Kontekstual Modul Pembelajaran pada Materi Mitigasi Bencana di Kelas
X Program IPS
Suplemen dari Mitigasi dan Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Kekeringan di kabupaten Grobogan sebagai suplemen Modul Pembelajaran pada materi Mitigasi Bencana di kelas X program IPS adalah penyususnan modul pembelajaran. Pengaplikasian penelitian ini dalam dunia pendidikan adalah dengan disusunnya modul pembelajaran pada:
Kompetensi inti : mengelola, menalar, dan menyajikan dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi dasar : menyajikan contoh penerapan mitigasi dan cara beradaptasi terhadap bencana alam dilingkungan sekitar.
Indikator : mengidentifikasi langkah mitigasi dan adaptasi bencana alam.
Dengan dibuatnya modul pembelajaran ini sebagai pengembangan bahan ajar diharapkan siswa dapat mengetahui bagaimana harus menyikapi apabila terjadi bencana kekeringan. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan untuk suplemen dalam mengelola hasil kuesioner penelitian ini adalah:
a. Langkah-langkah penyusunan modul
b. Melakukan validasi dengan praktisi dan dengan tim ahli
c. Melakukan pengujian terhadap siswa siswa di SMA 1 Kradenan dengan melihat tanggapan dan respon melalui pengisian instrumen
Implementasi dari penelitian Mitigasi, Kesiapsiagaan, dan Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Kekeringan Kabupaten Grobogan ((Implementasi Sebagai Modul Kontekstual Pembelajaran Geografi SMA Kelas X Pokok Bahasan
commit to user
Mitigasi Bencana) dilakukan di SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan yang beralamat di jalan raya Wirosari No. 123 Grobogan. Karena penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Grobogan, maka sekolah yang dipilih pun juga berada di wilayah tersebut.
a. Prototipe Modul
Suatu modul yang digunakan di sekolah, disusun atau ditulis dengan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menyusun kerangka modul
a) Menetapkan tujuan instruksional umum (TIU) yang akan dicapai dalam modul pembelajaran tersebut.
b) Merumuskan tujuan instruksional khusus (TIK) yang merupakan perincian atau pengkhususan dari tujuan instruksional umum tadi. c) Menyusun soal-soal penilaian untuk mengukur sejauh mana tujuan
instruksional khusus bisa dicapai.
d) Identifikasi pokok materi pelajaran yang sesuai dengan setiap tujuan instruksianal khusus.
e) Mengatur/ menyususn pokok-pokok materi tersebut di dalam urutan yang logis dan fungsional.
f) Menyusun langkah-langkah kegiatan belajar murid.
g) Memeriksa sejauh mana langkah-langkah kegiatan belajar telah diarahkan untuk mencapai semua tujuan yang telah dirumuskan. h) Identifikasi alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan
belajar dengan modul itu.
2) Menyusun (menulis) program secara terperinci
Menyusun (menulis) program secara terperinci meliputi pembuatan semua unsur modul, yakni petunjuk guru, lembar kegiatan murid, lembar kerja murid, lembar jawaban, lembar penilaian (tes), dan lembar jawaban tes.
commit to user
Dalam penelitian ini proses penyusunan modul dilakukan hingga mengukur respon siswa terhadap modul yang telah disusun. Adapu langkah-langkah penysusunan modul dalam penelitian ini adalah:
1) Melakukan penelitian mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, dan adaptasi masyarakat terhadap bencana kekeringan Kabupaten Grobogan.
2) Menyususn laporan hasil penelitian mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, dan adaptasi masyarakat terhadap bencana kekeringan Kabupaten Grobogan.
3) Menyusun modul Mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan.
4) Melakukan validasi dengan tim ahli akan kelayakan modul Mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan.
5) Melakukan validasi dengan guru geografi akan kelayakan modul Mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan.
6) Melakukan uji coba dengan mengukur respon siswa mengenai kelayakan modul Mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan.
b. Hasil Validasi Modul
1) Validasi dengan Tim Ahli
Setelah dilakukan penelitian terhadap Mitigasi, Kesiapsiagaan, dan Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Kekeringan Kabupaten Grobogan, maka untuk memberikan dukungan di bidang pendidikan, hasil penelitian ini diimplikasikan sebagai modul pembelajaran kontekstual berupa modul Mitigasi dan Strategi adaptasi kekeringan.
Langkah awal yang dilakukan dalam mengimplementasikan modul ini adalah dengan validasi modul ini dengan tim ahli. Tim ahli yang memvalidasi modul Mitigasi dan Strategi Adaptasi Kekeringan adalah Dr. Mohammad Gamal Rindarjono, M. Si.
a) Penilaian
Form penilaian atas modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan sebagai berikut:
commit to user
Tabel 27. Rekapitulasi Hasil Validasi Tim Ahli
NO ASPEK YANG
DINILAI INDIKATOR SKOR
I STRUKTUR MODUL
1. Kesesuaian materi dalam media pembelajaran dengan standar isi (KI dan KD)
4
2. Kesesuaian materi dengan tingkat
pengetahuan peserta didik 4 3. Organisasi penyajian secara
umum 4
4. Tampilan umum menarik 4
5. Keterkaitan yang konsisten antara
materi bahasan 4
II ORGANISASI PENULISAN MATERI
1. Cakupan materi 5
2. Kejelasan dan urutan materi 5 3. Ketepatan materi dengan KI 4 4. Keterkaitan antara masalah
dengan konteks kehidupan/ kognisi siswa yang termuat dalam buku siswa/ modul
4
III BAHASA 1. Penggunaan bahasa sesuai dengan
EYD 5
2. Bahasa yang digunakan
komunikatif 5
3. Kesederhanaan struktur kalimat 5
IV TAMPILAN 1. Tampilan modul menarik 4 2. Kesesuaian gambar yang
disajikan dengan materi 4
3. Gambar yang disajikan sudah proporsional (tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit)
4
V KEKONTEKS
TUALAN MODUL
1. Kesesuaian isi modul dengan keadaan lingkungan yang ditemukan siswa
4
2. Kesesuaian contoh peristiwa yang disajikan (sesuai dengan kenyataan yang ditemukan siswa)
4
3. Kesesuaian gambar yang disajikan sesuai dengan lingkungan siswa.
4
commit to user
Dalam penelitian ini, Dr. Mohammad Gamal Rindarjono, M. Si menjadi validator atas modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan yang merupakan hasil implementasi penelitian mitigasi, kesiapsiagaan, dan adaptasi masyarakat terhadap bencana kekeringan Kabupaten Grobogan. Penilaian dilakukan untuk menguji modul yang telah dibuat dan dikembangkan berdasarkan kisi-kisi aspek standar yang ditentukan. Dalam hal ini, penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kualitas modul dari validator yang telah memberi niali untuk setiap aspek. Validator dari tim ahli, yaitu Bapak Mohammad Gamal Rindarjono, M. Si dapat memahami modul pembelajaran dan kemudian melakukan pengisian angket validasi dengan hasil sebagai berikut:
Berdasarkan hasil penskoran atas instrumen yang telah diisi oleh tim ahli, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Struktur Modul
Pada aspek struktur modul, indikator kesesuaian materi dalam media pembelajaran dengan standar isi (KI dan KD), kesesuaian materi dengan tingkat pengetahuan peserta,organisasi penyajian secara umum, tampilan umum menarik, serta keterkaitan yang konsisten antara materi bahasan didik termasuk kategori layak. 2) Organisasi penulisan materi
Pada aspek organisasi penulisan materi, indikator cakupan materi dan kejelasan urutan materi termasuk dalam kategori sangat layak, sedangkan indikator ketepatan materi dengan KI dan keterkaitan antara masalah dengan konteks kehidupan/ kognisi siswa yang termuat dalam buku siswa/ modul termasuk dalam kategori layak. 3) Bahasa
Pada aspek bahasa, indikator penggunaan bahasa sesuai dengan EYD, bahasa yang digunakan komunikatif, dan kesederhanaan struktur kalimat termasuk dalam kategori sangat layak.
commit to user 4) Tampilan
Pada aspek tampilan, indikator tampilan modul menarik, kesesuaian gambar yang disajikan dengan materi, dan gambar yang disajikan sudah proporsional (tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit) termasuk dalam kategori layak.
5) Kekontekstualan modul
Pada aspek kekontekstualan modul, indikator kesesuaian isi modul dengan keadaan lingkungan yang ditemukan siswa, kesesuaian contoh peristiwa yang disajikan (sesuai dengan kenyataan yang ditemukan siswa), serta kesesuaian gambar yang disajikan sesuai dengan lingkungan siswa termasuk dalam kategori layak.
Berdasarkan hasil penskoran validasi tim ahli modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan termasuk dalam kategori layak. Dengan demikian, modul ini dapat melangkah ke tahap yang selanjutnya.
b) Komentar/ Saran
Komentar dan saran yang disampaikan oleh Dr. Mohammad gamal Rindarjono, M. Si selaku tim ahli atau sebagai validator modul pembelajaran Mitigasi dan Strategi Adaptasi Kekeringan adalah cukup bagus dan menarik untuk diaplikasikan di sekolah. Saran yang disampaikan oleh Dr. Mohammad gamal Rindarjono, M. Si selaku tim ahli atau sebagai validator modul pembelajaran Mitigasi dan Strategi Adaptasi Kekeringan adalah untuk menambah perluasan konten modul.
c) Kesimpulan
Dalam kesimpulan instrumen oleh Dr. Mohammad gamal Rindarjono, M. Si selaku tim ahli atau sebagai validator modul pembelajaran Mitigasi dan Strategi Adaptasi Kekeringan menyatakan tertarik dengan modul ini dan kemudian
commit to user
memperbolehkan untuk dilakukan pengujian di sekolah. Dalam pengujian di sekolah dilakukan di SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan. Pengujian dilakukan di kelas X IPS 3 untuk uji coba kelompok kecil sebanyak 5 orang. Uji kelompok besar dilakukan di kelas X IPS 2 di SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan dengan jumlah siswa yang mengiikuti uji coba sebanyak 31 siswa.
2) Validasi modul dengan Praktisi di SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan
Setelah dilakukan validasi dengan tim ahli, maka langkah selanjutnya adalah validasi dengan guru mata pelajaran Geografi di SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan. Guru yang dipilih menjadi validator adalah guru mata pelajaran Geografi yaitu Ibu Tri Atmi Sri Minaningsih, S. Pd.
Penilaian ini dilakukan untuk menilai dan memberikan respon terhadap modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan yang telah dibuat dan dikembangkan berdasarkan kisi-kisi aspek standar yang ditentukan. Dalam hal ini, penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kualitas modul dari validator yang telah memberi nilai dari setiap aspek. Validator guru geografi, Ibu Tri Atmi Sri Minaningsih, S. Pd dapat memahami modul pembelajaran dan kemudian melakukan pengisian angket validasi dengan hasil sebagai berikut:
a) Penilaian Modul
Form penilaian atas modul ini yang telah diisi oleh Ibu Tri Atmi Sri Minaningsih, S. Pd adalah sebagai berikut:
commit to user
Tabel 28. Rekapitulasi Hasil Validasi Guru geografi
NO ASPEK YANG DINILAI INDIKATOR SKOR I STRUKTUR MODUL
1. Kesesuaian materi dalam media pembelajaran dengan standar isi (KI dan KD)
4
2. Kesesuaian materi dengan tingkat
pengetahuan peserta didik 5
3. Organisasi penyajian secara umum 4
4. Tampilan umum menarik 5
5. Keterkaitan yang konsisten antara
materi bahasan 4 II ORGANISA-SI PENULISAN MATERI 1. Cakupan materi 4
2. Kejelasan dan urutan materi 4 3. Ketepatan materi dengan KI 4 4. Keterkaitan antara masalah dengan
konteks kehidupan/ kognisi siswa yang termuat dalam buku siswa/ modul
4
III BAHASA 1. Penggunaan bahasa sesuai dengan
EYD 5
2. Bahasa yang digunakan komunikatif 5 3. Kesederhanaan struktur kalimat 5
IV TAMPILAN 1. Tampilan modul menarik 4 2. Kesesuaian gambar yang disajikan
dengan materi 5
3. Gambar yang disajikan sudah proporsional (tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit)
4
V KEKONTEKS-TUALAN MODUL
1. Kesesuaian isi modul dengan keadaan lingkungan yang ditemukan siswa 4 2. Kesesuaian contoh peristiwa yang
disajikan (sesuai dengan kenyataan yang ditemukan siswa)
5
3. Kesesuaian gambar yang disajikan sesuai dengan lingkungan siswa. 5 Sumber: Hasil Pengisian Instrumen Praktisi Guru Geografi SMA N 1
commit to user
Berdasarkan hasil penskoran atas instrumen yang telah diisi oleh tim praktisi (guru mata pelajaran geografi), dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Struktur Modul
Pada aspek struktur modul, indikator kesesuaian materi dalam media pembelajaran dengan standar isi (KI dan KD), organisasi penyajian secara umum dan keterkaitan yang konsisten antara materi bahasan didik termasuk kategori layak. Indikator kesesuaian materi dengan tingkat pengetahuan peserta dan tampilan umum menarik termasuk dalam kategori sangat layak. 2) Organisasi penulisan materi
Pada aspek organisasi penulisan materi, indikator cakupan materi, kejelasan urutan materi, ketepatan materi dengan KI dan keterkaitan antara masalah dengan konteks kehidupan/ kognisi siswa yang termuat dalam buku siswa/ modul termasuk dalam kategori layak.
3) Bahasa
Pada aspek bahasa, indikator penggunaan bahasa sesuai dengan EYD, bahasa yang digunakan komunikatif, dan kesederhanaan struktur kalimat termasuk dalam kategori sangat layak.
4) Tampilan
Pada aspek tampilan, indikator tampilan modul menarik dan gambar yang disajikan sudah proporsional (tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit) termasuk dalam kategori layak. Indikator kesesuaian gambar yang disajikan dengan materi termasuk dalam kategori sangat layak.
5) Kekontekstualan modul
Pada aspek kekontekstualan modul, indikator kesesuaian isi modul dengan keadaan lingkungan yang ditemukan siswa termasuk dalam kategori layak. indikator kesesuaian contoh peristiwa yang disajikan (sesuai dengan kenyataan yang ditemukan siswa) serta
commit to user
kesesuaian gambar yang disajikan sesuai dengan lingkungan siswa termasuk dalam kategori sangat layak.
Berdasarkan hasil penskoran validasi tim ahli modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan termasuk dalam kategori layak. Dengan demikian, modul ini dapat melangkah ke tahap yang selanjutnya.
b) Komentar/ Saran
Komentar dan saran yang disampaikan oleh Ibu Tri Atmi Sri Minaningsih, S. Pd selaku guru mata pelajaran geografi di kelas X SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan sebagai validator modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan ini adalah secara umum modul ini sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran geografi dan membantu siswa dalam belajar geografi.
c) Kesimpulan
Dalam kesimpulan instrumen oleh Ibu Tri Atmi Sri Minaningsih, S. Pd selaku guru mata pelajaran geografi di kelas X SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan sebagai validator modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan menyatakan tertarik dengan modul ini dan menyatakan bahwa modul ini sangat baik dalam pembelajaran geografi (tanpa perbaikan). Dengan demikian modul yang telah disusun ini dapat diujikan di kelas tanpa melakukan revisi.
6) Hasil Validasi Modul dengan Siswa di SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan
Setelah dilakukan validasi dengan guru mata pelajaran, kemudian dilanjutkan dengan uji coba dengan kelompok kecil. Uji coba dengan kelompok kecil berjumlah 5 siswa di kelas X IPS 3. Berikut hasil rekapitulasi hasil uji coba kelompok kecil:
commit to user
Tabel 29. Hasil Uji Coba Modul dalam Kelompok Kecil
NO ASPEK YANG DINILAI INDIKATOR MODUS SKOR
I TAMPILAN 1. Teks atau tulisan pada modul mudah dibaca 5
2. Gambar yang disajikan jelas atau tidak buram 4 3. Gambar yang disajikan sudah sesuai (tidak terlalu banyak
dan tidak terlalu sedikit) 4
4. Gambar yang disajikan menarik 4 5. Gambar yang disajikan sesuai dengan materi 5
II
PENYAJI-AN MATERI
1. Modul ini menjelaskan suatu konsep ilustrasi masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 5 2. Saya dapat memahami materi dengan mudah 4 3. Materi yang disajikan dalam modul sudah runtut 4 4. Saya dapat mengikuti kegiatan belajar tahap demi tahap
dengan mudah 4
5. Contoh soal yang digunakan dalam modul ini sudah sesuai
dengan materi 4
III MANFAAT 1. Saya dapat memahami materi mitigasi, kesiapsiagaan, dan strategi adaptasi kekeringan menggunakan modul ini dengan mudah
4 2. Saya merasa lebih mudah belajar dengan modul ini 4 3. Saya sangat tertarik menggunakan modul ini 4 4. Dengan menggunakan modul ini, saya lebih tertarik dalam
belajar geografi 4
5. Saya lebih senang belajar dengan modul ini 4
IV KEKONTEK
STUALAN MODUL
1. Kesesuaian isi modul dengan keadaan lingkungan yang
ditemukan siswa 5
2. Kesesuaian contoh peristiwa yang disajikan 5 3. Kesesuaian gambar yang disajikan sesuai dengan
lingkungan siswa. 5
V KEPUASAN
SISWA
1. Tingkat kepuasan saya dengan modul mitigasi,
kesiapsiagaan, dan adaptasi kekeringan 5
Berdasarkan hasil penskoran atas instrumen yang telah diisi siswa kelas X IPS 3 pada uji coba kelompok kecil, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Tampilan
Pada aspek tampilan, indikator teks atau tulisan pada modul mudah dibaca dan gambar yang disajikan sesuai dengan materi mendapat kategori sangat layak. Pada indikator gambar yang disajikan jelas atau tidak buram, gambar yang disajikan sudah
commit to user
sesuai (tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit), dan gambar yang disajikan menarik termasuk dalam kategori layak.
2) Penyajian materi
Pada aspek penyajian materi, indikator modul ini menjelaskan suatu konsep ilustrasi masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari termasuk dalam kategori sangat layak. Pada indikator siswa dapat memahami materi dengan mudah, materi yang disajikan dalam modul sudah runtut, siswa dapat mengikuti kegiatan belajar tahap demi tahap dengan mudah, serta contoh soal yang digunakan dalam modul ini sudah sesuai dengan materi termasuk dalam kategori layak.
3) Manfaat
Pada aspek manfaat, indikator siswa dapat memahami materi mitigasi, kesiapsiagaan, dan strategi adaptasi kekeringan menggunakan modul ini dengan mudah, siswa merasa lebih mudah belajar dengan modul ini, siswa sangat tertarik menggunakan modul ini, siswa lebih tertarik dalam belajar geografi, dan siswa lebih senang belajar dengan modul ini termasuk dalam kategori layak.
4) Kekontekstualan modul
Pada aspek kekontekstualan modul, indikator kesesuaian isi modul dengan keadaan lingkungan yang ditemukan siswa, kesesuaian contoh peristiwa yang disajikan (sesuai dengan kenyataan yang ditemukan siswa), serta kesesuaian gambar yang disajikan sesuai dengan lingkungan siswa termasuk dalam kategori sangat layak. 5) Kepuasan siswa
Tingkat kepuasan siswa dengan modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan termasuk dalam kategori sangat layak.
Berdasarkan hasil penskoran validasi dari uji kelompok kecil, modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan termasuk dalam
commit to user
kategori layak. Dengan demikian, modul ini dapat melangkah ke tahap yang selanjutnya.
Setelah dilakukan validasi dengan guru mata pelajaran dan validasi kelompok kecil, kemudian dilanjutkan dengan uji coba dengan siswa kelas X IPS 2 yang telah ditunjuk oleh guru untuk menilai modul.
Kelas yang digunakan untuk memberikan respon terhadap modul ini adalah kelas X IPS 2 yang berjumlah 31 siswa. Siswa kelas X IPS 2 SMA N 1 Wirosari kabupaten Grobogan sebagai berikut:
1. Agharidtha Farah Syaharani 17. Khaerulia Widiyanti 2. Alfirda Ria Insani 18. Khoirul Alfi
3. Ari Andriyanto 19. Listyowati
4. Arinimar Shaffa Wijayanti 20. Milenia Nofy Tasari
5. Arminta Putri 21. Mufid Nur Hidayah
6. Bintang Ayu Anjani 22. Nurma Nurulita 7. Delia Kristanti 23. Nurvita kartikasari 8. Dewi Wulandari 24. Putri Yunia Lestari
9. Diki Ulinnuha 25. Rama Ali Sadikin
10. Divia Lutfiyanti 26. Ratih Kusuma Wijaya 11. Dyah Ayu Margiyani 27. Rayhan Vari Andika 12. Fero Akbar Alfarizi 28. Ragantara Anjas Prayoga 13. Galuh Mukti Wibowo 29. Salsabila Anjalika
14. Habib Ahsan 30. Siti Inaratul nafiah 15. Haidar Ali Sarafi 31. Yoga Ariyanto 16. Hakim Adib Setyadi
Pengambilan respon mengenai modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan dilakukan di kelas X IPS 2 yang berjumlah 31 siswa. Sebagaian besar siswa kelas X IPS 2 berdomisili di Kabupaten Grobogan dan sebagian kecil berdomisili di Kabupaten Blora. Berikut rekapitulasi hasil pengambilan respon siswa:
commit to user Tabel 30. Rekapitulasi Hasil Respon Siswa
NO ASPEK YANG DINILAI INDIKATOR MODUS SKOR I TAMPILAN 6. Teks atau tulisan pada modul mudah dibaca 4
7. Gambar yang disajikan jelas atau tidak buram 4 8. Gambar yang disajikan sudah sesuai (tidak terlalu
banyak dan tidak terlalu sedikit) 4
9. Gambar yang disajikan menarik 4
10. Gambar yang disajikan sesuai dengan materi 4
II PENYAJI-AN MATERI
6. Modul ini menjelaskan suatu konsep ilustrasi masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
4
7. Saya dapat memahami materi dengan mudah 4 8. Materi yang disajikan dalam modul sudah runtut 4 9. Saya dapat mengikuti kegiatan belajar tahap demi
tahap dengan mudah 4
10. Contoh soal yang digunakan dalam modul ini
sudah sesuai dengan materi 4
III MANFAAT 6. Saya dapat memahami materi mitigasi, kesiapsiagaan, dan strategi adaptasi kekeringan menggunakan modul ini dengan mudah
4
7. Saya merasa lebih mudah belajar dengan modul
ini 4
8. Saya sangat tertarik menggunakan modul ini 4 9. Dengan menggunakan modul ini, saya lebih
tertarik dalam belajar geografi 4
10. Saya lebih senang belajar dengan modul ini 4
IV KEKONTEK STUALAN MODUL
4. Kesesuaian isi modul dengan keadaan lingkungan
yang ditemukan siswa 4
5. Kesesuaian contoh peristiwa yang disajikan
(sesuai dengan kenyataan yang ditemukan siswa) 4 6. Kesesuaian gambar yang disajikan sesuai dengan
lingkungan siswa. 4
V TINGKAT KEPUASAN SISWA
2. Tingkat kepuasan saya dengan modul mitigasi,
kesiapsiagaan, dan adaptasi kekeringan 4 Sumber: Hasil Pengisian Instrumen Siswa SMA N 1 Wirosari Kab. Grobogan
Keadaan siswa di kelas ini cukup beragam. Saat dilakukan pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran, kondisi
commit to user
kelas sangat kondusif dan banyak siswa yang tertarik atas pembelajaran dengan menggunakan modul ini.
Berdasarkan hasil penskoran atas instrumen yang telah diisi siswa kelas X IPS 3, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Tampilan
Pada aspek tampilan, indikator teks atau tulisan pada modul mudah dibaca dan gambar yang disajikan sesuai dengan materi, gambar yang disajikan jelas atau tidak buram, gambar yang disajikan sudah sesuai (tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit), dan gambar yang disajikan menarik termasuk dalam kategori layak.
2) Penyajian materi
Pada aspek penyajian materi, indikator modul ini menjelaskan suatu konsep ilustrasi masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, siswa dapat memahami materi dengan mudah, materi yang disajikan dalam modul sudah runtut, siswa dapat mengikuti kegiatan belajar tahap demi tahap dengan mudah, serta contoh soal yang digunakan dalam modul ini sudah sesuai dengan materi termasuk dalam kategori layak.
3) Manfaat
Pada aspek manfaat, indikator siswa dapat memahami materi mitigasi, kesiapsiagaan, dan strategi adaptasi kekeringan menggunakan modul ini dengan mudah, siswa merasa lebih mudah belajar dengan modul ini, siswa sangat tertarik menggunakan modul ini, siswa lebih tertarik dalam belajar geografi, dan siswa lebih senang belajar dengan modul ini termasuk dalam kategori layak.
4) Kekontekstualan modul
Pada aspek kekontekstualan modul, indikator kesesuaian isi modul dengan keadaan lingkungan yang ditemukan siswa, kesesuaian contoh peristiwa yang disajikan (sesuai dengan kenyataan yang
commit to user
ditemukan siswa), serta kesesuaian gambar yang disajikan sesuai dengan lingkungan siswa termasuk dalam kategori layak.
5) Kepuasan siswa
Tingkat kepuasan siswa dengan modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan termasuk dalam kategori layak.
Berdasarkan hasil penskoran validasi dari uji kelompok besar di kelas X IPS 2, modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan termasuk dalam kategori layak. Dengan demikian, modul ini dapat digunakan dalam pembelajaran geografi.
a) Komentar/ Saran
Komentar dan saran yang disampaikan siswa kelas X IPS 2 SMA N 1 Wirosari Kabupaten Grobogan pada umumnya menyatakan bahwa modul mitigasi dan strategi adaptasi kekeringan menarik. Siswa menyukai pembelajaran dengan