B. Ruang lingkup Penelitian
2. Identitas Responden
Dalam upaya untuk mengungkap potensi pribadi para responden, maka dijelaskan tentang identitas diri maupun keluarga yang berkaitan dengan usaha yang dilakukannya. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah pembudidaya rumput laut yang melakukan kegiatan budidaya di laut dan para pedagang pengumpul yang ada di desa dan pedagang
pengumpul yang ada di Kecamatan yaitu di Kecamatan Kwandang dan Kecamatan Anggrek.
Adapun identitas responden yang diuraikan dalam tesis ini adalah umur, jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, luas lahan serta pengalaman kerja dalam usaha budidaya rumput laut dan pemasarannya.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian berikut : a. Umur Responden
Pada dasarnya perbedaan umur seseorang dapat mempengaruhi kemampuan kerja maupun pola pikir dalam melakukan aktivitasnya.
Menurut Soeharjo dan Patong (1984), bahwa pembudidaya yang berusia relatif lebih muda mempunyai kemampuan fisik lebih kuat dibandingkan orang lanjut usia, sehingga kedua pakar ini membatasi umur 50 tahun. Oleh karena itu perbedaan usia yang dimiliki seseorang dapat dijadikan sebagai salah satu indikator untuk menilai tingkat kemampuan kerjanya.
Teori kependudukan menyatakan bahwa usia produktif berada pada kisaran 15 tahun sampai 55 tahun. Pada tahun tersebut kemampuan berpikir dan bekerja seseorang relatif lebih produktif . Pada umumnya orang yang berumur mudah dan sehat mempunyai kemampuan fisik yang lebih baik dibanding yang berumur lebih tua. Tetapi, dari segi pengalaman orang yang lebih tua mempunyai pengalaman yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan yang lebih muda sehingga dalam mengambil suatu keputusan orang yang lebih tua biasanya sangat berhati-hati daripada yang
lebih muda. Oleh karena itu usia sangat mempengaruhi kematangan seseorang dalam berpikir dan bertindak. Demikian pula halnya dalam hubungannya dengan usaha budidaya rumput laut. Pembudidaya yang berusia relatif muda memiliki kemampuan fisik yang lebih kuat dibanding dengan yang lebih tua. Keadaan umur responden disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4. Keadaan Umur Responden di Daerah Penelitian
Umur Responden
No <15 16 – 30 31 – 50 > 50 Uraian Jumlah responden
1 - 17 43 16 Pembudidaya 76
2 - 1 3 - Pedagang pengumpul 4
Jumlah 18 46 16 80
Sumber : Data primer setelah diolah, 2005
Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat dijelaskan bahwa komposisi umur responden menunjukkan bahwa pembudidaya rumput laut yang melaksanakan kegiatan budidaya di laut, sebagian besar berumur produktif dan yang paling banyak antara umur 31 tahun sampai dengan umur 50 tahun, yaitu berjumlah 46. Selanjutnya bagi pedagang pengumpul lokal maupun pedagang pengumpul kecamatan, juga masih berumur produktif yaitu 1 pedagang pengumpul yang berusia antara 16-30 tahun dan 3 pedagang pengumpul yang berusia antara 31-50 tahun.
Dari uraian tersebut diatas memberikan gambaran bahwa responden pembudidaya rumput laut maupun pedagang pengumpul pada umumnya
masih berumur produktif sehingga diharapkan upaya untuk mengembangkan usaha dan pola pikir masih terbuka luas karena biasanya orang yang berusia produktif lebih muda mentransfer teknologi dan keterampilan yang diperlukan dalam upaya meningkatkan produktifitas kerja agar lebih efektif dan efisien sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi usahanya.
b. Tingkat Pendidikan Responden
Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang juga sangat mempengaruhi seseorang dalam pengelolaan usahanya. Walaupun seseorang mempunyai kemampuan fisik yang memadai tetapi tidak ditunjang dengan pengetahuan yang memadai maka usaha yang dikelola tidak akan mengalami peningkatan.
Orang yang mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi lebih cepat memperoleh dan menerapkan inovasi yang bermanfaat dibanding dengan orang yang lebih tinggi tingkat pendidikannya lebih rendah.
Disamping itu orang berpendidikan lebih cepat mengerti dan berani menerapkan inovasi baru yang ada yang berpengaruh terhadap usaha yang dikelolanya. Keadaan tingkat pendidikan responden disajikan pada Tabel 5.
Tabel 5. Keadaan Pendidikan Responden
Tingkat Pendidikan No
T. SD SD SMP SMA Sarjana Uraian Jumlah responden
1 20 42 8 6 - Pembudidaya 76
2 - 1 1 2 - Pedagang pengumpul 4
Sumber : Data primer setelah diolah, 2005
Pada Tabel 5 di atas dapat dijelaskan bahwa para pembudidaya rumput laut yang melakukan kegiatan budidaya masih ada yang tidak memiliki pendidikan sekolah dasar, namun masih tetap ada yang memiliki tingkat pendidikan antara yang tamat sekolah dasar/sederajat sampai dengan tamatan sekolah lanjutan tingkat atas sedang yang dapat menyelesaikan pendidikannya di tingkat sarjana tidak ada sama sekali. Sedangkan bagi para pedagang pengumpul lokal dan pedagang pengumpul kecamatan sebagian besar memiliki tingkat pendidikan yaitu antara tamat sekolah dasar/sederajat sampai dengan tamatan sekolah lanjutan tingkat atas, sedang yang menyelesaikan pendidikannya ditingkat sarjana tidak ada.
Dari gambaran tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin cepat memperoleh dan menerapkan motivasi baru yang bernilai positif dibandingkan seseorang yang tingkat pendidikannya relatif lebih rendah. Selain itu mereka pun lebih cepat mengerti dan lebih menerapkan cara-cara baru yang berkaitan dengan usaha budidaya rumput laut yang dilakukannya.
c. Tanggungan Keluarga
Berdasarkan besarnya jumlah anggota keluarga dapat mempengaruhi besar kecilnya kegiatan usaha budidaya yang dikelola, Hal ini karena selain sebagai sumber tenaga kerja, anggota keluarga juga dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan yakni dalam hubungannya dengan pengelolaan usaha. Anggota keluarga juga mempunyai faktor penting dalam mendorong pengembangan usaha budidaya rumput laut yang dikelolanya.
Tanggungan keluarga biasanya terdiri dari anak, atau orang lain yang tinggal serumah, keadaan tanggungan keluarga disajikan pada Tabel 6.
Tabel 6. Keadaan Tanggungan Keluarga Responden
Tanggungan keluarga No
< 2 3 – 5 > 6 Uraian Jumlah
responden
1 7 54 15 Pembudidaya 76
2 1 1 2 Pedagang pengumpul 4
Sumber : Data primer setelah diolah, 2005
Tabel 6 di atas dapat dijelaskan bahwa para pembudidaya rumput laut mempunyai jumlah tanggungan keluarga yang terbesar yaitu 3 sampai 5 orang sebanyak 54 pembudidaya. Selanjutnya bagi para pedagang pengumpul mempunyai jumlah tanggungan keluarga terbesar 6 orang sebanyak 2 pedagang.
Dari gambaran tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa keberadaan jumlah anggota keluarga sangat berarti. Mengingat bahwa, pengadaan tenaga kerja lebih banyak yang memanfaatkan tenaga kerja dalam keluarga itu sendiri. Besar kecilnya tanggungan keluarga dapat menjadi motivasi untuk mengelola secara baik apa yang diusahakannya. Karena diketahui bahwa besarnya anggota keluarga akan dapat mengakibatkan besarnya pola biaya hidup yang harus ditanggung oleh kepala keluarganya itu sendiri.
d. Pengalaman Budidaya Rumput Laut
Pengalaman berusaha merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam pengelolaan usaha budidaya rumput laut. Semakin lama seseorang mengelola usaha budidaya rumput laut semakin bertambah banyak pula pengalaman yang diperoleh, sehingga dalam pengambilan keputusan/tindakan dapat dipikirkan secara matang.
Keadaan pengalaman responden dalam budidaya rumput laut disajikan pada Tabel 7.
Tabel 7. Pengalaman Responden dalam Budidaya Rumput Laut
Lama Berusaha (tahun) No
< 4 5 – 7 8 – 10 11 – 12
Uraian Jumlah
responden
1 15 39 12 10 Pembudidaya laut 76
2 - 4 - - Pedagang pengumpul 4
Sumber : Data primer setelah diolah, 2005
Berdasarkan Tabel 7 di atas dapat dijelaskan bahwa sebagian besar para pembudidaya rumput laut yang melakukan kegiatan budidaya di laut memiliki pengalaman berusaha budidaya rumput laut antara 5 sampai 7 tahun dengan jumlah 39 orang pembudidaya, sedangkan untuk pedagang pengumpul memiliki pengalaman yang masih rendah yaitu 4 pedagang pengumpul yang lama usahanya berkisar selama 5 sampai 7 tahun, hal ini disebabkan karena pada awal dilakukannya kegiatan budidaya rumput laut para pembudidaya memiliki produksi yang rendah.
Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa walaupun para pembudidaya rumput laut masih tergolong baru dan pedagang pengumpul masih terbatas dalam kegiatan usaha budidaya dan pemasarannya, namun masih dapat diharapkan dalam mengelola dan mengembangkan usahanya yang lebih baik di masa yang akan datang.
e. Luas Usaha Budidaya Rumput Laut
Berdasarkan penelitian di lapang yaitu di Desa Mootinelo, Desa Ponelo, Desa Tolango, dan Desa Tolongio, tentang penggunaan lahan dalam kegiatan budidaya rumput laut yaitu dengan menggunakan lahan di laut.
Dalam budidaya rumput laut tersebut di pilih 76 responden pembudidaya rumput laut yang melakukan kegiatan budidaya. Keadaan luas lahan budidaya rumput laut di lokasi penelitian disajikan pada Tabel 8.
Tabel 8. Luas Usaha Budidaya Rumput Laut
Luas Lahan (Ha) Jumlah responden Persentase (%)
< 2 32 42.1
2,1 – 3 20 26.3
3,1 – 3 10 13.2
4,1 – 5 8 10.5
> 5 6 7.9
Jumlah 76 100
Sumber : Data primer setelah diolah, 2005
Berdasarkan Tabel 8 di atas dapat dijelaskan bahwa luas lahan yang dijadikan untuk usaha budidaya rumput laut adalah berkisar dari kurang 2 ha sampai lebih dari 5 ha. Pembudidaya rumput laut yang menjadi responden 32 diantaranya memiliki luas lahan kurang dari 2 ha (42,1 %), sedangkan responden yang memiliki luas lahan lebih dari 5 ha berjumlah 6 orang (7.9
%).
Di lihat dari segi lamanya membudidayakan rumput laut di Kabupaten Gorontalo, ternyata sejak tahun 1984 sudah mulai dibudidayakan sedangkan ada juga pembudidaya yang baru memulai pada tahun 1990. Berdasarkan hasil wawancara dengan para pembudidaya rumput laut di Desa Mootinelo, Desa Ponelo, Desa Tolango, dan Desa Tolongio, bahwa ada beberapa alasan utama sehingga mereka tertarik untuk membudidayakan rumput laut antara lain, prosedur pemasarannya tidak sulit, usia panen singkat dan jumlah permintaan rumput laut cenderung meningkat.