Gambar 2.4.
Bagan kerangka berpikir sikap masyarakat Surabaya terhadap iklan layanan
masyarakat mengenai perubahan iklim “Lakukan Sekarang” di televisi
Masyarakat Surabaya yang melihat tayangan iklan perubahan iklim dengan
slogan “Lakukan Sekarang” akan memperhatikan, mencoba mengerti dan dapat
menerima isi pesan iklan tersebut, yang pada akhirnya muncul respon. Hal ini
membuktikan bahwa tayangan iklan DNPI mengenai perubahan iklim dapat
menambah pengetahuan masyarakat Surabaya tentang bahaya serta cara mencegah
semakin meluasnya ketidakstabilan iklim.
dengan slogan
“Lakukan Sekarang”
yang mengajak
masyarakat untuk
berhemat energi,
menggunakan
kendaraan rendah
emisi, budayakan
penghijauan
Pemirsa di
Surabaya
- Perhatian
- Pengertian
- Penerimaan
tentang iklan DNPI
dengan slogan
“Lakukan Sekarang”
di televisi:
a. Tinggi
b. Sedang
c. Rendah
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
3.1.1. Definisi Oper asional Dan Pengukur an Var iable
Pengertian variabel adalah sebuah konsep dalam bentuk kongkret atau konsep operasional yang acuannya lebih nyata dan secara relatif akan lebih mudah diidentifikasikan dan diobservasi serta dengan mudah untuk diklarifikasikan (Bungin, 2001:77).
Definisi operasional variabel dilakukan dengan melakukan operasionalisasi konsep yaitu dengan mengubah konsep variabel maka konsep tersebut akan lebih mudah untuk diteliti secara empiris. Dalam konteks definisi operasional variabel akan menjelaskan variabel – variabel yang akan diamati dan menjadi objek penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan kondisi, berbagai situasi atau berbagai variabel yang timbul pada masyarakat sebagai obyek penelitian, kemudian menarik kepermukaan sebagai suatu ciri atau gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun variabel tertentu (Bungin, 2001:48). Penelitian ini dikonsentrasikan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat di Surabaya terhadap iklan DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang”. Untuk dapat lebih mudah dalam pengukurannya, maka dapat dioperasionalkan sebagai berikut :
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, dimana penelitian ini mengambil sample dari suatu populasi dan menggunakan
kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (singarimbun, 1995 : 3 ). Selanjutnya dianalisis secara deskriptif, sebagaimana yang dikatakan oleh Atherton & klemmack dalam soehartono (2000 : 35 ) bahwa penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau suatu kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih. Sedangkan dalam penelitian ini bermaksud menggambarkan terpaan dari iklan layanan masyarakat DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat di Surabaya tentang perubahan iklim.
3.1.2 Tingkat Pengetahuan Masyar akat Sur abaya Terhadap Iklan DNPI Dengan Slogan “Lakukan Sekarang” di Televisi
Pengetahuan masyarakat di Surabaya terhadap iklan DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” di televisi. DNPI sebagai lembaga yang berwenang dalam melakukan pengendalian terhadap perubahan iklim memberikan himbauan kepada masyarakat secara luas. Himbauan tersebut dikemas dalam bentuk iklan dengan slogan “Lakukan Sekarang” dan disebarkan melalui media televisi. Dalam iklan ini digambarkan tentang bahayanya global warming yang berakibat buruk pada perubahan iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan air laut pasang, gagal panen, wabah penyakit dan musim yang tidak jelas, yaitu hujan di musim kemarau atau sebaliknya. Selain itu iklan yang berdurasi 40 detik tersebut juga menyampaikan pesan yang berupa himbauan kepada masyarakat untuk bersama – sama melakukan perubahan guna perbaikan iklim, yakni dengan membiasakan hemat energi, menggunakan kendaraan rendah emisi dan membudayakan penghijauan. Kemudian
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
bagaimana iklan yang diperankan oleh replika globe dalam bentuk animasi ini dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat terkait perubahan iklim.
3.1.3 Pengukur an Tingkat Pengetahuan Masyar akat Tentang Iklan DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” di Televisi.
Indikator tingkat pengetahuan masyarakat dinyatakan oleh total skor dari sebuah jawaban responden secara verbal dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kuisioner tingkat pengetahuan masyarakat tentang iklan perubahan iklim DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” di televisi. Pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat di kota Surabaya tentang isi pesan iklan DNPI tentang perubahan iklim dengan slogan “Lakukan Sekarang”, menggunakan kuisioner yang terdiri dari 2 alternatif pilihan yang dapat dipilih oleh responden, yaitu :
1. Mengetahui diberi skor 2 2. Tidak mengetahui diberi skor 1
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya tentang isi pesan iklan DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” di televisi, maka pada penelitian ini disediakan 9 item pertanyaan berkaitan dengan unsur-unsur iklan dalam iklan layanan masyarakat tersebut. Jawaban atas setiap pertanyaan dapat menentukan tingkat pengetahuan berdasarkan jumlah skor jawaban masing-masing responden yang menjadi batasan untuk lebar interval tingkat rendah, sedang, dan tinggi dengan menggunakan rumus, sebagai berikut:
Berdasarkan rumus tersebut maka diperoleh lebar interval untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden. Daftar pertanyaan tentang tingkat pengetahuan masyarakat terkait isi pesan iklan DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” di televisi, terdiri dari 9 item pertanyaan sehingga :
• Skor terendah = 9x 1 = 9 • Skor tertinggi = 9 x 2 = 18 • Skor interval = 18 – 9 = 9 = 3 3
Batasan skor untuk tingkat pengetahuan masyarakat tentang iklan perubahan iklim DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” di televisi adalah rendah, sedang, dan tinggi, yaitu sebagai berikut :
• Jawaban skor 9 – 12 termasuk rendah • Jawaban skor 13 – 15 termasuk sedang • Jawaban skor 16 – 18 termasuk tinggi
3.2 Populasi, Sampel dan Penar ikan Sampel 3.2.1 Populasi
Dalam penelitian sosial, peneliti memiliki memiliki keterbatasan biaya, waktu dan tenaga yang tidak memungkinkan untuk meneliti keseluruhan dari objek yang dijadikan pengamatan. Peneliti hanya bisa mempelajari, memprediksi, dan menjelaskan sifat-sifat suatu objek atau fenomena hanya dengan mempelajari dan mengamati sebagian dari objek atau fenomena tersebut. Sebagian dari keseluruhan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
objek atau fenomena yang akan diamati inilah yang disebut sampel. Sedangkan keseluruhan objek atau subjek yang diteliti disebut populasi. (Kriyantono,2006:149)
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Surabaya dengan jumlah 2.784.196 juta jiwa tersebar dalam 5 wilayah Surabaya yaitu Surabaya pusat, Surabaya utara, Surabaya timur, Surabaya selatan dan Surabaya barat. ( badan pusat statistic Surabaya 2009 ).
Namun obyek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berusia 22 - 28 tahun. Karena pada masa tersebut seseorang sudah memiliki kematangan dalam berpikir. Masa dewasa awal pada usia 22 – 28 tahun, pada periode ini terjadi perubahan yang sangat berarti dalam segi psikologis, emosional, sosial, serta intelektualnya (djamala, 2002 : 107).
3.2.2 Penar ikan Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari keseluruhan masyarakat di Surabaya yang menonton iklan DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” tentang perubahan iklim di televisi. Adapun dalam menentukan jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Yamane, berikut penghitungan sampel menurut rumus Yamane. (Rakhmat, 2001 : 82)
n = N u N.d2 + 1 = 2.784.196 2.784.196.(0,1) 2+1 = 2.784.196 27842.96
Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling kebetulan atau .accidental sampling adalah teknik teknik ini memilih siapa saja yang kebetulan dijumpai untuk dijadikan sample. Teknik ini digunakan karena topic yang diteliti tentang himbauan DNPI terkait perubahan iklim dalam bentuk iklan di televisi merupakan topik umum bagi masyarakat.
Dalam hal rancangan – rancangan eksperimen yang sebenarnya tidak dapat atau tidak mungkin digunakan, maka peneliti menggunakan rancangan – rancangan eksperimen kuasi (rancangan – rancangan seperti) untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan sampel terhadap iklan DNPI “Lakukan Sekarang”. Dengan rancangan – rancangan eksperimen kuasi ini, peneliti tidak dapat melakukan kontrol secara penuh tetapi hanya dapat mengontrol satu atau dua dari rancangan – rancangan eksperimen yang benar. Sudah dikemukakan bahwa untuk dapat melakukan eksperimen, peneliti dapat membagi subyek ke dalam kelompok kontrol secara acak, dapat menentukan bilamana perlakuan atau variabel bebas akan diberikan, dan dapat menentukan bilamana pengukuran variabel terikat akan dilakukan. (Huck, Cormier & Bounds, 2000:49)
3.3 Tek nik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini, menurut cara perolehannya dilakukan dengan dua pendekatan :
1. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dari responden. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara kepada responden dengan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
berdasarkan kuisioner yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tertutup dan terbuka.
2. Data Skunder
Data skunder adalah data yang tidak dapat langsung diperoleh dari lapangan. Data skunder dikumpulkan melalui sumber-sumber informasi kedua, seperti perpustakaan, pusat pengolahan data, pusat penelitian, dan lain sebagainya. Data skunder ini akan digunakan sebagai data penunjang untuk melakukan analisis.
3.4 Teknik Analisis Data
Penelitian ini menjelaskan variabel-variabel tanpa mencari korelasi satu sama lainnya. Data yang diperoleh dari hasil kuisioner selanjutkan akan diolah guna mendeskripsikan tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya terhadap iklan DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” di televisi. Pengolahan data dari hasil kuisioner tersebut terdiri dari mengedit, mengkode dan memasukkan data tersebut ke dalam tabulasi data, kemudian selanjutnya dianalisis secara deskriptif berdasarkan table frekuensi dari setiap pertanyaan yang diajukan.
48 4.1 Gambar an Umum Objek Penelitian
4.1.1 Isi Pesan Ik lan DNPI “Lakukan Sekarang” di televisi
Sebagai sebuah lembaga yang memiliki kewenangan terhadap perubahan iklim nasional, DNPI memberikan berbagai himbauan kepada masyarakat dan salah satunya dalam bentuk Iklan di Televisi. Pada intinya mereka mengharapkan setiap pihak memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk melakukan perubahan demi menjaga kestabilan iklim, khususnya di negara ini. Karena iklim yang tidak stabil dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia.
Dalam iklan yang berdurasi kurang lebih 40 detik ini, diperankan replika bumi dalam bentuk animasi dan dilengkapi dengan audio visual. Pemeran menyampaikan pesan bahwa iklim tidak stabil yang disebabkan global warning memberikan dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Akibat yang ditimbulkan diantaranya air laut pasang, gagal panen, wabah penyakit dan musim yang tidak menentu, dimana di saat musim kemarau terjadi hujan dan sebaliknya.
Pada Iklan dengan slogan “Lakukan Sekarang” tersebut juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk bersama – sama melakukan perubahan guna perbaikan iklim. Yakni himbauan tentang hemat energi, menggunakan kendaraan rendah emisi dan membudayakan penghijauan. Beberapa hal ini diyakini dapat mengurangi pemanasan yang secara langsung akan berdampak pada perbaikan iklim.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Pesan yang berupa himbauan dalam iklan DNPI di televisi ini pun disampaikan dengan audio.
Iklan DNPI “Lakukan Sekarang” ditayangkan oleh berbagai stasiun televisi nasional. Selama ini televisi dianggap cukup efektif dalam menyampaikan informasi kepada khalayak. Hal tersebut disebabkan keistimewaan televisi yang mempunyai unsur audio dan visual, sehingga mampu memenuhi segala macam tujuan komunikasi, yakni memiliki jangkauan dan dapat menghadirkan obyek yang amat kecil atau besar. Selain itu televisi dapat menyebarkan informasi secara serentak dengan cepat, dapat dikatakan “meniadakan” perbedaan jarak dan waktu sehingga televisi disukai oleh para pengiklan termasuk iklan layanan masyarakat. Iklan yang dikeluarkan oleh DNPI dengan slogan “Lakukan Sekarang” berusaha memberikan informasi kepada masyarakat tentang dampak buruk dan pencegahan meluasnya perubahan iklim (iklim tidak stabil).
4.1.2 Gambar an Umum Masyar akat Surabaya
Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai ikan SURO (ikan hiu) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO (buaya). Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Subabaya.
Kota Surabaya adalah ibukota provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang hampir 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis,
perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan timur Pulau Jawa dan sekitarnya. Terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan, karena sejarahnya yang sangat berperan dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia terhadap penjajah. Konon kata Surabaya berasal dari cerita mitos pertempuran antara SURA (ikan hiu=bahasa jawa) dan BAYA (buaya=bahasa jawa). Meskipun Suku Jawa (53%) adalah mayoritas, namun Surabaya juga menjadi tempat tinggal berbagai suku bangsa di Indonesia, termasuk suku Madura (7.5%), Tionghoa(25.5%), Arab (7%), serta para ekspatriat (sisanya).
Namun yang dijadikan obyek penelitian dalam mengetahui pengetahuan pemirsa Surabaya mengenai iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di televisi adalah masyarakat Surabaya yang berusia 22 – 28 tahun. Karena pada masa tersebut seseorang sudah memiliki kematangan dalam berpikir. Masa dewasa awal pada usia 22 – 28 tahun, pada periode ini terjadi perubahan yang sangat berarti dalam segi psikologis, emosional, sosial, serta intelektualnya.
4.2 Penyajian dan Analisis Data 4.2.1 Identitas Responden
Data yang ada pada bagian ini adalah data-data yang diperoleh berdasarkan karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan/kesibukan dan tingkat pendidikan terakhir responden. Data ini diperlukan untuk dapat menjelaskan secara umum responden yang ada selengkapnya tertera pada tabel-tabel berikut ini.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4.2.1.1 Usia Responden
Dari hasil kuesioner dapat diketahui bahwasannya dari 100 responden yang menonton iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di televsi mempunyai jenjang usia 22 - 28 tahun. Selengkapnya terdapat pada table berikut ini :.
Tabel 4.1 Usia Responden
(n = 100)
NO Usia Responden F Prosentase
1 22 – 25 tahun 46 46%
2 26 – 28 tahun 54 54%
Jumlah 100 100%
Sumber : kuesioner I.1
Dari hasil tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden yang diperoleh oleh peneliti berjumlah 100 responden dengan usia berbeda. Sebagian besar responden dalam penelitian ini yang berusia 26 sampai 28 tahun yaitu sebanyak 54 orang atau 54% dari keseluruhan jumlah responden. Sedangkan responden yang berusia 22 sampai 25 tahun tahun sebanyak 46 orang atau 46% dari total keseluruhan responden.
4.2.1.2 Pendidikan Ter akhir Responden
Pada tabel 4.2 dibawah ini akan dijelaskan tentang identitas reponden dilihat dari pendidikan terakhir yang disandangnya, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.2
Pendidikan Ter akhir Responden (n=100)
NO Pendidikan F Prosentase
1 SMA / Sederajat 39 39%
2 SARJANA / Sederajat 61 61%
J UMLAH 100 100%
Sumber : kuesioner I.2
Dari hasil tabel 4.2 dapat diketahui bahwa sebesar 61% responden memiliki pendidikan terakhir adalah Sarjana atau sederajat, 39% responden pendidikan terakhirnya yaitu SMA (Sekolah Menengah Atas). Kebanyakan dari responden dalam penelitian ini merupakan lulusan sarjana strata satu dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya yang saat ini sudah bekerja baik sebagai pegawai wiraswasta maupun pegawai negeri.
4.2.1.3 Peker jaan Responden
Pada tabel 4. 3 di bawah ini akan dijelaskan tentang responden dilihat dari pekerjaannya, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.3 Peker jaan Responden
(n=100)
No Pekerjaan Responden F Prosentase
1 Karyawan 61 61%
2 PNS 25 25%
3 Wiraswasta 14 14%
J UMLAH 100 100%
Sumber : kuesioner I.3
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dari tabel diatas maka dapat diketahui bahwa sebanyak 61% responden memiliki pekerjaan sebagai karyawan, 25% responden bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 14% responden mencari nafkah dengan berwirausaha. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian memiliki pekerjaan sebagai karyawan diberbagai perusahaan barang atau jasa yang tersebar di Surabaya. 4.2.1.4 J enis Kelamin Responden
Pada tabel 4. 4 di bawah akan dijelaskan tentang jenis kelamin responden yang dijadikan obyek dalam penelitian ini, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.4
J enis Kelamin Responden (n=100)
No Jenis Kelamin F Prosentase
1 Laki – laki 67 67%
2 Perempuan 33 33%
J UMLAH 100 100%
Sumber : kuesioner I.4
Dari hasil tabel 4.4 dapat diketahui bahwa sebesar 67% responden yang menjadi menonton iklan DNPI “Lakukan Sekaranag” berjenis kelamin laki - laki, sementara 33% responden lainnya berjenis kelamin perempuan. Maka dapat disimpulkan bahwa kebanyakan dari responden yang menjadi obyek dalam penelitian ini berjenis kelamin laki – laki.
4.2.2 Ter paan Sur at Media Televisi
4.2.2.1 Fr ek uensi Masyar akat Sur abaya Dalam Menonton Iklan DNPI “Lakukan Sekar ang” di Televisi
Frekuensi masyarakat dalam menonton iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di televisi terbagi menjadi empat kategori untuk memudahkan responden dalam menjawab pertanyaan tentang berapa kali dalam seminggu mereka menyaksikan iklan DNPI tersebut, yaitu 1 kali, 2 kali, 3 kali dan lebih dari 4 kali. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.5
Fr ek uensi Menonton Iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di televisi Dalam Satu Minggu
(n=100)
NO Fr ekuensi Menonton F Ptosentase
1 1 kali 5 5%
2 2 kali 10 10%
3 3 kali 76 76%
4 Lebih dari 4 kali 9 9%
J UMLAH 100 100%
Sumber : kuesioner I.5
Penjelasan yang diperoleh dari tabel 4.5 diatas adalah sebagaian besar responden dalam menonton iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di televisi yang 3 kali dalam seminggu sebanyak 76% responden, 2 kali 10%, lebih dari 4 kali 9% dan 5% responden sisanya 1 kali. Hal ini sangat membantu dalam penelitian ini karena terpaan yang berulang-ulang akan lebih memberikan pengaruh pada responden, khususnya mengenai pengetahuan responden terhadap iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di televisi. Terpaan yang berulang-ulang nantinya akan menimbulkan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
ingatan yang kuat terhadap isi pesan iklan yang didukung oleh unsur – unsur iklan tersebut, sehingga responden dapat lebih memahami daftar pertanyaan yang diajukan peneliti pada lembar kuesioner.
4.2.2.2 Pada Stasiun Televisi Apa Responden Ser ing Menyaksikan Iklan DNPI “Lakukan Sekar ang”
Iklan DNPI “Lakukan Sekarang” ditayangkan hampir diseluruh stasiun televisi pemerintah atau swasta. Tentunya karena iklan ini merupakan iklan layanan masyarakat maka disesuaikan dengan waktu prime time dari setiap stasiun televisi. Di stasiun televisi mana responden sering menjumpai atau menyaksikan iklan pajak tersebut. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6
Pada stasiun televisi apa r esponden menyaksikan iklan DNPI “ Lakukan Sekar ang”
(n=100)
NO Stasiun Televisi F Ptosentase
1 RCTI 15 15% 2 Metro TV 45 45% 3 SCTV 20 20% 4 TVone 11 11% 5 Stasiun TV lainnya 9 9% J UMLAH 100 100%
Sumber : kuesioner I.6
Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu 45% sering menyaksikan iklan DNPI “Lakukan Sekaranag” di Metro TV, 20% responden menyaksikan di SCTV, 15% responden menyaksikan di RCTI dan 11% responden di Tvone. Sedang sisanya yakni 9% responden menyaksikan iklan yang berdurasi 40
detik ini di stasiun televisi lainnya, misalnya ANTV, TPI, TransTV dan stasiun televisi lainnya. Hal ini juga mencerminkan bahwa sebagian besar responden lebih sering menyaksikan program acara yang ada di Metro TV dibandingkan dengan stasiun TV lainnya.
4.2.3 Alasan Responden Menyaksikan Iklan DNPI “Lakukan Sekar ang” di Televisi
Alasan responden menyaksikan iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di televisi. Dengan kata lain hal yang menarik dalam iklan DNPI tentang perubahan iklim tersebut. Misalnya mengenai Slogan, gambar atau ilustrasinya, isi pesannya mudah dipahami, figur dalam iklan atau unsur lainnya. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.7
Bagian paling menar ik dalam iklan DNPI “Lakukan Sekar ang” (n=100)
NO Stasiun Televisi F Ptosentase
1 Slogannya mudah diingat 20 20%
2 Gambar atau ilustrasinya menarik 11 11%
3 Isi pesannya mudah dipahami 24 24%
4 Figur yang berperan dalam Iklan 45 45%
5 Lainnya 0 0%
J UMLAH 100 100%
Sumber : kuesioner I.7
Tabel diatas menunjukkan bahwa alasan sebagian besar responden dalam menyaksikan iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di televisi adalah karena figur yang berperan dalam iklan, yaitu sebanyak 45% responden, isi pesan mudah dipahami 24% responden, slogannya mudah diingat 20% responden, gambar dan ilustrasi
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
menarik sebanyak 11% responden. Yang menjadi figur dalam iklan tersebut adalah animasi globe dilengkapi kaki dan tangan, bergerak serta menyampaikan pesan iklan secara langsung (berbicara).
4.3 Pengetahuan Pemir sa Sur abaya Tentang Iklan DNPI “Lakukan Sekar ang” di Televisi
Untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya mengenai iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di Televisi. Peneliti membuat 9 pertanyaan yang akan diajukan pada 100 responden. Pertanyaan tersebut berpedoman pada isi pesan dalam iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di Televisi. Responden diharuskan menjawab pertanyaan dengan opsi dua pilihan yaitu “tahu” diberikan skor 2 dan “tidak tahu” diberikan skor 1. Dalam hal ini bagaimana iklan DNPI di televisi tersebut dapat mempengaruhi pengetahuan (kognisi) masyarakat Surabaya tentang perubahan iklim. Berikut ini akan disajikan tabel – tabel tentang bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya tentang iklan DNPI “Lakukan Sekarang” di Televisi. Selengkapnya sebagai berikut ini:
1. Responden mengetahui slogan iklan DNPI di televisi
Iklan yang dikeluarkan DNPI di televisi merupakan salah satu iklan layanan masyarakat tentang perubahan iklim dan kebanyakan tayang pada prime time di beberapa stasiun televisi nasional. Iklan tersebut mempunyai slogan “Lakukan Sekarang”. Kemudian bagaimana pengetahuan masyarakat tentang slogan iklan DNPI “Lakukan Sekarang”. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.8
Pengetahuan mengenai slogan iklan DNPI “Lakukan Sekar ang” di Televisi (n=100)
Keterangan Frekuensi Persentase
Tahu 100 100%
Tidak Tahu 0 0%
Jumlah 100 100%
Sumber : Data Kuesioner I.8
Tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh responden dalam penelitian ini menjawab tahu terkait slogan iklan DNPI “Lakukan Sekarang”, yaitu 100%