• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab ini penulis menjelaskan tentang program atau software yang dipakai sebagai analisis terhadap data yang diperoleh. Dimana program ini berfungsi sebagai pengolah data, sehingga akan menghasilkan informasih yang dibutuhkan. Program yang digunakan adalah Microsoft Excel.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini penulis menguraikan kesimpulan dan saran berdasarkan kesimpulan yang didapat dari penyelesaian permasalahan.

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Peramalan

Sering terdapat senjang waktu (time lag) antara kesadaran akan peristiwa atau kebutuhan mendatang dengan peristiwa itu sendiri. Adanya waktu tenggang (lead time) ini merupakan alasan utama bagi perencanaan dan peramalan. Jika waktu tenggang ini panjang dan hasil peristiwa akhir bergantung pada faktor-faktor yang dapat diketahui, maka perencanaan dapat memegang peranan penting. Dalam situasi seperti itu peramalan diperlukan untuk menetapkan kapan suatu peristiwa akan terjadi atau timbul, sehingga tindakan yang tepat dapat dilakukan.

Dalam hal manajemen dan administrasi perencanaan merupakan kebutuhan yang besar, karena waktu tenggang untuk pengambilan keputusan dapat berkisar dari beberapa tahun (untuk kasus penenaman modal) sampai beberapa hari atau bahkan beberapa jam (untuk penjadwalan produksi dan transportasi). Peramalan merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien.

Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sedangkan ramalan adalah suatu situasi atau kondisi yang diperkirakan akan terjadi pada masa yang akan datang. Ramalan tersebut dapat didasarkan atas bermacam-macam cara yaitu Metode Pemulusan Eksponensial atau rata-rata bergerak, Metode Box Jenkis, dan Metode Regresi.

2.2 Kegunaan Peramalan

Pada umumnya kegunaan peramalan adalah sebagai berikut :

1. Sebagai alat bantu dalam perencanaan yang efektif dan efisien.

2. Untuk menentukan kebutuhan sumber daya di masa mendatang.

3. Untuk membuat keputusan yang tepat.

Kegunaan peramalan terlihat pada suatu pengambilan keputusan. Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang akan terjadi pada waktu keputusan dalam berbagai kegiatan perusahaan. Baik tidaknya hasil suatu penelitian sangat ditentukan oleh ketetapan ramalan yang dibuat. Walaupun demikian perlu diketahui bahwa ramalan selalu ada unsur kesalahannya, sehingga yang perlu diperhatikan adalah usaha untuk memperkecil kesalahan dari ramalan tersebut.

2.3 Pengertian Metode Peramalan

Metode Peramalan adalah suaru cara memperkirakan atau mengestimasi secara kuantitatif maupun kualitatif apa yang akan terjadi pada masa depan, berdasarkan data yang relevan pada masa lalu.Metode paramalan ini digunakan dalam peramalan yang objektif. Hal yang yang paling penting dalam metode peramalan adalah memilih pola data. Metode peramalan akan membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap tingkah laku atau pola dari data lalu, sehingga dapat memberikan cara pemikiran, pengerjaan dan pemecahan yang sistematis, serta memberikan tingkat keyakinan yang lebih besar atas ketetapan hasil ramalam yang dibuat.

Disamping itu metode peramalan memberikan urutan pengerjaan dan pemecahan atas pendekatan suatu masalah dalam peramalan, sehingga bila digunakan pendekatan yang sama

dalam suatu permasalahan dalam suatu kegiatan peramalan, maka akan dapat dasar pemikiran dan pemecahan yang sama.

2.4 Jenis-jenis Peramalan.

Berdasarkan pada sifat penyusunannya, peramalan dapat dibedakan menjadi:

1. Peramalan Subjektif

Peramalan Subjektif yaitu peramalan yang didasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunya. Dalam hal ini dipandang dari orang yang menyusunya sangat menentukan baik tidaknya hasil ramalan tersebut.

2. Peramalan Objektif

Peramalan Objektif adalah peramalan yang didasarkan atas data yang relevan pada masa yang lalu, dengan menggunakan teknik-teknik dan metode dalam menganalisa data tersebut.

Berdasarkan Jangka Waktu ramalan yang disusun, maka peramalan dapat dibedakan menjadi:

1. Peramalan Jangkah Panjang

Peramalan jangka panjang adalah Peramalan yang dilakukan untuk penyusunan hasil ramalan jangka waktu lebih dari satu setengah tahun atau tiga semester. Peramaln yang seperti ini biasanya diperlukan dalam penyusunan rencana pembangunan suatu negara atau daerah, rencana investasi atau rencana ekspansi dari suatu perusahaan.

2. Peramalan Jangka pendek

Peramalan Jangka Pendek adalah Peramalan yang dilakukan untuk penyusunan hasil ramalan dalam jangka waktu kurang dari satu setengah tahun atau kurang dari tiga semester.

Peramalan seperti ini diperlukan dalam penyusunan rencana tahunan.

Berdasarkan metodenya peramalan dapat dibedakan menjadi dua kategori utama yaitu:

1. Peramalan Kualitatif

Peramalan Kualitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu.

Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada orang yang menyusunnya. Hal ini penting karena hasil peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pendapat dan pengetahuan serta pengalaman penyusunnya.

2. Peramalan Kuantitatif

Peramalan kuantitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat tergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut. Baik tidaknya metode yang dipergunakan oleh perbedaan atau penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi. Semakin kecil penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi maka semakin baik pula metode yang digunakan.

Menurut Makridakis ( 1999:19), peramalan kuantitatif dapat diterapkan bila terdapat tiga kondisi berikut:

a) Tersedia informasi ( data ) tentang masa lalu.

b) Informasi ( data ) tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik.

c) Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu akan terus berlanjut pada masa yang akan datang.

Pada penyusunan Tugas Akhir ini, peramalan yang digunakan penulis adalah peramalan kuantitatif.

Peramalan kuantitatif dibedakan atas:

1. Metode Deret Berkala (time series)

Metode peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisa hubungan antar variable yang diperkirakan dengan variable waktu merupakan deret berkala (Time series ). Metode Peramalan yang termasuk pada jenis ini yaitu :

a) Metode Pemulusan ( smoothing ) b) Metode Box Jenkins

c) Metode Proyeksi Trend dengan regresi

2. Metode Kausalitas

Metode peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisis pola hubungan antar variable yang akan diperkirakan dengan variable lain yang mempengaruhinya, yang bukan waktunya disebut Metode Korelasi atau sebab akibat (metode causal). Metode peramalan yang

Untuk mendapatkan suatu hasil yang baik dan tepat maka haruslah diketahui dan digunakan metode peramalan yang tepat. Dalam meramalkan jumlah persediaan buku di perpustakaan Universitas Sumatera Utara Tahun 2016-2018 maka penulis menggunakan metode smoothing exponensial ganda yaitu “ Smoothing Eksponensial Satu Parameter dari Brown”.

Metode ini merupakan metode linier yang dikemukakan oleh Brown. Dasar pemikiran dari Metode Smoothing Eksponensial Satu Parameter dari Brown adalah serupa dengan rata-rata bergerak linier, karena kedua nilai pemulusan tunggal dan ganda ketinggalan dari data sebenarnya. Bila terdapat unsur trend, perbedaan nilai pemulusan tunggal dan ganda dapat ditambahkan kepada pemulusan ganda dan disesuaikan untuk trend. Persamaan yang dipakai dalam pelaksanaan Smoothing Eksponensial Satu Parameter dari Brown adalah sebagai berikut :

( ) (2.1) ( ) (2.2) ( ) (2.3)

( ) (2.4) Peramalan untuk tahun berikutnya dilakukan dengan

(2.5)

Ketetapan ramalan adalah suatu hal yang mendasar dalam peramalan, yaitu bagaimana mengukur kesesuaian suatu metode peramalan tertentu untuk suatu kumpulan data yang diberikan. Ketetapan yang dipandang sebagai kreteria penolakan untuk memilih suatu metode peramalan. Dalam pemodelan deret berkala (time series) dari data masa lalu dapat diramalkan situasi yang akan terjadi pada masa yang akan datang, untuk menguji kebenaran ramalan.

Beberapa kreteria yang digunakan untuk menguji ketetapan ramalan dalam buku metode peramalan dan Aplikasi edisi kedua antra lain:

1. Nilai tengah galat(mean error)

(2.6)

2. Nilai tengah galat kuadrat (Mean Square Error)

(2.7)

3. Nilai tengah galat absolut (Mean Absolute Error)

(2.8)

4. Nilai tengah galat persentase absolute (Mean Absolute Persentage Error)

(2.9)

5. Nilai tengah galat persentase (Mean Persentage Error)

(2.10)

6. Jumlah kuadrat galat (Sum Square Error)

(2.11)

Keterangan:

t-Ft (kesalahan pada priode ke-t) Xt = data aktual pada priode ke-t

Ft = nilai ramalan pada priode ke-t N = banyaknya priode waktu

BAB 3

GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan USU

Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1970. Kemudian perpustakaan ini menjadi perpustakaan sentral yang dimulai dengan bergambungnya sejumlah perpustakaan Fakultas dan pindah kegedung baru yang diresmikan pada tanggal 2 November 1987 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Biladitelusuri kembali sejarah USU, perpustakaan pertama didirikan di lingkungan USU adalah Perpustakaan Fakultas Kedokteran (1952) dan kemudian disusul oleh Perpustakaan Fakultas Hukum (1954). Ketika itu USU masih merupakan sebuah Yayasan yang kemudian diserahkan kepada pemerintah serta diresmikan sebagai Perguruan Tinggi Negeri ke tujuh di Indonesia pada tanggal 20 November 1957.

Perpustakaan USU menempati sebuah Gedung berlantai empat dengan luas sekitar 6.090 m yang terletak di tengah-tengah kampus.Setelah USU berupah setatus menjadi menjadiBadan Layanan Umum(BLU) dan sekarang menjadiPTN-BH sesuai dengan PP NO.

16 Tahun 2014. Pasal 49 ayat 1 PP 16 Tahun 2014 menyatakan bahwa perpustakaan berkedudukan sebagai unsur penunjang yang menyelenggarakan pelayanan sumber informasi keilmuan USU.

Sejak tahun 2006, perpustakaan memperluas layanannya dengan membuka perpustakkan cabang Fakultas untuk mendekatkan koleksi dengan pengguna dan juga dimaksudkan untuk menambah kapaitas daya tampung gedung perpustakaan. Di masa

mendatang, perpustakaan akan terus membuka Perpustakaan Universitas Cabang pada fakultas yang belum memiliki perpustakaan.

3.2 Visi dan Misi Perpustakaan Universitas Sumatera Utara 3.2.1 Visi Perpustakaan

Menjadi perpustakaan pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia dalam hal pelayanan kepada penggunanya.

3.2.2 Misi perpustakaan

Menyediakan akses terhadap informasi dan layanan informasi secara tepat waktu, tepat guna dan efektif untuk mendukung fungsi Tridharma USU melalui pengadaan dan penyediaan bahan pustaka baik cetak maupun elektronik dan membantu mahasiswa dan dosen sehingga menjadi terampil dalam menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka.Universitas Sumatera Utara

3.2.3 Tujuan perpustakaan

1. Mendukung fungsi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat USU dengan mengidentifikasi, memilih, mengadakan, mengatalog, memroses dan menjadikan bahan pustaka tersedia dengan mengidentifikasi, memilih, mengadakan, mengatalog, memproses dan menjadikan bahan pustaka tersedia dengan memperhatikan factor relavansi, kemutakhiran, keseimbangan dan pemeliharaan koleksi.

2. Menyediakan fasilitas yang memudahkan penggunaan koleksi dan pelayanan Perpustakaan.

3. Mengupayakan perencanaan keuangan yang efektif untuk pengembangan Perpustakaan.

4. Merencanakan, mempromosikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi kegiatan Perpustakaan dalam kerangka proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat di lingkungan USU.

5. Mengupayakan agar pelayanan Perpustakaan disediakan secara vefektif dan efisien dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

6. Mengupayakan manajemen dan struktur organisassi yang tepat untuk mencapai tujuan dan sasaran Perpustakaan. Universitas Sumatera Utara

7. Menciptakan suatu lingkungan, speluang dan kondisi yang tepat untuk memungkinkan staf dapat mencapai dan memelihara kinerja yang baik dan meningkatkan karir.

8. Menyediakan suatu lingkungan fisik yang tepat untuk memenuhi kebutuhan koleksi, pengguna dan staf yang berbeda.

9. Menciptakan dan memelihara komunikasi dua arah yang efektif baik di dalam maupun ke luar Perpustakaan.

10. Mengoptimalkan resource sharing dan jaringan tingkat lokal, regional, nasional dan internasional.

11. Mengevaluasi perkembangan proses rencana strategis Perpustakaan

3.3 Struktur Organisasi dan Personalia

Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dilayani oleh 79 orang staf yang terdiri dari 24 orang dengan latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi dan 55 orang asisten perpustakaan dan staf administrasi umum. Struktur Organisasi diperlukan untuk membedakan batas-batas wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang

menunjukkan adanya hubungan/keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi tercapainya tujuan umum suatu instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan instansi yang telah ditetapkan sebelumnya. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan pekerjaan dapat diterapkan, sehingga efisiensi dan efektivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai.Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan perseorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan serangkaian kegiatan tertentu dan mencakup tata hubungan secara vertikal, melalui saluran tunggal. Struktur Organisasi Perpustakaan Sumatera Utara dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Struktur organisasi diperlukan perusahaan untuk membedakan batas-batas wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan adanya hubungan/keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi tercapainya tujuan umum suatu instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan instansi yang telah ditetapkan sebelumnya. Wadah tersebut disusun dalam suatu struktur organisasi dalam instansi.

Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan pekerjaan dapat diterapkan, sehingga efesiensi dan efektifitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai. Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan perseorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan serangkaian kegiatan tertentu dan mencakup tata hubungan secara vertikal, melalui saluran tunggal. Struktur Organisasi Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dapat dilihat pada lampiran.

1. Kepala Perpustakaan

a) Merencanakan seluruh kegiatan kerja perpustakaan yang mencakup: program kerja, pembinaan dan pengembangan tenaga kerja, koleksi, sarana dan prasarana Perpustakaan serta pelayanan penggunaan perpustakaan

b) Mengorganisasikan seluruh kegiatan Perpustakaan sehari-hari yang mencakup:

Pendelegasian wewenang, hubungan kerja antar tenaga kerja, lalu lintas kegiatan kerja Perpustakaan dan sistem pengelompokan kegiatan kerja

c) Mengerahkan tenaga kerja untuk melaksanakan kegiatan kerja dengan membuat pedoman umum kerja, petunjuk penyelesaian pekerjaan dan menetapkan kebijaksanaan tindakan yang tepat bila di perlukan

d) Mengkoordinasi seluruh kegiatan kerja dan memberi arah tujuan batasan luas dan isi, kriteria keberhasilan dan penegasan hubungan antar urusan kegiatan kerja

e) Mengawasi dan menilai hasil kerja dan seluruh kegiatan kerja yang mencakup kegiatan kerja, pembinaan koleksi, pelayanan, penggunaan dan administrasi umum

2. Sekretaris Perpustakaan

a) Membantu Kepala Perpustakaan dalam mengorganisasikan kegiatan kerja b) Membantu Kepala Perpustakan dalam mengarahkan tenaga kerja

c) Membantu Kpeala Perpustakaan dalam mengawasi dan menilai hasil kerja

d) Membantu mengkoordinir antar Kepala Urusan dan Seksi Secara Sesama pegawai e) Membantu Kepala Perpustakaan didalam kegiatan sehari-hari di perpustakaan

f) Membantu Kepala Perpustakaan dalam memajukan Perpustakaan Universitas Sumatera utara

3. Kepala Sub Bagian Tata Usaha

a) Menyusun dan merencanakan program kerja Sub Bagian sebagai pedoman tugas b) Menyusun konsep rencana dan program kerja perpustakaan sebagai bahan masukan

atasan

c) Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidangnya

d) Memberi petunjuk kepada bawahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas

e) Menilai kinerja prestasi bawahan sebagai bahan pembinaan dan pengembangan karir f) Melaksanakan administrasi persuratan Perpustakaan berdasarkan ketentuan yang

berlaku untuk kelancaran Tugas

g) Melaksakan administrasi kepegawaian Perustakaan berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran tugas

4. Kepala Divisi Pengadaan

a) Menentukan kewenangan, tugas dan tanggung jawab dari setiap pegawai dan seksinya b) Membimbing dan mengarahkan pegawai pada seksinya dalam melaksanakan tugas c) Menghimpun berbagai sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai alat

pemilihan dan pengadaan koleksi

d) Membantu menyeleksi, menyiangi dan survey bahan pustaka

e) Melakukan pendekatan, meminta pendapat, saran dan usul dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi dan pengadaan koleksi

f) Membuat perencanaan pembelian koleksi setiap tahunnya

g) Membantu menyebarkan informasi ilmiah terbaru / menyusun bibliografi, indeks dan sejenisnya

h) Melakukan pengawasan penerimaan

i) Menetapkan tata cara pengecapan tanda milik koleksi dan pencatatan koleksi dan pencatatan koleksi kedalam buku induk

j) Mengawasi penggunaan bahan kerja dan pemeliharaan alat-alat kerja pada seksinya k) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

4. Kepala Divisi layanan Sirkulasi

a) Menetapkan kebijakan umum yang diterapkan pada sub divisi layanan Sirkuklasi Utama, Layanan Sirkulasi Koleksi Pinjam Singkat, dan Layanan Keanggotaan

b) Mengadakan pengawasan Langsung di Sub-sub divisi layanan sirkulasi c) Membimbing bawahan

d) Menusun laporan tengah tahunan dan tahunan divisi layanan sirkulasi

e) Menyusun anggaran divisi layanan sirkulasi

f) Menyelesaikan buku-buku yang bermasalah dengan peminjam g) Mengadakan bimbingan layanan sirkulasi bagi para User h) Melaksanakan pekerjaan yang bersifat insedentil dari atasan.

BAB 4

ANALISIS DATA

4.1 Arti Analisis data

Analisis data pada dasarnya dapat diartikan sebagai penjabaran atas pengukuran data kuantitatif menjadi suatu penyajian yang lebih mudah untuk ditafsirkan dan menguraikan masalah menjadi parsial maupun keseluruan. Untuk pemecahan masalah perlu dilakukan suatu analisis data dan pengolahan data. Data yang akan di olah adalah data Peramalan persediaan buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara Tahun 2016-2018. Analisis yang dipakai dalam analisis pengolahan data ini adalah Analisis pemulusan eksponensial linier satu parameter dari Brown.

4.2 Langkah kerja

Pada bagian ini penulis terlebih dahulu menganalisis data, menentukan pola data dan menguji kecukupan sampel agar data yang dianalisis sesuai dengan penjelasan metode eksponensial satu Parameter dari Brown Penjelasan langkah kerja yang dilakukan penulis sebagai berikut:

a) Menganalisis data.

Analisis data sebagai berikut:

Dari model sumary and parameter estimate dapat dlihat bahwa R Square untuk eksponensial sebesar 0,715 ini menujukan bahwa data persediaan buku di perpustakaan Universitas Sumatera Utara dapat dan baik digunakan dengan metode ekponensial dan penulis memilih mengerjakan tugas akhir ini dengan metode Ekponensial satu parameter dari Brown.

Model Summary and Parameter Estimates Dependent Variable:JB

Equation Model Summary Parameter Estimates

R

b) Pola data.

Setelah menganalisis data selanjutnya penulis ingin mengetahui pola data dari data peramalan jumlah persediaan buku di Universitas Sumatera Utara tahun 2016– 2018.

Pola data yang dipakai dalam metode eksponensial satu parameter dari Brown adalah pola data yang menujukan pola data trend, pengertian pola data trend itu sendiri adalah terjadi bilamana terdapat kenaikan atau penurunan sekuler jangkah panjang dalam data. Dari gambar diatas dapat lihat bahwa data dari persediaan buku di Universitas Sumtera Utara Tahun 2006 – 2008 menujukan pola data trend yaitu pola data yang menujukan kenaikan. Ini menujukan bahwa data persediaan buku di Universitas Sumatera Utara dapat di selesaikan dengan Metode Eksponensial Satu parameter dari Brown.

c. Menghitung kecukupan sampel

Uji kecukupan sampel menghitung kecukupan data dapat mengunakan rumus berikut:

{ ( ) } (4.1)

Keterangan:

= banyak sampel (hasil uji kecukupan sampel)

= banyak sampel (tahun) yang digunakan

= persediaan buku tahun ke-i Sehingga diperoleh data seperti yang tertera dalam tabel 4.1 berikut ini :

Tabel 4.1 Uji Kecukupan Sampel

Tahun Persediaan Buku ( ) ( )

2006 519.226 269.595.639.076

2007 530.164 281.073.866.896

2008 559.031 312.515.658.961

2009 596.197 355.450.862.809

20010 627.107 393.263.189.449

2011 642.003 412.167.852.009

2012 604.631 365.578.646.161

2013 609.991 372.089.020,081

2014 616.615 380.214.058.225

2015 649.057 421.274989249

Jumlah 5.954.022 3.563.223.782.916

Dari table dapat dilihat bahwa:

N = 10

∑ = 5.954.022

= 3.563223.782.916

Maka bila nilai-nilai diatas dimasukkan ke dalam rumus Uji Kecukupan Sampe menjadi:

{ √ ( ) ( )

}

{ √

}

{ √

}

{ ( ) }

{ } * +

Dari hasil perhitungan diatas diperoleh =1. Dapat dilihat bahwa lebih kecil dari N sampel yang sebenarnya (1< 10). Hal ini berarti ukuran sampel yang diambil penulis yaitu N

= 10 dapat diterima sebagai sampel dalam penelitian (observasi) yang dilakukan. Sehingga data yang sudah diperoleh dapat diolah dan dianalisis.

4.3 Analisa Pemulusan Eksponensial Berganda

Pada bagian ini penulis menemukan nilai parameter yang akan digunakan, nilai parameter ( α ) besarnya antara 0 < α < 1 dengan cara trial dan error. Adapun langkah - langkah yang perlu ditempuh untuk menemukan bentuk persamaan peramalan dengan menggunakan Metode Eksponensial Linier Satu Parameter dari Brown adalah:

1. Menentukan harga parameter eksponensial smoothing yang besarnya dari

0 < α < 1.

2.

Menghitung harga pemulusan eksponensial tunggal dengan menggunakan persamaan:

( )

3. Menghitung harga pemulusan eksponensial ganda dengan menggunakan persamaan:

( )

4.

Menghitung konstanta dan dengan menggunakan persamaan:

( )

( )

5.

Menghitung trend peramalan dengan menggunakan persamaan:

TABEL 4.2 DAFTAR PERSEDIAAN BUKU DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS

Gambar 4.1 Plot Jumlah persediaan buku di perpustakaan Universitas Sumatera Utara dapat dilihat pada grafik berikut:

4.4 Metode Pemulusan Eksponensial Berganda Penaksiran model peramalan

Dalam pengolahan dan penganalisaan data, penulis mengaplikasikan data pada tabel 4.1 dengan metode peramalan (forecasting) berdasarkan metode linier satu parameter dari Brown. Untuk memenuhi perhitungan pemulusan eksponensial tunggal, ganda, dan peramalan yang akan datang. Maka terlebih dahulu kita menentukan parameter nilai α yang biasanya secara coba dan salah (trial and error).

Suatu nilai α dipilih yang besarnya 0<α<1, dihitung mean square error(MSE) yang merupakan suatu ukuran ketetapan perhitungan dengan mengkuadratkan masing-masing kesalahan kedalam sebuah susunan data kemudian dicoba nilai α yang lain.

Untuk menghitung nilai MSE, terlebih dahulu mencari error yang merupakan hasil dari data asli dikurangi hasil ramalan kemudian tiap error dikuadratkan dan dibagi banyaknya error.

Secara sistematis MSE tahap pertama perhitungan jumlah persediaan buku di perpustakaan Universitas Sumatera Utara yaitu:

Tabel 4.2 Peramalan Persediaan Buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Linier Satu Parameter dari Brown dengan menggunakan α = 0,1

Untuk α = 0,1 dan N = 8 Maka :

SSE =

MSE =

= 23.407.234.246 =

= 2.925.904.281

Tahun Xt S't S" at bt Ft+m E e"

2006 519.226 519.226 519.226

2007 530.164 520.320 519.335 521.304 109

2008 559.031 524.191 519.821 528.561 486 521.414 37.617 1.415.068.783

2009 596.197 531.392 520.978 541.805 1.157 529.046 67.151 4.509.195.022

2010 627.107 540.963 522.977 558.950 1.999 542.962 84.145 7.080.360.494

2011 642.003 551.067 525.786 576.349 2.809 560.948 81.055 6.569.887.574

2012 604.631 556.423 528.849 583.998 3.064 579.158 25.473 648.892.387

2013 609.991 561.780 532.142 591.418 3.293 587.061 22.930 525.768.224

2014 616.615 567.264 535.655 598.873 3.512 594.711 21.904 479.781.660

2015 649.057 575.443 539.633 611.253 3.979 602.385 46.672 2.178.280.104

jumlah 386.947 23.407.234.246 mse 2.925.904.281

Tabel 4.2 Peramalan Persediaan Buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Linier Satu Parameter dari Brown dengan menggunakan α = 0,2

Tahun Xt S’t S"t at bt Ft+m e e2

2006 519.226 519.226 519.226

2007 530.164 521.414 519.664 523.164 194

2008 559.031 528.937 521.518 536.356 1.855 523.358 35.673 1.272.553.416

2009 596.197 542.389 525.692 559.086 4.174 538.211 57.986 3.362.417.946

2010 627.107 559.333 532.420 586.245 6.728 563.260 63.847 4.076.452.689

2011 642.003 575.867 541.110 610.624 8.689 592.973 49.030 2.403.950.314

2012 604.631 581.620 549.212 614.027 8.102 619.313 -14.682 215.560.917

2013 609.991 587.294 556.828 617.760 7.616 622.129 -12.138 147.341.973

2014 616.615 593.158 564.094 622.222 7.266 625.376 - 8.761 76.755.906

2015 639.057 602.338 571.743 632.933 7.649 629.488 9.569 91.564.545

jumlah 180.524 11.646.597.706 mse 1.455.824.713

Untuk α = 0,2 dan N = 8 Maka :

SSE =

MSE =

= 11.646.597.706 =

= 1.455.824.713

Tabel 4.2 Peramalan Persediaan Buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Linier Satu Parameter dari Brown dengan menggunakan α = 0,3

Tahun jumlah buku s' s" a b ft+m e e"

2006 519.226 519.226 519.226

2007 530.164 522.507 520.210 524.804 861

2008 559.031 533.464 524.187 542.742 3.479 525.666 33.365 1.113.240.074 2009 596.197 552.284 532.616 571.953 7.376 546.222 49.975 2.497.549.326 2010 627.107 574.731 545.250 604.212 11.055 579.328 47.779 2.282.816.207 2011 642.003 594.913 560.149 629.676 13.036 615.267 26.736 714.819.313 2012 604.631 597.828 571.453 624.203 9.891 642.712 - 38.081 1.450.200.463 2013 609.991 601.477 580.460 622.494 7.881 634.094 - 24.103 580.965.367 2014 616.615 606.018 588.128 623.909 6.709 630.375 - 13.760 189.345.267 2015 649.057 618.930 597.368 640.492 8.086 630.618 18.439 339.986.001 jumlah 100.349 9.168.922.018 mse 1.146.115.252

Untuk α = 0,3 dan N = 8 Maka :

SSE =

MSE =

= 9.168.922.018 =

= 1.146.115.252

Tabel 4.2 Peramalan Persediaan Buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Linier Satu Parameter dari Brown dengan menggunakan α = 0,4

Tahun Xt S't S"t at bt Ft+m e e2

2006 519.226 519.226 519.226

2007 530.164 523.601 520.976 526.226 1.750

2008 559.031 537.773 527.695 547.851 6.719 527.976 31.055 964.388.181

2009 596.197 561.143 541.074 581.211 13.379 554.570 41.627 1.732.793.808

2010 627.107 587.528 559.656 615.401 18.582 594.590 32.517 1.057.326.154

2011 642.003 609.318 579.521 639.116 19.865 633.983 8.020 64.323.608

2012 604.631 607.443 590.690 624.197 11.169 658.981 - 54.350 2.953.891.925

2013 609.991 608.462 597.799 619.126 7.109 635.366 - 25.375 643.887.299

2014 616.615 611.723 603.369 620.078 5.570 626.235 - 9.620 92.544.835

2015 649.057 626.657 612.684 640.630 9.315 625.648 23.409 547.978.906

jumlah 47.282 8.057.134.716

mse 1.007.141.840

Untuk α = 0,4 dan N = 8 Maka :

SSE =

MSE =

= 8.057.134.716

=

= 1.007.141.840

Tabel 4.2 Peramalan Persediaan Buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Linier Satu Parameter dari Brown dengan menggunakan α = 0,5

Tahun Xt St' St" at bt Ft+m e e2

Tabel 4.2 Peramalan Persediaan Buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Linier Satu Parameter dari Brown dengan menggunakan α = 0,6

Tahun Xt St' s"t at Bt Ft+m E e2

2006 519.226 519.226 519.226

2007 530.164 525.789 523.164 528.414 3.938

2008 559.031 545.734 536.706 554.762 13.542 532.352 26.679 711.790.384

2009 596.197 576.012 560.289 591.734 23.584 568.305 27.892 777.988.209

2010 627.107 606.669 588.117 625.221 27.828 615.318 11.789 138.986.368

2011 642.003 627.869 611.968 643.770 23.851 653.048 - 11.045 122.000.684

2012 604.631 613.926 613.143 614.709 1.175 667.622 - 62.991 3.967.814.842

2013 609.991 611.565 612.196 610.934 - 947 615.884 - 5.893 34.729.947

2014 616.615 614.595 613.636 615.555 1.439 609.987 6.628 43.929.395

2015 649.057 635.272 626.618 643.927 12.982 616.994 32.063 1.028.052.272

jumlah 25.123 6.825.292.101

Mse 853.161.513

Untuk α = 0,6 dan N = 8 Maka :

SSE =

MSE =

= 6.825.292.101

=

= 853.161.513

Tabel 4.2 Peramalan Persediaan Buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemulusan

Tabel 4.2 Peramalan Persediaan Buku di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemulusan

Dokumen terkait