IIASIL PEI{ELITIAN DAN PEMBAEASAN
A. Ilasil Penelitian
Data anomali gayaberat dalam penelitian
ini diambil dari
"PetaAnomali
Bouguer LembarSolok,
Sumatera" yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologr (P3G),Direktorat
JenderalGeologi dan
Sumber DayaMineral,
Departemen Pertambangandan Energi
bekerjasama denganUnited Kingdom
Overseas DevelopmentAdministration
Southem Sumatera Geological andMineral
Explorarion Project (SSGMEP). Lokasi penelitian berada pada posisi00'30'00"-01'00'00" LS dan 100'30'00"-100'45'00' BT
yangmeliputi
hampir seluruh Danau Singkarak dan daerahdaerahlain
yang beradadi
sekitarnya. Peta anomali gayaberat daerah penelitian dapatdilihat
pada Gambar 4.1.Berdasarkan Gambar
4.1.
dapatdilihat
bahwastruktur
sesardi
daerahSingkarak berarah
utara-selatanyaitu
searahdengan Sistem
Sesar Sumatera (SSS).Hal ini
ditandai adanya garis-gariskontur
lurus dan sejajar b€rarah utara-selatan searah dengan pulau Sumatera.Untuk menyelidiki struktur
sesar secara mendalam,perlu dibuat
penampanggaris lurus
memotongjalur
sesar. Dalampenelitian ini dibuat dua
penampangaomali
gayaberatyaitu
penampang yangmelewati
Desa Rawang dan Parak Gadang (penampangAiA' ) dan
penampangyang melewati desa
Air
Sirah dan Kota Solok (penampangBB').
Berikutini
akan dibicarakan kedua penampang tersebut di atas.25
Ito
--' --. $
,l
//
,/,
I
\ .\
4
z
I I I I
\
s
U
E
,tn
-f
9'
4t
,t
,m
c 3
B
F
@LS
o
rooPg 8r (E,
.1fjIolrE)
6so 690 45frl p..Elnt bn
<r
lrsral lrrlf,lggl
tdtr
arsrdlJ.bn aF
S.,T.l
Xi,rg.r'g
#
Rd
=--
-'={D'\--==:2)
lt2 G'rvie
20 xll
t0 r3 o 3
t
SEKAI-A
(SC4IE)
1 : 2so.000Gambar 4.1. Peta anomati gayaberat daerah penelitian@u1'un g'
et"al''
1992)-\
I
:l
26
1. Penampang
AA'
Penampang
AA'
adalah penampang garis lurus yangdiambil melalui
desa Rawang dan desa Parak Gadang memolong Danau Singkarak. PenampangAA'
diambil sepanjang 20 km dengan spasi gnd 2
km
Pengambilan spasi gnd 2 kmini didasarkan kepada pendapat Kadir (1997) bahwa pola anomali di
daerah Sumatera sudahmuncul
padajarak
spasigrid 2 km.
Jadijumlah
data anomali gayaberat pada penampangAA'
adalah 11 buah sedangkan panjangprofil X -
20km dengan spasi grid
a:2k;rn.
Data gayaberat penampangAA'
kemudiandiplot
terhadapjarak
dan hasilnya dapatdilihat
pada Gambar 4.2. Desa Rawang terletak pada posisi 0 km(trtik A)
dan desa Parak Gadang terlerak pada posisi sekitar 16,5 km darititik
A.A
o
o
E
ED
5
0
-10
-15
-20
X(km)
Gambar 4.2.
Profil
anomal i gayaberat penampangA,,{'
Berdasarkan landaian anomali pada p€nampang
AA'
dapat disimpulkan bahwa ,i| _1I
r--+
terdapat dua struktur sesar pada daerah antara Rawang dan Parak Gadang yaitu
n
satu struktur sesar arah
ke
kanandari
desa Rawang dan satustruklur
sesar arahkekiri dari
desaParak
Gadang sesuai dengan Gambar4.2.
Landaian anomalimiring
ke arah kanan menunjukkan bahwa lapisan yang tersesarkan adalah lapisan sebelahkanan
sedangkan landaiananomali miring ke arah kiri
menunjukkan bahwa lapisan yang tersesarkan adalah lapisan sebelahkiri. Nilai
anomalinegatif
menunlukkan bahwa rapat massa lapisan yang tersesarkan
lebih kecil dari
rapat massa acuan yairu 2,6? gram/cm3.Untuk
menafsirkan kedalaman sesar pada penampangAA'
didesain satu operator dekonvolusidalam
kawasanfiekuensi
anggulermenurut
pers. (2-16).Ketebalan operator
dipilih l0 km
dengan lebar spasignd
2 km. Pemilihan angkal0 km
didasarkan atas asumsi bahwaefek
ketebalan padaharga l0 km relatif
konstan terhadap respon amplitudo. Kedalaman benda
di pilih
secara iterasi mulaidai =1,0 km, z-
1,2 lrlrn,rl,4 km, z:1,6 km, z:1,8 km
sampai=2,0 km.
Respon amplitudo dari operator dekonvolusi dapat
dilihat
pada Gambar 4.3.014 012 =
i
010
'/r'
-z:1
0 km
---
z=12krrl()
008i
006
-O04+
0.7 08
09ll- -
-z=1 4kml- -z='1 6 km
-
z=1 8 kmI
_:-."*
z=2 0 kmI
1
/.
o02
-000
0 01 0.2
0.304 05
06 f( 1/km)Gambar 4.3. Respon amplirudo dari operator dekonvolusi penampang
AA'
28
Garis tebal hitam (paling
bawah) pada Gambar 4.3 menunjukkan
respon amplitudo pada kedalaman terkecil z:l
,0km
sedangkan garis gelap tebalputus-putus
(paling
atas) menunjukkan respon amplitudo pada kedalaman terbesarz:
2.0
km.
Berdasarkan Gambar 4.3 dapatdilihat
bahwabila
kedalaman bertambahsedikit
saja maka respon amplitudo bertambah dengan cepat sesuai dengan pers.(2-16). Hal ini
berarti spektrum rapat massa sangat peka terhadap pertambahan kedalaman.Syarat utama
untuk
mendesain suatu operator dekonvolusi adalah lebaranomali
tidak
lebih daritiga kali lebar
operator(Kadir,
1997).Hal ini
bemrjuanuntuk
mendapa&anspektrum rapat
massa denganketelitian kurang dari
0,1gram/cmr. Untuk
mendapatkan kedalaman sesarperlu
membandingkan rapat massahasil dekonvolusi
denganrapat
massadata
lapangan(model).
Dalam pene'litianini
rapat massa modeldiambil Ap-
- 0,43gcc. Nilai ini di
peroleh dari selisih antara rapat massa batuan dasar yang besamya2,75
grlcml dengan rapatmassa endapan
permukaan 2)2
gnmlcm3(Kadir,
1997). Spektrum rapat massa model didesainp(x): [0 0
00
-0.43 -043 -0.43 0 0 00], Hal ini
bemrjuan agarjumlah
data gayaberat sama denganjumlah
data rapat massa model.Spektmm rapat
massahasil dekonvolusi dalam
kawasanjarak
p(x) diperolehdari
transformasi Fourierdan Qf1 yaitu
speL-tmm rapat massa dalamkawasan fekuensi angguler. D(0 ini diperoleh dari perkalian
operator dekonvolusi dalam kawasan frekuensi anggulerC(f)
dengan data gayaberat dalam['(lLlK F,:i.r
'-,.,,Utllv.
l{EGE EI
FA[-r ri ]i.-'29
kawasan
frekuensi
anggulerG(f)
menurutpers. (2-15).
Spektrumrapat
massa hasil dekonvolusi pada penampangAA'
dapatdilihat
pada Gambar 4.40.8
ao 4.1
42
0.7 0.6 0.5 0.,1 0.3 0.2 0.1 0
t
{-data ---F'|.otun
-F1,2
km
---
Fl.akm---
F1,6km---
z=1,Ekm---
z--2.0 km16 '6
n,o
{,3Lri {.5 {.6 {.7 {.8
I
x(km)
Gambar 4.4. Spektrum rapat massa hasi I dekonvolusi penampang
AA'
Garis-gans
bintik-bintik
hitam pada Gambar 4.4 merupakan data atau rapat massamodel dengan
nilai 4,43
gram.icms. Garis hitam smoth merupakan spektrum rapat massahasil
dekonvolusi mendekatimodel.
Sedangkan garis putus-putus smoth merupakanspektrum
massahasil dekonvolusi tidak mendekati model.
Dari Gambar 44 dapt di lihat
bahwa spektrum rapat massahasil
dekonvolusi yang mendekatimodel yaitu
spektrumrapat
massa padakedalaman
I,2 km.
Olehkarena itu dapat disimpulkan bahwa
kedalaman sesarpada
penampangAA'
sekitarl,
2 km.5810
230
2. Penampang
BB'
Penampang
BB'
adalah p€nampangyang diambil memotong
desaAir
Sirah dan
Kota
Solok. PenampangBB' diambil
sepanjang40 km
dengan spasigrid 2
km. Jumlah data anomali gayaberat pada penampangBB'
adalah2l
buahlebih
banyakdari data anomali
gayaberat pada penampangAA' dan
panjangprofilnya X:40 km dan
spasignd a:2 km. Data anomali
gayaberat pada penampangBB'yang di plot
terhadapjarak
dapatdilihat
pada Gambar 4.5. DesaAir
Sirahterletak
pada posisi5 km dan titik B
sedangkanKota Solok
terletak pada posisi 27km dai titik B
atau 13 km darititik B'
arah kekiri.
B
0 ,5
E..
o) -m
1o
,
5 _-
rlll
+t!
--.. +.l
-25*-i
-35 ir LL I
x(km)
Gambar 4.5.
Profil
anomali gayaberat penampangBB'
Berdasarkan landaian
anomali
pada penampangBB'
dapat disimpulkan bahwa terdapat duastruktur
sesar pada daerah antaraAir
Sirah danKota Solok
yaitu yaitu satu struklur sesar arah ke kanan dari desaAir
Sirah dan satu struktur sesararah kekiri dari Kota Solok. Nilai anomali negatif pada
penampangBB'
rt i-. l
I
'+tu
4-1
\
t1llL
3l
menunJukkan bahwa rapat massa lapisan yang tersesarkan
lebih kecil dari
rapat massa acuan yai tu 2,67 gramlcmr .Untuk menafsirkan kedalaman sesar pada penampang
BB'
didesain suatu op€rator dekonvolusidalam
kawasanfrekuensi
angguler menurut pers. (2-16).Ketebalan operator
dipilih
10 km dengan spasi grrd 2km,
sama dengan ketebalan operator pada penampangAA'.
Pemilihan angka 10km
didasarkan atas asumsibahwa efek ketebalan pada harga '10 km relatif konstan terhadap
respon amplitudo. Kedalaman benda dipilih
secara iterasi yaitur
0,4 kllr.,r
0,6 km,r
0,8 km, z:1,0 km, =1) km
danrl,4 km.
Responamplitudo dari
operatordekonvolusi pada penampang
BB'
dapatdilihat
pada Gambar 4.7.U.UY ,
0.08 r o07
l
0.06 l-0.05
i-,.'
-=19L ' / ___z=t2km
---- Fl itkm
----z=1.6km ----Fl.Ekm
z=2.0 km 0.01
0
u
03 02 0 0 0
0 0.'r 0.2 0.3 0.,+ 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9
1f(1/km)
."/
-l,.
?,
'/--Gambar 4.6. Respon amplitudo dari operator dekonvolusi penampang
AA'
Garis tebal hitam pada Gambar 4.3
menunjukkan respon amplitudo
padakedalaman
terkecil z:
0,4km
(gans palingbawah)
sedangkan gans gelap tebal32
putus-putus
menunjuklon
respon amplitudo pada kedalaman terbesarz:
1,4 km.Berdasarkan Gambar 4
3
dapatdilihat
bahwabila
kedalaman bertambah sedikit saja maka respon amplitudo bertambah dengan cepat sesuai dengan pers. (2-16).Untuk
menafsirkan kedalaman sesar didesain suatu op€rator dimana lebar anomali adalahtidak
lebih dantiga kali lebar
operator seperti sudah drjelaskan sebelumnya. Karena panjang penampangBB'
adalah40
km maka lebar operatordipilih sekitar 12 km
kurangdan
1/3 panjangprofil
anomali-Oleh
karenaitu
operator dibuat berukuran 12x l0
km2 yaitu panjang operator adalah 12km
dan tebal operator adalah 10 km. Rapat massa model didesainp(x):
[0 0 0 0 0 0 -0.43-043 -0.43 -0.43 -043 -0.43 000000 0 001
denganjumlahdata2l
buah sehinggajumlah
data rapatmodel
samajumlah
data gayaberat lapangan.Nilai
rapat massa model
diambil Ap- -
0,43 gam/cmryaitu
selisih antara rapat miusa batuan dasar (p-
2,75 grlcm3) dengan rapat massa endapan permukaan\p : 2}2
gram/cm3).
Spektrum rapat massa hasil dekonvolusi dalam
kawasanjarak
p(x) diperolehdari
transformasi Fourierdari
D(f1yaitu
spektrum rapat massa dalam kawasan fekuensiangguler. D(f)
adalah perkalian antara operator dekonvolusi dalam kawasanfiekuensi
anggulerC(f)
dengan data gayaberatdalam
kawasanfiekuensi angguler G(f) menurut pers (2-15) Spektrum rapat massa
hasil dekonvolusi pada penampangBB'
dapatdilihat
pada Gambar 4.8.JJ
0.9
-0.8
I
0.7 1 0.6 r
--+-data _2=o
4 lonz=0,6 tm
0.5 0.,r 0.3
^ I
02o.r:.0 Q
-0.1tsr: o
-0.3{.4
_05
21
30 32 3,4 36 3a {O.----
F0.8km---
F1.0kmz='l ,2 km
---
z='l,,1kma
l
-0.6
{.8
-0.7 -0.9-t
x(km)
Gambar 4.7. Spektrum rapat massa hasil dekonvolusi penampang
BB'
Garis-garis
bintik-bintik hitam
pada Gambar 4.4 adalah rapat massa model yangnilainya -0,43
gram/cm3.Garis hitam
smoth merupakan sp€ktrumrapat
massahasil dekonvolusi yang
mendekatimodel.
Sedangkangaris
putus-putus smoth merupakan spektrum massa hasil dekonvolusi yangtidak
mendekati model. DariGambar 4.4 terlihat bawah spektrum rapat
massahasil dekonvolusi
yang mendekatr rapat massamodel
adalah pada kedalaman0,4 km. Oleh
karenaitu
dapat disimpulkan bahwa kedalaman sesar pada penampangBB'
adalah 0,4 km.B. Pembahasan
Temuan
dari hasil penelitian ini
menuryukkan bahwa Danau Singkarak terletakdi
atasjalur
sesar.Dari
hasil penelitianini
didapatkan bahwa kedalaman sesar antara desa Rawang dan Parak Gadang memotong Danau Singkarak adalah+
I
l012r
1614m?2.34
I ,2
km
sedangkan kedalaman sesar antara desaArr Srah
dan Kota Solok adalah 0,4km.
Perbedaanini
diduga disebabkan pan3angprofil anomali
gayaberatpda
penampang
AA' Iebih pendek dari panjang profil anomali
gayaberat padapenampang
BB'
sehingga panjang operatordekonvolusi
pada penampangAA'
pendek dari penampang
BB'
meskipun ketebalan operator pada kedua penampangadalah sama.
Hal ini
tentu mempengaruhi hasil interpretasi kedalaman sesar.Di
lapangan, punggungan sesardi
daerah Singkarak dapatdi
kenal berupabukit
memanjanglinier
dengantinggi
10- 30
metermulai dari
Sumani sampai kota Solok. Kelurusanitu
kemudian masih dapatdikenali
ke arah selatan sampai daerah terminasi sistem sesar dr daerah Alahan Panjang. Garis sesaraktif ini
dapatdiidentifikasi
secaralebih detail
dengan kemunculanmataair
panasdi
daerah Padang Belimbing, 'll.Bingkuang, MunguTanall
Sawah Sudut dan Muara Panas.Dari hasil penelitian ini
dapatdibuat model struktur
bawah permukaan untuk kedua penampang sehingga dapatdi
peroleh gambaran geometri sesardi
daerahpenelitian. Model geometri
sesar pada kedua penampang dapatdilihat
pada Gambar 4.8.
Berdasarkan model geometri sesar pada Gambar 4 8 dapat
di
duga bahwaDanau Singkarak terletak
di
atas zona yang disebut graben.Hasil
penelirianini
mendukunghipotesis yang dikemukakan oleh Natawijaya & Komoro
(1995)bahwa Danau Singkarak terbentuk
sebagaiakibat dari
mekanisme amblasanQyaben) yang diakibatkan oleh sesar
aktif
Sumatera. Selanjutnya Natawijaya&
Komoro
mengatakan bahwatipe
stnrktur yang mengontrol pembentukan Danau35
Singkarak
ini,
berdasarkan geometrinya yang berbentuk oval diantara dua segnen sesar yang lurus, kemungkinan merupakan "negativeflower struktur"
yang lazimdijumpai di
SSS. 'Wegat;veJlower struktur"
adalah struktur yang umum terjadi pada sesar geserdi
dekat permukaan berupa percabangan bidang sesar berbentuk seperti bunga yang mengalami gayataritan
sehingga merupa.kan graben (daerah depresi).B B
36BA
4.r
(a) (b)
Gambar
4.8 Model
geometri sesar sebagaihasil teknik
dekonvolusiuntuk
(a)penampang
AA'
dan (b) penampangBB'.
o
910
a
b
0
^5Eo
ts-6
o 5
0
i
a6
't.
4.n
Salah satu
kelemahanteknik dekonvolusi yang dikembangkan disini
adalahtidak
dapat menentukan secara tepat bataslitologi
dua lapisan yang rapat massanya berbeda sehingga dalampenelitian ini tidak
dapatditentukan
secaralokasi
dimana lapisan tersesarkan.Oleh
karenaitt1 perlu
dikembangkanteknik
dekonvolusi yanglebih
peka terhadap batasdari
dualitologi
sehinggadaerah-l4pd6,.,
daerah yang terletak diatas
jalur
sesar dapat dilokalisasiaaaa6al2z6ai