• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES - -Continued

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

(i).

Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis dimiliki untuk mendapatkan arus kas dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”.

Pada pengakuan awal, piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan, diakui sebesar harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian pada penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada laba rugi.

At initial recognition, trade receivables that do not have a significant financing component, are recognised at their transaction price. Other financial assets are initially recognised at fair value plus related transaction costs. They are subsequently measured at amortised cost using the effective interest method. Any gains or losses on derecognition or modification of a financial asset held at amortised cost are recognised in profit or loss.

aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi; dan

The classification depends on the Company’s business model and the contractual terms of the cash flows when determining whether their cash flows are solely payment of principal and interest.

The Company determines the classification of its financial assets at initial recognition and cannot change the classification made at initial adoption.

Perusahaan mengelompokan instrumen keuangan sebagai berikut : The Company classifies financial instruments as follows:

Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut ini:

aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) atau melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI).

Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Perusahaan dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.

Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.

Financial assets held at amortised cost.

This classification applies to debt instruments which are held under a hold to collect business model and which have cash flows that meet the “solely payments of principal and interest” (“SPPI”) criteria.

The Company classifies its financial assets into the following categories:

financial assets measured at amortised cost; and financial assets measured at fair value either through profit or loss (FVTPL) or through other comprehensive income (FVOCI).

t.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES -Continued

t. Instrumen keuangan - Lanjutan Financial instruments - Continued (a). Aset keuangan - Lanjutan (a).Financial assets - Continued

Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran. - Lanjutan Classification, recognition and measurement - Continued

(ii). (ii).

-

--

-- - Derivatives which are not designated as a hedging

instrument. All subsequent fair value gains or losses are recognised in profit or loss.

Financial assets with embedded derivatives are considered in their entirety when determining whether their cash flows are solely payment of principal and interest.

As of December 31, 2020, the Company has financial assets classified at fair value through profit or loss (PVTPL).

Equity investments which are held for trading or where the fair value through other comprehensive income election has not been applied. All fair value gains or losses and related dividend income are recognised in profit or loss.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perseroan memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset tidak lancar lainnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company has financial assets classified as financial assets at amortised cost. Financial assets at amortised cost consist of cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables and other non current assets. Financial assets in this category are classified as current assets if expected to be settled within 12 months, otherwise they are classified as non-current.

Financial assets held at fair value through profit or loss (“FVTPL”).

The classification applies to the following financial assets. In all cases, transaction costs are immediately charged to profit or loss.

Debt instruments that do not meet the criteria of amortised cost or fair value through other comprehensive income. Subsequent fair value gains or losses are taken to profit or loss.

Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut. Dalam semua kasus, biaya transaksi dibebankan pada laba rugi.

Instrumen utang yang tidak memiliki kriteria biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya akan dicatat pada laba rugi. Investasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan atau dimana pilihan penghasilan komprehensif lain tidak berlaku. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dan penghasilan dividen terkait diakui pada laba rugi. Derivatif yang bukan merupakan instrumen lindung nilai. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya diakui pada laba rugi.

Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat menentukan apakah arus kasnya semata-mata merupakan pembayaran pokok dan bunga. Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).

2. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

-Continued t. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

t. Instrumen keuangan - Lanjutan Financial instruments - Continued (a). Aset keuangan - Lanjutan (a).Financial assets - Continued

Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran. - Lanjutan Classification, recognition and measurement - Continued

(iii). (iii).

-

--

-Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI).

The election can be made for each individual investment; however, it is not applicable to equity investments held for trading. Fair value gains or losses on revaluation of such equity investments, including any foreign exchange component, are recognised in other comprehensive income. When the equity investment is derecognised, there is no reclassification of fair value gains or losses previously recognised in other comprehensive income to profit or loss. Dividends are recognised in profit or loss when the right to receive payment is established.

Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut ini: Instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual dan di mana arus kasnya memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”.

Perubahan nilai wajar aset keuangan ini dicatat pada penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga (termasuk biaya transaksi menggunakan metode suku bunga efektif), keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian dan keuntungan dan kerugian dari selisih kurs diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan, keuntungan atau kerugian nilai wajar kumulatif yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi pada laba rugi.

Investasi ekuitas di mana Perusahaan telah memilih secara takterbatalkan untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari revaluasi pada penghasilan komprehensif lain.

Pilihan dapat didasarkan pada investasi individu, namun, tidak berlaku pada investasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dari revaluasi investasi ekuitas, termasuk komponen selisih kurs, diakui pada penghasilan komprehensif lain. Ketika investasi ekuitas dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi pada laba rugi. Dividen diakui dalam laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan.

Financial assets held at fair value through other comprehensive income (FVOCI).

This classification applies to the following financial assets:

Debt instruments that are held under a business model where they are held for collection of contractual cash flows and also for sale (“collect and sell”) and which have cash flows that meet the “solely payments of principal and interest” criteria. All movements in the fair value of these financial assets are taken through other comprehensive income, except for the recognition of impairment gains or losses, interest revenue (including transaction costs by applying the effective interest method), gains or losses arising on derecognition and foreign exchange gains and losses which are recognised in profit or loss. When the financial asset is derecognised, the cumulative fair value gains or losses previously recognised in other comprehensive income is reclassified to profit or loss.

Equity investments where the Company has irrevocably elected to present fair value gains and losses on revaluation in other comprehensive income.

2. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

-Continued t. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

t. Instrumen keuangan - Lanjutan Financial instruments - Continued (a). Aset keuangan - Lanjutan (a).Financial assets - Continued

Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran. - Lanjutan Classification, recognition and measurement - Continued

(iii). (iii).

Penghentian pengakuan Aset Keuangan. Derecognition of Financial Assets.

Penurunan nilai aset keuangan. Impairment of financial assets. Pada tanggal 31 Desember 2020 Perseroan tidak memiliki

aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sedangkan tahun 2019, Perseroan memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yaitu Investasi Jangka Pendek.

Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.

Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi yang tersedia pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.

Financial assets held at fair value through other comprehensive income (FVOCI)- Continued

This classification applies to the following financial assets: - Continued

As of December 31, 2020 the Company has not financial assets at fair value throught other comprehensive income menwhile in 2019, the Company has financial assets classified as financial assets at fair value through other comprehensive income is short-term investment.

Financial assets are derecognised when the rights to receive cash flows from the investments have expired or have been transferred and the Company has transferred substantially all of the risks and rewards of ownership.

At each reporting date, the Company assesses whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Company uses the change in the risk of a default occurring over the expected life of the financial instrument instead of the change in the amount of expected credit losses. To make that assessment, the Company compares the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition and consider reasonable and supportable information, that is available without undue cost or effort at the reporting date about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions, that is indicative of significant increases in credit risk since initial recognition.

t.

Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI) - Lanjutan

Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut ini: -Lanjutan

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

-Continued 2.

t. Instrumen keuangan - Lanjutan Financial instruments - Continued

(b). (b).Derivative financial instruments and hedging activities. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai. Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian dengan menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh saldo piutang usaha dan piutang lain-lain dan pendekatan umum untuk aset keuangan lainnya. Pendekatan umum termasuk penelaahan perubahan signifikan risiko kredit sejak terjadinya. Penelaahan kerugian kredit ekspektasian termasuk asumsi mengenai risiko gagal bayar dan tingkat kerugian ekspektasian. Untuk piutang usaha, dalam pengkajian juga mempertimbangkan penggunaan peningkatan kredit, misalnya, letter of credit dan garansi bank. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan jatuh tempo yang serupa.

Instrumen keuangan derivatif pada awalnya diakui sebesar nilai wajar tanggal kontrak derivatif dimulai dan selanjutnya dinilai kembali sebesar nilai wajarnya. Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang terjadi tergantung apakah derivatif tersebut merupakan instrumen lindung nilai dan jika demikian sifat objek yang dilindungi nilainya. Perusahaan mengelompokkan derivatif tertentu sebagai (a) lindung nilai atas nilai wajar aset atau liabilitas yang diakui atau komitmen pasti yang belum diakui (lindung nilai wajar); atau (b) lindung nilai risiko tertentu yang terkait dengan aset atau liabilitas atau transaksi yang diperkirakan kemungkinan besar terjadi (lindung nilai arus kas).

Pada saat terjadinya transaksi, Perusahaan mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai, juga tujuan manajemen risiko dan strategi yang diterapkan dalam melakukan berbagai macam transaksi lindung nilai. Perusahaan juga mendokumentasikan penilaiannya, pada saat terjadinya dan secara berkesinambungan, apakah derivatif yang digunakan untuk transaksi lindung nilai memiliki efektivitas yang tinggi dalam rangka saling hapus perubahan nilai wajar atau arus kas item yang dilindung nilai.

The Company applies the “simplified approach” to measuring expected credit losses (“ECL”) which uses a lifetime expected credit loss allowance for all trade receivables, other receivables and the “general approach” for all other financial assets. The general approach incorporates a review for any significant increase in counterparty credit risk since inception. The expected credit loss reviews include assumptions about the risk of default and expected loss rates. For trade receivables, the assessment considers the use of credit enhancements, for example, letters of credit and bank guarantee. To measure the expected credit losses, trade receivables have been grouped based on similar credit risk characteristics and the days past due.

Derivative financial instruments are initially recognised at fair value on the date on which a derivative contract is entered into and are subsequently remeasured at their fair values. The method of recognising the resulting gain or loss depends on whether the derivative is designated as a hedging instrument and, if so, on the nature of the item being hedged. The Company designates certain derivatives as either (a) hedges of the fair value of recognised assets or liabilities or a firm commitment (fair value hedge); or (b) hedges of a particular risk associated with a recognised asset or liability or a highly probable forecast transaction (cash flow hedge).

At the inception of the transaction, the Company documents the relationship between hedging instruments and hedging items, as well as its risk management objectives and the strategy for undertaking hedging transactions. The Company also documents its assessment, both at the hedge inception and on an ongoing basis, of whether the derivatives used in hedging transactions are highly effective in off-setting changes in the fair value of or the cash flow from hedged items.

2. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

-Continued t.

t. Instrumen keuangan - Lanjutan Financial instruments - Continued

(b). (b).

(i). Lindung nilai atas nilai wajar (i). Fair value hedge

(ii). Lindung nilai arus kas (ii). Cash flow hedge

Changes in the fair values of derivatives that are designated and qualify as fair value hedges are recognised in profit or loss, together with any changes in the fair value of the hedged asset or liability that are attributable to the hedged risk. The gain or loss relating to the effective portion of such a fair value hedge is recognised in profit or loss in the same line as the changes in fair value of the hedged item to which it relates. The gain or loss relating to the ineffective portion is recognised immediately in profit or loss.

Derivative financial instruments and hedging activities.-Continued

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai. -Lanjutan

Nilai penuh derivatif lindung nilai dikelompokkan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka panjang apabila jatuh tempo item yang dilindung nilai tersebut melebihi 12 bulan dan sebagai aset lancar atau liabilitas jangka pendek apabila jatuh tempo item lindung nilai tersebut kurang dari 12 bulan dari tanggal pelaporan.

The full value of a hedging derivative is classified as a non-current asset or liability when the remaining maturity of the hedged item is more than 12 months and as a current asset or liability when the remaining maturity of the hedged item is less than 12 months from the reporting date.

Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria sebagai lindung nilai atas nilai wajar, dicatat dalam laba rugi, bersamaan dengan perubahan yang terjadi pada nilai wajar aset atau liabilitas lindung nilai terkait dengan risiko lindung nilai. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian efektif lindung nilai atas nilai wajar diakui dalam laba rugi, di baris yang sama dengan perubahan nilai wajar item lindung nilai. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian yang tidak efektif diakui dalam laba rugi.

Bagian efektif perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria sebagai lindung nilai arus kas, diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian yang terkait bagian yang tidak efektif diakui dalam laba rugi.

Jumlah yang diakumulasikan dalam penghasilan komprehensif lain di ekuitas direklasifikasi ke laba rugi pada saat item lindung nilai mempengaruhi laba rugi. Keuntungan atau kerugian terkait bagian efektif lindung nilai arus kas diakui dalam laba rugi, di baris yang sama dengan item lindung nilai. Akan tetapi, ketika proyeksi transaksi yang di lindung nilai menimbulkan aset non-keuangan (contohnya; persediaan atau aset tetap), keuntungan dan kerugian yang sebelumnya ditangguhkan di ekuitas akan dialihkan dari ekuitas dan dimasukkan di dalam pengukuran awal harga perolehan aset tersebut. Jumlah yang ditangguhkan pada akhirnya diakui dalam akun beban pokok pendapatan apabila terkait dengan persediaan atau dalam akun beban penyusutan apabila terkait

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES -Continued

t.

The effective portion of changes in the fair value of derivatives that are designated and qualify as cash flow hedges is recognised in other comprehensive income. The gain or loss relating to the ineffective portion is recognised immediately in profit or loss.

Amounts accumulated in other comprehensive income within equity are reclassified to profit or loss in the when the hedged item affects profit or loss. The gain or loss relating to the effective portion of the cash flow hedge is recognised in profit or loss in the same line as the hedged item to which it relates. However, when the forecast transaction that is being hedged results in the recognition of a non-financial asset (for example; inventory or fixed assets), the gains and losses previously deferred in equity are transferred from equity and included in the initial measurement of the cost of the asset. The deferred amounts are ultimately recognised in the cost of revenue in the case of inventory or in

2. 2.

t. Instrumen keuangan - Lanjutan Financial instruments - Continued

(b). (b).

(ii). Lindung nilai arus kas - Lanjutan (ii). Cash flow hedge - Continued

(c). Liabilitas keuangan (c).Financial liabilities Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan tidak

memiliki instrumen lindung nilai arus kas.

When a hedging instrument expires or is sold, or when a hedge no longer meets the criteria for hedge accounting, any cumulative gain or loss existing in equity at that time remains in equity and is recognised when the forecast transaction is ultimately recognised in profit or loss. When a forecast transaction is no longer expected to occur, the cumulative gain or loss

Dokumen terkait