahan yang turun yang dapat diidentifikasi beberapa patahan yang terdeteksi yang ditunjukkan oleh panah berwarna hitam. Most positive curvature tinggi ini mengindikasikan adanya blok yang mengalami patahan turun. Sama halnya dengan atribut similarity, pada atribut curvature ini dapat terlihat bahwa terdapat blok yang memiliki nilai kelengkungan berbeda dari sekitarnya yang memperlihatkan intrusi dari kubah garam pada formasi Zechstein. Sedangkan sebaran nilai kelengkungan tinggi yang terdapat pada peta sayatan waktu Z= 400 ms, 1700 ms dan 1800 ms yang tidak ditandai dengan tanda panah menggambarkan rekahan yang tidak terlokalisasi yang dapat diakibatkan oleh patahan di sekitarnya ataupun depresi akibat perubahan diagenesis.

Atribut curvature diukur berdasarkan gelombang seismik yang menyentuh bidang batas, di mana apabila terjadi perbedaan kelengkungan maka gelombang seismik yang terpantulkan oleh bidang batas akan memiliki pantulan berbeda.

Atribut curvature mengukur kelengkungan atau kemiringan sebuah struktur.

Penerapan atribut most positive curvature dan most negative curvature untuk melihat apakah patahan tersebut naik atau turun. Ketika kemiringan bertambah namun berarah permukaan maka lapisan yang bergerak atau mengalami kelengkungan bergerak ke atas menjauhi bidang yang diasumsikan datar. Maka penerapan metode atribut most positive curvature dapat memperlihatkan patahan naik.

Penerapan atribut most negative curvature untuk mendeteksi kemiringan dimana apabila kemiringan atau kelengkungan bergerak berarah menjauhi surface maka lapian yang bergerak mengalami kelengkungan di bawah bidang yang diasumsikan datar. Penerapan most negative curvature dilakukan pada sayatan waktu yang sama dengan penerapan atribut most positive curvature, yakni Z= 400 ms, Z= 1700 ms dan Z= 1800 ms. Pada atribut curvature most negative curvature yang dilakukan sayatan pada waktu yang sama dengan most positive curvature yakni Z= 400 ms merupakan input dari tampilan 3D seismik yang menunjukkan sayatan waktu secara lateral yang ditandai dengan panah merah pada Gambar 23.

Gambar 23. Tampilan 3D Seismik Sayatan Z = 400 ms

Hasil penerapan atribut most negative curvature sayatan waktu Z= 400 ms memperlihatkan patahan mulai terdeteksi pada nilai kelengkungan negatif dan nilai maksimum kelengkungan bernilai 0,00015 yang diidentifikasi sebagai patahan naik. Nilai most negative curvature memiliki nilai maksimum yang lebih

42

kecil dari nilai most positive curvature pada sayatan waktu yang sama yakni Z=

400 ms. Patahan yang teridentifikasi pada sayatan waktu Z= 400 ms dengan penerapan atribut most negative curvature sudah terdeteksi sebelumnya pada most positive curvature. Pada Gambar 24 dapat terlihat trend dari patahan berada pada posisi yang sama yang ditunjukkan oleh panah berwarna hitam.

Berdasarkan perbedaan maksimum most positive curvature yang bernilai 0,00067 dan most negative curvature bernilai 0,00015 maka patahan pada sayatan waktu Z= 400 ms relatif mengalami turun.

Gambar 24. Peta Sayatan Waktu Most Negatif Curvature Z= 400ms

Pada sayatan waktu Z= 1700 ms hasil penerapan atribut 1700 ms most negative curvature merupakan input dari sayatan waktu secara lateral yang ditunjukkan oleh tanda panah merah pada tampilan 3D seismik sayatan waktu Z= 1700 ms Gambar 25. Penerapan atribut most negative curvature dilakukan pada sayatan waktu yang sama dengan most positive curvature untuk dapat mendeteksi patahan relatif naik atau turun. Pada sayatan waktu most negative curvature Z=1700 ms dengan nilai maksimum kelengkungan 0,00037 yang mengindikasikan adanya blok patahan relatif naik. Patahan yang terdeteksi pada sayatan waktu Z=1700 ms tidak terdeteksi mengalami turun dikarenakan nilai maksimum most negative curvature bernilai nol yang berarti menunjukkan zero curvature. Zero curvature mengartikan bahwa pada lapisan tidak terdapat kelengkungan atau dengan kata lain kelengkungan berada tepat pada bidang datar. Pada sayatan waktu Z= 1700 ms most negative curvature mendeteksi

lapisan yang mengalami deformasi berdasarkan kemiringan struktur, terlihat pada tanda panah berwarna hitam ada beberapa struktur yang memiliki perbedaan kelengkungan. Pada Gambar 26 yang ditunjukkan oleh tanda panah berwarna hitam yang memiliki trend menerus merupakan patahan, namun nilai kelengkungan yang berada pada skala blok cukup luas menunjukkan adanya perbedaan litologi dengan sekitarnya, yang kemudian dapat diinterpretasi sebagai intrusi.

Gambar 25. Tampilan 3D Seismik Sayatan Z = 1700ms

Gambar 26. Peta Sayatan Waktu Most Negative Curvature Z= 1700ms

44

Pada sayatan waktu Z= 1800 ms hasil penerapan atribut 1800 ms most negative curvature merupakan input dari sayatan waktu secara lateral yang ditunjukkan oleh tanda panah merah pada tampilan 3D seismik sayatan waktu Z= 1800 ms Gambar 27. Penerapan atribut most negative curvature dilakukan pada sayatan waktu yang sama dengan most positive curvature untuk dapat mendeteksi patahan relative naik atau turun. Penerapan sayatan waktu Z= 1800 ms untuk memperlihatkan patahan yang terdeteksi pada sayatan waktu Z= 1700 ms bertambah lebih detail panjang trendnya.

Pada sayatan waktu Z= 1800 ms most negative curvature mendeteksi lapisan yang mengalami deformasi berdasarkan kemiringan struktur, terlihat pada tanda panah berwarna hitam ada beberapa struktur yang memiliki perbedaan kelengkungan. Pada Gambar 28 yang ditunjukkan oleh tanda panah berwarna hitam yang memiliki trend menerus merupakan patahan, namun nilai kelengkungan yang berada pada skala blok cukup luas menunjukkan adanya perbedaan litologi dengan sekitarnya, yang kemudian dapat diinterpretasi sebagai intrusi. Sedangkan trend kelengkungan yang tersebar menggambarkan rekahan yang tidak terlokalisasi yang dapat diakibatkan oleh patahan di sekitarnya ataupun depresi akibat perubahan diagenesis. Patahan yang terdeteksi pada sayatan waktu most negative curvature Z= 1800 ms merupakan patahan dengan nilai maksimum kelengkungan 0,00 yang mengindikasikan adanya blok patahan pada waktu 1800 ms ini merupakan bagian patahan yang terdeteksi pada sayatan waktu Z=1700 ms. Patahan-patahan beruntun ini tidak terdeteksi mengalami turun dikarenakan nilai maksimum most negative curvature bernilai nol yang berarti menunjukkan zero curvature. Zero curvature mengartikan bahwa pada lapisan tidak terdapat kelengkungan atau dengan kata lain kelengkungan berada tepat pada bidang datar.

Perbedaan hasil analisa hasil atribut most positive curvature dan most negative curvature adalah untuk melihat struktur yang mengalami deformasi mengalami kemiringan yang naik dari posisi awalnya atau turun sehingga dapat hasil analisa menunjukkan bahwa nilai maksimum most positive curvature tinggi mengidentifikasi struktur yang mengalami turun dan nilai most negative curvature tinggi mengidentifikasikan adanya blok yang naik akibat adanya patahan ataupun deformasi lainnya.

Gambar 27. Tampilan 3D Seismik Sayatan Z = 1800ms

Gambar 28. Peta Sayatan Waktu Most Negatif Curvature Z= 1800ms

Dokumen terkait