SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A.Simpulan
B. Implikasi dan Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan di atas, diberikan beberarapa saran untuk berbagai pihak diantaranya yaitu:
1. Bagi Guru dan Pos PAUD
a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan permainan maze terbukti dapat memberikan pengaruh terhadap kecerdasan visual spasial anak, maka permainan ini direkomendasikan untuk digunakan para guru PAUD sebagai salah satu permainan yang dapat mengembangkan kecerdasan visual spasial anak
b. Pembelajaran dengan permainan maze direkomendasikan kepada guru anak usia dini mengingat kebermanfaatan yang besar bagi masa depan anak dengan kecerdasan visual spasial contohnya anak dapat menjadi arsitektur, pelaut ataupun profesi hebat lainnya.
c. Sebagai bahan pertimbangan antusiasme anak yang ditunjukkan ketika melihat permainan maze 2 dimensi maka peneliti menyarankan metode
MARINA TRIE RAMADHANY GUNAWAN, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN D ENGAN PERMAINAN MAZE TERHAD AP KECERD ASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA D INI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
permainan tersebut dapat digunakan pendidik anak usia dini untuk menyampaikan pembelajaran lain seperti pembelajaran mengenalkan air, udara, api dengan gambar yang menarik, dll.
2. Bagi Orang Tua
Permainan maze dapat disediakan atau diberikan para orang tua dirumah, tidak harus menggunakan alat permianan yang mahal namun dengan menciptakan area permainan sendiri dirumah pun seperti mencari jalan keluar atau menemukan jalan menuju suatu benda juga dapat membantu mengembangkan kecerdasan visual spasial anak usia dini.
3. Bagi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
a. Sekolah sebaiknya diberikan fasilitas tempat dan area yang memadai bagi sekolah untuk dapat memberikan kesempatan kepada anak mengeksplore seluruh pengetahuan melalui lingkungannya terutama dalam hal ini mengeksplore kecerdasan visual spasial anak itu sendiri
b. Sekolah sebaiknya diberikan wadah untuk menyediakan segala macam alat permainan edukatif yang dapat meningkatkan dan mengembangkan segala aspek perkembangan anak usia dini yang dalam hal ini salah satunya adalah aspek kognitif berupa kecerdasan visual spasial anak usia dini.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
a. Sebaiknya dapat kembali mengupas tentang kecerdasan visual spasial namun dengan metode atau permainan yang lainnya sehingga dapat memberikan kontribusi lain yang bermakna dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu baru atau cara baru demi mengembangkan pembelajaran pendidikan anak usia dini b. Peneliti lain dapat memanfaatkan permainan maze namun dalam pelaksanaan
yang lebih variatif dan lebih menciptakan kesenangan bagi anak karena bermain haruslah yang menyenangkan untuk anak agar seluruh potensi yang
MARINA TRIE RAMADHANY GUNAWAN, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN D ENGAN PERMAINAN MAZE TERHAD AP KECERD ASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA D INI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
terdapat pada diri anak dapat berkembang sebagaimana mestinya tanpa keterpaksaan atau tuntutan.
MARINA TRIE RAMADHANY GUNAWAN, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN D ENGAN PERMAINAN MAZE TERHAD AP KECERD ASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA D INI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Agustin, M. (2011). Permasalahan belajar dan inovasi pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.
Anggoro, T. (2009). Metode penelitian. Jakarta: Universitas terbuka
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan didaktik. Jakarta: Rineka Cipta
Armstrong, T. (2003). Setiap anak cerdas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Campbell. (2006). Metode praktis pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences.
Depok: Intuisi Press.
Grande, D dan Morrow. (1998). Guiding Children’s Learning of Mathematics. Cengage Learning.
Fitriyani, H. (2014) Penggunaan Media Puzzle 3 Dimensi Untuk Meningkatkan Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia 5-6 Tahun (Studi Deskriptif Kuantitaif di TK PGRI 25 Karangrejo Semarang). Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies, 3 (1), hlm. 45-52
Gardner, H. (2013). Multiple intelligences. Jakarta: Daras Books.
Gordon, C dan Cooper, L. (2013). Meningkatkan 9 kecerdasan anak. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Guilford. (2009). Fundamental Statistic In Psychology And Education, Tokyo: McGraw-HillKogakusha, Itd.
Gunawan. (2003). Born to be a Genius. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Gunawan. (2007). Genius learning strategy. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Gustu. (2010). Contoh sketsa labirin.[Online]. Tersedia di:
http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=52783. [Diakses 28 Oktober 2014] Haque dan Rohita. (2014). Pengaruh Alat Permainan Edukatif (APE) Maze Terhadap
Motorik Halus Anak Kelompok A di TK A-Fitroh. Skripsi, Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya: Tidak diterbitkan.
MARINA TRIE RAMADHANY GUNAWAN, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN D ENGAN PERMAINAN MAZE TERHAD AP KECERD ASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA D INI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Indriyani. (2011). Meningkatkan kemampuan visual spasial anak melalui penggunaan media realia. Skripsi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak diterbitkan.
Istiyani, D. (2013) Model Pembelajan Menulis dan Menghitung (calistung) pada Anak Usia Dini di Pekalongan. Jurnal Penelitian, 10 (1), hlm 1-18
Istiaty. (2006). Permainan Edukatif Anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2 (2), hlm 1-5.
Kurniawan. (2010). Bermain maze. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 5 (5) hlm 1-15 Lwin, May, dkk. (2008). How to multiply your child’s intelligence. Yogyakarta:
Indeks
Masitoh. (2005). Pendekatan Belajar Aktif di Taman Kanak-kanak, Jakarta: Depdiknas Dikjen Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.
Mayasari. (2012). Meningkatkan Spasial Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Seni Tari. Skripsi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak diterbitkan.
Merdiana. (2014). Implementasi Bermain Konstruktif dalam meningkatkan Kecerdasan Visual Spasial Pada Anak Usia Dini di Kelompok B2 Taman Kanak-kanak Shandy Putra Telkom Kota Bengkulu. Skripsi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Bengkulu: Tidak diterbitkan.
Mutiah, D. (2010). Psikologi bermain anak usia dini. Jakarta: Prenada Media Grup. Riyanto, E dan Sekarwati, D.A. (2013) Permainan Maze Matching Board untuk
Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Tunagrahita. Jurnal Pendidikan Khusus, 3 (3), hlm 1-13
Septiani. (2014). Meningkatkan Kecerdasan Visual-Spasial Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Melukis dengan Bahan Pewarna. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak diterbitkan.
Siregar, S. (2014). Staistika deskriptif untuk penelitian. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
MARINA TRIE RAMADHANY GUNAWAN, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN D ENGAN PERMAINAN MAZE TERHAD AP KECERD ASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA D INI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sujiono, Y.N. (2009). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: Indeks. Sujiono, Y.N dan Sujiono, B. (2010). Bermain kreatif berbasis kecerdasan jamak.
Jakarta: Indeks.
Sukardi. (2003). Metodelogi Penelitian Statistik, Jakarta: Buana Ilmu Populer.
Ulfa, C.M. (2011). Efektifitas labirin game dalam membangun percaya diri anak di taman kanak-kanak Aisyah Bustanul Athfal 2 Gadung Surabaya. Skripsi, Psikologi, Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya: Tidak diterbitkan.
Uno dan Kuadrat. (2009). Mengelola kecerdasan dalam pembelajaran. Gorontalo: Bumi Aksara.