• Tidak ada hasil yang ditemukan

65 16.6 IMPLEMENTASI PERINGKAT FPTI

a. Peringkat FPTI diterapkan pada nomor perorangan untuk kategori: i. Lead.

ii. Speed. iii. Boulder.

b. Untuk peringkat Kelompok Umur dibuat Peringkat FPTI tersendiri yang disusun berdasarkan kelompok umur.

c. Tidak diperkenankan seorang atlit memiliki dua peringkat di kelas Umum dan atau di kelas Kelompok Umur.

d. Atlit warga negara asing yang mengikuti kompetisi di Indonesia tidak dapat masuk dalam Peringkat FPTI.

66

17 ADMINISTRASI KEJUARAAN NASIONAL (KEJURNAS/KEJURDA) FPTI DAN

KEJUARAAN NASIONAL (KEJURNAS/KEJURDA) FPTI KELOMPOK UMUR

17.1 PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

a. Pengurus Pusat FPTI (Kejurnas), Pengurus Daerah FPTI (Kejurda):

i. Ketua biro Kompetisi FPTI dan Badan Sirkuit Nasional (BSN) bertugas melakukan koordinasi secara keseluruhan kegiatan Kejurnas/Kejurda ditambah kegiatan koordinasi ke seluruh Pengda FPTI, Pengcab FPTI dan KON.

ii. Ofisial Kompetisi yang bertugas ditentukan dan ditunjuk oleh FPTI (Pengurus Pusat FPTI untuk Kejurnas dan Pengurus Daerah FPTI untuk Kejurda), untuk itu FPTI bertanggung jawab atas biaya transportasi, dan honor Ofisial Kompetisi tersebut.

b. FPTI Peserta Kejurnas/Kejurda:

i. FPTI peserta Kejurnas/Kejurda bertanggung jawab atas semua biaya transportasi akomodasi, dan konsumsi menuju lokasi dan kembali ke daerah asal. Penggunaan transportasi, akomodasi, dan konsumsi diluar yang telah disediakan oleh tuan rumah selama pelaksanaan Kejurnas merupakan tanggung jawab masing-masing Pengda FPTI.

ii. FPTI peserta harus menyediakan 2 (dua) buah bendera daerah berukuran 80 x 120 cm yang diserahkan kepada panitia paling lambat satu hari sebelum kegiatan secara resmi dibuka. c. FPTI Tuan Rumah

i. Persiapan.

a) FPTI yang telah ditetapkan menjadi tuan rumah pada Rapat Kerja FPTI melakukan langkah -langkah persiapan yang diperlukan dan kegiatan koordinasi dengan FPTI (Pengurus Pusat FPTI untuk Kejurnas dan Pengurus Daerah FPTI untuk Kejurda) mengenai kemampuan teknis dan finansial untuk melaksanakan kegiatan.

b) Langkah -langkah persiapan harus sudah dituntaskan paling lambat 4 (empat) bulan sebelum tanggal pelaksanaan Kejurnas.

c) Jika tidak ada halangan yang berarti pada tahap persiapan FPTI mengeluarkan Surat Keputusan yang isinya menetapkan FPTI tuan rumah, tempat dan tanggal pelaksanaan kegiatan.

d) Setelah tahap persiapan bisa dianggap selesai FPTI akan menginformasikan pelaksanaan Kejurnas/Kejurda kepada seluruh FPTI peserta, Komite Olahraga Nasional (KON), dan pihak terkait lainnya paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum pelaksanaan kegiatan.

e) Pembatalan kesanggupan menjadi tuan rumah Kejurnas/Kejurda harus sudah diterima oleh FPTI paling lambat 6 (enam) bulan sebelum tanggal pelaksanaan. Jika terjadi pembatalan maka pelaksanaan Kejurnas/Kejurda akan diberikan kepada alternatif Pengda/Pengcab FPTI berikutnya sesuai dengan ketetapan yang dihasilkan Rapat Kerja FPTI. Jika tidak ada Pengda/Pengcab FPTI yang sanggup menjadi tuan rumah, FPTI (Pengurus Pusat FPTI untuk Kejurnas dan Pengurus Daerah FPTI untuk Kejurda) berhak mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi hal tersebut.

ii. Pembuatan dan Distribusi Proposal.

a) Proposal Kejurnas/Kejurda dibuat dan diajukan oleh FPTI tuan rumah untuk dikoordinasikan dan disesuaikan. Proposal Kejurnas/Kejurda minimal harus meliputi: Hakikat Kejurnas, Maksud dan Tujuan Kejurnas, Kepanitiaan, Rencana Anggaran, Waktu dan Tempat Pelaksanaan.

b) Distribusi dan penggunaan proposal Kejurnas harus sepengetahuan dan seijin Ketua Panitia. iii. Kepanitiaan

Pelaksana Kejurnas merupakan kepanitiaan yang unsur-unsurnya terdiri dari FPTI tuan rumah dan FPTI (Pengurus Pusat FPTI untuk Kejurnas dan Pengurus Daerah FPTI untuk Kejurda) minimal meliputi:

a) Penasihat: Dewan Penasihat FPTI ditambah unsur dari tuan rumah. b) Pembina: Dewan Pembina FPTI ditambah unsur dari tuan rumah.

67

d) Ketua I (unsur tuan rumah), bertugas mengkoordinir keseluruhan kegiatan Kejurnas/Kejurda.

e) Ketua II, bertugas mengkoordinir seluruh kegiatan Kejurnas/Kejurda yang terjadi di Pusat Pemerintahan.

f) Sekretaris, bertugas membantu masalah administrasi yang dihadapi oleh Ketua. g) Bendahara I: unsur FPTI tuan rumah.

h) Bendahara II: unsurPP-FPTI.

i) Koordinator Akomodasi, bertugas mengatur dan mengkoordinir penyediaan akomodasi bagi Atlit , Ofisial Kompetisi, dan panitia lainnya, unsur dari FPTI tuan rumah.

j) Koordinator Konsumsi, bertugas mengatur dan mengkoordinir penyediaan konsumsi bagi Atlit , Ofisial Kompetisi, dan panitia lainnya, unsur dari Pengda tuan rumah.

k) Koordinator Transportasi, bertugas mengkoordinir kegiatan yang berkaitan dengan transportasi Atlit , Ofisial Kompetisi , serta panitia lainnya, unsur dari Pengda FPTI tuan rumah.

l) Koordinator Acara, bertugas merancang, menyusun, dan mengkoordinir jalannya acara pembukaan, acara penutupan, dan pelaksanaan kompetisi, unsur dari Pengda FPTI tuan rumah.

m) Koordinator Kompetisi, bertugas mengkoordinir personil, diluar Ofisial Kompetisi, yang bertugas mendukung terlaksananya kompetisi, Ketua Bidang Kompetisi FPTI dan FPTI tuan rumah.

n) Koordinator Usaha Dana, bertugas mengkoordinir usaha penggalangan dana, unsur dari FPTI tuan rumah dan FPTI.

o) Koordinator Dokumentasi, bertugas mendokumentasikan Kejurnas baik untuk kepentingan FPTI maupun dalam rangka membantu publikasi Kejurnas, unsur dari FPTI tuan rumah dan FPTI.

p) Koordinator Publikasi, bertugas mempublikasikan Kejurnas untuk diketahui oleh rakyat banyak, unsur dari Pengda tuan rumah.

q) Koordinator Umum, bertugas untuk melakukan kegiatan lain demi terlaksananya Kejurnas, unsur dari Pengda tuan rumah.

r) Koordinator Keamanan, bertugas untuk melakukan pengamanan selama berlangsungnya Kejurnas serta melakukan koordinasi dengan pihak berwajib yang mendukung pengamanan di lokasi Kejurnas, unsur dari Pengda tuan rumah.

iv. FPTI tuan rumah wajib menyediakan:

a) Akomodasi dan konsumsi Ofisial Kompetisi selama kegiatan berlangsung, ditambah beberapa hari persiapan yang diperlukan Ofisial Kompetisi berdasarkan Surat Tugas dari Pengurus FPTI (Pengurus Pusat FPTI untuk Kejurnas dan Pengurus Daerah FPTI untuk Kejurda).

b) Pra-sarana dan sarana kompetisi sesuai dengan aturan pada Pasal 3. 17.2 PERIJINAN

a. Ijin tertulis mengenai penggunaan dari pemilik/pengelola tempat, menjadi tanggung jawab FPTI tuan rumah.

b. FPTI tuan rumah bertanggung jawab atas proses perijinan pelaksanaan kegiatan Kejurnas dari pihak berwajib.

17.3 UPACARA PEMBUKAAN/PENUTUPAN a. Fasilitas yang diperlukan, minimal:

i. Tribun: 4 x 10 m.

ii. Kursi kehormatan: 10 orang. iii. Kursi biasa: 50 orang. iv. Gong atau alat lain: 1 unit. v. Sound System: 2.000 watt. b. Personil yang dibutuhkan:

68

i. Pembina Upacara: Pejabat yang ditentukan oleh PP FPTI atau Pengda FPTI tuan rumah. ii. Pemandu Acara: mengkoordinir jalannya upacara.

iii. Pembawa Acara: membacakan susunan acara satu -per- satu. iv. Pemandu Upacar: menyiapkan peserta upacara.

v. Pembaca Doa: dari FPTI tuan rumah. vi. Dirigen: dari FPTI tuan rumah.

vii. Peserta Upacara: Atlit, manajer tim dan ofisial, Ofisial Kompetisi . c. Upacara Pembukaan ( max. 45 menit )

i. Gladi bersih: dalam waktu 24 jam sebelum Upacara Pembukaan. ii. Pelaksanaan Upacara Pembukaan ( maksimal 45 menit ):

a) Jalur Pemanjatan ditutup dengan kain penutup agar tidak terlihat oleh atlit yang akan berkompetisi.

b) Atlit dan offisial menyusun barisan sesuai nama daerah menurtut abjad. c) Juri membuat barisan paling pinggir.

d) Utusan FPTI menempati tribun kehormatan. e) Utusan FPTI peserta menempati tribun.

f) Inspektur Upacara tiba di tempat upacara, disambut oleh Ketua Umum FPTI, dan Ketua Panitia.

g) Barisan disiapkan oleh Komandan Upacara.

h) Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dipimpin oleh Dirigen. i) Barisan diistirahatkan.

j) Defile peserta:

• Berurutan sesuai abjad

• Tuan rumah terakhir

• Pada saat melewati podium kehormatan memberikan hormat k) Laporan Ketua Penyelenggara.

l) Sambutan Ketua Umum FPTI kepada Pembina Upacara. m) Sambutan dari Pembina Upacara sekaligus membuka Kejurnas.

n) Pemukulan gong atau sejenisnya dan penyerahan tali Pemanjatan atau alat lainnya dari Pembina Upacara kepada Juri Kepala.

o) Penyerahan Trophy dari Juara Umum Kejurnas sebelumnya kepada Utusan FPTI.

p) Pengucapan Janji Atlit dan Janji Juri (pada saat janji diucapkan semua atlit atau juri harus mengikutinya dan bendera provinsi ditundukkan ). Naskah Janji Atlit dan Juri sesuai Lampiran 14 dan Lampiran 15.

q) Pembacaan doa. Naskah doa lihat Lampiran 16. r) Acara atraksi atau hiburan seni.

s) Lagu mars patriot olahraga (diperdengarkan). t) Barisan dibubarkan oleh Komandan Upacara. u) Pemanjatan pertama dilakukan.

v) Pembina Upacara meninggalkan tempat upacara. d. Upacara Penutupan (maksimal 45 menit)

i. Gladi bersih : jika diperlukan ii. Pelaksanaan Upacara Penutupan:

a) Atlit dan offisial menyusun sesuai nama daerah. b) Juri membuat barisan paling pinggir.

c) Jajaran FPTI (Pengurus Pusat FPTI untuk Kejurnas dan Pengurus Daerah FPTI untuk Kejurda) menempati tribun kehormatan.

d) FPTI peserta menempati tribun.

e) Inspektur Upacara tiba ditempat upacara, disambut oleh Ketua Umum PP FPTI. Ketua Umum FPTI tuan rumah, dan Ketua Panitia.

f) Barisan disiapkan oleh Komandan Upacara.

g) Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dipimpin oleh seorang dirigen. h) Barisan diistirahatkan.

69

i) Defile peserta.

j) Laporan Ketua Penyelenggara kepada Ketua Umum FPTI. k) Sambutan Ketua Umum FPTI kepada Pembina Upacara. l) Sambutan dari Pembina Upacara sekaligus menutup Kejurnas.

m) Penyerahan tali dari Juri Kepala kepada Pembina Upacara tanda kompetisi telah berakhir. n) Penyerahan piala Juara Umum oleh Pembina Upacara.

o) Penyerahan bendera FPTI dari FPTI tuan rumah Kejurnas yang baru ditutup kepada FPTI tuan rumah Kejurnas tahun depan oleh Pembina Upacara.

p) Pembacaan Doa.

q) Acara atraksi atau hiburan seni.

r) Lagu mars Patriot Olahraga (diperdengarkan).

s) Pembina Upacara dipersilahkan meninggalkan tempat upacara. t) Barisan dibubarkan.

17.4 LAIN-LAIN

a. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Bab ini akan diatur kemudian oleh Ketua Umum FPTI. b. Dengan dikeluarkan pedoman ini maka ketentuan-ketentuan terdahulu yang bertentangan atau tidak sesuai dengan pedoman ini, dinyatakan tidak berlaku.

70

Dokumen terkait