• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Hardware Controller Pada Scada untuk Sistem Cuci Mobil

Pada bagian ini akan dijelaskan implementasi hardware dari perancangan yang telah dibuat. Bagian ini terdiri dari proses penyemprotan air-1, penyemprotan sabun, penggosokan body mobil bagian kiri dan kanan, penggosokan body mobil bagian atas, penyemprotan air-2 serta proses pengeringan mobil. Keseluruhan hasil implementasi dapat dilihat pada gambar 4.15. Keterangan gambar 4.15 dapat dilihat dalam tabel 4.5.

Gambar 4.15 (a) Tampak samping, (b) Tampak depan, (c) Tampak belakang Tabel 4.5 Keterangan gambar 4.15

No Keterangan No Keterangan

1 Tombol start 10 Selang penyemprot air-2 2 Tombol stop 11 Kipas pengering atas 3 Belt penarik mobil 12 Kipas pengering kiri 4 Photodiode sensor 7 13 Kipas pengering kanan 5 Selang penyemprot air-1 14 Sensor water level float bak

penampung sabun 6 Selang penyemprot sabun 15 Bak penampung sabun 7 Penggosok kanan 16 Sensor water level float bak

penampung air 8 Penggosok kiri 17 Bak penampung air 9 Penggosok atas 12 Kipas pengering kiri

4.2.1 Hasil Implementasi Penarik Mobil

Implementasi penarik mobil terdiri dari pengait, pulley 20T diameter tengah 5 mm dan timing belt GT2 (panjang 1.44 m, lebar 6 mm, tebal 2 mm). Pulley dan belt digerakan motor DC dengan spesifikasi tegangan 12V dan kecepatan 539 rpm.

Implementasi hardware penarik mobil dapat dilihat pada gambar 4.16. Keterangan gambar 4.16 dapat dilhat pada tabel 4.6.

Gambar 4.16 Hasil Implementasi Penarik Mobil Tabel 4.6 Keterangan gambar 4.16

No Keterangan 1 Belt

2 Pengait 3 Pulley

4 Motor DC 12V

4.2.2 Hasil Implementasi Penyemprot Air-1, Penyemprot Sabun dan Penyemprotan Air-2

Penyemprot air-1, penyemprot sabun dan penyemprot air-2 dibuat dengan alumunium profile sebagai penampang selang yang sudah dilubangi dengan ukuran tinggi 20 cm dan lebar 20cm. Pompa dengan spesifikasi tegangan 12V dan flow 4 L/min digunakan sebagai pemompa air dari bak penampung yang akan memompa air ke tiap selang pada proses penyemprotan air-1, proses penyemprotan sabun dan proses

penyemprotan air-2. Pada implementasi bagian ini terdapat photodiode sensor-1, photodiode sensor-2 dan photodiode sensor-5 yang akan mendeteksi mobil sehingga akan menghentikan gerak motor penarik mobil lalu mengaktifkan pompa dari tiap bak penampung. Implementasi hadware penyemprot air-1, penyemprot sabun dan penyemprot air-2 dapat dilihat pada gambar 4.17. Keterangan gambar 4.17 dapat dilihat pada tabel 4.7.

Gambar 4.17 (a) Penyemprot Air-1 dan Penyemprot Sabun, (b) Penyemprot Air-2, (c) Pompa

Tabel 4.7 Keterangan gambar 4.17 No Keterangan

1 Selang penyemprot sabun 2 Selang penyemprot air-1 3 Photodiode sensor-1 4 Photodiode sensor-2 5 Selang penyemprot air-2 6 Photodiode sensor-5 7 Pompa penyemprot air-1 8 Pompa penyemprot sabun 9 Pompa penyemprot air-2

4.2.3 Hasil Implementasi Penggosok Kiri, Penggosok Kanan dan Penggosok Atas

Penampang motor DC penggosok kiri dan kanan mobil dibuat menggunakan akrilik berwarna hitam dengan panjang 5 cm, lebar 24 cm dan tebal 5 mm. Motor DC digunakan untuk menggerakkan brush penggosok kiri dan kanan adalah motor DC dengan spesifikasi tegangan 12V dan kecepatan 14700 rpm. Penampang motor DC penggosok mobil bagian atas juga dibuat menggunakan akrilik hitam dengan tebal 5 mm yang digabungkan dengan openbuild lalu digerakkan oleh motor stepper nema 17 dengan spesifikasi step angle 1.8°, besar arus 1.7A dan torsi 40 N.cm untuk menggerakkan penampang penggosok atas agar sesuai dengan ketiggian mobil yang dicuci. Sama seperti penggosok kiri dan kanan, motor DC dengan spesifikasi yang sama juga digunakan untuk menggerakkan brush penggosok atas mobil.

Pada implementasi bagian ini terdapat photodiode sensor-3 yang akan mendeteksi mobil sehingga menghentikan gerak penarik mobil lalu mengaktifkan motor DC penggsosok kiri dan kanan mobil. Saat mobil terdeteksi oleh photodiode sensor-3 motor stepper juga akan aktif berputar CW menggerakkan penampang motor DC penggosok atas sesuai dengan ketinggian mobil yang akan dicuci. Photodiode sensor-4 merupakan sensor yang akan mendeteksi mobil lalu menghentikan gerak penarik mobil dan mengaktifkan motor DC penggosok atas. Implementasi hardware penggosok kiri, kanan dan atas mobil dapat dilihat pada gambar 4.18. Keterangan gambar 4.18 dapat dilihat pada tabel 4.8.

Tabel 4.8 Keterangan gambar 4.18 No Keterangan

1 Penampang motor DC penggosok kiri dan kanan

2 Motor DC penggosok kiri 3 Motor DC penggosok kanan 4 Motor DC penggosok atas

5 Penampang motor DC penggosok

Gambar 4. 18 Hasil Implementasi Penggosok Kiri, Kanan dan Atas Mobil

4.2.4 Hasil Implementasi Pengering Kiri, Pengering Kanan dan Pengering Atas

Penampang kipas DC pengering kiri, kanan dan atas mobil dibuat menggunakan akrilik berwarna hitam dengan ukuran panjang 10 cm, lebar 24 cm dan tebal 5 mm.

Kipas DC yang digunakan adalah kipas DC dengan spesifikasi tegangan 12V. Pada implementasi bagian ini terdapat photodiode sensor-6 yang berfungsi mendeteksi mobil sehingga menghentikan gerak penarik mobil lalu mengaktifkan kipas DC pengering kiri, kanan dan atas mobil. Photodiode sensor-7 juga berfungsi mendeteksi mobil sehingga menghentikan gerak penarik mobil lalu mengaktifkan motor stepper untuk berputar CCW kembali ke posisi awal. Implementasi hardware pengering kiri, kanan dan atas mobil dapat dilihat pada gambar 4.19. Keterangan gambar 4.19. dapat dilihat pada tabel 4.9.

Tabel 4.9 Keterangan gambar 4.19

No Keterangan No Keterangan

1 Penampang kipas pengering kanan 6 Kipas DC kiri

2 Kipas DC kanan 7 Photodiode sensor-6

3 Kipas DC atas 8 Photodiode sensor-7

4 Penampang kipas pengering atas 9 Penampang kipas pengering kanan 5 Penampang kipas pengering kiri

Gambar 4.19 Hasil Implementasi Pengering Kiri, Kanan dan Atas Mobil

4.2.5 Modul Relay sebagai Pemancing Sinyal Input Pada PLC

Gambar 4.20 Rangkaian Modul Relay ke Photodiode Sensor

Modul relay yang digunakan sebagai pemancing sinyal input pada PLC adalah modul relay 5 pin dengan spesifikasi tegangan input sebesar 12V. Jumlah relay yang digunakan sebanyak 7 relay, yang mana akan mengirim sinyal input ke PLC sesuai dengan jumlah photodiode sensor yang digunakan. Modul relay ini akan menangkap

sinyal dari photodiode sensor yang terhalang benda. Pemasangan photodiode sensor tanpa relay mengakibatkan PLC tidak dapat merespon sinyal yang ditangkap oleh sensor.

Modul photodiode sensor diaktifkan dengan tegangan 5V. Input dari relay akan dihubungkan pada pin DO (digital output) dari sensor, lalu output dari relay akan dihubungkan pada input PLC. Rangkaian modul relay ke photodiode sensor dapat dilihat pada gambar 4.20.

4.2.6 Modul Relay sebagai Penghubung Komponen Output ke PLC

Gambar 4.21Rangkaian Relay sebagai Penghubung Komponen Output ke PLC Relay yang digunakan sebagai penghubung komponen output ke PLC adalah relay 5 pin dengan spesifikasi tegangan input sebesar 12V. Jumlah relay yang digunakan sebanyak 7 relay, yang mana akan menghubungkan komponen output ke PLC.

Komponen output yang dimaksud adalah motor penarik mobil, pompa penyemprot air-1, pompa penyemprot sabun, motor penggosok kiri, motor penggosok kanan, motor penggosok atas dan pompa penyemprot air-2. Relay digunakan sebagai penghubung komponen output ke PLC karena menghubungkan komponen output secara langsung ke port output PLC dengan tipe keluaran transistor tidak disarankan sebab dapat merusak PLC. Rangkaian relay sebagai penghubung komponen output ke PLC dapat dilihat pada gambar 4.21.

4.2.7 Implementasi Rangkaian Pengering

Gambar 4.22 Impelementasi rangkaian pengering

Pada implementasi pengering digunakan kipas DC dengan spesifikasi tegangan 12V. Komponen relay tidak digunakan sebagai penghubung komponen kipas dc ke port output PLC dengan alasan konsumsi arus pada komponen kipas DC (0.15A) lebih kecil dibandingkan dengan switching arus pada port PLC (0.3A). Komponen output tetap dapat bekerja secara maksimal tanpa merusak PLC. Implementasi rangkaian pengering dapat dilihat pada gambar 4.22.

4.2.8 Tampilan Menu Input Ketinggian Penggosok Atas

Pada bagian ini dijelaskan tampilan menu untuk input ketinggian penggosok atas. Sistem ini menyediakan 3 tipe harga sesuai dengan 3 input ketinggian dari mobil yang akan dicuci. Untuk mobil tipe 1 dengan input ketinggian pertama akan dikenakan biaya Rp100.000, untuk mobil tipe 2 dengan input ketinggian kedua akan dikenakan biaya Rp200.000 dan untuk mobil tipe 3 dengan input ketinggian ketiga akan dikenakan biaya Rp300.000. Terdapat juga informasi tanggal dan waktu pencucian mobil.

Tampilan dari menu untuk input ketinggian penggosok atas dapat dilihat pada gambar 4.23.

Gambar 4.23Tampilan Menu Input Ketinggian Penggosok Atas

Dokumen terkait