• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKHTIASAR RAYA TENTANG ALAM RAYA

Dalam dokumen MADILOG. Tan Malaka (1943) (Halaman 136-144)

PENINJAUAN DENGAN MADILOG

Pasal 8. IKHTIASAR RAYA TENTANG ALAM RAYA

15. ...Kepada Perempuan (permaisuri Nabi Adam) Dia berfirman : "...

dnegan susah sengsara engkau akan mengandung bayi ; dan engkau akan ingin sama lakimu ; dan dia akan menguasai kamu.

...

17. Kemudian kepada Nabi Adam Dia berfirman : "Karena engkau mendengarkan perkataan permaisurimu (menipu makan buah pohon, ialah menurut tipuan Sang Ular) ...maka bui ini atas kesalahanmu sendiri jadi terkutuk dan dengan susah sengara engkau akan mendapatkan makanan dari padanya selama hidupnya.

Terjemahan diatas dilakukan oleh Penulis sendiri. Diakui disini bahwa terjemahan ada sedikit bebas. Tidak diikuti dengan setiap jejaknya kata kalimat dalam bahasa Belanda. Saya takut kalau berlaku demikian, maka terjemahan susah dimengerti. Memang disamping saya ada Kitab U’lkudus, yakni Kitab Injil dalam bahasa Indonesia dicetak di Amsterdam, tetapi bahasa Indonesianya baikpun ejaannya kupikir tak cocok dnegan zaman sekarang ! Boleh jadi disana sini terjemahan saya sedikit tergelincir. Tetapi saya harap bulatnya ada memadai dan bisa dimengerti penduduk Indonesia sebagian besar bukan Serani ini. Bukan pula kerna kutipan berasal dari Kitab Sucinya Kaum Serani maka ia boeh diterjemahkan dengan semabrangan. Saya juga tahu, bahwa Islam yang surat seakar dengan Serani itu mengakui penuh hakekatnya kutipan diatas dari kitapnya Kafir Kitabi. Sebab itu dengan sepenuh keawasan saya cari perkataan yang lebih dari cukup mengandung kehormatan. Kalau masih kurang, maka saya minta maaf lebih dahulu pada para Muslimin dan Serani itu.

Pasal 8. IKHTIASAR RAYA TENTANG ALAM RAYA.

Seluruhnya Alam Raya saya lihat ditulang belulang oleh Undang Dialektika seperti badan Hewan berdiri atas tulang-belulangnya. Dalam daerah yang dibatasi serta ditentukan arahnya oleh Dialektika itulah beradanya Logika, laksana daging, urat dan nadi dibatasi dan ditentukan arahnya oleh tulang-belulang.

Tetapi bukanlah Alam itu pernglaksanaan Logika, ia ini Dialektika menruut Hegel.

Bukanlah penglaksanaan undang Ide atau pikiran yang pada Hegel tentu berupa pikirannya Hegel. Melainkan sebaliknya undangnya benda bergerak membayang pada otak manusia dari bentuk dan sederhana seperti pada Marx dan Engels, dan akan terus-menerus, menurut tingginya pengetahuan manusia seluruhnya. Boleh pula undang itu membayang tiada semata-mata seperti benda membayang dalam cermin ia ini sempurna bentuk dan coraknya.

Otak kita manusia, mencoba memberi sifat bentuk dan corak kemanusiaan atau sekurangnya mempengaruhi sifat bentuk dan corak itu. Tetapi semua percobaan dan pengaruh itu akan gagal, kalau tiada cocok dengan isfat, bentuk dan corak alam tadi.

Nyata boleh dihitung sudah kenyataannya, bahw amasa dan masa benda-benda dengan perantaraan kodrat yang berbanding dengan besarnya, senantiasa tak putus-putusnya, sedetikpun tidak putus, menarik dan emnolak satu dengan yang lainnya diseluruh Alam Raya.

Hasil resultate ribuan tahun dan tarikan dan tolakan simpang siur, di Alam Raya inilah, yang ada sekarnag. Resultate dari tarikan dan tolakan, simpang siur menurut undang yang pasti pad ahari depanlah, yang ada pada hari depan. Tak ada bikinan, kodrat, yang diluar yang ada itu.

Sedikitpun, kodrat diluar yang ada dari Yang Nyata itu, terganggu dan terperkosa, pecah-belah Alam Raya ini, Hilang Lenyaplah Undangnya, Jiwanya Pecah-Belahnya Alam Raya bisa terjadi menurut undang, yang adadalam badannya sendiri yakni pecah-belah menurut undang-undang pecah-belah, ialah undangnya Yang ada, Bukan undang diluar Yang ada.

PEMBATALAN KEBATALAN.

Dari Alam yang tak kelihatan oleh mata telanjangnya manusia, karena kecilnya, dari atom, semapai ke dunia yang tak terlihat oleh mata telanjangnya manusia karena besarnya, sampai ke Alam Raya berlaku undang pembatalan kebatalan, bermuka, dari proton sebagai thesis, penarik dan elektron, seagai anti thesis, penolak atau sebaliknya kita mendapat setimbangan, kemaanan Harmoni, Atom

Dengan satu atom sebagai thesis, dan atom lain sebagai anti thesis, keamanan baru pula kita saksikan Molekule. Keduanya masih terjadi pad aatom yang bisa dilihat dengan mata. Dari bumi kita sebagai thesis, kita meloncat Matahari kematahari kita sebagai anti thesis keamanan baru yang terlihat timbul keluarga matahari kita. Dair keluarga Matahari kita sebagai thesis kita melayang keanti thesisnya, ialah kedekat bintang Sagitarius, sebagai pusat penarik kita menyaksikan pembatalan kebatalan yang lebih besar ; Universe kita, alam bintang kita.

Adapun Alam bintang kita dengan seratus juta Alam Bintang lain, silang siur menimbulkan thesis dan anti thesis, tarikan dan tolakan dan sebagai hasil rajanya, ialah pembatalan kebatalan terbesar yang kita saksikan ; semua bintang di Alam Raya.

Akhirnya semua benda di Alam Raya, semua Bintang Bumi dan Pengikutnya di Alam Raya dan kosong, Awang-awang yang jauh lebih besar di Alam Raya, bukanlah barang yang tiada tahu mengetahui terpisah seperti A dan Non A, yang Ya dan Tidak dalam ilmu Logika.

Keduanya berseluk-beluk dan kena-mengenai. Pada Benda di Alam Raya sebagai Thesis dan kosong sebagai anti thesis sebagai lawannya. Maka Demokritus melihat perdamaian, melihat Synthesis, pada pergerakan. Karena semua pergerakan dan terjadi dalam kosong. Kalau satu tempat penuh, padat dengan benda, dengan atom, tak ada setitik pun tempat yang kosong maka benda tadi tak dapat bergerak.

Buat kita manusia, Hewan berakal tentulah tak ada yang lebih tinggi dan penting di Alam Raya ini dari pada kita. Manusia sendiri. Tetapi Manusia tak akan bisa ada, kalau alat-adanya syaratnya hidup hidup tak ada. Tak ada udara saja diantara lain-lain. Kita manusia menurut susunan jasmani kita sekarang tak bisa ada. Kita sudah saksikan bahwa ada atau tidak-adanya udara atau tergantung pada setimbangannya kodrat bumi menarik dn kodratnya zat-asli dalam duara itu BISA LOLOS. Juga disini berlaku tolak dan tarik serta hasilnya, ialah pembatalan kebatalan.

PERUBAHAN BILANGAN (BANYAK) MENJADI PERBUBAHAN SIFAT.

Dari Alam yang terkecil, tak kelihatan sampai ke Alam terbesar yang tak bisa dilihat pula dengan mata, kita saksikan berlakunya undang diatas ini.

Do, re, mi , fa, sol, la si kembali kepada Do ! Pada daftar musim, Periodic Table, kita lihat tercantum pula, pada dunia atom, Li, Be, B, C, N, O, F kembali kepada Na, yang banyak bersamaan dengan Li. Perbedaan antara satu atom dengan yang lain, antara Li dan Be dan B dsb, Cuma perbedaan bilangan banyaknya elektron, yang ingkar, tak setia itu, tiap-tiap atom yang dimuka, elektronnya 1 (satu) lebih dari atom yang dibelakang. Tetapi sampai kebilangan 8, ke Atom Na, maka perubahan bilangan tadi menimbulkan perubahan sifat. Para atom yang ada setia tadi, menjadi atom yang setia, yang tak setimbang menjadi setimbang. Seperti do (rendah) sesudah tujuh tingkat naik sampai ketingkat do kembali, begitu pula Li smapai ketingkat Na, yang banyak persamaan dengan Li. Sperti do lebih tinggi lebih banyak mempunyai getar vbration (trilling) dari do rendah, begitu pula Na, yang terletak pad atingkat lebih banyak mempunyai elektron dari pada Li. Demikan juga pada ratus ribuan molekule mengandung zat-asli Carbon, kita dapati molekule, yang berada bilangan atom Carbonnya, seperit tepung, gula, minyak dan putih telur.

Kembali kita kepada benda yang kita "bikinan” Yang Esa ini. (sudah tentu Esa ini tidak diartikan dengan Hydrogen), anggap seperti benda yang tak ada bandingannya di dunia ini.

Kita manusia, salah satu lagi benda yang terpenting buat adanya manusia di Alam Raya ini, ialah Hawa. Sedikit saja hawa lebih dari 40 derajat C, maka akl yang diulungkan itu sudah keluh kesah karnea jasmani, sarangnya, itu kepanasan. Kaau hawa itu sampai ke 100 derajat C, maka seperti daging lembu, daging kita juga akan masak atau kalau dijemur, dipanas semacam itu ia akan menjadi dendeng. Kaua sebaliknya dibawah 0 derajat C maka dia perlu memakai baju bulu domba. Dan kaalu terlampau jauh dibawah 0 derajat C itu, maka, rabu, jantung, hati, usus dan otaknya akan sama sekali berhenti bekerja. Pendeknya manusia mesti mempunyai hawa terkhusus buat manusia. Kita yakin bahwa di Nebula, gas-menyala, manusia tak bisa hidup. Malah tepung, gula dan minyak pun tak mungkin ada disana. Pada matahari saja, semua barang logam sudah jaid uap-logam Tanah atau air tak mungkin ada disana.

Tetapi perubahan derajat-panasnya dalam jutaan tahun, dari Nebula sampai ke Matahari (bintang) dan dari bintang sampai ke Bumi kita, menimbulkan perubahan baru. Hawa yang tak mungkin buat manusia berubah menjadi hawa yang mungkin buat hidupnya manusia.

Perubahan ini akan terus-menerus pula sampai sesudah berjuta-juta tahun kita akna mengalami perubahan sifat yang baru. Ke Hidup berubah menjadi kemustahilan-Hidup.

Perubahan diatas akan berlaku terus-menerus di Alam Raya, yang tak terpermanai bersarnya dan tak terpermanai pula banyak bintang dan bumi dengan masing-masing umur dan keadaannya ; ada yang yang terlalu panas buat manusia, ada pula yang aik buat manusia dan terlalu dingin buat manusia dan 1001 keadaan diantaranya semua kemungkinan tersebut.

Logika, ya itu ya ; ya itu bukan tidak.

Dalam badan yang ditulang belulangi oleh kedua Undangnya Dialektika diatas, maka kita bisa berjumpa, dan mesti pegang teguh bahwa ya itu ya; tidak itu tidak, ya itu bukan tidak.

Dalam hitung-menghitung ita yakni masyarakat manusia sekarnag, sudah sampai kepada Ilmu Matematika zaman sekarnag. Ilmu inipun sudah mesti dibagi atas ebberapa cabangnya. Dalam mempelajari besar berat dan kodratnya massa (benda), masyarakat manusia, dibawah pimpinan masyarakat Eropa dan Amerika kita sudah sampai ke Phisika, Ilmu Kodrat masa sekarnag. Ilmu inipun mengandung cabang bermacam-macam. Dalam hal mempelajari undangnya zat berpadu dan berpisah, kita sampai ke Ilmu Kimia zaman sekaran, yang mempunyai beberapa cabang pula. Demikianlah seterusnya kita peroleh Ilmu Bintang, zaman

sekarang Ilmu Bumi, Ilmu Tanah Logam, Ilmu Tumbuhan, Ilmu Yang Hidup (Biologie), Ilmu Badan Manusia, Hewan dsb. Semua Ilmu itu walaupun mesti berpisah-pisahan, buat

menjitukan pekerjaan pad adaerah masing-masing ada kena-mengena satu dengan lainnya.

Dalam semua Ilmu Bukti, science seperti tersebut diatas, pertanyaan pasti mesti dijawab dengan jawab yang pasti : ya itu ya, bukan tidak. Tetapi Scientist yang ulung dan merdeka pikiran dan kemerdekaan pikiran ini ialah syarat terutama buat satu Ahli Bukit. Seperti saya ialah syarat buat terbangnya burung. Satu ahli merdeka dan ulung cerdas itu mesti tak sekejap boleh melupakan, bahwa ia dalam kandungan Dialektika, dalam perkara yang mengandung pertentangan, gerakan tempo dan seluk-beluk, dia mesti lepaskan undang ya itu ya nya.

Dalam perkara semacam itu, dia mesti insyaf bahwa ya itu boleh tidak dan sebaliknya. Kalau dalam hal semacam itu dia tak lepaskan undang Logika dalam arti sempitnya, maka ia akan terlepas dari Dunia bukti, karena Dunia bukti akan melepaskannya. Dia akan terpelatnting ke Alam kosongnya ke Logika Mystika, ke Logika mati. Bukan kematian Logika, karerna matinya Logika pada otaknya manusia tiadalah berarti Logika bisa mati. Karena Logika sungguh cukup, mempunyai daerah di Alam Raya ini, yakni sebagai undangnya benda bergerak, berpadu dan berpisah, menolak danmenarik.

Pasal 9. HIDUP.

Bermula, maka lebih dahlu saya beri tahukan, bahwa perkara Hidup disini saya pakai seperti nama benda. Memang hal ini sering tejradi, umapamanya dalam kalimat, peperangan ini akan menentukan hidup dan matinya ...Juga dalam bahasa lain-lain pun dindunia acap sekali terjadi satu kata nama pekerjaan sebagai nama benda. Kata hidup itu dalam hal ini banyak tidak selalu kecocokan dengan jiwa.

APAKAH HIDUP ITU ?

Memang pertanyaan itu buat kita manusia terpenting sekali. Tetapi walaupun common sense, pikiran biasa tahu apa yang hidup itu, susah sekali jawab pertanyaan itu dibentuk kedalam satu definisi, ketepatan.

Encylopaedia Britannica, Kamus Raja Inggris mendifinisikan Hidup ialah satu jenis gerak-gerik semata-mata dari pada Benda Hidup bikinan Tuhan (life is the kind of activities charactiristic of living creatures). Tentulah pembentukan definisi bukan ahli sembarnagan.

Pastilah pula definisi ini cocok dnegan pengetahuan Biologi zaman sekarnag, tidak saja di Negara Inggris, tetapi diseluruh Eropa dan Amerika.

Walaupun begitu meskipun definisi semacam itu sudah memadai, tak ada salahanya kalau kelemahannya saya kemukakan. Definisi itu masih mengandung kesalahan yang sdangkan Aristoteles pun sudah suruh kita berjaga-jaga.

Hiudp yang mesti dipastikan itu kita jumpai kembali pada akhir kalimat ialah pada benda Hidup bikinan Tuhan, Life di jumpai kembali pada living vreatures ! Life dan living bedanya Cuma yang pertama dipakai sebagai nama barang, yang kedua sebagai nama pekerjaan. Kita terpaksa bertanya lagi : apakah yang hidup, bikinan Tuhan itu ? Apakah yang "living creatures” itu ? Jadi seperti orang menghasta kain sarung definisi tadi tak memberi keputusan circulo in defiando.

Selain dari pada kelemahan diatas, definisinya Encyclopaedia tadi, Cuma memenuhi syarat Logika, tetapi kurang mengandung kebendaan, walaupun ada menyebut Benda, ialah ,Benda bikinan Tuhan, creatures, seluk-beluk, kena-mengena dan perlantunan hidup (life) dengan Benda yang disini disebut ia ini, alam dan keadaan alam, sama sekali tiada tercantum. Dengan begitu Definisi tadi tidak saja kemiskinan kebendaan, tetapi sama sekali ketiadaan Dialektika.

Kalau mau definisi yang cocok dnegan Logika saja, saya pikir lebih baik pakai definisi yang negative saja, umapamanya : Hidup yaitu bukan mati.

Marilah kita adakan classificatin (peng-jenis-an) yang sederhana, barangkali kita bisa mendapat definisi yang sederhana, walaupun "classification” satu pasal yang penting dalam ilmu Logika, buat mencari kependekan dalam segala-gala, saya sengaja menyingkirkan pasal ini. Tetapi dari maksudnya classification : (peng-jenis-an) ialah meyusun segala bukti yang mau diperiksa, menurut persamaan dan perbedaan diantara segala bukti itu. Dengan begitu kita boleh jadi bisa mendapatkan undang yang menguasai segala bukti itu. Bukti yang akan saya kemukakan memang syah, penting dan sudah diperalamkanoleh science. Kalau tidak tentulah undangnya salah atau belum sempurna.

Segala bukti dari Yang Ada ia ini Yang Hidup dan tak Hidupnya akan kita jeniskan

(classify) disini semua pokok perkara belaka. Sebab tentu begitu, sebab ilmu yang berkenaan dnegan Yang Ada itu bukanlah Ilmu yang mudah dituliskan dalam Satu buku berapapun besarnya. Apalagi kalau mau dituliskan dalm satu setengah halaman seperti maksud

"penjenisan” (classification) kita ini.

Yang tak Hidup, yang mati itu di Alam Raya ini sudah lebih dari satu kali kita bilang ialah terdiri dari 92 zat-asli, elements. Kita ambil yang pening saja diantaranya, buat Yang

Hidu yaitu H (ydrogen), C (arbon), dan O (xigen). Semua zat-asi di Alam Raya ini berdasarkan proton dan elektron dengan undangnya yang sudah dikenal.

1.

Diantara Yang Hidup itu pada tingkat pertama kita jumpai. Tumbuhan, persamaannya 2.

dengan Yang Mati ialah keduanya mempunyai H, C 2 CO ; kedu jenis ini sama tiada bisa berpindah sendirinya dan sama tiada mempunyai anggota buat berpindah sendirinya, keduanya sama tiada mempunyai pancaindera dan anggota buat menghancurkan makanan.

Perbedaan Tumbuhan dengan Zat yang Tak Hidup itu, ialah tumbuhan bisa sama sekali meneruskan adanya (hidupnya) dengan mengambil makanan dari Benda Mati (H, C dan O), tetapi Yang Mati tiada bisa. Yang Mati tak bisa, tetapi tumbuhan menerbitkan putih telur (protein) tepung dan gemuk. Perbedaan besar Yang Mati, ialah tumbuhan selama ia ada bisa meneruskan "sendirinya” mengambil makananya dari udara dan tanah, dengan begitu ia meneruskan adanya. Berbeda dengan Yang Mati, seperti Arloji yan mesti diputar berulang-ulang supaya dia kembali berjalan. Akhirnya Yang Hidup beranak bercucu turun-temurun : yang mati tiada begitu.

Hewan : Diantara Yang Hidup, yang lebih tinggi dari pada yang Tumbuhan, ialah Hewan.

Persamaan Hewan dengan Yang Tak Hidup dan dengan Tumbuhan, ialah semuanya mengandung zat H, C dan O. Perbedaannya Hewan dengan Tumbuhan yang Mati ialah hewan mempunyai anggota buat berpindah-pindah (berjalan), mempunyai pancaindera dan anggota lain-lain, seperti usus, jantung, hati dsb, akhirnya ia berkembang biak. Persamaan Hewan dengan Tumbuhan, keduanya bisa meneruskan adanya dengan makannya lagi pula, Hewan dan Tumbuhan emngandung putih telur, gemuk dan tepung, tetapi Yang Mati tiada. Arloji itu mati kalau tiada diputar. Lagi pula zat Mati manapun juga tak bisa menimbulkan putih telur dan CO2. Yang Mati (elements, zat asli) tetap, Yang Hidup bekembang biak.

3.

Manusia yakni Hewan Berakal. Persamaan dan perbedaan manusia dengan Benda mati dan tumbuhan dalam garis besar di atas sama manusia dengan persamaan dan perbedaan Hewan dengan Benda Mati dan Tumbuhan. Sebagai Hewan tentu manusia mempunyai semua sifat besar tadi yang ada pada Hewan ; mengandung putih telur dan CO2 bisa berpindah-pindah menersukan adanya dengan makanan, mempunyai pancaindera, hati, jantung, perut dll. dan akhirnya kembang biak. Selama dia ada anggotanya bekerja sendirinya, bukan seperti arloji perlu diputar berkali-kali. Perbedaan dengan Hewan, ialah manusia mempunyai kesanggupan untuk mengetahui Alam Raya, memperalamkan Benda, kodrat benda, tumbuhan Hewan dan manusia sendiri, membentuk pengertian, paham dan Teori dengan cara Mystika, Logika dan Dialektika. Pendeknya manusia pandai berpikir, tetapi Hewan Cuma mempunyai "instinct” (naluri) saja.

4.

Atas 4 ikhtisar ini kita bisa mengadakan Peninjauan. Persamaan besar diantara yang Mati (1) dan yang Hidup (2, 3, 4). Kita dapati adanya zat-asli H, C dan O yang berdasarkan proton dan elektron serta undang-undangya.

Perbedaan besar diantara Yang Mati (1) dan Yang Hidup (1, 2, 3), ialah : Yang Mati tak bisa mengadakan putih telur dan CO2 tetapi yang hidup bisa. 1.

Selama adanya (hidupnya) Yang Hidup dia bisa meneruskan hidupnya dengan

terus-menerus sendirinya, mengambil makanan dari kelilingnya, tetapi kebiasaan ini tak terdapat pada Yang Mati.

2.

Persamaan Kecil diantara 3 jenis Yang Hidup : Tumbuhan, Hewan dan Manusia.

Ketiganya itu berdasarkan zat putih telur & Co. 1.

Ketiganya bisa meneruskan adanya dengan terus-menerus, mengambil makanan dari kelilingnya dan membentuk makanan itu buat meneruskan adanya dan tumbuh atau kembang biaknya

2.

Perbedaan kecil diantara 3 jenis Yang Hidup.

Tumbuhan tak perlu dan tak bisa berpindah mencari makananya : Makanan diperolehnya di udara, dan dari tanah dimana tempat yang cocok buat tumbuhnya. Hewan dan manusia perlu dan bisa berpindah buat mencari makanan dan jodohnya dan bua tmenghindarkan musuhnya.

1.

Tumbuhan tak mempunyai anggota terkhsuus buat berpindah (kaki) dan buat mendengar, melihat dsb. Hewan dan manusia lengkap dengan kaki dan tangan, mata dan etling, hati jantung, urat nadi, sarat, otak dsb. buat mencari makanan, kawan serta menyingkiri atau

menewaskan musuh dalam kehidupannya.

2.

Persamaan antara Hewan dan Manusia.

Keduanya bertubuh pada zat yang berupakan dagung dan tulang-belulangnya. Keduanya bisa meneruskan adanya dengan terus-menerus makanan yang diperolehnya menjadkan darah daging dan tulang-belulang dengan pertolongan anggota dalam badannya yang sendirinya bekerja terus-menerus sepserti mesin yang automatic, tak perlu pertolongan dari luar.

1.

Keduanya jenis ini mempunyai anggota terkhusus, buat mencernakan makanan, berpindah, mendengar, melihat dsb. terutama keduanya mempunyai anggota terkhusus buat berjuang dan mengadakan turunannya.

2.

PERBEDAAN

Pertama sekali terdapat pada quantity (besar) dan (quality) sifat tata sarat fan otak. 1.

Hewan Cuma bernaluri (instinct) Manusia itu berakal. 2.

Cocok dengan ilmu berpikir berdasarkan Madilog, sekarang kita cari apa yang Matter, yang benda pada 4 perkara itu, ialah adanya beebrapa atom seperti H, C dan O berdasarkan proton dan elekron serta undangnya. Bagaimana juga bentuknya benda, berupa batu atau besi, air atau udara, Tumbuhan atau Hewan, monyet atau Manusia, semuanya boleh disusutkan kepada proton dan elektron, kepada atom. Tetapi banyak dan susunannya atom pada Yang Mati dan Yang Hidup itu berlainan. Perlainan itulah yang menimbulkan perlainan sifat pada Yang Mati dan Yang Hidup itu.

Jadi menurut banyak dan susunan atom di Alam Raya ini kita sekarang bisa mengadkan pepisah besar yakni :

Yang Mati berupa bumi sebagai kumpulan zat asli (element), bintang, matahari, udara, cahaya sinar, hawa dan seterusnya, yang akan kita pendekkan dengan perkataan keadaan atau keliling (environmente). Zatnya bukan putih telur & Co.

1.

Yang Hidup berupa Tumbuhan, Hewan dan Manusia yang semuanya terkumpul pada yang berbadan (organis). Zatnya mengandung putih telur & Co.

2.

Diantara Yang Hidup dan Yang Mati, diantara yang berbadan bersama dengan kelilingnya (organis dan environment)adalah perkenaan dengan kekal. Tumbuhan, Hewan dan Manusia mengambil zat asli dari kelilingnya tumbuhan dari bumi dan udara, manusia dari bumi udara dan tumbuhan serta hewan menukar zat asli menjadi zat badannya, masing-masing berupa kayu, daun, daging atau tulang dan kalau sampai ajalnya mengembalikan badannya kepada kelilingnya. Perkenaan antara Yang Hidup dan Yang

Diantara Yang Hidup dan Yang Mati, diantara yang berbadan bersama dengan kelilingnya (organis dan environment)adalah perkenaan dengan kekal. Tumbuhan, Hewan dan Manusia mengambil zat asli dari kelilingnya tumbuhan dari bumi dan udara, manusia dari bumi udara dan tumbuhan serta hewan menukar zat asli menjadi zat badannya, masing-masing berupa kayu, daun, daging atau tulang dan kalau sampai ajalnya mengembalikan badannya kepada kelilingnya. Perkenaan antara Yang Hidup dan Yang

Dalam dokumen MADILOG. Tan Malaka (1943) (Halaman 136-144)