• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Hasil Penelitian

Dalam dokumen Anjar Setianingsih S841008004 (Halaman 187-192)

BAB V PENUTUP

B. Implikasi Hasil Penelitian

Penelitian ini melakukan pengkajian terhadap karya sastra novel berjudul

Analisis Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel Negeri Lima Menara

karya Ahmad Fuadi. Hasil penelitian ini memiliki implikasi terhadap aspek lain

yang relevan memiliki hubungan positif. Implikasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut

1. Menjadi alternatif bahan materi pengajaran sastra

Pada aspek pendidikan, penelitian ini dapat memberikan alternatif bahan materi pengajaran sastra. Pengajaran sastra seharusnya difokuskan pada upaya untuk memiliki kemampuan apresiasi, kemampuan untuk memiliki sikap dan nilai, tidak terbatas hanya pada pengetahuan atau menghafal judul dan pengarang karya sastra. Di dalam hal tersebut tercakup masalah pemberian tanggapan terhadap karya sastra. Dalam pengajaran sastra, siswa harus diarahkan pada penilaian karya sastra secara objektif. Maka, hal ini akan membentuk jiwa sastra yang tidak hanya menampilkan prestasi akademis, tetapi juga mengembangkan karakter diri yang potensial.

commit to user

2. Pencapaian dalam proses pengajaran sastra

Penelitian ini mengkaji objek karya sastra berbentuk novel berjudul

Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Memang, karya novel memiliki

jumlah halaman yang banyak sehingga diperlukan waktu banyak dalam proses apresiasi karya. Meskipun demikian, hasil analisis pada aspek sosiologi pada novel tersebut telah memberikan gambaran awal yang sederhana terhadap kandungan novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Pemahaman merupakan tahapan kelanjutan atas pengenalan aspek fisik sastra berupa wujud buku. Sosiologi sastra terkandung di dalam dan di luar karya sastra. Oleh karena itu, pendidik harus memberikan arahan jelas terhadap aspek pencapaian pembelajaran apresiasi sastra. Dengan begitu ada persiapan berupa bahan materi yang telah disederhanakan sehingga dapat dipahami siswa secara baik.

3. Pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik

Bagi guru, pengkajian terhadap karya sastra novel melalui pendekatan sosiologi sastra bisa dikembangkan dalam pola pengajaran apresiasi karya sastra kepada siswa. Kajian ini memberikan fakta sastra dari dalam karya itu sendiri juga dari luar karya sastra, berupa pengarang kreatifnya dan latar sosial budaya masyarakat pembentuknya. Dalam hal ini patokan pengajaran bukan hanya pada aspek kognitif, melainkan juga pada aspek afektif bahkan psikomotoriknya. Hal tersebut dapat dicapai dengan peran pendidik yang tidak hanya menyampaikan kaidah pemahaman sosiologi, tetapi juga pada aspek nilai-nilai yang terkandung di dalam karya sastra tersebut. Artinya, pendidik

commit to user

juga menggugah kesadaran siswa sebagai manusia dengan memberikan gambaran keteladanan dari nilai-nilai edukatif cerita sastra tersebut.

4. Sebagai salah satu pendidikan nilai moral

Media pembelajaran dapat diambil dari berbagai sumber, termasuk dari sebuah kisah atau cerita. Cerita novel Negeri Lima Menara karya Ahmad

Fuadi merupakan cerita yang mengandung nilai pendidikan, terutama nilai

moral. Novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi pendidikan di Pondok Madani. Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam novel tersebut menggambarkan karakteristik manusia dengan sisi kemanusiaan yang dimiliki. Manusia merasakan suka dan duka, tertawa dan menangis, juga emosi dan pemaaf. Hal itu merupakan cerminan bagi pembaca dalam menjalani hidup dalam kehidupan masyarakat juga dalam melakukan interaksi sosial di masyarakat. Novel tersebut memberikan gambaran lengkap sosok manusia dengan realitas masalah yang dihadapi dalam hidup di pondok. Sikap dan perilaku yang dilakukan dalam menangani masalah yang terjadi menjadi contoh yang bisa diteladani. Oleh karena itu, novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi

dapat dijadikan sebagai sumber pengajaran.

5. Aspek keteladanan

Bagi siswa, materi dengan objek novel yang menggambarkan realitas masyarakat memberikan variasi materi belajar terhadap apresiasi karya sastra. Siswa juga akan merasa terdorong aspek kesadarannya jati dirinya sebagai insan cendekia. Cerita yang bermakna dalam dan menggugah motivasi dari novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi memberikan kedalaman arti

commit to user

tersendiri bagi siswa. Pada akhirnya siswa akan menemukan keteladanan yang utuh saat mereka menghadapi realitas kehidupan yang mereka jalani.

6. Aspek pelestarian seni budaya Minangkabau melalui pendidikan

Wujud lain dari implikasi penelitian ini yaitu pada pelestarian budaya, khususnya dalam hal ini seni budaya Minangkabau sebagaimana menjadi cerita novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Aktivitas penelitian yang dilakukan penulis merupakan bentuk kepedulian yang secara sederhana dari tindakan yang bisa dilakukan dalam aspek pelestarian seni budaya Minangkabau. Sebagai hal sederhana penulis akan mencapai pemahaman dasar terhadap seni budaya yang memang harus dilestarikan yang ditampilkan dalam karya sastra tersebut.

Keluhuran seni budaya Minangkabau perlu diwariskan dari generasi ke generasi. Aspek awal yang bisa dilakukan yaitu dengan proses show up

“menunjukkan” eksistensi seni budaya tersebut. Hal itu bisa dicapai dengan pelaksanaan penelitian ini. Meluasnya efek ini ketika terjadi akumulasi dari pengaruh positif yang diperoleh oleh masyarakat pembaca karya sastra ini. Setiap pembaca akan memberikan pengaruh yang lebih luas dengan penyebaran terhadap nilai-nilai seni budaya yang terkandung dalam karya sastra manakala terjadi proses interaksi yang lebih meluas.

Oleh karena itu, proses pelestarian seni budaya Minangkabau kemudian dapat lebih dikembangkan, bahkan bisa dilakukan secara lebih sistematis. Aplikasi yang lebih mudah mengarah pada media pendidikan.

commit to user

Penyelenggaraan pengajaran sastra menjadi salah satu sarana yang bisa diandalkan. Sistematika yang dimiliki proses pengajaran bisa menempatkan karya sastra ini sebagai bahan ajar apresiasi karya sastra. Diharapkan proses pengajaran menjadi sarana pelestarian seni budaya yang efektif. Penanaman nilai-nilai luhur seni budaya Minangkabau dapat dilakukan terprogram, kontinyu, terarah, terpantau secara baik.

7. Pengembangan kualitas dan kompetensi penelitian sastra

Pada aspek penelitian ilimiah, hasil penelitian ini menambah kuantitas dan kualitas penelitian ilmiah, khususnya kajian di bidang karya sastra. Secara kuantitas, penelitian ini akan menjadi dokumen sastra yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam penelitian yang akan dilakukan di masa datang. Oleh karena itu, penelitian ini juga mendorong kegiatan ilmiah karena akan memberikan motivasi mahasiswa untuk melakukan kegiatan penelitian. Tumbuhnya motivasi kegiatan ilmiah juga akan meningkatkan kompetensi atau kualitas kajian terhadap penelitian. Para peneliti lain akan melakukan peningkatan kualitas penelitian mulai dari materi yang dikaji sampai ke metodologi sehingga penelitian pada masa selanjutnya akan lebih berkembang dan bervariasi.

8. Memberikan paradigma positif sastra kepada masyarakat pembaca

Kajian sastra merupakan alternative bagi mahasiswa atau peneliti yang memiliki sense kecenderungan terhadap dunia sastra. Paradigma pengkajian terhadap karya sastra sendiri akan mengubah persepsi masyarakat yang cenderung memandang sastra sebagai sesuatu yang abstrak dan imajinatif

commit to user

belaka. Fakta yang bisa dimunculkan yaitu dengan peningkatan kualitas penelitian serta hasil penelitian yang ternyata menyodorkan solusi dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan di masyarakat.

9. Cermin edukasi masyarakat

Pada aspek sosial masyarakat penelitian terhadap novel Negeri Lima

Menara karya Ahmad Fuadi ini dapat menjadi cermin bagi masyarakat

pembaca. Pembaca merupakan pribadi-pribadi yang hidup di masyarakat. Demikian juga tokoh-tokoh dalam novel merupakan perwujudan pribadi manusia dalam media cerita. Pengalaman-pengalaman peristiwa yang terjadi pada tokoh bisa menjadi teladan yang bijak tanpa dengan menggurui. Masyarakat pembaca pun dapat belajar dari interaksi sosial yang positif dari cerita yang diperlihatkan dalam novel tersebut.

Dengan akal pikiranya, masyarakat pembaca akan dapat bertindak dan berperilaku dengan baik melalui hikmah yang diambil dari deskripsi peristiwa dalam cerita novel tersebut karena pada hakikatnya karya sastra merupakan wujud realitas yang dituangkan dalam sebuah cerita. Perwujudan sikap dan perilaku yang santun di dalam masyarakat akan membentuk sistem kemasyarakatan yang baik.

Dalam dokumen Anjar Setianingsih S841008004 (Halaman 187-192)

Dokumen terkait