• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Pengiriman Hasil Proses S teganografi pada e-mail

Dalam dokumen BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI (Halaman 34-43)

User dapat mengirimkan image (*.bmp) yang sudah disisipi pesan dengan

menggunakan proses steganografi melalui e-mail, dengan melampirkan file seperti gambar di bawah ini.

Gambar 4.28 Tampilan layar saat pengiriman pesan melalui e-mail

File image yang disisipi file/pesan rahasia dapat dikirimkan tanpa masalah, ini terlihat seperti gambar 4.29 di bawah ini.

Gambar 4.29 Tampilan layar saat pengiriman e-mail berhasil

Pesan yang dikirim oleh user dapat diterima dan dapat di-download oleh penerima pesan seperti gambar di bawah ini.

Gambar 4.30 Tampilan layar saat men-download

Image yang telah sampai pada penerima pesan dapat dibuka dengan mudah. Tidak

ada sesuatu yang terlihat kurang ataupun mencurigakan dari data yang diperoleh, seperti gambar di bawah ini.

M aka dari itu, bisa disimpulkan dari percobaan di atas, pengiriman image (*.bmp) yang telah disisipi pesan dengan menggunakan proses steganografi dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah.

4.4 Evaluasi

Program ini memakai metode System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi beberapa proses yaitu; user requirement, analysis, design, coding, testing dan implementasi/maintenance. Program ini sudah dievaluasi dengan SDLC dalam proses dan pengembangannya. Program ini sudah dikatakan dievaluasi karena sudah dilakukannya testing terhadap program aplikasi ini dan jika ada kesalahan ataupun kekurangan juga sudah diperbaiki.

Kesimpulan yang didapat setelah membuat bab 4 ini adalah, pembuatan program sudah selesai, program ini berguna untuk pengamanan pesan, khususnya untuk pengguna e-mail. Aplikasi ini terdiri dari empat modul utama yaitu; Encode, Decode,

Hide, dan Extract. Di dalam bab 4 ini telah dilakukan testing dan implementasi. Hasil

tesnya antara lain adalah sebagai berikut. 4.4.1 Cryptography Testing

M etode cipher substitusi dilakukan dengan menggeser bit sebanyak yang user inginkan. Contohnya, seperti pada screenshot di atas, dimasukkan string: “aku adalah anak gembala”. M etode ini sangat mengandalkan ASCII. Perubahan yang dilakukan pasti seragam.

Semua character di dalam string diubah tipe datanya menjadi char terlebih dahulu. Setelah itu diubah masing-masing char-nya ke dalam bentuk integer. Dengan demikian, bilangan ASCII-lah yang akan diproses selanjutnya.

Setelah itu, dimasukkan password sebanyak 4 digit dan didapatkan hasil akhir perhitungannya, yaitu bilangan 10. Untuk semua huruf ‘a’ yang memiliki bilangan

ASCII 97, dilakukan pergeseran bit sebanyak 10 (97 dikurangi 10), menjadi 87. Character yang memiliki bilangan ASCII 87 adalah ‘W’. Dengan demikian, seluruh

huruf ‘a’ diganti menjadi huruf ‘W’ dan akan dicetak ke dalam jajaran ciphertext. Dalam penyusunan ciphertext, juga dilakukan pembalikan string ketika mencetak, agar lebih sulit diidentifikasi keberadaan rahasianya.

Itulah proses enkripsi metode cipher substitusi. Untuk proses dekripsinya, harus memasukkan password yang sama agar muncul plaintext yang sama pula.

M etode lain yang diperkenalkan dalam kriptografi metode cipher adalah transposisi. Dimulai dari memasukkan plaintext secara manual (apabila belum memiliki

text file) atau membuka text file (jika sudah memilikinya).

Pada testing yang kedua ini, akan dilakukan sistem pengacakan data melalui metode kriptografi cipher transposisi. Seperti pada screenshot di atas, dimasukkan string berisi: “aku adalah anak gembala”.

Semua string yang dimasukkan di-convert menjadi char. M asing-masin g

character memiliki address matriks 1 dimensi seperti gambar di bawah ini. Dengan

demikian setiap character memiliki masing-masing satu alamat matrix. Contoh, alamat

Gambar 4.32 Kriptografi cipher transposisi – kondisi awal

Selanjutnya, dari seluruh character yang ada akan dihitung panjang string-nya atau banyaknya character. String di atas memiliki panjang 23. Karena terdapat nilai konstan=9 untuk membagi semua character ke dalam sebuah matrix kelipatan 9, maka panjang character harus habis dibagi 9. Jika memiliki sisa hasil bagi (modulus=4), maka di belakang string ditambah character “ ” (spasi) sebanyak jumlah modulus (4 spasi ditambahkan di belakang string).

Gambar 4.33 Kriptografi cipher transposisi – tambah character

Setelah itu, dari total seluruhnya ada 27 character, akan dimasukkan ke dalam

matrix 3x9. Bilangan 3 didapat dari perhitungan pembagian 27/9=3. Character akan

dimasukkan mulai dari kanan bawah ke kiri bawah, kanan tengah, ke kiri tengah, dan seterusnya.

Gambar 4.34 Kriptografi cipher transposisi – positioning in matrix

Enkripsi transposisi akan segera dilakukan. Sistem mulai mengidentifikas i

character secara zig zag dan berurutan. Caranya adalah untuk kolom genap akan dibaca

dari atas ke bawah, untuk kolom ganjil dibaca dari bawah ke atas.

Dimulai dari kolom genap baris pertama [0,0] sampai baris terakhir [2,0]. Karena zig zag, perjalanan pembacaan character dilanjutkan ke kolom ganjil baris terakhir [2,1] sampai baris pertama [0,1]. Begitu seterusnya hingga character yang diambil habis.

Selanjutnya, program akan menyusun string baru sesuai dengan urutan yang tadi. Dengan demikian ciphertext dapat dihasilkan.

Gambar 4.36 Kriptografi cipher transposisi – ciphertext

Untuk mengembalikannya diperlukan proses dekripsi. yang dimasukkan haruslah

ciphertext. Ketika ciphertext dimasukkan ke dalam sebuah sistem decode dari kriptografi cipher transposisi, mulailah proses pemulihan.

Pemeriksaan yang lebih dahulu dilakukan adalah validasi panjang string. Jika kurang dari nilai konstan=9, akan ditambah huruf spasi lagi sebanyak jumlah modulus, cara yang sama ketika memulai sistem encode. Setelah dilakukan konversi dari string ke

Gambar 4.37 Kriptografi cipher transposisi – proses Decode

Penempatan character dimulai dari kanan bawah ke kiri bawah. Nilai baris dikurangi terus, dari [8,x] ke [0,x].

Jika program mengidentifikasi baris genap, maka nilai kolom akan dikurangi. Dalam hal ini identifikasi dimulai dari indeks ke [8,2] sampai indeks ke [8,0]. Jika program mengidentifikasi baris ganjil, maka nilai kolom akan ditambah. Contohnya, pada posisi indeks ke [7,0] sampai posisi indeks [7,2]. Terus mengular zig zag ke atas, berbelok ke kiri dan ke kanan. hingga semua character habis dimasukkan ke dalam

Kemudian, program akan menyusun kembali plaintext, dari kiri atas matrix ke kiri bawah, dari [y,0] hingga [y,8]. Hal yang sama dilakukan pada kolom lain secara berurutan. maka terbentuklah lagi plaintext.

Dalam dokumen BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI (Halaman 34-43)

Dokumen terkait