46
6) Mengatur dan mengawasi penggunaan instalasi komputer di lingkungan cabang utama.
h) Penyelia Pelayanan Nasabah
Sebagaimana dimaksud pada butir di atas, mempunyai tugas-tugas pokok:
1) Menyelesaikan permohonan nasabah dan calon nasabah dalam hubungannya dengan penjualan produk dan jasa bank.
2) Mengusahakan secara aktif bertambahnya nasabah baru dengan kerjasama dengan pemasaran dana.
3) Memberikan pelayanan permohonan referensi bank dan penyewaan save deposit box.
4) Melaksanakan administrasi operasi di bidang giro, tabungan, deposito dan sertifikat deposito.
5) Berkoordinasi dengan pengelola bisnis kartu kantor pusat dalam melayani pemohonan kartu ATM dari nasabah.
B. Implementasi kaf>alah dalam bank garansi di Bank Jatim Syariah Cabang Sidoarjo
Dalam transaksi jaminan pelaksanaan terhadap bank garansi pihak Bank
Jatim Syariah bertindak sebagai penanggung (kafil) dimana Bank Jatim
Syariah akan menanggung pembayaran kepada pihak penerima jaminan (makful lahu) apabila dalam proyek pihak nasabah (makful anhu) melakukan wanprestasi.
47
Penyediaan layanan penerbitan bank garansi didasarkan pada akad kaf>alah bil ujrah. Kaf>alah bil ujrah adalah kesanggupan seseorang (bank) untuk mengganti atau menanggung kewajiban hutang orang lain apabila orang tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya.
Dengan pemberian jaminan berupa bank garansi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan bagi pihak yang bertransaksi untuk mendapatkan hak-haknya sesuai dengan perjanjian/ kontrak yang disepakati antara kedua belah pihak. Lebih dari itu, pemberian jaminan dilakukan dengan akad sesuai syariah.
Tabel 3.1
Skema penerbitan bank garansi
Bank (penjamin)
Kontraktor (terjamin) Pemilik Proyek
((Penerima Jaminan) 5a 5b 6 3 2 7 8 1 4
48
Penjelasan:
1) Kontraktor dan penerima jaminan menandatangani kontrak atas suatu
pekerjaan ataupun proyek, dimana bouwheer ini memberikan syarat
kepada terjamin agar mampu mengerjakan pekerjaan atau proyek yang diberikannya dengan sesuai yang diinginkan tanpa melakukan kesalahan/wanprestasi ataupun tidak menyelesaikan pekerjaannya.
Maka dari itu bouwheer membutuhkan surat jaminan berupa bank
garansi.
2) Kontraktor mengajukan penerbitan bank garansi kepada bank.
Kontraktor membawa tanda bukti atas permintaan dari bouwheer
berupa perjanjian kontrak antara bouwheer dan kontraktor sebagai
salah satu tanda bukti agar bank bersedia untuk menerbitkan bank garansi yang diminta oleh kontraktor. Dan hal ini yang menjadi pertimbangan bank apakah bank akan menerbitkan bank garansi yang diminta oleh kontraktor atau tidak akan menerbitkan bank garansi tersebut.
3) Apabila syarat dan ketentuan sudah terpenuhi dan permohonan kontraktor disetujui, maka bank akan menerbitkan bank garansi asli, bank garansi asli ini kemudian diberikan kepada kontraktor, dan disinilah bank akan menentukan ujrah/fee sebagai administrasi jasa yang telah dilakukan oleh pihak bank kepada nasabahnya, karena dalam bank garansi tersebut sudah disebutkan segala aspek yang harus dicantumkan dalam bank garansi termasuk biaya yang harus
49
dipenuhinya, serta jaminan yang harus diberikan kepada bank agar suatu waktu kontraktor melakukan wanprestasi atau tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya tersebut, maka jaminan itu yang akan menjadi ganti dari pembayaran tersebut.
4) Kemudian kontraktor meneruskan bank garansi kepada bouwheer,
untuk menjamin kewajibannya melaksanakan pekerjaan yang diperjanjikan. Di sinilah manfaat bank garansi yang akan menjadikan bouwheer lebih tenang ketika memasrahkan pekerjaannya atau proyek kepada kontraktor, karena bouwheer tidak ingin rugi jika terjadi wanprestasi atau kesalahan dalam pekerjaan tersebut, dan kontraktor akan lebih bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya, karena hal ini sebagai tantangan yang harus dihadapi oleh kontraktor.
5) a) Ketika tanggal jatuh tempo habisnya bank garansi dan kontraktor dapat memenuhi semua kewajibannya kepada pemilik proyek, maka pemilik proyek mengembalikan bank garansi asli kepada bank melalui kontraktor.Dan kontraktor berhak mendapatkan penghargaan/prestasi atas pekerjaan yang telah diselesaikannya tanpa adanya wanprestasi ataupun kesalahan dalam memenuhi pekerjaannya tersebut.
b)Ketika tanggal jatuh tempo dan kontraktor mengalami wanprestasi, maka pemilik proyek mengajukan bank garansi kepada bank guna mencairkan dana yang telah diperjanjikan sebelumnya oleh kontraktor.
50
6) Bank melakukan pembayaran kepada pemilik proyek atas terjadinya wanprestasi yang dilakukan oleh kontraktor. Pada tahap inilah penilaian masyarakat terhadap bank sendiri, apakah bank juga mampu memenuhi janjinya dalam perjanjian yang telah dibuatnyaagar menjaga nama baik dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap bank, karena jika bank tidak mampu untuk membayar kepada pemilik proyek secara benar, hal ini yang akan menjatuhkan citra Bank Jatim Syariah tersebut, maka dari itu, terlihat jelas professionalitas Bank Jatim Syariah ketika mampu memenuhi janjinya sebagai penjamin bank atas permintaan dari kontraktor, dan hal inilah yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan rasa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim Syariah agar selalu mendukung keberadaannya.
7) Bank melakukan penagihan kepada kontraktor dengan cara mengambil jaminan yang telah diserahkan kepada bank pada saat awal pengajuan penerbitan bank garansi tersebut, karena jaminan ini merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh kontraktor supaya bank garansi dapat diterbitkan oleh bank.
8) Kontraktor membayar (mengganti pembayaran klaim yang telah dilakukan oleh bank) kepada bank berupa jaminan tersebut berupa cash collateral.
51
Ada syarat dalam ketentuan mengajukan permohonan bank garansi yang harus dipenuhi.
1) Ada ketentuan yang harus dipenuhi dalam mengajukan fasilitas kaf>alah
pada bank garansi dari hasil wawancara dengan Bapak Tono.4
“Pertama nasabah harus mempunyai rekening giro aktif minimal 6 bulan, kemudian nasabah mengajukan dan memenuhi persyaratan awal pelaksanaan bank garansi, setelah itu bank menyerahkan surat pengajuan nasabah kepada pihak marketing untuk di analisis.
Setelah dilakukan analisis oleh bagian marketing baik analisa mengenai 5 C maupun analisa mengenai kontrak, ditambah dengan keterangan mengenai nominal biaya administrasi yang diberikan oleh nasabah atas penerbitan jaminan pelaksanaan tersebut”.
Adapun persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh nasabah terkait pembiayaan bank garansi pada Bank Jatim Syariah dari hasil
wawancara dengan Bapak Tono.5
“Pertama nasabah harus membayar biaya-biaya yang timbul dari administratifnya, kedua, pembayaran klaim yaitu klaim yang diajukan bersama kepada pemilik proyek, lalu bank akan membayar sesuai yang tertera pada bilyet pada warkatnya itu sesuai dengan nominalnya yang tertera. Sesudah berjanji untuk pembayaran kemudian nasabah setuju untuk memiliki kewajiban untuk membayar kembali dengan nominal yang sudah disetujui tersebut”.
Sementara itu biaya administrasi penerbitan bank garansi di tentukan berdasarkan besarnya plafon yang diminta jika jangka waktu yang diminta lebih dari 12 bulan. Adapun ketentuannya:
4 Tono, Wawancara, Sidoarjo, 14 Mei 2017 5 Ibid
52
Tabel 3.2
Biaya Penerbitan Bank Garansi a) Biaya Administrasi penerbitan
bank garansi :
Penawaran
Selain Penawaran
Rp. 200.000
Rp. 300.000 b) Biaya provisi penerbitan bank
garansi:
Tarif minimum biaya provisi Rp. 50.000 c) Dana berasal dari APBN, APBD,
BUMN dan BUMN dikenakan tarif: Jk wkt s/d 3 bulan Jk wkt >3 bln s/d 6 bln Jk wkt > 6 bln s/d 9 bln Jk wkt > 9 bln s/d 12bln Jk wkt diatas 12 bln 0,25% x (nominal BG) 0,50% x (nominal BG) 0,75% x (nominal BG) 1,00% x (nominal BG)
Dikenakan tarif proporsional d) Dana berasal dari swasta
dikenakan tarif: Jk wkt s/d 3 bulan Jk wkt >3 bln s/d 6 bln Jk wkt > 6 bln s/d 9 bln Jk wkt > 9 bln s/d 12bln Jk wkt diatas 12 bln 0,50% x (nominal BG) 1,00% x (nominal BG) 1,75% x (nominal BG) 2,00% x (nominal BG)
Dikenakan tarif proporsional
Ada ketentuan pada jenis bank garansi yang diajukan jika nasabah memilih garansi penawaran dengan jangka waktu diatas 12 bulan maka bank menentukan keuntungan 5% dari jumlah plafon nasabah dan jika nasabah memilih garansi selain penawaran maka bank tidak mendapat keuntungan hanya saja jumlah plafon dari nasabah akan di endapkan 100%.
53
Setelah menerima pemohonan bank garansi dari nasabah, petugas bank garansi melakukan agenda pemohonan pada buku agenda untuk mendapatkan nomor akad bank garansi. Selanjutnya petugas melakukan pembahasan bank garansi dan verifikasi base data nasabah yang bertujuan untuk meminimalisir kesalahan data dari nasabah maupun data bank.
Hasil dari surat pemohonan bank garansi yang sudah dibahas
sebelumnya akan diserahkan kepada account officer untuk pengimputan
ke data base bank, sedangkan base data yang telah di verivikasi diserahkan kepada petugas Sistem Informasi Debitur (SID) untuk mencetak laporan SID perusahaan tersebut. Laporan SID tersebut digunakan untuk pengecekan nasabah bermasalah yang tercantum dalam data blacklist Bank Indonesia. Apabila dari hasil SID tersebut menunjukkan nasabah tersebut tidak bermasalah maka petugas bank garansi akan mengeluarkan akad dan polis bank garansi.
Pihak penjamin juga harus memperhatikan apakah nominal biaya administrasi yang diberikan oleh nasabah tersebut sesuai dengan tarif yang dikehendaki. Apabila nominal biaya administrasi yang diberikan oleh nasabah masih kurang dari tarif yang dikehendaki, maka pihak komite mengembalikan kepada marketing yang selanjutnya pihak marketing melakukan burgaining kepada nasabah jaminan pelaksanaan untuk menyesuaikan nominal biaya administrasi dengan tarif yang ada. Tetapi apabila nilai nominal biaya administrasi telah sesuai dengan tarif yang ada, dan analisa terhadap 5 C dan analisa terhadap kontrak tidak ada
54
masalah, maka komite pembiayaan mengeluarkan surat persetujuan prinsip penyediaan fasilitas kaf>alah /performace bond.
Setelah pihak komite pembiayaan memutuskan untuk memberikan
fasilitas kaf>alah kepada nasabah pemohon, maka langkah selanjutnya
adalah dengan penandatanganan akad sekaligus pengikat kontrak jaminan, yaitu dengan cara memblokir rekening giro atau deposito 100% dari uang nasabah atau dengan menyerahkan fiks aset 100% atau bisa juga menggunakan asuransi. Jika terjadi resiko dalam pelaksanaannya,maka nasabah yang menyerahkan setor jaminan 100% dengan cara bank akan menutup dana bank garansi yang gagal tersebut. Jika nasabah menggunakan asuransi maka dari pihak asuransi yang akan menutup terjadinya bank garansi yang gagal.
Sedangkan jika cara keduanya tidak, maka nasabah menyerahkan jaminan fiks aset berupa rumah yang dapat dijual untuk menutup bank garansi yang gagal. Akad yang digunakan dalam pinjaman adalah dengan akad kaf>alah. Pihak-pihak yang terlibat adalah bagian legal, marketing dan nasabah pemohon itu sendiri. Pembayaran atas biaya-biaya yang timbul dari penerbitan jaminan pelaksanaan tersebut pada saat pengikatan akad.
2) Tahap penyelesaian pemberian kaf>alah
Dalam tahap penyelesaian ini terdapat 2 macam peneylesaian yaitu penyelesaian jaminan pelaksanaan tanpa klaim dan penyelesaian jaminan pelaksanaan dengan klaim:
55
a) Penyelesaian jaminan pelaksanaan tanpa klaim
Penyelesaian jaminan pelaksanaan tanpa klaim adalah apabila pihak bouwheer tidak mengajukan klaim kepada Bank Jatim Syariah sampai dengan 14 hari kalender setelah berakhirnya jaminan pelaksanaan. Apabila jaminan pelaksanaan tersebut telah berakhir dan segala sesuatunya telah diselesaikan, maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Bank garansi yang asli dikembalikan kepada Bank Jatim Syariah sebagai penerbit segera setelah selesai masa klaim garansi berakhir.
2) Setelah bank garansi diterima, dicocokan nomor, tanggal, nominal dan keperluan bank garansi dengan copy yang ada di Bank Jatim Syariah sebagai arsip maka selanjutnya penyelesaian dan pengembalian kontrak jaminan kepada pemohon atau
nasabah dapat dilaksanakan.6
b) Penyelesaian jaminan pelaksanaan dengan klaim
Penyelesaian dengan klaim ini terjadi apabila pihak yang dijamin tidak dapat menyelesaikan atau melaksanakan seluruh kewajiban seperti yang telah tercantum dalam perjanjian atau dengan kata lain pihak yang dijamin wanprestasi. Adapun hal-hal yang dilakukan oleh bank apabila si terjamin ternyata wanprestasi adalah:
1) Jaminan pelaksnaan dicairkan melalui penyediaan pinjaman kaf>alah.
56
2) Pihak Bank Jatim Syariah melakukan penagihan kepada si terjamin agar melaksanakan kewajibannya.
3) Apabila pihak terjamin tidak sanggup melaksanakan kewajibannya sebagaimana klaim yang diajukan oleh bouwheer, maka pihak Bank Jatim Syariah melakukan likuidasi jaminan. 3) Larangan dan Batasan dalam Pemberian Bank Garansi.
1) Larangan dalam pemberian bank garansi.
a) Untuk melindungi serta memberikan kepastian hukum terhadap masyarakat yang menerima bank garansi maka bank tidak boleh melakukan:
Syarat yang terlebih dahulu harus dipenuhi untuk berlakunya
bank garansi tersebut.
Ketentuan bahwa bank garansi dapat diubah / dibatalkan secara
sepihak, misalnya oleh bank atau pihak yang dijamin.
Kata yang dapat diartikan perubahan tanggal berakhirnya bank
garansi.
b) Bank dilarang memberikan bank garansi untuk kredit yang diberikan atau untuk dana yang diterima oleh bank lain.
Larangan tersebut bertujuan melindungi kepentingan masyarakat dan bank dalam melaksanakan asas-asas perbankan yang sehat, serta untuk menjaga kepercayaan terhadap bank garansi itu sendiri.
2) Batasan waktu dalam pengajuan klaim bank garansi
a. Batas waktu pengajuan klaim Bank garansi apabila timbul wanprestasi paling cepat sejak terjadi wanprestasi dan paling lambat 30 hari kalender setelah berakhirnya jangka waktu bank garansi.
57
b. Khusus untuk bank garansi yang mengajukan pada Format dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP), batas waktu pengajuan klaim bank garansi apabila timbul wanprestasi selambat-lambatnya 14 hari kalander setelah berakhirnya jangka waktu bank garansi.
c. Apabila klaim yang diajukan sudah melewati batas waktu tersebut diatas, maka pengajuan klaim dinyatakan tidak berlaku lagi dan tidak dapat diterima.
Penyelesaian bank garansi tanpa klaim, berakhir apabila, batas tanggal berkhirnya masa klaim bank garansi telah dilampaui tanpa ada klaim, berakhirnya/ selesainya perjanjian pokok, yakni perjanjian/ kontrak yang dijamin oleh bank garansi tersebut telah selesai dilaksanakan.
Contoh kasus 1:
Pada tanggal 12 Juli 2017 PT. Almultazam Utama Nusantara mengajukan fasilitas kaf>alah berupa jasa pelaksanaan kepada Bank Jatim Syariah guna menjamin penyelenggaraan perjalanan Ibadah Umroh sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Setelah melakukan permohonan, maka pihak bank melakukan analisa terhadap pengajuan tersebut. Setelah diketahui hasil analisa tersebut dan dinyatakan pengajuan tersebut dapat dikabulkan, maka pada tanggal 7 Agustus 2017 pihak bank memberikan
surat persetujuan prinsip fasilitas kaf>alah performance bond dengan
keterangan didalamnya yaitu mengenai plafon pembiayaan kaf>alah
58
Utama Nusantara, kegunaan dari performance bond tersebut adalah untuk
menjamin penyelenggaraan perjalanan Ibadah Umroh dengan surat keputusan penunjukan, jangka waktu 48 bulan, biaya administrasi pengajuan Rp 300.000,- dan biaya provisi Rp 50.000,-. dan jika masa waktu pengajuan pelaksanaan 48 bulan, maka setor jaminannya 100% dan biaya materai Rp 6.000,-. Jadi PT. Almultazam Utama Nusantara cuma membayar Rp. 350.000.
Contoh kasus 2:
Pada tanggal 15 November 2017 PT. Abirawa Setia Sejahtera mengajukan fasilitas kaf>alah Penawaran berupa barang kepada Bank Jatim Syariah guna menjamin Pekerjaan Pembangunan Rehabilitasi Poliklinik Sier sebesar Rp 9.000.000,-. Setelah melakukan permohonan, maka pihak bank melakukan analisa terhadap pengajuan tersebut. Setelah diketahui hasil analisa tersebut dan dinyatakan pengajuan tersebut dapat dikabulkan, maka pada tanggal 23 November 2017 pihak bank memberikan surat persetujuan prinsip fasilitas kaf>alah penawaran dengan keterangan didalamnya yaitu
mengenai plafon pembiayaan kaf>alah penawaran sebesar Rp. 9.000.000 atas
nama PT. Abirawa Setia Sejahtera, kegunaan dari penawaran tersebut adalah untuk menjamin Pekerjaan Pembangunan Rehabilitasi Poliklinik Sier dengan surat keputusan penunjukan, jangka waktu 3 bulan, dengan biaya administrasi pengajuan Rp 200.000,- dan biaya provisi Rp 50.000,-. dengan 0,25% dan biaya materai Rp 6.000,-. Jadi PT. Abirawa Setia Sejahtera membayar Rp. 250.000 dan 0,25%x Rp 9.000.000 = Rp. 22.500,-.
59
C. Implementasi kaf>alah dalam mengatasi wanprestasi pada Bank Jatim
Cabang Syariah Sidoarjo
Wanprestasi dapat diartikan sebagai tidak terlaksannya prestasi karena kesalahan debitur baik karena kesengajaan atau kelalaian. Pada dasarnya wanprestasi tidak timbul secara tiba-tiba namun sering kali didahului oleh tanda-tanda penyimpangan seperti keterlambatan pembayaran angsuran oleh nasabah (debitur) yang kemudian menyebabkan timbulnya pembiayaan bermasalah. Adapun implikasi pada
Perbankan tidak dapat menghindari pembiayaan bermasalah. Suatu pelaksanaan perjanjian dikatakan bermasalah pada awalnya ditandai dengan adanya tanda-tanda dari nasabah yang dijamin mengalami kesulitan financial atau karena terjadinya musibah yang dialami oleh nasabah. Walaupun berbagai usaha telah dilakukan untuk mencegah pembiayaan bermasalah tersebut belum menutup kemungkinan terjadinya pembiayaan bermasalah dimasa mendatang.
Adapun dampak fasilitas kafalah pada produk bank garansi pada Bank Jatim Syariah:
a. Dengan diterbitkannya bank garansi, pihak terjamin berkewajiban dan bertanggung jawab untuk membayar hutang yang timbul akibat dibayarkannya klaim bank garansi kepada penerima jaminan oleh bank b. Apabila bank garansi, atas permintaan pihak terjamin diterbitkan
untuk dan atas nama pihak lain, maka pihak penerima jaminan bertanggung jawab untuk membayar kembali kepada bank, seluruh
60
kewajiban yang timbul akibat klaim yang dibayarkan kepada penerima jaminan.
c. Bank hanya berkewajiban membayar klaim maksimal sejumlah yang tertera dalam bank garansi, setelah dipenuhinya syarat-syarat yang tercantum dalam bank garansi.
d. Bank berhak menetapkan besarnya jaminan yang harus diberikan kepada penerima jaminan, baik dalam bentuk uang tunai maupun lainnya, atas penerbitan bank garansi.
e. Pengajuan klaim dapat diajukan segera setelah timbulnya wanprestasi dengan batas pengajuan terakhir sekurang-kurangnya 14 hari setelah timbulnya wanprestasi dan selambat-lambatnya 30 hari setelah berakhirnya bank garansi tersebut.
f. Jaminan yang diberikan kepada pihak terjamin bank garansi berakhir apabila:
Pihak terjamin telah memenuhi kewajibannya meskipun jangka
waktu bank garansi berakhir.
Jangka waktu berlakunya klaim telah berakhir tanpa adanya
pengajuan klaim dari pihak penerima jaminan.
Adanya pernyataan tentang telah selesainya perhitungan jaminan
bank sebelum berakhirnya janka waktu jaminan (harus ditandatangani oleh pihak yang dijamin dan terjamin diatas kertas bermaterai).
61
Pemberian kaf>alah yang dilakukan oleh Bank Jatim Syariah, pada umumnya berjalan mulus tanpa ada kendala-kendala yang sifatnya sulit dipecahkan. Umumnya kendala yang sering timbul adalah kendala yang mudah mudah untuk diselesaikan. Dari beberapa permasalahan yang timbul, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi. Permasalahan di antara kedua pihak yaitu pihak nasabah selaku pihak yang dijamin dengan pihak yang menerima jaminan. Permasalahan yang terjadi yaitu:
1. Mengenai klaim yang diajukan oleh pihak penerima jaminan kepada Bank Jatim Syariah. Klaim tersebut diajukan oleh penerima jaminan dengan alasan bahwa pihak yang dijamin atau nasabah tidak melakukan prestasi sesuai dengan yang diperjanjikan atau terjamin dianggap telah wanprestasi. Sedangkan pihak yang dijamin atau nasabah sendiri menyangkal adanya wanprestasi yang dilakukan olehnya dan nasabah merasa sudah melakukan prestasi yang telah diperjanjikan.
Beberapa Penyelesaian yang dapat dilakukan apabila terjadi permasalahan seperti ini maka Bank Jatim Syariah yang pertama, akan melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak untuk melakukan musyawarah bersama dalam penyelesaian masalah yang terjadi agar tercapai kata mufakat di antara masing-masing pihak. Biasanya Bank Jatim Syariah bersediah membantu dalam hal musyawarah ini, tetapi musyawarah bisa juga dilakukan oleh para pihak tanpa keikutsertaan bank tersebut di dalamnya. Musyawarah yang dilakukan ini adalah
62
bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pihak untuk mencari jalan keluar sebelum jangka waktu kaf>alah berakhir.
Kedua, Apabila tidak juga sampai pada waktu jatuh tempo kafalah terlampaui dan bank belum menerima permintaan atau pemberitahuan secara tertulis tentang perubahan atau pembatalan tuntutan pembayaran kafalah maka bank segera akan melakukan pembayaran atau pencairan kafalah kepada pihak penerima kaf>alah.
Ketiga, jika kaf>alah telah dicairkan atau dibayarkan sampai dengan jatuh tempo dan tidak ada pemberitahuan pembatalan klaim maka bank melakukan langkah-langkah operasional terhadap nasabah yaitu melakukan pemberitahuan kepada nasabah secara tertulis tentang telah cairnya kaf>alah yang ia minta, dan diberitahukan pula kepada nasabah bahwa pencairan tersebut dilakukan karena adanya pengajuan klaim dari penerima jaminan karena nasabah dianggap telah melakukan wanprestasi.
Selanjutnya, bank akan memblokir dan memperhitungkan hutang atau kewajiban nasabah berupa giro milik nasabah maupun jaminan dalam bentuk lainnya. Namun apabila sebelum jatuh tempo kaf>alah, para pihak melakukan pemberitahuan atau pembatalan mengenai klaim maka sampai dengan kaf>alah jatuh tempo, bank tidak akan melakukan pembayaran pada pihak manapun, dan jaminan yang telah disetorkan oleh nasabah akan tetap menjadi milik nasabah.
63
2. Kaf>alah telah jatuh tempo tetapi surat asli kaf>alah belum dikembalikan oleh nasabah.
Beberapa penyelesaian apabila terjadi permasalahan semacam ini maka solusi yang dapat dilakukan oleh Bank Jatim Syariah akan memberitahukan kepada pihak yang dijamin atau nasabah untuk mengembalikan surat tersebut kepada Bank Jatim Syariah. Apabila sudah dilakukannya pemberitahuan namun nasabah belum juga melakukan pengembalian maka pihak bank akan menyegel dokumen kafalah tersebut yang masih tersimpan di bank dengan pernyataan tidak berlaku.
Kemudian nasabah diminta untuk menandatangani kertas bermaterai yang berisi keterangan bahwa nasabah tidak mampu menyerahkan kembali surat asli kaf>alah dengan diikuti penjelasan alasan-alasannya. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa nasabah atau pihak yang dijamin akan bertanggung jawab atas segala akibat yang
mungkin akan timbul karena tidak kembalinya surat kaf>alah asli
tersebut ke tangan bank. Maka sejak saat itu jaminan dapat diambil lagi oleh nasabah namun bank tidak akan bertanggung jawab lagi apabila terjadi sesuatu yang berkenaan dengan warkat kaf>alah yang pernah dimohonkan oleh nasabah tersebut.
Jika ada pihak yang merasa dirugikan akibat adanya wanprestasi bisa menuntut pemenuhan perjanjian, pembatalan perjanjian atau meminta ganti kerugian pada pihak yang melakukan wanprestasi. Ganti kerugiannya bisa