• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi dan Realisasi

Dalam dokumen BAB 5 RENCANA KEUANGAN (Halaman 35-43)

IMPLEMENTASI / REALISASI

6.1 Implementasi dan Realisasi

Tabel 1.32 Implementasi dan Realisasi

Tanggal Kegiatan Kendala Solusi

Pertengahan Maret 2014

Membuat proposal permohonan pembukaan pameran lukisan oleh Kapolri

Penentuan rencana tanggal pelaksaan pameran belum pasti

Ef-Art Enteprise harus pro aktif untuk

mendapatkan informasi jadwal kosong Kapolri ke staf

Polri. Lalu mencocokkan jadwal

kosong Kapolri dengan jadwal kosong

kesediaan ruang hotel Akhir Maret 2014 Membuat surat permohonan menghadap untuk membicarakan rencana acara pameran lukisan kepada Kapolri

Kapolri Bapak Jend (Pol) Sutarman masih disibukkan jadwal sehari-hari, khususnya mengecek kasus kebakaran hutan di Kalimantan Terus meminta informasi dari staf Polri mengenai jadwal

kepulangan Kapolri ke Jakarta.

April 2014 Kapolri di Mabes Polri untuk membicarakan kegiatan pameran membuka pameran, namun tidak berkenan untuk memberikan daftar nama potential buyers dikarenakan

adanya kode etik yang tidak boleh

dilanggar

pengusaha, kolektor dan pecinta seni dari database yang ada

sebelumnya yang telah dimiliki Ef-Art

Enterprise ditambah mencari daftar nama calon undangan di

internet. Akhir April

2014

Membuat undangan dan katalog untuk

pameran, banner, prasasti serta backdrop Ada ketidakcocokan dari konsep undangan yang dibuat Merevisi konsep undangan agar sesuai dengan saran Kapolri

Awal Mei 2014

Mengirim undangan pameran melalui pos kilat maupun diantar langsung ke alamat potential buyers Ada beberapa undangan yang kembali dikarenakan berbagai alasan

Mengganti nama atau alamat dari undangan tersebut dengan nama maupun alamat lain dari potential buyers 22 Mei

2014

Penyelenggaraan “Malam Pagelaran Seni Lukis Firdaus Alamhudi : Padamu Negeri” yang dibuka

oleh Kapolri Bapak Jend (Pol) Sutarman

di Hotel Le-Meridien, Jakarta

Kapolri hanya memiliki waktu hadir selama 1,5 jam

saja, dikarenakan tiba-tiba harus memenuhi jadwal acara lainnya. Meringkas jadwal acara pameran sehingga esensi dari acara pameran dapat

optimal

Akhir Mei 2014

Melakukan penagihan terhadap pembeli lukisan dari

Beberapa pembeli sedang berada di luar

kota / luar negeri

Terus dilakukan penagihan dengan berkoordinasi dengan

acara pameran yang telah

diselenggarakan

sekretaris, staf maupun keluarga dari

pembeli lukisan tersebut. Pertengahan Juni 2014 Melakukan pengantaran lukisan ke alamat rumah maupun kantor dari

pembeli

Beberapa pembeli masih disibukkan dengan kegiatan sehari-hari sehingga

tidak bisa secara langsung bertemu untuk serah terima lukisan yang dibeli

Melakukan serah terima lukisan kepada

pihak yang diwakilkan oleh pembeli, seperti sekretaris, staf maupun keluarga pembeli lukisan Awal Juli 2014 Diterima menghadap secara langsung oleh

Kapolri untuk memberikan laporan

tertulis perihal kegiatan pameran lukisan yang telah diselenggarakan. Awal

Agustus

Bekerja sama dengan balai lelang Masterpiece untuk

memasok lukisan pada lelang di

Jakarta

Tidak semua lukisan yang ditawarkan diikutsertakan dalam acara lelang tersebut

Mengganti lukisan yang tidak jadi diikutsertakan dengan lukisan-lukisan lainnya Akhir September Menyewa booth / stand bazaar di Jakarta Convention Center (JCC) Pengunjung yang datang masih kurang

banyak pada hari H

Menyebarkan undangan dan promosi melalui sosial

media sehingga pada hari berikutnya

pengunjung yang datang bertambah

banyak Pertengahan

Oktober

Bekerja sama dengan manajemen gedung World Trade Center,

Jakarta untuk menyelenggarakan

pameran lukisan

Animo pengunjung tinggi pada hari kerja

saja, dikarenakan merupakan gedung

perkantoran

Membuat acara pameran 4 hari saja,

sejak hari Selasa hingga Jumat Akhir Oktober 2014 Melakukan penagihan terhadap pembeli lukisan dari acara pameran yang

telah diselenggarakan

Beberapa pembeli sedang berada di luar

kota / luar negeri

Terus dilakukan penagihan dengan berkoordinasi dengan

sekretaris, staf maupun keluarga dari

pembeli lukisan tersebut. Pertengahan November 2014 Melakukan pengantaran lukisan ke alamat rumah maupun kantor dari

pembeli

Beberapa pembeli masih disibukkan dengan kegiatan sehari-hari sehingga

tidak bisa secara langsung bertemu untuk serah terima lukisan yang dibeli

Melakukan serah terima lukisan kepada

pihak yang diwakilkan oleh pembeli, seperti sekretaris, staf maupun keluarga pembeli lukisan Awal Desember 2014 Membuat proposal permohonan pembukaan pameran lukisan oleh Menteri

ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Republik

Penentuan rencana tanggal pelaksaan pameran belum pasti

Ef-Art Enteprise harus pro aktif untuk

mendapatkan informasi jadwal kosong Menteri ke

staf kementrian ESDM. Lalu

Indonesia Bapak Sudirman Said

MBA.

mencocokkan jadwal kosong Menteri dengan jadwal kosong

kesediaan ruang hotel Pertengahan

Desember 2014

Menteri ESDM (Energi dan Sumber

Daya Mineral) Republik Indonesia

Bapak Sudirman Said MBA. setuju

untuk membuka acara pameran

tersebut

Pameran tidak jadi diselenggarakan dikarenakan adanya

kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Presiden Bapak Joko

Widodo

Rencana pameran dibatalkan karena dikhawatirkan terjadi

hal yang tidak diinginkan diakibatkan suhu politik yang sedang

memanas Pertengahan Januari 2015 Menyelenggarakan lelang lukisan sekaligus seminar “Seni Rupa Sebagai Alternatif Instrumen

Investasi”

Banyak hadir pengusaha muda

yang selama ini belum menganggap lukisan sebagai investasi Memberikan masukan maupun edukasi dengan perbandingan sehingga lukisan dapat diterima sebagai

alternatif investasi Akhir

Februari 2015

Bekerja sama dengan balai lelang Treasures untuk memasok lukisan

pada lelang di Jakarta

Tidak semua lukisan yang ditawarkan diikutsertakan dalam acara lelang tersebut

Mengganti lukisan yang tidak jadi diikutsertakan dengan

lukisan-lukisan lainnya

Pertengahan Maret 2015

Bekerja sama dengan balai lelang Treasures untuk memasok lukisan

pada lelang di Jakarta

Tidak semua lukisan yang ditawarkan diikutsertakan dalam acara lelang tersebut

Mengganti lukisan yang tidak jadi diikutsertakan dengan

lukisan-lukisan lainnya

Awal April 2015 Membuat Website usaha www.efartenterprise. com Proses membuat database lukisan dalam galeri yang

tidak sebentar Mencicil input database lukisan berdasarkan alphabet Pertengahan April 2015

Bekerja sama dengan balai lelang Masterpiece untuk memasok lukisan pada lelang di Singapura Proses pembayaran yang cukup lama atas hasil lukisan yang terjual (-/+ 1

bulan penagihan)

Aktif dalam melakukan penagihan atas hasil lukisan yang

laku terjual Awal Mei 2015 Membuat katalog lukisan untuk penawaran lukisan secara konvensional Penyebaran katalog seputar wilayah Jakarta Ditargetkan untuk menambah cakupan penyebaran katalog diluar wilayah Jakarta Awal Mei

2015

Membuat proposal permohonan pembukaan pameran

lukisan oleh Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Bapak KPH.H Japto. S. Soerjosoemarno, S.H. Penentuan rencana tanggal pelaksaan pameran belum pasti

Ef-Art Enteprise harus pro aktif untuk

mendapatkan informasi jadwal kosong Bapak Japto secara languns. Lalu mencocokkan jadwal

kosong tersebut dengan jadwal kosong

kesediaan ruang hotel Awal Mei

2015

Diterima menghadap Bapak Japto untuk

membicarakan kegiatan pameran

Bapak Japto setuju untuk membuka pameran namun hingga awal bulan Juni harus pergi ke

luar kota maupun luar negeri

Berkoordinasi dengan staf maupun keluarga

dari Bapak Japto untuk meminta daftar nama potential buyers

Awal Mei 2015 Membuat undangan pameran Awal s/d Akhir Mei 2015 Mengirim undangan pameran melalui pos kilat maupun diantar langsung ke alamat potential buyers Ada beberapa undangan yang kembali dikarenakan berbagai alasan

Mengganti nama atau alamat dari undangan tersebut dengan nama maupun alamat lain dari

potential buyers Awal Juni

2015

Membuat katalog, backdrop, banner dan prasasti pameran

Terdapat masalah perbedaan warna dari desain awal katalog dengan hasil

contoh katalog di percetakan Menggunakan jasa percetakan yang lainnya 10 Juni 2015 Penyelenggaraan “Malam Pagelaran The Spirit Of Indonesian Paintings” yang dibuka oleh Bapak

KPH.H. Japto S.Soerjosoemarno, S.H. Jumlah pengunjung potential buyers hanya (+/-) 50 % Dari 150 nama undangan yang disebar Memaksimalkan penjualan lukisan dari

jumlah pengunjung yang datang dengan cara mengoptimalkan kinerja pemandu pameran Pertengahan Juni 2015 Melakukan penagihan terhadap pembeli lukisan dari acara pameran yang

telah diselenggarakan

Beberapa pembeli sedang berada di luar

kota / luar negeri

Terus dilakukan penagihan dengan berkoordinasi dengan

sekretaris, staf maupun keluarga dari

pembeli lukisan tersebut. Pertengahan s/d akhir Melakukan pengantaran lukisan Beberapa pembeli masih disibukkan Melakukan serah terima lukisan kepada

Juni 2015

ke alamat rumah maupun kantor dari

pembeli

dengan kegiatan sehari-hari sehingga

tidak bisa secara langsung bertemu untuk serah terima lukisan yang dibeli

pihak yang diwakilkan oleh pembeli, seperti sekretaris, staf maupun keluarga pembeli lukisan 6.2 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis Ef-Art Enterprise dalam dunia bisnis seni rupa : 1. Melihat peluang pasar seni rupa di Indonesia yang besar dan masih sangat

berpeluang untuk berkembang, maka bisa dikatakan bisnis dalam dunia seni rupa menjanjikan keuntungan (profit) yang baik.

2. Seni rupa (lukisan) dapat dijadikan sebagai instrumen alternatif dalam investasi yang pertumbuhan nilainya tidaklah kalah dengan instrumen investasi tradisional lainnya, seperti tabungan dan deposito di bank, investasi emas, investasi perdagangan mata uang asing (forex). Edukasi yang intens terhadap masyarakat sangatlah diperlukan untuk mengenalkan karya seni lukisan sebagai salah satu instrument investasi alternative.

3. Pendapatan pelukis rata-rata masih rendah bila dibandingkan harga lukisan yang dihasilkan.

4. Belum ada perusahaan yang mau menjamin orisinalitas dari karya lukisan yang

dipasarkan.

5. Ef-Art Enterprise sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bisnis seni rupa masih sangat berpeluang untuk berkembang kearah yang lebih baik, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan tren positif.

6.3 Saran

1. Berdasarkan jumlah pendapatan per tahun, sebaiknya Ef-Art Enterprise melebarkan sayap networking dengan membuka cabang perwakilan ke

negara-negara tetangga yang memiliki pasar seni rupa tinggi seperti Singapura, Cina, Hongkong dan Malaysia.

2. Sebaiknya Ef-Art Enterprise bekerja sama dengan unsur pemerintahan (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) dengan membuat suatu sistem database untuk mendata seluruh pelukis-pelukis Indonesia, baik yang lampau hingga sekarang sehingga dapat mendata nilai investasi suatu karya pelukis. 3. Membuat kerjasama yang sama-sama menguntungkan antara Ef-Art Enterprise

dan pelukis atau keluarga pelukis.

4. Mengoptimalkan promosi karya seni rupa dengan lebih rutin mengadakan pameran dan lelang seni rupa (lukisan), seminar tentang seni rupa, bekerja sama dengan media, baik media cetak maupun elektronik serta memaksimalkan penggunaan media sosial.

5. Bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk menyediakan fasilitas forensik untuk mengetes keaslian dari suatu karya lukisan dilihat dari unsur materialnya.

6. Memberikan pilihan pembayaran secara kredit (cicilan) terhadap karya seni (lukisan) yang dipasarkan.

Dalam dokumen BAB 5 RENCANA KEUANGAN (Halaman 35-43)

Dokumen terkait