IMPLEMENTASI / REALISASI
6.1 Implementasi dan Realisasi
Tabel 1.32 Implementasi dan Realisasi
Tanggal Kegiatan Kendala Solusi
Pertengahan Maret 2014
Membuat proposal permohonan pembukaan pameran lukisan oleh Kapolri
Penentuan rencana tanggal pelaksaan pameran belum pasti
Ef-Art Enteprise harus pro aktif untuk
mendapatkan informasi jadwal kosong Kapolri ke staf
Polri. Lalu mencocokkan jadwal
kosong Kapolri dengan jadwal kosong
kesediaan ruang hotel Akhir Maret 2014 Membuat surat permohonan menghadap untuk membicarakan rencana acara pameran lukisan kepada Kapolri
Kapolri Bapak Jend (Pol) Sutarman masih disibukkan jadwal sehari-hari, khususnya mengecek kasus kebakaran hutan di Kalimantan Terus meminta informasi dari staf Polri mengenai jadwal
kepulangan Kapolri ke Jakarta.
April 2014 Kapolri di Mabes Polri untuk membicarakan kegiatan pameran membuka pameran, namun tidak berkenan untuk memberikan daftar nama potential buyers dikarenakan
adanya kode etik yang tidak boleh
dilanggar
pengusaha, kolektor dan pecinta seni dari database yang ada
sebelumnya yang telah dimiliki Ef-Art
Enterprise ditambah mencari daftar nama calon undangan di
internet. Akhir April
2014
Membuat undangan dan katalog untuk
pameran, banner, prasasti serta backdrop Ada ketidakcocokan dari konsep undangan yang dibuat Merevisi konsep undangan agar sesuai dengan saran Kapolri
Awal Mei 2014
Mengirim undangan pameran melalui pos kilat maupun diantar langsung ke alamat potential buyers Ada beberapa undangan yang kembali dikarenakan berbagai alasan
Mengganti nama atau alamat dari undangan tersebut dengan nama maupun alamat lain dari potential buyers 22 Mei
2014
Penyelenggaraan “Malam Pagelaran Seni Lukis Firdaus Alamhudi : Padamu Negeri” yang dibuka
oleh Kapolri Bapak Jend (Pol) Sutarman
di Hotel Le-Meridien, Jakarta
Kapolri hanya memiliki waktu hadir selama 1,5 jam
saja, dikarenakan tiba-tiba harus memenuhi jadwal acara lainnya. Meringkas jadwal acara pameran sehingga esensi dari acara pameran dapat
optimal
Akhir Mei 2014
Melakukan penagihan terhadap pembeli lukisan dari
Beberapa pembeli sedang berada di luar
kota / luar negeri
Terus dilakukan penagihan dengan berkoordinasi dengan
acara pameran yang telah
diselenggarakan
sekretaris, staf maupun keluarga dari
pembeli lukisan tersebut. Pertengahan Juni 2014 Melakukan pengantaran lukisan ke alamat rumah maupun kantor dari
pembeli
Beberapa pembeli masih disibukkan dengan kegiatan sehari-hari sehingga
tidak bisa secara langsung bertemu untuk serah terima lukisan yang dibeli
Melakukan serah terima lukisan kepada
pihak yang diwakilkan oleh pembeli, seperti sekretaris, staf maupun keluarga pembeli lukisan Awal Juli 2014 Diterima menghadap secara langsung oleh
Kapolri untuk memberikan laporan
tertulis perihal kegiatan pameran lukisan yang telah diselenggarakan. Awal
Agustus
Bekerja sama dengan balai lelang Masterpiece untuk
memasok lukisan pada lelang di
Jakarta
Tidak semua lukisan yang ditawarkan diikutsertakan dalam acara lelang tersebut
Mengganti lukisan yang tidak jadi diikutsertakan dengan lukisan-lukisan lainnya Akhir September Menyewa booth / stand bazaar di Jakarta Convention Center (JCC) Pengunjung yang datang masih kurang
banyak pada hari H
Menyebarkan undangan dan promosi melalui sosial
media sehingga pada hari berikutnya
pengunjung yang datang bertambah
banyak Pertengahan
Oktober
Bekerja sama dengan manajemen gedung World Trade Center,
Jakarta untuk menyelenggarakan
pameran lukisan
Animo pengunjung tinggi pada hari kerja
saja, dikarenakan merupakan gedung
perkantoran
Membuat acara pameran 4 hari saja,
sejak hari Selasa hingga Jumat Akhir Oktober 2014 Melakukan penagihan terhadap pembeli lukisan dari acara pameran yang
telah diselenggarakan
Beberapa pembeli sedang berada di luar
kota / luar negeri
Terus dilakukan penagihan dengan berkoordinasi dengan
sekretaris, staf maupun keluarga dari
pembeli lukisan tersebut. Pertengahan November 2014 Melakukan pengantaran lukisan ke alamat rumah maupun kantor dari
pembeli
Beberapa pembeli masih disibukkan dengan kegiatan sehari-hari sehingga
tidak bisa secara langsung bertemu untuk serah terima lukisan yang dibeli
Melakukan serah terima lukisan kepada
pihak yang diwakilkan oleh pembeli, seperti sekretaris, staf maupun keluarga pembeli lukisan Awal Desember 2014 Membuat proposal permohonan pembukaan pameran lukisan oleh Menteri
ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Republik
Penentuan rencana tanggal pelaksaan pameran belum pasti
Ef-Art Enteprise harus pro aktif untuk
mendapatkan informasi jadwal kosong Menteri ke
staf kementrian ESDM. Lalu
Indonesia Bapak Sudirman Said
MBA.
mencocokkan jadwal kosong Menteri dengan jadwal kosong
kesediaan ruang hotel Pertengahan
Desember 2014
Menteri ESDM (Energi dan Sumber
Daya Mineral) Republik Indonesia
Bapak Sudirman Said MBA. setuju
untuk membuka acara pameran
tersebut
Pameran tidak jadi diselenggarakan dikarenakan adanya
kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Presiden Bapak Joko
Widodo
Rencana pameran dibatalkan karena dikhawatirkan terjadi
hal yang tidak diinginkan diakibatkan suhu politik yang sedang
memanas Pertengahan Januari 2015 Menyelenggarakan lelang lukisan sekaligus seminar “Seni Rupa Sebagai Alternatif Instrumen
Investasi”
Banyak hadir pengusaha muda
yang selama ini belum menganggap lukisan sebagai investasi Memberikan masukan maupun edukasi dengan perbandingan sehingga lukisan dapat diterima sebagai
alternatif investasi Akhir
Februari 2015
Bekerja sama dengan balai lelang Treasures untuk memasok lukisan
pada lelang di Jakarta
Tidak semua lukisan yang ditawarkan diikutsertakan dalam acara lelang tersebut
Mengganti lukisan yang tidak jadi diikutsertakan dengan
lukisan-lukisan lainnya
Pertengahan Maret 2015
Bekerja sama dengan balai lelang Treasures untuk memasok lukisan
pada lelang di Jakarta
Tidak semua lukisan yang ditawarkan diikutsertakan dalam acara lelang tersebut
Mengganti lukisan yang tidak jadi diikutsertakan dengan
lukisan-lukisan lainnya
Awal April 2015 Membuat Website usaha www.efartenterprise. com Proses membuat database lukisan dalam galeri yang
tidak sebentar Mencicil input database lukisan berdasarkan alphabet Pertengahan April 2015
Bekerja sama dengan balai lelang Masterpiece untuk memasok lukisan pada lelang di Singapura Proses pembayaran yang cukup lama atas hasil lukisan yang terjual (-/+ 1
bulan penagihan)
Aktif dalam melakukan penagihan atas hasil lukisan yang
laku terjual Awal Mei 2015 Membuat katalog lukisan untuk penawaran lukisan secara konvensional Penyebaran katalog seputar wilayah Jakarta Ditargetkan untuk menambah cakupan penyebaran katalog diluar wilayah Jakarta Awal Mei
2015
Membuat proposal permohonan pembukaan pameran
lukisan oleh Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Bapak KPH.H Japto. S. Soerjosoemarno, S.H. Penentuan rencana tanggal pelaksaan pameran belum pasti
Ef-Art Enteprise harus pro aktif untuk
mendapatkan informasi jadwal kosong Bapak Japto secara languns. Lalu mencocokkan jadwal
kosong tersebut dengan jadwal kosong
kesediaan ruang hotel Awal Mei
2015
Diterima menghadap Bapak Japto untuk
membicarakan kegiatan pameran
Bapak Japto setuju untuk membuka pameran namun hingga awal bulan Juni harus pergi ke
luar kota maupun luar negeri
Berkoordinasi dengan staf maupun keluarga
dari Bapak Japto untuk meminta daftar nama potential buyers
Awal Mei 2015 Membuat undangan pameran Awal s/d Akhir Mei 2015 Mengirim undangan pameran melalui pos kilat maupun diantar langsung ke alamat potential buyers Ada beberapa undangan yang kembali dikarenakan berbagai alasan
Mengganti nama atau alamat dari undangan tersebut dengan nama maupun alamat lain dari
potential buyers Awal Juni
2015
Membuat katalog, backdrop, banner dan prasasti pameran
Terdapat masalah perbedaan warna dari desain awal katalog dengan hasil
contoh katalog di percetakan Menggunakan jasa percetakan yang lainnya 10 Juni 2015 Penyelenggaraan “Malam Pagelaran The Spirit Of Indonesian Paintings” yang dibuka oleh Bapak
KPH.H. Japto S.Soerjosoemarno, S.H. Jumlah pengunjung potential buyers hanya (+/-) 50 % Dari 150 nama undangan yang disebar Memaksimalkan penjualan lukisan dari
jumlah pengunjung yang datang dengan cara mengoptimalkan kinerja pemandu pameran Pertengahan Juni 2015 Melakukan penagihan terhadap pembeli lukisan dari acara pameran yang
telah diselenggarakan
Beberapa pembeli sedang berada di luar
kota / luar negeri
Terus dilakukan penagihan dengan berkoordinasi dengan
sekretaris, staf maupun keluarga dari
pembeli lukisan tersebut. Pertengahan s/d akhir Melakukan pengantaran lukisan Beberapa pembeli masih disibukkan Melakukan serah terima lukisan kepada
Juni 2015
ke alamat rumah maupun kantor dari
pembeli
dengan kegiatan sehari-hari sehingga
tidak bisa secara langsung bertemu untuk serah terima lukisan yang dibeli
pihak yang diwakilkan oleh pembeli, seperti sekretaris, staf maupun keluarga pembeli lukisan 6.2 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis Ef-Art Enterprise dalam dunia bisnis seni rupa : 1. Melihat peluang pasar seni rupa di Indonesia yang besar dan masih sangat
berpeluang untuk berkembang, maka bisa dikatakan bisnis dalam dunia seni rupa menjanjikan keuntungan (profit) yang baik.
2. Seni rupa (lukisan) dapat dijadikan sebagai instrumen alternatif dalam investasi yang pertumbuhan nilainya tidaklah kalah dengan instrumen investasi tradisional lainnya, seperti tabungan dan deposito di bank, investasi emas, investasi perdagangan mata uang asing (forex). Edukasi yang intens terhadap masyarakat sangatlah diperlukan untuk mengenalkan karya seni lukisan sebagai salah satu instrument investasi alternative.
3. Pendapatan pelukis rata-rata masih rendah bila dibandingkan harga lukisan yang dihasilkan.
4. Belum ada perusahaan yang mau menjamin orisinalitas dari karya lukisan yang
dipasarkan.
5. Ef-Art Enterprise sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bisnis seni rupa masih sangat berpeluang untuk berkembang kearah yang lebih baik, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan tren positif.
6.3 Saran
1. Berdasarkan jumlah pendapatan per tahun, sebaiknya Ef-Art Enterprise melebarkan sayap networking dengan membuka cabang perwakilan ke
negara-negara tetangga yang memiliki pasar seni rupa tinggi seperti Singapura, Cina, Hongkong dan Malaysia.
2. Sebaiknya Ef-Art Enterprise bekerja sama dengan unsur pemerintahan (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) dengan membuat suatu sistem database untuk mendata seluruh pelukis-pelukis Indonesia, baik yang lampau hingga sekarang sehingga dapat mendata nilai investasi suatu karya pelukis. 3. Membuat kerjasama yang sama-sama menguntungkan antara Ef-Art Enterprise
dan pelukis atau keluarga pelukis.
4. Mengoptimalkan promosi karya seni rupa dengan lebih rutin mengadakan pameran dan lelang seni rupa (lukisan), seminar tentang seni rupa, bekerja sama dengan media, baik media cetak maupun elektronik serta memaksimalkan penggunaan media sosial.
5. Bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk menyediakan fasilitas forensik untuk mengetes keaslian dari suatu karya lukisan dilihat dari unsur materialnya.
6. Memberikan pilihan pembayaran secara kredit (cicilan) terhadap karya seni (lukisan) yang dipasarkan.