Untuk mengetahui ga mbaran umu m tentang jenis-jenis ikan karang, metode RRI juga diterapkan pada penelitian ini, dimana titik-titik stasiunnya sa ma dengan titik-titik stasiun RRI untuk terumbu karang. Seorang pengamat yang melakukan penga matan dengan berenang selama sekitar 5 menit mencatat semua jenis ikan y ang berhasil dijumpainy a dalam kurun w aktu tersebut.
Sedangkan pada setiap titik transek per manen, metode y ang digunakan y aitu metode Underwater Fish Visual Census (UVC), dimana ikan-ikan y ang dijumpai pada jarak 2,5 m di sebelah kiri dan sebelah kanan garis transek sepanjang 70 m dicatat jenis dan jumlahny a. S ehingga luas bidang y ang tera mati per transeknya yaitu (5 x 70 ) = 350 m2.
Identif ikasi jenis ikan karang mengacu kepada Matsuda, et al. (1984), Kuiter (1992) dan Lieske dan My ers (1994). Khusus untuk ikan kerapu (grouper) digunakan acuan dari Randall and H eemstra (1991) dan Heemstra dan Randall (1993).
Spesies ikan y ang didata dikelompokkan ke dala m 3 kelompok utama (ENG LISH, et al., 1997), yaitu :
a. Ikan-ikan target, yaitu ikan ekonomis penting dan
biasa ditangkap untuk konsumsi. Biasany a mereka menjadikan terumbu karang sebagai te mpat pemijahan dan sarang/daerah asuhan. Ikan-ikan target ini diw akili oleh famili Serranidae (ikan kerapu), Lutjanidae (ikan kakap), Lethrinidae (ikan lenca m), Nemipteridae (ikan kurisi), Caesionidae (ikan ekor kuning), S iganidae (ikan baronang), Haemulidae (ikan bibir tebal), S caridae (ikan kakak tua) dan Acanthuridae (ikan pakol);
b. Ikan-ikan ind ikator, y aitu jenis ikan karang y ang
khas mendia mi daerah terumbu karang dan menjadi indikator kesuburan ekosistem daerah tersebut. Ikan-ikan indikator diwakili oleh famili Chaetodontidae (ikan kepe-kepe);
c. Ikan-ikan major, merupakan jenis ikan berukur an
kecil, u mumny a 5–25 cm, dengan karakteristik pewarnaan y ang beraga m sehingga dikenal sebagai ikan hias. K elompok ini umu mny a ditemukan meli mpah, baik dalam jumlah individu maupun
ikan ini sepanjang hidupnya berada di terumbu karang, diw akili oleh famili Pomacentr idae (ikan betok laut), Apogonidae (ikan serinding), Labridae (ikan sapu-sapu), dan Blenniidae (ikan peniru).
BAB III. HASIL
A. S
I S T E MI
N F OR MA S IG
E O G R A F I SWalaupun citra dengan cakupan penuh (full scene) meliputi terumbu karang di perairan Takabonerate, tetapi kaw asan ini tidak ikut didigitasi. Digitasi hany a dilakukan pada area studi saja. Selain itu, kawasan Takabonerate ini cukup jauh dengan area studi sehingga kurang mendukung untuk proses interpretasi citra.
Hasil yang diperoleh setelah pengecekan di lapangan dan perhitungan terhadap luas tutupan mangrove dan terumbu karang pada area studi seperti y ang dipetakan pada Gambar 1 diatas, disajikan dala m Tabel 1.
Tab el 1. Luas mangrove dan terumbu karang di
wilayah studi.
Luas (km2) No. Jenis tutupan
Pantai barat P. Selayar Pasirmasunggu dan Pasirmarannu Total 1. Mangrove 1,71 2,75 4,46 2. Terumbu karang 157,58 135,87 293,45 Fringing reef 44,16 88,38 132,54 Patch reef 113,42 47,49 160,91
B. K
A R A N GJumlah stasiun penelitian karang untuk masing-masing metode penelitian y ang dilakukan Kabupaten S elay ar dita mpilkan pada Tabel 2. Posisi masing- masing stasiunnya bisa dilihat pada Lampiran 1 dan Lampiran 2.
Tab el 2. Jumlah stasiun penelitian karang untuk
masing-masing metode penga matan.
Jumah Stasiun Lokasi Penelitian
Metode RRI Metode LIT
Bagian barat P. Selayar 23 6 Pasimasunggu (P. Tanahjampea) 14 5 Pasimarannu (P. Kalao) 6 -
Pantai di lokasi penelitian u mumny a berpasir putih dengan tumbuhan semak belukar dan pohon kelapa. P ada beberapa lokasi pantainy a ditumbuhi oleh mangrove w alaupun pertumbuhannya tidak padat. S edangkan pada beberapa lokasi lainnya, pinggir pantai berupa batuan terjal, ataupun perkampungan penduduk y ang tinggal di sekitar pantai. Rataan terumbu umu mnya landai dengan
sudut kemiringan kurang dari 30o. Kecerahan air relatif
jernih sekitar 10-15 m. Pada daerah yang dekat dengan mangrove ataupun perkampungan penduduk, airnya relatih agak keruh.
Hasil pengamatan terumbu karang y ang dilakukan dengan menggunakan metode RRI di masing- masing stasiun penelitian bisa dilihat pada Lampiran 3. D ari 43
stasiun RRI tersebut, terdapat 6 stasiun y ang dikategorikan baik (tutupan karang hidup 50% -74%), 19 stasiun dikategorikan cukup (tutupan karang hidup 25% - 49%), dan 18 stasiun y ang dikategorikan kurang (tutupan karang hidup <25 % ). S tasiun dengan kategori sangat baik (tutupan karang hidup 75% -1 00% tidak dijump ai sela ma pengamatan berlangsung.
Kondisi terumbu karang berdasarkan per sentase tutupan karang hidup di masing- masing stasiun RRI di K abupaten Selayar bisa dilihat pada G ambar 4a., Gambar 4b., dan Ga mbar 4c.
Gambar 4a. K ondisi teru mbu karang berdasarkan persentase
tutupan karang hidup di masing- masing stasiun RRI di pantai barat P. S elay ar bagian utara.
Gambar 4b. K ondisi teru mbu karang berdasarkan persentase
tutupan karang hidup di masing- masing stasiun RRI di pantai barat P. S elay ar bagian selatan.
Gambar 4c. Kondisi terumbu karang berdasarkan persentase tutupan karang hidup di masing-masing stasiun RRI di Pasimasunggu dan Pasimarannu.
Dari seluruh stasiun RRI tersebut diperoleh rerata (= means) persentase tutupan untuk masing- masing kategori biota dan substrat seperti dala m G ambar 5. Terutama untuk kategori karang hidup (yang terdiri dari Acropora dan Non Acropora) diperoleh rerata per sentase tutupan yang rendah y aitu sebesar 27,44% dengan kesalahan baku (SE=S tandard Error) sebesar 2,35% (G ambar 5). D engan demikian, kondisi terumbu karang di lokasi ini bisa dikategorikan “cukup”.
G am b a r 5 . Hi s t og ra m pe rs en t a s e t ut u pa n (r era t a + k e s a l a h a n ba ku )
Pengamatan terumbu karang dengan metode LIT di 11 stasiun transek per manen menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di 8 stasiun transek per manen tersebut masuk dalam kategori ”cukup” (tutupan karang hidup 25% - 49%), dan 3 stasiun dikategorikan “kurang” (persentas e tutupan karang hidupnya <25%). Persentase tutupan untuk masing kategori biota dan substratny a di masing-masing stasiun transek per manen y ang dilakukan dengan metode LIT ditampilkan pada G ambar 6, dan Gambar 7a. dan G ambar 7b.
Secara keseluruhan, dari hasil RRI, LIT maupun pengamatan visual secara bebas y ang dilakukan di sepanjang pantai barat P. S elay ar, P asimasunggu dan P asimarannu, Kabupaten Selay ar, berhasil dijumpai sekitar 126 jenis karang batu y ang ter masuk dala m 14 suku (Lampiran 4).
G am b a r 6. H i s t o gr a m p e r s e n t a s e t ut u p a n u nt u k ma si n g
m a s i n g k a t e g or i b i ota da n s u b s t r a t d i ma si n g -m a s i n g s t a si u n t r a ns e k pe r -m a n e n di K a b up a t e n S e l a y ar , d e n ga n m e t o de L I T.
G am b a r 7 a . P e r s e nt a se t ut u p a n un t uk ma s i ng - ma s i n g k a t e g o r i b i ot a da n s u bs t r a t d i ma si n g - m a s i ng s t a s i un t r a ns e k p e r ma n e n di s e p a n j a n g p a n t a i b a r a t P . S e l ay ar , d e n ga n m e t o de L I T . G am b a r 7 b . P e r s e n t as e t u t u pa n u n t uk ma s i ng - ma s i n g k a t e g o r i b i ot a da n s u bs t r a t d i ma si n g - m a s i ng s t a s i un t r a ns e k p e r ma n e n di P a s i ma s un g g u , d e n ga n
C. M
E GAB
ENT O SJumlah stasiun pengamatan mega bentos y ang dilakukan di masing- masing lokasi pengamatan di sajikan dala m Tabel 3.
Tabel 3. Jumlah stasiun pengamatan pada
penelitian mega bentos.
Lokasi Penelitian Jumlah Stasiun
Bagian barat P. Selayar 6 Pasimasunggu (P. Tanahjampea) 5 Pasimarannu (P. Kalao) -
Seperti yang diuraikan di dala m bagian metode penarikan sampel dan analisa data, metode Reef Check Benthos (RCB) yang dilakukan pada lokasi transek per manen dala m penelitian ini mencatat hany a beberapa dari jenis mega bentos yang bernilai ekonomis penting ataupun yang bisa dijadikan indikator dalam menilai kondisi kesehatan terumbu karang.
Dari hasil RCB y ang dilakukan di masing- mas ing stasiun transek per manen, jumlah individu masing-masing mega bentos persatuan luas transek (2mx70m=140m2) dita mpilkan pada Ga mbar 8a dan G ambar 8b. S edangkan keli mpahan dari masing- masing mega bentos (jumlah individu per hektar) disajikan dalam Tabel 4.
G am b a r 8 a . K e l i mp a h a n ma s i n g - m a s i n g m e g a be nt o s y a ng d i a ma t i d i s e p a n j a n g pa n t a i ba r a t P . S e l a y ar , Ka bu pa t e n S e l ay ar.
G am b a r 8 b . K e l i mp a h a n ma s i n g - m a s i n g m e g a be nt o s y a ng d i a ma t i d i P a s i ma s un gg u , K a bu p a t e n S e l ay ar .
Tabel 4. K elimpahan mega bentos di lokasi pengamatan (jumlah individu per ha).
MEGA BENTOS KELIMPAHAN (jml ind./ha)
Acanthaster planci 97
CMR 948
Diadema setosum 409
Drupella 45 Kima (Giant clam) besar (>20cm) 84
Kima (Giant clam) kecil (<20cm) 0 Tripang (Holothurian) besar (>20cm) 32
Tripang (Holothurian) kecil (<20cm) 0
Lobster 6
Pencil sea urchin 0
Trochus niloticus 32