TEMUAN PENELITIAN DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
5.2 Implikasi Temuan Penelitian bagi Pembelajaran Menulis .1 Implikasi bagi Pembelajar (Mahasiswa) .1 Implikasi bagi Pembelajar (Mahasiswa)
5.2.3 Implikasi bagi Institusi Penentu Kebijakan
5.2.3 Implikasi bagi Institusi Penentu Kebijakan
a. Institusi penentu kebijakan, dalam hal ini adalah universitas, fakultas, jurusan, atau program studi, perlu memfasilitasi dan memotivasi para pengajar untuk dapat mengenali karakteristik gaya berpikir setiap pembelajarnya.
b. Aktivitas menulis selalu dilakukan mahasiswa sejak memulai perkuliahan hingga akan mengakhiri studinya. Makin tinggi tingkatan semester yang diikuti mahasiswa, makin banyak makalah yang dibuatnya. Pada umumnya mereka telah membuat makalah yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah mata kuliah yang diikutinya. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa pada umumnya setiap dosen yang mengajarkan suatu mata kuliah kepada mahasiswa selalu menugasi mahasiswanya untuk membuat tulisan/karangan. Namun, pada semester awal perkuliahan di perguruan tinggi tidak terdapat suatu perkuliahan yang secara khusus membina kemampuan menulis kepada mahasiswa. Dugaan bahwa mahasiswa telah berbekal kemampuan menulis yang didapatinya dari belajar di sekolah menengah terlalu berlebihan, karena pada kenyataannya para mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam menulis.
telah memiliki kemampuan reseptif (receptive skill) yakni kemampuan mendengar dan membaca. Namun, hanya sedikit di antara mereka yang mengembangkan kemampuan produktif (productive skill) yakni kemampuan berbicara dan menulis. Oleh karena itu, sudah waktunya menguji kembali praktik pembelajaran menulis. Kemampuan menulis tidak bisa dibentuk hanya dalam semalam. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan suatu mata kuliah dengan desain yang baik dan persiapan yang serius yang melibatkan para pengajar jauh sebelum suatu generasi intelektual dilahirkan.
d. Dalam menyikapi fenomena aktivitas dan kemampuan menulis mahasiswa di perguruan tinggi, maka perlu dilakukan revitalisasi pembelajaran menulis di perguruan tinggi. Revitalisasi pembelajaran menulis tersebut dapat dikembangkan melalui mata kuliah Bahasa Indonesia dengan ruang lingkup materi lebih banyak pada aktivitas menulis.
e. Alternatif lainnya yang dapat ditempuh ádalah memunculkan mata kuliah khusus atau suatu program khusus yang dimaksudkan untuk mempersiapkan kemampuan mahasiswa memiliki keterampilan menulis. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pilihan yang diberi nama mata kuliah ‘Penulisan Populer’. Mata kuliah ini diberikan selama dua semester, masing-masing 1 x 2 jam seminggu, dengan bobot 2 sks setiap semester. Isi mata kuliah ini hampir melulu latihan-latihan menulis. Dari setiap pertemuan tatap muka, setiap mahasiswa harus menghasilkan sebuah tulisan yang sesuai dengan isi pembahasan pada
dan dinilai oleh pengajar, serta dibahas dan dikembalikan pada pertemuan berikut. Dengan sendirinya tidak ada ujian untuk mata kuliah ini, karena setiap pertemuan pada hakikatnya ádalah ujian. Tujuan mata kuliah ini adalah agar sesudah semester pertama mahasiswa memiliki keterampilan menulis wacana-wacana deskripsi dan narasi, dan sesudah semester kedua, mereka mampu menuliskan wacana eksposisi dan artikel dengan baik. Tujuan lain adalah agar mahasiswa terbiasa menulis, dan kelak di kemudian hari, di samping kesibukan tugas masing-masing, sekali-kali mereka juga akan menulis untuk media massa. Dan, seandainya mereka ingin bekerja di media massa, keterampilan menulis ini sekurang-kurangnya akan membantu mereka melewati ujian saringan masuk, yang biasanya antara lain juga berupa tugas penulisan.
233
DAFTAR PUSTAKA
Akhadiah, Sabarti; Maidar G.Arsyad; Sakura H.Ridwan. 1991. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Cetakan Keempat. Jakarta: Erlangga.
Allerton, D.J. 1978. “The Notion of Giveness and Its Relation to Presupposition and to Theme”. Dalam Majalah Lingua No.44. Hlm.133-168.
Blount, Ben G. 1974. Language, Culture, and Society. Cambridge (Massachusetts): Winthrop Publishers, Inc.
Bormann, Ernest G & Nancy C. Bormann. 1986. Retorika: Suatu Pendekatan Terpadu. Terjemahan Paulus Sukardi. 1991. Cetakan Kedua. Jakarta: Erlangga.
Brannen, Julia. 2005. Memadu Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Cetakan VI. Terjemahan Nuktah Arfawie Kurde, Imam Safe’i, Noorhaidi A.H. 2005. Cetakan I 1997. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Brown, Gillian & George Yule. 1983. Discourse Analysis. Cambridge University Press.
Bruner, J.S. 1975. “Language as an Instrument of Thought”. Dalam Davis A (Ed.) Problems of Language Learning. London: Heinmann.
Caron, Jean. 1992. An Introduction to Psycholinguistics.NewYork: Harvester Wheatsheaf.
Chafe, Wallace L. 1970. ”Giveness, Contrastiveness, Definiteness, Subjects, and Point of View” dalam Charles N.Li (Ed.). Subject and Topic. London: Academic Press.
Chomsky, Noam.1972. Language and Mind. New York: Harcourt Brace Jovanovich Inc.
Chomsky, Noam. 2000. Cakrawala Baru Kajian Bahasa dan Pikiran. Terjemahan Freddy Kirana. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Clark, Herbert H. dan Eve V. Clark. 1977. Psychology and Language: An Introduction to Psycholinguistics. New York: Harcourt, Brace Jovanovich. Costa, A.(Ed.). 1985. Developing Minds: A Resource Book for Teaching
Thinking. California, USA:Midwest Publications.
Dardjowidjojo, Soenjono. 2005. Psikolinguistik. Edisi Kedua. Jakarta: Y.Obor Indonesia.
Darma, Yoce A. 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya.
DePorter, Bobbi & Mike Hernacki. 1992. Quantum Learning. Cetakan IX. Terjemahan Alwiyah Abdurrahman. 2001. Bandung: Penerbit Kaifa.
Devitt, Michael & Kim Sterelny. 1995. Language And Reality. Cetakan Kelima. Cambridge, Massachusetts: A Bradford Book The MIT Press.
Dik, Simon C. 1978. Functional Grammar. Amsterdam: North-Holland Publishing Company.
Djiwandono, M.Soenardi. 1996. Tes Bahasa dalam Pengajaran. Bandung: Penerbit ITB.
Dryden, Gordon & Jeannette Vos. 1999. Revolusi Cara Belajar. Terjemahan Word ++ Translation Service. Penyunting: Ahmad Baiquni. 2000. Bandung: Penerbit Kaifa.
Flood.J dan H.S. Peter. 1984. Language and the Language Art. New Jersey: Prentic Hall,Inc.
Garnham, Alan. 1992. Psycholinguistics: Central Topics. London: Routledge. Givon, Talmy. 1984. Syntax A Functional-Typological Introduction. Volume 1.
Amsterdam/Philadelphia: John Benjamins Publishing Company.
Gregorc, Anthony. 1982. An Adult’s Guide to Style. Maynard, Mass: Gabriel Systems.
Guilford, J.P. dan Ralph Hoepfner. 1971. The Analysis of Intelligence. New York: Mc.Graw-Hill Book Company.
Gumperz, John J. 1982. Discourse Strategies. Cambridge: Cambridge University Press.
Halliday, M.A.K. 1967. “Notes on Transivity and Theme in English Part 2”. Journal of Linguistics 3: 199-244.
Hassoubah, Zaleha Izhab. 2002. Developing Creative & Critical Thinking Skills. Terjemahan Bambang Suryadi. 2004. Cara Berpikir Kreatif dan Kritis. Bandung: Penerbit Nuansa.
Hymes, Dell. 1972. “Models of the Interaction of Language and Social Life” dalam Gumperz, J.J. dan Hymes,D. (Eds). Directions in Sosiolinguistics. New York: Holt, Rinehart and Winston Inc.
Jacobs, Holly L.dkk. 1981. Testing ESL Composition: A Practical Approach. London: Newbury House Publishers,Inc.
Krippendorff, Klaus. 1993. Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi. Terjemahan Farid Wajidi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Leech, Geoffrey. 1983. The Principles of Pragmatics. Terjemahan M.D.D.Oka. 1993. Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: UI Press.
Lenneberg, Eric. 1967. Biological Foundations of Language. New York: Wiley. Lipman, Mattew. 1991. Thinking in Education. New York: Cambridge University
Press.
Lovell, Bernard R. (Ed.). 1980. Adult Learning. New York: John Willy and Sons. Macnamara, J.(Ed.) 1977. Language, Learning and Thought. New York:
Academic Pres.
Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Mar’at, Samsunuwiyati. 2005. Psikolinguistik. Bandung: Refika Aditama.
Marahimin, Ismail. 1993. “Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Latihan Menulis sebagai Mata Kuliah Pilihan”. Dalam Penyelidikan Bahasa dan Perkembangan Wawasannya. Jakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.
Nababan, Sri Utari S. 1992. Psikolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.
Piaget, Jean. 1955. The Language and Thought of the Child. Cleveland, Ohio: World Publ.
Poespoprodjo, W. 1999. Logika Scientifika. Bandung: Pustaka Grafika.
Poespoprodjo, W. & E.K.T.Gilarso.1999. Logika Ilmu Menalar. Bandung: Pustaka Grafika.
Renkema, Jan. 1993. Discourse Studies. Amsterdam: John Benjamin Publishing Comp.
Sampson, G. 1980. School of Linguistics. London: Hutchinson.
Samsuri. 1985. Tata Kalimat Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Sastra Hudaya. Sapir, Edward. 1921. Language: An Introduction to the Study of Speech.
New York: Harcourt Brace & World.
Simanjuntak, Mangantar. 1987. Pengantar Psikolinguistik Moden. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pelajaran Malaysia. Slobin, Dan I. 1979. Psycholinguistics. Edisi Kedua. Glenview Illionis: Scott
Forresman.
Spradley, James P. 1977. Metode Etnografi. Terjemahan Misbach Zulfa Elizabeth. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.
Spender, Dale. 1990. Man Made Language. London: Pandora.
Steinberg, D.D. 1982. Psycholinguistics: Language, Mind, and World.London: Longman.
Stubbs, Michael. 1983. Discourse Analysis. Oxford: Basil Blackwell Publisher Limited.
Subroto, D. Edi. 1992. Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Sudaryanto. 1988. Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sudaryanto. 1990. Aneka Konsep Kedataan Lingual dalam Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sudjana. 1996. Teknik Analisis Data Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Suwito. 1990. “Menuju ke Penelitian Interdisipliner Integratif” dalam Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia XII Se-Jawa Tengan dan DIY. Surakarta: UNS.
Syamsuddin A.R. 1998. Studi Wacana: Teori – Analisis – Pengajaran. Bandung: Mimbar Pendidikan Bahasa dan Seni FPBS IKIP.
Syamsuddin,A.R. 1999. “ Studi Wacana Kajian Linguistik Komprehensif”. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Ilmu Kebahasaan pada Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FPBS IKIP Bandung, 18 Oktober 1999.
Syofyan, Donny. 25 Desember 2007. “Intelektual dan Tradisi Kepenulisan” http://donnysyofyan.multiply.com/journal/item/85.
Tarigan, H.G. 1985. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tashakkori, Abbas dan Charles Teddlie. 1998. Mixed Methodology: Combining Qualitative and Quantitative Approaches. Thousant Oaks California: Sage Publications.
Taylor, Insup. 1990. Psycholinguistics: Learning and Using Language. London: Prentice Hall, Inc.
Thomas, Linda dan Shan Wareing. 1999. Language, Society, and Power. Terjemahan Sunoto dkk. 2007. Bahasa, Masyarakat, dan Kekuasaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tompkins, Gail E. 1990. Teaching Writing Balancing Process and Product. New York: Macmillan Publishing Company.
Van Dijk,Teun A. 1976. Text and Context. London: Longman.
Vygotsky, Lev S. 1934. Thought and Language (1986). Cambridge, Massachusetts:MIT
Wahab, Abdul. 1992. “Cerminan Budaya dalam Bahasa: Kasus Retorika Indonesia” dalam Bambang Kaswanti Purwo. 1992. Bahasa Budaya. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.
Worf, B.L. 1956. “Science and Linguistics”. Dalam J.B.Carrol (Ed.). Language, Thought, and Reality: Selected Writings Of Benjamin Lee Worf.