• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM LDK SEBI SOLIDARITY

H. Keungan LDK SSP

I. Identitas dan Makna Lambang

Makna Lambang

Menunjukan sikap tegas kaum muslimin untuk menegakkan amar ma‘ruf nahi mungkar dan bentuk kepedulian terhadap bangsa Palestina dan isu keumatan Dunia. Hitam (Menunjukkan kebathilan) dan Putih (Menunjukkan yang Haq).

P berwarna hitam dengan warna dasar hijau

Menunjukkan tekad kami mengembalikan Negara Palestina pada kedaulatan dan Kedamaian.

Menunjukkan pada sebuah proses dari berdirinya organisasi ini:

Berawal mula dari komunitas SEBI "pejuang ekonomi Islam" yang diwakili Mahasiswanya, kemudian mereka tergugah dan berusaha peduli terhadap kondisi keterpurukan umat, dan dengan organisasi ini akan berkontribusi dalam aktifitas dakwah kampus dan kemasyarakatan serta membantu perjuangan bangsa Palestina untuk terbebas dari penjajahan Israel la’natullah.

52 BAB III

PERAN MOBILISASI SUMBER DAYA LEMBAGA DAKWAH KAMPUS SEBI SOLIDARITY FOR PALESTINE (LDK SSP)

Agar penelitian ini dapat lebih mudah dipahami, pada bab analisis ini peneliti akan memaparkan pembahasan terkait peran mobilisasi sumber daya yang digunakan oleh LDK SEBI Solidarity for Palestine (SSP) beserta hambatan-hambatan apa saja yang dialami oleh LDK SEBI Solidarity for Palestine (SSP) dalam mensyiarkan isu ke-Palestinaan.

A. Mobilisasi Sumber Daya Manusia

Seperti gerakan-gerakan sosial lain pada umumnya yang dalam mencapai tujuannya menggunakan berbagai macam cara, strategi, ataupun program, LDK SSP pun demikian. Dalam hal mensyiarkan isu tentang Palestina, LDK SSP mencoba mencapai tujuan gerakan dalam bentuk peran yang coba dihadirkan melalui program-program yang mereka miliki. Peran tersebut terbagi menjadi 2 kategori, yaitu peran internal maupun peran eksternal. Pada umumnya sebagian besar tujuan gerakan dalam mensyiarkan isu tentang Palestina berusaha dicapai melalui peran eksternal LDK SSP, namun bukan berarti peran internal LDK SSP ini kalah penting begitu saja jika dibandingkan dengan peran eksternal LDK SSP. Hal ini dikarenakan peran internal LDK SSP juga memainkan peranannya tersendiri dalam mencapai tujuan gerakan dalam mensyiarkan isu tentang Palestina. Untuk lebih jelasnya peneliti akan menguraikan secara terperinci lagi terkait peran internal dan

53

peran eksternal LDK SSP dalam mensyiarkan isu tentang Palestina yang dimaksud melalui pemaparan dibawah ini.

Maping Peran Mobilisasi Sumber Daya LDK SEBI Solidarity For Palestine (LDK SSP)

1. Peran Internal a. Kajian/Diskusi

Terkait peran internal LDK SSP dalam mensyiarkan isu tentang Palestina dan dari keterangan beberapa narasumber yang peneliti wawancarai, peneliti mendapati bahwa bentuk peran internal LDK SSP pada ramah internal kampus ini salah satunya adalah kajian/diskusi, khususnya kajian tentang

Mobilisasi Sumber Daya Manusia

Internal Eksternal

Road To Road Car Free Day

Pemutaran Video Kajian/Diskusi

54

Palestinaan yang memang rutin diberikan kepada mahasiswa STEI SEBI. Hal ini dilakukan oleh LDK SSP sebagai suatu kegiatan rutin setiap bulannya.

Seperti penuturan dari salah satu informan yang bernama AP yang merupakan Ketua Umum Lembaga Dakwah Kampus SEBI Solidarity for Palestine (LDK SSP) berikut:

Ada beberapa cara yang digunakan oleh LDK SSP dalam perannya mensyiarkan isu tentang Palestina baik untuk ranah internal kampus ataupun eksternal kampus. Untuk ranah internal kampus misalnya, salah satunya melalui kajian/diskusi yang memang sifatnya untuk syiar dikampus ataupun celengan-celengan yang dimana celengan tersebut digunakan bagi teman-teman yang ingin berdonasi untuk Palestina (Wawancara dengan AP, 22 November 2016).

Hal serupa juga diungkapkan oleh IN yang merupakan Wakil Ketua 2:

Dalam perannya mensyiarkan isu tentang Palestina LDK SSP menghadirkan kajian/diskusi tentang ke-Palestinaan yang biasanya memang di adakan khusus untuk ranah internal kampus dimana setiap bulannya kami rutin mengadakan isu-isu tentang Palestina (Wawancara dengan IN, 1 Desember 2016).

Berdasarkan pemaparan narasumber diatas dapat dilihat bahwa pada ranah internal ini, bentuk peran LDK SSP dalam mensyiarkan isu tentang Palestina salah satunya memang berupa kajian/diskusi, khususnya kajian tentang ke-Palestinaan. Ini merupakan langkah awal yang coba dihadirkan oleh LDK SSP sebagai suatu upaya untuk memberikan edukasi dan pencerdasan terkait isu tentang Palestina kepada mahasiswa STEI SEBI sebelum LDK SSP ini melakukan edukasi dan pencerdasan terhadap masyarakat sekitar atau masyarakat luas pada umumnya yang mencakup berbagai macam golongan.

Hal ini diperkuat juga oleh ZA Koordinator Divisi Syiar dan Keumatan yaitu

―Bentuk peran LDK SSP dalam mesnyiarkan isu tentang Palestina di antaranya ada berupa kajian-kajian atau diskusi yang mana di dalamnya kami melakukan edukasi sosial, melalui cara ini kami berupaya untuk mengedukasi terkait kabar terupdate dari Palestina‖

(Wawancara dengan ZA, 14 Desember 2016).

Narasumber lainnya berinisial MA yang merupakan Staff PDSM menambahkan keterangan sebagai berikut:

―Sehubungan dengan peran LDK SSP dalam mensyiarkan isu tentang Palestina, LDK SSP mencoba mewujudkannya dalam bentuk kajian/diskusi ke-Palestinaan yang didalamnya terdapat edukasi sosial. Kami juga memberi penekanan kepada setiap anggota agar ketika nantinya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar atau masyarakat luas pada umumnya maka kami harus sudah paham akan isu tersebut. Sehingga pada akhirnya kami mencoba menghadirkan pencerdasan terlebih dahulu pada teman-teman LDK SSP, terutama ketika kami mengadakan kajian dan

55

menghadirkan seorang Ustadz untuk mengisi acara tersebut‖ (Wawancara dengan MA, 1 Desember 2016).

Berdasarkan hasil yang di dapat dari keterangan MA diatas peneliti menarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya melakukan pencerdasan dan edukasi sosial kepada teman-teman LDK SSP, mengingat kajian/diskusi ini merupakan salah satu bentuk peran LDK SSP dalam mensyiarkan isu tentang Palestina pada ranah internal kampus mereka. Dengan memberikan penekanan kepada setiap anggota agar memahami akan isu yang mereka bicarakan nanti, LDK SSP berupaya menghindari satu kondisi dimana ditakutkan kepercayaan dari masyarakat terhadap gerakan LDK SSP sedikit demi sedikit menjadi hilang akibat ketidakpahaman para anggotanya akan suatu hal yang mereka bicarakan.

Karena apabila LDK SSP mengadakan suatu kajian yang mana di dalamnya terdapat seorang Ustadz untuk mengisi acara tersebut, sementara dari audiens ada yang bertanya kepada teman-teman LDK SSP namun teman-teman LDK SSP tidak dapat menjawab pertanyaannya, maka sudah pasti hal tersebut akan membuat malu dan merusak image positif gerakan LDK SSP itu sendiri.

Dengan menghadirkan pencerdasan kepada teman-teman LDK SSP terlebih dahulu, maka tentunya hal-hal yang tidak di inginkan tersebut dapat lebih di minimalisir lagi sekaligus juga memperkuat image positif gerakan LDK SSP yang dengan gamblang membawa nama Palestina sebagai identitas gerakan mereka.

56

Penjelasan di atas seperti apa yang dijelaskan dalam konsep Mobilisasi Sumber Daya yang mana konsep ini secara mendasar berusaha mengetahui bagaimana sebuah kelompok mengupayakan sumber daya yang mereka miliki untuk bisa melakukan suatu perubahan sosial dan tercapainya tujuan kelompok (Edwards dan McCarthy, 2004: 118). Dengan menghadirkan pencerdasan kepada teman-teman LDK SSP terlebih dahulu sebelum melakukan pencerdasan pada masyarakat maka dengan kata lain LDK SSP telah menerapkan konsep tersebut, yaitu mengupayakan sumber daya yang mereka miliki demi tercapainya tujuan gerakan, yang dalam hal ini sumber daya tersebut adalah sumber daya manusia (SDM).

b. Pemutaran Video

Pemutaran Video merupakan salah satu bentuk peran yang LDK SSP coba hadirkan terkait peran internalnya dalam mensyiarkan isu tentang Palestina dengan memutar video ke-Palestinaan yang bertujuan untuk menghadirkan rasa iba dari orang-orang yang melihatnya. Dengan cara ini LDK SSP mencoba melakukan agitasi melalui pemutaran video terkait Palestina yang menggambarkan keadaan dari Palestina sebenarnya itu sendiri, seperti peperangan Palestina dengan Israel, Palestina yang tertindas oleh Israel dan lain sebagainya. Seperti penuturan salah satu narasumber berinisial MA selaku Staff PSDM dalam wawancara dengan peneliti berikut:

―Dalam peran kami mensyiarkan isu tentang Palestina, salah satu cara yang coba kami hadirkan adalah pemutaran video, dimana di dalamnya kami mengadakan agitasi, kami memutar video tentang Palestina yang terporak-poranda, peperangan Palestina dan lain sebagainya‖ (Wawancara dengan MA, 1 Desember 2016).

57

Pernyataan serupa juga diperkuat oleh narasumber berinisial IS selaku Staff Divisi Edukasi Sosial kepada peneliti sebagai berikut:

―Kami melakukan agitasi kepada masyarakat menggunakan video yang memperlihatkan ketika Palestina diserang dan pembelaan Palestina seperti apa‖

(Wawancara dengan IS, 14 Desember 2016).

Diperkuat juga oleh penuturan narasumber berinsial ZA yang merupakan Koordinator Divisi Syiar dan Keumatan berikut:

―Kami memperlihatkan video-video yang terjadi di Palestina yang di dalamnya terdapat video penindasan dan lain sebagainya‖ (Wawancara dengan ZA, 14 Desember 2016).

Pada umumnya ketika LDK SSP memutar video tentang Palestina tersebut biasanya tidak sedikit dari para audiens yang ikut menangis sesudah melihat dan mengetahui kondisi yang sebenarnya dari Palestina sehingga mereka merasa iba dan terketuk pintu hatinya. Ketika para audiens yang hadir telah masuk dalam tahap tersebut maka LDK SSP segera mengakhiri pemutaran video Palestina yang mereka putar dengan ‗Closing Statement‘

seperti ―mari bersama-sama kita membantu Palestina dalam bentuk dukungan apapun, baik bentuk dukungan moril maupun dukungan materil‖.

Namun dalam hal ini biasanya LDK SSP lebih menekankan kepada bentuk dukungan materil dari masyarakat. Kemudian setelah itu barulah LDK SSP mengadakan sesi tanya jawab dengan narasumber atau pembicara yang berasal dari teman-teman LDK SSP yang memang sudah siap dan matang dalam hal untuk menjadi seorang pembicara. Dengan melakukan pemutaran video yang menggambarkan kondisi sebenarnya dari Palestina dan dengan Closing Statement yang LDK SSP serukan sampai pada tahap

58

sesi tanya jawab, pada akhirnya banyak dari para audiens yang ikut membantu Palestina.

Seperti penuturan MA selaku Staff PSDM berikut:

―Ketika kami memutar video yang menggambarkan keadaan Palestina yang sebenarnya, banyak para audiens yang ikut menangis karena merasa iba akan kondisi Palestina tersebut dan terketuk pintu hatinya untuk turut serta dalam memberikan dukungan moril dan materilnya terhadap Palestina‖ (Wawancara dengan MA, 1 Desember 2016).

Pemutaran video ini lebih LDK SSP ke depankan karena menurut mereka orang-orang lebih tertarik untuk mengeluarkan harta mereka atau mendonasikan dananya dalam membantu Palestina ketika pintu hati mereka telah terketuk dengan melihat kondisi yang sebenarnya dari Palestina seperti melalui pemutaran video ke-Palestinaan ini. Bahkan salah satu narasumber berinisial IS mengungkapkan alasan yang mendasari pemutaran video ke-Palestinaan tersebut kepada peneliti yaitu:

―Dengan melakukan agitasi lewat pemutaran video seperti ini, kami mendapatkan keuntungan untuk memainkan perasaan dari para audiens yang hadir dengan memperlihatkan keadaan Palestina yang sebenarnya yang membuat rasa iba mereka pada Palestina menjadi muncul‖ (Wawancara dengan IS, 14 Desember 2016).

Tampaknya LDK SSP melihat dan menyadari bahwa orang-orang di zaman sekarang ini lebih suka menonton video dibandingkan dengan membaca teks, terlebih membaca sesuatu yang jelas-jelas membosankan.

Oleh karena itu LDK SSP berusaha sekreatif mungkin mewujudkan perannya dalam mensyiarkan isu tentang Palestina, salah satunya dengan menampilkan gambar-gambar bergerak melalui sebuah video ke-Palestinaan. Dimana dengan hanya menyaksikan pemutaran video ke-Palestinaan yang diputar saja para audiens yang hadir dapat langsung mengetahui dan mengerti makna

59

yang tersirat dalam video tersebut. Melalui pemutaran video ini pula LDK SSP dapat dengan mudah mengenai sasaran berupa rasa iba dari para audiens yang hadir yang memang mereka coba munculkan melalui pemutaran video terkait Palestina ini.

Mengacu pada Teori Mobilisasi Sumber Daya yang ditawarkan oleh McCarthy dan Zald yang menyatakan bahwa gerakan sosial tergantung pada suplai sumber daya material seperti waktu, uang, struktur organisasi yang sudah ada sebelumnya, atau cara keterampilan organisasi. Melalui pemutaran video ke-Palestinaan yang didalamnya terdapat agitasi, LDK SSP telah menunjukkan cara keterampilan organisasi mereka sebagai sebuah gerakan sosial dalam memobilisasi pendukung dan dalam mencapai tujuan gerakan yang mana ingin mensyiarkan isu tentang Palestina kepada masyarakat umum.

Dengan pemutaran video ke-Palestinaan ini pula LDK SSP secara tidak langsung LDK SSP telah menjelaskan apa yang McCarthy dan Zald jelaskan dalam Teori Mobilisasi Sumber Daya mengenai aspek penting dalam memoblisasi sumber daya, yaitu strategi dan pendekatan. Dimana seperti yang telah dijelaskan oleh peneliti diatas tadi bahwa dengan pendekatan seperti pemutaran video yang didalamnya terdapat agitasi ini, LDK SSP dapat memainkan perasaan dari para audiens yang hadir dan dengan mudah memunculkan rasa iba dari para audiens tersebut sehingga mereka terketuk pintu hatinya dan tertarik untuk mendonasikan dananya dalam membantu Palestina.

60 2. Peran Eksternal

Pada ranah ini LDK SSP mencoba mewujudkan perannya dalam mensyiarkan isu tentang Palestina melalui berbagai macam program. Program-program tersebut pada umumnya bersifat kreatif dalam hal mensyiarkan isu tentang Palestina kepada masyarakat. Adapun program-program itu di antaranya adalah; ‗Road to Road‘ dan ‗Car Free Day‘ (CFD)‘. Dalam penerapannya, baik ‗Road to Road‘ ataupun ‗Car Free Day (CFD)‘ ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama meskipun cara mensyiarkan isu terkait Palestina-nya berbeda-beda, tujuan tersebut adalah melakukan penggalangan dana untuk Palestina. Untuk lebih jelasnya lagi, peneliti akan memaparkan peran eksternal LDK SSP melalui program-program yang telah disebutkan diatas terkait perannya dalam mensyiarkan isu tentang Palestina melalui pemaparan dibawah ini.

a. Road to Road

‗Road to Road‘ merupakan salah satu bentuk peran eksternal LDK SSP yang bertujuan untuk mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat umum terkait Palestina, seperti bagaimana keadaan yang sebenarnya dari saudara kita di Palestina dan kenapa kita harus peduli padanya. ‗Road to Road‘ ini bentuknya berupa penggalangan dana ke sekolah-sekolah, kami berkunjung ke dalam sekolah-sekolah seperti SD SMP SMA, Kampus, dan juga ke Masjid dan Majelis Ta‘lim. Dalam ‗Road to Road‘ ini LDK SSP masuk ke tempat-tempat yang sudah disebutkan sebelumnya kemudian setelah itu LDK SSP melakukan edukasi di dalamnya terkait mensyiarkan isu tentang Palestina

61

sekaligus melakukan penggalangan dana untuk Palestina. Seperti penuturan AP selaku Ketua Umum dalam wawancara berikut:

―Untuk ranah eksternal kampus, salah satu bentuk peran kami dalam mensyiarkan isu tentang Palestina yaitu berupa kunjungan-kunjungan atau bahasa kami 'road to road'.

Kami melakukan penggalangan dana ke sekolah-sekolah, ke kampus-kampus ataupun memang masjid-masjid atau majelis ta‘lim pengajian dan lain sebagainya yang dalam rangka memang untuk mensyiarkan isu tentang Palestina, sekaligus di dalamnya kami melakukan penggalangan dana untuk Palestina‖ (Wawancara dengan AP, 22 November 2016).

Hal serupa juga di ungkapkan oleh NA selaku Wakil Ketua 1 yaitu:

―Kami masuk ke SD SMP SMA Masjid dan Majelis Ta'lim, lalu kami mengedukasi di dalamnya dan kami kirimkan surat mengenai problematika yang sebenarnya terjadi di Palestina itu seperti apa lalu setelahnya kami menggalang dana untuk saudara kita di Palestina‖ (Wawancara dengan NA, 1 Desember 2016).

Melihat hasil penuturan narasumber-narasumber di atas, tampak jelas bahwa LDK SSP mencoba untuk lebih memperkenalkan lagi isu tentang Palestina kepada berbagai macam kalangan masyarakat di mulai dari teman-teman SD, SMP, SMA, bahkan sampai dengan Masjid dan Majelis Ta‘lim. Narasumber berinisial AP selaku Ketua Umum mengungkapkan alasannya kepada peneliti terkait ‗road to road‘ ini yaitu ingin mensyiarkan isu tentang Palestina kepada seluruh kalangan

meskipun status mereka hanya seorang mahasiswa, dan agar isu Palestina ini tidak hanya diketahui oleh segilintir orang saja.

Seperti penuturannya dalam wawancara berikut:

―Salah satu alasan kami menghadirkan 'road to road' adalah ingin mensyiarkan isu terkait Palestina kepada seluruh kalangan meskipun kami hanya seorang mahasiswa, namun kami tidak ingin isu ini hanya disampaikan kepada kalangan mahasiswa saja, khususnya mahasiswa STEI SEBI, kami ingin isu tersebut diketahui oleh masyarakat umum mulai anak-anak, remaja, orang dewasa dan orang tua‖ (Wawancara dengan AP, 22 November 2016).

Berdasarkan hasil penuturan saudara AP di atas peneliti mencoba menarik kesimpulan beliau yaitu bahwa melalui ‗road to road‘ LDK SSP

62

mencoba untuk memastikan bahwa isu Palestina yang mereka syiarkan ini benar-benar diketahui oleh masyarakat umum secara menyuluruh dimulai dari anak-anak para remaja orang dewasa atau bahkan para orang tua. Dengan adanya pencerdasan dan juga edukasi tentang Palestina yang LDK SSP lakukan terhadap masyarakat umum melalui ‗road to road‘ ini di harapkan masyarakat umum menjadi mengerti betapa pentingnya peduli terhadap Palestina dalam bentuk dukungan apapun. Seperti penuturan saudara AP dalam wawancara dengan peniliti berikut:

Kami ingin mereka mengerti tentang Palestina dan peduli terhadap Palestina, minimal doa-doa kita untuk mereka bisa tersampaikan atau minimal kita ketahui hal itu dan kita bisa memberikan donasi kita kepada mereka‖ (Wawancara dengan AP, 22 November 2016).

Ap selaku Ketua Umum menambahkan keterangannya terkait dengan keefektifitasan dari ‗road to road‘ kepada peniliti sebagai berikut:

―Berbicara soal keefektifitasan sejauh ini memang cukup efektif dalam berjalannya, karena memang dari segi sumber daya manusia (SDM) dan lain sebagainya yang dimiliki LDK SSP memang sudah cukup mumpuni‖ (Wawancara dengan AP, 22 November 2016).

AP mengatakan jika LDK SSP mengadakan acara seperti seminar-seminar ke SD SMP SMA ataupun kampus lain, maka teman-teman LDK SSP inilah yang mengisi acara seminar tersebut dan menjadi narasumber, tentunya selain sinergi dengan KNRP dan juga selain dari beberapa seminar-seminar yang memang hanya bisa di isi dan di narasumberi oleh syekh-syekh yang di datangkan langsung dari Palestina. Dengan sumber daya manusia (SDM) yang cukup mumpuni yang dimiliki oleh LDK SSP ini, khususnya dalam mengisi seminar-seminar maka tentu menjadi nilai lebih bagi LDK SSP itu sendiri. Bahkan antusias dari teman-teman pelajar dan masyarakat umum luar biasa besar terkait dengan Palestina.

63

Memperkuat penjelasan saudara AP diatas dengan menggunakan Teori Mobilisasi Sumber Daya yang ditawarkan oleh McCarthy bahwa yang mempengaruhi mobilisasi sumber daya dalam gerakan sosial adalah seorang pemimpin. Menurutnya keberadaan seorang pemimpin dapat memainkan peran sebagai penyemangat dan tegas untuk memobilisasi sumber daya bagi gerakan sosial. Dalam hal ini LDK SSP melalui saudara AP selaku ketua umum telah menunjukkan bahwa keberadaan seorang pemimpin memang memainkan peran yang penting yang dengan tegas memobilisasi sumber daya dalam gerakan sosial.

Ini terbukti ketika LDK SSP mengadakan seminar-seminar ke SD SMP SMA ataupun kampus lain, yang menjadi pengisi acara sekaligus narasumber dalam acara tersebut adalah teman-teman LDK SSP itu sendiri.

Selain menjelaskan bahwa seorang pemimpin sangat mempengaruhi mobilisasi sumber daya dalam gerakan sosial, McCarthy beserta Zald menjelaskan aspek penting dalam memobilisasi sumber daya seperti basis dukungan, strategi dan pendekatan, serta relasi dengan masyarakat luas. Penjelasan McCarthy dan Zald mengenai aspek penting dalam memobilisasi sumber daya seperti relasi dengan masyarakat luas ini tergambar jelas lewat apa yang dilakukan oleh LDK SSP dalam ‗road to road‘. Dimana dalam ‗road to road‘ LDK SSP berusaha menjalin relasi dengan masyarakat luas dalam bentuk kunjungan-kunjungan ke Sekolah-sekolah, Kampus, Masjid, maupun Majelis Ta‘alim.

b. Car Free Day (CFD)

Tidak berbeda jauh dengan ‗road to road‘, Car Free Day (CFD) merupakan salah satu bentuk peran eksternal LDK SSP dalam mensyiarkan isu tentang

64

Palestina dengan mendatangi langsung acara Car Free Day (CFD) yang berlangsung di bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta dengan tujuan mengedukasi para peserta yang ikut Car Free Day (CFD) terkait Palestina. Dalam Car Free Day (CFD) ini umumnya LDK SSP mencoba memberitahukan keberadaan mereka dan untuk apa mereka ada di acara tersebut, yaitu dengan membuat drama, teatrikal-teatrikal terkait kondisi sebenarnya dari saudara di Palestina. Selain itu mereka juga melakukan orasi, membaca puisi dalam upayanya mensyiarkan isu tentang Palestina dan di akhiri dengan melakukan penggalangan dana.

Seperti penuturan HD yang merupakan Staff Divisi Hubungan Publik berikut:

―Dalam mensyiarkan isu tentang Palestina kami berperan lewat CFD dengan terjun langsung ke acara tersebut, di mana di dalam CFD tersebut kami melakukan long-march menyusuri jalan dengan tujuan untuk memberitahukan keberadaan kami dan untuk apa kami ada disana kepada para peserta yang ikut CFD tersebut. Setelah itu kami berhenti disebuah tempat yang strategis dimana nantinya kami melakukan drama puisi orasi dan sejenisnya‖ (Wawancara dengan HD, 14 Mei 2017).

Hal serupa juga di ungkapkan oleh YB selaku Staff PSDM:

―Dalam mewujudkan peran LDK SSP mensyiarkan isu tentang Palestina kami mendatangi acara Car Free Day (CFD), yang di dalamnya kami melakukan long-march dan membuat teatrikal tentang keadaan saudara kita di Palestina‖ (Wawancara dengan YB, 1 Desember 2016).

Saudara HD mengungkapkan bahwa selama melakukan drama puisi orasi dan sampai dengan berakhirnya acara Car Free Day (CFD) di bundaran Hotel

Saudara HD mengungkapkan bahwa selama melakukan drama puisi orasi dan sampai dengan berakhirnya acara Car Free Day (CFD) di bundaran Hotel

Dokumen terkait