• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

9. Ikan Mystacoleucus marginatus (Lemasi)

Morfologi: panjang total: 15,5-18,3 cm; panjang standar: 12-13,6 cm; panjang badan: 9,5-10,6 cm; tinggi badan: 4,3-5 cm; panjang ekor:3-4 cm; tinggi ekor: 1,2-2,4 cm; berat ikan 44,9-54,3 gram; bentuk tubuh compressedform, tipe ekor homocercal, warna tubuh putih keperakan. Menurut Kottelat et al., (1993), pada ikan ini terdapat sebuah cuping berukuran sedang pada bibir bawah tetapi tidak menyentuh ujung bibir, jari-jari terakhir sirip punggung yang mengeras lebih pendek daripada kepala tanpa moncong.

Gambar 13. Ikan Mystacoleucus marginatus 10.Ikan Osteochilus vittatus (paitan)

Morfologi: panjang total: 18,2-22,5 cm; panjang standar: 15,4-17,8 cm; panjang badan: 11,8-14,5 cm; tinggi badan: 5,7-6,8 cm; panjang ekor:4-5,5 cm; tinggiekor: 2,5-2,8 cm; berat ikan 90,2-168,1 gram; bentuk tubuh compressedform, tipe ekor homocercal, warna tubuh putih keperakan. Menurut Kottelat et al., (1993), pada ikan ini memiliki awal sirip dorsal kira-kira sejajar dengan gurat sisi ke-8 atau ke-9; terpisahkan dari ubun-ubun oleh 10-12 sisik. Dan terdapat bintik berwarna merah disekitar sirip dada.

4.1.2. Kepadatan, Kepadatan Relatif dan Frekuensi Kehadiran Ikan

Nilai Kepadatan (K), Kepadatan Relatif (KR), dan Frekuensi Kehadiran (FK) ikan dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan Tabel 3 ikan Belontia hasselti dan Puntius orphoides ditemukan pada stasiun 2 dan 4. Hal ini dapat disebabkan karena kedua stasiun ini memiliki kecepatan arus yang tinggi yaitu 0,8 dan 1,1. Menurut Mason (1981) dalam Gonawi (2008), arus yang sangat cepat (>1 m/detik), arus yang cepat (0,5-1 m/detik), arus yang sedang (0,25-0,5 m/detik), arus yang lambat (0,1- 0,25 m/detik), dan arus yang sangat lambat (<0,1 m/detik). Menurut steven et al., (1999) habitat yang disukai ikan mata merah (Puntius orphoides) adalah perairan dengan arus deras, terutama saat musim memijah.

Ikan Channa striata dan Barbodes schwanenfeldii ditemukan pada stasiun 1 dan 3. Hal ini dapat disebabkan karena kedua ikan ini memiliki kesamaan sifat yaitu hidup pada perairan yang tenang dan berpasir dimana pada kedua stasiun ini memiliki kecepatan arus yang sedang yaitu 0,4 dan 0,6. Menurut Pulungan (1987 diacu dalam Huwoyon, 2010) ikan lemeduk (Barbodes schwanenfeldii) dapat dijumpai pada perairan dengan arus lemah dan hidup pada dasar perairan berpasir. Menurut Yulisman (2011) ikan gabus (Channa striata) merupakan jenis ikan yang habitatnya ditemukan di perairan sungai dengan arus lambat dan terdapat juga pada rawa banjiran.

Ikan Osteochilus wandersii hanya ditemukan pada stasiun 1. Hal ini dapat disebabkan karena pada stasiun ini memiliki nilai nitrat paling tinggi dibandingkan stasiun lain. Ikan genus Osteochillus termasuk ikan organik yang artinya ikan ini pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivora) dan plankton. Menurut Chu (1943) dalam Herawati (2008) alga khususnya fitoplankton dapat tumbuh optimal pada kandungan nitrat sebesar 0,009-3,5 mg/L bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut.

Ikan Notopterus-notopterus hanya ditemukan pada stasiun 2. Hal ini dapat disebabkan karena pH pada stasiun ini sebesar 6,3, derajat keasaman (pH) sangat berpengaruh terhadap kehidupan ikan putak (Notopterus-notopterus). Menurut Dermawan (2009) dalam Huda dan sumantriyadi (2014), ikan putak Notopterus- notopterus hidup di rawa banjiran yang agak dalam dengan pH 6,0-6,5.

Tabel 3. Data Kepadatan (ind/m2), Kepadatan Relatif (%) dan Frekuensi Kehadiran Ikan di

No Spesies Stasiun 1 Stasiun 2 Stasiun 3 Stas

K KR FK K KR FK K KR FK K KR 1 Belontia hasselti - - - 0,04 22,4 66,6 - - - 0,04 16, 2 Channa sriata 0,02 7,8 66,6 - - - 0,05 25,6 66,6 - 3 Labiobarbus festivus 0,15 45,4 100 0,04 19,5 66,6 0,04 19,4 33,3 0,05 18, 4 Puntius orphoides - - - 0,04 19,5 66,6 - - - 0,06 23, 5 Osteochilus wandersii 0,04 13,5 66,6 - - - - - 6 Notopterus notopterus - - - 0,03 16,2 66,6 - - - - 7 Barbodes schwanenfedi 0,05 15,5 66,6 - - - 0,06 32,7 66,6 - 8 Osphronemus goramy 0,06 17,8 100 - - - 0,04 14 9 Mystacoleucu s marginatus - - - 0,05 18, 10 Osteochilus vittatus - - - 0,04 22,4 33,3 0,04 22,3 33,3 0,02 9, Total 0,34 100 - 0,21 100 - 0,21 100 - 0,29 100

Disamping itu ikan putak Notopterus-notopterus merupakan ikan yang dilindungi pemerintah sehingga populasi ikan putak di alam sudah sedikit (Wibowo et al., 2009). Hal ini diperkuat (Utomo et al.,2010) ikan putak Notopterus-notopterus sedikit ditemukan pada Danau dan sungai.

Ikan Mystacoleucus marginatus hanya ditemukan pada stasiun 4. Hal ini dapat disebabkan karena stasiun ini memiliki kecepatan arus yang tinggi dibandingkan stasiun lainnya. Ikan cencen (Mystacoleucus marginatus) sangat berpengaruh terhadap arus dan kedalaman. Menurut Mulya (2004) dalam Kaban et al., (2011), kedalaman dan kecepatan arus bervariasi menurut panjang dan lebar sungai. Semakin ke hilir kedalaman air biasanya semakin tinggi dan hal ini sangat mempengaruhi kehidupan ikan di perairan tersebut. Ikan cencen (Mystacoleucus marginatus) sulit bertahan hidup pada arus lambat dan ikan ini justru akan berenang ke tempat yang memiliki arus yang deras (Kaban et al., 2011).

4.1.3 Indeks Keanekaragaman (Shannon-Wienner) dan Indeks Keseragaman Tabel 4. Nilai Indeks Keanekaragaman (H‟) dan Indeks Keseragaman (E) Pada

Setiap Stasiun.

Stasiun 1 Stasiun 2 Stasiun 3 Stasiun 4

H’ 1,43 1,60 1,37 1,76

E 0,88 0,99 0,98 0.97

Berdasarkan Tabel 4 nilai indeks keanekaragaman (H‟) pada ke-4 stasiun berkisar antara 1,37-1,76. Nilai indeks keanekaragaman pada stasiun 4 tertinggi diantara keempat stasiun penelitian yaitu sebesar 1,76 sedangkan nilai terendah terdapat pada stasiun 3 yaitu sebesar 1,37. Hal ini dapat disebabkan karena pada stasiun 4 terdapat jumlah spesies yang banyak dibandingkan dengan stasiun lainnya. Pada stasiun 4 terdapat 6 spesies ikan sedangkan pada stasiun 3 hanya terdapat 4 spesies ikan. Distribusi spesies ikan pada stasiun 4 lebih merata dibandingkan dengan stasiun 3. Nilai keanekaragaman dipengaruhi oleh jumlah individu, jumlah spesies dan penyebaran individu dari masing-masing spesies. Brower et al., (1990), menyatakan bahwa suatu komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman spesies yang tinggi apabila terdapat banyak spesies dengan jumlah individu masing-masing spesies relatif merata.

Keanekaragaman ikan dan kelimpahan ikan juga dipengaruhi oleh sifat faktor fisik-kimia air seperti kedalaman, kecepatan arus. Arus yang cepat akan mempengaruhi sebaran jumlah jenis ikan dalam suatu habitat, pada stasiun 4 memiliki kecepatan arus yang cepat yaitu (1,1 m/detik). Menurut Mason (1981) dalam Gonawi (2008), arus yang sangat cepat (>1 m/detik), arus yang cepat (0,5- 1 m/detik). Hasil analisis indeks keanekaragaman menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis ikan di Sungai Asahan Desa Puloraja Kabupaten Asahan tergolong rendah. Baran (2006) dalam Sulistyarto (2007), nilai indeks keanekaragaman (H‟) berkisar antara 0-2,302 menandakan keanekaragamannya rendah

Hasil analisis indeks keseragaman (E) di sungai Asahan Desa Puloraja Kabupaten Asahan tergolong tinggi yaitu (0,88-0,99). Indeks keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 2 dan terendah terdapat pada stasiun 1. Hal ini dapat disebabkan karena jumlah masing-masing spesies di stasiun 2 hampir merata tidak ada spesies yang mendominasi, sedangkan pada stasiun 1 terdapat satu jenis ikan yang paling mendominasi yaitu Labiobarbus festivus. Krebs (1985) menyatakan bahwa semakin kecil nilai (E) maka semakin kecil pula keseragaman suatu populasi dan penyebaran individunya mendominasi populasi sedangkan bila nilainya semakin besar maka akan semakin besar pula keseragaman suatu populasi dimana jenis dan jumlah individu tiap jenisnya merata atau seragam. 4.1.4 Indeks Similaritas Ikan (IS)

Nilai Indeks Similaritas (IS) pada setiap stasiun dapat dilihat pada tabel 5 berikut. Tabel 5. Data Indeks Similaritas Ikan (IS) Pada setiap stasiun

IS Stasiun 1 Stasiun 2 Stasiun 3 Stasiun 4

Stasiun 1 - 20 % 66,6 % 36,3 %

Stasiun 2 - - 44,4 % 72,7 %

Stasiun 3 - - - 40 %

Stasiun 4 - - - -

Tabel 5 menunjukkan nilai indeks similaritas antar stasiun. Indeks similaritas tertinggi terdapat pada stasiun 2 dan 4 yaitu sebesar 72,7% yang artinya kedua stasiun ini memiliki banyak spesies yang mirip. Indeks similaritas terendah terdapat pada stasiun 1 dan 2 yaitu sebesar 20% yang artinya kedua stasiun ini

hanya sedikit terdapat spesies yang mirip. Pada stasiun 2 dan 4 terdapat 4 spesies yang sama sedangkan pada stasiun 1 dan 2 hanya terdapat satu spesies yang sama. Ketidakmiripan antara kedua habitat juga dapat disebabkan karena faktor fisik- kimia air. Pada stasiun 2 dan 4 banyak terdapat kemiripan nilai faktor fisik-kimia air seperti suhu, DO, dan BOD5. Menurut Odum (1971) dalam Defira & Muchlisin (2004), nilai IS berkisar antara 0-1. Jika IS mendekati 0 berati tingkat kesamaan rendah dan sebaliknya jika nilai IS mendekati 1 maka tingkat kesamaan tinggi.

4.2 Abiotik Lingkungan

Hasil pengukuran faktor fisik-kimia perairan Sungai Asahan dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini.

Tabel 6. Data pengukuran faktor fisik-kimia perairan Sungai Asahan Pada Setiap Stasiun

No .

Parameter Satuan Stasiun 1 Stasiun 2 Stasiun 3 Stasiun 4

Dokumen terkait