BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
B. Paparan Temuan Penelitian
2. Implementasi Sikap Sosial dan Spiritual Pada Jamaah
Dari hasil penjabaran diatas, bahwasanya sikap sosial yang terkandung dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah seperti kepedulian sosial, optimis, toleransi,dan solidaritas. Sedangkan sikap spiritual yang terkandung dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah seperti menjalankan shalat, tawakal, berdoa, bersyukur dan berdzikir. Ditemukan bahwa sikap tersebut sudah di terapkan dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah. Anak yatim merupakan kekasih Rasulullah yang harus kita jaga dengan baik. Secara langsung para jamaah memberikan santunannya dari mereka masing-masing dan diberikan
77
kepada anak yatim. Hal tersebut terjadi karena adanya sikap kepedulian dan sikap kasih sayang dari para jamaah kepada anak yatim.
Seabagaimana pendapat R selaku jamaah Majelis Doa mawar Allah sebagai berikut.
Senang sekali mbak, dengan kehadiran anak yatim bisa mengambil banyak hikmah dalam hidup ini, saling peduli, saling mengasihi, apalagi di zaman ini kita juga harus saling bertoleransi, tentang perbedaan yang ada karena kalo kita tidak bisa menghargai perbedaan maka akan datangnya sebuah kerusuhan dimana-mana. Rasuluallah juga sangat memuliakan anak yatim makanya saya juga belajar dari Rasuluallah SAW. (Wawancara pada tanggal 16 Mei 2017 pukul 10.30 wib)
Dengan adanya sikap kepedulian dan kasih sayang timbul rasa ingin menolong mereka dan memberi santunan kepada mereka, jika kita peduli dengan orang lain maka kita akan peduli kepada semua orang, khususnya orang tua, krabat dan teman kita sendiri. Sebagaimana pendapat R sebagai berikut.
Tidak jauh-jauh aja ya mbak , misal teman saya di kampus dan keluarga serta karabat dekat saya, seolah-olah ada kepuasan tersendiri jika niat kita itu hanya menolong yang tak mengharapakan sesuatu dari orang tersebut. (wawancara pada tanggal 16 Mei 2017 pukul 10.00 wib)
Untuk mengatasi masalah para jamaah, dalam kegiatan tersebut para jamaah juga diajarkan untuk selalu bersikap optimis. Sikap optimis ini tercermin dari jamaah yang semangat dalam mengikuti kegiatan Majelis Doa Mawar Allah, meskipun ada juga jamaah atau tim yang tidak bisa hadir dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah.
78
Sebagaimana pendapat R selaku jamaah Majelis Doa Mawar Allah sebagai berikut.
Misalnya jika ada keperluan mendadak, itu bisa menghambat saya tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut.(Wawancara pada tanggal 16 Mei 2017 pukul 10.00 wib)
Pendapat ini juga didukung oleh pendapat MN sebagai berikut
Misalnya kalo ada kegiatan di luar yang tidak dapat saya tinggalkan.(Wawancara pada tanggal 14 Mei 2017 pukul 10.30 wib)
Bukan hanya jamaah, masih ada juga tim yang tidak dapat hadir dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah dan ada juga yang telat dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Dengan adanya Majelis Doa Mawar Allah ini, para jamaah yang awalnya tidak mengenal jadi kenal, dan bagi jamaah yang sudah kenal dapat menambah kedekatan dan persaudaraan mereka, sehingga terciptalah sikap menghargai, toleransi antara jamaah satu dengan jamaah yang lain.Misalnya, dengan kegiatan bertukar pikiran dan pendapat untuk menghasilkan satu keputusan adalah tanda bahwa jamaah sudah bisa menjalankan hidup bertolerannsi. Dengan menghargai dan memahami masalah yang berbeda-beda dari masalah ekonomi, pribadi dan masalah kesehatan sehinga para jamaah bisa berkumpul dalam kegiatan ini sampai dengan selesai.
79
Majelis Mawar Allah merupakan kegiatan yang sangat banyak diminati banyak orang dan memiliki dampak positif bagi pribadi individu. sebagaiman pendapat AL sebagai berikut.
Tidak ada nilai negatih tapi nilai positif, menjadikan pribadi yang kreatif, percaya diri, positif tingking da menjadikan saya semakin dekat dengan Allah (Wawancara pada tanggal 16 Mei pukul 09.00 wib)
Pendapat senada juga diutarakan KM sebagai berikut
Yang saya rasakan tidak ada nilai negatif malah nilai positif, menghargai pendapat orang lain, belajar menjadi pemaaf, tidak putus asa, dan saya selalu ingin bersedekah meskipun dengan nominal yang hanya seberapa saja ( Wawancara pada tanggal 15 Mei 2017 pukul 11.30)
Toleransi merupakan salah satu ciri bangsa kita yang sudah menyatu dalam segala sikap dan perilaku hidup sehari-hari. Untuk bersikap tenggang rasa dan saling menghormati dan saling menghargai antara sesama orang lain, sangat diperlukan adanya sikap toleransi supaya terbina kerukunan hidup antara manusia satu dengan yang lain.
Dengan kita bersikap toleran maka hubungan antar manusia akan harmonis sehingga timbulah solidaritas antar manusia dengan yang lainya. Berkumpulnya para jamaah dan tim dalam kegiatan Majelis Doa Mawa Allah akan mempererat tali silaturahim mereka. Mereka saling mengenal saudara muslim satu sama lain. Untuk mereka yang sudah kenal dapat menambah kedekatan dan persaudaraan mereka. Bagi jamaah yang baru mengikuti dapat menambah saudara, terutama saudara sesama muslim.
Sikap solidaritas dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah sangat terlihat dari hubungan jamaah satu dengan jamaah lainya yang saling tolong menolong
80
antar sesama dan saling mendoakan. Solidaritas antar tim juga terlihat dari semangat tanpa pamrih dan tanpa menyerah menjadikan setiap acara Majelis Doa Mawar Allah berjalan lancar.
Secara spiritual para jamaah juga telah melaksanakan shalat sunnah, yaitu shalat hajat dan shalat taubat secara berjamaah. Sebelum melaksanakan shalat sunnah para jamaah diwajibkan berwudhu, setelah berwudhu kemudian menjalankan shalat hajat dan taubat. Shalat taubat adalah shalat sunnah untuk meminta ampunan kepada Allah atas dosa yang telah kita perbuat baik dosa besar maupun dosa kecil, sedangkan shalat hajat merupakan shalat sunnah yang dilakukan sebab adanya keinginan atau hajat yang sangat penting. Sebagaimana pendapat M sebagai berikut.
Yang saya rasakan itu dalam segi ibadah mbk, dengan kita melaksanakan shalat, ikut berdzikir ,derdoa hati itu semakin semakin tenang dan tentram. Melihat anak yatim itu secara tidak langsung memebuat hati saya terenyuh. Dan membuat saya selalu bersyukur sama Allah.(wawancara pada tanggal 15 Mei 2017 pukul 11.00 wib)
Setiap manusia pasti memiliki sebuah masalah, kita sebaiknya bersabar agar kita dapat mengatasi berbagai kesedihan maupun duka yang kita alami. Dan kita harus yakin bahwa setiap cobaan maupun ujian dari Allah, pasti ada jalannya jika kita mau berikhtiar dan bertawakal dengan sebenar-benarnya tawakal kepada Allah. Karena Allah tidak akan membebani setiap hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupannya.Sebagaiman pendapat MN sebagai berikut
Saya menjadi gemar berdzikir dan Hati saya lebih bisa tawakal pada Allah (Wawancara pada tanggal 14 Mei 2017 pukul 10. 30 wib)
81
Setelah bertawakal dengan masalah yang menimpa kita. Kita dianjurkan untuk berdoa. Doa bukan yang diucapkan oleh seseorang melalui lesannya. Tetapi, doa adalah apa yang tersirat dalam pikiran dan perasaanya. Inilah yang akan diwujudkan dalam kenyataan. Jadi manusia dituntut untuk tidak sekedar positif tingking namun juga positif feeling. Gabungan Thingking dan Feeling inilah yang dalam hadist qudsy diistilahkan dengan DHON. Dan mengejutkan , Allah berfirman dalam sebuah hadist Qudsy bahwa Allah mengikuti DHON hamba-Nya. Apa yang ada dalam pikiran dan perasaan seseorang, itulah yang akan dilihat atau diwujudkan oleh Allah. Sebagaiman pendapat KM sebagai berikut.
Saya lebih berfikir positif dan berfikir panjang mbk, dulu saya selalu menjas bahwa orang itu kok ih begini begitu. Tetapi saya menyadari oh dia begini karena seperti itu dan kita berfikir lagi memeberi lebei-lebel orang lain. intinya saya selalu berfikir husnudhon saja mbak(Wawancara pada tanggal 15 Mei 2017 pukul 11.30 wib)
Setelah berdoa kita juga dianjurkan untuk berdzikir, berdzikir adalah menyebut asma Allah dengan membaca kalimah thayyibah, seperti basmalah, tahmid, tasbih, dan tahlil. Berdzikir yang baik tentu bukan gerakan bibir semata, melainkan hatinya pun ikut berdzikir. Sebab berdzikir bukan saja amalan lahir, tetapi juga amalan batin.
Setelah kita menjalankan shalat,berdoa, berdzikir, bersyukur,dan tawakal. Kita harus bisa mengikhlaskannya.Ikhlas adalah mengarahkan amalan dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
82 BAB IV PEMBAHASAN
A. Sikap Sosial dan Spiritual Pada jamaah Majelis Doa Mawar Allah
Sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan nyata dan berulang-ulang terhadap obyek sosial (Abu Ahmadi, 2007: 152). Sementara sosial merupakan suatu yang berkenaan dengan hubungan antara orang-orang atau kelompok ataupun berkenaan dengan pengaruh orang-orang atau kelompok antara satu sama lain.
Sika spiritual adalah suatu kesadaran individu untuk bertindak dalam menanggapi objek dan terbentuk berdasarkan pengalaman-pengalaman keagamaan. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatkan interaksi vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan. Sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan seseorang yang beriman dan bertaqwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan individu yang berahklak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
Dari hasil penjelasan di atas, sikap sosial dan spiritual pada jamaah Majelis Doa Mawar Allah diantaranya sebagai berikut:
1. Sikap sosial
a. Kepedulian Sosial
Manusia hidup di dunia ini pasti membutuhkan manusia lain untuk melangsungkan kehidupannya, karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial. Menurut Buchari Alma, dkk (2010: 201)
83
makhluk sosial berarti bahwa hidup menyendiri tetapi sebagian besar hidupnya saling ketergantungan, yang pada akhirnya akan tercapai keseimbangan relatif. Maka dari itu, seharusnya manusia memiliki kepedulian sosial terhadap sesama agar tercipta keseimbangan dalam kehidupan. Menurut Titik Isniyatus Shaliha (2015: 36) peduli sosial, yakni sikap dan perbuatan yang mencerminkan kepedulian terhadap orang lain.
Darmiyati Zuchdi (2011: 170) menjelaskan bahwa, peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Berbicara masalah kepedulian sosial maka tak lepas dari kesadaran sosial. Kesadaran sosial merupakan kemampuan untuk mamahami arti dari situasi sosial (Hera L. Malik dkk, 2008: 423). Hal tersebut sangat tergantung dari bagaimana empati terhadap orang lain.
Kepedulian sosial dapat tercermin melalui kegiatan Majelis Doa Mawar Allah adalah menyantuni anak yatim. Para jamaah yang datang dalam kegiatan tersebut menolong para anak yatim dengan memberi santunan kepada mereka. Pahala yang didapat para jamaah ketika mereka benar-benar ikhlas dalam mensedekahkan sebagian hartanya kepada anak yatim adalah Allah akan mempercepat mengabulkan doa-doa para jamaah tersebut.
84
Seperti pendapat B selaku jamaah Majelis Doa Mawar Allah.
Kepedulian sosial dalam Majelis Doa Mawar Allah diataranya; menyantuni anak yatim selain itu juga bersedekah. Bersedekah bukan hanya secara materiil tapi non materil, dengan tenaga , pikiran yang kita miliki itu juga salah satu bentuk sedekah. Dengan kita gemar bersedekah maka rasa kepedulian dengan orang lain itu tinggi (Wawancara pada tanggal 14 Mei 2017 pukul 13.15 WIB)
Pendapat ini juga didukung oleh SW selaku tim Majelis Doa Mawar Allah. Penyantunan anak yatim dalam Majelis Doa Mawar Allah yang terlihat dari menyantuni anak yatim yang dilakukan setiap bulanya, selain itu kepedulian tim dengan jamah, dan jamaah dengan jamaah lain. Tim yang selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk jamaah agar dapat terbantu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepedulian dengan tolong menolong baik melalui doa atau moril. (Wawancara pada tanggal 13 Mei 2017 pukul 09.00 WIB)
Dengan demikian peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik secara materiil maupun non materiil. Kepedulian sosial dapat tercermin melalui kegiatan menyantuni anak yatim. Menyantuni anak yatim termasuk ibadah sosial yang lebih utama dari pada ibadah personil. Artinya, yang manfaatnya dirasakan oleh orang lain lebih baik dari pada kembali kepada diri sendiri.
Dalam kegiatan ini dari kedua belah pihak mempunyai sama-sama sisi baik, sisi baik untuk para anak yatim, mereka terbantu dengan adanya santunan dari jamaah, dengan begitu dapat meringankan beban yang mereka rasakan. Sisi baik untuk para jamaah adalah doa-doa mereka akan cepat dikabulkan oleh Allah.
Memberikan sedekah kepada anak yatim, baik berupa makanan, minuman, uang, pakaian, dan sejenisnya sangat dianjurkan dalam islam. Paling tidak, bisa
85
mengurangi beban hidup anak yatim. Semakin sering memberikan sedekah, maka semakin baik dan semakin membantu kehidupan anak yatim. Dalam sedekah ini, sebagaiman dianjurkan Nabi, orang-orang yang memberikan sedekah diundang sehingga dapat membelai rambut anak yatim dengan penuh kasih sayang sebagai wujud rasa saling memiliki dan peduli terhadap kondisi mereka.
Kepedulian dengan anak yatim merupakan salah satu upaya kemanusian yang bernilai tinggi di mata Allah. Salah satu cara untuk berbuat baik kepada anak yatim adalah dengan memberikan kasih sayang dan memperlakukan mereka dengan baik.
b. Optimis
Optimis adalah sikap yakin tentang adanya kehidupan yang lebih baik lagi (Widarko Bangkit. 2014: 151). Sedangkan menurut Dudung Hamdung dalam bukunya personalities of success percaya diri dan optimis sepeti telah menjadi kesatuan. Orang yang percaya diri cenderung optimis dalam hal apa pun. Begitu sebaliknya, jika kita sudah mempunyai rasa optimis, tentu dengan sendirinya akan mempunyai sikap percaya diri yang besar untuk mewujudkan apa yang kita inginkan.
Menurut Yusuf Al-Uqshari yang dikutib oleh Widarko Bangkit (2014: 155) bahwa optimis adalah sikap serta akal yang dipilih manusia karena kehendaknya sendiri dan tercermin pada tindakan meneliti seluruh masalah yang terjadi.
86
Dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah kita diajarkan untuk selalu optimis dan jangan takut menyerah. Menyerah dengan permasalahan yang menimpa hidup kita. Hendaknya kita menyakini bahwa Allah pasti ada bersama kita, dan pasti Allah akan memberikan yang terbaik bagi hambanya. Bahkan jika kita kehilangan sesuatu yang menurut kita berharga, maka percayalah bahwa Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.
Ketika kita menyebutkan apa yang kita inginkan, kita harus percaya sepenuhnya bahwa Allah pasti mengabulkan. Jangan ragu, jangan malu, dan jangan takut. Jika kita ragu dengan Kuasa Allah, maka sengguh Allah telah membersihkan dan menciptakan banyak hal yang luar biasa dari yang sekedar kita minta. Jika kita malu, karena merasa tidak pantas minta karena merasa banyak dosa , maka Allah Maha Suci dan Maha Kasih untuk mengulurkan pengumpulan-Nya, dan hanya Allah yang sanggup menghapus dosa kita.
Menurut MN selaku jamaah Majelis Doa Mawar Allah sebagai berikut.
Sebenarnya sikap optimis itu tidak langsung ada pada saya. Tapi dengan saya mengikuti kegiatan Majelis Doa Mawar Allah keyakinan saya bertambah. Saya meyakini bahwa rahmat Allah tidak jauh dari hambanya yang selalu melakukan kebaikan. (Wawancara pada tanggal 13 Mei 2017 pukul 09.00 WIB)
Jadi dengan sikap optimis, kita bisa memeberi motivasi pada orang lain untuk melakukan hal yang sama. Misalkan berlomba-lomba dalam
87
kebaikan, mengasihi anak yatim, bersedekah pada orang yang membutuhkan dan lain sebagainya.
c. Toleransi
Toleransi artinya dengan sabar membiarkan sesuatu (Bouman, 1945:33). Maksudnya adalah kita tidak mengikuti urusan orang lain dan tidak cuek dengan orang sekitar kita (Quraisy Shihab,2000: 324). Sikap toleransi merupakan salah satu ciri bangsa kita yang sudah menyatu dalam segala sikap dan perilaku hidup sehari-hari. Untuk bersikap tenggang rasa dan saling menghormati dan saing menghargai antara sesama orang lain, sangat diperlukan adanya sikap toleransi supaya terbina kerukunan hidup antara manusia satu dengan yang lain.
Sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat sangat diperlukan sekali karena dapat mewujudkan kerukunan dan ketenangan antara sesama. Karena kita hidup dengan masyarakat yang dapat banyak perbedaan. Untuk itu kita harus bisa bersikap toleransi di dalam pergaulan sehari-hari.
Menurut A selaku tim Majelis Doa Mawar Allah sebagai berikut.
Dalam kehidupan masyarakat kita perlu memilik sikap toleransi. Dengan adanya sikap toleransi terbinalah kerukunan hidup antara manusia satu dengan yang lain.(Wawancar pada tanggal 15 Mei 2017 pukul 09.00 WIB)
88
Hal serupa juga disampaikan oleh KM sebagai berikut.
Toleransi dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah sangat di butuhkan. Dengan toleransi tim dapat berhubungan baik dengan sesama tim atau dengan jamaah lainya. Makalah terciptalah kehidupan yang harmonis antar tim dengan tim, jamaah dengan tim, jamaah dengan jamaah. Misalnya dengan menghargai pendapat orang lain. (Wawancara pada tanggal 15 Mei 2017 pukul 11.00 WIB)
Dengan demikian, sikap toleransi merupakan salah satu ciri bangsa kita yang sudah menyatu dalam segala sikap dan perilaku hidup sehari-hari. Untuk bersikap tenggang rasa dan saling menghormati dan saling menghargai antara sesama orang lain, sangat diperlukan adanya sikap toleransi supaya terbina kerukunan hidup antara manusia satu dengan yang lain.
d. Solidaritas
Manusia adala makhluk sosial. Kebersamaan antara beberapa individu dalam wilayah membentuk masyarakat yang walaupun berbeda sifatnya dengan individu-individ tersebut, namun tidak dapat dipisahkan darinya. Manusia tidak dapat hidup tanpa masyarakatnya, sekian banyak pengetahuan diperolehnya melalui masyarakat sepeti bahasa, adat istiadat, sopan santun dan lain-lain.
Tanpa adanya kebersamaan dan kekompakan suatu hal tidak akan terwujud dengan baik. Hal tersebut karena kita di ciptakan oleh Allah di bumi ini untuk bersama dan selalu menjaga. Suatu kebersamaan dan kekompakan dapat kita temui dimana saja kita berada. Misalnya dalam sebuah organisasi, suatu organisasi tidak akan tercapai visi dan misinya dengan baik tanpa ada sebuah kebersamaan dan kekompakan antara anggotanya.
89
Seperti halnya yang diungkapkan oleh KM selaku tim Majelis Doa Mawar Allah.
Kebersamaan dan kekompakan tim dan jamaah, merupakan salah satu alasan mengapa kegiatan Majelis Doa Mawar Allah masih ditunggu-tunggu banyak orang.(Wawancara pada tanggal 15 Mei 2017 pukul 11.00 WIB)
Pendapat diatas juga didukung oleh MN selaku jamaah Majelis Doa Mawar Allah.
Saya melihat kekompakan tim dalam melayani jamaah serta kebersamaan jamaah dalam mengikuti kegiatan sampai dengan selesai, merupakan sebuah kenikmatan bagi saya. (Wawancara pada tanggal 14 Mei 2017 pukul 11.30 WIB)
Solidaritas adalah rasa kebersamaan, rasa kesatuan, dan kepentingan. Dalam organisasi tersebut tidak akan lepas dari sebuah masalah, masalah tersebut tidak dijadikan sebuah alasan kita untuk menyerah, akan tetapi dengan adanya sebuah masalah melatih kita untuk menuju sebuah tingkata kedewasaan.
Jadi dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah tim dan para jamaah dianjurkan untuk memiliki rasa kebersamaan, rasa kesatuan kepentingan, dan rasa simpati. Misalnya kebersamaan dalam pelaksanaan penyantuan anak yatim oleh para jamaah. Serta rasa kesatuan tim Majelis Doa Mawar Allah dalam melayani para jamaah. Dengan demikian Solidaritas adalah sebuah kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan dan juga kekompakan. Kebersamaan adalah hal yang penting bagi sebuah kelompok karena dengan kebersamaan pastilah kita bisa melewati suatu rintangan yang sulit dengan mudah.
90 2. Sikap Spiritual
a. Menjalankan Shalat
Shalat merupakan suatu ibadah yang terdiri dari gerakan-gerakan dan ucapa-ucapan tertentu sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan oleh syar’at Islam. Di dalam gerakan dan bacaan tersebut banyak mengandung hikmah baik dalam segi ruhaniyah maupun jasmaniyah.
Dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah, para jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah secara berjamaah. Sebelum melaksanakan shalat sunnah para jamaah diwajibkan berwudhu, setelah berwudhu kemudian menjalankan shalat hajat dan taubat. Shalat taubat adalah shalat sunnah untuk meminta ampunan kepada Allah atas dosa yang telah kita perbuat baik dosa besar maupun dosa kecil, sedangkan shalat hajat merupakan shalat sunnah yang dilakukan sebab adanya keinginan atau hajat yang sangat penting.
Menurut Penuturan SW selaku pembina Majelis Doa Mawar Allah.
Dalam rincian kegiatan Majelis Doa Mawar Allah , para jamaah dianjurkan membawa mukena untuk melaksankan sholat taubat, sholat hajat, dan sholat dhuha. Diharapkan dengan melaksnakan sholat para jamaah bisa lebih fokus dan lebih tenang. (wawancara pada tanggal 13 Mei 2017 pukul 10.00 WIB)
Jadi Shalat dapat diartikan sebagai ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan. Dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah, para jamaah disunakan mengikuti kegiatan shalat berjamaah, seperti shalat hajat dan shalat taubat. Dengan kita melaksanakan shalat maka hati akan tenang.
91 b. Tawakal
Tawakal adalah sebuah ibadah dalam hati dalam berserah diri pada Allah atas apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya dan meyakini bahwa segala sesuatu yang diberikan kepadanya itu adalah yang terbaik menurut Allah.
Dalam kegiatan Majelis Doa Mawar Allah kita diajarkan untuk selalu bertawakal dengan melaksanakan sholat, berdoa, dan berusaha. Misalnya ingin kaya harus bekerja, ingin sehat harus jaga pola makan, dan ingin pintar harus giat belajar. Semua itu juga harus dilandasi dengan berusaha dan berdoa.
Manusia pasti mempunyai masalah yang berbeda-beda. Dengan kita mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampun dan berusaha memperbaiki diri, maka Allah akan mengabulkan doa kita. Marilah kita sandarkan hati kita kepada Allah SWT. Kita berusaha dengan kemampuan yang kita punya, insyaallah Allah SWT akan mencukupkan segala urusan kita.
Dalam setiap masalah yang kita hadapi, kita sebaiknya bersabar agar kita dapat mengatasi berbagai kesedihan maupun duka yang kita alami. Dan kita harus yakin bahwa setiap cobaan maupun ujian dari Allah, pasti ada jalannya jika kita mau berikhtiar dan bertawakal dengan sebenar-benarnya