2.1 Konsep teoretik
2.1.5 Implementasi Scrabotika (Scrapbook Tematik Berbasis Kearifan
SD Negeri 2 Gunem
Implementasi Scrabotika (Scrapbook Tematik Berbasis Kearifan Lokal) untuk menumbuhkan kecerdasan naturalistik perlu disesuaikan antara langkah guru dan langkah siswa. Langkah guru dalam pembelajaran meliputi kegiatan apersepsi, mendampingi, memfasilitasi, dan memberikan evaluasi di akhir pembelajaran. Langkah siswa meliputi kegiatan pembelajaran yang berlangsung menggunakan media scrabotika. Media scrabotika dibuat dengan tujuan untuk
19
meningkatkan kecerdasan naturalistik pada siswa. Langkah-langkah implementasi scrabotika dapat dilihat pada Tabel 2.4.
Tabel 2. 4 Langkah Implementasi Scrabotika
No. Langkah Guru Langkah Siswa
1. Guru melakukan apersepsi pembelajaran
Siswa memperhatikan tujuan pembelajaran yang dijelaskan guru
Siswa menjawab pertanyaan atau apersepsi yang di berikan guru
Pemberian motivasi berupa gambar dan video terkait materi tema 6 Subtema 3
2. Guru menjelaskan cara penggunaan media scrabotika
Siswa memahami penjelasan guru terkait penggunaan media scrabotika
3. Guru mendampingi dan memfasilitasi siswa dan memastikan siswa sudah menemukan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan
Siswa berkelompok membaca scrabotika
Siswa melakukan permainan tradisional yang ada pada media scrabotika
Siswa menemukan beberapa informasi di dalam media pembelajaran scrabotika
Siswa menuliskan beberapa informasi dan permasalahan di dalam media srabotika
Siswa ditunjuk guru secara acak untuk mengemukakan jawaban mereka secara individu 4. Guru memberikan
evaluasi di akhir pembelajaran
Siswa memperoleh tugas atau proyek yang terdapat di dalam scrabotika terkait hewan, tumbuhan, maupun lingkungan alam
Siswa melakukan observasi secara langsung ataupun berjelajah di lingkungan sekitar sekolah dalam waktu singkat untuk mengumpulkan berbagai informasi
Setiap kelompok berlatih dan memperoleh jawaban dari tugas/proyek berbasis alam
Siswa mampu melaksanakan dan menyimpulkan cara merawat serta melestarikan hewan, tumbuhan, maupun alam
Siswa mampu membangun sifat mencaintai hewan, tumbuhan, maupun lingkungan alam melalui tindakan ataupun tulisan
Siswa bersama-sama membuat kesimpulan Siswa mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas
Guru memberikan pertanyaan atau umpan balik terkait kecerdasan alami atau naturalistik
Sumber: Peneliti
20 2.2 Penelitian Relevan
Beberapa penelitian relevan dengan penelitian ini antara lain sebagai berikut.
Kusnia Dewi, Tiara dan Yuliana, Rina (2018) melakukan penelitian dengan “Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Materi Karangan Deskripsi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III Sekolah Dasar” yang dipublikasi dalam Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 9 Nomor 1 Tahun 2018.
Penelitian tersebut mendapatkan hasil bahwa media scrapbook masuk ke dalam kategori “Sangat Layak”. Respon siswa terhadap media scrapbook yang dikembangkan termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.
Utaminingsih, Sri, dkk. (2019) melakukan penelitian dengan
“Pengembangan Media Scrap Book Tema 4 Berbagai Pekerjaan Subtema 3 Pekerjaan Orang Tuaku” yang dipublikasi dalam Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Volume 3 Nomor 2 tahun 2019. Penelitian tersebut mendapatkan hasil kepraktisan produk dilakukan dengan cara memberikan angket respon siswa terhadap media Scrap Book kepada siswa kelas IV SDN Wonolopo 02 Mijen dengan kriteria baik sekali. Berdasarkan hasil yang diperoleh menyatakan bahwa media Scrap Book tema 4 berbagai pekerjaan subtema 3 pekerjaan orang tuaku layak digunakan sebagai media pembelajaran tematik di kelas IV Sekolah Dasar.
Rahman, Irwan Faisal, dkk. (2018) melakukan penelitian dengan
“Meningkatkan Kecerdasan Natralis melalui Metode Observation, Investigation dan Experiment dalam Materi Tumbuhan dan Hewan” yang dipublikasi dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 5 Nomor 3 Tahun 2018.
Penelitian tersebut mendapatkan hasil adanya pengaruh dari metode observation, investigation dan experiment terhadap kecerdasan naturalis siswa. Skor mean n-gain menunjukan adanya peningkatan kecerdasan naturalis siswa terhadap kelas yang diberi perlakuan atau treatment dengan kelas yang tidak diberi treatment.
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Relevan dapat dilihat pada Tabel 2.5 berikut.
21
Tabel 2. 5 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Relevan Judul Nama
Peneliti
Tahun Persamaan Perbedaan Pengembangan
3. Jenis penelitian 4. Subjek Penelitian 5. Lokasi Penelitian
Pengembangan
1. Subjek Penelitian 2. Kelas atau
jenjang dalam penelitian
3. Lokasi Penelitian
Meningkatkan
3. Subjek Penelitian 4. Lokasi Penelitian 5. Muatan
Pembelajaran
22 2.3 Kerangka Berpikir
Berdasarkan kajian-kajian teoritis variabel-variabel yang diteliti serta didukung dengan penelitian relevan, maka dapat digambarkan kerangka berpikir pada Gambar 2.1.
Gambar 2. 2 Kerangka Berpikir Analisys:
1. Keterbatasan media pembelajaran
2. Belum ada integrasi media berbasis kearifan lokal
3. Belum pernah menggunakan scrapbook dalam pembelajaran
4. Kecerdasan naturalistik siswa rendah
Media pembelajaran berbasis kearifan lokal : Design
Scrabotika
Uji Coba pada Subjek Media Scrabotika
Hasil Revisi dan Laporan Hasil Analisis:
Scrabotika Menumbuhkan Kecerdasan Nauralistik Siswa
23 2.4 Rancangan Media
Peneliti memiliki rancangan awal media Scrabotika (Scrapbook Tematik Berbasis Kearifan Lokal) yang akan dikembangkan. Adapun rancangan awal Scrabotika dapat dilihat pada Tabel 2.6.
Tabel 2. 6 Rancangan Awal Media Scrabotika
No. Fitur Keterangan
1. Sampul Depan 1. Judul scrapbook, yaitu Scrabotika (Scrapbook Tematik Berbasis Kearifan Lokal)
2. Gambar ilustrasi 3. Nama dan logo instansi 4. Nama pengarang media
2. Petunjuk Penggunaan Mencakup cara pengggunaan Scrabotika
3. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
KI. 3
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KD IPA
1.2 Membandingkan siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup serta mengaitkan dengan upaya pelestariannya.
KD Bahasa Indonesia
3.2 Menggali isi dan amanat puisi yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan untuk kesenangan.
4. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan pembelajaran 1
-
Melalui kegiatan berlatih membaca puisi, siswa mampu mendeklamasikan puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang benar.- Melalui kegiatan membuat poster siswa mengetahui pentingnya pelestarian makhluk hidup bagi lingkungan sekitar dengan tepat.
24 5. Pojok Permainan
Tradisional
Siswa melakukan permainan tradisional bersama-sama yang dikaikan dengan materi pembelajaran di scrabotika
6. Materi Pembelajaran 1 1. Siswa mendeklamasikan puisi tentang
“Penjaga Alam”
2.
Siswa memilih membuat poster tentang pentingnya melestarikan sumber daya alam hayati hewan atau tumbuhan7. Pojok Naturalistik Kemampuan naturalisik siswa digali dengan kegiatan mengidentifikasi, menyimpulkan, membuktikan, dan membangun sifat memncintai hewan maupun tumbuhan beserta cara pelestariannya.
8. Rangkuman Berisi rangkuman materi dalam satu subtema
9. Biografi Biografi Penulis
10. Daftar Pustaka Daftar Pustaka menunjukkan sumber materi yang digunakan dalam media
25 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
3.1.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Gunem yang berlokasi di desa Gunem, kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Alasan peneliti memilih tempat penelitian tersebut antara lain sekolah tersebut merupakan tempat PLP 2, adanya keterbatasan media pembelajaran, serta ditemukan kecerdasan naturalistik siswa kelas IV yang masih rendah.
3.1.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan 15 September 2021 sampai bulan 20 April 2022 digunakan untuk persiapan proposal hingga penyusunan laporan penelitian.
3.2 Karakteristik Media yang Dikembangkan
Pengembangan media scrabotika berisi gambar-gambar dan materi yang disusun secara tiga dimensi untuk meningkatkan kecerdasan naturalistik siswa kelas IV. Materi dibuat per mata pembelajaran dan dikemas secara kekinian yang berdasarkan kearifan lokal Rembang. Selain itu terdapat juga pengaplikasian permainan tradisional di dalam Scrabotika.
Pengembangan produk Scrabotika ini memiliki karakteristik sebagai berikut.
1. Scrabotika merupakan Scrabpook Berbasis Kearifan Lokal yang memanfaatkan kertas yang dikreasikan secara menarik di dalam penyusunannya.
2. Dapat digunakan siswa sebagai media pembelajaran baik secara individu maupun berkelompok
3. Konten berisi penggabungan antara gambar-gambar dan materi yang disusun dan di edit semenarik mungkin
26
4. Disertai dengan materi ataupun gambar timbul (3 dimensi) 5. Pengaturan layout gambar dan sampul menggunakan Corel Draw 6. Penyusunan teks menggunakan huruf Comic Sans MS.Word 7. Menggunakan kertas glosy
8. Menggunakan kearifan lokal Rembang
9. Materi ajar menggunakan kelas IV Tema 6 Subtema 3.
3.3 Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan peneliti yaitu (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) Tegeh, dkk (2014: 42) menjelaskan bahwa model ADDIE memiliki lima langkah untuk mengembangkan produk, yaitu analisis (Analyze), perancangan (Design), pengembangan (Develop), implementasi (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Bentuk desain penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.1.
Gambar 3. 1 Tahapan Model ADDIE (Sumber: Tegeh, dkk (2014: 42))
Analyze
Develop
Evaluate Design
Implementation
27 1. Analisis (Analyze)
Tegeh, dkk (2014: 42) menjelaskan bahwa tahap analisis meliputi kegiatan menganalisis kompetensi siswa, melakukan analisis karakteristik siswa, dan melakukan analisis materi. Pada tahapan ini peneliti melakukan tes anaisis kebutuhan dan mengidentifikasi solusi pada siswa dan guru kelas IV SD Negeri 2 Gunem terkait karakteristik siswa, penggunaan media pembelajaran, dan kecerdasan naturalistik.
Hasil analisis kebutuhan diperoleh bahwa terdapat keterbatasan media pembelajaran, belum adanya implementasi kearifan lokal di dalam suatu media pembelajaran, pada pembelajaran tematik belum pernah menggunakan media scrapbook, dan kecerdasan naturalistik siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem rendah. Hasil analisis kebutuhan dapat dilihat pada lampiran 4 dan 6, 45-48.
2. Perencanaan (Design)
Tegeh, dkk (2014: 43) menjelaskan bahwa tahap perancangan difokuskan pada pemilihan materi. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu tema 6 subtema 3 yang meliputi muatan IPA dan Bahasa Indonesia. Peneliti juga menentukan media yang dikembangkan dalam penelitian yakni scrabotika. Fitur media scrabotika meliputi sampul depan dan belakang, petunjuk penggunaan, KI dan KD, tujuan pembelajaran, pembelajaran 1/2/3/dst, pojok permainan tradisional, pojok naturalistik, rangkuman, biografi peneliti, daftar pustaka.
Scrabotika berbentuk buku yang di desain secara menarik yang dilengkapi dengan kearifan lokal kota Rembang. Penggunaan media scrabotika meliputi kegiatan belajar dan bermain. Kegiatan belajar meliputi membaca, menemukan, serta mencoba melalui media scrabotika, sedangkan kegiatan bermain menggunakan beberapa jenis permainan tradisional daerah setempat.
3. Pengembangan (Develop)
Tegeh, dkk (2014: 43) menjelaskan bahwa tahap pengembangan merupakan kegiatan mewujudkan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik,
28
sehingga menghasilkan prototype pengembangan. Pada hal ini, peneliti membuat scrapbook biasa dengan alat bahan yang tersedia yang nantinya akan dikembangkan dengan kearifan lokal Rembang dan juga di desain 3D yang menarik sehingga produk bisa di validasi. Validasi meliputi validasi isi, validasi kepraktisan Scrabotika, dan validasi media.
Validasi isi dan kepraktisan media scrabotika dilakukan oleh para ahli yaitu: Ibu Siti Masfuah, M.Pd., Ibu Sekar Ardiyanti, M.Pd., dan guru kelas IV SD Negeri 2 Gunem. Sedangkan validasi media dilakukan oleh Bapak Syaffruddin Kuryanto, S.Si., M.Or., dan Bapak Dr. Nur Fajrie, M.Pd. Validasi dilakukan dengan lembar validasi yang telah dibuat dan disusun sebelumnya.
4. Implementasi (Implementation)
Tegeh, dkk (2014: 43) mengatakan bahwa pada tahap implementasi, produk pengembangan perlu diuji cobakan secara nyata di lapangan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat keefektifan, kemenarikan, dan efisiensi dalam pembelajaran. Produk ini diuji cobakan pada saat pembelajaran dengan uji coba skala terbatas, yakni 6 siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem. Tahap ini, peneliti melakukan implementasi scrabotika pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem untuk mengetahui validitas dan keefektifan media scrabotika untuk meningkatkan kecerdasan naturalistik siswa.
5. Evaluasi (Evaluate)
Tegeh, dkk (2014: 43) menjelaskan bahwa pada tahap evaluasi adalah melakukan evaluasi untuk mengetahui pengaruh produk terhadap kualitas pembelajaran. Peneliti melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran scrabotika untuk mengetahui validitas dengan menggunakan lembar validasi yang dikatakan valid oleh validator terlebih dahulu sebelum media scrabotika di ujicobakan. Tahap evaluasi ini juga dibutuhkan untuk melihat keefektifan media pembelajaran scrabotika. Keefektifan media digunakan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan naturalistik siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem dengan
29
menggunakan angket yang diberikan kepada siswa setelah menggunakan media scrabotika.
3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi
Sugiyono (2019: 135) berpendapat bahwa populasi adalah area generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek dengan jumlah dan karakteristik tertentu yang perlu diselidiki, dan kesimpulan yang baru perlu ditarik. Populasi dalam penelitian ini menggunakan seluruh siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem yang berjumlah 28 siswa.
3.4.2 Sampel
Sugiyono (2019: 135) berpendapat bahwa sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik populasi. Anggota sampel yang diambil sebanyak 20%
dari jumlah siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem yaitu 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa berprestasi tinggi, 2 siswa berprestasi sedang, dan 2 siswa berprestasi rendah.
3.5 Variabel Penelitian 3.5.1 Variabel Bebas
Ridha (2017: 66) berpendapat bahwa variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan atau terjadi pada variabel yang diteliti. Variabel bebas yang diteliti dalam penelitian ini adalah scrabotika (Scrapbook Tematik Berbasis Kearifan Lokal).
3.5.2 Variabel Terikat
Ridha (2017: 66) berpendapat bahwa variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau merupakan hasil karena variabel bebas. Variabel terikat pada yang diteliti dalam penelitian ini adalah kecerdasan naturalistik siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem.
30
3.6 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam mengembangkan scrabotika di kelas IV SD Negeri 2 Gunem meliputi observasi, wawancara, angket, dan tes.
3.6.1 Observasi
Arifin Zainal (2014: 231) berpendapat bahwa observasi adalah pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan yang sistematis, logis, objektif, rasional, dan pencatatan berbagai fenomena baik dalam situasi nyata maupun buatan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Observasi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari produk yang dikembangkan. Jenis observasi pada penelitian yaitu observasi terbuka, yakni observasi yang dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung untuk mengukur tingkat kecerdasan naturalistik siswa terhadap media scrabotika. Siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem merupakan subjek yang akan di observasi dalam penelitian. Observer penelitian meliputi peneliti dan guru kelas. Observasi pada penelitian ini dilaksanakan di awal penelitian sebagai analisis kebutuhan dan ketika penelitian berlangsung yakni pada saat implementasi media scrabotika untuk meningkatkan kecerdasan naturalistik siswa.
3.6.2 Wawancara
Sugiyono (2019: 210) menjelaskan bahwa wawancara merupakan metode pengumpulan data bagi peneliti untuk mengajukan pertanyaan kepada responden.
Wawancara dalam penelitian ini berupa analisis kebutuhan dan wawancara respon. Wawancara ini bertujuan untuk memperoleh data penelitian yang berkaitan dengan analisis kebutuhan, respon guru dan siswa terhadap penggunaan media pembelajaran scrabotika. Penelitian ini menggunakan jenis wawancara terstruktur yang artinya peneliti telah mengetahui informasi yang ingin digali dari responden, sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu video, kamera, dan material lain yang dapat
31
membantu kelancaran wawancara. Wawancara dilakukan pada siswa dan guru kelas IV SD Negeri 2 Gunem.
3.6.3 Angket
Sugiyono (2019: 214) menjelaskan bahwa kuesioner atau angket adalah pengumpulan data dimana responden mengisi pertanyaan dan pernyataan dari peneliti. Angket digunakan dengan tujuan untuk memperoleh informasi mengenai respon siswa terhadap penggunaan media scrabotika. Jenis angket yang digunakan dalam penelitian yaitu angket tertutup. Angket akan diberikan kepada siswa kelas IV dengan instrumen yang disusun menggunakan Skala Guttman.
3.6.4 Tes
Sugiyono (2019: 208) mengatakan bahwa pengumpulan data dengan tes dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi awal subjek sebelum diberi perlakuan dengan menggunakan produk baru dan setelah dilakukan perlakuan dengan produk baru. Tes ini digunakan untuk mengukur kecerdasan naturalistik siswa.
Bentuk tes yang diberikan, yakni tes tertulis dalam bentuk uraian dengan soal sebanyak 10 soal.
Instrumen tes akan diberikan kepada siswa setelah diberi media pembelajaran scrabotika. Hal tersebut bertujuan untuk mengukur kecerdasan naturalistik siswa kelas IV SD Negeri 2 Gunem. Tes yang diberikan berupa 10 soal uraian dengan penyusunan perangkat tes sebagai berikut:
1. Menentukan topik atau materi pembelajaran yang sesuai 2. Menentukan jumlah butir tes
3. Membuat kisi-kisi soal sesuai indikator 4. Membuat soal seuai kisi-kisi dan indikator
5. Membuat kunci jawaban dan pedoman penskoran 6. Membuat lembar penilaian
Instrumen tes akan divalidasi oleh para ahli terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat validitas instrument. Sugiyono (2017: 125) berpendapat
32
bahwa validitas menunjukkan tingkat keakuratan antara data yang sebenarnya diihasilkan oleh objek dengan data yang dikumpulkan peneliti. Penelitian menggunakan jenis validasi isi (Expert Jugement) yang digunakan untuk mengukur keterkaitan isi tes kecerdasan naturalistik siswa pada pembelajaran tematik.
Lembar validitas dan perangkat tes diberikan kepada validator. Pengujian validitas ini melibatkan para ahli, yakni Ibu Siti Masfuah, S.Pd., M.Pd., Ibu Sekar Dwi Ardianti, S.Pd., M.Pd., dan Guru Kelas IV. Hasil validasi instrumen penelitian terdiri dari 10 butir soal uraian dikatakan valid apabila sesuai dengan kriteria Tabel 3.1.
Tabel 3. 1 Kriteria Kevalidan Instrumen Skor dalam
persen (%)
Kriteria Penilaian
0-20% Sangat Tidak Layak Soal tidak dapat digunakan
21-40% Tidak Layak Soal dapat digunakan harus revisi dan dikonsultasikan kembali
41-60% Cukup Layak Soal dapat digunakan dengan banyak revisi
61-80% Layak Soal dapat digunakan dengan sedikit revisi
81-100% Sangat Layak Soal dapat digunakan tanpa revisi
3.7 Teknik Analisis Data 3.7.1 Analisis Data Kuantitatif 3.7.1.1 Validitas
Data yang didapat dari hasil validasi diuji dan dianalisis untuk mengetahui kevalidan produk ditinjau dari validasi isi, validasi kepraktisan scrabotika, dan validasi media. Data dikatakan valid jika penilaian pada kriteria valid. Rumus untuk menghitung presentase keidealan produk sebagai berikut:
Hasil = ∑
33 Tabel 3. 2 Skala Presentase Penilaian
Presentase Penilaian Interpretasi
81-100% Sangat Layak
61-80% Layak
41-60% Cukup Layak
21-40% Kurang Layak
0-20% Tidak Layak
3.7.1.2 Hasil Tes Kecerdasan Naturalistik
Tes kecerdasan naturalistik digunakan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian indikator kecerdasan naturalistik siswa setelah menggunakan media pembelajaran scrabotika. Media scrabotika dianggap menumbuhkan kecerdasan nasturalistik siswa ketika hasil tes untuk KKM pembelajaran tematik, serta mengalami peningkatan dari hasil tes analisis kebutuhan sebelumnya. Hasil tes kecerdasan naturalistik dapat dihitung menggunakan rumus:
Penilaian (Skoring) =
x 100
3.7.2 Analisis Data Kualitatif
Data diperoleh dari beberapa sumber yang memakai teknik triagulasi dan dilaksanakan berkelanjutan mencapai data tersebut jenuh. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yang mengacu pada teori Miles and Huberman. Tahapan model interaktif tersebut terdiri dari reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), dan kesimpulan atau verifikasi (Conclution Drawing/Verification). Alur tahapan analisis data kualitatif Miles dan Huberman dapat dilihat pada Gambar 3.2.
34
Gambar 3. 2 Interactive Model (Sumber: Sugiyono, 2019) 3.7.2.1 Reduksi Data (Data Reduction)
Sugiyono (2019: 373) berpendapat bahwa reduksi data yaitu proses berpikir sensitif yang membutuhkan tingkat kecerdasan yang tinggi, keluasan, dan wawasan yang tinggi dan mendalam. Tahapan reduksi data dalam penelitian ini berupa merangkum dan memfokuskan hal-hal penting pada wawancara dan saran perbaikan sehingga menghasilkan suatu temuan.
3.7.2.2 Penyajian Data (Data Display)
Sugiyono (2019: 373) menjelaskan penyajian data adalah data dapat disajikan dengan deskripsi singkat, diagram, hubungan antar katagori, diagram alur, dan sejenisnya. Penyajian data dipaparkan menggunakan teks yang bersifat narasi.
3.7.2.3 Kesimpulan atau verifikasi (Conclution Drawing/Verification)
Analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman ialah penarik kesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan.
Analisis data kualitatif dilakukan untuk mengenalisis hasil wawancara, respon siswa terhadap scrabotika, kritik, saran, serta perbaikan dari ahli.
1. Hasil Wawancara
Peneliti melakukan wawancara kepada siswa dan guru kelas SD Negeri 2 Gunem untuk memperoleh data analisis kebutuhan maupun pendapat guru dan siswa mengenai penggunaan media scrabotika di dalam pembelajaran. Wawancara analisis kebutuhan digunakan ketika tahap penemuan masalah, sedangkan
Data Colession Data Display
Data Reduction
Conclution Drawing/Verification
35
wawancara terkait media scrabotika dilakukan dengan siswa dan guru kelas IV SD Negeri 2 Gunem setelah menggunakan media. Data hasil wawancara di analisis dan dijabarkan secara naratif.
2. Respon Terhadap Scrabotika
Respon penggunaan media scrabotika menggunakan angket respon yang ditujukan kepada siswa. Angket digunakan untuk memperoleh informasi mengenai respon siswa terhadap penggunaan media scrabotika. Lembar angket diberikan kepada siswa setelah melakukan uji coba produk. Instrumen angket dibuat menggunakan Skala Guttman yang menggunakan jawaban “ya-tidak”
36
DAFTAR PUSTAKA
Apriyansyah, Chandra. (2018). Peningkatan Kecerdasan Naturalis Melalui Penggunaan Media Realita. Jurnal Audi, 3(1), 13-26.
Arifin, Z. (2014). Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Chatib, Munif. (2012). Sekolah Anak-anak Juara. Bandung: Mizzan Media Group.
Dewi, Tiara Kusnia dan Yuliana, Rina. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Materi Karangan Deskripsi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 9(1), 19-25.
Faisal Rahman, Irwan, dkk. (2018). Meningkatkan Kecerdasan Natralis melalui Metode Observation, Investigation, dan Experiment dalam Materi Tumbuhan dan hewan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah dasar, 5(3), 120-128.
Hardiana, I. (2015). Terampil Membuat 42 Kreasi Mahar Scrapbook. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Khoeriyah, N Mawardi M. (2018). Penerapan Desain Pengembangan Tematik Integratif Alternatif Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Hasil dan Kebermanaknaan Belajar. Mimbar Sekolah Dasar, 5(2), 63-74.
Lazear, D. (2004). Higher-order thinking (The multiple intelligences way) . USA:
Zephyr Press.
Lia, R. (2014). Mahar Scrap Book Kreasi Mahar Unik dengan Tema Menarik Ala Scrapbook. Surabaya: PT Trubus Agrisarana.
Lismaya, L. (2018). Improving Stundent's Naturalist Intellegince Through Outdoor Activities on Plant Morphology Learning. Indonesian Journal of Learning and Instruction, 1(1), 47-52.
Lucy, B. dan Rizky, A.J. (2012). Dahsyatnya Brain Smart Teaching (Cara Super Jitu Optimalkan Kecerdasan Otak dan Prestasi Belajar Anak. Jakarta:
Penebar Plus (Penebar Swadaya Grup).
Murjainah. (2016). pengembangan Digital Scrapbook Pembelajaran Geografi dengan Kompetensi Dasr Menganalisis Kecenderungan Perubahan Lisofer di Muka Bumi di Kelas X SMA. Skripsi: Universitas PGRI Palembang.
37
Musafiroh, Tadzkiroatun. (2005). Bermain Sambil Belajar dan Kecerdabelasan.
Jakarta: DEPDIKNAS DIRJEN DIKTI.
Pamungkas, A, Bambang Subali, dan Suharto Lunuwih. (2017). Implementasi Model Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 3(2), 118-127.
Prasetyo dan Reza. (2009). Multiply Your Multiple Intelligence: Melatih 8 Kecerdasan Majemuk Pada Anak dan Dewasa. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Rahmawati, Indah, dkk. (2021). Korelasi Antara Kecerdasan Naturalis terhadap Sikap Peduli Lingkungan Sekitar SD Negeri Pulorejo 01. Jurnal Penelitian Indonesia, 8(1), 15-27.
Rida, Nikmatur. (2017). Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma Penelitian. Jurnal Hikmah, 14(1), 62-70.
Sintayani, Yuliyanti. (2011). Persiapan Membaca Bagi Balita. Sleman Yogyakarta: Kritzer Publisher.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,