BAB V PENUTUP
B. Saran
PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Parigi dalam implementasinya tentunya banyak menghadapi tantangan yang perlu dihadapi untuk pelaksanaan selanjutnya. Oleh karena itu penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Dalam pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, masyarakat menjadi sasaran utama program, maka dari itu tingkat sosialisasi kepada masyarakat perlu lebih ditingkatkan agar masyarakat lebih paham dan mengerti tentang konsep PNPM Mandiri Perdesaan baik dari pengertian, visi/misi program, sasaran, tahapan, manfaat yang dapat diambil oleh masyarakat serta peran masyarakat dalam kegiatan ini.
2. Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Tim Pengelola Kegiatan (TPK), dan para kader-kader desa yang direkrut agar lebih ditingkatkan kemampuannya melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan, mengingat para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan ini secara langsung menjadi ujung tombak program yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam membina, mendampingi, serta mengarahkan masyarakat dalam menjalankan kegiatan.
3. Diharapkan dalam setiap pelaksanaan kegiatannya terdapat pengawasan yang lebih ketat baik oleh masyarakat, badan pengawas kegiatan yang telah dibentuk maupun oleh pemerintah daerah, oleh karena itu diharapkan ada penelitian yang membahas tentang proses pengawasan terhadap program PNPM Mandiri Perdesaan ini.
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Agustino, Leo. 2006. Dasar-dasar Kebijakan Publik. Bandung: CV. Alfabeta.
Conyers, Diana. 1991. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Diterjemahkan oleh:
Susetiawan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Dunn, William N. 2003. Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Friedman, John. 1992. Empowerment: The Politics of Alternative Development.
London: Blackwell
Kartasasmita, Ginanjar. 1996. Pembangunan Untuk Rakyat. Jakarta: CIDES Korten, David C. dan Sjahrir (ed.). 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan,
Edisi Pertama. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Mustari, Nuryanti. 2013. Implementasi Kebijakan Publik, Pemahaman Teoritis Empiris. Makassar: Membumi Publishing
Nugroho, Riant. 2004. Public Policy. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Sedarmayanti. 2004. Good Governance. Bandung: Mandar Maju.
Subarsono. 2005. Analisa Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sugono, Dendy, et.al. 2008. Teasurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta Suharto, Edi. 2005. Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung: CV. Alfabeta Sumodiningrat, Gunawan. 2004. Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa. Jakarta: PT
Elex Media Komputindo.
Sunartiningsih, Agnes. 2004. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta:
Adiya Media.
Sunggono, Bambang. 1997. Analisis Kebijakan Publik: Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Bandung: CV. Alfabeta
Tachjan. 2006. Implementasi Kebijakan Publik. Bandung: CV. Alfabeta
Widodo, Joko. 2007. Analisis Kebijakan Publik. Malang: Bayumedia Publishing.
Winarno, Budi. 2002. Teori dan Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta: Media Pressindo
Jurnal:
Karsidi, Ravik. 2001. Paradigma Baru Penyuluhan Pembangunan dalam Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal MediaTor. Bandung: Universitas Islam Bandung.
Perundang-undangan:
Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1957 Sumber Lain:
Direktorat Evaluasi Kinerja Pembangunan Sektoral Kementerian Perencanaan Pembangunan nasional. 2013. Laporan Akhir Evaluasi Kebijakan Reformasi Birokrasi. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Tim Penyusun Pedoman Umum PNPM Mandiri. 2008 Pedoman Umum PNPM Mandiri. Jakarta: Tim Pengendali PNPM Mandiri.
Tim Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Departemen Dalam Negeri RI 2009.
Petunjuk Teknis Operasional (PTO) PNPM Mandiri Perdesaan 2009.
Jakarta: Departemen Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Daftar Informan
1. Pemerintah Kecamatan Parigi: Camat Parigi 2. PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Parigi:
- Ketua UPK - Ketua TPK
3. Pemerintah Desa Kecamatan Parigi:
- Kepala Desa Majannang - Kepala Desa Manimbahoi 4. Masyarakat Kecamatan Parigi
- Warga Desa Majannang - Warga Desa Manimbahoi - Warga Desa Jonjo
- Warga Desa Sicini
Pertanyaan Wawancara
1. Tujuan PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Parigi:
- Apa yang ingin dicapai dengan adanya PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Parigi?
2. Efisiensi PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Parigi:
- Apakah program PNPM Mandiri Perdesaan yang dilaksanakan membawa banyak manfaat bagi masyarakat Kecamatan Parigi?
- Apakah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan yang masyarakat Kecamatan Parigi butuhkan?
- Apakah kegiatan yang dilaksanakan telah tepat sasaran?
- Apakah masyarakat dilibatkan atau aktif terlibat dalam pelaksanaan kegiatan?
- Apakah masyarakat dilibatkan atau aktif terlibat dalam pemeliharaan hasil kegiatan?
4. Prosedur Pelayanan:
- Apa persyaratan bagi masyarakat perempuan Kecamatan Parigi agar dapat memperoleh bantuan dana bergulir kelompok SPP?
- Bagaimana prosedur pemerolehan bantuan dana bergulir kelompok SPP?
“Program dari pemerintah ini sangat diharapkan dapat membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang tentu saja dengan memberikan pendampingan dimulai dari mengembangkan apa yang mereka miliki, serta belajar dengan mereka, agar apa yang menjadi peran masyarakat dalam pelaksanaan program ini dapat diakomodir, sehingga nantinya masyarakat memiliki rasa gotong-royong dan kepedulian terhadap hasil program serta mengutamakan asas manfaat dalam melaksanakan program ini” (Wawancara tanggal 25 Oktober 2015). Camat Parigi
2. Apakah keberadaan PNPM Mandiri Perdesaan membawa banyak manfaat bagi masyarakat Kec. Parigi?
“Keberadaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri di Kecamatan Parigi ini banyak membawa perubahan utamanya dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, keberadaan program ini juga membantu terjadinya proses pembelajaran politik demokrasi bagi masyarakat. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu untuk menganalisis, menyatakan pendapat, berdiskusi, serta mengawasi dan mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan” (Wawancara tanggal 25 Oktober 2015). Kades Majannang
“Program PNPM Mandiri ini sangat membantu masyarakat terutama dengan dibuatnya jalan beton sehingga aktivitas masyarakat semakin lancar. Selain itu, pembangunan irigasi pertanian juga sangat-sangat membantu meningkatkan hasil pertanian” (Wawancara tanggal 25 Oktober 2015).
Warga Desa Majannang
3. Apa tujuan dari diadakannya PNPM Mandiri Perdesaan di Kec. Parigi?
“Program PNPM Mandiri ini sebenarnya bukan hanya bertujuan untuk memperbaiki masalah pembangunan yang ada di Kecamatan Parigi, tetapi juga menarik perhatian dari masyarakat agar dapat berperan aktif dalam penyaluran aspirasi mereka secara langsung, sehingga masyarakat merasa dihargai oleh pemerintah” (Wawancara tanggal 27 Oktober 2015). Camat Parigi
4. Apakah masyarakat dilibatkan dalam hal proses pengambilan keputusan?
“Sudah banyak program–program dari pemerintah yang dilaksanakan yang berhubungan dengan masalah pembangunan, namun tidak ada ruang yang
masyarakat. Dengan kata lain, program yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang kami inginkan, bukan apa yang pemerintah inginkan” (Wawancara tanggal 27 Oktober 2015). Kades Manimbahoi
5. Apakah masyarakat dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan?
“Alhamdulillah, dengan terlibatnya kami dalam pembangunan jalanan, kami mempunyai penghasilan tambahan yang bisa kami gunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak. Lama perjalanan juga semakin singkat dengan diperbaikinya jalanan” (Wawancara tanggal 27 Oktober 2015). Warga Desa Manimbahoi
6. Kegiatan apa saja yang dilaksanakan dan apakah kegiatan yang dilaksanakan sesuai yang masyarakat butuhkan?
“Usulan untuk melakukan pembangunan ruang kelas baru adalah suatu yang kami anggap penting karena dengan adanya penambahan ruang kelas maka semua elemen yang berada di Kecamatan Parigi ikut melakukan kontribusi bagi anak-anak warga Parigi dalam bidang pendidikan. Adanya pembangunan RKB ini selain melengkapi sarana pembelajaran, juga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Parigi dan memberikan kenyamanan dalam proses belajar-mengajar” (Wawancara tanggal 27 Oktober 2015). Ketua UPK PNPM Mandiri
7. Bagaimana prosedur pemerolehan bantuan dana kelompok simpan-pinjam perempuan?
“Program simpan pinjam untuk kelompok perempuan ini memang sangat diminati karena prosesnya mudah dan tidak memberatkan. Kebanyakan kelompok perempuan yang memasukkan proposal pinjaman ingin menggunakan dana tersebut untuk memulai atau mengembangkan usahanya.
Program simpan pinjam ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat terutama kaum perempuan” (Wawancara tanggal 27 Oktober 2915). Ketua UPK PNPM Mandiri
8. Sejauh mana peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan?
“Yang membuat program PNPM Mandiri ini dapat terlaksana sesuai dengan target yang kita inginkan adalah adanya bentuk partisipasi dari masyarakat yang sangat membantu dan memadai. Serta saya juga merasa kagum kepada
“Adanya PNPM Mandiri ini sangat membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Inilah saatnya kami masyarakat membuktikan bahwa pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama. Melalui program ini kami selaku masyarakat tidak akan segan dalam memberikan bantuan selama bantuan itu masih bisa kami lakukan” (Wawancara tanggal 28 oktober 2015). Warga Desa Jonjo
“Keberadaan PNPM Mandiri ini banyak sekali membawa perubahan dalam masyarakat. Selain mengikutkan masyarakat dalam mengambil kebijakan, yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukung serta menjaga kegiatan ini agar tetap berjalan, termaksud memelihara dan melestarikan apa yang telah dihasilkan dari kegiatan ini” (Wawancara tanggal 29 Oktober 2015). Warga Desa Sicini 9. Apakah kegiatan yang dilaksanakan telah tepat sasaran?
“Menurut saya sangat efektif ada dana yang diperuntukkan untuk simpan pinjam perempuan, terutama bagi keluarga miskin. Dengan demikian, kaum perempuan juga bisa turut membantu keuangan keluarga dengan cara menjadikannya modal usaha. Mereka di sini yang mendapatkan dana pinjaman tersebut memang yang betul-betul membutuhkan” (Wawancara tanggal 29 Oktober 2015). Kades Majannang
“Sudah tepat sekali ada dana yang sampai ke warga kampung kami, kaum perempuan di sini terutama yang ibu-ibu sangat membutuhkan dana untuk membuka usaha” (Wawancara tanggal 29 Oktober 2015). Warga Desa Majannang
“sejak adanya program PNPM Mandiri kami selaku orang yang mencari nafkah di area persawahan sangat merasa terbantu dengan adanya perbaikan jalan tani ini. Karena kami yang dulunya kesulitan dalam pengangkutan hasil produksi kini sudah mulai merasakan dampak positif dari program PNPM Mandiri ini” (Wawancara tanggal 29 Oktober 2015). Warga Desa Majannang
“PNPM Mandiri Perdesaan merupakan suatu berkah bagi masyarakat di Kecamatan Parigi, karena dengan adanya program ini masyarakat Kecamatan Parigi yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dapat memperoleh kemudahan dalam proses pengangkutan hasil produksi serta memberikan banyak manfaat yang lain” (Wawancara tanggal 29 Oktober 2015). Camat Parigi
program dari PNPM Mandiri ini ke tingkat yang semestinya” (Wawancara tanggal 29 Oktober 2015). Ketua UPK PNPM Mandiri
i
IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN DI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN GOWA
SAPARUDDIN
Nomor Stambuk : 10561 04035 11
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2016
ii
DI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN GOWA
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara
Disusun dan diajukan oleh SAPARUDDIN
Nomor Stambuk : 10561 04035 11
Kepada
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2016
iii
iv
v
vi
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa” di bawah bimbingan Parakkasi Tjaija sebagai pembimbing I dan Muhammad Tahir sebagai pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan tipe Penelitian ini adalah tipe deskriptif. Data primer diperoleh langsung dari hasil wawancara dengan narasumber sedangkan data sekunder diperoleh dari perpustakaan, referensi, dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Parigi telah sesuai prosedur dan pedoman umum yang ada, hal ini dapat dilihat mulai dari saat proses perencanaan usulan, penetapan usulan, pelaksanaan kegiatan sampai pemeliharaan hasil tetap dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang tentu saja bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa. Pelaksanaan kegiatan juga berjalan dengan baik atas partisipasi masyarakat.
Keyword : Implementasi, PNPM Mandiri Perdesaan
vii
Rural Commuity Empowerment in Parigi District, Gowa Regency” supervised by Parakkasi Tjaija as 1st supervisor and Muhammad Tahir as 2nd supervisor.
This research aims to know the implementation of the PNPM-Mandiri Rural in Parigi District, Gowa Regency. The type of research is a field research with descriptive-qualitative approach. The primary data obtained directly from the research location such as observation, interviews, and documentation.
The results of the research show that the implementation of PNPM-Mandiri Rural in Parigi District, Gowa Regency, have appropriate procedures and general guidelines, this can be seen from process of planning proposals, determination of the proposals, implementation, and maintenance done by and for the community which of course cooperate with the government of district and villages.
Keywords : Implementation, PNPM-Mandiri Rural.
viii
Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas anugerah dan Nikmat kesehatan sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa”.
Skripsi ini diajukan sebagai tugas akhir dalam rangka penyelesaian studi sarjana jurusan Ilmu Administrasi Negara pada Fakultas Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini penulis menyadari berbagai hambatan tidak mungkin bisa terselesaikan tanpa bantuan berbagai pihak, dengan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tuaku atas segala pengorbanan, kasih sayang dan jerih payahnya selama membesarkan dan mendidik penulis, memberikan dorongan dan motivasi serta do’a yang tak henti-hentinya demi keberhasilan penulis. Buat istri, anak dan adik-adikku serta seluruh keluarga besarku atas bantuannya selama ini baik moral maupun materil, memberikan waktu, dukungan dan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Terkhusus kepada dosen pembimbing Ayahanda Drs. Parakkasi Tjaija, M.Si sebagai pembimbing I dan Ayahanda Drs. Muhammad Tahir, M.Si sebagai pembimbing II, yang dengan tulus membimbing penulis, melakukan koreksi dan perbaikan-perbaikan yang amat berharga sejak dari awal hingga selesainya skripsi
ix
Pada kesempatan ini Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. Irwan Akib, M.Pd. selaku rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Dr. muchlis madani, M.Si selaku Dekan Fakultas Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak DR. Burhanuddin, M.Si. selaku Ketua Jurusan Ilmu Adminitrasi Negara Fakultas Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Seluruh Dosen Pengajar di Fakultas Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
5. Segenap tata usaha Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
6. Camat Parigi, Kepala Desa Se-Kecamatan Parigi Ketua UPK PNPM-MPd beserta jajarannya yang telah memberikan bantuan, meluangkan waktunya dan kerja samanya selama Penulis melakukan penelitian.
7. Segenap rekan-rekan akademik Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar yang selalu memberikan semangat dalam penyelesaian skripsi ini saya ucapkan terima kasih.
x
xi
xii
HALAMAN PENGAJUAN SKRIPSI ... ii HALAMAN PERSETUJUAN ... iii HALAMAN PENGESAHAN ... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ... v ABSTRAK ... vi
xiii
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Obyek Penelitian ... 47 B. Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa ... 49 C. Evaluasi Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa ... 77
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 89 B. Saran ... 90
DAFTAR PUSTAKA ... 92 LAMPIRAN ... 94
1 BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan desa memegang peranan yang penting karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan pada hakikatnya bersinergi terhadap pembangunan daerah dan nasional. Hal tersebut terlihat melalui banyaknya program pembangunan yang dirancang pemerintah untuk pembangunan desa.
Hampir seluruh instansi, terutama pemerintah daerah mengakomodir pembangunan desa dalam program kerjanya. Tentunya berlandaskan pemahaman bahwa desa sebagai kesatuan geografis terdepan yang merupakan tempat sebagian besar penduduk bermukim. Dalam struktur pemerintahan, desa menempati posisi terbawah, akan tetapi justru terdepan dan langsung berada di tengah masyarakat.
Karenanya dapat dipastikan apapun bentuk setiap program pembangunan dari pemerintah akan selalu bermuara ke desa.
Pembangunan desa masih memiliki berbagai permasalahan, seperti adanya desa terpencil atau terisolir dari pusat-pusat pembangunan (center of excellent), masih minimnya prasarana sosial ekonomi serta penyebaran jumlah tenaga kerja produktif yang tidak seimbang, termasuk tingkat produktivitas, tingkat pendapatan masyarakat dan tingkat pendidikan yang relatif masih rendah. Semuanya itu pada akhirnya berkontribusi pada kemiskinan penduduk. Fakta tersebut menyebabkan pemerintah semakin intensif menggulirkan program dan proyek pembangunan dalam pelaksanaan pembangunan desa. Namun demikian program atau proyek
2
Masyarakat masih dianggap sebagai objek/sasaran yang akan dibangun.
Hubungan yang terbangun adalah pemerintah sebagai subjek/pelaku pembangunan dan masyarakat desa sebagai objek/sasaran pembangunan (Kartasasmita, 1996: 144). Tingkat partisipasi dalam pembangunan masih terbatas, misalnya masih sebatas peran serta secara fisik tanpa berperan secara luas sejak dari perencanaan sampai evaluasi. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan adalah program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja bagi masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan serta mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan khususnya di perdesaan. Mulai tahun 2007 Pemerintah Indonesia mencanangkan PNPM Mandiri Perdesaan.
PNPM Mandiri Perdesaan adalah program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat PNPM Mandiri Perdesaan merupakan kelanjutan Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil.
Diantara keberhasilan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) adalah penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektifitas kegiatan, dan keberhasilannya menumbuhkan kolektivitas dan partisipasi.
3
pembangunan masyarakat desa dilakukan oleh sebuah badan, dengan sebutan Dewan Koordinasi Pembangunan Masyarakat Desa (DK-PMD). Adapun tugas DK-PMD, yaitu: (a) menentukan politik kebijaksanaan umum tentang urusan pembangunan masyarakat desa dan menentukan prinsip-prinsip pembangunan masyarakat desa; (b) mengadakan koordinasi usaha-usaha pembangunan masyarakat desa antar kementrian dan jawaban yang bersangkutan; dan (c) mengatur bahan materi dari badan-badan pemerintah sehingga merupakan kebulatan bantuan dan bermanfaat untuk ekonomi dan masyarakat desa pada khususnya (Pedoman Umum Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, 2008:21).
Apapun bentuk pembangunan, secara substantive akan selalu diartikan mengandung unsur proses dan adanya suatu perubahan yang direncanakan untuk mencapai kemajuan masyarakat. Karena ditujukan untuk merubah masyarakat imaka sewajarnya masyarakatlah sebagai pemilik (owner) kegiatan pembangunan.
Hal ini dimaksudkan supaya perubahan yang hendak dituju adalah perubahan yang yang diketahui dan sebenarnya yang dikehendaki oleh masyarakat (Conyers, 1991: 154-155). Dengan demikian, keterlibatan masyarakat harus diperluas sejak perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pemanfaatannya, sehingga proses pembangunan yang dijalankan dapat memberdayakan masyarakat, bukan memperdayakan. Dengan adanya peraturan pemerintah ditingkat pusat yang menyelenggarakan pembangunan masyarakat desa, PNPM Mandiri Perdesaan sebagai program penanggulangan kemiskinan di pedesaan lebih mengutamakan
4
yang diperlukan Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa.
Beberapa desa di Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa merupakan daerah sasaran PNPM Mandiri Perdesaan yang memiliki masyarakat yang homogen, ini sangat banyak memiliki yang namanya keterbatasan baik dari segi fasilitas rumah dan keadaan rumah yang apa adanya, misalnya dalam bentuk rumah, sebahagian warga masih memiliki rumah panggung tanpa dibarengi dengan kamar mandi, bahkan ada juga rumah yang terpisah dari kamar mandi yang berjarak lima (5) meter dari rumah, aliran sungai yang tidak baik, jalanan menuju desa tersebut masih banyak yang menggunakan jalanan yang terbuat dari tanah, selain itu juga kondisi pertanian yang sangat memprihatinkan para petani misalnya seperti irigasi persawahan yang tidak lancar, banyaknya jebol aliran sungai sehingga menimbulkan lahan petani yang lainnya tidak kebagian air dalam mengairi perladangan mereka dan hal ini mengakibatkan hasil pertanian menjadi semakin menurun yang terkadang hanya sebatas cukup untuk makanan seharihari, dan juga kondisi penghubung desa yang satu dengan yang lainnya tidak berjalan dengan lancar, hal ini disebabkan karena terputusnya jembatan atau banyaknya jembatan yang mengalami kerusakan, hal ini sangat jelas mendukung untuk dirikannya berbagai macam fasilitas PNPM Mandiri Perdesaan tersebut.
Pembangunan desa secara konseptual mengandung makna proses dimana usaha-usaha dari masyarakat desa terpadu dengan usaha-usaha dari pemerintah.
Tujuannya untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
5 dan Sjahrir, 1988: 378).
Berlatar belakang pokok pikiran tersebut, penelitian ini bermaksud mengambil satu dimensi yang lebih khusus yaitu membahas tentang sosialisasi pemanfaatan fasilitas PNPM Mandiri Perdesaan Kecematan Parigi, Kabupaten Gowa.
Berdasarkan ketentuan kebijakan pemerintah tersebut, untuk mendirikan PNPM sebagai lanjutan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Kecematan Parigi merupakan salah satu daerah sasaran PNPM Mandiri Perdesaan yang menerima dari hasil program tersebut, yaitu didirikannya berbagai macam fasilitas dari PNPM antara lain: Mandi Cuci Kakus (MCK), pembuatan jalan dari rabat beton, membangun jembatan, irigasi persawahan, dam pengendali yang bertujuan mencegah erosi dan yang lainnya. Dimana tujuan dari didirikannya fasilitas tersebut tidak lain adalah untuk mensejahterakan masyarakat pedesaan kecematan parigi dan juga disisi lain adalah untuk menenggulangi kemiskinan.
Misalnya seperti pendirian Mandi Cuci Kakus (MCK) dimana hampir di setiap desa pendirian Mandi Cuci Kakus (MCK) tersebut benar-benar dilakukan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Selain itu juga pembangunan dari tali air persawahan juga telah benar-benar terealisasi kepada tiap-tiap petani yang memiliki lahan persawahan, jembatan yang dibangun juga sudah merupakan salah satu sarana dalam mempercepat interaksi warga masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya, apalagi pada akhir-akhir ini masyarakat pedesaan
6
Kehadiran program PNPM Mandiri Perdesaan masyarakat perlu dibarengi dengan sosialisasi yang baik dan tepat, karena dengan adanya sosialisasi yang baik dan benar dalam menerapkan berbagai macam hal yang baru maka secara otomatis aktor dalam menggunakan fasilitas tersebut tidak merasa canggung atau merasa dirugikan dan jauh akan lebih mapan dalam memanfaatkan hal tersebut
Kehadiran program PNPM Mandiri Perdesaan masyarakat perlu dibarengi dengan sosialisasi yang baik dan tepat, karena dengan adanya sosialisasi yang baik dan benar dalam menerapkan berbagai macam hal yang baru maka secara otomatis aktor dalam menggunakan fasilitas tersebut tidak merasa canggung atau merasa dirugikan dan jauh akan lebih mapan dalam memanfaatkan hal tersebut