• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : LANDASAN TEORI

4. Prinsip-prinsip untuk Menyukseskan Strategi

Kebijakan strategi perlu menjamin strategi yang mereka tetapkan dapat berhasil dengan baik, bukan saja dalam tatanan konseptual saja, tetapi dapat dilaksanakan. Untuk itu Hattaen memberikan beberapa petunjuk mengenai cara pembuatan strategi sehingga bisa berhasil, diantaranya yaitu:

a. Setiap strategi tidak hanya membuat satu strategi. Tergantung pada ruang lingkup kegiatannya. Apabila banyak strategi yang dibuat, maka strategi yang satu haruslah konsisten dengan strategi yang lainnya. b. Strategi harulah konsisten dengan lingkungannya. Ikutilah arus

perkembangan yang bergerak dimasyarekat (jangan melawan arus) dalam lingkungan yang memberi peluang untuk bergerak maju.

c. Strategi hendaknya memperhitungkan resiko yang tidak terlalu besar. Memenag setiap strategi mengandung resiko, tetapi haruslah berhati-hati sehingga tidak menjerumuskan organisasi kedalam lubang yang besar. Oleh sebab itu, suatu strategi harusnya dapat dikontrol.

20

Philip Kotler, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan

d. Strategi yang efektif hendaknya mempokuskan dan menyatukan semua sember daya dan tidak mencerai beraikan satu dengan yang lainnya. e. Strategi hendaklah memusatkan perhatian pada apa yang merupakan

kekuatan dan tidak pada titik-titik yang justru pada kelemahannya. Selain itu, hendaknya juga memanfaatkan kelemahan persaingan dan membuat langkh-langkah yang tepat untuk menepati posisi kompetitif yang lebih kuat.

f. Sumber daya adalah suatu yang kritis. Mengingat strategi adalah suatu yang mungkin, maka harus membuat sesuatu yang layak dan dapat dilakanakan.

g. Strategi hendaknya disusun diatas landasan keberhasilan yang telah dicapai. Jangan menyusun strategi diatas kegagalan.

h. Tanda-tanda dari suksesnya strategi ditampakkan dengan adanya dukungan dari pihak-pihak yang terkait, terutama dari para ksekutif, dari semua pimpinan unit kerja dalam organisasi.21

B. Definisi Komunikasi

1. Pengertian Komunikasi

Secara historis, kata komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu perkataan Communicare mempunyai arti “berpartisipasi atau

memberitahukan”.22

Pendapat lain mengatakan istilah komunikasi berasal

21

Iwan Purwanto, Manajemen Strategi, (Bandung: Yrama Widya, 2007) cet. Ke-1 h. 76-77

22

Astid S. Susanto, Komunikasi dalam Teori dan Praktek, (Bandung: Bina Cipta 1974), hal. 1.

dari bahasa Latin, Communicatio yang berasal dari kata communis artinya:

“sama” dalam arti sama makna mengenai suatu hal.23 Jadi dapat dikatakan bahwa pengertian komunikasi adalah pemberitahuan di pihak yang memberitahu (komunikator) kepada pihak yang diberitahu (komunikan) tentang suatu hal. Ditinjau dari sudut etimologi kata komunikasi berasal dari bahasa inggris, communication yang berarti: hubungan, pemberitahuan.24

Dalam “bahasa” komunikasi pernyataan dinamakan pesan

(message), orang yang menyampaikan pesan disebut komunikator (communikator), sedangkan orang yang menerima pernyataan diberi nama (communicate).

Sasa Djuarsa Senjaja dalam bukunya “Pengantar Komunikasi” mengatakan, komunikasi adalah “suatu proses pembentukan,

penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang dan dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu.25

Definisi komunikasi menurut Harold Dwight Lasswell, bahwa komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? Mengatakan apa? Dengan saluran apa? Kepada siapa? Dengan akibat atau hasil apa? (who says what in which channel to whom with what effect?).

23

Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992), hal. 4.

24

Johan Surjadi dan S. Koentjoro, Kamus Lengkap Populer, (Jakarta: Indah, 1868), hal. 67.

25

Sasa Djuarsa Senjaja, Pengantar Komunikasi, (Jakarta: Universitas Terbuka, 1999), cet. Ke-4, hal. 8

Adapun pengertian selain di atas, para ahli komunikasi juga mempunyai pendapat yang berbeda mengenai pengertian komunikasi, diantaranya Berelson dan Steiner mendefinisikan komunikasi sebagai penyampaian informasi, ide gagasan, emosi, keterampilan, dan seterusnya melalui penggunaan simbol kata, gambar, angka, grafik, dan lain-lain. Kemudian Shanon dan Weaver mengartikan komunikasi mencakup sebagai prosedur sebagai prosedur melalui mana pikiran seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain.26

Begitupun yang menekankan pada unsur penyampaian atau pengoperan, bahwa komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu-individu.27

Menurut Onong Uchjana Effendi, ada beberapa sebab mengapa manusia melakukan komunikasi, yakni untuk:

a. Mengubah sikap (to change the attitude)

b. Mengubah opini/ pendapat/ pandangan (to change the opinion)

c. Mengubah prilaku (to change the behavior)

d. Mengubah masyarakat (to change the society)

Komunikasi juga dapat dilakukan dengan berbagai metode, istilah

metode atau dalam bahasa inggris “method” berasal dari bahasa Yunani “methodos” yang berarti rangkaian yang sistematis dan merujuk kepada tata cara yang sudah dibina berdasarkan rencana pasti, mapan dan logis. Agar

26

Aubery Fisher, Teori-teori komunikasi, (Bandung: Remadja Karya, 1986), hal. 10.

27

Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi; Sebagai Pengantar Ringkas, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1995), cet ke-3, hal. 25

komunikasi berjalan efektif, maka kita juga memerlukan strategi dalam menyampaikan pesan agar dapat diterima oleh orang lain.

a. Proses Komunikasi

Dalam bahasa komunikasi komponen atau unsur adalah sebagai berikut:

1) Source (sumber)

Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan, yang digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku dan sejenisnya.28

2) Communicator (penyampaian pesan)

Komunikator dapat berupa individu yang sedang berbicara, menulis, kelompok orang, organisasi komunikasi, seperti: surat kabar, televisi, film dan sebagainya. Komunikator dalam penyampaian pesannya bisa juga menjadi komunikan begitu juga sebaliknya. Syarat-syarat yang harus di perhatikan oleh seseorang komunikator adalah: a) Memiliki kredibilitas yang tinggi bagi komunikasinya

b) Keterampilan berkomunikasi c) Mempunyai pengetahuan yang luas d) Sikap

e) Memiliki daya tarik 29

28

Widjadja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta: Bumi Aksara, 2002), hal. 11

29

3) Message (pesan)

Pesan keseluruhan dari apa yang disampaikan komunikator. Pesan dapat bersifat informatif memberi keterangan-keterangan yang kemudian komunikan dapat mengambil kesimpulannya sendiri. Persuasif bujukan, yakni membangkitkan dan kesadaran seseorang bahwa apa yang kita sampaikan akan memberi berupa sesuatu berupa pendapat atau sikap, sehingga ada perubahan. Coersif memaksa dengan menggunakan sanksi-sanksi, coersif dapat berbentuk perintah, dan sebagainya (biasanya hal ini terjadi pada organisasi tipe keledai). 4) Channel (saluran)

Saluran komunikasi selalu menyampaikan pesan yang dapat diterima melalui panca indera atau menggunakan media. Pada dasarnya komunikasi yang sering dilakukan dapat berlangsung menurut 2 saluran, yaitu :

a) Saluran formal atau bersifat resmi

b) Saluran informal atau yang bersifat tidak resmi 5) Communican (penerima pesan)

Komunikan atau penerima pesan dapat digolongkan dalam 3 jenis yakni personal, kelompok dan massa.

6) Effect (Hasil)

Effect adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, yakni sikap dan tingkah laku orang, seseorang atau tidak dengan yang kita inginkan.

2. Bentuk-Bentuk Komunikasi

1) Komunikasi personal

Bentuk komunikasi kelompok ada dua yaitu komunikasi antarpersonal dan komunikasi interpersonal.30

Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atai kita tidak. Komunikasi ini merupakan landasan komunikasi antar pribadi dan komunikasi dalam kontek-kontek lainnya, dengan kata lain komunikasi intrapribadi ini inheren dalam komunikasi dua-orang, tiga orang, dan seterusnya, karena sebelum berkomunikasi dengan orang lain kita biasanya berkomunikasi dengan diri-sendiri (mempersepsi dan memastikan makna pesan orang lain), hanya saja caranya sering tidak disadari. Keberhasilan komunikasi kita dengan orang lain bergantung pada keefektifan komunikasi kita dengan diri-sendiri.31

Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menagkap reaksi secara langsung, baik secara verbal ataupun non verbal.32

Menurut sifatnya, komunikasi antarpersonal dibedakan menjadi dua, yakni komunikasi diadik (dyadic communication), dan

30

Efendy Onong Uchjana, Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1992), hal. 11

31

Don F. Faules, R Wayne Pace, editor Mulyana, Deddy, Komunikasi Organisasi,

Strategi Meningkatkan kinerja Perusahaan, (Bandung: PT. Rosdakarya 2001), cet. Ke-3, hal.

72-73

32

komunikasi kelompok kecil (small group communication). Komunikasi diadik adalah proses komunikasi yang berlangsung antar dua orang dalam situasi tatap muka yang dilakukan melalui tiga bentuk percakapan, wawancara dan dialog. Adapun komunikasi kelompok kecil adalah proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka, hal mana anggota-anggotanya berinteraksi satu sama lain. Mengenai batas jumlah anggota tidak secara tegas disebutkan.33

Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang melibatkan hanya dua orang. Ciri-ciri komunikasi diadic adalah:

a) Pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat. b) Pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan

secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun non verbal.34

Sebagai sebuah komunikasi tatap muka, tujuan komunikasi antar pribadi adalah:

a) Mengenal diri sendiri dan orang lain. b) Mengetahui dunia luar.

c) Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna. d) Mengubah sikap dan prilaku

33

Nurudin, Sistem komunikasi Indonesia, (Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada, 2005), cet. Ke-2, hal. 31-32

34

Don F. Failes, R Wayne Pace, editor Deddy Mulyana, Komunikasi Organisasi, Strategi

e) Bermain dan mencari hiburan. f) Membantu orang lain.

2) Komunikasi Kelompok

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.35 Adapun yang dimaksud dengan komunikasi kelompok adalah:

a) Bila proses komunikasi hal mana pesan-pesan yang disampaikan oleh seorang pembicara kepada khalayak dalam jumlah yang lebih besar pada tatap muka.

b) Komunikasi berlangsung kontinu dan bisa dibedakan mana sumber

Dokumen terkait