• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Temuan Khusus Penelitian

2. Implementasi Komunikasi Guru dengan Kepala Madrasah

Komunikasi guru dengan Kepala Madrasah yang pertama-tama itu lewat rapat rutin yang dilaksanakan tiap dua minggu sekali, ketika ada tugas yang harus dikerjakan diluar dari program kerja akan dijelaskan di dalam rapat, dan jika tidak mengerti dengan tugas itu maka akan saya bertanya dengan tentang hal yang sampaikan dalam rapat. Selain rapat rutin kami juga ada briefing dengan guru dan

JULI

Penyusunan Roster mata pelajaran T.P 2018 – 2019

KBM

a. Kelas VII b. Kelas VIII c. Kelas IX

Menysusun jadwal kegiatan belajar dan mengajar T.P 2018 – 2019

Upacara Bendera

Rapat Persiapan Kegiatan Belajar dan Mengajar

Kepala Madrasah atau Kepala Madrasah apabila kurang penjelasan atau banyak yang belum paham dengan tugas yang disampaikan.

Sebagaimana wawancara beberapa guru wali kelas sepakat, yang pertama dijawab selaku wali kelas VII (pada tanggal 31 Juli 2019, jam 09.15 WIB) mengatakan;

“Pertama-tama kami melaksanakan rapat seluruh guru dan Kepala Madrasah untuk membahas tentang program kerja yang berisi aturan – aturan yang ada di Madrasah yang termasuk salah satunya tata tertib Madrasah, tugas pokok guru. Dalam rapat akan di bahas juga program kerja yang berisi kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ke depannya. Misalnya, saya Wali Kelas VII tugas saya mengelolah kelas / penanggung jawab kelas, mengumpulkan data-data / identitas siswa untuk pengisian daftar kelas, buku induk, buku penghubung, administrasi bimbingan dan penyuluhan, mengisi DKN, rapor, absensi siswa, mengelola ruangan belajar sehingga indah, bersih, rapi, dan meyenangkan, menyusun group belajar siswa di kelasnya dan kerja sama dengan guru bidang studi, memeriksa kelengkapan kelas, denah kelas, papan absensi siswa, buku absensi siswa, catatan kelas, pembagian tugas siswa, dan lain-lain, membuat catatan khusus tentang siswa, meneliti kebenaran absensi siswa di kelasnya serta memprosesnya melalui BP.

Dari paparan di atas Guru wali kelas VII tersebut menambahkan penjelasannya sebagaimana penjelasannya sebagai berikut :

”Selain itu wali kelas juga mempunyai tugas tambahan yaitu : mendata siswa, melihat kondisi siswa , memeriksa buku penghubung apa sudah di paraf guru bidang study, mengkoordinir uang buku dan kas, memeriksa apakah siswa sholat dhuha dan zuhur. Tugas-tugas ini juga penunjang pemberkasan sertifikasi saya, jadi kalau saya tidak mengerjakan tugas ini maka syarat-syarat berkas sertifikasi saya tidak terpenuhi, ketika saya tidak mengumpulkan pemberkasan maka sertifikasi saya akan terambat dan bisa tidak cair. Tugas saya juga seimbang dengan gaji yang saya dapatkan. Selain gaji dari Madrasah saya juga dapat gaji tamabahan sertifikasi.

Dalam implementasi komunikasi guru dengan Kepala Madrasah selaku wali kelas VII mengemukakan pendapatnya (pada tanggal 31 Juli 2019, jam 10.00 WIB), beliau mengatakan :

“Kami juga harus disiplin dalam bekerja, seperti datang ke Madrasah tepat waktu, masuk kelas harus tepat waktu, karena siswa saya banyak sedikit saja terlambat masuk kelas, maka anak-anak akan berkeliaran. Kami juga harus membuat media pembelajaran, minimalnya setiap hari tergantung materi yang di sampaikan. Saya mengerjakan itu tepat waktu karena pak

Kepala Madrasah juga melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan, misalnya media pembelajaran, pak Kepala Madrasah sendiri juga membuat media pembelajaran, dan tugas guru lainnya. Makanya, saya sebagai guru tidak bisa mengeluh dengan alasan tidak mengerjakan tugas sebagai guru. Pak Kepala Madrasah dapat paling awal dan pulang paling akhir, jadi tidak ada lagi alasan saya mengeluhkan tugas dan malu datang terlambat.

Dari paparan di atas ditambahkan oleh Guru wali kelas VII sebagaimana penjelasannya sebagai berikut :

Saya juga guru sertifikasi yang setiap bulannya akan di periksa kehadiran dan syarat pemberkasan sertifikasi saya. ketika saya sering tidak hadir dan terlambat, tugas tidak ada maka sertifikasi saya bisa tidak cair. Ikutserta mendapatkan pelatihan bahkan seminar, pembinaan, workshop dalam meningkatkan kinerja baik dari Madrasah atau di luar Madrasah sehingga memotivasi sayalah khusus untuk mengerjakan tugas. Selain gaji sertifikasi saya juga mendapatkan gaji dari Madrasah.

Hal senada juga disampaikan selaku wali kelas VIII (pada tanggal 31 Juli 2019, jam 11.00 WIB) beliau mengatakan;

“Setiap tugas guru yang sudah ada dalam program kerja, atau tugas tambahan selalu di rapatkan, sehingga setiap tugas itu terperinci dan jelas. Kami selalu rapat sekali dalam dua minggu. Dan ketika ada tugas yang tidak mengerti guru bisa menanyakkan langsung dalam rapat atau menanyakkan kawan kerjanya yang sudah paham. Kami juga ada briefing wali kelas dengan Kepala Madrasah,WKM untuk membicarakan tugas masing-masing secara rinci. Terkadang, kami sesama wali kelas saling menanyakan terlebih dahulu yang kurang jelas, baru ketika tidak dapat solusi kami menanyakkan langsung pada Kepala Madrasah.

Dari pernyataan di atas Guru wali kelas VIII menambahkan penjelasannya sebagaimana penjelasannya sebagai berikut :

Dalam melaksanakan tugas sebagai guru, saya mengerjakannya dengan tepat waktu, karena Kepala Madrasah saja mengerjakan tugasnnya sebagai guru yang mengajar di kelas juga membuat media, RPP, silabus, prota, prosem dan tugas lainnya. Kepala Madrasah juga memberikan contoh keteladanan datang tepat waktu ke Madrasah dan begitu juga mengerjakan tugas tepat waktu. Saya dan guru diberikan peluang oleh Kepala Madrasah untuk mengikuti seminar baik diluar maupun didalam Madrasah untuk meningkatkan kinerja atau juga profesionalisme sebagai guru sertifikasi. Kepala Madrasah melakukan evaluasi selalu mengkomunikasi kepada guru

tentang tugas yang harus dikumpulkan seperti laporan bulanan, setiap sekali sebulan. Kemudian menambahkan pendapatnya, beliau mengatakan :

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya kami mengadakan rapat setiap dua minggu sekali dan jika ada tugas atau informasi yang baru-baru dan kami belum paham akan di jelaskan di waktu rapat. Saya bisa bertanya langsung ke ruangan Kepala Madrasah jika ada yang penting atau yang tidak saya mengerti. Terkadang ketika penjalasan di waktu rapat tidak saya pahami, saya tanyakan langsung di waktu rapat. Namun, ada juga saatnya saya tidak paham tapi tidak saya tanyakan, sehingga saya kurang paham dengan informasi yang disampaikan. Akan tetapi, saya bisa tanyakan kepada guru lain yang tidak saya pahami atau suruh mengajari langsung tugas yang tidak bisa saya kerjakan.

Dari paparan diatas Guru wali kelas menambahkan penjelasannya tentang tugas yang harus dikumpulkan sebagaimana penjelasannya sebagai berikut :

Selain itu, rapat juga memberikan saya dan kawan-kawan saya untuk memberikan pendapat, ide, dan juga perasaan, masalah yang terjadi dalam mengerjakan tugas, jadi di dalam rapat inilah akan dipecahkan masalah yang terjadi, bahkan masalah dengan teman kerja, masalah tugas yang tidak mengerti, dan ketika saya bertanya tentang masalah tugas maka kawan-kawan saya juga yang sama masalahnya bisa mengerti ketika dibahas di rapat terutama guru baru.

Apa yang telah disampaikan oleh Kepala Madrasah tersebut yaitu mengenai komunikasi yang dijalin oleh Kepala Madrasah dengan para guru ternyata dibenarkan oleh salah seorang wali kelas IX (pada tanggal 31 Juli 2019, jam 11.30 WIB) yang menuturkan bahwa:

“Kepala Madrasah dalam menyampaikan aturan, kebijakan dan juga tugas-tugas kepada para guru biasanya melalui rapat-rapat yang telah terjadwal, yang dilaksanakn sekali dalam dua minggu. Hal ini dilakukan oleh Kepala Madrasah dengan tujuan agar aturan dan kebijakan dan juga tugas-tugas yang akan dapat dilaksankan dengan maksimal.”

Hal senada yang disampaikan oleh guru selaku wali kelas IX (pada tanggal 02 Agustus 2019, jam 12.00 WIB) mengatakan bahwa :

Selain itu, para guru dengan Kepala Madrasah terkadang juga melakukan

briefing ketika ada tugas yang belum di mengerti oleh guru, dan biasanya

tugas itu masih belum pernah dikerjakan. Selain itu, para guru terkadang berkomunikasi langsung atau face to face dengan pak Kepala Madrasah jika ada permasalahan tugas yang belum di mengerti dan untuk meminta solusi. saya bisa berkomunikasi dengan Pak Kepala Madrasah dengan

menggunakan komunikasi digital seperti smartphone dengan aplikasi WhatsApp (WA).

Dari hasil observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa komunikasi guru dengan Kepala Madrasah berjalan dengan efekti dan efisien, ditunjukkan dengan sikap guru yang mencontoh kedisiplinan Kepala Madrasah, dan keterbukaan guru kepada Kepala Madrasah dengan keaktifan guru dalam berdiskusi maupun bertatap muka dengan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja.

Dari wawancara diatas disertakan bukti dokumentasi bahwa tugas wali kelas sebagai berikut :

Wali kelas membantu kepala Madrasah dalam kegiatan –kegiatan sebagai berikut

1. Mengelolah kelas / penanggung jawab kelas

2. Mengumpulkan data-data / identitas siswa untuk pengisian daftar kelas, buku induk, buku penghubung, administrasi bimbingan dan penyuluhan 3. Mengisi DKN, Rapor, absensi siswa

4. Mengelola ruangan belajar sehingga indah, bersih, rapi, dan meyenangkan 5. Menyusun group belajar siswa di kelasnya dan kerja sama dengan guru

bidang studi

6. Memeriksa kelengkapan kelas, denah kelas, papan absensi siswa, buku absensi siswa, catatan kelas, pembagian tugas siswa, dan lain-lain

7. Membuat catatan khusus tentang siswa

8. Meneliti kebenaran absensi siswa di kelasnya serta memprosesnya melalui BP

9. Dalam rangka tugas bimbingan, wali kelas adalah sebagai pengganti orang tua siswa di kelas, sebagai pembimbing dan Pembina siswa terdekat dan sebagai curahan hati siswa

10. Mengenal dan hafal semuanya nama siswa dikelasnya dan alamat tempat tinggal siswanya dan nama serta status orang tuanya

11. Menjalin kerja sama yang baik dengan guru bidang studi, guru BP dan orang tua siswa

12. Membangun, memelihara, taman bunga di depan kelasnya (kelas pagi dan sore kerja sama)

13. Membimbing siswa menghafal ayat-ayat pendek seta pembiasaan di dalam kelas setiap hari efektif belajar

03 – 29 Agust Persiapan Penyusunan Progma kerja dan KBM dan PROKER WALI KELAS

17 Agust HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 25 – 31 Agust Persiapan Ulangan Harian I Semt Ganjil 30 Agust Penyusunan Laporan Bulan

Dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi di atas dapat disimpulkan bahwa Komunikasi guru dengan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja guru yaitu (1) komunikasi lisan (verbal) yaitu menyampaikan pendapat, ide, dan saran baik melalui rapat, briefing maupun face

to face; (2) komunikasi nonverbal yaitu mencontoh keteladanan Kepala Madrasah;

(3) Mengumpulkan laporan bulanan;(4) Mengikuti seminar, workshop dan pembinaan untuk menumbuhkan skill dan profesionalisme guru;(5) Adanya salary (gaji) yang tinggi.

Dokumen terkait