• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5. Imbangan Efisiensi Protein

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa jenis TBA tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap imbangan efisiensi protein. Hasil ini memberi gambaran bahwa nilai biologis protein terkandung di dalam TBA-B, TBA-L dan TBA-BL relatif sama, sehingga banyaknya protein yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ternak juga relatif sama. Menurut Wahju (1997) Untuk menilai kualitas protein adalah dengan mengukur nilai biologis protein, salah satunya adalah dengan melihat IEP. Semakin tinggi nilai IEP berarti semakin efisien ternak menggunakan protein, sehingga pada akhirnya akan berpengaruh juga pada pertumbuhan (Yatno, 2009).

Taraf penggunaan TBA secara nyata (P<0,05) berpengaruh terhadap IEP.

Semakin tinggi taraf penggunaan TBA akan menyebabkan terjadinya penurunan nilai IEP. Rataan IEP pada taraf penggunaan (TBA-0) adalah 2,43 menurun secara nyata (P<0,05) menjadi 2,12 pada penggunaan TBA 4%, 1,43 pada TBA 8% dan

22 0,62 pada TBA 12%. Nilai IEP yang diperoleh didalam penelitian ini jauh berbeda yang diperoleh Martua (2010) pada ayam broiler yang diberi ransum komersil adalah sekitar 2,20-2,38. Rendahnya kualitas protein pada TBA-B, TBA-L dan TBA-BL menyebabkan nilai IEP yang dihasilkan pada setiap taraf penggunaannya juga relatif sama, sehingga interaksi antar perlakuan tidak terlihat secara signifikan. Rendahnya nilai IEP pada penelitian ini menunjukkan bahwa protein asal TBA tidak dapat dimanfaatkan secara efisien untuk menunjang pertumbuhan ternak.

23 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Penggunaan ketiga jenis TBA menghasilkan imbangan efisiensi protein yang relatif sama, namun pada taraf penggunaan 4% dapat menurunkan imbangan efisiensi protein pada ayam broiler.

5.2. Saran

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui potensi Lactobacillus spp. sebagai penghasil keratinase serta untuk memperbaiki keseimbangan asam amino didalamnya.

24 DAFTAR PUSTAKA

Achmad, W. 2001. Potensi Limbah Agroindustri Sebagai Pakan Sapi Perah.

Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 56 hlm.

Adiati U, Puastuti W, Mathius I. W. 2004. Peluang pemanfaatan tepung bulu ayam sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Wartazoa 14 (1): 39-44.

Adriani. R. 2006. Pengaruh penggunaan tepung bulu ayam yang dihidrolisa dengan larutan enzim papain dan bromelin dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Jambi.

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Cetakan ke-5. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Austic r, Nesheim MC. 1990.Poultry Production.Lea & Febiger. Philadelphia, London

Arunlertaree, C and Moolthongnoi, C., 2008. The use of fermented feather meal for replacement fish meal in the diet of oreochromis niloticus.Environment and Natural Resources J. 6 (1): 13-24

Belewu, MA., Asafa, AR., Ogunleke, FO., 2008. Processing of Feather Meal by Solid State Fermentation.Biotechnology 7 (3): 589-591.

Bertsch , A., Coello, M., 2005. A biotechnological process for treatment and recycling poultry feathers as a feed ingredient.Biores. Technol. 96: 1703-1708.

Davies, L. 1982. A Course Manual in Nutrition and Growth. Australian Vice-Chancellors’ Committee. Melbourne, Australia.

Djanah, J. 1985. Peternakan Ayam Dan Itik. CV. Yusaguna. Malang.

El Boushy, A.R., Van der Poel, AFB. and Walraven, OED., 1990. Feather meal—

A biological waste: Its processing and utilization as a feedstuff for poultry.

Biological Wastes 32 (1): 39–74.

Erpomen dan Mirnawati., 2010. Peningkatan kualitas bulu ayam melalui pengolahan dan pemanfaatannya sebagai pengganti tepung ikan dalam ransum ayam broiler. Fakultas Peternakan-Unad, Padang.

Ewing. 1983. Poultry Nutrition. 5th edition. The Ray Ewing., Pasadena, California Forbes, I. M. 1986. The Voluntary Intake of Farm Animal. Buterworths, London.

25 Furuse, M. And H. Yokota. 1984. Protein and energy utilization in germ free and conventional chicks given diets containing levels of dietary protein. British J. Nutr.51 : 255-264.

Gultom, S. M., Supratman, R.D.H., Abun., 2014. Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Ransum Terhadap Bobot karkas dan bobot lemak abdominal ayam broiler umur 3-5 minggu. Jurnal Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran, Bandung.

Hendalia, E. 2005. Efektifitas penggunaan larutan enzim papain dan bromelin dalam meningkatkan kecernaan dan retensi protein tepung bulu ayam.

Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Peternakan. Vol. VIII. No.4 Edisi November 2005. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Jambi.

Hendalia, E, Nurhayati, Resmi, Nelwida dan Filawati., 2008. Efektifitas penggunaan asam formiat dalam meningkatkan kualitas protein bulu ayam sebagai pakan. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

Jambi.

Hendalia, E, Wiwaha Anas Sumadja, Nurhayati, dan Resmi. 2016. Penggunaan Hidrolisat Bulu Ayam Hasil Fermentasi Dengan Bacillus Dan Lactobacillus Sebagai Sumber Protein Berprobitik Pada Ayam Broiler.

Artikel Ilmiah. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi. Jambi.

Howie, S. A., S.Calsamiglin and M.D. Stern.1996. Variation in Ruminal Degradation and Intestinal Digestion of Animal By Product Proteins.

Anim. Feed Sci. Tech. 63 (1-4):1-7.

Hwang, K.H., J. H. Park, J.S. Park dan B. Kang. 2015. Application of Microbial Fermentation and Enzymatic Biotransformation in Cosmetic Industry.

AMOREPACIFIC R&D Center.

Imsya, A dan Palupi, R. 2008. Pengaruh Penggunaan Tepungdaun Pepaya Dalam Meningkatkan Kecernaan Tepung Bulu Ayam Secara In Vitro, Agria, Vol.4, No.2, 29-31.

Irawan. T. 2007. Pengaruh Penggunaan Tepung Bulu Ayam Yang Dihidrolisa Dengan Larutan Enzim Papain Dan Bromelin Dalam Ransum Terhadap Retensi Bahan Kering, Bahan Organik Dan Protein Kasar Pada Ayam Broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Jambi.

Irawati, P. 2012. Efisiensi Penggunaan Protein Ayam Broiler Yang Diberi Bungkil Inti Sawit Fermentasi Menggunakan Tricoderma herzianum Dan Probiotik. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Jambi.

Iskandar. M. 2009. Pengaruh penggunaan tepung bulu ayam yang dihidrolisa dengan daun pepaya dalam ransum terhadap retensi bahan kering, bahan organik dan protein kasar pada ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Jambi.

26 J. S. Moritz and J. D. Latshaw. 2001 Indicators of Nutritional Value of Hydrolyzed

Feather Meal.2001 Poultry Science 80:79–86

Kim, W. K and Patterson, P. H., 2000.Nutritional Value of Enzyme- or Sodium Hydroxide-Treated Feathers from Dead Hens.Poultry Science 79:528-534 Lakshmi, P. J., Ch. M. K. Chitturi and V. V. Lakshmi. 2013. Efficient degradation

of feather by keratinase producing Bacillus sp. International Journal of Microbiology :1-7.

Leeson,S. dan J.D. Summers. 1997. Commercial Poultry Nutrition. Second Ed..

Department of animal and poultry science.University of Guelph.University Books. Guelph., Ontario, Canada

Mahfudz, L.D., K. Hayashi, A. Ohtsuka and Y. Tomita. 1997. Effek Shochu Distillery By produk Terhadap Promosi Pertumbuhan Ayam Broiler.

Majalah Ilmiah Sain Teks IV (4) : 58 – 65.

Manin F., E. Hendalia, dan A. Aziz. 2007. Isolasi dan produksi isolat bakteri asam laktat dan Bacillus sp. dari saluran pencernaan ayam buras asal Lahan Gambut sebagai sumber probiotik. Jurnal AGRITEK (Jurnal illmu-ilmu Pertanian) Teknologi Pertanian dan Kehutanan.Terakreditas No.

026/DIKTI/KEP/2005.Agritek Edisi Khusus Dies Natalis IPM ke-16 November 2007. Halaman 74-78

Manin F., E. Hendalia, R.Asra, dan Helda. 2001. Pengembangan industry produk probiotik ― PROBIO_FM ― berbasis kemitraan. Laporan Akhir Penelitian Prioritas NAsional Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (PENPRINAS MP3EI 2011 – 2025).

Martua, G. N. 2010. Penggunaan Bacillus Dan Bakteri Asam Laktat Untuk Meningkatkan Rasio Efisiensi Protein Dan Menurunkan Ammonia Kandang. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Jambi.

Murtidjo, B. A. 1995. Beternak Ayam. Kanisius, Yogyakarta.

NRC. 1994. Nutrient Requirement of Poultry. 9th Rev. Ed. National Academies Press. Washington, D.C.

Odetallah, N. H., Wang, J. J., Garlich, J. D., Shih, J. C., 2003. ase in starter diets improves growth of broiler chicks. Poultry Sci 82 (4): 664- 670.

Ochetim, S. 1993., The effect of partial replacement of soyabean meal with boiled feather meal on the performance of broiler chickens. AJAS 6 (4): 597-600 Papadopaulus, M.C., A.R.M. Boushy,And E.M. Kelelaars. 1985. Effect Of

Different Processing Condition On Amino Acid Digestibility Of Feather Meal Determined By Chicken Assay. Jo Poult 64 :1729.

27 Parakasi, A. 1983.Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Angkasa,

Bandung.

Piliang, W.G dan S.D Al-Haj. 1991. Fisiologi Nutrisi Volume 1. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat Institute Pertanian Bogor.

Pratama, P. 2016. Pengaruh Penggunaan Bacillus sp.p Dan Lactobacillus sp.p Dalam Fermentasi Bulu Ayam Terhadap Komposisi Za-Zat Makanan.Skripsi. Universitas Jambi, Jambi.

Puastuti W. 2007.Teknologi pemrosesan bulu ayam dan pemanfaatannya sebagai sumber protein pakan ruminansia. Wartazoa 17 (2): 53-60.

Rahayu,S. Muhamad Bata. Winarto Hadi. 2014. Substitusi Konsentrat Protein Menggunakan Tepung Bulu Ayam yang Diolah Secara Fisiko-Kimia dan Fermentasi Menggunakan Bacillus sp. Mrs. J. agripet: vol(14)No.1:31-36.

Resnawati, H. 1998. The Nutritional Requirements for Native Chickens, Bulletin of Anim. Sci., Supplement ed. 1998: 552-557.

Rizal, Y., D. Tami, E. Suryanti Dan I. Hayati. 2003. Kecernaan serat kasar, retensi nitrogen dan rasio efisiensi protein ayam broiler yang diberi ransum mengandung daun ubi kayu yang difermentasi dengan Asp.ergillus niger.

J. Ilmiah Ilmu-ilmu Peternakan.IX(I): 60 – 69.

Robel, E.J., G.F. Combs, G.L. Romorer. 1956. Protein requirement of chickens for maintenance of nitrogen balance and growth. Poultry Science.35 : 553-565.

Sapdiyanto, A. 2016.Penggunaan Bacillus dan Lactobacillus Dalam Fermentasi Bulu Ayam Terhadap Perubahan Karakteristik (Organoleptik), Ph, Keambaan (Bulky) Serta Tingkat Kerapuhan Bulu Ayam. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi.

Sarmwatanakul, A. and Bamrongtum, B., 2000. Aquarium Fish Nutrition.

Extension paper No. 1/2000. Ornament Fish Research and Public Aquarium. Bangkok.

Scheider, B.H Dan W.P. Flatt. 1973. The Evaluation Of Feeds Through Digestibility Experiment. The University Of Georgia Press, New York.

Steel, R.G.D. dan J. H. Torrie. 1993. Prinsip dan prosedur statistika. Edisi Kedua.

Terjemahan: B. Sumantri. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawiro Kusumo dan S.

Lebdosoekojo. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

28 Wahju, J. 1985. Feed Formulating Pattern For Growing Chicks Based On Nitrogen Retention, Nitrogen Consumed, and Metabolism Energy.

Dissertation. Institute Pertanian Bogor. Bogor.

Wahju, J. 1997. Ilmu Nutrisi Ternak. Gajah Mada University Press, Yogyakarta Williams C. M., Lee, C. G., Garlich, J. D. and Shih, J.C.H. 1991. Evaluation of a

bacterial feather fermentation product, feather-lysate, as a feed protein.Poultry Sci. 70:85–94.

Wanasuria,S.2015.Peluang dan Produksi Lokal Pemanfaatan Tepung Bulu Ayam.Majalah Poultry Indonesia. Edisi Agustus.

Winedar, H. Shanti Listyanti dan Sutarno. 2004. Daya Cerna Protein Pakan, Kandungan Protein Daging, Dan Pertambahan Berat Bdan Ayam Broiler Setelah Pemberian Pakan Yang Difermentasi Dengn Effective Microorganisms(EM-4). Bioteknologi 3 (1):14-19.

Yatno. 2009. Isolasi Protein Bungkil Inti Sawit Dan Kajian Nilai Biologinya Sebagai Alternative Bungkil Kedelai Pada Puyuh. Disertasi. Sekolah Pascasarjana. Institute Pertanian Bogor. Bogor.

Zerdani, I., Faid M., Malki, A. 2004. Feather wastes digestion by new isolated strains Bacillus sp.. in Morocco. African J Biotechnol 3 (1): 67-70.

29 LAMPIRAN

Lampiran 1. Analisis Ragam Terhadap Konsumsi Ransum Ayam Broiler yang Diberi Ransum Mengandung Tepung Bulu Ayam Hasil Fermentasi Bacillus spp. dan Lactobacillus spp.

Perlakuan Taraf

Jumalah 5767,63 5081,43 2990,40 1205,75 15045,21 3761,30 Rataan 1922,54 1693,81 996,80 401,92 1253,77

L

2249,08 1765,67 876,51 500,85

1800,38 1828,51 1251,46 961,20 1718,17 1591,67 1127,92 518,83

Jumalah 5767,63 5185,84 3255,89 1980,89 16190,24 4047,56 Rataan 1922,54 1728,61 1085,30 660,30 1349,19

BL

2249,08 1707,83 1001,00 480,37

1800,38 1598,50 1000,59 508,32 1718,17 1474,34 1079,83 451,43

Jumalah 5767,63 4780,68 3081,43 1440,12 15069,85 3767,46 Rataan 1922,54 1593,56 1027,14 480,04 1255,82 TOTAL 17302,88 15047,95 9327,72 4626,76 46305,30 RATAAN 1922,54 1671,99 1036,41 514,08

30

= 11893940,65

JK Perlakuan = + + + + + + + + + + + - 59560583,08

= 11057909,41

JK Galat = JK Total – JK Perlakuan

= 11893940,65- 59560583,08

= 836031,24

Analisis Sidik Ragam (ANOVA)

SK Db JK KT Fhit Ftabel

0,05 0,01

A 2 71305,62 35652,81 1,02 3,40 5,61

B 3 10910918,82 3636972,94 104,41** 3,01 4,72

Interaksi A x B 6 75684,97 12614,16 0,36 2,51 3,67

Galat 24 836031,24 34834,64

Total 35 11893940,65

UJI JARAK BERGANDA DUNCAN FAKTOR B

SX = √KTG/ r x a

20.73782107

LSR = SX x SSR

Nilai P 2 3 4

SSR 0.05 2.919 3.066 3.16

0.01 3.955 4.126 4.239

LSR 0.05 60.5337 63.5822 65.5315

0.01 82.0181 85.5642 87.9076

31

Perlakuan Rataan P0 P4 P8 P12

T0 1922.54 250.55 886.13 1408.46

T4 1671.99 635.58 1157.91

T8 1036.41 522.33

T12 514.08

Jarak Nilai LSR

0.05

Nilai LSR 0.01

kesimpulan

T0 - T4 2 250.55 60.5337 82.0181 **

T0 - T8 3 886.13 63.5822 85.5642 **

T0 - T12 4 1408.46 65.5315 87.9076 **

T4 - T8 2 635.58 60.5337 82.0181 **

T4 - T12 3 1157.91 63.5822 85.5642 **

T8 - T12 2 522.33 60.5337 82.0181 **

32 Lampiran 2. Analisis Ragam Terhadap Pertambahan Bobot Badan Ayam Broiler yang Diberi Ransum Mengandung Tepung Bulu Ayam Hasil Fermentasi Bacillus spp. dan Lactobacillus spp.

Perlakuan Taraf

33 JK Total = 1058,20² + 885,80² + 338,33² + 59,00² ………,, + 74,00²

= 5001157,145

JK Perlakuan = + + + + + + + + + + + - 1,087

= 4,891

JK Galat = JK Total – JK Perlakuan

= 5001157,145 - 4,891

= 109978,2393 Analisis Sidik Ragam (ANOVA)

UJI JARAK BERGANDA DUNCAN FAKTOR B

SX = √ KTG/ r x a

7.5215137

LSR = SX x SSR

Nilai P 2 3 4

SSR 0.05 2.919 3.066 3.16

0.01 3.955 4.126 4.239

LSR 0.05 21.955 23.061 23.768

0.01 29.748 31.034 31.884

SK Db JK KT Fhit Ftabel

0,05 0,01 A 2 6993,66557 3496,83279 0,763096294 3,4028 5,614 B 3 4880278,53 1626759,51 354,9995756** 3,0088 4,718 Interaksi A x

B 6 3906,70807 651,118012 0,142090221 2,5082 3,667 Galat 24 109978,239 4582,42664

Total 35 5001157,15

34

Perlakuan Rataan P0 P4 P8 P12

T0 1005.12 214.96 671.48 935.36

T4 790.16 456.51 720.40

T8 333.64 263.89

T12 69.76

Jarak Nilai LSR

0.05

Nilai LSR 0.01

Kesimpulan

T0 - T4 2 214.96 21.955 29.748 **

T0 - T8 3 671.48 23.061 31.034 **

T0 - T12 4 935.36 23.768 31.884 **

T4 - T8 2 456.51 21.955 29.748 **

T4 - T12 3 720.40 23.061 31.034 **

T8 - T12 2 263.89 21.955 29.748 **

35 Lampiran 3. Analisis Ragam Terhadap Konsumsi Protein Ayam Broiler yang Diberi Ransum Mengandung Tepung Bulu Ayam Hasil Fermentasi Bacillus spp. dan Lactobacillus spp.

Perlakuan Taraf

36 JK Total = 488,50² + 403,39² + 236,83² + 91,54² ………,, + 101,89²

= 553256,38

JK Perlakuan = + + + + + + + + + + + - 2922006,43

= 512636,32

JK Galat = JK Total – JK Perlakuan

= 553256,38 - 512636,32

= 40620,06

Analisis Sidik Ragam (ANOVA)

SK Db JK KT Fhit Ftabel

0,05 0,01

A 2 3535,30 1767,65 1,04 3,40 5,61

B 3 505234,36 168411,45 99,50** 3,01 4,72

Interaksi A x B 6 3866,66 644,44 0,38 2,51 3,67 Galat 24 40620,06 1692,50

Total 35 553256,38 UJI JARAK BERGANDA DUNCAN

FAKTOR B

SX = √ KTG/ r x a

4.57111477

LSR = SX x SSR

Nilai P 2 3 4

SSR 0.05 2.919 3.066 3.16

0.01 3.955 4.126 4.239

LSR 0.05 13.343 14.015 14.445

0.01 18.079 18.860 19.377

37

Perlakuan Rataan P0 P4 P8 P12

T0 417.58 45.60 184.23 300.89

T4 371.98 138.63 255.29

T8 233.35 116.66

T12 116.69

Jarak Nilai SSR

0.05

Nilai SSR 0.01

Kesimpulan

T0 - T4 2 45.60 13.343 18.079 **

T0 - T8 3 184.23 14.015 18.860 **

T0 - T12 4 300.89 14.445 19.377 **

T4 - T8 2 138.63 13.343 18.079 **

T4 - T12 3 255.29 14.015 18.860 **

T8 - T12 2 116.66 13.343 18.079 **

38 Lampiran 4. Analisis Ragam Terhadap Efisiensi Penggunaan Pakan Ayam Broiler yang Diberi Ransum Mengandung Tepung Bulu Ayam Hasil Fermentasi Bacillus spp. dan Lactobacillus spp.

Perlakuan Taraf Jumlah Rataan

0% 4% 8% 12%

39 JK Total = 47.05² + 48.99² + 32.34² + 14.76² ……… + 16.39²

= 8714.73

JK Perlakuan = + + + + + + +

+ + + + - 48208.04 = 8195.69

JK Galat = JK Total – JK Perlakuan

= 8714.73 - 8195.69

= 519.05

Analisis Sidik Ragam (ANOVA)

SK Db JK KT Fhit Ftabel

0.05 0.01

A 2 23.3575 11.6788 0.54 3.40 5.61

B 3 8123.95 2707.98 125.21** 3.01 4.72

Interaksi A x B 6 48.3795 8.0632 0.37 2.51 3.67

Galat 24 519.05 21.6270

Total 35 8714.73

UJI JARAK BERGANDA DUNCAN FAKTOR B

SX = √ KTG/ r x a

0.516720906

LSR = SX x SSR

Nilai P 2 3 4

SSR 0.05 2.919 3.066 3.16

0.01 3.955 4.126 4.239

LSR 0.05 1.5083 1.5843 1.6328

0.01 2.0436 2.1320 2.1904

40

Perlakuan Rataan P0 P4 P8 P12

T0 52.82 5.58 20.57 38.75

T4 47.24 14.99 33.17

T8 32.25 18.18

T12 14.07

Jarak Nilai SSR

0.05

Nilai SSR 0.01

Kesimpulan

T0 - T4 2 5.58 1.5083 2.0436 **

T0 - T8 3 20.57 1.5843 2.1320 **

T0 - T12 4 38.75 1.6328 2.1904 **

T4 - T8 2 14.99 1.5083 2.0436 **

T4 - T12 3 33.17 1.5843 2.1320 **

T8 - T12 2 18.18 1.5083 2.0436 **

41 Lampiran 5. Analisis Ragam Terhadap Imbangan Efisiensi Protein Ayam Broiler yang Diberi Ransum Mengandung Tepung Bulu Ayam Hasil Fermentasi Bacillus spp. dan Lactobacillus spp.

Perlakuan Taraf

42 JK Total = 2,17² + 2,20² + 1,43² + 0,64² ………,, + 0,73²

= 18,72

JK Perlakuan = + + + + + + + + + + + - 98,23

= 17,66

JK Galat = JK Total – JK Perlakuan

= 18,72 - 17,66

= 1,06

Analisis Sidik Ragam (ANOVA)

SK Db JK KT Fhit Ftabel

0,05 0,01

A 2 0,06 0,03 0,63 3,40 5,61

B 3 17,50 5,83 131,79 ** 3,01 4,72

Interaksi A x B 6 0,10 0,02 0,37 2,51 3,67

Galat 24 1,06 0,04

Total 35 18,72

UJI JARAK BERGANDA DUNCAN FAKTOR B

SX = √ KTG/ r x a 0.023375818

LSR = SX x SSR

Nilai P 2 3 4

SSR 0.05 2.919 3.066 3.160

0.01 3.955 4.126 4.239

LSR 0.05 0.068 0.072 0.074

0.01 0.092 0.096 0.099

43

Perlakuan Rataan P0 P4 P8 P12

T0 2.43 0.31 1.00 1.81

T4 2.12 0.69 1.50

T8 1.43 0.81

T12 0.62

Jarak Nilai SSR

0.05

Nilai SSR 0.01

Kesimpulan

T0 - T4 2 0.31 0.068 0.092 **

T0 - T8 3 1.00 0.072 0.096 **

T0 - T12 4 1.81 0.074 0.099 **

T4 - T8 2 0.69 0.068 0.092 **

T4 - T12 3 1.50 0.072 0.096 **

T8 - T12 2 0.81 0.068 0.092 **

Dokumen terkait