• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA

4.1.2 Identitas Responden berdasarkan Umur

Usia masyarakat Desa Pondok Kelapa Kota Langsa, pada umumnya masih berada pada usia produktif. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2 : Distribusi Responden Berdasarkan Umur

No Umur Frekuensi Persentase

1 26 – 35 12 14,5%

2 36 – 45 27 32,5%

3 46 – 55 33 39,8%

4 56 – 65 8 9,6%

5 66 keatas 3 3,6%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Berdasarkan tabel diatas, menunjukan bahwa dari 83 responden, ada 12 orang atau 14,5% berasal dari kelompok umur 26-35 tahun, dari kelompok umur 36-45 tahun sebanyak 27 orang atau 32,5%, dari kelompok umur 46-55 tahun sebanyak 33 orang atau 39,8%, kemudian disusul dari kelompok umur 56-65 tahun sebanyak 8 orang atau 9,6%. Sementara responden yang berasal dari kelompok umur 65 tahun sebanyak 3 orang atau 3,6%.

4.1.3 Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan masyarakat Desa Pondok Kelapa Kota Langsa paling banyak adalah tamatan SLTA, dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 3 : Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Pendidikan Frekuensi Persentase

1 SD 10 12,1%

2 SLTP 28 33,7%

3 SLTA 37 44,6%

4 Diploma 2 2,4%

5 Sarjana 6 7,2%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa jumlah responden yang tingkat pendidikan SD sebanyak 10 orang atau sebesar 12,1%, SLTP sebanyak 28 orang atau 33,7%, SLTA sebanyak 37 orang atau 44,6%, tingkat pendidikan Diploma sebanyak 2 orang atau 2,4%, dan Sarjana sebanyak 6 orang atau 7,2%. Jadi dapat di ketahui bahwa jumlah tingkat pendidikan masyarakat yang berada di Desa Pondok Kelapa Kota Langsa lebih banyak tamatan SLTA.

4.2 Informasi Jawaban Responden

4.2.1 Informasi Jawaban Responden Tentang Pertanyaan Peranan Kepala Desa (Variabel Bebas X)

Untuk mengukur variabel Peranan Kepala Desa, digunakan 10 pertanyaan yang diiperoleh dari indikator-indikator yang telah di tentukan. Pada setiap pertanyaan

diberi 5 alternatif jawaban, dan kepada responden diminta untuk memilih salah satu dari kelima alternatif jawaban tersebut. Berdasarkan jawaban dari responden dari kuesioner yang disebarkan yang berisi pertanyaan variabel X (Peranan Kepala Desa), maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4 : Distribusi jawaban responden mengenai frekuensi kehadiran Kepala Desa rapat pembangunan desa

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat sering 10 12,1%

2 Sering 47 56,6%

3 Jarang 22 26,5%

4 Sangat jarang 3 3,6%

5 Tidak pernah 1 1,2%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat sering menghadiri rapat pembangunan desa ada sebanyak 10 orang atau 12,1%, yang menyatakan sering sebanyak 47 orang atau 56,6%, dan yang menyatakan jarang sebanyak 22 orang atau 26,5%. Kemudian yang menyatakan sangat jarang hadir dalam rapat pembangunan desa ada sebanyak 3 orang atau 3,6%, dan yang menyatakan tidak pernah sebanyak 1 orang atau 1,2%.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa sering hadir dalam rapat-rapat program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa. Disini bisa dilihat Kepala desa memiliki tanggung jawab yang baik terhadap upaya dalam merealisasikan program-program pembangunan desa yang akan direncanakan.

Tabel 5: Distribusi jawaban responden mengenai frekuensi ketepatan waktu Kepala Desa dalam menghadiri rapat pembangunan desa

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat sering 1 1,2%

2 Sering 57 68,7%

3 Jarang 22 26,5%

4 Sangat jarang 2 2,4%

5 Tidak pernah 1 1,2%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat sering tepat waktu dalam menghadiri rapat pembangunan desa ada sebanyak 1 orang atau 1,2%, yang menyatakan sering sebanyak 57 orang atau 68,7%, dan yang menyatakan jarang sebanyak 22 orang atau 26,5%. Kemudian yang menyatakan Kepala Desa sangat jarang tepat waktu dalam rapat pembangunan desa ada sebanyak 2 orang atau 2,4%, dan yang menyatakan tidak pernah sebanyak 1 orang atau 1,2%.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa sering tepat waktu dalam menghadiri rapat-rapat program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa. Disini bisa dilihat Kepala desa memiliki disiplin yang baik terhadap upaya dalam merealisasikan program-program pembangunan desa yang akan direncanakan.

Tabel 6 : Distribusi jawaban responden mengenai frekuensi Kepala Desa dalam memberikan saran ataupun masukan bagi perencanaan pembangunan desa

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat sering 1 1,2%

2 Sering 46 55,4%

3 Jarang 29 35,0%

4 Sangat jarang 2 2,4%

5 Tidak pernah 5 6,0%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat sering memberikan saran ataupun masukan dalam bagi perencanaan pembangunan desa ada sebanyak 1 orang atau 1,2%, yang menyatakan sering sebanyak 46 orang atau 55,4%, dan yang menyatakan jarang ada sebanyak 29 orang atau 35,0%. Kemudian yang menyatakan Kepala Desa sangat jarang memberikan saran ataupun masukan bagi perencanaan pembangunan desa ada sebanyak 2 orang atau 2,4%, dan yang menyatakan tidak pernah sebanyak 5 orang atau 6,0%.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa sering memberikan saran-saran ataupun masukan-masukan bagi program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa.

Peranan Kepala desa dalalm memberikan saran-saran ataupun masukan-masukan ini diharapkan berguna untuk memotivasi dan membangun semangat masyarakat desa nya untuk turut ikut memberikan jasa/bantuan demi merealisasikan program-program pembangunan desa yang akan dicapai.

Tabel 7 : Distribusi jawaban responden mengenai perlu atau tidaknya saran ataupun masukan dari Kepala Desa bagi perencanaan pembangunan desa

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat perlu 3 3,6%

2 Perlu 49 59,0%

3 Ragu-ragu 25 30,1%

4 Tidak perlu 4 4,9%

5 Sangat tidak perlu 2 2,4%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat perlu memberikan saran ataupun masukan bagi perencanaan pembangunan desa ada sebanyak 3 orang atau 3,6%, yang menyatakan perlu ada sebanyak 49 orang atau 59,0%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 25 orang atau 30,1%.

Kemudian yang menyatakan Kepala Desa tidak perlu memberikan saran ataupun masukan bagi perencanaan pembangunan desa ada sebanyak 4 orang atau 4,9%, dan yang menyatakan sangat tidak perlu ada sebanyak 2 orang atau 2,4%.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa perlu memberikan saran-saran ataupun masukan-masukan bagi program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa.

Peranan Kepala desa dalalm memberikan saran-saran ataupun masukan-masukan ini sangat dibutuhkan demi merealisasikan program-program pembangunan desa yang akan dicapai.

Tabel 8 : Distribusi jawaban responden mengenai frekuensi keterlibatan Kepala Desa secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat sering 5 6,0%

2 Sering 50 60,2%

3 Jarang 23 27,8%

4 Sangat jarang 3 3,6%

5 Tidak pernah 2 2,4%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat sering terlibat secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa ada sebanyak 5 orang atau 6,0%, yang menyatakan sering sebanyak 50 orang atau 60,2%, dan yang menyatakan jarang ada sebanyak 23 orang atau 27,8%. Kemudian yang menyatakan Kepala Desa sangat jarang terlibat secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa ada sebanyak 3 orang atau 3,6%, dan yang menyatakan tidak pernah sebanyak 2 orang atau 2,4%.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa sering terlibat secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa.

Keterlibatan Kepala desa secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa ini dapat memotivasi dan membangun semangat masyarakat desa nya untuk turut ikut memberikan jasa/bantuan demi merealisasikan program-program pembangunan desa yang akan dicapai.

Tabel 9 : Distribusi jawaban responden mengenai perlu atau tidaknya Kepala Desa secara fisik terlibat dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat perlu 27 32,5%

2 Perlu 40 48,2%

3 Ragu-ragu 9 10,9%

4 Tidak perlu 3 3,6%

5 Sangat tidak perlu 4 4,8%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat perlu terlibat secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa ada sebanyak 27 orang atau 32,5%, yang menyatakan perlu ada sebanyak 40 orang atau 48,2%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 9 orang atau 10,9%.

Kemudian yang menyatakan Kepala Desa tidak perlu terlibat secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa ada sebanyak 3 orang atau 3,6%, dan yang menyatakan sangat tidak perlu ada sebanyak 4 orang atau 4,8%.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa perlu terlibat secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa.

Keterlibatan Kepala desa secara fisik dalam pelaksanaan operasional pembangunan desa ini sangat perlu dilakukan guna memotivasi dan membangun semangat masyarakat desa nya untuk turut ikut memberikan jasa/bantuan demi merealisasikan program-program pembangunan desa yang akan dicapai.

Tabel 10 : Distribusi jawaban responden mengenai frekuensi Kepala Desa dalam memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi bagi perencanaan pembangunan desa

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat sering 43 51,8%

2 Sering 28 33,7%

3 Jarang 12 14,5%

4 Sangat jarang - -

5 Tidak pernah - -

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat sering memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi bagi perencanaan pembangunan desa ada sebanyak 43 orang atau 51,8%, yang menyatakan Kepala Desa sering memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi bagi perencanaan pembangunan desa ada sebanyak 28 orang atau 33,7%, dan yang menyatakan jarang ada sebanyak 12 orang atau 14,5%, sementara itu yang menyatakan sangat jarang dan tidak pernah tidak ada responden yang memilihnya.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa sering memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi bagi perencanaan pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa. Bantuan atau sumbangan materi yang diberikan Kepala desa ini diharapkan berguna untuk memperlancar jalannya operasional pembangunan desa demi merealisasikan program-program pembangunan desa yang akan dicapai.

Tabel 11 : Distribusi jawaban responden mengenai perlu atau tidaknya Kepala Desa dalam memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi bagi perencanaan pembangunan desa

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat perlu 35 42,2%

2 Perlu 42 50,6%

3 Ragu-ragu 1 1,2%

4 Tidak Perlu 2 2,4%

5 Sangat tidak perlu 3 3,6%

Jumlah 86 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa dalam menjalankan tugasnya sangat perlu dalam memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi bagi perencanaan pembangunan desa ada sebanyak 35 orang atau 42,2%, yang menyatakan perlu ada sebanyak 42 orang atau 50,6%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 1 orang atau 1,2%. Kemudian yang menyatakan Kepala Desa tidak perlu dalam memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi bagi perencanaan pembangunan desa ada sebanyak 2 orang atau 2,4%, dan yang menyatakan sangat tidak perlu ada sebanyak 3 orang atau 3,6%.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa perlu memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi bagi perencanaan pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa. Bantuan atau sumbangan materi yang diberikan Kepala desa sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakatnya untuk turut ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan atau sumbangan berupa materi guna memperlancar jalannya operasional pembangunan desa demi merealisasikan program-program pembangunan desa yang akan dicapai.

Tabel 12 : Distribusi jawaban responden mengenai frekuensi Kepala Desa dalam mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa yang sudah terealisasi

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat sering 32 38,6%

2 Sering 41 49,4%

3 Jarang 7 8,4%

4 Sangat jarang 3 3,6%

5 Tidak pernah - -

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat sering mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa yang sudah terealisasi ada sebanyak 32 orang atau 38,6%, yang menyatakan sering ada sebanyak 41 orang atau 49,4%, dan yang menyatakan Kepala Desa jarang mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa yang sudah terealisasi ada sebanyak 7 orang atau 8,4%, dan yang menyatakan sangat jarang ada sebanyak 3 orang atau 3,6%. Kemudian untuk jawaban kategori tidak pernah tidak ada responden yang memilih jawaban tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa sering mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa yang sudah terealisasi.

Peranan Kepala desa dalam mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa yang sudah terealisasi diharapkan dapat melihat sektor-sektor mana yang masih perlu dibenahi apabila masih ada kekurangan. Karena hasil program pembangunan desa tersebut belum tentu baik walaupun sudah terealisasi.

Tabel 13 : Distribusi jawaban responden mengenai perlu atau tidaknya Kepala Desa mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa yang sudah terealisasi

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat perlu 21 25,3%

2 Perlu 60 72,3%

3 Ragu-ragu 2 2,4%

4 Tidak perlu - -

5 Sangat tidak perlu - -

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan Kepala Desa sangat perlu mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa yang sudah terealisasi ada sebanyak 21 orang atau 25,3%, yang menyatakan perlu ada sebanyak 60 orang atau 72,3%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 2 orang atau 2,4%. Kemudian yang menyatakan tidak perlu dan sangat tidak perlu tidak ada responden yang memilih jawaban tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa perlu mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa yang sudah terealisasi.

Peranan Kepala desa dalam mengadakan evaluasi terhadap program pembangunan desa yang sudah terealisasi diharapkan dapat melihat sektor-sektor mana yang masih perlu dibenahi apabila masih ada kekurangan. Karena hasil program pembangunan desa tersebut belum tentu baik walaupun sudah terealisasi.

4.2.2 Informasi Jawaban Responden Tentang Pertanyaan Keberhasilan Perencanaan Pembangunan Desa (Variabel Terikat Y)

Berdasarkan jawaban yang telah diberikan oleh responden melalui penyebaran kuisioner mengenai peranan Kepala Desa dalam keberhasilan perencanaan pembangunan desa pada Desa Pondok Kelapa Kota Langsa cukup baik. Maka untuk mengetahui hal ini dapat diukur dari beberapa indikator yang telah ditetapkan pada bab I sebelumnya. Dengan digunakannya 10 pertanyaan yang diperoleh dari indikator yang telah di tentukan. Pada setiap pertanyaan diberi 5 alternatif jawaban, dan kepada responden diminta untuk memilih salah satu dari kelima alternatif jawaban tersebut.

Dibawah ini disajikan data jawaban responden terhadap keseluruhan pertanyaan variabel Y berdasarkan kuisioner yang disebarkan, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 14 : Distribusi jawaban responden mengenai banyaknya program-program pembangunan desa yang sudah terealisasi

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat cukup 26 31,3%

2 Cukup 40 48,2%

3 Ragu-ragu 13 15,7%

4 Tidak cukup 2 2,4%

5 Sangat tidak cukup 2 2,4%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan bahwa jumlah program-program pembangunan desa yang sudah terealisasi sangat cukup ada sebanyak 26 orang atau 31,3%, yang menyatakan cukup ada sebanyak 40 orang atau

48,2%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 13 orang atau 15,7%.

Kemudian yang menyatakan tidak cukup ada sebanyak 2 orang atau 2,4%, dan yang menyatakan sangat tidak cukup ada sebanyak 2 orang atau 2,4%.

Dapat disimpulkan bahwa program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa cukup banyak yang sudah terealisasi. Hal ini membuktikan bahwa adanya kontribusi yang cukup baik yang dilakukan Kepala Desa khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam membangun dan merealisasikan perencanaan pembangunan desa yang diharapkan.

Tabel 15 : Distribusi jawaban responden mengenai pendapat masyarakat terhadap baik atau tidaknya hasil program pembangunan desa yang sudah terealisasi

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat baik 28 33,7%

2 Baik 42 50,6%

3 Ragu-ragu 1 1,2%

4 Kurang baik 5 6,1%

5 Sangat kurang baik 7 8,4%

Jumlah 83 100

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat baik terhadap hasil program pembangunan yang sudah terealisasi ada sebanyak 28 orang atau 33,7%, yang menyatakan baik ada sebanyak 42 orang atau 50,6%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 1 orang atau 1,2%. Kemudian yang menyatakan kurang baik ada sebanyak 5 orang atau 6,1%, dan yang menyatakan sangat kurang baik ada sebanyak 7 orang atau 8,4%.

Dapat disimpulkan bahwa program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa cukup banyak yang sudah terealisasi dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa adanya kontribusi yang cukup baik yang dilakukan Kepala Desa khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam membangun dan merealisasikan perencanaan pembangunan desa yang diinginkan.

Tabel 16 : Distribusi jawaban responden mengenai sesuai atau tidaknya hasil program pembangunan desa dengan target yang diinginkan

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat sesuai 16 19,3%

2 Sesuai 57 68,7%

3 Ragu-ragu 2 2,4%

4 Tidak sesuai 6 7,2%

5 Sangat tidak sesuai 2 2,4%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan bahwa hasil program pembangunan desa yang sudah terealisasi sangat sesuai dengan target yang diinginkan ada sebanyak 16 orang atau 19,3%, yang menyatakan sesuai ada sebanyak 57 orang atau 68,7%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 2 orang atau 2,4%. Kemudian yang menyatakan tidak sesuai ada sebanyak 6 orang atau 7,2%, dan yang menyatakan sangat tidak sesuai ada sebanyak 2 orang atau 2,4%.

Dapat disimpulkan bahwa program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa cukup banyak yang sudah terealisasi sesuai dengan apa yang diharapkan.

Hal ini membuktikan bahwa adanya kontribusi yang cukup baik yang dilakukan

Kepala Desa khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam membangun dan merealisasikan perencanaan pembangunan desa yang diinginkan.

Tabel 17 : Distribusi jawaban responden mengenai kepuasan masyarakat terhadap hasil program pembangunan desa yang sudah terealisasi

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat puas 21 25,3%

2 Puas 55 66,3%

3 Ragu-ragu 1 1,2%

4 Tidak puas 4 4,8%

5 Sangat tidak puas 2 2,4%

Jumlah 86 100

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat puas terhadap hasil program pembangunan desa yang sudah terealisasi ada sebanyak 21 orang atau 25,3%, yang menyatakan puas ada sebanyak 55 orang atau 66,3%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 1 orang atau 1,2%. Kemudian yang menyatakan tidak puas ada sebanyak 4 orang atau 4,8%, dan yang menyatakan sangat tidak puas ada sebanyak 2 orang atau 2,4%.

Dapat disimpulkan bahwa hasil program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa yang sudah terealisasi cukup banyak yang merasa puas. Hal ini membuktikan bahwa hasil pencapaian/realisasi program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa sesuai dengan apa yang diharapkan, diinginkan dan ditargetkan sehingga sampai pada sasarannya.

Tabel 18 : Distribusi jawaban responden mengenai pendapat masyarakat terhadap besarnya manfaat dari hasil program pembangunan desa yang sudah terealisasi

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat bermanfaat 42 50,6%

2 Bermanfaat 36 43,4%

3 Ragu-ragu 1 1,2%

4 Kurang bermanfaat 3 3,6%

5 Sangat kurang bermanfaat 1 1,2%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan bahwa hasil program pembangunan desa yang sudah terealisasi sangat bermanfaat bagi masyarakat ada sebanyak 42 orang atau 50,6%, yang menyatakan bermanfaat ada sebanyak 36 orang atau 43,4%. Kemudian yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 1 orang atau 1,2%, dan yang menyatakan kurang bermanfaat ada sebanyak 3 orang atau 3,6%, dan yang menyatakan sangat kurang bermanfaat ada sebanyak 1 orang atau 1,2 %.

Dapat disimpulkan bahwa masyarakat berpendapat hasil program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa yang sudah terealisasi sangat besar manfaatnya. Hal ini membuktikan bahwa hasil pencapaian/realisasi program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa sesuai dengan apa yang diharapkan, diinginkan dan ditargetkan.

Tabel 19 : Distribusi jawaban responden mengenai besarnya manfaat yang bisa dirasakan masyarakat desa dari hasil program pembangunan desa yang sudah terealisasi

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat cukup 40 48,2%

2 Cukup 38 45,8%

3 Ragu-ragu 3 3,6%

4 Tidak cukup 1 1,2%

5 Sangat tidak cukup 1 1,2%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan bahwa hasil program pembangunan desa yang sudah terealisasi sangat cukup manfaatnya yang bisa dirasakan masyarakat desa ada sebanyak 40 orang atau 48,2%, yang menyatakan cukup ada sebanyak 38 orang atau 45,8%, dan yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 30 orang atau 3,6%. Kemudian yang menyatakan tidak cukup ada sebanyak 1 orang atau 1,2%, dan yang menyatakan sangat tidak cukup ada sebanyak 1 orang atau 1,2%.

Dapat disimpulkan bahwa hasil program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa yang sudah terealisasi sangat besar manfaatnya yang bisa dirasakan oleh masyarakat desa. Hal ini membuktikan bahwa hasil pencapaian/realisasi program-program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa sesuai dengan apa yang diharapkan, diinginkan dan ditargetkan sehingga sampai pada sasarannya.

Tabel 20 : Distribusi jawaban responden mengenai kemauan Kepala Desa maupun masyarakat desa dalam memelihara program pembangunan desa yang sudah terealisasi tersebut

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat mau 57 68,7%

2 Mau 22 26,5%

3 Ragu-ragu 1 1,2%

4 Kurang mau 1 1,2%

5 Sangat kurang mau 2 2,4%

Jumlah 83 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan bahwa Kepala desa maupun masyarakat desa sangat mau dalam memelihara program pembangunan desa yang sudah terealisasi ada sebanyak 57 orang atau 68,7%, dan yang menyatakan mau ada sebanyak 22 orang atau 26,5%. Kemudian yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 1 orang atau 1,2%, dan yang menyatakan kurang mau ada sebanyak 1 orang atau 1,2%. Sementara itu yang menyatakan sangat kurang mau ada sebanyak 2 orang atau 2,4%.

Dapat disimpulkan bahwa baik Kepala Desa maupun masyarakat desa dalam memelihara program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa yang sudah terealisasi. Kemauan ini diharapkan agar program pembangunan desa yang sudah terealisasi dapat terpelihara dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang cukup panjang.

Tabel 21 : Distribusi jawaban responden mengenai pemahaman Kepala Desa maupun masyarakat desa atas pentingnya pemeliharaan program pembangunan desa yang sudah terealisasi

No Kategori Frekuensi Persentase

1 Sangat paham 62 74,7%

2 Paham 18 21,7%

3 Ragu-ragu 1 1,2%

4 Tidak paham 1 1,2%

5 Sangat tidak paham 1 1,2%

Jumlah 86 100

Sumber: Kuesioner Penelitian 2009

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan bahwa Kepala Desa maupun masyarakat desa sangat paham atas pentingnya pemeliharaan program pembangunan desa yang sudah terealisasi ada sebanyak 62 orang atau 74,7%, dan yang menyatakan paham ada sebanyak 18 orang atau 21,7%. Kemudian yang menyatakan ragu-ragu ada sebanyak 1 orang atau 1,2%, yang menyatakan tidak paham ada sebanyak 1 orang atau 1,2%, dan yang menyatakan sangat tidak paham ada sebanyak 1 orang atau 1,2%.

Dapat disimpulkan bahwa baik Kepala Desa maupun masyarakat desa sangat paham atas pentingnya memelihara program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa yang sudah terealisasi. Pemahaman ini diharapkan memberikan kesadaran

Dapat disimpulkan bahwa baik Kepala Desa maupun masyarakat desa sangat paham atas pentingnya memelihara program pembangunan desa Pondok Kelapa Kota Langsa yang sudah terealisasi. Pemahaman ini diharapkan memberikan kesadaran

Dokumen terkait